Home Blog Page 1269

Grab Gelar Pelatihan Keselamatan Berkendara dan Anti Kekerasan Seksual di Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Grab gelar pelatihan keselamatan berkendara dan anti kekerasan seksual di Kota Medan, berlangsung pada 8-10 Agustus 2023. Grab menargetkan ratusan ribu Mitra Pengemudi di seluruh Indonesia, termasuk Kota Medan.

Sebelumnya, hal serupa digelar di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Serangkaian pelatihan ini mengangkat topik Pencegahan Kekerasan Seksual serta Keselamatan dan Keamanan Berkendara.

Dalam pelatihan ini, Grab berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI, United Nations Population Fund (UNFPA), Kementerian Perhubungan RI, dan Indonesia Defensive Driving Center (IDDC) dalam menyusun materi hingga memberikan pelatihan kepada para Mitra.

Lewat program pelatihan tatap muka (offline) ini, para Mitra Pengemudi mendapatkan pelatihan komprehensif mengenai pencegahan kekerasan seksual, cara aman berkendara untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, serta Kode Etik Pelayanan Grab (service excellence).

Pelatihan ini merupakan bagian dari pelatihan wajib yang diikuti secara rutin oleh seluruh Mitra Pengemudi Grab sejak proses rekrutmen hingga saat ini.

Country Managing Director, Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menjelaskan bahwa keamanan dan kenyamanan pengguna, baik mitra pengemudi maupun penumpang, merupakan prioritas utama Grab.

“Hal ini lah, yang menjadi landasan kami dalam melakukan sosialisasi dan edukasi terkait keselamatan berkendara dan anti-kekerasan seksual tanpa henti kepada para Mitra,” ucap Neneng dalam keterangan tertulis, Rabu 9 Agustus 2023.

Neneng mengungkapkan bahwa selama
pandemi, pihaknya memanfaatkan ragam kanal digital dan pertemuan terbatas seperti Kopdar hingga media sosial.

“Dengan berakhirnya pandemi, kami segera menggelar roadshow pelatihan di 5 kota dan menargetkan ratusan ribu Mitra untuk mengikuti pelatihan ini sebagai upaya peningkatan kualitas layanan kami,” jelas Neneng.

Pada acara pembukaan roadshow pelatihan di Grab Excellence Center, Jakarta Selatan pada 25 Juli lalu, Grab juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan UNFPA untuk berkolaborasi dalam peningkatan dampak sosial dalam hal kesetaraan gender, pencegahan, dan penanganan kekerasan seksual.

Penandatanganan MoU ini juga disaksikan oleh Ibu Titi Eko Rahayu, Plh. Deputi Perlindungan Hak Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Suharto.

Kemudian, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan RI, Ibni Sholeh, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta; dan Putu Ayu Saraswati, UNFPA Champion.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Bintang Puspayoga menyambut baik kerja sama dengan Grab yang terus aktif dalam upaya pencegahan tindak kekerasan seksual.

“Peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak, serta memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak menjadi kewajiban negara. Hal ini juga termasuk saat menggunakan moda transportasi umum,” katanya.

Untuk itu, ia mengatakan berterima kasih dan mengapresiasi Grab yang telah proaktif untuk melakukan gerakan bersama mencegah kekerasan terhadap perempuan sebagai pengguna moda transportasi online.

“Karena upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi menjadi tanggung jawab dan komitmen multi-pihak,” ucapnya.

Country Representative, United Nations Population Fund (UNFPA), menegaskan, Anjali Sen, mengatakan pihaknya tahu bahwa kekerasan berbasis gender masih banyak terjadi di lingkungan kita, dengan 1 dari 4 perempuan mengalami kekerasan.

“Kami percaya bahwa sangat penting bagi semua orang –industri, pemerintah, dan masyarakat sipil– untuk menjadi bagian dari solusi. Melindungi perempuan dan anak perempuan dari kekerasan berbasis gender adalah tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.

“Kerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Grab ini adalah salah satu upaya kami untuk memastikan perempuan dan anak perempuan aman dari kekerasan dan diskriminasi saat berkendara dengan Mitra Grab sebagai bagian dari aktivitas mereka sehari-hari,” ucapnya.

Pelatihan untuk Mitra Pengemudi ini bersifat wajib dan merupakan bagian dari program sosialisasi dan edukasi rutin yang telah dilakukan Grab secara konsisten melalui berbagai kanal, seperti platform GrabAcademy, aplikasi GrabDriver, Kopdar, dan media sosial. Ke depannya, pelatihan ini akan diadakan secara rutin di kota-kota lainnya di Indonesia.(gus)

Proyek TPT di Sialabane Parsingguran, Warga Kecewakan Hasilnya

RETAK: Kondisi hasil pekerjaan pro­-yek pemba­ngu­nan tembok penahan tanah (TPT) di Jalan Sialabane Parsingguran, sekaligus saluran drainase, tampak retak.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Warga Desa Parsingguran, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Jalan Sialabane Parsingguran, yang juga sekaligus pembangunan saluran drainase.

Seorang warga sekitar, bermarga Sinaga, mengkritik hasil tersebut, yang merupakan kerja dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Humbahas, yang menelan pagu anggaran senilai Rp149.530.000 dari total Rp150 juta. Padahal, menurutnya, proyek tersebut baru selesai dikerjakan sekitar sebulan lalu, namun sudah mengalami keretakan di beberapa bagian.

Selain itu, Sinaga pun mengaku kecewa dengan hasil pembangunan saluran drainase, yang menurutnya tak punya perencanaan yang baik. Pasalnya, saluran drainase itu tak rampung di bangun hingga ke lokasi pembuangan air. “Bisa dilihat sendiri, saluran drainase ini dibangun, tapi pembuangan hilirnya tidak ada,” tuturnya kesal.

Selain Sinaga, R Siregar juga mengaku demikian. Menurutnya, pembangunan TPT di Jalan Sialabane Parsingguran, yang baru selesai sebulan lalu, tidak akan begitu lama ketahanan konstruksinya. Dia mengatakan, hal itu dapat dilihat dari pemasangan materialnya.

“Saya yakin ketahanan konstruksinya ini tidak begitu lama. Baru selesai sudah ada yang retak, dan itupun hanya ditutupi oleh semen,” bebernya.

Selain kecewa, dia juga mengaku, saluran drainase tersebut tidak mempunyai perencanaan yang baik oleh pihak dinas terkait. Padahal, sambung R Siregar, tujuan dibangunnya saluran drainase tersebut, berhubungan dengan TPT untuk mengendalikan erosi tanah, serta kerusakan pada jalan.

“Pembuangan air tidak ada, bangunannya pun hanya separuh,” katanya.

Dia berharap, adanya keluhan warga yang mereka sampaikan, bisa menjadi perhatian Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor.

“Harus menjadi perhatian Bapak Bupati ini, di akhir periodenya,” harap R Siregar.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupa­ten Humbahas Benton Lumba­ngaol, ketika dikonfirmasi, hingga berita ini diterbitkan tidak pernah dapat dijumpai di kantornya. (des/saz)

4 The Better, Perusahaan Siswa Hijau SMAN 4 Medan Wakili Medan

WEBINAR: 4 The Better S SMA 4 Medan ikuti webinar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Student Company adalah program ajang kewirausahaan pelajar yang diselenggarakan oleh Prestasi Junior Indonesia (PJI). Program ini dilaksanakan di beberapa SMA di Indonesia, dan memberikan kesempatan bagi para pelajar Indonesia untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis kewirausahaan yang dibutuhkan untuk mewujudkan ide bisnis.

Melalui experiential learning, siswa didorong untuk mendirikan dan mengoperasikan usaha mikro di sekolah, termasuk menciptakan ide produk, merencanakan strategi bisnis, menjual produk, dan melikuidasi perusahaan.

Pada Rabu, 1 Februari 2023, perusahaan siswa SMAN 4 Medan, 4TheBetter Student Company resmi diluncurkan melalui acara grand launching yang dihadiri dan disahkan langsung oleh Chief Excecutive Officer (CEO) dan Advisor of Prestasi Junior Indonesia, Robert Gardiner.

Perusahaan siswa 4TheBetter adalah perusahaan siswa SMAN 4 Medan generasi pertama yang beranggotakan 25 talenta wirausahawan muda.

Nama perusahaan yang berfilosofikan “Untuk yang Lebih Baik (For The Better)” serta dimaknai slogan yang berbunyi “Nurture Nature Nicely (rawat alam dengan baik)” adalah dasar gerak 4TheBetter untuk menjadi greenpreuner dalam misi mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan (Sustainable Living Environment).Gejala fatal pemanasan global yang marak terjadi dalam beberapa dekade terakhir telah menyadarkan mereka akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup, sehingga mendorong 4TheBetter untuk mengambil langkah dalam mengembangkan inovasi produk ramah lingkungan.

4TheBetter sendiri bergerak dalam industri pengolahan limbah kertas. Inovasi yang mereka ciptakan dan tawarkan dinamai “ALAKI”, kepanjangan dari “Alam Meraki” yaitu satu set produk yang tediri dari beberapa komponen, seperti kit membuat kertas daur ulang, buku catatan yang terbuat dari kertas daur ulang, ular tangga matematika, pembatas buku dengan kertas bibit, dan sebuah paint by number tote bagyang dapat dijadikan alternatif dalam mengurangi penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai.

4TheBetter yakin, bahwa ALAKI dapat menjadi solusi dalam usaha penyelamatan bumi karena 90 perusahaan komponenya berbasis ramah lingkungan, sekaligus dapat menjadi sebuah media belajar bagi anak-anak dan pelajar karena ALAKI didukung metode pembelajaran terintegrasi STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Math). STEAM sendiri adalah metode pembelajaran yang banyak diterapkan di sekolah-sekolah di negara yang terkenal mempunyai kualitas pendidikan terbaik, seperti Finlandia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Tidak hanya unggul di ide produk, 4TheBetter mempunyai program-program kerja yang mumpuni, yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh anggota perusahaan, tetapi juga masyarakat. Dalam meningkatkan performa kerja anggota, 4TheBetter melaksanakan program personalia seperti Quality Bonding Time, Open Talk, English Day, dll. Sementara, dalam hubungannya dengan masyarakat, melalui Public Relation, 4TheBetter melaksanakan program bank kertas dan CSR (Corporate Social Responsibility) yang mereka laksanakan bersama anak-anak SASUDE (Sanggar Anak Sungai Deli) melalui kegiatan edukasi dan donasi buku serta alat tulis untuk anak-anak sanggar, pada Rabu, 21 Juni 2023.

Setelah 3 bulan masa operasional perusahaan, tiba saat-saat penentuan perusahaan siswa terbaik dalam kegiatan RSCC (Regional Student Company Competition) yang diadakan oleh PJI dan didukung oleh Zurich Foundation, pada Sabtu 8 Juli 2024. 15 perusahaan siswa dari Medan, Surabaya, dan Bali akan ditandingkan dan hanya terpilih 2 perusahaan siswa terbaik dari masing-masing regional untuk mewakili kotanya dalam ajang Student Company untuk tingkat nasional. 4TheBetter terpilih menjadi salah satu perusahaan siswa terbaik dari kota Medan dan siap mewakili Medan untuk tingkat nasional, yang direncanakan akan dilaksanakan pada Selasa, 12 September 2023 di Jakarta.

“Kami sangat berterima kasih kepada Prestasi Junior Indonesia, Zurich Indonesia, dan Zurich Foundation untuk kesempatan yang luar biasa ini untuk dapat keluar menjadi The Best Student Company in Medan. Kami juga sangat berterima kasih kepada Bapak Drs Rianto Sinaga selaku Kepala Sekolah SMAN 4 Medan, Ibu Husna Sari Agustina, M.Pd selaku supervising teacherhebatdari SMAN 4 Medan, seluruh jajaran guru SMAN 4 Medan, para anggota, dan seluruh siswa-siswi SMAN 4 Medan yang senantiasa mendukung kami. Kami juga berterima kasih kepada Kak Nurmasniar Elvaradyna selaku trainer kami yang sangat luar biasa yang tak lelah membimbing kami, adik-adiknya yang nakal ini.” ungkap Yoseva Br Regar, presiden direktur 4TheBetter saat diwawancari oleh media sekolah, Selasa(18/7) lalu.

Saat ini, 4TheBetter masih aktif dalam program kerjanya dan terus berusaha dalam pengembangan mutu, jenis, dan inovasi produk yang akan mereka bawa di tingkat nasional, dengan harapan besar mereka dapat keluar sebagai The Best Student Company in Indonesia. Tidak hanya mewakili SMAN 4 Medan, tidak hanya mewakili Sumatera Utara, tetapi mewakili Indonesia di tingkat Asia Pasifik. (rel/han)

Sidang Pembunuhan Mantan Anggota DPRD Langkat Hadirkan Saksi Ahli Pidana

SAKSI: Saksi ahli pidana saat bersaksi di PN Stabat terkait kasus pembunuhan mantan Anggota DPRD Langkat.Istimewa/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Sidang kasus pembunuhan dengan terdakwa Luhur Sentosa Ginting alias Tosa Ginting kembali digelar di Pengadilan Negeri Stabat. Sidang kali ini masih beragendakan mendengar keterangan saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Ledis Meriana Bakkara, saksi ahli pidana, Dr Alpi Sahari menjelaskan sedra rinci mengenai bidang-bidang tertentu yang termasuk dalam suatu perkara pidana. Dia juga bilang, pernah memberikan keterangan kepada penyidik terkait perkara pidana pembunuhan di Mapolres Langkat.

Mulai dari pembahasan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan 338 tentang pembunuhan biasa. Oleh saksi ahli memberikan keterangan di hadapan penyidik kepolisian, sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) masing-masing terdakwa.

“Kategori terpenuhnya pembunuhan berencana antara lain, meliputi unsur adanya waktu tertentu untuk tindakan pembunuhan (tidak serta merta atau tidak secara sepontanitas), adanya waktu berencana yang dimaksud harus memiliki hubungan yang erat dengan pembunuhan yang dilakukan (memiliki limit atau waktu), dan adanya pelaksanaan kehendak/perbuatan dalam suasana yang tenang (masih ada pertimbangan apakah akan dilaksanakan atau tidak),” kata dia.

Dia menambahkan, pembunuhan biasa perbuatannya dilakukan secara seketika pada waktu timbul adanya niat jahat. Sementara pada pembunuhan berencana, perbuatan tidak dilaksanakan seketika pada saat niat jahat itu timbul.

Namun sebaliknya, ada waktu untuk memikirkan apakah melakukan pembunuhan atau tidak, mempertimbangkan dengan cara bagaimana dan seterusnya. “Dari alat atau benda yang digunakan dan sasaran yang akan dituju juga dapat diketahui apakah pembunuhan tersebut termasuk berencana atau tidak,” sambung saksi ahli dalam persidangan tersebut.

Dia menjabarkan, untuk melaksanakan kehendak atau kemauan, adalah dimulai dari aktor intelektualnya dan jika si penindak melebihi dari suruhan si aktor intelektual, maka masing-masing individu menanggung akibat hukum yang timbul dari perbuatanya tersebut. Niat adalah hanya diri si penindak/si pembuat dan tuhannya yang tahu.

Namun jika dilihat dari delik pidana, niat adalah adanya unsur kesengajaan. Dan kesengajaan adalah akibat dari perbuatan si penindak, atau adanya akibat dari tindakan yang dilakukan.

“Concursus idealis, apabila seseorang melakukan satu perbuatan dan ternyata satu perbuatan itu melanggar beberapa ketentuan hukum pidana. Dalam KUHP disebut dengan perbarengan peraturan. Dan Concursus realis yaitu apabila seseorang melakukan beberapa perbuatan sekaligus,” ucap saksi ahli.

Menurut dia, rumusan delik pidana harus jelas (Lex certa). Dan rumusan pidana itu harus dimaknai tegas tanpa ada analogi (Lex stricta) serta lex praevia yang aritnya hukum pidana tidak dapat diberlakukan surut.

Sebelumnya majelis hakim juga mengelar sidang perkara pembunuhan Paino dengan empat terdakwa lainnya yakni, Dedi Bangun, Heriska Wantenero alias Tio, Persadanta Sembiring alias Sahdan serta Sulhanda Yahya alias Tato.

Agenda persidangan ke empat terdakwa mendengarkan keterangan dari saksi ahli, JPU kejaksaan Negeri Langkat mengahdirkan empat saksi ahli yakni, saksi ahli forensik, saksi ahli bahasa, saksi ahli balistik dan saksi ahli pidana.

Jalannya persidangan cukup menyita perhatian masyarakat berlangsung dari siang hingga malam hari dengan pengawalan ketat pihak kepolisian Polres Langkat. (ted)

Maling di Sibolga Nekat Cekik Penjaga Toko

TANGKAP: Pelaku pencurian saat akan diangkut ke Polsek Sibolga Selatan.

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Seorang pria nekat mencuri di salah satu toko baju di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga.

Diketahui pelaku berinisial B (35), berhasil diamankan warga setempat kemudian membawa pelaku ke Polsek Sibolga Selatan.

Menurut keterangan dari pihak Kepolisian, pelaku B sempat melakukan penganiayaan terhadap penjaga toko dengan mencekik leher korban, kemudian korban berontak dan berhasil meminta pertolongan kepada warga di sekitar lokasi kejadian.

“Kami sudah mengamankan pelaku, dari hasil interogasi sementara niat dari pelaku adalah ingin mencuri uang dari korban, tetapi pelaku tidak menemukan uang kemudian pelaku keluar setelah melakukan penganiayaan terhadap korban,” ungkap Kapolres Kota Sibolga AKBP Taryono Raharja kepada wartawan, Selasa (8/8/2023).

Taryono menjelaskan, pelaku B bukan warga Sibolga, tetapi pelaku sudah tinggal selama 9 bulan dirumah kerabatnya yang berada di jalan Midin, Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga.

Sejauh ini, pihaknya belum dapat memastikan pasal yang di tetapkan dengan tersangka.

“Kasus ini masih kami dalami,” ucapnya. (mag-5/ram)