26 C
Medan
Monday, July 15, 2024

Bujuk Ayah Pulang ke Rumah Istri Tua Supriadi Dipijak-pijak Adik Tiri

Supriadi saat dirawar di Rumah Sakit Adam Malik Medan. (Leo/PM)

PANCURBATU, SUMUTPOS.CO  – Dengan tertatih-tatih Supriadi diboyong istrinya dan keluarga mendatangi Polsek Pancur Baru, Senin (27/2). Pria berusia 43 tahun itu mengaku dipukuli 6 orang tak dikenal (OTK), di Desa Lau Gelunggun, Pancurbatu. Pemborong bangunan itu juga hendak diklewang. Beruntung, nyawanya selamat.

Sebelum dibawa ke kantor polisi untuk membuat pengaduan, korban sempat tak berdaya dan hanya bisa duduk di kursi ruang tamu rumahnya di Jalan Abri, Pancurbatu sambil mengeluh dadanya sakit.

Menurut Supriadi, awalnya dia bersama istrinya Sugiati (34) dan adiknya Yuswardi (41) datang ke rumah orangtuanya Tukimin, yang sudah menikah lagi dengan wanita bernama Susan (60).

“Kedatangan kami ke rumah Tukimin tak lain ingin membujuk ayah supaya rujuk kembali sama ibu kandung kami. Namun kedatangan kami membuat ibu tiri kami marah. Kami diusir ibu tiri kami dari rumahnya di Desa Lau Gelunggun, Pancurbatu,” kata Supriadi.

“Kami dibilang membuat keributan dirumahnya, padahal kami tidak ada membuat keributan. Kami datang hanya untuk membujuk bapak untuk bersatu dengan ibu kami (istri tua)  ke rumahnya di Jalan Abri Pancurbatu,” sambungnya.

Bukan itu saja, selain diusir ibu tiri, Supriadi juga mengaku didatangi oleh anak tiri ibunya bernama Aris (24).  “Aris mengusir kami dari rumah itu dan tiba tiba teman temannya pun datang menghampiri kami sekitar 6 orang,” ujar Supriadi.

Menurutnya, Aris juga mengambil kelewang. Aris kemudian memukul adiknya Yuswardi dan mengenai pipi kirinya. Tak ingin ada keributan, Supriadi melerai. Tapi apa lacur, tiba tiba kawan Aris datang  membawa batu dan kelewang dan langsung menyerang Supriadi.

Abang saya terjatuh dan mereka memijak-mijak abang saya yang jatuh di tanah,” kata saksi lainnya, Yuswardi.

Supriadi saat dirawar di Rumah Sakit Adam Malik Medan. (Leo/PM)

PANCURBATU, SUMUTPOS.CO  – Dengan tertatih-tatih Supriadi diboyong istrinya dan keluarga mendatangi Polsek Pancur Baru, Senin (27/2). Pria berusia 43 tahun itu mengaku dipukuli 6 orang tak dikenal (OTK), di Desa Lau Gelunggun, Pancurbatu. Pemborong bangunan itu juga hendak diklewang. Beruntung, nyawanya selamat.

Sebelum dibawa ke kantor polisi untuk membuat pengaduan, korban sempat tak berdaya dan hanya bisa duduk di kursi ruang tamu rumahnya di Jalan Abri, Pancurbatu sambil mengeluh dadanya sakit.

Menurut Supriadi, awalnya dia bersama istrinya Sugiati (34) dan adiknya Yuswardi (41) datang ke rumah orangtuanya Tukimin, yang sudah menikah lagi dengan wanita bernama Susan (60).

“Kedatangan kami ke rumah Tukimin tak lain ingin membujuk ayah supaya rujuk kembali sama ibu kandung kami. Namun kedatangan kami membuat ibu tiri kami marah. Kami diusir ibu tiri kami dari rumahnya di Desa Lau Gelunggun, Pancurbatu,” kata Supriadi.

“Kami dibilang membuat keributan dirumahnya, padahal kami tidak ada membuat keributan. Kami datang hanya untuk membujuk bapak untuk bersatu dengan ibu kami (istri tua)  ke rumahnya di Jalan Abri Pancurbatu,” sambungnya.

Bukan itu saja, selain diusir ibu tiri, Supriadi juga mengaku didatangi oleh anak tiri ibunya bernama Aris (24).  “Aris mengusir kami dari rumah itu dan tiba tiba teman temannya pun datang menghampiri kami sekitar 6 orang,” ujar Supriadi.

Menurutnya, Aris juga mengambil kelewang. Aris kemudian memukul adiknya Yuswardi dan mengenai pipi kirinya. Tak ingin ada keributan, Supriadi melerai. Tapi apa lacur, tiba tiba kawan Aris datang  membawa batu dan kelewang dan langsung menyerang Supriadi.

Abang saya terjatuh dan mereka memijak-mijak abang saya yang jatuh di tanah,” kata saksi lainnya, Yuswardi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/