Satu-satunya dari Sumut, Mahasiswa dan Dosen USM Presentasikan Dampak Program Mahasiswa Berdampak Tingkat Nasional

Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Tim Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 dari USM Indonesia menjadi wakil satu-satunya perguruan tinggi se-Sumut pada presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional. Dari 263 proposal yang didanai, terpilih 60 proposal termasuk USM Indonesia.

Kegiatan ini diselenggarakan Ditjen Riset dan Pengembangan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Ristekdikti bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Sivitas akademika USM Indonesia yakni Adiansyah, Mhd. Aldi Primasyukra dan Sharfina Haslin (dosen) serta Rinaldi Praja Kusuma dan 20 mahasiswa dari program studi farmasi, kimia, teknologi elektromedis, akutansi, manajemen, keperawatan, bidan, psikologi dan program studi lain di USM Indonesia mengikuti seminar dampak pelaksanaan program mahasiswa berdampak tahun anggaran 2025.

TINGKAT NASIONAL: Kegiatan presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional yang diikuti sivitas akademika USM Indonesia.v(Istimewa/Sumut Pos)
TINGKAT NASIONAL: Kegiatan presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional yang diikuti sivitas akademika USM Indonesia.v(Istimewa/Sumut Pos)

Seminar digelar di Ruang Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta pada 5-7 Juni 2026. Seminar menjadi wadah bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mempresentasikan capaian, inovasi dan dampak nyata program pengabdian yang telah dilaksanakan di masyarakat.

Kegiatan ini menjadi ruang diseminasi hasil pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 sekaligus forum evaluasi untuk mengukur capaian dan dampak program yang telah dilaksanakan mahasiswa bersama dosen pendamping di berbagai daerah di Indonesia.

Tim USM Indonesia memaparkan hasil pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdangdedagai, Sumatera Utara. Program yang mengusung tema ‘Inovasi Pakan Ternak dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal’ berhasil menghasilkan berbagai capaian.

Diantaranya peningkatan produktivitas ternak melalui penerapan teknologi tepat guna dan pemanfaatan bahan baku lokal sebagai pakan alternatif. Capaian lainnya adalah pemberdayaan kelompok PKK melalui pelatihan kewirausahaan dan pengolahan pangan serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa dan masyarakat.

Partisipasi dalam seminar nasional ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi mahasiswa dan dosen USM Indonesia dalam menciptakan solusi inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain menjadi sarana diseminasi hasil program, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk berbagi praktik baik dan memperluas jejaring kolaborasi antar-perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, USM Indonesia terus berupaya melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Dirjen Riset dan Pengembangan Kementerian Diktisaintek Fauzan Adziman mengutarakan bahwa terdapat sepuluh juta mahasiswa di perguruan tinggi yang menjadi ujung tombak bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaat dari inovasi, hasil riset dan pemikiran yang lahir dari kampus.

“Sesuatu yang dibangun dari mahasiswa dan oleh mahasiswa merupakan motor penting dalam menghadirkan dampak nyata bagi negeri,” tegas Dirjen.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Diktisaintek I Ketut Adnyana juga menegaskan kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memperkaya pengelaman belajar. Tetapi juga meninggalkan warisan berupa perubahan perilaku, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga penguatan ekonomi lokal. (dmp)

Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Tim Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 dari USM Indonesia menjadi wakil satu-satunya perguruan tinggi se-Sumut pada presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional. Dari 263 proposal yang didanai, terpilih 60 proposal termasuk USM Indonesia.

Kegiatan ini diselenggarakan Ditjen Riset dan Pengembangan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Ristekdikti bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Sivitas akademika USM Indonesia yakni Adiansyah, Mhd. Aldi Primasyukra dan Sharfina Haslin (dosen) serta Rinaldi Praja Kusuma dan 20 mahasiswa dari program studi farmasi, kimia, teknologi elektromedis, akutansi, manajemen, keperawatan, bidan, psikologi dan program studi lain di USM Indonesia mengikuti seminar dampak pelaksanaan program mahasiswa berdampak tahun anggaran 2025.

TINGKAT NASIONAL: Kegiatan presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional yang diikuti sivitas akademika USM Indonesia.v(Istimewa/Sumut Pos)
TINGKAT NASIONAL: Kegiatan presentasi dampak program mahasiswa berdampak tingkat nasional yang diikuti sivitas akademika USM Indonesia.v(Istimewa/Sumut Pos)

Seminar digelar di Ruang Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta pada 5-7 Juni 2026. Seminar menjadi wadah bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mempresentasikan capaian, inovasi dan dampak nyata program pengabdian yang telah dilaksanakan di masyarakat.

Kegiatan ini menjadi ruang diseminasi hasil pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 sekaligus forum evaluasi untuk mengukur capaian dan dampak program yang telah dilaksanakan mahasiswa bersama dosen pendamping di berbagai daerah di Indonesia.

Tim USM Indonesia memaparkan hasil pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdangdedagai, Sumatera Utara. Program yang mengusung tema ‘Inovasi Pakan Ternak dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal’ berhasil menghasilkan berbagai capaian.

Diantaranya peningkatan produktivitas ternak melalui penerapan teknologi tepat guna dan pemanfaatan bahan baku lokal sebagai pakan alternatif. Capaian lainnya adalah pemberdayaan kelompok PKK melalui pelatihan kewirausahaan dan pengolahan pangan serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa dan masyarakat.

Partisipasi dalam seminar nasional ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi mahasiswa dan dosen USM Indonesia dalam menciptakan solusi inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain menjadi sarana diseminasi hasil program, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk berbagi praktik baik dan memperluas jejaring kolaborasi antar-perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, USM Indonesia terus berupaya melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Dirjen Riset dan Pengembangan Kementerian Diktisaintek Fauzan Adziman mengutarakan bahwa terdapat sepuluh juta mahasiswa di perguruan tinggi yang menjadi ujung tombak bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaat dari inovasi, hasil riset dan pemikiran yang lahir dari kampus.

“Sesuatu yang dibangun dari mahasiswa dan oleh mahasiswa merupakan motor penting dalam menghadirkan dampak nyata bagi negeri,” tegas Dirjen.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Diktisaintek I Ketut Adnyana juga menegaskan kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memperkaya pengelaman belajar. Tetapi juga meninggalkan warisan berupa perubahan perilaku, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga penguatan ekonomi lokal. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru