DAIRI – Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Lae Nciho Kabupaten Dairi Wahlin Munthe SH MM dipercaya sebagai Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Daerah Sumatera Utara periode 2026-20230. Wahlin Munthe terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Perpamsi Daerah Luar Biasa (Mapamdalub) di Swiss Belin Hotel, Medan, Jumat (19/6).
Wahlin Munthe yang sebelumnya sebagai Sekretaris Perpamsi periode sebelumnya menggantikan ketua sebelumnya yang merupakan Direktur Keuangan di Perumda Tirtanadi, Salman Sihotang, mengundurkan diri dari jabatan dengan alasan kesehatan. Posisi Sekretaris Perpamsi Sumut dipercaya kepada, Ikrimah Hamidy ST MSi.
“Persyaratan utama untuk menduduki Ketua Perpamsi harus Direktur. Saya sendiri sudah dua periode atau sejak tahun 2018 menjadi pengurus Perpamsi Sumut. Sebelumnya sebagai wakil ketua dan Sekretaris,” ujar Wahlin Munthe, Rabu (24/6).
Wahlin Munthe memiliki karir di Perumda Air Minum Lae Nciho Dairi. Sebelum menjadi Direktur Utama Perumda Air Minum Lae Nciho, dia mengawali sebagai staf teknik pencatat meter selama tiga tahun.
Kemudian menjadi staf Satuan Pengawas Internal selama tiga tahun. Kemudian, pada tahun 2006 di mana regulasi masih memperbolehkan tiga Direktur Perumda Air Minum, Wahlin dipercaya sebagai Direktur Umum hingga tahun 2013.
Setelah terbit peraturan bahwa Perumda Air Minum hanya boleh dipimpin satu direktur. Wahlin dikembalikan menjadi Kepala Bagian (Kabag) hubungan langganan. Namun, pada Juni tahun 2017, Wahlin dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Direktur Perumda Air Minum Lae Nciho.
Kemudian pada Februari 2018, Bupati Dairi KRA Jonny Sitohang, mengangkat Wahlin Munthe menjadi Direktur depenitif sampai dengan sekarang.
Kinerja Wahlin sangat baik sehingga mampu membawa Perumda Air Minum Lae Nciho Dairi berada di peringkat empat dari 22 anggota Perpamsi Sumut dengan tingkat kinerja sehat. “Target utama ke depan adalah menyehatkan semua anggota, karena ada beberapa Perumda, dengan kinerja kurang sehat,” ujar Wahlin.
Selanjutnya, Perpamsi sebagai wadah mendorong percepatan pembangunan bidang air minum yang bermitra dengan pemerintah maupun swasta. Kemudian, Perpamsi kita harapkan menjadi alih pengetahuan. Misalnya, harus kita akui Perumda Tirtanadi adalah Perumda terbesar di Sumut.
“Jadi, anggota atau Perumda Air Minum yang masih kategori kecil, kita kerjasamakan untuk edukasi dibidang management dan teknis serta operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA),” jelas Wahlin.
Ditambahkan, Perpamsi juga diharapkan menjadi mitra paling cepat bertindak ketika ada Perumda Air Minum terkena bencana alam. Seperti terjadi baru-baru ini di Kota Sibolga dan daerah lainya yang mengalami bencana, Perpamsi secara nasional ikut mendorong memulihkan perbaikan infrastrukturnya.
“Kita harapkan Perpamsi juga menjadi penghubung kepada pemerintah tentang aspek legalitas baik menyangkut managerial maupun hak dan kewajiban,” tegas Wahlin Munthe yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Dairi itu.
“Harapan kita kepada seluruh kepala daerah, agar mendukung setiap Perumda Air Minum, sehingga bisa memberikan pelayan maksimal kepada pelanggan atau masyarakat,” pungkasnya. (rud/dek)

