29 C
Medan
Sunday, February 23, 2025
spot_img

Sedih Memergoki Kekasihnya Dibonceng Brimob

Mendapat kabar tersebut, Rommi Sirait bersama 6 temannya yang lain dengan mengendarai 2 sepeda motor dan 1 mobil datang. Mereka langsung melarikan Jakon ke Klinik Silaen yang berada di daerah Tj. Sari guna mendapatkan perawatan medis.

“Kami tahunya dari warga yang menelepon kami pake hp si Jakon. Langsung terbanglah kami ke kos Dewi, rame-rame bawa dia ke klinik Bang. Kami fikir juga dia berantam Bang,” beber Manogu. Namun akhirnya mereka tahu kalau aksi alumni Universitas Immanuel Fakultas Teknik Elektro 2014 lalu itu, gara-gara memergoki kekasihnya merangkul lelaki lain di depannya.

Tiga jam kemudian, setelah perawatan, Jakon pun kembali dibawa oleh teman-temannya ke kos Rommi dan dirawat di sana. Keesokannya, Jumat (10/4), Jakon meminta temannya untuk mengantarkannya pulang. Dia sempat diantar Manogu. Bahkan, Manogu berjanji kepada Jakon untuk menjemputnya sekitar pukul 21.00, untuk mengajaknya refreshing bersama temannya yang lain.

“Kuantar dia siang, Jumat lalu dan kujanjikan sama dia untuk menjemputnya lagi malamnya. Karena kami rencana mau hibur dia agar dia gak terlalu stres memikirkan kejadian yang dialaminya Kamis lalu bang,” beber Manogu lagi.

Akhirnya, Sabtu (11/4) sekira pukul 02.00, Jakon dengan temannya membubarkan diri usai happy-happy. Jakon pulang naik betor ke kos Dewi, sementara temannya yang lain pulang ke kostan mereka masing-masing. “Kami pulang ke kos masing-masing Bang. Dia naik becak ke kosnya,” terang Rommi.

Sabtu siang, Rommi sempat mencoba untuk menghubungi Jakon namun tak mendapat jawaban darinya. Berkali-kali di hubungi, Jakon tak juga mengangkat teleponnya. Akhirnya, Senin (13/4) siang, temannya mendapatkan kabar dari temannya bahwa Jakon tewas gantung diri di kamar kos Dewi.(mag2/trg)

Mendapat kabar tersebut, Rommi Sirait bersama 6 temannya yang lain dengan mengendarai 2 sepeda motor dan 1 mobil datang. Mereka langsung melarikan Jakon ke Klinik Silaen yang berada di daerah Tj. Sari guna mendapatkan perawatan medis.

“Kami tahunya dari warga yang menelepon kami pake hp si Jakon. Langsung terbanglah kami ke kos Dewi, rame-rame bawa dia ke klinik Bang. Kami fikir juga dia berantam Bang,” beber Manogu. Namun akhirnya mereka tahu kalau aksi alumni Universitas Immanuel Fakultas Teknik Elektro 2014 lalu itu, gara-gara memergoki kekasihnya merangkul lelaki lain di depannya.

Tiga jam kemudian, setelah perawatan, Jakon pun kembali dibawa oleh teman-temannya ke kos Rommi dan dirawat di sana. Keesokannya, Jumat (10/4), Jakon meminta temannya untuk mengantarkannya pulang. Dia sempat diantar Manogu. Bahkan, Manogu berjanji kepada Jakon untuk menjemputnya sekitar pukul 21.00, untuk mengajaknya refreshing bersama temannya yang lain.

“Kuantar dia siang, Jumat lalu dan kujanjikan sama dia untuk menjemputnya lagi malamnya. Karena kami rencana mau hibur dia agar dia gak terlalu stres memikirkan kejadian yang dialaminya Kamis lalu bang,” beber Manogu lagi.

Akhirnya, Sabtu (11/4) sekira pukul 02.00, Jakon dengan temannya membubarkan diri usai happy-happy. Jakon pulang naik betor ke kos Dewi, sementara temannya yang lain pulang ke kostan mereka masing-masing. “Kami pulang ke kos masing-masing Bang. Dia naik becak ke kosnya,” terang Rommi.

Sabtu siang, Rommi sempat mencoba untuk menghubungi Jakon namun tak mendapat jawaban darinya. Berkali-kali di hubungi, Jakon tak juga mengangkat teleponnya. Akhirnya, Senin (13/4) siang, temannya mendapatkan kabar dari temannya bahwa Jakon tewas gantung diri di kamar kos Dewi.(mag2/trg)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_imgspot_img

Terpopuler

spot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru

/