Home Blog Page 14105

Oknum PNS Tipu 9 Warga

PAKPAK BHARAT- Tiga oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) diduga telah menipu 9 warga untuk dipekerjakan sebagai montir, Kamis (26/1).

Ketiga oknum PNS itu masing-masing berinisial YB (48) warga Desa Lae Trondi, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, SM (44) warga Desa Boangmanalu, Kecamatan Salak, Pakpak Bharat, serta AB (23) warga Desa Liang Jering, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi.

Keterangan diperoleh wartawan koran ini, Jumat (27/1), penipuan tersebut berawal dari pelatihan montir di Medan, dengan biaya Rp200 ribu per orang sebagai biaya adimistrasi.

Ke sembilan warga tersebut yakni, Budiman Sinaga, Mestro Situmorang, dan Ruslim Manik, ketiganya warga Desa Salak I, Kecamatan Salak. Kemudian Samuel Manik, Naiko Sampang dan Mahyu Sembiring dan Juprianto Berutu, warda Desa Kecupak II, Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut (PGGS), serta Doma Tumanggor dan Maruli Boangmanalu, warga Desa Boangmanalu, Kecamatan Salak.
Perekrutan terhadap kesembilan warga dimulai bulan Desember 2011 dan pada tanggal 20 Januari 2012, kesembilan korban tersebut diberangkatkan ke Medan.

Sesampainya di Medan, ke sembilan warga tadi, malah dititipkan di Panti Rehabilitasi Narkoba di Tanjung Anom, Kabupaten Deliserdang dan dipaksa mengaku sebagai pecandu narkoba.

Tak terima dengan perlakuan ketiga oknum tadi, salah seorang korban mengadu kepada orangtuanya.
Mengetahui kejadian itu, orangtua korban langsung menelepon
Polres Pakpak Bharat untuk menindaklanjuti praktik penipuan yang dilakukan ketiga oknum dimaksud.

Kapolres Pakpak Bharat AKBP Giueseppe Reinhard Gultom melalui Kasat Reskrim AKP Bonar Silalahi diruang kerjanya, mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan ketiga oknum PNS telah diperiksa di Mapolres Pakpak Bharat. (mag-14)

Berikan Sugesti Positif Pada Anak

Seorang anak dilahirkan memiliki tipikal dan sifat yang berbeda-beda. Ada anak yang bertipikal sangat mudah diatur dan penurut namun tak sedikit anak yang sangat sulit sekali untuk diatur.

MEDAN -Dalam hal ini orang tua harus bijaksana dalam menyikapinya. Salah satu metode yang bisa dicoba dalam mengatasi berbagai persoalan dalam menghadapi pola laku anak adalah dengan teknik hypnoparenting.

Disadari atau tidak, teknik hypnoparenting, sebenarnya bukan hal baru. Orangtua kita dahulunya  boleh jadi sudah mempraktikkannya. Mungkin kita  ingat, dulu, ibu atau nenek  membelai lembut rambut kita  saat kita  merebah di pangkuannya. Lalu, mereka mengucapkan kata-kata berisi harapan sekaligus mendoakan kita agar tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, berbudi atau apapun harapan yang dipanjatkannya.

Wahyudi, SPdI, CI, HR Manager PT ABCo Sugesti Motivatindo Wilayah Sumut  mengatakan, mengasuh dan mendidik anak dengan cinta kasih, merupakan dasar dari teknik hypnoparenting .

Hypnoparenting terdiri dari dua kata yaitu hipnosis yang berarti proses pemasukan informasi ke dalam pikiran  dan parenting yang berarti segala sesuatu yang berurusan dengan tugas-tugas orangtua dalam mendidik dan membesarkan anak. Jadi Hypnoparenting adalah cara kita mempetakan dan membuat sistemasi atas segala hal yang berhubungan dengan tugas kita sebagai orangtua ditinjau dari sudut  pandang cara kerja pikiran dan pengaruhnya terhadap masa depan seorang anak.

Hypnoparenting, sebagai teknik pola asuh bekerja langsung pada alam bawah sadar anak. Orang tua dapat menerapkan pola asuh termasuk mendisiplin anak secara mudah tanpa paksaan.  Yang terjadi saat orang tua menggunakan teknik hypnoparenting adalah komunikasi secara mental melalui alam bawah sadar anak (sugesti).

Hal ini dinilai efektif  sebab tindakan dan tingkah laku balita masih sangat banyak dipengaruhi alam bawah sadarnya. Itu sebabnya, ia begitu polos dan spontan, serta mudah di-”program” (diberi sugesti) oleh orang tuanya. Meski demikian, orang tua mesti mengetahui waktu yang tepat untuk memberi sugesti pada anak.
Wahyudi menyebutkan,   ada empat jenis kondisi anak berdasarkan jenis frekwensi gelombang otaknya. . Pertama anak dalam keadaan Beta yaitu dalam kondisi sedang serius.

Kedua dalam  kondisi alpha, yaitu anak sedang dalam keadaan santai. Kemudian,  kondisi  ketiga adalah kondisi theta, dimana anak dalam keadaan  sangat  mengantuk (ketika mulai tertidur). ‘’Pada kondisi Theta ini lah moment paling tepat sugesti diberikan. Sebab pada kondisi antara sadar dan tidak ini, anak akan lebih mudah menyerap pesan apa yang akan kita sampaikan,”ujarnya.

Sementara pada kondisi keempat yang disebut kondisi delta, anak telah tertidur pulas sehingga  sudah tidak bisa menerima pesan. Ditambahkannya, orang tua harus memilih  kata – kata positif dan  menghindari  kata-kata negatif dalam memberikan sugesti.
Seperti, ‘’kamu anak  nakal’, “bandel”, ”  “susah”, dan  sebagainya. ‘’Lebih baik kita mengatakan, ‘’kamu anak manis”, ‘’baik” dan sebagainya,”sebut Wahyudi.

Wahyudi juga mengingatkan, agar anak jangan dibiasakan tertidur  di depan TV atau media lain yang hidup, terutama jika media tersebut memiliki efek negatif.  ‘’Anak akan memasuki kondisi alpha saat tertidur, sehingga apa yang ia dengar dari luar dapat terprogram secara otomatis di alam bawah sadarnya,”sebutnya kepada Sumut Pos (27/1).  Jangan melakukan kekerasan terhadap anak, karena ia akan dengan mudah memprogram kekerasan tersebut di jiwa bawah sadarnya. (sih)

——–

Hindari Kata Negatif

  •  Dalam menjalin komunikasi dengan hypnoparenting,  orang tua harus memilih  kata – kata positif dan  hindari  kata-kata negatif seperti “nakal’, “bandel”, ”“susah”, dan  sebagainya.
  • Gunakan media pendukung untuk melakukan penanaman sugesti  (jika dibutuhkan), misalnya suara musik yang menenangkan, suara lembut ibu dan ayah, suara detak jam, dan sebagainya.
  •  Lakukan kontak tubuh secara lembut, berulang dan monoton  seperti mengusap kepala atau dahi balita, mengusap punggungnya dengan lembut.
  •  Mulailah bicara dengan niat menanamkan sugesti positif, gunakan kalimat afirmasi positif seperti, “Anak manis, mimpilah yang indah dan besok pagi, bangun segar, bersemangat dan sehat.”
  • Lakukan pengulangan secara konsisten, ibu dan ayah melakukan hal sama berulang-ulang, hingga terlihat hasil yang diharapkan.
  •  Jangan membiarkan balita tertidur lelap di depan TV atau media lain yang hidup, terutama jika media tersebut memiliki efek negatif. Anak akan memasuki kondisi alpha saat tertidur, sehingga apa yang ia dengar dari luar dapat terprogram secara otomatis di alam bawah sadarnya.
  •  Hindari bertengkar atau saling melontarkan kalimat negatif di depan anak karena bisa tertanam di jiwa bawah sadar anak, dan kemungkinan berakibat pada kesehatannya.
  • Jangan melakukan kekerasan terhadap anak, karena ia akan dengan mudah memprogram kekerasan tersebut di jiwa bawah sadarnya. (*)

Saya tak Pernah Tergiur Dengan Tawaran Apapun

Polres Binjai Gelar Pertemuan dengan Kelompok Tani

Persoalan lahan eks HGU PTPN 2 Sei Semayang di Kota Binjai, masih terus berlanjut. Penguasaan lahan oleh warga hingga penangkapan warga oleh petugas kepolisian, seakan mewarnai perjalalanan pelik sengketa tanah di Binjai.

Tak hanya penguasaan lahan, kabar pelepasan sejumlah warga penggarap yang sempat ditahan Polres Binjai dengan tebusan uang puluhan juta, juga menjadi topik hangat di masyarakat.

Untuk menjernihkan persoalan sengketa tanah dimaksud, Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon, menggelar pertemuan dengan kelompok tani, PTPN 2, BPN, dan sejumlah intansi terkait lainnya, Jumat (27/1).

Dalam Pertemuan yang digelar di Lapangan Kancil Mas, Jalan Bejomuna, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur itu, Kapolres Binjai mengatakan, Polres tidak pernah memihak kepada siapapun apalagi menerima upeti dari pihak-pihak tertentu terkait sengketa tanah eks HGU PTPN 2.

“Saya dalam hal ini tidak ada memihak kepada siapapun, baik kelompok tani maupun PTPN 2. Saya tidak pernah tergiur dengan setiap tawaran yang ada atau apapun namanya. Jadi saya sarankan, kelompok tani lebih baik berjuang lewat jalur hukum,” saran Musa Tampubolon.

Kapolres juga mengaku, lahan eks HGU PTPN 2 itu, akan dikembalikan ke negara. “Jadi, warga yang tidak punya hak atas lahan eks HGU, tidak usah ikut-ikutan,” tegas AKBP Musa Tampubolon.

Selain itu, AKBP Musa Tampubolon juga mengungkapkan, banyak dari masyarakat atau kelompok tani yang benar-benar memiliki hak, sudah memperjual belikan lahan ini. Meski, masalah lahan ini belum ada penyelesaian yang jelas dari menteri atau intansi terkait.
“Akibatnya, rawan bentrok dan tindak anarkis di atas lahan eks HGU PTPN 2 ini,” ujarnya, seraya mengatakan, kalau ia  tidak menginginkan bentrokan terjadi.

Masih Kapolres, dalam kasus lahan eks HGU PTPN 2 ini, kepolisian hanya berhak dan wajib mengangkat pidananya. “Misalnya, ada warga yang bentrok, berbuat anarkis dan lainnya. Maka, warga itu akan kami tindak sesuai hukum berlaku. Makanya, kalau masih ada perdatanya, silahkan ajukan ke Pengadilan, agar dapat putusan yang inkrah,” ucapnya.

Dikatakan Suyono, salah seorang anggota Poktan, dalam kesempatan itu mengajukan beberapa pertanyaan diantaranya, soal pemasangan pilar oleh pemerintah terhadap PTPN 2 dan soal Peraturan Pemerintah (PP) nomor 40 tahun 1996, tentang larangan sewa menyewakan lahan eks HGU PTPN 2.

“Kalau memang semuanya belum jelas, kenapa PTPN 2 bisa memasang pilar? Trus, mana lebih tingi PP 40 tahun 1996 dari pada SK 42, 43, dan 44? Kami sudah lelah, hukum tak pernah adil terhadap masyarakat kecil. Buktinya, 14 tahun kami sudah berjuang, tapi sampai sekarang apapun belum ada hasilnya. Malah, warga kami yang menjadi korban saat berjuang,” tegas Suyono mengenang anggotanya yang sempat diamankan Polres Binjai.

Sayangnya, pertanyaan warga kelompok tani ini, tak mendapat jawaban memuaskan dari Pemko Binjai khususnya Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Binjai.

“Saya hanya sampaikan, kalau masalah (sengketa lahan) ini, masih dalam pembahasan. Dan rencananya, pertengahan Februrai ini, akan dipasang pilar batas. Untuk itu, saya harapkan, seluruh Poktan mendukung pemasangan pilar itu, demi proses penyelesaian masalah lahan yang sudah sangat berkepanjangan ini,” ujar Kepala BPN Binjai bermarga Sembiring. (dan)

Motivasi Sadar Lingkungan

Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan (Kadistanla) Medan, Ir Wahid M Si berpendapat penanaman mangrove dengan menghadirkan dua Menko Ekuin dan Menteri Kehutanan merupakan bagian dari memotivasi masyarakat agar lebih meningkatkan kesadaran lingkungan mangrove.

Dia menyebutkan, mangrove yang ditanam dapat menahan abrasi laut, sendimentasi air laut dan sungai. Kemudian, mangrove juga berfungsi sebagai keseimbangan keragaman biota perairan dan habitat perairan.
“Mangrove merupakan sumber tempat perpindahan dan asuhan biota perairan. Kalau untuk Kota Medan secara langsung tak masuk ke dalam kawasan mangrove,” ucapnya.

Wahid membeberkan, dengan adanya hamparan mangrove seluas 1.100 hektar yang dikelola secara swasembada oleh pemerintah dan masyarakat, diharapkan harus dilestarikan.  “Dengan melibatkan 222 kepala keluarga (KK) yang sebagian besar banyak berpenghasilan dari tambak tradisional. Hamparan dimanfaatkan menjadi silfofesering, artinya hutan mangrove tetap lestari dan tambak tetap berjalan yang diharapkan menjadi eko wisata mangrove,” cetusnya. (adl)

Bangun Kebersamaan Melalui Radio

FKUB Medan Luncurkan Siaran Kerukunan Umat Beragama

MEDAN-Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan dipimpin Prof Dr H Syahrin Harahap MA menjalin kerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Medan, Jumat (27/1). Kerjasama ini langsung ditindaklanjuti dengan siaran kerukunan umat beragama secara live dengan empat narasumber.

Dalam dialog melalui siaran RRI Pro-1 ini, dihadir Ketua FKUB Kota Medan Prof Dr H Syahrin Harahap MA, Wali Kota Medan diwakili Kepala Kominfo Kota Medan Zulkifli Sitepu, Kepala RRI Medan Drs Rahadian Gingging MK dan Dekan FAI Universitas Cut Nyak Dhien Mariadi. Mereka memberi apresiasi terhadap siaran kerukunan umat beragama yang akan dilaksanakan secara rutin.

‘’Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi roh keberagaman dan kerukunan di Indonesia. Karena pemerintah dan semua lapisan harus memberi perhatian terhadap kerukunan umat beragama di Medan sebagai miniatur Indonesia di mana FKUB dibentuk berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tahun 2006 lalu,’’ jelas Syahrin.

Mantan Rektor Universitas Al-Washliyah (Univa) dan Pembantu Rektor IAIN Sumut ini mengatakan, berkat kerukunan yang terjadi di Medan telah mengantarkan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menerima penghargaan internasional berkaitan dengan kerukunan yang diserahkan di Malaysia.

Ia membandingkan dengan kerukunan masyarakat di beberapa negara sekuler dan negara lain di dunia. ‘’Kerukunan harus betul-betul menjiwai kehidupan masyarakat di Medan melalui radio dapat membantu sosialisasi membangun kerukunan di Medan. Kita sudah menggelar berbagai dialog kerukunan hingga tingkat kelurahan. Kini kita menjadi kerukunan yang lebih intensif melalui udara di RRI sehingga diharapkan lebih banyak masyarakat berperan aktif dalam membangun kerukunan tersebut,’’ kata Syahrin.

Kepala Kominfo Kota Medan Zulkifli Sitepu mengatakan, Wali Kota Medan memberikan dukungan terhadap terciptanya kerukunan umat beragama di Medan. ‘’Pemko Medan memberi apresiasi atas kerjasama FKUB Medan dengan RRI Medan dan RRI Medan bersama Universitas Cut Nyak Dhien sebagai bagian dari kesuksesan pembangunan yang menyeluruh di Kota Medan,’’ katanya.

Ia menambahkan, kerjasama FKUB Kota Medan dengan media massa di Medan dapat terus dijalin sebagai bentuk kemitraan agar masyarakat dapat mengetahui informasi terutama berkaitan dalam membangun kerukunan umat beragama di Medan.

Sebelumnya Kepala RRI Medan Drs Rahadian Gingging MK mengatakan kerjasama dengan FKUB Kota Medan sejalan dengan misi radio yang dipimpinnya dalam membangun karakter bangsa yang jauh lebih sulit dibandingkan mewujudkan peningkatan daya jangkau siaran dan menuju radio berkelas dunia. (dmp)

‘Rahudman’ Itu Rehabilitasi Hutan di Kota Medan

Penanaman pohon mangrove di sepanjang pantai Indonesia sudah mencapai sekitar 9.5000 Km, bahkan sepanjang itu juga telah ditumbuhi mangrove atau sekitar 8 juta hektar.

Demikian disampaikan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan SE MM. Dia memaparkan,  dari 8 juta hektar itu telah berubah fungsi seluas 4 juta hektar menjadi tambak, sedangkan 2,4 juta hektar masih baik dan 11,6 hektar antara hidup dan mati. Dengan begitu lakukanlah penanaman mengrove.

“Dari 8 juta hektar hutan Mangrove yang ada di Indonesia, ternyata separuhnya sudah beralih fungsi, ada yang menjadi tambak dan lain sebagainya. Bahkan ada sekitar 1,2 juta hektar yang sudah kritis namun masih ada hutan bakaunya perlu direhabilitasi,” jelasnya.
Dia mengatakan, mangrove mempunyai keistimewaan yang luar biasa, dan sangat berbeda dengan tumbuhan-tumbuhan lain.

Mangrove perlu dikembangkan pelestariannya karena mangrove dapat menahan angin keras, dan dapat menahan gelombang tsunami. Selain itu, mangrove tempat berkembangnya ikan, udang dan lain sebagainya,
“Buah mangrove dapat dijadikan sirup yang memiliki vitamin C tinggi. Selain itu, dapat dijadikan tepung kue, getah mangrove juga bisa dijadikan bahan membatik dan pohon mangrove adalah arang terbaik dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zulkifli menjelaskan arti dari nama Rahudman itu Rehabilitasi Hutan di Kota Medan. Meski sempat mendapatkan tertawaan namun, sang Wali Kota yang dijuluki wajahnya kontan memerah dan  tersenyumsembari disambut tepuk tangan meriah dari para undangan dan masyarakat. “Kota Medan tak memiliki luas hutan mangrove,  tapi Medan punya potensi pengembangan hutan mangrove sebagai objek wisata,” ujarnya.(adl)

Dunia Bisa Menikmatinya

Menko Ekuin, Menhut, dan Wali Kota Tanam Mangrove

WALI kota Medan,  Drs H Rahudman Harahap MM mengungkapkan mengrove bisa mendatangkan banyak keuntungan. Hal itu terungkap dalam kegiatan penanaman bibit mangrove bersama dua menteri yakni, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekuin), Hatta Rajasa dan Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan SE MM, di Kelurahan Sicanang, Medan Belawan, Jumat (27/1).

Di sela-sela acara, Rahudman membeberkan, kawasan mangrove mempunyai luas wilyah 1.029 hektar, kawasan tersebut telah ditetapkan melalui Perda Kota Medan tentang rencana tata ruang wilayah sebagai Kawasan Strategis Lingkungan Hidup yang berfungsi lindung.

“Kanyak sekali manfaat yang dihasilkan melalui keberadaan hutan mangrove, mulai cara menangkal erosi dan abrasi, menanggulangi banjir ROB, memelihara ekosistem laut, menyerap CO2 , hingga mendorong pemgembangan keragaman usaha ekonomi masyarakat pesisir,” katanya.

Dia mengharapkan, penanaman pohon mangrove bukan hanya secara seremonial belaka, melainkan akan dipelihara dan diawasi agar tak dirusak oleh pihak -pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Pemko Medan telah memiliki rencana memanfaatkan potensi yang dimiliki mangrove, sebagai kawasan eko wisata dan pelestarian ekosistem melalui pendekatan Minahutan atau Silvofishery,” katanya.

Menurut dia, penanaman mangrove dilakukan agar ke depan dunia dapat menikmatinya. Keuntungan dari mangrove dapat lebih banyak menyerap karbon di udara dan di air. Ke depan dunia pasti bisa menikmatinya.

“Karena hal ini berfungsi sebagai antisipasi banjir yang pernah terjadi di Negara lain dengan korban jiwa yang tinggi,” cetusnya.
Selain menanam pohon bakau secara simbolis dan serentak sebanyak 1.000 pohon bersama pejabat instansi terkait. Dua menteri tersebut menyerahkan bantuan dana dan secara simbolis kepada Kelompok Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang dibina Pemko Medan sebesar Rp50 juta.

Menanggapi program tersebut, seorang warga setempat, Syahyan menyambut baik langkah yang dilakukan Pemko Medan terhadap penanaman mangrove di kawasan Sicanang karena banyak manfaat yang dirasakan.

“Dengan kegiatan konservasi mangrove yang dilakukan, belum terlambat asal kita mau. Masyarakat ikut aktif terlibat dalam kegiatan ini. Konservasi mangrove dilakukan sebagai usaha untuk mengurangi dan meminimalisir air sungai yang tercemar oleh limbah pabrik, yang berada di hulu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syahnan menyatakan, menanaman mangrove diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar, sebab sekarang ini sangat sering terjadinya pencemaran udang dan ikan. Diharapkan ke depan, udang dan ikan dapat dipanen dengan baik.

“Penanaman mangrove dapat menimalisir limbah yang ada, sehingga taraf hidup masyarakat kembali normal,”harapnya.
Rencana Pemko Medan menjadikan Sicanang sebagai wisata mangrove disambut gembira warga karena bisa menambah ekonomi yang selama ini bekerja sebagai nelayan. “Libatkan, karena masyarakat lebih mengetahui lokasi ini,” pintanya. (adl)

Potensial jadi Wisata Pendidikan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekuin), Ir Hatta Rajasa menjelaskan kawasan hutan mangrove di Sicanang Belawan sangat potensial dikembangkan menjadi suatu kawasan wisata (eko tourism, Red) serta kawasan wisata pendidikan (eko education, red).

Dia berpendapat, keduanya berjalan sinergis demi terciptanya pelestarian alam hutan mangrove tanpa meninggalkan masyarakat setempat dan masyarakat juga diberikan kesempatan jangan dijadikan sebagai penonton dalam menikmati pembangunan di daerahnya.

Hatta menjanjikan, segera mensinerjikan tujuan kawasan hutan mangrove Sicanang Belawan menjadi kawasan wisata dan pendidikan bersama Menteri Parawisata dan Menteri Pendidikan. “Saya berikan apresiasi pada Wali Kota Medan dalam pengembangan hutan mangrove dan saya mendukung bila kawasan hutan mangrove Sicanang Belawan menjadi hutan wisata dan pendidikan. Saya minta Menteri Parawisata dan pendidikan turut serta dalam program ini, sehingga ada keharmonisan serta warga sekitar bisa menikmati adanya perkembangan pembangunan di daerahnya,” kata pria asal Sematera Selatan ini.

Dengan begitu, Rajasa mendukung keinginan Wali Kota Medan dan berjanji akan menghubungi Menteri Pariwisata meninjau kawasan ini untuk dijadikan kawasan wisata hutan dan kawasan wisata pendidikan. Artinya mangrove tetap hidup dan berkembang di kawasan, kemudian kawasan juga dapat menjadi tempat rekreasi, dan tempat bagi anak-anak pelajar sebagai tempat riset, penelitian dan perkembangan ilmu.

“Bila perlu Wali Kota dapat membuat Perda, agar kawasan tersebut menjadi laboratorium alam, yang nantinya dijadikan tempat penelitian,” sarannya. (adl)

Tensi Tinggi

Liverpool v Man Unitied

LIVERPOOL-Si Merah asal Kota Pelabuhan, Liverpool berhasil menyingkirkan Manchester City di Piala Liga dan akan berjumpa Manchester United di Piala FA, hari ini Pertandingan ini merupakan pertemuan keenam Liverpool dengan dua klub asal Kota manchester.

Dari lima pertandingan sebelumnya, The Reds  empat kali melawan City di liga dan Piala Liga, serta sekali melawan United.
“Kami ingin menikmati sebentar momen kemenangan atas City. Setelah itu kami akan  berkonsentrasi untuk pertandingan yang sulit di hari Sabtu (hari ini, Red) menghadapi United,” tambahnya.

Terasa wajar jika King Kenny (julukan Kenny Dalglish) menatap serius laga menghadapi United. Penyebabnya, apalagi kalau bukan niat ingin mempertahankan hegemoni tim di hadapan pendukungnya yang memenuhi Stadion Anfield.
Lihatlah, sejauh ini belum ada tim yang mampu mengalahkan “Si Merah” di Anfield . Tercatat sudah 13 kali Steven Gerrard dkk bermain di kandang sendiri, dan belum sekali pun mereka mengalami kekalahan.

Namun, meski belum terkalahan saat bermain di kandang, Liverpool juga tidak terlalu akrab dengan kemenangan. Skuad Kenny Dalglish itu hanya menang lima kali, tapi ditahan tetamunya sampai delapan kali, termasuk oleh klub-klub semenjana seperti Norwich, Swansea, dan Stoke City.
Kendati begitu, rekor ini akan menjadi modal berharga saat menghadapi The Red Devils. Apalagi, secara kebetulan menatap laga nanti Sir Alex Ferguson terancam tak dapat menurunkan sejumlah pemain pilar.

Beberapa nama yang terancam absent karena cedera antara lain  Rooney, Luis Nani, Rio Ferdinand, Ashley Young, Tom Cleverley, Anderson, Michael Owen, Nemanja Vidic dan Darren Fletcher.

Karena hal tersebut, tak ada jalan lain bagi Sir Alex Ferguson kecuali memaksa Patrice Evra bermain. Padahal, pemain asal Prancis ini juga tidak dalam kondisi bugar.

Ditengarai memainkan Evra bakal memunculkan tensi laga yang lebih tinggi, karena yang bersangkutan pernah menuding striker Liverpool Luis Suarez bersikap rasis kepadanya.

“Saya pikir salah satu pemain kami yang telah bermain cukup lama harus berada di posisi terdepan untuk menjadi kapten, dan dalam kasus tersebut termasuk pada Patrice,” sahut Ferguson di Soccernet.

“Dia pemain yang populer dengan kepribadian yang baik, yang mana penting untuk dimiliki jika Anda menjadi kapten di klub seperti kami. Dia sangat bersahabat dan punya selera humor yang bagus, selain itu dia juga punya semangat tinggi,” bilang Fergie.
Pertanyaannya, cukupkah bagi Fergie menaruh harapan kepada Evra untuk dapat mempermalukan The Kop di Anfield? (bbs/jpnn)

Gerrard Tenangkan Liverpudlian

DUEL Liverpool versus Manchester United di babak keempat Piala FA berpotensi berlangsung panas. Meski demikian, Steven Gerrard meminta fans The Reds untuk bersikap kalem.

Pertandingan di Anfield, Sabtu (28/1) malam WIB, adalah laga pertemuan pertama antara Liverpool dan United sejak kasus rasisme antara Luis Suarez dan Patrice Evra. Dalam laga tersebut, Suarez belum bisa tampil karena masih menjalani skorsing, sementara Evra akan tampil sejak awal.
Di Anfield nanti, Evra berpotensi jadi bahan cemoohan Liverpudlian terkait kasusnya dengan Suarez. Tapi, Gerrard berharap hal itu tak terjadi.

“Kami semua tanggung jawab untuk memastikan bahwa pertandingan ini akan dikenang karena sepakbola,” ucap Gerrard.
“Ada persaingan hebat antara Liverpool dan United dan pastinya akan olok-olok di antara fans,” tambahnya.
“Tapi, akan fantastis kalau ini dikenang karena jadi pertandingan top. Dan dari sudut pandang kami, kemenangan Liverpool,” ujar sang kapten.

“Kami tak menginginkan halaman depan surat kabar dari pertandingan ini yang berisi kisah-kisah di luar pertandingan sepakbola antara dua tim top — dan mungkin tim terbaik yang menang,” pungkasnya. (net/jpnn)