Langkah Cinta Aissa untuk mengejar cita-cita sempat terhambat persoalan biaya. Siswi kelas X Manajemen Perkantoran SMK Taman Siswa Medan itu menunggak uang sekolah selama tiga bulan hingga sempat tidak dapat mengikuti proses evaluasi pembelajaran.
Kisah Cinta yang hidup dalam keterbatasan ekonomi tersebut kemudian mendapat perhatian Macan Asia Indonesia (MAI) Kota Medan. Tergerak melihat kondisi yang dialami siswi tersebut, Ketua DPC MAI Kota Medan Suwarno, SE, MM, bersama Sekretaris Zullifkar AB, ST, turun langsung membantu menyelesaikan tunggakan biaya pendidikan Cinta.
Suwarno mendatangi SMK Taman Siswa Medan di Jalan Sabaruddin No. 8, Medan, untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah sekaligus menyerahkan bantuan guna melunasi seluruh tunggakan uang sekolah Cinta.
Dengan dilunasinya tunggakan tersebut, Cinta kini dapat kembali mengikuti kegiatan belajar dan proses evaluasi pembelajaran bersama teman-temannya.
Sebelumnya, kondisi ekonomi keluarga membuat Cinta harus menghadapi berbagai keterbatasan. Ia tinggal bersama ibunya, Nezza Safitri Nasution, dan saudara-saudaranya di sebuah kos-kosan setelah keluarga tersebut tidak mampu lagi membayar sewa rumah kontrakan di Jalan Seto, Kelurahan Tegal Sari II, Medan Area.
Setelah kedua orangtuanya bercerai, Nezza harus menjadi tulang punggung keluarga seorang diri. Kondisi tersebut semakin berat setelah bantuan sosial yang sebelumnya diandalkan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH), dikabarkan telah terhenti.
Tak hanya membantu biaya sekolah, kepedulian MAI Medan juga menyentuh kebutuhan sehari-hari keluarga Cinta. Suwarno menyerahkan bantuan sembako kepada Nezza berupa beras 25 kilogram, gula 2 kilogram, mie instan dan bubuk teh.
Suwarno mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
“Kita selesaikan dulu masalahnya ke sekolah. Kita hadir untuk membantu masyarakat yang kesulitan, khususnya yang berkaitan dengan bidang pendidikan sebagai salah satu hal dasar warga negara,” tegas Suwarno.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda. Karena itu, keterbatasan ekonomi keluarga semestinya tidak menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan untuk belajar.
Suwarno juga menyebutkan, kepedulian tersebut merupakan bagian dari komitmen MAI dalam mendukung penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas pendidikan.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan mengejar cita-citanya,” ujarnya.
Kepala SMK Taman Siswa Medan, Edi Suherman, MPd, mengapresiasi langkah cepat DPC MAI Kota Medan dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi Cinta.
Edi juga menjelaskan, persoalan yang terjadi sebelumnya merupakan miskomunikasi antara pihak sekolah dengan Cinta dan keluarganya.
Kini, beban yang sempat menghambat langkah Cinta untuk bersekolah telah teratasi. Ia pun kembali memiliki kesempatan untuk duduk di bangku kelas dan melanjutkan pendidikan seperti siswa lainnya.
Bantuan tersebut turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Dedi Harvi Syahri dari GMPC Kota Medan, Bhoy dari LSM Penjara Indonesia Kota Medan serta Rafli, alumni Sekolah Taman Siswa. (map/ila)

