Home Blog Page 1014

Mural Kolaborasi JNE, Pemko Medan dan Waspada Hiasi Pusat Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fenomena Mural yang menghiasi Kota Medan akhir-akhir ini turut menginspirasi berbagai pihak, termasuk JNE Medan. Berkolaborasi dengan Pemko Medan melalui Kecamatan Medan Maimun dan Surat Kabar Waspada, JNE Medan turut meramaikan fenomena mural di Kota Medan yang sudah ada sebelumnya di beberapa titik di Kota Medan seperti di Merdeka Walk, Simpang Jlalan skandar Muda Baru Medan, dan Jembatan Fly Over Amplas Medan. Bertemakan kurir JNE yang mengajak berbagai kalangan dan generasi untuk membaca koran, mural tersebut juga menampilkan 5 Program Prioritas Wali Kota Medan dan mengajak warga Kota Medan untuk mencintai Kota Medan.

Mural yang menghiasai tembok bangunan Gedung Surat Kabar Waspada beralamat di Jalan Brigjend Katamso No 1, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun kini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna jalan raya dari arah Jalan. Brigjend Katamso dan Jalan Pandu Medan. Berada di simpang empat lampu merah lalu lintas, semakin membuat mural tampak terlihat dan terbaca oleh warga Kota Medan yang melintas, terlebih yang berhenti saat lampu merah. Terdapat 2 titik mural dengan ukuran pertama 14m x 4m dan kedua 7,5m x 2m.

Fikri Al Haq Fachryana selaku Kepala Cabang JNE Medan menyampaikan, dengan melihat fenomena mural yang semakin ramai menghiasi Kota Medan JNE berinisiatif untuk mengajak Pemko Medan. JNE memiliki Kantor Cabang Utama di Jl Brigjend Katamso No 523 E ( Simpang Pelangi ) Medan dan Kantor Perwakilan di Jl Brigjend Katamso No 275/99D ( Simpang Juanda ) Medan, yang mana keduanya berada di Kecamatan Medan Maimun, karena itu melalui Kecamatan Medan Maimun JNE mengajak Pemko Medan untuk berkolaborasi membuat mural. Dengan kesepakatan, titik mural berada di Gedung Waspada yang juga berada di Kecamatan Medan Maimun. Melihat lokasi yang strategis dan berpotensi dilihat oleh banyak masyarakat Medan, kolaborasi ini pun berjalan hingga akhirnya kini mural tersebut sudah jadi dan dapat dinikmati keindahannya oleh masyarakat.

Tommy Prayoga Sidabalok, S.STP, M.AP selaku Camat Medan maimun menyambut baik kolaborasi ini. ” Sesuai dengan tagline Pemko Medan saat ini yaitu Kolaborasi Medan Berkah, tentunya senang sekali diajak oleh JNE untuk berkolaborasi membuat mural terlebih saat ini mural menjadi bagian dari tren yang sedang di galakkan oleh Pemko Medan untuk menghiasi Kota Medan, ” sebutnya. Ditambahkannya, selain menambah nilai artistik dan estetika Kota Medan, hal ini juga bentuk dukungan Pemko Medan terhadap generasi muda pengrajin mural yang ada di Medan agar dapat terus berkarya. “Melalui mural kita juga dapat menyampaikan pesan-pesan bermanfaat dan bermakna kepada masyarakat luas, sebab era sekarang ini masyarakat lebih mudah memahami suatu pesan melalui gambar atau ilustrasi yang menarik. Terimakasih untuk JNE, semoga kedepannya Pemko Medan, khususnya Kecamatan Medan Maimun dapat terus berkolaborasi dengan JNE untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat”, ujar Tommy.

Sulaiman Hamzah, S.Sos selaku redaktur Ekonomi Surat Kabar Waspada mewakili management Waspada juga menyampaikan rasa terimakasih atas kolaborasi ini “ Terimakasih sudah memilih Gedung kami, pesan yang ingin kami sampaikan pada mural ini adalah kendati era saat ini serba digital, kami berharap masyarakat kota Medan dari berbagai kalangan dan generasi tidak melupakan harian cetak atau koran. Sebab koran merupakan salah satu sumber informasi yang pali valid ditengah maraknya informasi-informasi hoax di media digital. Kami berharap semua generasi dapat terus membudidayakan membaca koran,” ungkapnya.

Fikri menambahkan bahwasannya sesuai dengan tagline JNE yaitu “ Connecting Happiness “, melalui mural ini JNE juga ingin menyampaikan kepada masyarakat Kota Medan bahwa JNE dapat menyambungkan kebahagiaan dari berbagai aspek. Pada mural ini, maskot JNE yang di sebut dengan JONI ( JNE Ontime Integrator ) mengajak masyarakat dari berbagai kalangan dan lintas generasi untuk dapat terus membaca koran. ” Kami juga mengajak masyarakat untuk mencintai Kota Medan dengan bersinergi, mendukung, dan mendoakan Pemko Medan untuk dapat mewujudkan Medan yang lebih baik, ” tutup Fikri. (rel/sih)

Pelabuhan Paropo dan KMP Jurung-jurung Dioperasikan

RESMIKAN: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu bersama Kepala BPTD Kelas 2 Sumut Dadan M Ramdan, General Manager PT ASDP Heru Wahyoni, dan Kepala KSOPP Danau Toba Rijaya S, saat menggunting pita pada Peresmian Pelabuhan Paropo Batu Horbo di Kawasa Danau Toba, Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Rabu (22/11).

SUMUTPOS.CO – Pelabuhan Paropo yang berlokasi di kawasan Danau Toba, tepatnya pada Dusun Batu Horbo, Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, mulai dioperasikan. Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, bersama Kepala BPTD Kelas 2 Sumut Dadan M Ramdan, General Manager PT ASDP Heru Wahyoni, dan Kepala KSOPP Danau Toba Rijaya S, meresmikan pengoperasian pelabuhan tersebut, Rabu (22/11). Selain peresmian pelabuhan, juga dilakukan pengoperasian KMP Jurung-jurung.

Sebelum Pelabuhan Paropo dioperasikan, diawali ritual Hahomion Mangelek, yang bermaksud memohon doa dan meminta restu para leluhur, agar perjalanan KMP Jurung-jurung dijauhkan dari marabahaya.

Seorang perwakilan tokoh adat, Daulat Rumasingap, yang dipercaya memimpin ritual Hahomion Mangelek, menyampaikan, seluruh peserta ritual mengantarkan KMP ini dengan diawali doa, supaya perjalanan KMP Jurung-jurung dan pelayanan Pelabuhan Paropo lancar ke depannya.

“Sebagai makhluk beradab dan beradat, sepatutnya manusia menghormati para leluhur, pendahulu, yang telah mewariskan budaya dan alam yang indah. Sebagaimana filosofi nama Pelabuhan Paropo, tidak terlepas dari sejarah Paropo, yang masyarakatnya mayoritas petani, dan dibantu menggunakan jasa ternak kerbau,” ungkap Daulat.

Sementara itu, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan, pelabuhan ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat Kecamatan Silahisabungan dan Kabupaten Dairi. Pengembangan Pelabuhan Paropo Batu Horbo, menurutnya, dapat dimanfaatkan sebagai pelayanan transportasi, pariwisata, pusat perdagangan, dan kegiatan komunitas.

“Pelabuhan Batu Horbo akan digunakan sebagai titik pemberangkatan dan kedatangan kapal penumpang serta barang, yang meningkatkan konektivitas dengan daerah sekitarnya. Serta akan menjadi daya tarik wisatawan yang menawarkan keindahan panorama Tao Silalahi,” tuturnya.

Pelabuhan Batu Horbo juga akan menjadi pusat perdagangan lokal atau regional, yang dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar Danau Toba. Saat ini, lanjut Eddy, Pemkab Dairi telah meminta pengembangan lintasan trayek dari Silalahi menuju Simanindo, yang akan terealisasi pada 2024 mendatang. Trayek ini akan memperpendek jarak tempuh dari Silalahi ke Samosir, dari awalnya 3 jam melalui darat, menjadi 45 menit melalui danau.

“Besar harapan saya, keberadaan pelabuhan ini, didukung masyarakat Silahisabungan secara positif, untuk kemakmuran masyarakat,” harapnya. (rud/saz)

Permintaan DPRD Sumut kepada Pemkab Simalungun, Perkuat Tata Kelola dan Hubungan Keuangan Daerah

Istimewa BAHAS: Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting dan Wakil Bupati Simalungun Zonny Waldi, saat gelaran Pembahasan Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah, Senin (20/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting menjelaskan, hadirnya Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah di Sumut, akan memperkuat tata kelola dan hubungan keuangan daerah. Karena itu, kehadiran Ranperda tersebut diharapkan dapat memperkuat perencanaan, pertangungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah setiap pemkab di Sumut, termasuk Pemkab Simalungun.

“Penekanan itu kami sampaikan saat saya bersama Pansus Pembahasan Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah melakukan kunjungan ke Simalungun, Senin (20/11) kemarin. Kami minta agar semua Pemda di Sumut, termasuk Pemkab Simalungun, untuk bisa memperkuat tata kelola dan hubungan keuangan daerahnya,” ungkap Baskami, Rabu (22/11).

Baskami yang merupakan politisi senior PDI Perjuangan, menjelaskan, pihaknya juga meminta aspek-aspek muatan lokal, karakteristik, dan keunggulan daerah, agar menjadi pertimbangan dalam pembahasan ranperda tersebut.

Sebagai contoh, lanjutnya, Kabupaten Simalungun memiliki lahan perkebunan yang luas, khususnya kelapa sawit. Karena itu, perlu dipertimbangkan eksternalitas negatif yang ditimbulkan. “Seperti rusaknya jalan dan infrastruktur. Maka, hal itu harus dipertimbangkan, agar nantinya tidak menjadi beban daerah,” jelas Baskami.

Sehingga, lanjut Baskami, diperlukan perhitungan luas areal perkebunan dan tingginya aktivitas perkebunan sawit dalam menetapkan pembagian DBH komoditas sawit ke daerah.

“Sebagai contoh, aspek muatan lokal dan karakteristik wilayah yang menjadi pertimbangan. Sehingga hubungan keuangan antara pusat, provinsi, dan kabupaten kota, semakin bersinergi,” harapnya.

Sebelumnya pada pertemuan itu, Wakil Bupati Simalungun Zonny Waldi, meminta arahan terkait pengaturan khusus dalam Perda Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Misalnya mekanisme dan persyaratan yang jelas, terkait pembagian dana bagi hasil dan penyalurannya yang diharapkan tepat waktu. Termasuk, mengenai pengelolaan keuangan daerah yang berkelanjutan dan sistem yang terintegrasi antara provinsi dengan kabupaten kota,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, Pemkab Simalungun dalam pengelolaan keuangan daerah menerapkan pola asas umum pengelolaan, yakni menganut prinisip transparansi dan keterbukaan bagi masyarakat.

Senada dengan Baskami, menurut Zonny, Pemkab Simalungun sebagai wilayah yang memiliki lahan perkebunan kelapa sawit, perlu adanya pengaturan DBH dan retribusi pelayanan pengendalian perkebunan kelapa sawit. “Kami meminta kepada provinsi untuk mempertimbangkan luas lahan sawit dalam penentuan kebijakan besaran DBH sawit. Serta masih menunggu peraturan teknis terkait penentuan retribusi pelayanann pengendalian perkebunan kelapa sawit,” bebernya.

Dia pun menuturkan, Kabupaten Simalungun mendapatkan proyek peningkatan jalan provinsi sepanjang 199,8 kilometer, dengan anggaran Rp220 miliar. “Proyek itu termasuk dari bagian multiyears contract Rp2,7 triliun. Kami berterima kasih atas upaya Pemprov Sumut tersebut,” pungkas Zonny. (map/saz)

3 WNI Relawan MER-C di Gaza Segera Dievakuasi

net JUMPA PERS: Ketua Presidium MER-C Indonesia, Sarbini Abdul Murad, dalam konferensi pers di Kantor Pusat MER-C, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (22/11).

SUMUTPOS.CO – Usai hilang kontak selama beberapa hari terakhir, tiga WNI relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dikabarkan ditahan oleh militer Israel. Dalam isu yang berkembang, kemarin (22/11), dua orang diantaranya ditangkap saat Israel menyerang Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza dalam dua hari terakhir.

Isu ini sontak membuat semua pihak panik. Termasuk, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan MER-C. Mengingat, ketiganya sudah lost contact dalam beberapa hari terakhir. Kemenlu dan MER-C langsung berupaya dengan segala cara untuk bisa menghubungi pihak-pihak yang ada di Gaza untuk memastikan kabar tersebut.

Juru Bicara Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal mengaku, pihaknya telah memverifikasi langsung berita mengenai penangkapan 2 WNI relawan di RSI oleh pihak militer Israel. “Menurut sumber langsung di Gaza, ketiga WNI relawan saat ini dalam kondisi baik dan masih berada di RS Indonesia,” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Ketiganya, kata dia, tengah bersiap-siap untuk evakuasi ke Gaza Selatan. Saat ini, Kemenlu terus memonitor kondisi 3 WNI tersebut.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Presidium (MER-C) Sarbini Abdul Murad membenarkan sempat mendapat kabar tersebut sekitar pukul 14.45 WIB. Dari kabar yang disampaikan, ada dua relawan yang ditahan oleh tentara Israel. Sementara satu orang lainnya tidak diketahui keberadaannya.

“Ini membuat kami risau, karena yang melaporkan adalah sumber kami yang langsung ada di RSI. Tentu ini membuat kami gelisah karena tiba-tiba ada berita 3 relawan di Gaza, dua diantaranya ditangkap,” jelasnya. Kabar tersebut diakuinya langsung membuat gelisah pihaknya dan Kemenlu.

Setelah melakukan berbagai upaya untuk mengkonfirmasi kabar tersebut, pada pukul 17.30 WIB, pihaknya kembali mendapat update terbaru mengenai 3 relawannya. Kabar baiknya, seluruh relawan dalam kondisi baik. “Kami mendapatkan kontak dari sumber kami dan kami langsung bisa berkomunikasi dengan salah satu relawan saudara Reza. Lalu, kami berkomunikasi dengan mereka,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut dia, ketiga relawan dalam kondisi sehat dan selamat. Mereka berada di RSI untuk menunggu proses evakuasi ke Gaza Selatan. Mereka di RSI bersama 600 warga yang dirawat dan akan dievakuasi segera ke Gaza Selatan. Ada dua opsi lokasi evakuasi. Yakni, Rumah Sakit Al-Nasr dan Rumah Sakit Rafa di Gaza Selatan.”Ini membuat kami bahagia dan sumringah, karena sudah berhari-hari kami tidak mendapat kabar mereka,” pungkas Sarbini. (mia/jpg/ila)

Minta Hentikan Kekerasan di Gaza, Menlu OKI Galang Dukungan

BERTEMU: Menlu Retno Marsudi saat bertemu para Menlu Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menggalang dukungan penghentian kekerasan terhadap warga Palestina di Gaza. istimewa/sumutpos .

SUMUTPOS.CO – Kesepakatan jeda kemanusiaan di Gaza disambut positif oleh Indonesia. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, Indonesia mengapresiasi terhadap upaya mediasi yang diprakarsai oleh Qatar, berkoordinasi dengan Mesir dan Amerika Serikat hingga tercapainya jeda kemanusiaan ini.

“Indonesia secara konsisten menyerukan pentingnya penghentian kekerasan secara berkelanjutan guna membuka akses bagi bantuan kemanusiaan secara luas ke Gaza, termasuk bantuan dari Pemerintah dan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Kesepakatan tersebut, kata dia, juga diharapkan akan membuka peluang bagi pengakhiran konflik secara permanen. Termasuk, dimulainya pembahasan yang serius bagi perdamaian yang menyeluruh dan adil.

Retno sendiri tengah berkeliling ke sejumlah negara bersama dengan Menlu Arab Saudi, Yordania, Mesir, dan Palestina untuk menggalang dukungan dari negara-negara anggota dewan keamanan PBB dalam upaya penghentian kekerasan di Gaza.

Terakhir, dia bertemu dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov di Moskow, Rusia. Pertemuan hanya berlangsung singkat. Rombongan hanya di sana kurang lebih 4 jam. Namun menurut Retno, pertemuan dengan Lavrov berlangsung dengan hangat dan terbuka.

“Dalam pertemuan, para Menlu Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) kembali sampaikan kutukan terhadap apa yang dilakukan oleh Israel terhadap Gaza,” ungkapnya.

Retno juga menegaskan, bahwa alasan Israel bahwa apa yang dilakukan saat ini merupakan self defence sangat tidak dapat diterima. Karena, alasan tersebut tidak dapat dipakai oleh penjajah seperti Israel.

“Kedua, aasan self defence tidak dapat dijadikan “a licence to kill civilian”, tidak dapat dijadikan alasan untuk membunuh masyarakat sipil dan menyerang fasilitas sipil,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, kata dia, Rusia menyambut baik kunjungan para Menlu OKI yang merupakan follow up dari KTT Bersama OKI-Liga Arab dengan tujuan untuk menghentikan kekejaman di Gaza dan melancarkan bantuan kemanusiaan. Rusia juga sepakat dengan butir-butir yang ada di dalam resolusi KTT OKI-Liga arab.

“Kami menyampaikan pentingnya semua negara melihat secara jernih isu Gaza dan mengambil sikap yang adil,” ungkapnya.

Dia menegaskan, bahwa sangat urgen untuk segera mengambil tindakan agar kekerasan dapat dihentikan, gencatan senjata dapat terwujud, dan bantuan kemanusian dapat diberikan secara lancar atau unhindered. Untuk itu diperlukan dukungan dari banyak negara, terutama negara-negara anggota tetap DK PBB termasuk Rusia.

Penyerangan Israel terhadap RS Indonesia juga dibahas dalam pertemuan. Dibahas pula mengenai upaya menyusun langkah strategis guna mewujudkan “two state solution”, termasuk kemungkinan penyelenggaraan Konferensi Internasional tentang perdamaian di Palestina

“Besok pagi (hari ini,red), kami akan melakukan pertemuan dengan Secretary David Cameroon mengenai Gaza. Dan siangnya setelah pertemuan, kami akan langsung terbang ke Paris untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Macron mengenai isu yang sama,” pungkasnya. (mia/jpg/ila)

Kagumi Kreasinya, Ganjar Berdialog dengan Perajin Ulos

Tim Media Ganjar Pranowo DISAMBUT HANGAT: Ganjar Pranowo mengunjungi Museum Simalungun di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada Sabtu (11/11).

SUMUTPOS.CO – CALON presiden (capres) Ganjar Pranowo mendapat sambutan hangat saat mengunjungi Museum Simalungun di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada Sabtu (11/11).

Warga menampilkan tarian Tortor Sombah yang merupakan bentuk penghormatan bagi raja, tamu, dan kerabat dekat dari masyarakat Batak Simalungun.

Tokoh masyarakat Simalung-un Djomen Purba menghargai kedatangan Ganjar dengan memberikan kain ulos yang diikatkan ke pinggang. Djomen menyatakan bahwa kain ulos tersebut melambangkan kesiapan untuk bekerja atau berjuang. Dia menerangkan, filosofi kain ulos yang diselempangkan atau diikat sesuai dengan istilah hordja yang berarti kerja dalam bahasa setempat.

“Pakaian adat biasanya dipakai komplit. Tapi kali ini kami beri kain ulos yang kami ikatkan ke pinggang Pak Ganjar. Ini sebagai simbol siap bekerja atau berjuang,” kata Djomen.

Ulos merupakan pakaian warisan yang telah dikembangkan oleh masyarakat Batak di Sumatera Utara. Proses pembuatannya mirip dengan cara pembuatan songket khas Palembang, di mana keduanya menggunakan alat tenun manual tanpa bantuan mesin. Ulos biasanya berwarna hitam, merah, kuning, dan putih, sering dihiasi dengan benang perak atau emas.

Sebagai sejenis selendang tenun khas Batak, ulos melambangkan hubungan kasih sa-yang yang erat antara orangtua dan anak-anaknya. Ulos tidak hanya simbol ikatan keluarga, tetapi juga berfungsi sebagai pemanas tubuh. Dalam tradisi Batak, ada tiga sumber utama kehangatan bagi manusia, yakni matahari, api, dan ulos.

Diantara ketiganya, ulos dihargai karena kenyamanannya, kemampuannya memberikan kehangatan, serta efek men-yenangkan yang ditawarkannya bagi tubuh dan perasaan.

Dalam kesempatan itu, Ganjar sempat menengok stan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang memproduksi kain ulos. Mantan gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut berdialog langsung dengan para perajin ulos sekaligus melihat langsung bagaimana para ibu-ibu menenun.

Menurut Ganjar, selain keindahan alamnya, daerah Toba juga memiliki potensi alam dan manusia yang meng-agumkan. Salah satunya adalah UMKM kain ulos asli buatan tangan warga lokal. “Tadi ditunjukkan produk UMKM bagus sekali. Kreasinya bagus. Jadi ini anak mudanya punya desain yang bagus, kemudian para seniornya yang bisa buat kerajinan yang sangat bagus dan indah sekali,” ungkap Ganjar

Ganjar menegaskan komitmennya jika terpilih menjadi presiden untuk menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia. Pasalnya wilayah Danau Toba memiliki pemandangan yang indah.”Danau Toba sangat cantik sekali, saya kira bisa dikembangkan untuk menjadi tempat destinasi wisata kelas dunia,” pungkasnya.

Kehadiran Ganjar ke Siantar, disambut senang hati oleh warga Siantar. “Kami bersyukur bisa melihat langsung kedatangan Ganjar Pranowo ke Kota Pematang siantar. Dan saya melihat, Ganjar Pranowo begitu dekat de-ngan tokoh-tokoh Simalungun serta masyarakatnya,” ujar Ediman Sinaga salah seorang warga Siantar.

Ediman Sinaga yakin bahwa Ganjar Pranowo yang begitu dekat dengan rakyat akan memberikan perhatian kepada rakyatnya. Termasuk pengembangan adat budaya yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan. (als/wir/mag-7)