Home Blog Page 1342

Hutan Mangrove di Gebang Dialih Fungsi Jadi Tambak dan Kebun Sawit

BERALIH FUNGSI: Kawasan hutan mangrove di Desa Kwala Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, beralih fungsi jadi kebun sawit dan tambak.

GEBANG, SUMUTPOS.CO – Kawasan hutan mangrove (bakau) di Desa Kwala Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, telah beralih fungsi. Tak ayal, masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Kabupaten Langkat tersebut, khawatir dan resah atas pengalihan fungsi tersebut. Sebab, hamparan luas tanaman mangrove dialihfungsikan jadi tambak dan perkebunan sawit.

Keresahan dan kekhawatiran masyarakat, terkait potensi meluapnya air pasang laut atau banjir rob ke pemukiman warga. Warga yang bekerja sebagai nelayan, pun terancam memenuhi kebutuhan keluarganya.

Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa Kwala Gebang, Buyung menjelaskan, ada ratusan hektare hutan mangrove yang beralih fungsi menjadi tambak. Setelahnya, diduga atas campur tangan mafia, kawasan tersebut pun berubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Buyung menyebutkan, dampak pengalihan fungsi tersebut mulai dirasakan masyarakat. Pemukiman masyarakat sering mengalami banjir rob dan abrasi tanah.

“Sering menderitalah kami sebagai masyarakat di Kwala Gebang ini. Karena, kawasan hutan di sini sudah dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Buyung, akhir pekan lalu.

Buyung pun mendesak pihak terkait menindak tegas siapa saja oknum yang merusak kawasan hutan mangrove tersebut. Jika dibiarkan, ekosistem di sana akan rusak. Menurutnya, persoalan ini sudah dilaporkan ke pihak terkait. Pun hingga kini, belum ada tindakan. Perambahan dan perusakan hutan masih terjadi. Laporan masyarakat dianggap angin lalu.

Pada kesempatan sama, tokoh adat dan masyarakat lainnya juga menyampaikan keberatannya. Warga mengumpulkan tanda tangan, untuk menyatakan sikap menolak perambahan hutan di desa yang mereka diami.

“Kami menolak dan menentang aktivitas perambahan yang merusak hutan mangrove. Seperti yang kita lihat sekarang, hutan kami berubah menjadi kebun sawit. Air laut pun melimpah ke desa kami,” tutur Abdullah Atan, tokoh adat Desa Kwala Gebang.

Saat ini, menurut Atan, penghasilan nelayan di sana turun drastis. Nelayan tradisional sulit mencari tangkapan ikan sebagai sumber mata pencarian mereka. Tak ada tawar menawar lagi, masyarakat di sana menolak keras perambahan dan perusakan hutan. Mereka mendesak aparat penegak hukum (APH) dan pihak terkait, untuk segera bertindak. Agar hutan mangrove di sana dapat dilestarikan kembali seperti sediakala.

Pantauan wartawan, alat berat jenis excavator masih beraktivitas melakukan perambahan. Diduga lokasi yang dirambah, masuk dalam kawasan hutan berdasarkan Surat Keterangan Menteri Kehutanan Nomor: 579/Menhut-II/2014.

Kayu bakau dari aktivitas perambahan di sana, kerap dijadikan bahan baku bagi mafia arang. Meski berulang kali tertangkap tangan, mafia arang tak pernah surut. (ted/saz)

Perjuangkan Hak Normatif Pekerja, Partai Buruh Kota Medan Buka Posko Pengaduan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai Buruh Kota Medan menegaskan jika hingga saat ini masih banyak buruh di Kota Medan yang belum mendapatkan hak-hak normatifnya meskipun telah bekerja bertahun-tahun di perusahaan tersebut.

Adapun hak-hak normatif yang dimaksud seperti upah, jam kerja/lembur, status hubungan kerja, BPJS Ketenagakerjaan BPJS Kesehatan, THR Keagamaan, PHK/pesangon. Padahal, semua itu diatur dalam perundang-undangan.

Ketua Exco Partai Buruh Kota Medan yang juga Ketua Serikat FSPMI – KSPI Kota Medan, Tony Rickson Silalahi, mengatakan Partai Buruh melalui Executive Committee (Exco) akan mengakomodir keluhan para buruh dengan membuka Posko Pengaduan Ketenagakerjaan bernama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Posko Orange Partai Buruh Kota Medan.

“Kita membuka Posko Pengaduan Ketenagakerjaan yang bernama LBH Posko Orange. LBH Posko Orange ini sebagai bentuk komitmen kita dalam memperjuangkan pemenuhan dan pembayaran hak kawan-kawan Buruh yang mengalami pelanggaran hak-hak normatifnya ditempat kerja oleh pengusaha. Perjuangan pemenuhan hak-hak tersebut akan kita advokasi secara litigasi/hukum maupun non litigasi/diluar hukum,” ucap Tony Rickson, Senin (17/7/2023).

Diterangkan Sekjend Exco Partai Buruh Kota Medan, Hotbinner Silaen yang juga advokat spesialis kasus-kasus Buruh di Kota Medan, sejak posko pengaduan dibuka, total pihaknya sudah memfasilitasi 31 orang pekerja/buruh dari 10 perusahaan.

“Saat ini sudah ada kasus 31 orang Pekerja/Buruh dari 10 perusahaan yang kita advokasi. Kita akan perjuangkan kasus ini hingga sipengusaha bersedia menyelesaikan dan membayar hak-hak Buruhnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Wakil Ketua I Exco Partai Buruh Kota Medan yang juga merupakan Direktur LBH Posko Orange Partai Buruh Kota Medan, Jemis AG Bangun, menambahkan bahwa kasus yang menimpa 31 orang pekerja tersebut tengah berproses di pengadilan.

“Kasus-kasus 31 orang Pekerja/Buruh dari 10 perusahaan tersebut sudah mulai kami advokasi dan sudah berproses melalui perundingan Bipartit, Tripartit, maupun mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri (PN) Medan,” katanya.

Untuk itu, Rickson Silalahi mengajak para buruh di Kota Medan yang tidak mendapatkan hak-hak normatifnya untuk memanfaatkan layanan pengaduan yang mereka siapkan dengan datang langsung ke kantor Exco Partai Buruh Kota Medan atau LBH Posko Orange Partai Buruh Kota Medan yang beralamat di Jalan Cemara No. 17A, Brayan Bengkel, Medan Timur.

“Atau bisa juga dengan menghubungi melalui HP/WA di nomor 0831 8720 9033 – 0922 4692 1511 – 0823 6188 8356. LBH Posko Orange Partai Buruh Kota Medan yang terdiri dari belasan orang Advokat/Pengacara rakyat siap memberikan bantuan hukum untuk memperjuangkan penyelesaian kasus kawan-kawan Buruh,” tutup Tony.
(map)

Jenazah ABK asal Belawan yang hilang Selama Sepekan, ditemukan di Perairan Selat Malaka

EVAKUASI : Jenazah ABK asal Belawan, Deddy Susilo (37) berhasil dievakuasi oleh Tim Basarnas Kota Medan di Pelabuhan Belawan, Sabtu (15/07/2023) malam.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Anak Buah Kapal (ABK) KM Permata Maju yang dinyatakan hilang saat melepas pukat ke laut di sekitar perairan Selat Malaka pada Minggu, (9/7/ 2023) kemarin, akhirnya ditemukan.

ABK bernama Deddy Susilo (37) itu ditemukan pada Sabtu (15/07/2023) kemarin. Deddy ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan jasad mengapung sekitar 40 mil dari lokasi awal dilaporkan hilang.

Kepala Kantor Basarnas Medan Budiono, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh nelayan yang tengah mencari ikan di arah utara Pelabuhan Belawan. Penemuan itu kemudian dilaporkan ke Basarnas Medan.

“Sore sekitar Pukul 17.25 WIB kita menerima informasi terkait penemuan korban. Selanjutnya kita langsung kerahkan tim menuju lokasi untuk evakuasi korban menggunakan Kapal SAR RB 203,” ujar Budiono, Minggu (16/7/2023).

Budiono menambahkan, Tim Basarnas, tiba di lokasi penemuan mayat sekitar pukul 22.05 WIB. Tim pun langsung mengevakuasi korban.

”Korban kemudian dibawa menuju dermaga Pelabuhan Belawan dan tiba dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB. Setibanya di Pelabuhan Belawan korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga yang sudah menunggu di dermaga,” ujarnya.

Kronologi kejadian bermula pada Minggu (09/07/2023) pagi sekitar pukul 02.35 WIB saat korban berjalan di sebelah kiri lambung kapal hendak menurunkan pukat ke laut untuk mencari ikan. Nahas, korban tiba-tiba terjatuh ke laut dan hilang.

Kemudian nakhoda kapal dan seluruh kru langsung melakukan pencarian namun tak kunjung ditemukan hingga akhirnya pada Senin,(10/07/2023) siang kejadian tersebut dilaporkan ke Kantor Basarnas Medan.(mag-1)

Produk UMKM Dairi Memikat Hati Pengunjung PRSU

PAVLIUN DAIRI: Paviliun Dairi di arena PRSU ke-49 di Medan memikat hati pengunjung karena masarkan sejumlah produk UMKM.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Dairi memamerkan produk unggulan hasil karya usaha mikro kecil menengah (UMKM) pada malam pagelaran seni Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-49 di Medan, Rabu (12/7/2023). Hasil karya tersebut mendapat apresiasi dari pengunjung PRSU, salah satunya disampaikan Else Siallagan.

“Di sini saya mengunjungi Paviliun Dairi dan tadi saya sudah mencicipi kopi khas Dairi. Rasa kopinya sangat enak dan mengingatkan saya dengan kampung halaman di Dairi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Else juga menyampaikan kekagumannya terhadap tenunan Ulos Silalahi yang telah dimodifikasi menjadi produk turunan berupa jaket, gaun, tas, sepatu, dan beberapa produk lainnya.

“Tenun Ulos Silalahinya memiliki warna yang sangat indah dan diklaim terbuat dari bahan-bahan alami. Warnanya unik dan sangat menarik,” katanya.

Else juga menyampaikan ketertarikannya terhadap produk UMKM yaitu minyak wangi yang terbuat dari sereh.

“Ternyata minyak wangi berbahan utama sereh ini baru diproduksi pada tahun 2023, aromanya sangat menenangkan. Intinya saya sangat terkagum atas produk-produk yang dipamerkan Kabupaten Dairi, keren dan mantap,” ujar Else.

Hal yang sama juga disampaikan Bintang Lesmana Hutasoit, pengunjung Paviliun Dairi, yang menyampaikan ketertarikannya terhadap produk-produk unggulan Dairi.

“Tadi saya sudah mengelilingi paviliun Dairi dan melihat banyak produk-produk unggulan Dairi yang sangat menarik, seperti tenun Ulos Silalahi, Kopi Dairi, dan beberapa produk UMKM lainnya,” ujar Bintang.

Tadi, kata Bintang, kedatangan pengunjung ke paviliun Dairi disambut hangat oleh Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu dan Wakil Bupati Dairi Jimmy Andrea Lukita Sihombing yang juga hadir dalam acara tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi pertunjukan dan partisipasi Kabupaten Dairi dalam kegiatan PRSU ini. Pengunjung paviliun Dairi sangat ramai, bahkan banyak juga teman-teman yang bukan warga Dairi berkunjung ke sini,” ujarnya.

Pria yang merupakan mahasiswa asal Tapanuli Utara tersebut juga menyampaikan harapannya terhadap produk-produk unggulan Dairi.

“Melalui kegiatan ini, kiranya kebudayaan lokal Kabupaten Dairi semakin banyak dikenal masyarakat, produk-produknya semakin diminati konsumen, serta semakin banyak wisatawan yang menjadikan Dairi sebagai destinasi wisata favoritnya,” ujarnya.

Jika sudah dikenal masyarakat luas, kata Bintang, Kabupaten Dairi akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya melalui sektor pariwisata dan sektor industri kecil menengah yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. (rud/ram)

Bupati Dairi: Workshop Kurikulum Merdeka Siapkan Siswa Kompeten, Kreatif, dan Berbudi Pekerti

DIABADIKAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu diabadikan bersama peserta workshop, Sabtu (15/7/2023).Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, menutup Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka bagi guru kelas I dan IV serta kepala sekolah SD negeri dan swasta se Kecamatan Sumbul, Sabtu (15/7/2023), di Aula SD Katolik Maria Bunda Karmel Sumbul.

Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menyampaikan, laporan Kepala Dinas Pendidikan, Fatimah Boangmanalu, kegiatan ini mempersiapkan guru menghadapi tahun pelajaran baru serta persiapan pengimplementasian Kurikulum Merdeka.

Eddy KA Berutu menyambut baik kegiatan itu. Dia mengatakan, workshop ini mengajak semua guru mengenal Kurikulum Merdeka. Menyusun strategi pembelajaran yang bisa disesuaikan dengan situasi sekolah masing-masing.

Disebutkan Eddy, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi terus melakukan sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan memanfaatkan platform Merdeka Mengajar ini di satuan pendidikan di tahun ajaran baru.

“Kurikulum merdeka harus bisa menangkap peluang di masa depan dan menyiapkan siswa yang kompeten serta siap untuk menyambut masa depan yang memberikan semangat serta dukungan untuk bapak-ibu guru dalam menyusun sebuah kurikulum yang bisa memberikan hasil terbaik bagi lulusannya,” kata Bupati.

Dengan adanya workshop ini, Bupati mengharapkan para guru bisa sedikit demi sedikit menyesuaikan dengan menyisipkan poin-poin penting tentang Kurikulum Merdeka ke dalam administrasi pembelajaran.

“Saya berharap kegiatan ini akan membuat pembelajaran menjadi lebih mudah dalam melahirkan anak didik yang memiliki rasa toleransi, cinta tanah air, dan saling menghormati. Pemkab Dairi akan selalu mendukung penguatan karakter pada anak agar merdeka, bebas berekspresi, kreatif namun tetap menjunjung budi pekerti dan nilai-nilai Pancasila,” kata Bupati mengakhiri.

Hadir Kepala Dinas Pendidikan, Fatimah Boangmanalu, Camat Sumbul, Tetap Lingga, Bunda PAUD Dairi, Ny Romy Mariani Simarmata serta lainya. (rud/ram)