30 C
Medan
Wednesday, June 12, 2024

Perempuan Belum Lepas dari Kemiskinan dan Eksploitasi

MEDAN – Kondisi perempuan dan anak di Indonesia mayoritas berada dalam kemiskinan dan mengalami eksploitasi. Demikian dikatakan Ketua DPD I Muslimah Hizbut Tharir Indonesia Sumut, Linda Wulandari dalam pers konference Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Sumut dengan wartawan, Selasa (18/12) di Hotel Garuda Citra Medan.

Terkait hal itu, katanya, Hizbut Tahrir Indonesia akan mengadakan konferensi Internasional yang akan diadakan 22 Desember mendatang. Konferensi internasional itu dengan tema ‘The Khilafah’ Melindungi Perempuan dari Kemiskinan dan Ekspoliatsi’. Dimana rencananya akan dihadiri 1500 peserta dari seluruh dunia.

“Konferensi internasional yang diadakan Hizbut Tharir Indonesia itu rencananya dihadiri 1500 peserta dari seluruh dunia untuk membahas kondisi menyedihkan dari kemiskinan dan eksploiatsi ekonomi yang dihadapi kaum perempuan di dunia Islam dan seluruh dunia. Juga akan dipresentasikan sistem khilafah sebagai model pemerintahan yang mampu mengatasi problem besar yang melanda kaum perempuan di seluruh dunia,” ujar Dinda.

Dalam pandangannya, masih ada ibu-ibu yang bekerja seharian dan berakibat anak bermain di warnet. Ini berbanding lurus dengan terjadinya kenakalan remaja. “Di dalam Islam seorang ibu adalah pelindung utama bagi anak,” ucapnya seraya menambahkan di dalam Islam, masalah pendidikan, kesehatan dan keamanan ini merupakan kebutuhan yang kolektip.

Ungkapan serupa juga dikatakan Honriani yang mengatakan secara global kondisi kaum perempuan dan anak tidak lepas dari kemiskinan dan eksploitasi. “Di Sumut, fenomena semakin banyak orang miskin, walau secara nasional angka kemiskinan berkurang, seperti yang dilihat di lampu merah ada anak dan perempuan yang mengemis,” tukas Honriani yang juga sebagai pembicara.

Konferensi Internasional itu, sambungnya, menghadirkan pembicara dari berbagai kawasan dunia dan akan memaparkan akar masalah dari kemiskinan dan eksploitasi yang memprihatinkan, yang menimpa perempuan di dunia muslim khususnya maupun di dunia global secara umum. (Far)

MEDAN – Kondisi perempuan dan anak di Indonesia mayoritas berada dalam kemiskinan dan mengalami eksploitasi. Demikian dikatakan Ketua DPD I Muslimah Hizbut Tharir Indonesia Sumut, Linda Wulandari dalam pers konference Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Sumut dengan wartawan, Selasa (18/12) di Hotel Garuda Citra Medan.

Terkait hal itu, katanya, Hizbut Tahrir Indonesia akan mengadakan konferensi Internasional yang akan diadakan 22 Desember mendatang. Konferensi internasional itu dengan tema ‘The Khilafah’ Melindungi Perempuan dari Kemiskinan dan Ekspoliatsi’. Dimana rencananya akan dihadiri 1500 peserta dari seluruh dunia.

“Konferensi internasional yang diadakan Hizbut Tharir Indonesia itu rencananya dihadiri 1500 peserta dari seluruh dunia untuk membahas kondisi menyedihkan dari kemiskinan dan eksploiatsi ekonomi yang dihadapi kaum perempuan di dunia Islam dan seluruh dunia. Juga akan dipresentasikan sistem khilafah sebagai model pemerintahan yang mampu mengatasi problem besar yang melanda kaum perempuan di seluruh dunia,” ujar Dinda.

Dalam pandangannya, masih ada ibu-ibu yang bekerja seharian dan berakibat anak bermain di warnet. Ini berbanding lurus dengan terjadinya kenakalan remaja. “Di dalam Islam seorang ibu adalah pelindung utama bagi anak,” ucapnya seraya menambahkan di dalam Islam, masalah pendidikan, kesehatan dan keamanan ini merupakan kebutuhan yang kolektip.

Ungkapan serupa juga dikatakan Honriani yang mengatakan secara global kondisi kaum perempuan dan anak tidak lepas dari kemiskinan dan eksploitasi. “Di Sumut, fenomena semakin banyak orang miskin, walau secara nasional angka kemiskinan berkurang, seperti yang dilihat di lampu merah ada anak dan perempuan yang mengemis,” tukas Honriani yang juga sebagai pembicara.

Konferensi Internasional itu, sambungnya, menghadirkan pembicara dari berbagai kawasan dunia dan akan memaparkan akar masalah dari kemiskinan dan eksploitasi yang memprihatinkan, yang menimpa perempuan di dunia muslim khususnya maupun di dunia global secara umum. (Far)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/