25 C
Medan
Monday, July 15, 2024

’Ramba Teriaki Maling, Aku Terprovokasi… Kuledakkanlah’

Foto: Riadi/PM Kapolersta Medan memaparkan tersangka dan barang bukti penembak 3 wartawan online di Kampung Kubur hari Minggu lalu, di halaman Polresta Medan, di Jalan HM Said Medan.
Foto: Riadi/PM
Kapolersta Medan memaparkan tersangka dan barang bukti penembak 3 wartawan online di Kampung Kubur hari Minggu lalu, di halaman Polresta Medan, di Jalan HM Said Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah 2 hari melakukan pemburuan, tim gabungan Polresta Medan dan Polsek Medan Baru akhirnya berhasil membekuk eksekutor penembakan tiga wartawan media online, Minggu (29/11) pagi lalu. Karen Dewa (18) ditangkap di rumahnya Jalan Zainul Arifin, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Selasa (2/12) pagi.

Tersangka lain yang ikut memukuli ketiga korban, Ardiansyah Putra Sibarani alias Ramba (37) diamankan di rumahnya Jalan Ayahanda Medan, Minggu siang.

Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kasat Reskrim Kompol Aldi Subartono dan Kapolsek Medan Baru Kompol Ronny Sidabutar menjelaskan, keduanya diamankan petugas secara terpisah. Ramba pada Minggu siang, dan Karen pada Selasa Subuh. Keduanya diamankan dari kediaman masing-masing. Karen berperan sebagai eksekutor penembakan terhadap ketiga jurnalis, sedangkan Ramba ikut memukuli korban. “Peran keduanya berbeda,” terang Mardiaz.

Penganiayaan di Kampung Kubur ini bermula saat ketiga jurnalis melakukan peliputan kasus begal sepeda motor di lokasi. Pada saat itu, ada warga yang berteriak begal, dan 10 orang massa keluar dan mengeroyok ketiga korban yang berprofesi sebagai jurnalis, 2 orang pelaku diantaranya menembak korban. Selanjutnya, petugas Polsek Medan Baru dan Polresta Medan melakukan penyelidikan kemudian mengidentifikasi para pelaku.

“Dua pelaku lain berinisial I dan IQ masih kita kejar,” tegasnya. Dikatakan Mardiaz, kedua tersangka masih diperiksa secara intensif. Atas perbuatan itu kedua tersangka dijerat Pasal 351 Jo 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sementara itu, kedua tersangka saling ‘buang badan’ ketika ditanya soal penembakan itu. Karen mengatakan pada saat penembakan, dia dan teman-temannya tidak berada di lokasi. Setelah ada teriakan dari Ramba, makanya dia langsung merapat ke lokasi. “Jadi, kalau tidak ada teriakan maling dari Ramba, aku tidak akan berjumpa dengan korban. Ramba meneriaki maling. Makanya aku terprovokasi. Kuledakkanlah,” katanya.

Ditanya asal senjatanya? Remaja berkulit gelap itu mengaku senjata ia dapat dari temannya bernama Iwa, warga Pajak Pagi, Medan Petisah. Karen mengaku bukan dia saja yang menembak ketiga korban. “Saat saya baru sampai di lokasi, sudah kudengar suara tembakan. Jadi bukan aku saja yang membawa senjata pada saat itu, yang lain juga ada. Saya kenal sama satu orang bernama Nico, tapi saya sudah terpancing, makanya saya tembak empat kali. Sebelum aku menembak. Sudah ada suara tembakan kudengar,”akunya di halaman Mapolresta Medan.

Sebelum menembaki ketiga korban, Karen mengaku sudah meletuskan tembakan peringatan ke atas agar warga bubar. Namun tak dihiraukan, hingga dia menembaki korban. “Pada saat itu aku mengeluarkan 4 butir peluru. Setelah itu, aku kabur hingga sekarang tertangkap. Kalau soal pelaku lainnya yaitu Iqbal. Aku tidak tahu dimana dia. Aku sempat mengeluarkan tembakan peringatan,”ucapnya.

Namun, apa yang dikatakan Karem berbanding terbalik dengan keterangan Ramba. Menurutnya, pada saat kejadian, dia tidak berada di tempat. Dia sedang tidur di rumahnya. “Aku saja di rumah. Nggak ada aku malam itu di lokasi,”elaknya sembari tertunduk. Ditanya seperti apa kronologisnya, pria yang mengaku ke Kampung Kubur untuk jualan makanan ringan itu mengatakan tidak tahu dan dia ditangkap karena diduga terlibat pemukulan pada korban. “Aku terlibat pemukulan saja,”ucapnya.

Seperti diketahui, tiga wartawan media online, Nicolas Saragih, Arif Tanjung alias Arifin dan Fahrizal ditembaki warga Kampung Kubur, Minggu (29/11) pagi sekira pukul 05.30 WIB. Ketiganya ditembak saat meliput penggerebekan begal yang dilakukan petugas Polsek Medan Baru. Akibatnya, para korban mengalami luka tembak di bagian tubuhnya. Beruntung, korban berhasil selamat dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim. (gib/deo)

Foto: Riadi/PM Kapolersta Medan memaparkan tersangka dan barang bukti penembak 3 wartawan online di Kampung Kubur hari Minggu lalu, di halaman Polresta Medan, di Jalan HM Said Medan.
Foto: Riadi/PM
Kapolersta Medan memaparkan tersangka dan barang bukti penembak 3 wartawan online di Kampung Kubur hari Minggu lalu, di halaman Polresta Medan, di Jalan HM Said Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah 2 hari melakukan pemburuan, tim gabungan Polresta Medan dan Polsek Medan Baru akhirnya berhasil membekuk eksekutor penembakan tiga wartawan media online, Minggu (29/11) pagi lalu. Karen Dewa (18) ditangkap di rumahnya Jalan Zainul Arifin, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Selasa (2/12) pagi.

Tersangka lain yang ikut memukuli ketiga korban, Ardiansyah Putra Sibarani alias Ramba (37) diamankan di rumahnya Jalan Ayahanda Medan, Minggu siang.

Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kasat Reskrim Kompol Aldi Subartono dan Kapolsek Medan Baru Kompol Ronny Sidabutar menjelaskan, keduanya diamankan petugas secara terpisah. Ramba pada Minggu siang, dan Karen pada Selasa Subuh. Keduanya diamankan dari kediaman masing-masing. Karen berperan sebagai eksekutor penembakan terhadap ketiga jurnalis, sedangkan Ramba ikut memukuli korban. “Peran keduanya berbeda,” terang Mardiaz.

Penganiayaan di Kampung Kubur ini bermula saat ketiga jurnalis melakukan peliputan kasus begal sepeda motor di lokasi. Pada saat itu, ada warga yang berteriak begal, dan 10 orang massa keluar dan mengeroyok ketiga korban yang berprofesi sebagai jurnalis, 2 orang pelaku diantaranya menembak korban. Selanjutnya, petugas Polsek Medan Baru dan Polresta Medan melakukan penyelidikan kemudian mengidentifikasi para pelaku.

“Dua pelaku lain berinisial I dan IQ masih kita kejar,” tegasnya. Dikatakan Mardiaz, kedua tersangka masih diperiksa secara intensif. Atas perbuatan itu kedua tersangka dijerat Pasal 351 Jo 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sementara itu, kedua tersangka saling ‘buang badan’ ketika ditanya soal penembakan itu. Karen mengatakan pada saat penembakan, dia dan teman-temannya tidak berada di lokasi. Setelah ada teriakan dari Ramba, makanya dia langsung merapat ke lokasi. “Jadi, kalau tidak ada teriakan maling dari Ramba, aku tidak akan berjumpa dengan korban. Ramba meneriaki maling. Makanya aku terprovokasi. Kuledakkanlah,” katanya.

Ditanya asal senjatanya? Remaja berkulit gelap itu mengaku senjata ia dapat dari temannya bernama Iwa, warga Pajak Pagi, Medan Petisah. Karen mengaku bukan dia saja yang menembak ketiga korban. “Saat saya baru sampai di lokasi, sudah kudengar suara tembakan. Jadi bukan aku saja yang membawa senjata pada saat itu, yang lain juga ada. Saya kenal sama satu orang bernama Nico, tapi saya sudah terpancing, makanya saya tembak empat kali. Sebelum aku menembak. Sudah ada suara tembakan kudengar,”akunya di halaman Mapolresta Medan.

Sebelum menembaki ketiga korban, Karen mengaku sudah meletuskan tembakan peringatan ke atas agar warga bubar. Namun tak dihiraukan, hingga dia menembaki korban. “Pada saat itu aku mengeluarkan 4 butir peluru. Setelah itu, aku kabur hingga sekarang tertangkap. Kalau soal pelaku lainnya yaitu Iqbal. Aku tidak tahu dimana dia. Aku sempat mengeluarkan tembakan peringatan,”ucapnya.

Namun, apa yang dikatakan Karem berbanding terbalik dengan keterangan Ramba. Menurutnya, pada saat kejadian, dia tidak berada di tempat. Dia sedang tidur di rumahnya. “Aku saja di rumah. Nggak ada aku malam itu di lokasi,”elaknya sembari tertunduk. Ditanya seperti apa kronologisnya, pria yang mengaku ke Kampung Kubur untuk jualan makanan ringan itu mengatakan tidak tahu dan dia ditangkap karena diduga terlibat pemukulan pada korban. “Aku terlibat pemukulan saja,”ucapnya.

Seperti diketahui, tiga wartawan media online, Nicolas Saragih, Arif Tanjung alias Arifin dan Fahrizal ditembaki warga Kampung Kubur, Minggu (29/11) pagi sekira pukul 05.30 WIB. Ketiganya ditembak saat meliput penggerebekan begal yang dilakukan petugas Polsek Medan Baru. Akibatnya, para korban mengalami luka tembak di bagian tubuhnya. Beruntung, korban berhasil selamat dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim. (gib/deo)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/