33 C
Medan
Sunday, July 14, 2024

Salah Pilih Istri, Suami Hanya Bisa Menyesal

SUMUTPOS.CO –  Andai waktu bisa diputar, mungkin Tongat (30) akan melakukannya. Dia akan kembali ke masa kuliah dan memilih Memey daripada Butet (30) yang kini jadi istrinya.

Namun, nasi sudah jadi bubur. Semuanya telanjur. Perempuan yang sudah dinikahinya selama empat tahun ini ternyata boros keuangan. Akibatnya, rumah tangga mereka di ambang kehancuran. Butet tak bisa diberi tahu dalam membelanjakan uang.

Gaji Tongat hampir habis hanya untuk membeli make up, baju dan hura-hura istrinya. “Nggak ada pilihan lagi. Saya harus berpisah. Dia sudah tidak menganggap saya sebagai suami,” tutur Tongat di ruang tunggu Pengadilan Agama.

Menurutnya, Butet kerap membelanjakan uang bulanan untuk sesuatu yang tidak terlalu diperlukan. Selain itu, si istri juga sering membeli barang hanya untuk mengejar bonus atau hadiahnya.

“Sering belanja ini, belanja itu buat ngumpulin poin dan diundi. Siapa tahu dapat hadiah utama mobil,” kata pria berkacamata ini.

Yang membuat Tongat kesal, Butet kerap meninggalkan anaknya hanya itu bertemu dengan teman-teman sosialitanya. “Kalau sudah ngumpul lupa anak dan suami. Saya tidak pernah mau diajak,” imbuh Tongat.

Butet berperilaku seperti itu sejak anaknya berusia dua tahun ketika si kecil bisa ditinggal dan tidak minum ASI lagi. “Ya, sekitar enam bulan yang lalu. Kalau pergi sampai larut malam. Ngapain saja kalau ngumpul,” ujar Tongat.

Ketika berkumpul dengan teman, sang istri pasti menghabiskan uang. Uang jatah sebulan hanya sampai dua minggu. “Daripada beli barang yang nggak jelas, mending ditabung saja,” kata Tongat.

Banyak alasan yang diberikan Butet. Hal itu membuat Tongat pusing. “Kalau diberi tahu marah, ngambek, anaknya nggak diurus. Capek. Mending saya dulu nggak milih dia jadi istri,” sesal Tongat.

“Dulu dia teman kuliah. Ada dua cewek yang saya dekati, Memey dan Butet. Memey pendiam, kalau Butet ngeciprit kayak murai. Orangnya enak diajak ngobrol. Akhirnya saya pilih Butet,” ungkap Tongat. (jpnn)

SUMUTPOS.CO –  Andai waktu bisa diputar, mungkin Tongat (30) akan melakukannya. Dia akan kembali ke masa kuliah dan memilih Memey daripada Butet (30) yang kini jadi istrinya.

Namun, nasi sudah jadi bubur. Semuanya telanjur. Perempuan yang sudah dinikahinya selama empat tahun ini ternyata boros keuangan. Akibatnya, rumah tangga mereka di ambang kehancuran. Butet tak bisa diberi tahu dalam membelanjakan uang.

Gaji Tongat hampir habis hanya untuk membeli make up, baju dan hura-hura istrinya. “Nggak ada pilihan lagi. Saya harus berpisah. Dia sudah tidak menganggap saya sebagai suami,” tutur Tongat di ruang tunggu Pengadilan Agama.

Menurutnya, Butet kerap membelanjakan uang bulanan untuk sesuatu yang tidak terlalu diperlukan. Selain itu, si istri juga sering membeli barang hanya untuk mengejar bonus atau hadiahnya.

“Sering belanja ini, belanja itu buat ngumpulin poin dan diundi. Siapa tahu dapat hadiah utama mobil,” kata pria berkacamata ini.

Yang membuat Tongat kesal, Butet kerap meninggalkan anaknya hanya itu bertemu dengan teman-teman sosialitanya. “Kalau sudah ngumpul lupa anak dan suami. Saya tidak pernah mau diajak,” imbuh Tongat.

Butet berperilaku seperti itu sejak anaknya berusia dua tahun ketika si kecil bisa ditinggal dan tidak minum ASI lagi. “Ya, sekitar enam bulan yang lalu. Kalau pergi sampai larut malam. Ngapain saja kalau ngumpul,” ujar Tongat.

Ketika berkumpul dengan teman, sang istri pasti menghabiskan uang. Uang jatah sebulan hanya sampai dua minggu. “Daripada beli barang yang nggak jelas, mending ditabung saja,” kata Tongat.

Banyak alasan yang diberikan Butet. Hal itu membuat Tongat pusing. “Kalau diberi tahu marah, ngambek, anaknya nggak diurus. Capek. Mending saya dulu nggak milih dia jadi istri,” sesal Tongat.

“Dulu dia teman kuliah. Ada dua cewek yang saya dekati, Memey dan Butet. Memey pendiam, kalau Butet ngeciprit kayak murai. Orangnya enak diajak ngobrol. Akhirnya saya pilih Butet,” ungkap Tongat. (jpnn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/