Home Blog Page 1059

Bank bjb Tandatangani Kredit Sindikasi untuk Pembangunan Pabrik Pusri III B

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – bank bjb melakukan penandatanganan Perjanjian Kredit Pendanaan Proyek Pabrik Pusri IIIB dengan PT Pusri Palembang, melalui skema Kredit Sindikasi bersama sejumlah perbankan nasional, dengan total Rp9,3 Triliun, pada Jumat (13/10) di Ballroom The Langham Hotel Jakarta.

Dalam Kredit Sindikasi untuk Pabrik Pusri IIIB, bank bjb memberikan plafon sindikasi sebesar Rp650 Miliar. Kredit sindikasi bersama sejumlah perbankan nasional tersebut, nantinya akan digunakan untuk membangun Pabrik Pusri IIIB yang terdiri dari Pabrik Amonia, Pabrik Urea, Saranan dan prasarana penunjang pengoperasian pabrik.

Adapun penandatanganan perjanjian kredit sindikasi bank bjb dilakukan oleh Pemimpin Divisi Korporasi bank bjb Hermawan Mulyana yang disaksikan Direktur Komersial dan UMKM bank bjb Nancy Adistyasari dan Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh disaksikan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi dan Wakil Menteri I BUMN Kartika Wirjoatmodjo.

Disampaikan Nancy, dukungan bank bjb dalam pembiayaan Proyek Pusri IIIB merupakan langkah nyata dan sesuai komitmen perusahaan, sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbesar yang telah menasional skala bisnisnya, untuk selalu berperan aktif mempercepat pertumbuhan perekonomian dan pembangunan baik di daerah maupun secara nasional.

Dukungan tersebut juga, dimaksudkan untuk mengakselerasi hilirisasi industri dalam negeri. Sekaligus, mendukung ketahanan pangan nasional. Apalagi, Pusri yang memproduksi pupuk urea dan amonia, untuk keperluan di sektor pertanian, memiliki peran dalam menunjang ketahanan pangan.

“Dukungan bank bjb dalam Proyek Pabrik Pusri IIIB membuktikan bahwah bank bjb ikut mengakselerasi pertumbuhan ekonomi baik di daerah mapun nasional. Dukungan bank bjb tersebar luas, tidak hanya di Jawa Barat dan Banten. Karena itu, kami berharap, dukungan ini turut berkontribusi pada terciptanya pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ucap Nancy.

Selama ini, bank bjb senantiasa berperan aktif demi terbangunnya sinergitas antar pihak sebagai upaya bersama menjaga pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat hilirisasi industri, dengan memberikan dukungan pembiayaan pada industri strategis yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Peran aktif melalui sektor perbankan yang dilakukan bank bjb dengan memfasilitasi agar sektor industri strategis terus berkembang dan maju melalui dukungan pembiayaan korporasi.

bank bjb berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan kredit korporasi perusahaan hingga akhir tahun. Dengan pertumbuhan kredit yang terus terjaga dengan baik, diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi indonesia di tengah masih adanya ketidakpastian ekonomi global.

Sepanjang sisa tahun 2023 ini, ekspansi pada segmen corporate dan commercials akan dilakukan secara selektif dengan melihat suku bunga yang diberikan untuk menjaga kualitas dan yield kredit pada level yang sehat untuk mengimbangi tekanan biaya dana.

“Ruang pertumbuhan untuk penyaluran kredit masih cukup baik didukung dengan berbagai kebijakan yang ada untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ucap Nancy. (rel/sih)

Pemkab Dairi Intensifikasi dan Ekstensifikasi Kopi

TANAM KOPI: Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Kepala Dinas Pertanian, Robot Simanullang dan Ketua TP PKK, Ny Romy melakukan penanaman bibit kopi beberapa waktu lalu.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, terus meningkatkan luas lahan dan produksi kopi. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan kejayaan kopi Sidikalang.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat, Jumat (13/10/2023) menerangkan, dalam upaya peningkatan lahan dan produksi kopi, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mengambil langkah strategis, yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi kopi.

Intensifikasi kopi merupakan upaya meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman serta meningkatkan produktivitas tanah.

“Hal ini telah dilakukan untuk mendukung strategi intensifikasi kopi yakni penyediaan sarana produksi pertanian berupa pupuk, pestisida dan alat mesin pertanian (alsintan) yang bersumber dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN maupun pihak swasta,” ujarnya.

Dijelaskanny, Pemkab Dairi juga melakukan training of trainer (TOT) dan pendampingan budidaya kopi melalui kerja sama dengan Bank Indonesia untuk membina empat kelompok tani di 2 demplot.

Selanjutnya, kerja sama dengan Louis Dreyfus Company (LDC) untuk membina 901 petani dan kerja sama dengan Hanns R. Neuman Stiftung (HRNS) untuk membina 3.000 petani dan 20 orang penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Pemkab Dairi juga kerja sama dengan PT Pusri Agro Lestari (PAL) untuk membina 4 kelompok, kerja sama dengan Polbangtan Kementerian RI untuk membina 1 desa mitra di Parbuluan IV kelompok tani Pahottas.

Pembinaan kepada 32 penyuluh pertanian lapangan serta melakukan bimbingan good agriculture practice (GAP) di lima kecamatan dengan jumlah peserta sebanyak 1.112 orang yang bersumber dari dana APBD.

Pendampingan dan pembinaan petani kopi melalui PPL di lapangan serta program Desa Devisa bekerjasama dengan lembaga pembiayaan eksport Indonesia (LPEI), mulai dari budidaya, pengolahan sampai dengan pemasaran.

Selanjutnya, melakukan program ekstensifikasi kopi melalui penetapan sentra Kopi Arabika yang terdapat di Kecamatan Parbuluan, Sitinjo, Sumbul, Sidikalang, Siempat Nempu Hulu, Pegagan Hilir dan sentra Kopi Robusta di Kecamatan Pegagan Hilir, Berampu, Lae Parira, Siempat Nempu, Silima Pungga-Pungga, Siempat Nempu Hilir.

Melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP), juga menyediakan sarana produksi komoditi kopi guna membantu petani dalam menanam hingga memanen hasil kopinya.

Penyediaan sarana produksi yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten, antara lain pulper untuk pengolahan cherry menjadi gabah, huller untuk pengolahan dari gabah ke green bean, solar dryer sebagai rumah pengering, serta alat pelobang tanam kopi.

Dan ditargetkan tahun 2019-2024, tanaman kopi baru sebanyak 5.000 hektar melalui penyediaan bibit bersertifikat bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten serta menjalin kerja sama pola kemitraan dan penyediaan skema Kur Klaster, ungkap Anggara.

Data sampai akhir tahun 2022, luas tanaman kopi baru sebanyak 1.756,64 hektare. Sementara, untuk tahun 2023 ini, sudah ada penambahan perluasan sebesar 100 ha untuk kopi Arabica.

Dengan rincian di Kecamatan Gunung Sitember 20 H, Parbuluan 30 H, Sidikalang 20 H dan Pegagan Hilir 30 H.

hektare di Kecamatan Parbuluan, 20 ha di Kecamatan Sidikalang, dan 30 ha di Kecamatan Pegagan Hilir.

Guna mensuskeskan program KUR Klaster dan membantu petani dalam hal permodalan. Pemkab Dairi juga menjalin kerja sama dengan PT Bank Sumut.

Di tahun 2022, sebanyak 26 petani kopi telah ikut program KUR Klaster dengan luas lahan 18,5 H dengan total pinjaman Rp518 juta, ungkap Anggara. (rud/ram)

BKPSDM Dairi Gelar Bimtek Aplikasi e-Kinerja

FOTO BERSAMA: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Kepala BKPSDM, Junihardi Siregar foto bersama dengan Kepala Kantor Regional IV BKN Medan, Janry Simanungkalit saat gelar Bimtek e-Kinerja di hotel Mutiara Dairi, Kamis (12/10/2023).Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, melalui Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) aplikasi e-Kinerja bagi aparatur sipil negara (ASN), di hotel Mutiara Dairi di Sidikalang, Kamis (12/10/2023).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat, Jumat (13/10/2023) mengatakan, keterangan disampaikan Kepala BKPSDM Dairi, Junihardi Siregar, kegiatan berlangsung 2 hari, Kamis-Jumat (12-13/10/2023) diikuti 80 orang peserta.

Bimtek dilaksanakan sesuai surat edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor 11 tahun 2023 tentang penggunaan dan pemanfaatan aplikasi e-Kinerja badan kepegawaian negara pengelolaan kinerja ASN dilaksanakan melalui sistem informasi pengelolaan kinerja pegawai ASN yang terintegrasi dengan Sistem informasi aparatur sipil negara.

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, saat membuka acara tersebut meminta ASN di lingkungan Pemkab Dairi tidak kaku hadapi perubahan zaman.

Pemerintahan harus hidup, jangan putus apabila ada perubahan. Lakukanlah perubahan, adaptif dan inovatif dengan mengubah kebiasaan lama dengan yang baru.

“Pesan saya, gali ilmu sebanyak mungkin. Kinerja kita masih jauh dari harapan, masih diangka 10 persen. Kita ketinggalan jauh dari Kabupaten Deli Serdang yang berada di angka 80 persen,” ucap Eddy.
Sementara itu, Kepala Kantor Regional IV BKN Medan, Janry Simanungkalit menyampaikan, kegiatan itu indikator Pemkab Dairi yang konsen pada kinerja jajarannya.

“Bimtek ini penting untuk mendorong basis pembinaan kompetensi, kualifikasi dan kinerja ASN. Kinerja sangat penting. Dan jawaban peningkatan kinerja ini adalah digitalisasi atau e-kinerja. Kita harapkan dengan digitalisasi, semua terhubung sehingga tercapai otomatisasi,” ujarnya.

Untuk itu dibutuhkan kolaborasi melalui manajemen kerja. Orientasi kita bukan di e-kinerjanya, yang terpenting adalah target kinerja itu sendiri, sebagai hasil akhir. (rud/ram)

Pemkab Dairi Bantu Siswa SMP Mengalami Kecelakaan

JELASKAN: Direktur RSUD Sidikalang, Pesalmen Saragih bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Anggara Sinurat menjelaskan kondisi pasien ke orangtua korban, Danres Manalu (2kanan).Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Dairi, membantu siswa SMP, RAM (13) yang mengalami kecelakaan lalulintas di Kecamatan Berampu, Kamis (12/10/2023).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat, Jumat (13/10/2023) mengatakan, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, menginstruksikan Camat Berampu dan Direktur RSUD Sidikalang, segera membantu pelajar SMP yang jatuh dari mobil truk saat hendak pulang sekolah yang terjadi pada Kamis (12/10/2023).

“Korban berinisial RAM itu terjatuh dari truk yang ditumpanginya saat pulang sekolah,” ujarnya, Jumat (13/10/2023).

Lanjut Anggara, RAM tiba di rumah sakit dengan kondisi kesadaran 4-6 glasgow coma scale (GCS). Kemudian dokter menyarankan agar pasien dirujuk kerumahsakit lain karena dikhawatirkan ada pendarahan di kepala.

“Namun pasien tidak memiliki BPJS. Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan, Henry Manik dan Direktur RSUD Sidikalang, Pesalmen Saragih mendaftarkan pasien program non register. Dan kini, pasien sudah tertangani dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Berampu, Ramadhayani, mengatakan korban RAM terjatuh dari truk ke aspal dan menghantam kepala bagian belakang. Korban segera dilarikan ke Puskesmas Berampu dalam kondisi tidak sadar.

Setelah mendapatkan perawatan dari UPT Puskesmas Berampu, RAM dirujuk ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.

Mendapat atensi dari pemerintah, orangtua korban, Danres Manalu menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah memberikan pelayanan dan usaha terbaik dalam menangani anaknya.
(rud/ram)

Ahmad Fauzan dan Riduwan Putra Saleh Sepakat Damai dan Saling Memaafkan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ahmad Fauzan dan Riduwan Putra Saleh akhirnya sepakat saling memaafkan serta melakukan perdamaian, terkait dugaan penganiayaan yang saat ini tengah diperiksa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Padang Sidimpuan.

“Dengan disepakatinya perdamaian ini, kami akan kembali membangun silaturahim dan hubungan persahabatan yang lebih erat lagi,” kata Ahmad Fauzan dan Riduwan, usai menandatangani kesepakatan di Medan, Jumat (13/10).

Adapun proses perdamaian tersebut, disaksikan beberapa orang dari kedua belah pihak, termasuk kuasa hukum, berlangsung dengan lancar serta penuh semangat kekeluargaan. Usai menandatangani kesepakatan, Ahmad Fauzan dan Riduwan menyampaikan harapan mereka terhadap Tapak Suci ke depan. “Semoga kami bisa kembali bersinergi membangun kembali prestasi Tapak Suci di Sumatera Utara,” kata keduanya.

Ahmad Fauzan tak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mendorong dan mengupayakan terwujudnya perdamaian di antara mereka berdua.

Harapan yang sama juga disampaikan tokoh Muhammadiyah, Zainuddin. “Saya juga mengharapkan agar Riduwan Putra Saleh bisa kembali bermitra dengan Ahmad Fauzan untuk mengembangkan dan memajukan Ortom Tapak Suci di Sumatera Utara,” ujarnya.

Sedangkan, Taufik kuasa hukum Ahmad Fauzan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, sehingga proses perdamaian tersebut berlangsung dengan baik dan lancar. (adz)

Mafia Penggarap Lahan Berkedok Masyarakat Kecil Mengganggu Investasi di Medan

Lahan milik PT SUU yang diserobot, di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah oknum yang mengatasnamakan masyarakat di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan melakukan penghadangan terhadap alat berat PT SUU, yang melakukan pengerjaan pembangunan benteng di lahan milik PT SUU, Jumat (13/10).

Atas penghadangan tersebut, PT SUU akhirnya melaporkan kasus penyerobotan lahan tersebut ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).

Laporan dugaan penggarap lahan itu, tertanggal 11 Oktober 2023 dan telah diterima di SPKT Polda Sumut. Adapun dugaan pidana yang dilaporkan adalah terkait pasal 385 KUHP.

Dari perusahaan sendiri berharap, penegak hukum dapat segera memproses laporan tersebut, sehingga kericuhan dan keberlangsungan kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan baik tanpa adanya intimidasi maupun gangguan dari pihak manapun juga.

Secara terpisah, Asosiasi Pengusaha Indonesia Sumatera Utara (Apindo Sumut), yang diwakili Dicky, mengungkapkan, keprihatinan mereka terhadap situasi yang mengganggu iklim investasi di Kota Medan, khususnya di wilayah Kecamatan Medan Belawan.

Meskipun, lanjutnya, banyak pengusaha telah memegang legalitas untuk lahan mereka, tetapi masih mengalami gangguan serius dalam menjalankan usahanya.

“Banyak lahan yang sah dimiliki oleh para pengusaha digarap oleh oknum preman yang mengatasnamakan masyarakat setempat tanpa izin resmi, menciptakan ketidakpastian dan kekhawatiran di kalangan investor,” ujar Dicky.

Fenomena ini menciptakan kekawatiran terbesar bagi Apindo Sumut dan pengusaha lainnya di wilayah ini. Selain itu pula, oknum-oknum tersebut seolah-olah mengatasnamakan kepentingan masyarakat.

“Banyak pengusaha yang telah memiliki legalitas tetap terganggu dalam melakukan investasi dan berusaha di Kota Medan, khususnya wilayah Kecamatan Medan Belawan. Para penggarap seolah-olah mengatasnamakan kepentingan masyarakat dan membenturkan pengusaha dengan masyarakat. Kepastian hukum sangat penting bagi kelangsungan usaha kami. Kami berharap agar pemerintah dan pihak berwenang segera mengatasi masalah ini agar para investor dapat menjalankan usaha mereka dengan aman dan nyaman,” ungkap Dicky .

Menurutnya, situasi ini tidak hanya merugikan para pengusaha, tetapi juga memiliki dampak serius terhadap ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Kota Medan.

“Ketidakpastian dalam investasi menyebabkan penurunan minat investor, yang pada gilirannya menghambat pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, dengan banyaknya lahan yang tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, peluang pekerjaan bagi masyarakat lokal juga terbatas,” tegasnya.

Dikatakan Dicky, pentingnya lapangan kerja bagi masyarakat Medan juga disoroti dalam konteks ini. Masyarakat membutuhkan pekerjaan yang stabil dan layak untuk memperoleh penghasilan, dan ini hanya dapat dicapai melalui investasi yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Dalam mengatasi masalah ini, Apindo Sumut mendesak semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk bekerja sama menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi.

“Dengan memastikan kepastian hukum dan melindungi hak-hak pengusaha, Kota Medan, terkhusus di Kecamatan Medan Belawan dapat menjadi tempat yang menarik bagi investor, menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan dan menyediakan lapangan kerja yang dibutuhkan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, akan mengecek terlebih dahulu laporan tersebut. “Di cek dulu ya,” ucapnya singkat. (dwi/tri)