Dinkessos Sumut Bangun Rumah Kepling di Atas Lahan Kosong

Bantuan RTLH di Binjai Tak Tepat Sasaran

BINJAI- Bantuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, tidak tepat sasaran. Bahkan, dalam pengerjaannya diduga terjadi manipulasi data. Pasalnya, Kepala Lingkungan (Kepling) V, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, juga mendapatkan bantuan.

Akibatnya, warga yang tidak menerima bantuan RTLH mengancam akan melakukan unjukrasa ke Pemko Binjai.

Seperti yang dituturkan J Syahputra (40) warga setempat, pada wartawan Selasa (11/12) mengatakan, hampir semua warga Lingkungan V, tidak terima dengan bantuan rumah tak layak huni yang diterima kepling mereka. Sebab menurutnya, masih banyak rumah masyarakat yang lebih membutuhkan ketimbang kepling.

Maka warga berencana melaporkan permasalahan ini ke DPRD Binjai.

“Bagaimana tak kesal, rumah yang dibangun untuk kepling itu sama sekali tidak pernah dihuni dan berstatus lahan kosong,” beber J Syahputra.
Lanjut J Syahputa masih banyak warga setempat yang layak mendapat bantuan tersebut. Malah lahan kosong milik kepling yang dibangun. Semua ini sudah jelas syarat dengan korupsi. ‘

’Untuk itu kami minta tindakan dari instansi terkait, agar membongkar rumah itu. Kalau tidak, maka kami yang akan bertindak, karena ini sudah tidak adil, kami akan menuntutnya,” tambah J Syahputra dengan tegas.

Sementara, rumah tidak layak huni yang diterima Trisno, hampir 100 persen rampung dikerjakan. Sedangkan di sekeliling rumah tersebut, masih banyak rumah yang lebih layak mendapat bantuan itu.

“Iya, rumah ini untuk pak Trisno, pengerjaanya seminggu, dan udah mau siap,” ujar seorang tukang.
Sementara itu Lurah Kartini, Rahmad Fauzi, ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan, bahwa bangunan rumah milik kepling tersebut atas bantuan Pemerintah Tingkat I, Dinas Sosial Pemprovsu, dan diberikan kepada Trisno.

“Benar, itu bangunan rumah bantuan Tingkat I Dinsos tahun 2012, pemberiannya melalui laporan data kelurahan,” ujar Fauzi.
Hanya saja, sambung Fauzi, ketika penyerahan data untuk warga yang menerima bantuan itu, saya belum menjabat sebagai lurah. Dan penerima bantuan rumah tidak layak huni ini, ditujukan kepada warga yang tidak mampu dan memiliki sertifikat tanah yang sah,” urainya, seraya menambahkan, di Kelurahan Kartini ada 5 warga yang mendapatkanya.

Namun, Fauzi tidak dapat berkomentar ketika disinggung soal bantuan yang diterima oleh Kapling.
Alasannya, saat itu ia belum menjabat sebagai Lurah. “Jangan tanya saya, masa itukan bukan saya lurahnya. Karena lurah hanya sebatas memberikan laporan saja,” kata Fauzi.(ndi)

Bantuan RTLH di Binjai Tak Tepat Sasaran

BINJAI- Bantuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, tidak tepat sasaran. Bahkan, dalam pengerjaannya diduga terjadi manipulasi data. Pasalnya, Kepala Lingkungan (Kepling) V, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, juga mendapatkan bantuan.

Akibatnya, warga yang tidak menerima bantuan RTLH mengancam akan melakukan unjukrasa ke Pemko Binjai.

Seperti yang dituturkan J Syahputra (40) warga setempat, pada wartawan Selasa (11/12) mengatakan, hampir semua warga Lingkungan V, tidak terima dengan bantuan rumah tak layak huni yang diterima kepling mereka. Sebab menurutnya, masih banyak rumah masyarakat yang lebih membutuhkan ketimbang kepling.

Maka warga berencana melaporkan permasalahan ini ke DPRD Binjai.

“Bagaimana tak kesal, rumah yang dibangun untuk kepling itu sama sekali tidak pernah dihuni dan berstatus lahan kosong,” beber J Syahputra.
Lanjut J Syahputa masih banyak warga setempat yang layak mendapat bantuan tersebut. Malah lahan kosong milik kepling yang dibangun. Semua ini sudah jelas syarat dengan korupsi. ‘

’Untuk itu kami minta tindakan dari instansi terkait, agar membongkar rumah itu. Kalau tidak, maka kami yang akan bertindak, karena ini sudah tidak adil, kami akan menuntutnya,” tambah J Syahputra dengan tegas.

Sementara, rumah tidak layak huni yang diterima Trisno, hampir 100 persen rampung dikerjakan. Sedangkan di sekeliling rumah tersebut, masih banyak rumah yang lebih layak mendapat bantuan itu.

“Iya, rumah ini untuk pak Trisno, pengerjaanya seminggu, dan udah mau siap,” ujar seorang tukang.
Sementara itu Lurah Kartini, Rahmad Fauzi, ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan, bahwa bangunan rumah milik kepling tersebut atas bantuan Pemerintah Tingkat I, Dinas Sosial Pemprovsu, dan diberikan kepada Trisno.

“Benar, itu bangunan rumah bantuan Tingkat I Dinsos tahun 2012, pemberiannya melalui laporan data kelurahan,” ujar Fauzi.
Hanya saja, sambung Fauzi, ketika penyerahan data untuk warga yang menerima bantuan itu, saya belum menjabat sebagai lurah. Dan penerima bantuan rumah tidak layak huni ini, ditujukan kepada warga yang tidak mampu dan memiliki sertifikat tanah yang sah,” urainya, seraya menambahkan, di Kelurahan Kartini ada 5 warga yang mendapatkanya.

Namun, Fauzi tidak dapat berkomentar ketika disinggung soal bantuan yang diterima oleh Kapling.
Alasannya, saat itu ia belum menjabat sebagai Lurah. “Jangan tanya saya, masa itukan bukan saya lurahnya. Karena lurah hanya sebatas memberikan laporan saja,” kata Fauzi.(ndi)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru