28 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 1131

Ini Tanggapan Baskami Ginting Terhadap Kader Demo Ketua PDIP Sumut

Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPD Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon di demo atas dugaan korupsi dana Covid-19 di Kabupaten Samosir tahun 2020, lalu. Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting menyayangi sikap dari kader dan simpatisan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPD PDI Perjuangan di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan, Selasa (12/9/2023) lalu.

Baskami menilai tidak ada gunanya dan manfaatnya sesama kader politik ribut hingga menggelar unjuk rasa. Apa lagi, saat ini sudah masuk tahun politik. Seharusnya, sesama kader partai di PDI Perjuangan harus solid, untuk dapat menang di Pileg dan Pilpres tahun 2024. Ia mengatakan seharusnya, sesama kader sudah fokus bekerja untuk meraih kemenangan di Pemilu 2024.

“Ini tahun politik, tahun politik itu artinya tidak ada artinya kita ribut sesama kader partai, gak ada untungnya,” ungkap Baskami, Kamis (14/9/2023).

Baskami meminta kepada kader-kader PDI Perjuangan untuk mendapatkan permasalahan di internal secara musyawarah. Tidak perlu menggelar unjuk rasa, apa lagi yang unjuk rasa kader demo kader.

“Kalau ada permasalahan satu meja kita berunding untuk menyelesaikannya. Masa orang PDIP demo orang PDIP,” ucap politisi senior PDI Perjuangan tersebut.

Baskami mengatakan kader dan anggota partai politik, harus loyal kepada pemimpinnya. Bukan malah sebaliknya, bila ada kesalahan bisa dilaporkan ke Dewan Kehormatan PDI Perjuangan, tidak meski melakukan unjuk rasa tersebut.

“Bagaimana Ketua PDIP salah, kita harus melindungi dia. Bukan menutupi kesalahan dia, tidak. Nanti ada Dewan Kehormatan, kita kasihkan aja dewan kehormatan kesalahan dia,” jelas Baskami.

Baskami menduga ada pihak ketiga dibelakang aksi unjuk rasa ini. Sehingga berdampak akan memperkeruh secara internal partai di PDI Perjuangan.

“Gak meski kita ribut kan, seolah-olah ada keinginan pihak ketiga dibelakang itu. Karena itu, saja tidak setuju. Partai lain, tepuk tangan lah. Itu mau dipilih, ribut aja kerjanya. Saya menyayangi apa terjadi itu (demo),” jelas Baskami.

Baskami mengungkapkan tidak perlu penegak hukum didesak untuk menangkap Rapidin Simbolon. Kalau dia bersalah, pasti akan diproses Kejati Sumut sesuai dengan hukum yang ada.

“Kenapa aparat kok didesak-desak, apa hubungannya desak aparat?. Kalau dia salah, ada proses hukumnya. Yang desak itu, orang PDI Perjuangan, ada apa ini?. Saya tidak menuduh si A, B dan si C. Ini minta Kejati Sumut tangkap ini, loh ada apa ini?,” jelas Baskami.

Baskami mengaku tidak setuju kader-kader PDI Perjuangan, bila ada permasalahan harus dilakukan unjuk rasa. Karena, ada peraturan dan mekanisme partai secara internal PDI Perjuangan, bisa ditempuh.

“Saya tidak setuju, kader-kader partai ada masalah apa pun di partai kita, cukup internal aja yang mengerjakannya. Kita kerjakan, ada dewan kehormatan,” ucap Baskami.

Baskami mengungkapkan bila kuat dugaan korupsi Baskami silakan membuat laporan ke Dewan Kehormatan DPP PDI Perjuangan. Karena, akan diproses dan banyak juga kader bersalah dipecat sebagai anggota atau petugas partai di PDI Perjuangan.

“Banyak orang bersalah dipecat dewan kehormatan dia. Bukan tidak ada, ini sampai unjuk rasa, mempermalukan. Dia pakai baju Banteng, yang di demo orang banteng, jeruk makan jeruk. Ada apa ini?, kalau menyelesaikan ini, sampaikan ke pusat, sampaikan dewan kehormatan,” tandas Baskami.

Diberitakan sebelumnya, ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut. Menuntut Ketua DPD PDI Perjuangan, Rapidin Simbolon meletakkan jabatannya.

Tuntutan para demo meminta Rapidin turun dari jabatannya, karena diterpa isu diduga terlibat dugaan korupsi dana Covid-19 di Kabupaten Samosir tahun anggaran 2020.

“Kalau memang salah, katakan salah. Kalau memang benar adakan gugatan atau minta surat sepotong kepada Kejaksaan Tinggi agar kami di bawah ini tidak terjadi pro kontra,” kata Tegap menggunakan pengeras suara.

Terpisah, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon membantah atas tudingan dirinya terlibat atau menikmati dana bantuan Covid-19 Kabupaten Samosir tahun anggaran 2022, lalu.

Rapidin mengatakan saat demo berlangsung dirinya sedang berada di Kepulauan Nias, dalam rangka melakukan konsolidasi internal partai bersama pengurus dan kader, untuk dapat memenangkan PDI Perjuangan dan Bacapres Ganjar Pranowo di Pemilu 2024.

Rapidin menjelaskan bahwa dirinya tidak ada satu rupiah mengambil uang dana Covid-19 tersebut. Sehingga dia menilai tidak tepat, bila ikut terlibat dalam kasus dugaan korupsi seperti apa, sehingga dia menilai tidak tepat, bila ikut terlibat dalam kasus dugaan korupsi seperti apa ditudingkan selama ini.

“Apa dituduhkan mereka itu, apa disampaikan tentang saya dan keterlibatan saya bantuan Covid-19 tahun 2020, adalah tidak benar,” kata Rapidin. (gus/ram)

Kalapas Binjai dan Anggota Cek Urin Berkala

TES: Kalapas Binjai, Theo Adrianus Purba (kanan) saat menyerahkan tes urin kepada petugas BNNK Binjai.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional melakukan pemeriksaan atau tes urin kepada Kalapas Binjai, Theo Adrianus Purba dan anggotanya melaksanakan tes urin, Kamis (14/9/2023).

Theo sebagai orang pertama yang memberikan urinnya kepada petugas BNNK Binjai. Kemudian diikuti para jajaran dan anggota.

“Kami bersinergi dengan BNN Kota Binjai dalam melaksanakan kegiatan tes urin, sesuai amanat P4GN, bagaimana kita melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran serta penggunaan narkoba di Kota Binjai,” ujar Theo.

Dia menjelaskan, pemeriksaan urin terhadap seluruh anggota dan jajaran di Lapas Binjai memang dilakukan secara berkala, setiap 3 bulan sekali. Langkah ini dilakukan juga sebagai bentuk meminimalisir pengguna narkoba yang terjadi di lingkungan ASN.

“Paling tidak kami sebagai ASN di Lapas Binjai, juga harus melakukan pengawasan melekat kepada para petugas kami. Salah satu mekanisme yang digunakan tes urin, untuk mengukur bagaimana perilaku dari pegawai kami, apakah ada terindikasi menggunakan narkoba atau tidak,” ujar dia.

Ketika ada ASN di Lapas Binjai yang terindikasi sebagai pengguna narkoba, ujar dia, hal tersebut memberikan dampak besar. Terutama terhadap kinerjanya.

“Karena ini juga dampaknya akan sangat tidak baik, terhadap kinerja dan juga organisasi. Lewat mekanisme tes urin ini, mudah-mudahan nanti kami bisa ketahui bagaimana hasilnya,” bebernya.

Dia berharap, seluruh pegawai Lapas Binjai tidak ada yang terindikasi sebagai pengguna narkotika. “Harapan kami, pegawai di Lapas Binjai tetap dapat menjaga integritasnya,” serunya.

Jika nanti ada yang positif, Theo menegaskan, akan ada sanksi sesuai peraturan yang berlaku. “Kalau memang nanti ditemukan positif, kami akan kerjasama dengan Kepala BNN, untuk yang bersangkutan ini dapat mendapatkan rehabilitasi,” ujarnya.

Terakhir kali, tes urin dilakukan pada Mei 2023. Theo mengucapkan puji syukur atas hasil tes urin tersebut.

“Sebelumnya kita laksanakan tes urin bagi seluruh petugas, hasilnya negatif semua,” kata dia.

Sementara, hasil pemeriksaan urin kali ini belum keluar. Menurut Kepala BNNK Binjai, Ucok Deri Sembiring mengakuinya.

“Gak bisa langsung karena masih dalam proses administrasi. Mungkin nanti hasilnya diumumkan pada Pak Kalapas Binjai, setelah saya rapatkan dengan anggota,” ujarnya.

Dia menyebut, ada 122 orang jumlah seluruhnya yang dites urin. “Kegiatan tes urin yang dilakukan sebagai bentuk sinergitas antara BNN dengan Lapas Binjai dan kita sudah lakukan (tes urin) terhadap 122 orang,” tukasnya. (ted)

Hanya 30 Menit, Enam Rumah Di Gunungsitoli Rata Dengan Tanah

KEBAKARAN: Lokasi Kebakaran Enam Rumah Warga di Jalan Tirta Komplek KBN Kota Gunungsitoli. Tampak para petugas pemadam kebakaran, personil BPBD dan Personil Polres Nias masih melakukan penyemprotan air untuk memastikan api telah benar-benar padam.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Enam rumah warga di Jalan Tirta Umbu Komplek KBN Kelurahan Ilir Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli mengalami musibah kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun diperkirakan kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah.

Ke enam rumah warga yang terbakar itu berada di lokasi padat penduduk dan terbuat dari kayu, ditambah tiupan angin pada saat kejadian membuat seluruh bangunan hanya dalam tempo lebih kurang 30 menit seluruh bangunan hangus terbakar hingga rata dengan tanah.

Ama Fika Harefa salah seorang warga yang rumahnya ikut terbakar mengaku saat kejadian sedang bekerja membuat perabot rumah tangga tak jauh dari rumahnya.

“Saya lagi kerja tiba-tiba ada orang berteriak kebakaran. Dan saya langsung menghampiri, saya melihat api sudah membumbung tinggi. Kemudian saya langsung berusaha menyelamatkan barang sembari mengambil air untuk memadamkan api,”ungkap Ama Fika kepada Sumut Pos di lokasi kebakaran, Kamis (14/9/2023).

Menurut Ama Fika, ke enam unit rumah yang terbakar itu terbuat dari kayu ditambah hembusan angin mengakibatkan api cepat menjalar dan membakar seluruh bangunan hingga rata dengan tanah.

“Rumah di sini rata-rata terbuat dari kayu pak, makanya cepat terbakar. Barang kami hanya sebagian yang bisa saya selamatkan. Beruntung mobil pemadam cepat datang, kalau tidak rumah warga lainnya akan ikut terbakar,” bebernya.

“Memang posisi pada saat terjadi kebakaran kebetulan istri saya tidak di rumah, anak saya 5 orang di sekolah pak. Ada dua orang anak kos juga tidak rumah, sehingga semua barangnya hangus terbakar,” sambungnya.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli, pemilik rumah yang terbakar antara lain Ama Clara Halawa (Pemilik) Ama Carla Mendrofa (Penyewa), Ama Clara Halawa (pemilik) Moni (Penyewa), Ama Siska Zebua (dua lantai), Ama Fika Harefa (Pemilik) Ina Blest Waruwu (Penyewa), Ama Fika Harefa (pemilik) Simanungkalit (penyewa) dan rumah Ama Sandra Zebua.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB oleh tim pemadam kebakaran dari BPBD Kota Gunungsitoli, BPBD Kabupaten Nias, PDAM, dan Polres Nias dan warga sekitar juga turut membantu pemadaman api.

Kepala BPBD Kota Gunungsitoli, Ir. Ignasius Harefa, mengatakan penyebab kebakaran dan kerugian materi akibat kebakaran tersebut belum diketahui dan masih dalam penyelidikan.

Sementara mobil pemadam yang diturunkan ke lokasi sebanyak dua unit DAMKAR Pemko Gunungsitoli, dibantu satu unit mobil tangki BPBD Kota Gunungsitoli, satu unit mobil tangki BPBD Kabupaten Nias, satu unit mobil tangki PDAM Tirta Umbu dan satu unit mobil tangki milik Polres Nias.

“Untuk kerugian materi dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun kita perkirakan kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah,” kata Ignasius ketika dihubungi Sumut Pos melalui pesat whatsapp, Kamis sore (14/09/2023).

Ignasius juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap bahaya kebakaran.

“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap bahaya kebakaran. Pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik dan pastikan tidak meninggalkan benda yang mudah terbakar di dekat kompor,” himbau Ignasius. (adl/ram)

JTTS Tahap I Hampir Rampung, DPRD Sumut Harapkan Terwujudnya Pengembangan Wilayah Berkelanjutan

RAPAT: Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting (tengah) saat rapat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting, menyambut baik segera rampungnya ruas jalan tol yang berada dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tahap I jelang akhir tahun ini.

Politisi PDI Perjuangan itu berharap, ruas tol yang menghubungkan berbagai daerah di Sumut itu harus disusul dengan pengembangan wilayah yang berkelanjutan.

Baskami menilai, selain pertumbuhan ekonomi, keberadaan jalan tol juga diharapkan mampu meningkatkan pemerataan pembangunan dan pengembangan wilayah yang berkelanjutan.

“Kita mendorong aktivitas ekonomi di daerah-daerah yang dilalui ruas tersebut lebih ditingkatkan agar kontribusi jalan tol itu signifikan,” ucap Baskami, Kamis (14/9/2023).

Baskami mengatakan, dengan kehadiran ruas tol ini, nantinya timbul pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang membangkitkan potensi lokal.

“Jika kelancaran mobilitas arus barang dan jasa tercapai,maka pusat industri, sentra pertanian dan pengembangan pariwisata dapat berlangsung secara bersamaan dan simultan. Syaratnya, pengembangan wilayah sekitar harus terus dilakukan dan peningkatan kualitas jalan non tol juga diupayakan,” ujarnya.

Baskami mengatakan, saat ini Pemprovsu tengah menggenjot pengerjaan proyek peningkatan infrastruktur provinsi. Ia berharap dengan rampungnya proyek provinsi tersebut dan selesainya JTTS oleh pemerintah pusat, maka akan semakin memberikan kontribusi positif bagi konektivitas di Sumatera Utara.

“Di Simalungun jalan provinsi hampir rampung, juga jalan alternatif Medan – Berastagi dan di banyak daerah. Proyek yang digagas pemerintah pusat yaitu jalan tol trans Sumatera koheren dengan peningkatan infrastruktur provinsi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sesuai pemaparan PT Hutama Karya (Perserp) JTTS secara total sepanjang 2.775 km.

Di Sumatera Utara, jalan tol yang belum beroperasi dan masih tahap konstruksi di antaranya, Binjai- Pangkalan Brandan sepanjang 58 km. Progres konstruksi 85 persen dengan nilai investasi pembangunan Rp 11,3 triliun.

Tol Kisaran-Indrapura, progres konstruksi 90 persen dengan nilai investasi pembangunannya Rp 6,7 triliun. Kuala Tanjung-Tebing Tinggi Siantar 93km dengan konstruksi 87 persen, ruas itu dibangun dengan nilai investasi Rp 13,7 triliun.
(map/ram)

Pekan Olahraga Kelurahan Cabor Futsal dan Bola Voli Paling di Gemari Penonton

MENONTON: Danramil 13 Tebingtinggi Kapten Inf Yudi Candra didampingi Ketua Umum KONI Tebingtinggi Anton dan Abdullah Sani Hasibuan menonton final pekan olahraga kelurahan cabor bola voli dan cabor bulu tangkis.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Futsal, bulutangkis, bola voli, dan tenis meja merupakan cabang olahraga yang paling banyak penontonnya selama pelaksanaan Pekan Olahraga Tingkat Kelurahan se-Kota Tebingtinggi yang merupakan kerjasama Komite Olahraga Nasional (KONI) dan Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata selama seminggu tanggal 8-15 September 2023.

Dari venue-venue lokasi pertandingan seperti cabor futsal di Gedung Olahraga Asber Nasution setiap harinya dipadati para penonton, masuk semifinal dan final penonton membludak, begitu juga cabor bola voli di Lapangan Voli Sri Mersing, pada laga final antara kesebelasan Kelurahan Rantau Laban dan Kelurahan Tambangan dengan kemenangan scor 2-0 oleh Kelurahan Rantau Laban meraih mendali emas posisi pertama, Kelurahan Tambangan meraih mendali perak diposisi kedua.

Sedangkan untuk venue Cabor Bulu Tangkis dilaksanakan di Gedung Olahraga Marahalim, juga di padati penonton, begitu juga dengan Cabor Tenis Meja dilaksanakan di Gedung Haji Kota Tebintinggi.

Ketua Umum KONI Kota Tebingtinggi, Anton yang menyaksikan pertandingan di semua venue pada Pekan Olahraga Kelurahan se Kota Tebingtinggi mengatakan bahwa kegiatan pekan olahraga kelurahan ini sangat membantu perekonomian warga, dikarenakan bazar-bazar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sangat terbantu dengan adanya pekan olahraga kelurahan ini.

Bukan sektor UMKM yang terbantu, dilain hal, memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat menjadi event penting dalam meningkatkan prestasi olahraga di Kota Tebingtinggi, dengan adanya pekan olahraga kelurahan ini, akan muncul bibit-bibit atlit berprestasi di Kota Tebingtinggi.

“Nantinya dari pekan olahraga kelurahan ini, kita akan mendapatkan atlit baru yang nantinya kita bina menjadi atlit binaan KONI Kota Tebingtinggi. Pekan olahraga kelurahan ini ternyata telah membangkitkan semangat olahraga di Kota Tebingtinggi,” papar Anton, Kamis (14/9) petang.

Menurut Anton, kedepannya event pekan olahraga kelurahan se Kota Tebingtinggi akan dijadikan agenda rutin KONI Tebingtinggi berkerja sama dengan Pemko Tebingtinggi.

“Kami harapkan ini menjadi event tahunan di Kota Tebingtinggi, selain melahirkan atlit berprestasi, maka ini akan menjadi modal KONI Tebingtinggi dalam menghimpun atlit atlit di semua cabor,” bilangnya.

Senada dengan Ketua KONI Tebingtinggi, Danramil 13 Tebingtinggi, Kapten Inf Yudi Candra ikut menyaksikan semua pertandingan pekan olahraga kelurahan, menurutnya, pekan olahraga ini sangat positif dilaksanakan di Kota Tebingtinggi, karena selain mendongkrak perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM, juga membangkitkan semangat olahraga di tengah tengah masyarakat dan mengolahragakan masyarakat.

“Sebagai Forkompinda Kota Tebingtinggi, kita sangat mendukung kegiatan pekan olahraga kelurahan se kota Tebingtinggi, selain mencetak atlit berprestasi, tapi pekan olahraga kelurahan ini juga membangun semangat kebersamaan dalam menjaga kekondusifan di Kota Tebingtinggi sebagai ajang silaturahmi tingkat kelurahan,” jelas Kapten Inf Yudi Candra.

Kedepannya, harap Kapten Inf Yudi Candra, pekan olahraga kelurahan hendaknya jumlah cabor ditambah, sehingga pelaksanaan ini menjadi ramai dikunjungi masyarakat untuk menonton. Menurutnya, kedepannya, akan juga dilaksanakan event kejuaraan bulutangkis untuk memperebutkan piala Dandim 0204 Deli Serdang.

Sedangkan Ketua Pengkot Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Jamnas Arianto mengatakan dirinya mengaku sangat puas dalam pelaksanaan kegiatan olahraga kelurahan se Kota Tebingtinggi, diharapkan kedepannya pekan olahraga kelurahan dilaksanakan kembali dengan cabor-cabor lainnya. (ian/ram)

Kuasa Hukum Desak Polres Dairi Segera Tangani Dugaan Penganiayaan & Pengeroyokan

RAWAT: Korban dugaan penganiayaan dan pengeroyokan, Fani Pradana Bancin menjalani perawatan di RSUD Sidikalang usai dikeroyok pelaku, KN dan kawan-kawan, Minggu (10/9/2023).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Rinaldi Maha and partners, yang merupakan kuasa hukum Fani Pradana Bancin (25) warga Kelurahan Kuta Gambir, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, mendesak Kepolisian Resor Dairi, menuntaskan dugaan tindakan penganiayaan dan pengeroyokan dilakukan, KN dan kawan-kawan, pada Minggu (10/9/2023).

Rinaldi Maha kepada wartawan mengatakan, selaku kuasa hukum sudah meneken surat kuasa terkait kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan sesuai laporan polisi nomor: STTLP/B/391/IX/03/SPKT/Polres Dairi/Polda Sumatera Utara.

Rinaldi mengatakan, dari keterangan korban, kronologi awal tindak pidana dugaan penganiayaan dan pengeroyokan bermula saat korban sedang antre mau naik wahana permainan Kora-Kora di Pasar Malam berlokasi di lapangan Sudirman Sidikalang, Minggu (10/9/2023) sekira pukul 21 Wib.

Saat mengantre tersebut, KN menuduh korban mendorong dari belakang. Dengan menggunakan bahasa daerah, KN bertanya kepada korban kenapa mendorong dirinya. Sementara, korban mengaku tidak mengerti bahasa daerah diucapkan pelaku.

Setelah selesai naik permainan dan turun, ternyata pelaku dan kawan-kawannya sudah menunggu korban.

Begitu turun, pelaku KN mendekati korban dan berkata ayoklah kita main sor kali aku sama kamu. Ajakan pelaku tak disahuti korban. Dan korban berkata, kenapa kita berantam malu dilihat orang ramai.

Korban tiga kali menghindar, tetapi pelaku terus menantang seperti jagoan.

“Kita tidak mengetahui apa motivasi pelaku sampai melakukan seperti itu,” ujar Rinaldi.

Rinaldi menyebut, antara korban dan pelaku, sebelumnya tidak saling kenal. Apalagi, terkait kasus ini, mendapat atensi dari sejumlah organisasi dan tokoh Pakpak sehingga harus segera dituntaskan Polres Dairi agar tidak melebar jadi isu Sara.
.
Sementara itu, Fani Pradana Bancin menerangkan, apa yang telah disampaikan kuasa hukum, seperti itulah kejadian sebenarnya.

“Saya dianiaya dan keroyok lebih dari 10 orang. Saya tidak melawan, bahkan pelaku saya lihat masih di bawah umur saya. Saya sudah berusaha menghindar supaya tidak terjadi keributan,” ujarnya.

Namun, pelaku terus mendorong-dorong hingga terjadi penganiayaan serta pengeroyokan.

“Saya mengalami luka di bagian wajah pelipis mata, mata saya memerah serta luka memar di kepala. Luka lecet di bagian tangan dan kaki,” tambahnya.

Ia berharap, kasus penganiayaan serta pengeroyokan diusut tuntas. Hal sama disampaikan teman korban, Andi (25) serta Hari Setiawan (25), apa yang diterangkan korban, adalah semuanya benar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kapolres Dairi AKBP Ronny Nicholas Sidabutar melalui KBO Satreskrim Ipda Parlin Harahap dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini proses penyelidikan terhadap kasus itu sedang berlangsung.

“Sejumlah saksi dari kedua belah pihak sudah kita mintai keterangan. Dalam kasus ini, kedua belah pihak saling lapor. Jadi keduanya kita proses. Dalam waktu dekat, akan kita gelar perkara, untuk penetapan status status penyidikan,” ungkap Ipda Parlin Harahap.(rud/ram)

Deli Husada Delitua Sosialisasikan Pencegahan Penyakit Degeneratif di RMI

BERSAMA: Tim Program Pengabdian Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua diabadikan bersama saat on air di Radio Maria Indonesia pada frequensi 104.2 FM. (Istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Institut Kesehatan Deli Husada Delitua menggelar program pengabdian masyarakat, dengan menyosialisasikan pencegahan penyakit degeneratif melalui on air di Radio Maria Indonesia (RMI) pada frequensi 104.2 FM.

Kegiatan ini dilaksanakan di Lantai 5 Gedung Christosophia Chatolic Centre Building, Jalan Mataram No 21, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru.
Adapun Tim Program Pengabdian Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua, diketuai Vitrilina Hutabarat MKeb, dengan anggota Apt Sofia Rahmi MSi, dan Apt Rika Puspita Sari MSi.

Vitrilina mengatakan, siaran untuk menyosialisasikan pencegahan penyakit degeneratif ini, dilakukan sekali seminggu.

“Kami gelar setiap Jumat, pada pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB, on air di RMI. Dan ini sudah dimulai sejak 18 Agustus lalu. Kagiatan ini pun akan berakhir pada 20 Oktober 2023 mendatang,” ungkap Vitrilina.

Vitrilina juga pun menuturkan, adapun topik-topik yang dibahas dalam sosialisasi pencegahan penyakit degeneratif ini, seperti the probiotic as complementary medicine, minyak kelapa sebagai makanan fungsional, dan pencegahan penyakit kardiovaskular dengan pola hidup sehat.

“Selain itu, dibahas juga topik tentang nature hyperemesis gravidarum (HEG) treatment, memahami diabetes melitus dan pola makannya, serta tips pencegahan tuberculosis (TBC),” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kegiatan sosialisasi melalui on air di RMI ini, akan terus dilaksanakan setiap Jumat.

“Selain sosialisasi melalui radio, kami juga melaksanakan cek kesehatan gratis. Cek kesehatan ini kami laksanakan pada 22 September nanti. Dan ini (cek kesehatan) kami berikan bagi para pendengar dan pengisi acara di RMI,” beber Vitrilina.

Menurut Vitrilina, para pendengar sangat antusias menyimak sosialisasi tentang pencegahan penyakit degeneratif yang disampaikan melalui RMI.

“Hal ini terbukti dari banyaknya pendengar yang mengajukan pertanyaan saat on air. Setidaknya, ada 5 sampai 8 pertanyaan yang diajukan pendengar dalam setiap siaran yang dilakukan selama 60 menit. Dan siaran ini berlangsung tanpa ada jeda untuk pemutaran lagu,” jelasnya.

Adapun penyiar yang membantu menyosialisasikan tentang pencegahan penyakit degeneratif di RMI adalah mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Farmasi dan Prodi Kebidanan, yang telah dilatih sebagai penyiar dan operator oleh RMI sendiri. (rel/saz)

Kapolres Pelabuhan Belawan Dilaporkan Pengacara Cien Siong Ke Propam Polda Sumut

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP. Josua Tampubolon.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Setelah Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Zikri Muammar dilaporkan pihak Cien Siong, kali ini giliran Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon beserta anggota Sattahti Polres Pelabuhan Belawan, Bripka Brian Marpaung dilaporkan ke Propam Polda Sumut karena diduga telah melecehkan profesi advokad.

Hal itu juga dikuatkan dengan bukti lapor STPL/162/IX/2023/Propam tanggal 12 September 2023 dengan pelapor adalah Pahala Sitorus.

Dibeberkan Pahala Sitorus, dugaan pelecehan profesi advokad itu terjadi pada hari Jumat 8 September 2023 lalu. Hari itu, tanpa surat pemanggilan kliennya Cien Siong dibawa ke ruang Polres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon oleh petugas Sattahti Polres Pelabuhan Belawan, Bripka Brian Marpaung.

Di ruangan itu, Cien Siong diintervensi agar mengaku salah, mau berdamai, dan segera mencabut kuasa hukum. Menggunakan advokat sama saja dengan membuang-buang uang. Sehingga kliennya tersebut diinstruksikan agar mengikuti keinginan Kapolres Belawan, AKBP Josua Tampubolon.

“Kapolres mengatakan untuk apa kau pakai pengacara, tidak ada gunanya itu buang-buang uang saja nanti saya bantu. Inikan pelanggaran etik berat ini, ini juga pelecehan terhadap seluruh advokat,” ungkap Pahala Sitorus serius.

Pemaksaan untuk mengaku salah ternyata belum berakhir. Sepanjang jalan menuju ke lokasi penahanan, personel Sattahti Polres Pelabuhan Belawan, Bripka Brian Marpaung mencoba mempengaruhi Cien Siong kembali. Bahkan, Bripka Brian Marpaung menyebut soal istri dan anaknya yang akan susah jika tidak kunjung mengaku salah.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP. Josua Tampubolon mengatakan tudingan yang disampaikan untuknya itu tidak benar. Oleh karena itu, dirinya mempersilahkan bila ada pihak yang ingin melaporkan.

“Tidak benar itu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (14/9/2023).

Diketahui bahwa Cien Siong merupakan pemilik UD. Bintang Berlian yang bergerak di bidang perbengkelan. Lokasi usahanya berstatus sewa dari Tjipto Amat di Jalan Pulai Sumbawa KIM II Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang. Di lokasi yang sama berdiri pula PT Karya Anugerah Sejati Pratama dengan usaha yang berbeda.

Pada tanggal 7 Agustus 2023 silam, Hendrian yang merupakan supir di PT Karya Anugerah Sejati Pratama tiba-tiba melaporkan Cien Siong ke Polres Pelabuhan Belawan dengan nomor laporan Polisi: LP/B/532/VIII/2023/SPKT/Polres Pelabuhan Belawan/Polda Sumut dengan tuduhan penggelapan. Usut punya usut, penggelapan yang dituduhkan adalah penjualan limbah dari perusahaan yang dipimpin Cien Siong itu sendiri. (mag-1/ram)

Swamedikasi Buah dan Pemanfaatan Potensi Bit sebagai Pangan Lokal

PENGABDIAN MASYARAKAT: Pembukaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh kepala Desa Regaji Kecamatan Merek.ISTIMEWA.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – TIM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia dan Universitas Medan Area (UMA) melaksanakan kegiatan di Desa Regaji, Kecamatan Merek.

Pengabdian ini dilaksanakan pada 5 September 2023 yang bertujuan memberdayakan kelompok tani dalam swamedikasi buah bit dan memanfaatkan potensi bit (membuat serbuk dan biskuit bit) sebagai pangan lokal.

Agenda pengabdian diisi dengan penyuluhan kesehatan tentang pemanfaatan buah bit bagi kesehatan dan budidaya buah bit oleh tim PKM. Kemudian dilaksanakan pembagian bibit bit bagi anggota kelompok tani serta demonstrasi dan penanaman bit dilahan salah satu anggota kelompok tani sebagai percontohan bersama nara sumber dan tim PKM.

Tim pengabdian terdiri Evarina Sembiring SST MKes dan Ns Amila MKep SpKMB (dosen USM Indonesia), Dr Suswati MP (dosen UMA) serta Della Kuswinda dan Ayuandira (mahasiswa USM Indonesia).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Pranata Sembiring,SPd, nara sumber Tuti Sudarniati Genaly SP (kepala Seksi Pelayanan Teknis BIH Kutagadung Berastagi, bidan Desa Regaji, ketua Kelmpok Tani Sada Nioga, ketua Kelompok Bunga Tani dan anggota kelompok tani.

”Dalam pengabdian pada masyarakat dikemukakan bahwa buah bit adalah tanaman yang berasal dari keluarga Amaranthaceae Chenopodiaceae. Artinya, buah bit masih satu keluarga dengan sayuran lobak dan sayuran berakar lainnya,” kata Evarina Sembiring SST MKes kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (14/9).

Bit salah satu jenis umbi-umbian yang ditanam di Desa Regaji merupakan tanaman lokal di Kabupaten Karo. Namun bit hanya ditanam sebagai tanaman sampingan dan dijual di pasar tradisional dalam bentuk buah segar yang belum diolah karena ketidakpahaman tentang pengolahan bit.

Evarina Sembiring SST MKes menyebutkan bahwa bit masih terbatas diolah menjadi sari buah, jus atau direbus. Namun kurang diminati oleh masyarakat karena bit rasanya getir di lidah, sedikit langu dan tercium aroma tanah (Amila, dkk, 2021).

Ia menambahkan bahwa bit sudah sejak lama digunakan untuk pengobatan alami namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui akan manfaatnya. Padahal mengkonsumsi buah bit yang kaya akan nutrisi sangat baik bagi kesehatan tubuh karena mempunyai banyak kandungan zat nutrisi yang meliputi karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral. Seperti vitamin C, folat, kalium, magnesium, natrium dan zat besi.

Berkat kandungan beragam nutrisi didalamnya, lanjut Evarina Sembiring SST MKes, bit dapat memberikan beragam manfaat kesehatan yaitu menurunkan tekanan darah, mengendalikan kadar gula darah, mengobati anemia, menambah stamina tubuh.

Manfaat lainnya mencegah penuaan dini, mengobati peradangan, menjaga kesehatan otak, memelihara kesehatan pencernaan, menurunkan risiko kanker, mencegah penyakit jantung, meningkatkan kesehatan hati, neningkatkan kesehatan kulit, bermanfaat selama kehamilan, meningkatkan kadar antioksidan, mencegah katarak, dan dapat membantu mencegah osteoporosis.

Dengan banyaknya keunggulan dari buah bit, Evarina Sembiring SST MKes mengutarakan bahwa
buah ini memiliki potensi besar untuk dibudidayakan.

Dalam kesempatan ini Dr Suswati MP memaparkan cara budidaya buah bit yang sudah harus dimulai diperhatikan sejak pembuatan media tanam, pembibitan, penanaman, perawat pohon, pemberian pupuk hingga pemanenan.

Setelah mendengar materi yang disampaikan oleh tim PKM, masyarakat menjadi tahu akan manfaat bit bagi kesehatan. Masyarakat pun tertarik untuk mengkonsumsi bit dan menanam bit. Hal ini terlihat dari respon masyarakat untuk meminta bibit yang disediakan oleh tim PKM. (dmp)

Kuliah Umum FKM UIN Sumatera Utara: Komunikasi Pola Hidup Sehat dalam Pencegahan Diabetes

KULIAH UMUM: Ketua Persatuan Diabetes Indonesia Cabang Medan Dr Syafruddin Ritonga (5 kiri) menyampaikan kuliah umum di FKM UIN Sumatera Utara, Kamis (14/9).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KETUA Persatuan Diabetes Indonesia Cabang Medan Dr Syafruddin Ritonga menyampaikan kuliah umum bagi ratusan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri (FKM UIN) Sumatera Utara, Kamis (14/9).

Alumni S3 UIN Sumatera Utara berbagi pengalaman tentang diabetes yang dialami sehingga tidak berdampak terhadap berbagai aktivitas sebagai dosen perguruan tinggi dan beragam aktivitas lainnya.

Paparan disampaikan dengan tema: Komunikasi Pola Hidup Sehat dalam Pencegahan Diabetes. Kuliah umum ini dibuka Wakil Dekan I FKM UIN Sumatera Utara Dr H Hasrat Samosir MA.

Dr Syafruddin Ritonga memaparkan besarnya jumlah penderita diabetes. Bahkan menembus posisi lima besar dunia. ”Separuh penderita diabetes biasa mereka tidak menyadari telah terkena penyakit tersebut,” sebutnya.

Ironisnya, lanjut Syafruddin Ritonga, masyarakat tersadar tatkala sudah mengalami komplikasi. Penyakit ini juga bisa dialami generasi muda bisa diakibatkan pola makan/minum, kelebihan berat badan, hidup bermalas-malasan dan jarang berolahraga.

Bila hal ini terjadi maka penyakit ini sudah akut. ”Menyikapi kondisi ini, kita pun aktif melaksanakan kegiatan edukasi agar terhindar dari diabetes,” ujarnya.

Wakil Dekan I FKM UIN Sumatera Utara Dr Hasrat Samosir MA didampingi Wakil Dekan II FKM UIN Sumatera Utara Dr Asnil Aidah Ritonga MA mengemukakan kuliah umum di awal masa perkuliahan yang direncanakan dua kali. Hal ini agar mahasiswa memiliki pemahaman, ilmu dan pengetahuan terhadap kesehatan.

Dari sini mahasiswa akan menentukan peminatan ilmu. Apakah memilih diantaranya peminatan epidomologi, kesehatan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja atau administrasi kebijakan kesehatan. ”Ada tujuh peminatan di FKM UIN Sumatera Utara,” katanya.

”Kuliah umum dengan bahasan diabetes sangat penting. Penyakit ini amat menakutkan masyarakat. Kita harap sejak dini, mahasiswa memiliki pemahaman tentang diabetes sehingga mereka bisa melakukan edukasi dan sosialisasi pada masyarakat termasuk perihal pola dan gaya hidup,” urai Hasrat Samosir.

Dibagian akhir, Hasrat Samosir juga berharap mahasiswa FKM UIN Sumatera Utara dapat menjadi insan akademik yang berpikir maju dan dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu. (dmp)