KH Muhammad Nuh: Peran Persis Krusial untuk Ummat dan Bangsa

MAKASSAR, SUMUTPOS.CO— Di sela rangkaian kegiatan di Sulawesi Selatan, Anggota DPD RI asal Sumatera Utara KH Muhammad Nuh menyempatkan diri bersilaturahim dengan Keluarga Besar Persatuan Islam (Persis) Sulawesi Selatan, Minggu (20/9). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, bertukar gagasan, sekaligus menyegarkan kembali semangat dakwah dan pengabdian kepada umat dan bangsa.

Bertempat di Pesantren Darul Istiqamah Makassar, silaturahim tersebut dihadiri Ketua PW Persis Sulawesi Selatan, Ustadz Rahmatullah Marzuki, serta Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. M. Sabir Maidin. Hadir pula sejumlah tenaga muda dari HIMA (Himpunan Mahasiswa Persis) yang menjadi bagian penting dari dinamika gerakan Persis di kalangan generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nuh mengingatkan, keberadaan ormas-ormas Islam yang tumbuh pada paruh awal abad ke-20 tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang bangsa Indonesia. Para ulama dan tokoh umat pada masa itu tidak hanya berkhidmat dalam bidang dakwah dan pendidikan, tetapi juga turut menanamkan kesadaran kebangsaan serta memberikan kontribusi dalam perjuangan menuju kemerdekaan.

Muhammad Nuh juga menyinggung keteladanan salah seorang tokoh Persis, Mohammad Natsir. Melalui Mosi Integral, Natsir memiliki peran penting dalam proses kembalinya Indonesia dari bentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Masih menurut ketua Persis Sumatera Utara Muhammad Nuh, sejarah tersebut merupakan warisan perjuangan yang patut terus dikenang sekaligus dijadikan inspirasi bagi generasi hari ini. Semangat para pendahulu dalam membangun umat dan bangsa perlu diterjemahkan dalam bentuk pengabdian nyata sesuai dengan tantangan zaman.

“Ormas-ormas Islam memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa. Karena itu, semangat perjuangan, dakwah, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat harus terus kita rawat dan kita lanjutkan,” ujar Muhammad Nuh.
Ia berharap Persis Sulawesi Selatan terus mengambil peran strategis dalam menyebarkan kebaikan, memperkuat dakwah, serta menghadirkan perbaikan dan kemaslahatan di tengah masyarakat.

Lebih jauh, Muhammad Nuh memberikan perhatian khusus terhadap peran generasi muda. Menurutnya, keberadaan mahasiswa dan anak-anak muda Persis merupakan energi besar yang harus terus dikembangkan melalui ruang-ruang pembelajaran, dakwah, intelektualitas dan pengabdian sosial.

Silaturahim tersebut pun berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang bertukar pikiran, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah dan menyatukan semangat dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi umat. (adz)

MAKASSAR, SUMUTPOS.CO— Di sela rangkaian kegiatan di Sulawesi Selatan, Anggota DPD RI asal Sumatera Utara KH Muhammad Nuh menyempatkan diri bersilaturahim dengan Keluarga Besar Persatuan Islam (Persis) Sulawesi Selatan, Minggu (20/9). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, bertukar gagasan, sekaligus menyegarkan kembali semangat dakwah dan pengabdian kepada umat dan bangsa.

Bertempat di Pesantren Darul Istiqamah Makassar, silaturahim tersebut dihadiri Ketua PW Persis Sulawesi Selatan, Ustadz Rahmatullah Marzuki, serta Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. M. Sabir Maidin. Hadir pula sejumlah tenaga muda dari HIMA (Himpunan Mahasiswa Persis) yang menjadi bagian penting dari dinamika gerakan Persis di kalangan generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nuh mengingatkan, keberadaan ormas-ormas Islam yang tumbuh pada paruh awal abad ke-20 tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang bangsa Indonesia. Para ulama dan tokoh umat pada masa itu tidak hanya berkhidmat dalam bidang dakwah dan pendidikan, tetapi juga turut menanamkan kesadaran kebangsaan serta memberikan kontribusi dalam perjuangan menuju kemerdekaan.

Muhammad Nuh juga menyinggung keteladanan salah seorang tokoh Persis, Mohammad Natsir. Melalui Mosi Integral, Natsir memiliki peran penting dalam proses kembalinya Indonesia dari bentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Masih menurut ketua Persis Sumatera Utara Muhammad Nuh, sejarah tersebut merupakan warisan perjuangan yang patut terus dikenang sekaligus dijadikan inspirasi bagi generasi hari ini. Semangat para pendahulu dalam membangun umat dan bangsa perlu diterjemahkan dalam bentuk pengabdian nyata sesuai dengan tantangan zaman.

“Ormas-ormas Islam memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa. Karena itu, semangat perjuangan, dakwah, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat harus terus kita rawat dan kita lanjutkan,” ujar Muhammad Nuh.
Ia berharap Persis Sulawesi Selatan terus mengambil peran strategis dalam menyebarkan kebaikan, memperkuat dakwah, serta menghadirkan perbaikan dan kemaslahatan di tengah masyarakat.

Lebih jauh, Muhammad Nuh memberikan perhatian khusus terhadap peran generasi muda. Menurutnya, keberadaan mahasiswa dan anak-anak muda Persis merupakan energi besar yang harus terus dikembangkan melalui ruang-ruang pembelajaran, dakwah, intelektualitas dan pengabdian sosial.

Silaturahim tersebut pun berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang bertukar pikiran, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah dan menyatukan semangat dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi umat. (adz)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru