Home Blog Page 1373

Gas 3 Kg Langka di Lubukpakam

KOSONG: Seorang agen gas yang berada di Lubukpakam menunjukkan ratusan tabung gas 3 kg yang kosong - BATARA/SUMUTPOS.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kelangkaan gas elpiji ukuran kg 3 bersubsidi membuat warga kesulitan memperolehnya. Kelangkaan ini sudah dirasakan warga semenjak beberapa hari terakhir.

Kelangkaan gas elpiji ini terjadi hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Deliserdang. Kalapun ada kios atau toko yang menjual. Harganya mahal. Seperti dialami, Anwar (45) pemilik toko grosir sembako di Jalan Bakti Desa Sekip Lubukpakam. Dia terpaksa menjual gas elpiji dengan harga Rp 23 ribu per tabung. Padahal, harga sebelumnya Rp20 ribu pertabung.

“ Enggak tau kenapa. Biasa tiga atau empat kali datang agen gas menawarkan, tapi sudah dua minggu ini cuma sekali dia datang. Jadi untuk menjaga agar stok ada, anak anak saya suruh ngumpulin dari agen lain ada dua atau tiga tabung, beli. Terpaksa gitu, biar ada yang dijual ke warga. Kalau warung lain di Desa Sekip ini sepertinya sudah sulit dapat,” ucapnya.

Tentunya dengan kelangkaan gas elpiji bersubsidi ini menyusahkan masyarakat.

Gas elpiji dipergunakan warga untuk kebutuhan memasak. Disisi lain, ada rumah warga sudah terpasang instalasi gas elpiji dari PGN.

“ Kalau tak ada gas tabung tiga kilo. Sulit masak, kalau dulu ada kompor minyak tanah dan masak pakai kayu, sekarang ini kan dah jarang masyarakat yang begitu. Apa mau balek lagi kejaman dulu. Tolonglah aparat Kepolisian dan pemerintah. Kita curiga ini ada mafia gas subsidi ini bermain dan menyusahkan masyarakat,” pintanya.

Terkait kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram di wilayahnya, Camat Lubukpakam Budi Pane langsung meminta para kepala desa dan lurah dijajarannya untuk melakukan pengecekan ke agen agen penjual.

“ Saya sudah perintahkan kepada para kades dan lurah untuk langsung mengecek ke pangkalan gas yang ada diwilayahnya. Guna menanyakan dan memeriksa kelangkaan gas disebabkan apa. Jangan sampai ditemukan ada permainan yang merugikan masyarakat dan menciptakan suasana yang tidak kondusif, menyusahkan masyarakat. Hal ini untuk secepatnya diantisipasi dan laporkan ke saya segera,” tegas Camat Lubukpakam.

Dari laporan anggotanya di lapangan sementara, untuk pangkalan Gas di Dusun IV Desa Pagarmerbau 3 kehabisan gas karena banyak warga desa lain membeli ke tempat itu. Untuk Kelurahan Lubukpakam III Jalan Antara, baru masuk habis. Untuk pangkalan Gas di Jalan Tengku Raja Muda Lubukpakam, terjadi kelangkaan akibat biasanya masuk gas 4 kali sebulan kini cuma 1 kali menurut Syamsuar pemilik pangkalan. Kelangkaan itu belum diketahui penyebabnya.

Terpisah, Ketua Fraksi PPP DPRD Deliserdang Dr Misnan Aljawi SH MH meminta pada instansi terkait segera melakukan pengecekan ke lapangan. Cari apa penyebab kelangkaan terjadi. Apakah yang terjadi pada pasokan atau terkait distribusi.

“Pemerintah harus tanggap dengan kelangkaa gas elpiji ini. Gas elpiji merupakan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Pemkab Deliserdang haruanya segera berkordinasi dengan PT Pertamina. Sebari itu aparat Kepolisian bisa melakukan pengusutan apakah ada oknum oknum jahat menyalahgunakan gas subsidi,” jelasnya.(btr/han)

Tingkatkan Pelayanan Wujudkan Polri Presisi

KARO, SUMUTPOS.CO – Polres Karo berhasil meraih juara pada gelaran lomba HUT ke-77 Bhayangkara sejajaran Polda Sumut. Satreskrim dan Satlantas meraih tempat kedua dan posisi ketiga pada lomba Olah TKP dan Inovasi Pelayanan Satpas SIM.

Pada Sabtu (1/7) pagi, Kasat Reskrim Polres Karo AKP Aryya Nusa Hindarnawan, dan Kasat Lantas AKP Bevan Raga Utama, diundang melaksanakan upacara Perayaan HUT ke-77 Bhayangkara di Mapolda Sumut. Sekaligus untuk menerima penghargaan atas prestasi yang telah diraih tersebut langsung dari Kapolda Sumut.

“Syukur Alhamdulillah, kami Satreskrim bersama Satlantas berhasil meraih prestasi pada lomba Olah TKP dan Inovasi Pelayanan Satpas SIM, beberapa waktu lalu, jelang HUT Bhayangkara,” ungkap Aryya.

Lebih lanjut Aryya mengatakan, pada sore hari, sudah diterima penghargaan langsung dari Kapolda Sumut, saat setelah Upacara Pembinaan Tradisi Peringatan HUT ke-77 Bhayangkara 2023, melalui kanal YouTube yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

“Penghargaan kami terima langsung dari Bapak Kapolda. Ini merupakan suatu kebangaan bagi kami di HUT ke-77 Bhayangkara,” jelasnya.

Di lokasi terpisah, jajaran Polres Karo mengikuti Upacara Pembinaan Tradisi Peringatan HUT ke-77 Bha­yang­kara 2023, melalui kanal YouTube yang dipimpin Presiden Jokowi. Kapolres Karo AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, beserta Wakapolres Karo Kompol Aron Siahaan, dan para PJU serta perwira, menyaksikan upacara tersebut di Aula Pur-Pur Sage, Mapolres Karo.

Dalam Upacara tersebut, seorang personel Bhabinkamtibmas Polres Karo Aiptu Zunaidi Sembiring, terpi­lih sebagai bintara perwakilan penyematan Bintang Nalaria langsung dari Presiden Jokowi. Aiptu Zunaidi Sembiring, merupakan perosnel Bhabin­kamtibmas yang bertugas di Polsekta Berastagi.

Melihat personelnya menjadi penerima penghargaan ini, Kapolres Karo pun mengaku bangga, atas apa yang dicapai oleh personelnya tersebut. “Ya tentunya kami merasa bangga dengan adanya personel yang mendapatkan penghargaan Bintang Nararya. Bisa menjadi perwakilan dari Polda Sumut yang mendapat penghargaan dari Presiden,” jelas Ronny.

Dengan penghargaan yang didapat ini, tentunya menjadikan contoh bagi personel lainnya untuk ikut meningkatkan dedikasinya sebagai personel Polri yang Presisi. Ini merupakan suatu contoh dan pemicu semangat bagi personel lainnya untuk bisa mendapatkan hal serupa.

“Tentunya harapan kami, hal ini bisa diikuti oleh personel lain. Terus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk mewujudkan Polri Presisi,” imbau Ronny. (deo/saz)

Terpilih Pimpin PP Binjai hingga 2027, Payo Singgung Penahanan 3 Anggotanya di Polda Sumut

SAMBUTAN: Ketua MPC PP Kota Binjai J Payo Sitepu, saat menyampaikan sambutan dalam Muscab ke-16 PP di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Binjai Kota, beberapa waktu lalu - Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ada yang menarik dan menyita perhatian insan pers dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-16 Pemuda Pancasila (PP) yang berlangsung di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Binjai Kota, beberapa waktu lalu.

J Payo Sitepu yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kota Binjai Periode 2023-2027 ini, menyinggung penahanan 3 anggotanya di Polda Sumut.

Dalam Muscab, Pasi Intel Kodim Langkat Kapten Eben Ezer Pakpahan, dan Kaban Kesbangpol Kota Binjai Ruslianto, turut hadir mewakili pimpinannya.

Pada kesempatan itu, Payo menyinggung penahanan anggotanya, buntut bentrok dengan IPK di Jalan Samanhudi, Kelurahan Tanah Merah, Binjai Selatan, belum lama ini.

“Lepaskan 3 anggotaku yang ditahan, jangan sempat nanti ribut kubuat Binjai ini. Anggotaku enggak salah ditangkapi,” tegas Payo, yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Payo menyesalkan adanya penahanan tersebut. Sebab, bentrokan tersebut sudah berujung didamaikan oleh Wali Kota Binjai Amir Hamzah, yang disaksikan Kapolres Binjai AKBP Hendrick Situmorang, dan Dandim Langkat Letkol M Eko Prasetyo.

Meski sudah berdamai, namun 3 anggota PP masih dilakukan penahanan diduga di Polda Sumut. Karena itu, dia menilai, Forkopimda Kota Binjai harus bertanggung jawab atas penahanan tersebut.

“Belum terlampiaskan juga emosi karena ada ketua wilayah di sini,” tutur Payo.

Payo juga menyinggung ketidakhadiran Ketua DPRD Binjai Noor Sri Syah Alam Putra. Sebab, Ketua DPRD Lang­kat Sribana Perangin-angin, tampak hadir mengikuti muscab tersebut.

Sementara itu, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP Sumut Kodrat Shah, hadir di tengah muscab tersebut. Bahkan, Kodrat juga yang membuka muscab yang ditandai dengan pemukulan gong.

Pada kesempatan itu, Kodrat pun meminta Forkopimda Kota Binjai dapat berlaku adil dan tidak berpihak dalam pe­nanganan persoalan itu.

“Laporannya sudah lengkap saya terima, dan saya juga tahu jalan ceritanya. Untuk itu kepada Forkopimda, berlakulah adil, jangan berpihak. Kami bisa menjaga PP agar tetap kondusif dan tidak melakukan kekerasan. Namun sabar ada batasnya, dan sampai kapan?” ujarnya.

Dia menegaskan, PP sudah berbuat banyak kepada bangsa dan negara.

“Berbuat baik itu memang susah dan banyak rintangan. Tapi jangan sampai terpancing. Masalah yang sudah terjadi jangan mengambil keputusan sendiri. Kalau memang anggota kita yang salah, silakan dihukum,” jelas Kodrat.

Kepada aparat kepolisian, Kodrat juga berharap dapat netral dan jangan berpihak.

“Jika kita benar, maka kita tidak boleh takut. Ingat, kalau berani jangan takut-takut,” pungkasnya. (ted/saz)

Hasil Riset Evaluasi RPJPD Dairi 2005-2025, Eddy: Perlu Kerja Keras

SERAHKAN: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu menyerahkan cenderamata kepada Wakil Direktur PPKK Fisipol UGM Arie Ruhyanto, Rabu (5/7).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, menerima kunjungan Tim Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerja Sama (PPKK) Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu (5/7) lalu.

Rombongan Fisipol UGM ini, dipimpin Wakil Direktur PPKK, Arie Ruhyanto. Diketahui, kunjungan tersebut dalam rangka penyerahan hasil riset evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Dairi 2005-2025.

Pada kesempatan itu, Kepala Bappeda Kabupaten Dairi, Aryanto Tinambunan melaporkan, hasil riset evaluasi RPJPD Kabupaten Dairi 2005-2025 tersebut, akan digunakan sebagai bahan penyusunan rencana awal RPJPD Kabupaten Dairi 2025-2045.

“RPJPD ini, juga akan menjadi acuan dan dasar pemecahan permasalahan daerah melalui koordinasi antar-pelaku pembangunan. Integrasi, sinkronisasi, dan sinergi antar-fungsi pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Serta partisipasi masyarakat, dan penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, juga berkelanjutan,” ,” ungkap Aryanto.

Sementara itu, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan, hasil riset tersebut akan menjadi modal Pemkab Dairi mengambil kebijakan pembangunan pada masa mendatang. Menurutnya, dari beberapa kebijakan yang sudah dilakukan, sebagian besar berhasil. Walapun diakui, belum semua kondisi ekonomi masyarakat membaik secara merata. “Masih banyak masyarakat yang bergantung pada pemerintah. Untuk itu, kita masih perlu berkerja keras,” akunya.

Dia pun berharap, pembangunan Kabupaten Dairi harus lebih baik ke depannya, dengan persiapan perencanaan awal yang lebih matang dan terukur.

Wakil Direktur PPKK Fisipol UGM, Arie Ruhyanto mengatakan, dari hasil evaluasi riset yang dilakukan, RPJPD Kabupaten Dairi 2005-2025 menunjukkan perkembangan. Indeks tingkat ketimpangan berada lebih rendah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).

“Pengangguran juga lebih baik dari provinsi. Namun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi, masih di bawah provinsi, dan perlu ditanggulangi,” pungkasnya. (rud/saz)

Sungai Wampu Diduga Tercemar

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Aliran Sungai Wampu di Kelurahan Pekan Bahorok, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, diduga tercemar. Akibatnya, masyarakat sekitar yang mengandalkan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawampu, yang pasokan airnya dari Sungai Wampu, khawatir kesulitan mendapat air bersih.

Kejadian ini bukan kali pertama,” ungkap perwakilan masyarakat, Ahmad Ridwan (43), ketika dikonfirmasi via telepon selular, Kamis (6/7).

Ridwan menjelaskan, air Sungai Wampu yang tercemar ini diduga dampak dari keberadaan PT Thong Langkat Energi, yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Dia pun menduga, air Sungai Wampu tercemar dampak dari dibukanya bendungan pada pembangkit listrik tersebut.

“Bendungan di PT Thong Langkat Energi membuka bendungan tanpa pemberitahuan kepada masyarakat. Setelah dibukanya bendungan ini, Selasa (4/7) lalu, habitat ikan di aliran Sungai Wampu bermatian,” ungkap Iwan, sapaan karib Ridwan.

“Akibat pembukaan bendungan, lumpur yang mengendap dan diduga mengandung zat kimia, pun mengalir ke Sungai Wampu,” imbuhnya.

Tak ayal, lanjutnya, kondisi ini mengakibatkan debit air naik, dan lumpur yang tertahan pada pintu bendungan mengaliri Sungai Wampu. “Karena itulah ikan menjadi mati,” kata Iwan.

Iwan tidak mengetahui secara persis kandungan zat kimia yang ada pada lumpur tersebut. Karena itu, dia meminta agar Pemkab Langkat melalui Dinas Lingkungan Hidup, melakukan pemeriksaan atau uji laboratorium.

“Saya sudah menyebar hal ini ke media sosial (medsos) agar semua masyarakat dan Pemkab Langkat tahu kejadian ini. Tahun lalu juga terjadi seperti ini. Tapi sampai sekarang, setelah dinaikan (ke medsos), belum ada tanggapan,” jelasnya.

Dia berharap, tak ada lagi kejadian seperti ini. Sebab, hal tersebut bukan kali pertama terjadi.

“Bahkan yang saya dengar, Agustus ini akan dilakukan cuci bersih total selama 5 hari berturut-turut. Kalau dibiarkan, dikhawatirkan terjadi lagi matinya ikan dalam jumlah besar, ekosistem rusak, dan masyarakat bakal kesulitan air bersih,” ujar Iwan.

Kesulitan air bersih menjadi kecemasan masyarakat di daerah tersebut. Ada sekitar 300-an lebih pelanggan PDAM Tirtawampu. Jika air Sungai Wampu tercemar, tentunya PDAM Tirtawampu tak dapat mengalirkan air bersih ke pelanggan.

“Kalau sudah begini, kami tidak berani mandi,” sebut Iwan lagi.

Diketahui, PT Thong Langkat Energi berada di Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat. Keberadaan pembangkit listrik ini diduga meresahkan masyarakat. Dan tak hanya pencemaran air sungai ini saja, persoalan yang ditimbulkan perusahaan tersebut. Tapi juga ada ratusan hektare perkebunan sawit jadi terendam.

Air Sungai Wampu merupakan sungai terpanjang di Negeri Bertuah. Berbagai jenis ikan pada aliran sungai tersebut mendadak mati. Debit air sungai naik, dan bercampur lumpur hingga menjadi keruh.

Mengenai hal ini, Camat Bahorok Robby Deritawan Sitepu, tak dapat mengomentari. Saat dikonfirmasi, dia mengaku tengah tidak berada di Bahorok. “Saya lagi menunaikan ibadah haji, ke sekcam saja,” imbaunya, seraya menyarankan langsung menemui sekcam di kantor kecamatan. (ted/saz)