Home Blog Page 1067

Pasutri Tewas Tersengat Listrik saat Menjemur Pakaian

BAWA PULANG: Warga dan keluarga membawa pulang jasad kedua korban, setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi. ist/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pasangan suami istri (Pasutri), Arifin (47) dan Juliani (43) warga Jalan KF Tandean, Gang Tengku Hafizah Kelurahan Bandar Sakti Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi, meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik di samping rumah mereka, Selasa(10/10).

Mendapatkan informasi adanya kejadian tersebut, pihak kepolisian Polsek Rambutan dan Tim Inafis Polres Tebingtinggi turun ke lokasi kejadian melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan saksi.

Plt Kapolsek Rambutan AKP Rustam membenarkan adanya laporan warga terkait pasangan pasutri tersengat aliran listrik, dan meninggal dunia ketika sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi.

Sesuai laporan warga, kedua korban awalnya hendak menjemur pakain di belakang rumah di dekat becak barang terbuat dari besi. Diluar dugaan mereka, ada kabel listrik dalam kondisi telanjang menyentuh bagian besi sehingga menimbulkan arus listrik. Suami korban hendak menyelamatkan istri dari kejadian, tetapi ikut tersengat juga.

Meninggalnya pasangan suami istri tersebut membuat heboh masyarakat Kelurahan Bandar Sakti. Keluarga Korban yang hadir di rumah duka tidak bisa membendung air mata dan suara teriakan.

Keluarga korban, Asmina Br Damanik (64) mengatakan pagi itu dirinya terkejut mendengar suara anak korban berteriak sambil berlari minta tolong mendatangi dirinya. Kemudian melaporkan bahwa kedua orangtuanya tersengat arus listrik.

Merasa tidak percaya, dirinya bersama anak korban langsung mendatangi rumah korban. Saat masuk ke dalam dan menuju belakang rumah, didapati kedua korban sudah tergeletak di tanah.

“Saat itu dilihat kedua korban tidak sadarkan diri kondisi terlentang, kami sempat mencoba memberikan pertolongan dengan cara memegang tubuh korban. Saya juga sempat tersengat listrik, tapi langsung kulepas tubuh mereka,”ujar Asmina.

Papar Asmina, dirinya langsung meminta pertolongan kepada tetangga, setelah dipastikan tidak ada lagi arus listrik di sekitar lokasi. Pasangan pasutri pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kumpulan Pane untuk diberikan pertolongan medis. Namun nyawa kedua korban tidak tertolong lagi. (ian/han)

Korban Kebakaran Laubaleng Terima Bansos

SERAHKAN: Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang saat menyerahkan bantuan kepada msayarakat korban kebakaran.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, menyerahkan bantuan sosial kepada korban musibah kebakaran yang terjadi di Desa Laubaleng, Kecamatan Laubaleng, Kabupaten Karo, Selasa (10/10).

Kepala Desa Laubaleng, Girang Pinem menjelaskan, kebakaran di Dusun 1 Laubaleng, Desa Laubaleng, terjadi pada Jumat (6/10) lalu. Akibat bencana tersebut, sedikitnya si jago merah menghanguskan 10 unit rumah beserta isinya. Selain itu, 3 unit rumah harus dirobohkan untuk mengantisipasi menjalarnya api.

Pada kesempatan tersebut, Cory menyampaikan, turut prihatin dan berharap para korban tetap bersabar, serta dapat mengambil hikmah dari musibah ini.

“Saya turut prihatin atas musibah yang dialami saudara semua. Apa yang kita alami saat ini, semua kita serahkan kepada Tuhan. Dan semoga kita semua tetap diberikan ketabahan dan kesehatan,” ungkap Cory.

Cory juga mengapresiasi pihak yang bertugas di lapangan, khususnya Damkar dan relawan posko, atas upaya yang telah dilakukan dalam memadamkan api. Dia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk dapat mengecek instalasi listrik di rumah masing-masing, demi mencegah serta mengantisipasi terjadinya kebakaran.

Selain bantuan dari pemerintah, Cory juga memberikan bantuan atas nama pribadi kepada korban musibah kebakaran ini. Dengan harapan, dapat dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat yang terkena musibah.

Turut mendampingi Bupati Karo, anggota DPRD Karo Yudi Yahya Ginting, Kepala Dinsos Karo Asmona Perangin-angin, Camat Laubaleng Berry Hadinata S Depari, serta Forkopimcam Laubaleng. (deo/saz)

Dugaan Proyek ‘Siluman’ Disdik Karo, PPK Terkesan Mengelak

PLESTER: Seorang pekerja saat memplester dinding ruang kelas SDN Linggajulu yang direhab.

KARO, SUMUTPOS.CO – Indikasi adanya dugaan akal-akalan di balik pengerjaan rehabilitasi ruang kelas SD Negeri Desa Linggajulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, kian menguat. Pasalnya, hingga kini pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karo, belum memberi keterangan terkait pekerjaan yang dicap warga sebagai proyek ‘siluman’ tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rudi Sembiring, yang dikonfirmasi Sumut Pos via telepon, Selasa (10/10) siang, juga terkesan mengelak.

“Waktu itu sudah kita suruh pasang plangnya,” ungkap Rudi.

Namun saat ditanya lebih lanjut, Rudi buru-buru menutup telepon, dengan alasan saat itu dia sedang berada di Kejaksaan. Dan saat dicoba konfirmasi ulang, terkait siapa yang mengerjakan proyek tersebut? Berapa dan dari mana sumber dananya? Hingga tulisan ini sampai ke meja redaksi, Rudi tak kunjung memberi jawaban.

Sementara itu, data sesuai rekapitulasi yang diterima wartawan, proyek rehabilitasi sedang/berat ruang kelas SD Negeri 040470 Linggajulu, tercatat dengan total biaya Rp90.250.000. Dana ini meliputi pekerjaan tanah, struktur dinding dan lantai, pintu dan jendela, pengecatan, serta atap dan plafond. Sementara menurut pihak sekolah, pekerjaan yang dilakukan hanya sebatas rehab satu ruangan kelas berupa plester dinding, pengecatan, dan pemasangan keramik.

R Ginting, tokoh masyarakat Desa Linggajulu, yang dihubungi kembali oleh wartawan, menyayangkan sikap pihak Disdik Kabupaten Karo. Karena terkesan menutup-nutupi masalah yang ada. Dia juga menilai, biaya yang dianggarkan sesuai rekapitulasi tersebut, terlalu besar. “Ini hanya rehab. Proyek kecil saja sudah mencurigakan. Bagaimana lagi dengan proyek bernilai besar sampai miliaran rupiah lainnya?” tutur R Ginting kesal

R Ginting pun berharap serta meminta aparat penegak hukum, memantau dan mengaudit semua proyek di Disdik Kabupaten Karo.

Seperti diketahui, sebelumnya warga menyebut rehab ruang kelas SD Negeri Desa Linggajulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo tersebut, sebagai proyek ‘siluman’. Karena dari awal pengerjaan hingga selesai, tak ada ditemukan plang proyek (papan informasi) di lokasi. (deo/saz)

Purjianto, S E MM Jadi Rektor ITSI Masa bakti 2023-2027

LANTIK: Purjianto SE MM beserta jajarannya dilantik menjadi pengurus ITSI Masa Bakti 2023-2027.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Institut Teknologi Sawit Indonesia menggelar pisah sambut dan pelantikan pengurus Masa Bakti 2023-2027 di Ruang Sidamanik, ITSI, Jalan Willem Iskandar, Medan, Jumat (6/10/2023) siang.

Pimpinan Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY), Adi Wijayanto dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Aries Sukariawan, SP, MP dan jajaran, karena dedikasinya telah membawa nama ITSI lebih dikenal masyarakat luas.

“Beliau telah memberikan yang terbaik untuk perkembangan ITSI,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adi Wijayanto juga mengatakan bahwa rektor ITSI Masa bakti 2023-2027 yaitu Purjianto SE MM beserta jajarannya yaitu, Eka Boby Febrianto, Msi, Febriana Roosmawati, SE, M. SC, Ak, CA, dan Ika Ucha Pradifta Rangkuti.

Selanjutnya pengambilan sumpah dan pelantikan yang di pimpinan langsung oleh Ir Sukaji, MM selaku Ketua YPPY. Kepemimpinan baru ditetapkan pada 29 september 2023.

Sementara itu, Mantan Rektor ITSI, Aries Sukariawan, SP, MP mengucapkan terima kasihnya karena kerja keras yang telah dilakukan memberikan dampak yang terbaik untuk PTPN maupun holding.

“Dengan pimpinan baru diharap kolaborasi dan sinergsi bisa terus berjalan, talent scout bisa terus dilanjutkan sebagai ruang mahasiswa dan lulusan bisa berkarier di PTPN dan holding. Kepada mahasiswa agar semangat, penuhi target untuk menyelesaikan studi tepat waktu, kepada seluruh pegawai atas sinergi dan dedikasi utk memajukan itsi smg mendapatkan balasan dari yg mahakuasa,” ungkapnya.

Sementara itu Purjianto, selalu Rektor baru terpilih menyampaikan siap mengemban amanah dan bertanggung jawab menjalankan jabatan, dan tak lupa beliau menyampaikan terima kasih kepada pimpinan sebelumnya atas tonggak tonggak pencapaiaan selama ini.

Seger Budiarjo, selaku Pembina YPPY mengatakan ITSI sebagai bagian penting dari holding PTPN bagi pilar perkembangan perkebunan nasional, LPP dan riset. Dua pilar ini bagian dari konglomerasi bedar yang bisa memberikan nilai tambah buat perusahaan.
“ITSI harus direformulasi, hal-hal baik akan diteruskan, alumni ITSI harus semakin banyak yg bergabung di PTPN. Civitas dan mahasiswa harus mampu melahirkan alumni yg sesuai dengan kebutuhan PTPN. Kompetisi, negosiasi, kritikal thingking, kritikal analitik, dan kemampuan komunikasi. Oleh karenanya, kurikulum di ITSI, maka perlu dievaluasi di sesuaikan dengan kepentingan industri, itu link and match dunia pendidkan dengan dunia usaha dan industri. Harus hasilkan alumni yang dibutuhkan pasar, tingkat komptisi yang baik, akhlak dan integrasi yang baik. Tidak jadi bagian dari 20 juta yang belum memperoleh kesempatan kerja,” ungkap Seger.(ika/ram)

Pembangunan BRT di Medan Segera Dilakukan, Berikut Daftar 17 Koridornya

Kadis Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis.

MEDAN, SUMUTPOS,CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perhubungan memastikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan segera merealisasikan rencana layanan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Medan.

Nantinya, akan ada 17 koridor BRT yang melintas di Kota Medan. 15 koridor diantaranya merupakan kewenangan Pemko Medan karena beroperasi di dalam Kota Medan. Sementara, 2 koridor lainnya merupakan kewenangan Pemprov Sumut karena beroperasi hingga kabupaten/kota di luar Kota Medan.

Kadis Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis, mengungkapkan bahwa pembangunan jalur untuk BRT disepakati akan dimulai bulan Februari atau Maret 2024.

“Total dari 17 koridor yang akan dibangun, 15 koridor merupakan kewenangan Pemko Medan. Sementara, 2 koridor lagi merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Sumut),” ucap Iswar, Rabu (11/10/2023).

Dijelaskan Iswar, nantinya akan ada 551 unit bus yang akan beroperasi di 17 koridor tersebut. Diharapkan, jumlah armada tersebut dapat melayani kebutuhan masyarakat atas layanan moda transportasi massal modern.

“Nantinya akan ada 551 unit bus. Dari 551 unit itu, kebutuhan armada dalam kota sebanyak 468 unit. Kemudian dari jumlah 551 bus tersebut, 50 persennya adalah bantuan bus listrik dari Kemenhub,” ujarnya.

Rencana pembangunan layanan BRT ini, sambung Iswar, merupakan bentuk keseriusan Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam menciptakan moda transportasi perkotaan yang modern di Kota Medan.

“Sebab, kemajuan layanan transportasi di sebuah perkotaan merupakan salah satu tolak ukur kemajuan kota tersebut,” katanya.

Dilanjutkan Iswar, dengan disediakannya layanan BRT oleh Kementerian Perhubungan, masyarakat diharapkan dapat mengubah kebiasaannya dari menggunakan alat transportasi pribadi ke alat transportasi massal tersebut. Dengan begitu, masalah kemacetan yang terjadi di Kota Medan dapat teratasi.

“Kita harapkan BRT dapat menjawab kebutuhan masyarakat atas angkutan umum yang aman, nyaman, terjangkau dan tentunya tepat waktu,” tuturnya.

Dijelaskan Iswar, adapun 15 koridor BRT yang akan menjadi kewenangan Pemko Medan, yakni;

1. Flamboyan – Jalan Hj Ani Idrus
2. Terminal Amplas – Plaza Medan Fair
3. Simpang Pemda – Plaza Medan Fair
4. Terminal Amplas – Terminal Pinang Baris
5. Terminal Amplas – Plaza Medan Fair
6. Terminal Pinang Baris – Stadion Teladan
7. Cemara – Stadion Teladan
8. Simpang Hj Ani Idrus – Terminal Penumpang Bandar Deli
9. Karya Wisata – Plaza Medan Fair
10. Simpang Hj Ani Idrus – RS Imelda.

11. Medan Labuhan – Simpang Hj Ani Idrus
12. Delitua – Stasiun Kereta Api Bandar Khalifa
13. Citraland Gamacity – RS Adam Malik
14. RS Adam Malik – Plaza Medan Fair
15. Terminal Pinang Baris – Terminal Amplas (via Ringroad).

“Sementara itu, dua koridor lainnya yang menjadi kewenangan Pemprov Sumut yaitu Stasiun Lubuk Pakam – Terminal Amplas, dan Terminal Ikan Paus Binjai – Pusat Pasar Kota Medan,” pungkasnya.
(map/ram)

Masyarakat Desa Pertanyakan Kinerja BPD Sialang Muda

Kantor Kepala Desa Sialang Muda

HAMPARAN PERAK, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Desa Sialang Muda Kabupaten Deliserdang mulai mempertanyakan kinerja para pengurus BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Sialang Muda. Menurut para warga, para pengurus seperti tidak memiliki kerja dan hanya menikmati tunjangan bulan. Bukan itu saja, hampir setahun ini, kantor BPD Sialang Muda tidak pernah terlihat terbuka.

Karena tidak pahamnya Tupoksi Masyarakat Desa tersebut banyak mengeluhkan etos kerja BPD Desa Sialang Muda atas ketidak pahaman BPD terkait Tupoksi BPD Banyak dikeluhkan masyarakat.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang warga Desa Sialang Muda AN yang menyatakan sejak dibentuk pada 2020 lalu, tidak banyak yang dikerjakan para pengurus BPD Sialang Muda. Padahal, dana desa sudah dicairkan.

“Mungkin mereka tidak mengerti tupoksi kerja mereka, sehingga terlihat hanya santai. Selama tahun 2023 ini, kita tidak pernah melihat pengurus maupun ketua BPD Desa Sialang Muda dalam kegiatan masyarakat seperti pengerjaan drainase, rabat beton, dan lain sebagainya,” ungkapnya, Selasa (10/10/2023).

Selain itu, dari kabar yang didengarnya, secara pengawasan dalam penggunaan Dana Desa BPD banyak mengarahkan ke Pemerintah Desa yang baru, masyarakat tidak mendapatkan jawaban yang konkrit kepada BPD sebagai pengawasan di Desa Sialang Muda. Selain itu, laporan pertanggung jawaban dalam penggunaan dana desa juga belum ada disampaikan.

Ia pun menambahkan, Sekretariatan Kantor BPD Desa Sialang Muda tidak pernah dibuka lagi selama tahun anggaran 2023 yang alasannya hingga saat ini belum diketahui.

“Kita, masyarakat tidak pernah melihat BPD dalam pengerjaan proyek, rabat beton, drainase (parit) yang merupakan Aset desa, ataupun kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat,” tambahnya.

Ketua BPD Desa Sialang Muda, Selamat Mukhlis ketika dikonfirmasi Sumut Pos, terkait keluhan warga melalui telepon seluler tidak menjawab.(mag-1/ram)

11.250 M³ Sampah Berhasil Diangkut Dari Sungai Deli

SAMPAH: Evaluasi Pelaksanaan Gotong Royong Sungai Deli Kolaborasi Pemko Medan dengan TNI AD yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, H.M Sofyan di Kantor SatPol PP Kota Medan, Selasa (10/10/2023) petang. Dari rapat ini diketahui, Sungai Deli sudah dibersihkan sepanjang 11.450 meter. Dari total itu, sebanyak 11.250 m³ sampah berhasil diangkut dari dalam sungai.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gotong Royong Bersih Sungai Deli yang merupakan kolaborasi Pemko Medan dengan TNI AD terus berjalan. Sejak 27 September hingga 9 Oktober 2023 lalu, gotong royong dengan mengusung tema ‘Peduli Deli’ ini telah dilaksanakan dalam 4 sektor dan berhasil membersihkan Sungai Deli sepanjang 11.450 meter. Dari total itu, sebanyak 11.250 m³ sampah berhasil diangkut dari dalam sungai.

Hal itu terungkap dalam Evaluasi Pelaksanaan Gotong Royong Sungai Deli Kolaborasi Pemko Medan dengan TNI AD yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, H.M Sofyan di Kantor SatPol PP Kota Medan, Selasa (10/10/2023) petang.

“Alhamdulillah, hingga kini pembersihan Sungai Deli yang telah kita lakukan sepanjang 11.450 meter. Jumlah sampah yang terangkut sebanyak 11.250 m³,” ucap Sofyan.

Dengan begitu, kata Sofyan, kegiatan gotong royong itu telah berhasil merealisasikan 16,74 persen dari 68.400 meter target yang ditetapkan, baik sisi kiri dan kanan Sungai Deli.

“Mulai Sektor 1, yaitu mulai Tol Belawan sampai Sektor 4 di Kanal Johor. Ada sekitar 56.950 meter sisa kerja yang harus kita selesaikan,” ujar Sofyan.

Sementara untuk pengorekan sedimen akibat pendangkalan dan penyempitan Sungai Deli yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II berkolaborasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan telah berhasil menyelesaikan sepanjang 1.242 meter. Sementara sedimen yang berhasil diangkat sebanyak 2.025 m³.

Didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan H.M. Husni, perwakilan Kodam I/BB, Kodim 0201/Medan serta BWS Sumatera II, Sofyan menjelaskan bahwa pembersihan Sungai Deli dibagi dalam 4 Sektor Wilayah Kerja. Dijelaskannya, Sektor 1 mulai Tol Belawan sampai RS Delima sepanjang 9,3 km melibatkan 599 orang.

Selanjutnya di Sektor 2 mulai dari RS Delima sampai RS Martha Friska sepanjang 8,9 km (515 orang), Sektor 3 mulai RS Martha Friska sampai Jalan Palang Merah sepanjang 7,5 km (520 orang) dan Sektor 4 mulai Jalan Palang Merah sampai Kanal Johor sepanjang 8,5 km (539 orang).

Dalam evaluasi tersebut, masing-masing Komandan Sektor menyampaikan progres pengerjaan pembersihan Sungai Deli yang telah dilakukan, termasuk kendala yang dialami.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Kota Medan Muhammad Yunus, selaku Komandan Sektor 1 menyampaikan, realisasi kerja yang telah mereka lakukan mulai dari Lapas Lingkungan VII, Kelurahan Martubung sampai dengan Jalan Ileng, Kelurahan Rengas Pulau sepanjang 3.400 meter dari 18.600 meter yang ditetapkan.

Yunus melaporkan, personel yang diturunkan setiap harinya sebanyak 476 orang didukung 3 unit truk typer, 1 unit truk kontainer, 3 unit becak kebersihan, 3 unit mobil pickup patroli, 2 unit eskavator dan 5 unit amphibi. “Jumlah sampah yang terangkut sebanyak 4.760 m³,” ungkap Yunus seraya menambahkan kendala yang dialami yakni pemangkasan kayu di lereng sungai, menaikkan kayu dari lereng sungai ke atas dan jarak tempuh kerja terbilang jauh.

Selanjutnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan Gelora Ginting selaku Komandan Sektor 2 menyampaikan capaian progres yang telah dilakukan hingga kini, ujarnya realisasi kerja yang telah dilakukan sepanjang 2.950 meter dari 17.800 meter target kerja. Pembersihan yang telah dilakukan itu, sebutnya, mulai dari belakang RS Delima sampai Warung Makita.

“Sampah yang berhasil kita angkut sebanyak 2.830 m³. Pembersihan yang dilakukan rata – rata melibatkan sebanyak 471 orang setiap harinya serta didukung beko loader (1 unit), dump truk (2 unit) dan truk typer (1 unit). Guna mendukung kelancaran pembersihan yang dilakukan, kita membutuhkan perbaikan mesin senso, tali penghubung sisi timur dan barat Sungai Deli, armada pengangkut sampah dari TPA serta ban pelampung,” jelas Gelora.

Kemudian, Camat Medan Barat T Roby Chairi selaku Dansub Sektor 3 mengungkapkan, realisasi pembersihan telah dilakukan mulai dari RS Martha Friska sampai Jalan Inspeksi Lingkungan VI Pulo Brayan Kota sepanjang 1.700 meter dari 15.000 meter target yang ditetapkan.

“Personel harian yang diturunkan sebanyak 427 orang, sedangkan sampah yang diangkat sebanyak 860 m³. Pembersihan dilakukan didukung dengan typer (10 unit), beko (1 unit), truk tangga (1 unit), dump truk (2 unit), ekskavator ampibi (1 unit), dan long arm (1 unit),” terang Roby.

Adapun kendala yang dialami, ungkap Roby, dalam kelancaran pembersihan Sungai Deli di antaranya terbatasnya dump truk untuk pengangkutan sampah. Kemudian, kesulitan dalam pengangkutan hasil pemangkasan pohon di tengah sungai serta akses jalan yang sempit dikarenakan berada di daerah pemukiman.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Medan Rakhmat Adi Syahputra Harahap selaku Komandan Sektor 4 memaparkan, realisasi pembersihan yang telah dilakukan mulai dari Jalan Palang Merah sampai dengan Jalan Brigjen Katamso (Kecamatan Medan Maimun) sepanjang 3.400 meter dari 17.000 meter target yang ditetapkan.

“Rata – rata personel harian yang diturunkan sebanyak 367 orang didukung truk tangga (2 unit) yang standby, truk typer (4 unit), becak sampah (5 unit), ambulans sampah (1 unit) dan perahu karet (2 unit). Jumlah sampah yang berhasil kita angkut sebanyak 2.800 m³,” terang Rakhmat.

Dalam melakukan pembersihan, Rakhmat menuturkan, kendala yang dialami di antaranya tidak terdapat akses masuk untuk alat berat di pemukiman warga, Komplek Rukan, dan pemukiman warga di bantaran sungai. Selain itu, ujarnya tidak terdapat akses masuk truk sampah ke lokasi gotong royong.

“Mobil tangga tidak beroperasi secara maksimal karena terhalang rumah warga. Selain itu, ada warga yang komplain terhadap pembersihan lereng sungai di pemukiman warga serta kenaikan air sungai yang menghambat pembersihan,” ujarnya.

Usai mendengar laporan yang disampaikan masing-masing komandan sektor, Sofyan mengingatkan agar apa yang menjadi permasalahan di setiap sektor harus diselesaikan. Artinya, jelasnya, permasalahan yang ada itu jangan dilangkahi (ditinggalkan) di setiap titiknya.

“Sesuai pesan Pak Wali kepada kita, setiap persoalan yang ditemui dalam pembersihan Sungai Deli harus diselesaikan. Sebab pembersihan dilakukan bukan hanya mengejar target volume, tapi kualitas pekerjaan yang harus dicapai. Ini (kualitas pekerjaan) yang diinginkan Pak Wali,” pungkasnya.
(map/ram)

Beras Diduga Sintetis di Binjai Tidak Ditarik Bulog dari Pasaran

KETERANGAN: Wakil Pimpinan Cabang Bulog Medan, Matius Prananta Sitepu (pegang beras) usai memberikan keterangan didampingi Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi dan instansi terkait di Balai Kota Binjai.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Badan Urusan Logistik (Bulog) menanggapi isu beras yang disalurkan mereka diduga mengandung plastik atau sintetis. Meski demikian, Bulog berkeyakinan bahwa beras yang mereka salurkan telah dilakukan uji laboratorium secara mendalam dan tidak seperti apa yang diisukan, diduga mengandung plastik atau sintetis.

Meski isu dugaan beras sintetis bergulir kencang, Bulog juga menegaskan, beras tersebut tidak akan ditarik dari pasaran.

“Tidak (ditarik dari pasaran), kami berkeyakinan hasil uji kami valid,” jelas Wakil Pimpinan Cabang Bulog Medan, Matius Prananta Sitepu, memenuhi undangan pertemuan yang digelar Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi di Balai Kota Binjai, Selasa (10/10/2023).

Selain Bulog, pertemuan itu juga dihadiri perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut serta instansi terkait dari Pemerintah Kota Binjai.

Matius yang mewakili Bulog juga mendukung langkah penyidik Satreskrim Polres Binjai untuk melakukan penyelidikan terkait beras diduga sintetis tersebut. Sejalan dengan ini, penyidik juga sudah mengirimkan sampel beras yang diduga sintetis tersebut ke Laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech di Bogor.

“Terkait rencana untuk dilakukan uji kualitas, kami mendukung untuk memastikan kembali bahwa beras yang kami salurkan tidak mengandung unsur plastik,” seru dia.

Matius menambahkan, beras yang tersedia di Gudang Bulog saat ini, merupakan beras pemerintah yang diimpor dari beberapa negara. Seperti Vietnam, Thailand, India, Pakistan dan Myanmar.

Untuk dapat tiba di Indonesia, kata Matius, juga telah dilakukan pemeriksaan kualitas yang panjang dan cukup ketat.

“Pertama dari negara pengekspor sendiri, beras itu sebelum naik ke kapal menuju ke Indonesia, sudah melalui pemeriksaan kualitas oleh otoritas pengawas makanan di negara pengirim. Kemudian juga setelah beras sampai di Indonesia, Ada dua badan yang melakukan pemeriksaan,” kata dia.

“Yang pertama Sucofindo, yang memeriksa kualitas juga. Dan kedua, Balai Karentina Kementrian Pertanian. Jadi kalau barang itu hasil ujinya tidak memenuhi, tidak akan bisa dibongkar dan tidak bisa masuk ke gudang kami,” urainya.

Jika hasil uji sudah terpenuhi, disitu lah beras didistribusikan. Salah satu penyalurannya disebut dengan kemasan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Sampai dengan September 2023 ini, beras yang masuk di Gudang Bulog Cabang Medan sebanyak 50 ribu ton,” tambahnya.

Sementara, Kepala UPT Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura, Marino menjelaskan, pihaknya sudah mendapat wewenang dari pusat untuk mengambil sampel bares yang diduga mengandung kandungan plastik.

“Kami mengambil sampel yang akan kami kirim ke laboratorium terakreditasi. Mohon izin, harapan kita 7 sampai 10 hari sudah diketahui hasilnya,” ujar Marino.

Untuk dapat membuktikan beras tersebut masuk kategori beras plastik atau bukan, Marino menyebut, uji kualitas menggunakan 14 parameter. “Parameter itu sesuai dengan amanat daripada Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) pusat yang berada di bawah Badan Pangan Nasional,” katanya.

“Harapan kami, waktu yang sudah ditentukan itu bisa lebih dipersingkat lagi menjadi prioritas utama. Agar isu yang beredar dapat terselesaikan, sehingga masyarakat tidak resah lagi seperti kondisi saat ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar video berdurasi dua menit menampilkan seorang ibu-ibu protes terhadap nasi dari hasil beras yang dibelinya di Gerakan Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kota Binjai di Kelurahan Berngam, Binjai Kota. Ibu tersebut membanding dua nasi yang dikepal seperti bola.

Satu nasi berasal dari beras bulog yang dibelinya pada kesempatan Gerakan Pasar Murah dan satu nasi lainnya berasal dari kilang. “Kalau yang ini (beras bulog) kayak lebih padat, kalau yang ini (dari kilang) dilihat dari teksturnya lebih agak lembek, benyek gitu,” ujar seorang wanita dalam video tersebut.

Dalam video ini, ibu tersebut juga melempar kepalan kedua nasi ke arah lantai. “Ha membal dia yang beras Bulog, dicurigai. Kalau ini beras yang dari kilang, tidak,” tukasnya. (ted/ram)

Diskominfo Sumut Ajak Jurnalis Berkolaborasi Sukseskan Pemilu dan PON 2024

Kegiatan Kunjungan Media dan Diskusi Terpumpun di lantai III, Aula Mess Pemprovsu Pora-pora, Kecamatan Parapat, Kabupaten Simalungun.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumatera Utara, mengajak Forum Wartawan Pemprov (FWP) Sumut berkolaborasi dan bersinergi dalam menyukseskan agenda besar nasional, yang akan dilaksanakan di Sumut, yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumut.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo Sumut, Harvina Zuhra mewakili Kepala Dinas Kominfo Sumut, Ilyas Sitorus dalam kegiatan Kunjungan Media dan Diskusi Terpumpun, di lantai III, Aula Mess Pemprovsu Pora-pora, Kecamatan Parapat, Kabupaten Simalungun, Rabu 11 Oktober 2023.

Dalam kegiatan ini, dihadiri oleh Ketua FWP Sumut, Zulkifli Harahap, Dewan Penasehat FWP, Khairul Muslim, Ketua Panitia, Irwan Ginting dan dimoderatori Benny Pasaribu serta puluhan jurnalis tergabung dalam FWP Sumut.

Kabid IKP Dinas Kominfo Sumut, Harvina Zuhra mengajak jurnalis yang hadir dalam acara ini, membuat Focus Group Discussion (FGD), untuk mendapatkan gagasan dan ide-ide dalam menyukseskan Pemilu 2024 dan PON 2024.

“Kesiapan wartawan Pemprov Sumut, yang bertugas di Kantor Gubernur Sumut. Bisa sama kita sukseskan agenda besar di tahun 2024, yaitu Pemilu 2024 dan PON 2024. Yang perlu sama-sama kita sukseskan. Karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, harus bersinergi bersama pihak lain terutama jurnalis,” jelas Vina sapaan akrab dari Harvina Zuhra.

Vina berharap ke depannya diperkuat kolaborasi dan sinergi antara Pemprov Sumut dan FWP Sumut. Tujuan dan target terhadap Pemilu 2024 dan PON 2024, berjalan dengan lancar dan sukses tahun depan.

“Hari ini, sesuai dengan jadwal melaksanakan FGD. Pemilu 2024 dan PON 2024. Kita membahas dua area itu. Bagaimana kita bersinergi antara Pemprov Sumut dan media. Sehingga menjalankan tugas dan fungsi masing-masing,” ucap Vina.

Vina mengungkapkan pihaknya juga tengah melakukan persiapan terkhususnya dalam penyelenggaraan PON 2024, seperti Bidang Informasi dan Teknologi, nanti ada aplikasi khusus PON Aceh-Sumut.

“Kemudian, Kominfo juga terlibat penyiapan broadcasting, media center dan publikasi . Itu sedang kita melakukan penyusunan” kata Vina.

Lanjut Vina mengatakan jurnalis sangat strategis memberikan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat ikut serta juga menyukseskan Pemilu 2024, termasuk PON 2024 juga.

“Kami apresiasi atas kebersamaan kita, mudah-mudahan awal lebih baik kedepannya,” tutur Vina.

Ketua FWP Sumut, Zulkifli Harahap, mengungkapkan apresiasi dan bangga terhadap Dinas Kominfo Sumut, melibatkan jurnalis dalam menyukseskan Pemilu 2024 dan PON 2024.

“Saya merasa sangat senang, saya selaku Ketua FWP Sumut, respon dan apresiasi dari Pemprov Sumut. Artinya, kemitraan kita dengan Pemprov Sumut, khususnya Dinas Kominfo Sumut berjalan dengan baik,” ucap Zulkifli.

Zulkifli mengharapkan dalam FGD ini, ada gagasan dan ide tercipta serta dibangun, yang dikemukakan jurnalis sebagai peserta dalam diskusi ini. Dengan tujuan kolaborasi dan sinergi dalam menyukseskan agenda Sumut pada tahun depan.

“Karena kita dari wartawan melibatkan dalam menyukseskan Pemilu 2024 dan PON 2024. Nanti kita diskusikan, dimana peran-peran kita nantinya. Karena, sebagai konkrit kedepannya,” tandas Zulkifli.

Sementara itu, Dewan Penasehat FWP Sumut, Khairul Muslim mengungkapkan dalam pelaksanaan PON 2024, ada tiga poin diusung oleh Pemerintah Indonesia, yakni sukses penyelanggaraan, sukses prestasi dan sukses administrasi.

“Semua itu, tidak lepas bagaimana kita bersama-sama Pemprov Sumut, untuk menyukseskan PON 2024,” jelas Khairul Muslim.

Khairul Muslim mendorong jurnalis tergabung dalam FWP Sumut, dapat juga memberikan kontribusi dalam peningkatan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari 2024.

“Mari kita mengedukasi masyarakat untuk menyukseskan Pemilu 2024 serta ikut juga menyukseskan PON 2024. Karena, dalam dua agenda besar Sumut ini, peran media dan jurnalis sangat penting,” pungkasnya.

Dalam diskusi ini, sejumlah jurnalis menyampaikan pendapat dan saran dalam menyukseskan Pemilu 2024 dan PON 2024. Hasil FGD ini, ada berapa poin disimpulkan, pertama wartawan Pemprovsu siap berperan aktif menyukseskan agenda besar nasional di Sumut, yaitu Pemilu dan PON 2024

Kedua, wartawan Pemprovsu ikut berperan dalam rangka desiminasi informasi dalam rangka sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan, sukses administrasi PON 2024.

Ketiga, wartawan bersinergi dengan pemerintah untuk menggerakkan masyarakat untuk menggunakan hak pilih, menolak hoax dan menjaga persatuan dan kesatuan serta merawat keberagaman Sumut.

Keempat, FWP Sumut dan Dinas Kominfo Sumut, menjemput bola untuk peningkatan kapasitas wartawan, untuk siap sebagai agen komunikasi sukses Pemilu 2024 dan PON 2024.(gus)