BINJAI – Upaya mengurangi limbah organik sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif mulai digagas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai melakukan kunjungan balasan ke Lapas sebagai tindak lanjut rencana kerja sama pengembangan budidaya magot.
Kunjungan yang berlangsung Selasa (11/8/2026) itu merupakan balasan atas studi tiru yang sebelumnya dilakukan pihak Lapas Binjai ke lokasi budidaya magot milik DLH Kota Binjai. Dari kunjungan tersebut, muncul komitmen untuk menerapkan pengelolaan limbah organik melalui budidaya larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau magot di lingkungan lapas.
Kepala DLH Kota Binjai, Ahmad Yani, mengatakan Lapas memiliki potensi besar untuk mengembangkan budidaya magot karena tersedia limbah sisa makanan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Rencana mau MoU, tapi belum sampai ke situ. Jadi, kita kerja sama supaya mereka tidak lagi membuang limbah makanannya. Nantinya limbah itu dimanfaatkan untuk budidaya magot,” ujar Ahmad Yani, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, pengembangan budidaya magot tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah organik, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal setelah kembali ke masyarakat.
Yani menjelaskan, saat ini pihak Lapas Binjai tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung budidaya magot. Kunjungan DLH dilakukan untuk melihat kesiapan lokasi sekaligus memberikan pendampingan terhadap hal-hal yang masih perlu dilengkapi.
“Mereka lagi proses itu. Selama ini limbah organik belum dikelola dengan baik, jadi kita ajak untuk budidaya magot supaya menjadi kegiatan bersama warga binaan. Kita juga sudah menjalin kerja sama dengan Korea terkait pengembangan budidaya magot,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Mochamad Mukaffi, menyambut baik kunjungan DLH dan menyebut kolaborasi tersebut menjadi langkah positif dalam mendukung program pembinaan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan lapas.
Selain meninjau rencana budidaya magot, rombongan DLH juga melihat berbagai kegiatan pembinaan keterampilan yang dijalankan warga binaan. Program tersebut dinilai penting untuk membangun kemandirian dan meningkatkan kemampuan warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan, DLH Kota Binjai turut menyerahkan bantuan tempat sampah untuk mendukung pengelolaan kebersihan di lingkungan lapas. “Kami sangat mengapresiasi kunjungan dan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup serta Kecamatan Binjai Barat. Dukungan seperti ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus menjaga lingkungan lapas tetap bersih, sehat, dan nyaman. Pembinaan yang baik harus didukung dengan lingkungan yang baik pula,” ujar Mukaffi.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan sekaligus menciptakan kegiatan produktif bagi warga binaan melalui budidaya magot yang memiliki nilai ekonomi. (ted/ila)

