Rehabilitasi DAS, PT DPM Tanam 198 Ribu Pohon Mangrove

DAIRI – PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat.

Selain menanam ratusan ribu pohon mangrove, perusahaan juga menggulirkan berbagai program penghijauan dan pengembangan ekonomi bagi warga di sekitar wilayah operasional.

Program rehabilitasi DAS tersebut merupakan bagian dari kewajiban PT DPM sebagai pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sekaligus upaya menjaga fungsi kawasan hutan dan kelestarian lingkungan.

Rehabilitasi dilakukan di kawasan hutan produksi terbatas DAS Serang Jaya, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dengan luas mencapai sekitar 60 hektare.

Sebagai bagian dari program tersebut, PT DPM telah menanam 198.000 pohon mangrove (Rhizophora apiculata) pada 2023. Berdasarkan hasil pemantauan terakhir pada Maret 2026, tanaman mangrove tersebut tumbuh dengan baik dan telah mencapai tinggi rata-rata 1,5 hingga 2,5 meter.

Chief Legal and External Relations Officer PT Dairi Prima Mineral Radianto Arifin, mengatakan rehabilitasi DAS bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Rehabilitasi DAS merupakan tanggung jawab yang kami laksanakan sebagai pemegang IPPKH. Namun kami ingin setiap program lingkungan yang dijalankan juga memberikan manfaat yang lebih luas. Karena itu, selain melakukan rehabilitasi kawasan hutan, kami juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Radianto, Selasa (14/7/2026).

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui sejumlah kegiatan di Kabupaten Dairi. Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT DPM bersama masyarakat lingkar tambang dan organisasi kepemudaan melakukan penanaman pohon di Desa Longkotan sekaligus menyerahkan 1.400 bibit kopi dan kemiri kepada petani di Kecamatan Silima Pungga-Pungga.

Program itu diharapkan tidak hanya mendukung penghijauan, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan masyarakat.

Sebelumnya, PT DPM juga menyerahkan 10.000 bibit pohon kemiri kepada Pemerintah Kabupaten Dairi untuk mendukung Gerakan Penanaman Sejuta Pohon. Selain berfungsi menjaga kelestarian lahan, pohon kemiri dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Di sektor pertanian, PT DPM bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Dairi menggelar pelatihan budidaya kakao bagi 120 petani dari enam desa dan kelurahan di sekitar wilayah operasional perusahaan, yakni Desa Longkotan, Tungtung Batu, Bonian, Bongkaras, Polling Anak-Anak, dan Kelurahan Parongil.

Selain mendapatkan pelatihan teknis, para peserta juga menerima bibit kakao untuk dikembangkan di lahan masing-masing.

Radianto menjelaskan, seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan perusahaan secara berkelanjutan.

“Kami berharap berbagai program yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang seimbang, baik bagi lingkungan maupun masyarakat. Melalui rehabilitasi DAS, penanaman pohon produktif, bantuan bibit, dan peningkatan kapasitas petani, kami ingin berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” pungkasnya. (rud/ila)

DAIRI – PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat.

Selain menanam ratusan ribu pohon mangrove, perusahaan juga menggulirkan berbagai program penghijauan dan pengembangan ekonomi bagi warga di sekitar wilayah operasional.

Program rehabilitasi DAS tersebut merupakan bagian dari kewajiban PT DPM sebagai pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sekaligus upaya menjaga fungsi kawasan hutan dan kelestarian lingkungan.

Rehabilitasi dilakukan di kawasan hutan produksi terbatas DAS Serang Jaya, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dengan luas mencapai sekitar 60 hektare.

Sebagai bagian dari program tersebut, PT DPM telah menanam 198.000 pohon mangrove (Rhizophora apiculata) pada 2023. Berdasarkan hasil pemantauan terakhir pada Maret 2026, tanaman mangrove tersebut tumbuh dengan baik dan telah mencapai tinggi rata-rata 1,5 hingga 2,5 meter.

Chief Legal and External Relations Officer PT Dairi Prima Mineral Radianto Arifin, mengatakan rehabilitasi DAS bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Rehabilitasi DAS merupakan tanggung jawab yang kami laksanakan sebagai pemegang IPPKH. Namun kami ingin setiap program lingkungan yang dijalankan juga memberikan manfaat yang lebih luas. Karena itu, selain melakukan rehabilitasi kawasan hutan, kami juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Radianto, Selasa (14/7/2026).

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui sejumlah kegiatan di Kabupaten Dairi. Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT DPM bersama masyarakat lingkar tambang dan organisasi kepemudaan melakukan penanaman pohon di Desa Longkotan sekaligus menyerahkan 1.400 bibit kopi dan kemiri kepada petani di Kecamatan Silima Pungga-Pungga.

Program itu diharapkan tidak hanya mendukung penghijauan, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan masyarakat.

Sebelumnya, PT DPM juga menyerahkan 10.000 bibit pohon kemiri kepada Pemerintah Kabupaten Dairi untuk mendukung Gerakan Penanaman Sejuta Pohon. Selain berfungsi menjaga kelestarian lahan, pohon kemiri dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Di sektor pertanian, PT DPM bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Dairi menggelar pelatihan budidaya kakao bagi 120 petani dari enam desa dan kelurahan di sekitar wilayah operasional perusahaan, yakni Desa Longkotan, Tungtung Batu, Bonian, Bongkaras, Polling Anak-Anak, dan Kelurahan Parongil.

Selain mendapatkan pelatihan teknis, para peserta juga menerima bibit kakao untuk dikembangkan di lahan masing-masing.

Radianto menjelaskan, seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan perusahaan secara berkelanjutan.

“Kami berharap berbagai program yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang seimbang, baik bagi lingkungan maupun masyarakat. Melalui rehabilitasi DAS, penanaman pohon produktif, bantuan bibit, dan peningkatan kapasitas petani, kami ingin berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” pungkasnya. (rud/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru