MEDAN – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Medan Ahmad Untung Lubis mengaku telah melakukan pengecekan stok komoditi bahan pangan, khususnya sayur mayur pada sejumlah pasar di Kota Medan pasca erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo pada Senin (31/8/2026) lalu.
Untung Lubis mengatakan, berdasarkan pengamatan pihaknya, saat ini stok sayur mayur di Kota Medan terpantau aman dan tidak mengalami kelangkaan.
“Pasca erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, kondisi stok bahan pangan, terkhusus sayur mayur di Kota Medan, itu tidak mengalami kendala,” ucap Untung Lubis saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (2/9/2026).
Dikatakan Untung, Kabupaten Karo memang merupakan wilayah penghasil sayur mayur yang hasil pertaniannya banyak dikirim ke Kota Medan. “Terkhusus seperti kentang, wortel, kol, dan beberapa jenis sayur lainnya, itu memang banyak dari Karo. Tapi alhamdulillah, tidak ada kendala pengiriman dari Karo,” ujarnya.
Untung Lubis pun mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan Kabupaten Karo terkait kondisi stok sayur mayur dari Kabupaten Karo.
“Kabupaten Karo menegaskan tidak ada masalah. Hasil pertanian tidak terganggu (akibat erupsi Gunung Sinabung), jadi stok sayur mayur di Kota Medan tetap aman,” katanya.
Diungkapkan Untung, saat ini stok cabai di Kota Medan memang tidak sebanyak biasanya. Pasalnya, saat ini kebanyakan petani memang sedang memasuki musim tanam. “Kalau stok cabai memang nggak begitu banyak, itu karena sekarang bukan musim panen. Saat ini petani cabai justru sedang musim tanam, untuk di panen menjelang Natal dan Tahun Baru nanti. Tapi walaupun tidak banyak, stok cabai kita tetap cukup,” ungkapnya.
Meskipun begitu, Untung Lubis memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan peninjauan ke pasar-pasar guna memastikan ketersediaan stok bahan pangan sekaligus kestabilan harga di lapangan. “Rencananya besok kami juga akan melakukan rapat bersama TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah). Sesuai instruksi Pak Wali, harga bahan pangan harus stabil sebagai upaya strategis dalam pengendalian inflasi,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa Pemko Medan tengah mengantisipasi kenaikan harga sejumlah komoditi bahan pangan di Kota Medan, terkhusus sayur mayur sebagai dampak dari erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo.
“Saat ini kita dalam tahap evaluasi beberapa harga komoditas karena dampak dari erupsi Gunung Sinabung. Terutama sayur mayur, ini jadi perhatian kita karena kebutuhan sayur mayur di Kota Medan banyak disuplai dari Kabupaten karo,” ucap Rico Waas kepada Sumut Pos, Selasa (1/9/2026).
Dikatakan Rico Waas, dalam waktu dekat Pemko Medan akan melakukan sidak ke pasar-pasar yang ada di Kota Medan untuk memastikan ketersediaan stok sayur mayur dan kestabilan harga. “Kita terus sidak ke pasar-pasar, kita akan pantau ketersediaan dan harga komoditas (sayur mayur) di pasar-pasar,” ujarnya.
Tak hanya sayur mayur, sambung Rico Waas, Pemko Medan juga akan menggelar pasar murah untuk menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok di Kota Medan.
“Terkhusus untuk dampak dari erupsi Gunung Sinabung ini, kita akan lihat lagi bagaimana skema-skema yang akan dilakukan oleh Pemko Medan. Saya rasa satu atau dua hari kedepan kita sudah bisa menyimpulkan langkah yang akan kita lakukan,” katanya.
Rico Waas berharap, erupsi Gunung Sinabung tidak terjadi berkepanjangan sehingga tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat. “Mudah-mudahan harapan kita, (erupsi Gunung Sinabung) ini tidak berkepanjangan, sehingga tidak sampai menimbulkan lonjakan harga komoditas kedepannya,” pungkasnya. (map/ila)

