Pemprovsu Perkuat Implementasi PRKBI: Integrasi Perencanaan Menuju Aksi Nyata Pembangunan Rendah Karbon

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprovsu) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar lokakarya bertajuk: Penguatan Implementasi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) di Hotel Cambridge Medan, Rabu (1/7).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam mengakselerasi komitmen daerah terhadap pembangunan berkelanjutan. Kegiatan dibuka Kepala Bapperida Sumut Dr. H. Dikky Anugerah, M.SP.

Ia menekankan bahwa Sumut telah mengambil langkah maju yang signifikan dengan berhasil merampungkan dokumen Rencana PRKBI.  “PRKBI ini telah kita integrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah, baik di RPJMD, Renstra OPD maupun RKPD. Saat ini, tantangan sesungguhnya bukan lagi pada penyusunan dokumen, melainkan memastikan bahwa seluruh rencana strategis PRKBI tersebut dapat terlaksana secara efektif dan tepat sasaran di lapangan,” tegas kepala Bapperida Sumut.

Senada dengan hal tersebut, Senior Provincial Coordinator Oxford Policy Management Limited (OPML) Dr. Agus Marwan, M.SP, menegaskan pentingnya pergeseran fokus pasca-penyusunan dokumen dan perencanaan. Program Low Carbon Development Initiative Fase 2 (LCDI-2) saat ini memprioritaskan fase eksekusi.

“Setelah dokumen rencana PRKBI selesai disusun dan diintegrasikan ke dalam sistem perencanaan daerah, inilah saatnya kita beralih fokus sepenuhnya pada implementasi di tingkat daerah. PRKBI harus menjadi ruh dalam setiap aksi pembangunan agar target-target ketahanan iklim dapat tercapai secara nyata,” ujar senior provincial coordinator Oxford Policy Management (OPML).

Lokakarya ini juga menghadirkan Team Leader PT Hatfield Indonesia Prof. Ahmad Fauzi sebagai narasumber. Ia memaparkan rencana program kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mendukung program LCDI-2 di Sumut periode 2026–2027.

Sebagai forum koordinasi intensif, lanjutnya, lokakarya ini melibatkan berbagai elemen strategis. Diantaranya pemerintah provinsi, perwakilan sekretariat daerah Provinsi Sumatra Utara beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Demikian juga para akademisi, perwakilan dari Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU). Mitra teknis Tim PT Hatfield Indonesia yang memberikan pendampingan teknis selama jalannya lokakarya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program LCDI-2. Sebuah inisiatif kolaboratif antara Pemerintah Inggris melalui UK FCDO (Foreign, Commonwealth & Development Office) dengan Bappenas RI. Dukungan internasional ini diharapkan dapat memberikan kerangka kerja yang lebih kuat bagi Sumut dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Melalui lokakarya ini, Bapperida Sumut berharap dapat membangun kesepahaman dan sinergi yang solid antar-OPD. Dengan begitu, agenda pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di Sumut tidak hanya menjadi komitmen di atas kertas, tetapi mampu diimplementasikan secara konkret demi keberlanjutan masa depan daerah. (dmp)

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprovsu) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar lokakarya bertajuk: Penguatan Implementasi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) di Hotel Cambridge Medan, Rabu (1/7).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam mengakselerasi komitmen daerah terhadap pembangunan berkelanjutan. Kegiatan dibuka Kepala Bapperida Sumut Dr. H. Dikky Anugerah, M.SP.

Ia menekankan bahwa Sumut telah mengambil langkah maju yang signifikan dengan berhasil merampungkan dokumen Rencana PRKBI.  “PRKBI ini telah kita integrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah, baik di RPJMD, Renstra OPD maupun RKPD. Saat ini, tantangan sesungguhnya bukan lagi pada penyusunan dokumen, melainkan memastikan bahwa seluruh rencana strategis PRKBI tersebut dapat terlaksana secara efektif dan tepat sasaran di lapangan,” tegas kepala Bapperida Sumut.

Senada dengan hal tersebut, Senior Provincial Coordinator Oxford Policy Management Limited (OPML) Dr. Agus Marwan, M.SP, menegaskan pentingnya pergeseran fokus pasca-penyusunan dokumen dan perencanaan. Program Low Carbon Development Initiative Fase 2 (LCDI-2) saat ini memprioritaskan fase eksekusi.

“Setelah dokumen rencana PRKBI selesai disusun dan diintegrasikan ke dalam sistem perencanaan daerah, inilah saatnya kita beralih fokus sepenuhnya pada implementasi di tingkat daerah. PRKBI harus menjadi ruh dalam setiap aksi pembangunan agar target-target ketahanan iklim dapat tercapai secara nyata,” ujar senior provincial coordinator Oxford Policy Management (OPML).

Lokakarya ini juga menghadirkan Team Leader PT Hatfield Indonesia Prof. Ahmad Fauzi sebagai narasumber. Ia memaparkan rencana program kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mendukung program LCDI-2 di Sumut periode 2026–2027.

Sebagai forum koordinasi intensif, lanjutnya, lokakarya ini melibatkan berbagai elemen strategis. Diantaranya pemerintah provinsi, perwakilan sekretariat daerah Provinsi Sumatra Utara beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Demikian juga para akademisi, perwakilan dari Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU). Mitra teknis Tim PT Hatfield Indonesia yang memberikan pendampingan teknis selama jalannya lokakarya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program LCDI-2. Sebuah inisiatif kolaboratif antara Pemerintah Inggris melalui UK FCDO (Foreign, Commonwealth & Development Office) dengan Bappenas RI. Dukungan internasional ini diharapkan dapat memberikan kerangka kerja yang lebih kuat bagi Sumut dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Melalui lokakarya ini, Bapperida Sumut berharap dapat membangun kesepahaman dan sinergi yang solid antar-OPD. Dengan begitu, agenda pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di Sumut tidak hanya menjadi komitmen di atas kertas, tetapi mampu diimplementasikan secara konkret demi keberlanjutan masa depan daerah. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru