Home Blog Page 14567

Pendidikan Sumut Mulai Maju

Dinas pendidikan merupakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) penerima anggaran terbesar di Sumut, yakni 20 persen dari jumlah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Tak hanya itu, ada lagi danan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan dari APBN. Lantas, sejauh mana tingkat kemajuan dunia pendidikan di Sumut saat ini? Berikut petikan wawancara wartawan Harian Sumut Pos Ari Sisworo dengan Kepala Dinas Pendidikan Sumut Syaiful Syafri, Jumat (14/10).

Bagaimana perkembangan dunia pendidikan di Sumut saat ini?
Perkembangan dunia pendidikan di Sumut, tanpa terkecuali di Medan, saat ini mengalami perbaikan yang sangat pesat. Karena, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota dan dunia perguruan tinggi serta para kepala sekolah telah bertekat memajukan dunia pendidikan itu. Kita patut bersyukur, anak-anak kita telah bersaing dalam Ujian Nasional (UN), untuk lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapat peringkat II nasional, SMA peringkat III nasional dan lulusan SD dengan nilai rata-rata 7,6.

Di tahun sebelumnya, TA 2009-2010 hanya 6,3. Demikian juga dengan Olimpiade Sains Nasional (OSN), bahwa OSN SMP Sumut mendapat peringkat II nasional dan SMA, peringkat VI nasional. Kita berharap perhatian yang besar dari Bapak Gubsu terhadap dunia pendidikan, maka pendidikan Sumut akan semakin baik.

Lalu, bagaimana realisasi dana BOS di Sumut saat ini?
Realisasi dana BOS sampai saat ini sudah maksimal. Yang belum menyalurkan adalah Kepulauan Nias dan Asahan. Namun, laporan pihak pemkab setempat, tengah dalam proses secepatnya untuk semester III. Kita harapkan di semester IV, segera terealisasi di masing-masing kabupaten/kota pada awal November 2011.

Kaitan antara Dana BOS dengan mutu pendidikan?
Kaitannya, dana BOS sebagai upaya untuk mendukung proses belajar-mengajar karena dipergunakan untuk administrasi pendidikan seperti, pengadaan buku, perbaikan sarana dan prasarana yang diperlukan, sehingga proses belajar-mengajar tidak terlambat.

Tidak bisa dinafikan, persoalan pendidikan tidak terlepas dari persoalan anak putus sekolah. Seberapa besar anak putus sekolah di Sumut?
Diharapkan, anak putus sekolah di Sumut dapat ditekan seminimal mungkin. Karena pada prinsipnya pengertian anak putus sekolah adalah anak yang tamat SD tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan begitu seterusnya. Persoalan putus sekolah ini, telah ada solusinya yaitu dapat melanjutkan ke sekolah yang sesuai dengan jenjang pendidikan karena bagi siswa kurang mampu dialokasikan anggaran beasiswa. Namun, yang tidak mau melanjutkan disediakn kegiatan keterampilan oleh lembaga-lembaga pendidikan seperti, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau lembaga kursus.

Apa pendapat Anda melihat anak-anak yang putus sekolah tersebut?
Menurut saya, sebaiknya orang tua dan pemuka masyarakat memberi motivasi supaya tidak terjadi yang namanya putus sekolah di lingkungan masyarakat. Bagi yang telah terlanjur putus sekolah agar memanfaatkan PKBM atau lembaga kursus untuk belajar atau latihan keterampilan demi masa depannya.

Selain program itu, apakah ada program lainnya?
Program untuk menampung anak putus sekolah antara lain, jika yatim piatu ada  panti-panti social milik pemerintah atau pun swasta. Artinya, di panti-panti social ini juga nantinya anak-anak akan diberi pendidikan yang relatif sama dengan pendidikan formal lainnya.(*)

Proses Amputasi Riska Penderita Tumor Tulang Berjalan Mulus

2 Jam 15 Menit yang Menegangkan

Tujuh bulan lamanya Riska Aprilia (14), menahankan sakit akibat tumor yang dialaminya. Kini remaja warga Jalan Bukit Mas, Lingkungan VI Bahagia, Keluarahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat ini bisa bernafas lega. Pasalnya, operasi amputasi yang dijalaninya berlangsung sukses. Seperti apa?

Putri pertama dari tiga bersaudara, pasangan Supriyanto(41) dan Sutiyem(39) ini telah menjalanin
operasi amputasi kaki kirinya di RS Haji Medan, Kamis sore (13/10). Sekitar 2 jam 15 menit keluarganya menanti proses operasi amputasi yang dijalani Riska. Semua keluarga terlihat tegang, menunggu kabar dari dokter.

“Dari jam 4 sore dia sudah mulai masuk ruang operasi, sekitar dua jam lebih, akhirnya pihak dokter datang dan mengabarkan jika operasi telah berjalan sesuai yang diharapkan,” ujar Supriyanto.

Keberhasilan operasi yang dijalani buah hatinya ini disambut rasa syukur dan bahagia dari keluarga. Menurutnya, tidak ada kenyataan yang lebih baik, daripada kabar keberhasilan operasi sang buah hati.

“Mungkin inilah yang terbaik buat Riska, walaupun harus kehilangan kakinya, tapi kini Riska tidak harus menahankan rasa sakit di bagaian kakinya lagi,” ucap Supriyanto.
Sementara itu Riska yang ditemui di ruang Hijir Ismail tempat dirinya dirawat pasca operasi, tak sanggup berucap banyak. Kini Riska terlihat lebih tenang setelah menahankan rasa sakit di kaki kirinya sejak tujuh bulan silam.

“Memang ada sakit setelah di operasi, tapi nggak lama Bang,” ujar Riska dengan suara parau. Meskipun harus merelakan kehilangan kaki kirinya dan impiannya menjadi kowad (korps wanita angkatan darat) telah pupus, kini siswi kelas IX, SMPN 2 Stabat ini ingin terus menatap masa depannya.

Bahkan, Riska telah memiliki rencana melanjutkan sekolah yang telah enam bulan lebih terhenti akibat penyakit tumor di kaki yang dialaminya. Tidak hanya itu,  kesempatan juga datang dari pihak sekolah, yang mana dari pengakuan Supriyanto, kepala sekolah tempat Riska bersekolah telah menjanjikan untuk memberikan kesempatan kepada Riska untuk mengulangi ujian semester yang tak sempat dijalaninya. “Sehabis dari rumah sakit ini aku masih punya rencana untuk terus bersekolah,” sebut Riska dengan penuh harapan.

Direktur RS Haji Medan dr HMP Siregar, saat ditemui di rumah sakit mengatakan, operasi yang dijalani Riska memakan waktu berkisar satu jam setengah. Melalui operasi amputasi tumor tulang stadium lanjut yang dialami pasien Riska.

“Untuk penanganan operasi itu ditangani langsung oleh dr Otman Siregar SpOT(K). Dan menghabiskan sekitar 11 kantung darah dari proses perawatan hingga proses operasi yang dijalaninya,” sebutnya.

Pasca penanganan amputasi itu, lanjutnya, pihak rumah sakit akan terus memantau kesehatannya. Disinggung berapa lama waktu pemulihan, dirinya mengatakan akan memakan waktu berkisar seminggu. “Kami sejauh ini tidak terkendala dalam proses operasi, karena sesuai misi rumah sakit Haji yakni menolong orang yang miskin. Diperkirakan masa penyembuhan paling lama semingu dan Riska bisa pulang,” ungkapnya.(*)

Bangkit dari Awal Buruk

Ac milan vs Palermo

MILAN- Juara bertahan AC Milan mengawali musim ini dengan buruk. Hanya lima angka yang mampu mereka peroleh dari lima pertandingan di Serie A Liga Italia. Mereka juga kalah dari rivalnya seperti Napoli dan Juventus.

Minimnya opsi pemain karena panjangnya daftar pemain cedera menjadi dalih. Makanya, mereka berharap jeda kompetisi karena pertandingan internasional bisa memberikan kesegaran kepada para pemainnya.

Sekarang jeda kompetisi sudah usai, dan mereka harus melakoni pekan keenam Serie A Liga Italia. Klub berjuluk Rossoneri itu bakal menjamu Palermo yang mengawali musim ini dengan baik di San Siro, dini hari nanti.

Memang, Milan masih kehilangan Ignazio Abate, Gennaro Gattuso, Matthieu Flamini, Massimo Ambrosini, Alexandre Pato, yang cedera plus Kevin-Prince Boateng yang terkena skorsing. Tapi, Robinho yang cedera dalam dua bulan terakhir kemungkinan bisa turun lapangan.

Kehadiran Robinho diyakini bisa menambah daya dobrak Milan. “Saya tidak menyangka akan cedera begitu lama. Tapi, sekarang saya sudah siap kembali dan memberikan kontribusi. Tapi, segalanya tetap tergantung pelatih,” kata Robinho, seperti dikutip Goal.

Selain Robinho, dua pemain lainnya yang siap dimainkan bila diberi kepercayaan adalah Taye Taiwo dan Philippe Mexes. Nama terakhir absen dalam enam bulan terakhir sejak masih membela AS Roma karena cedera ligamen lutut.

Pelatih Milan Massiliano Allegri harus berpikir lebih keras untuk mendapatkan kemenangan. Masalahnya, Palermo memiliki rekor yang cukup bagus melawan Milan. Mereka menang tiga kali dalam empat bentrok terakhir.

Hanya, yang perlu dicatat, catatan bagus itu digapai ketika Delio Rossi masih melatih Palermo dan mereka juga diperkuat pemain seperti Javier Pastore, Salvatore Sirigu, Cesare Bovo, Mattia Cassani, dan Antonio Nocerino. Sekarang, komposisi Palermo berubah.

Namun, kekuatan mereka tetap saja harus diwaspadai. Palermo yang ditangani Devis Mangia yang menggantikan Stefano Pioli jelang kompetisi dimulai, tampil cukup menjanjikan. Mereka mengemas sepuluh poin dari lima laga dan berada pada posisi keempat.

Kekuatan Palermo tetap berada pada striker andalannya Fabrizio Miccoli yang berduet dengan Abel Hernandez di lini depan. Miccolli sudah mengemas tiga gol dan juga mencatat tiga assist dalam lima pertandingan Palermo. Miccoli menilai, sekarang Palermo sedang berada pada momentum yang bagus. “Kami harus menghadapi juara bertahan. Tentu lawan yang sangat sulit, tapi kami harap bisa melanjutkan performa bagus awal musim ini,” kata Miccoli. (ham/jpnn)

Zamparini Bikin Panas Situasi

PRESIDEN Palermo Maurizio Zamparini tahu betul cara memainkan emosi penggawa AC Milan. Dimana, Zamparini menyoroti komentar dua striker Milan Antonio Cassano dan Zlatan Ibrahimovic setelah kalah dari Juventus (2/10).

Saat itu,  Cassano dan Ibra- sapaan Ibrahimovic, sempat menyatakan jenuh bermain bola. Mereka pun mulai bicara soal kemungkinan pensiun dari lapangan hijau dalam beberapa tahun ke depan. Nah, Zamparini menilai bahwa Ibra dan Cassano jenuh karena tak puas dengan gaji yang diterima di Milan. “Saya pikir (Cassano dan Ibra) hanya menginginkan kenaikan bayaran. Mereka lelah dengan gaji kecilnya,” sindir Zamparini, kepada ANSA.

Menurut Zamparini, para pemain itu juga memanfaatkan momen ketertarikan beberapa klub kepada mereka. Dengan begitu, mereka punya nilai tawar lebih baik untuk mendapatkan kontrak baru yang lebih menggiurkan.(ham/bas/jpnn)

Coba-coba Jual Ganja

Faisal (26), warga Lorong II, Kelurahan Bagan Deli, Medan Belawan ditangkap polisi gara-gara jual ganja. Namun saat diinterogasi, dia mengaku nekat menjual ganja karenan
ingin mencoba. Namun begitu, pria berdarah Aceh ini tetap dijebloskan ke ruang tahanan Polsek Belawan, Kamis (13/10) lalu.

Selama ini polisi telah menerima informasi dari masyarakat, bahwa Faisal sering menjual ganja kering di kawasan Bagan Deli. Dari informasi itu, polisi melacak dan langsung menangkap Faisal dengan barang bukti 46 amplop besar ganja kering dan uang Rp125 ribu.

Di kantor polisi, Faisal mengaku, ganja kering itu diperolehnya dari temannya di Aceh. Bisnis barang haram itu baru ditekuninya sekitar dua bulan. Dan niatnya menjual ganja itu hanya untuk coba-coba. “Aku jual ganja cuma mau coba-coba untuk cari uang tambahan Bang,” kata pria yang akrab disapa Sal ini dari balik terali besi Polsek Belawan.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto melalui Kapolsek Belawan, AKP Taufik SE mengatakan, pelaku telah diamankan karena terbukti telah memiliki ganja. “Pelaku kita jerat Pasal 111 UU no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 12 tahun penjara,” kata Taufik. (mag-11/ril/smg)

560.000 Pekerja di Sumut Ikut Jamsostek

MEDAN- PT Jamsostek Persero telah melindungi 560.000 pekerja dalam program jaminan sosial tenaga kerja di wilayah I. Sampai September 2011, PT Jamsostek Persero telah melakukan pembayaran sebanyak Rp477,9 milliar dengan total 464.238 kasus.

Demikian diungkapkan Direktur Umum dan SDM PT Jamsostek Persero Djoko Songkono di sela-sela acara Press Gathering PT Jamsostek (Persero) Kanwil I yang diikuti sejumlah wartawan terbitan Medan, Jumat (14/10).

Joko berharap, masyarakat dapat benar-benar mengerti betapa pentingnya ikut Jamsostek. “Selain dalam hal pemeliharaan kesehatan, Jamsostek juga memberikan beasiswa kepada siswa-siswa berpredikat dan dari keluarga tidak mampu serta yang membutuhkannya,” kata Joko.

Sementara itu, PT Jamsostek Kantor Wilayah I Medan berikan penyuluhan dan materi kepada wartawan pada acara Press Gathering PT Jamsostek (Persero) Kanwil I, di Jalan Kapten Patimura. Turut hadir dalam acara itu pimpinan PT Jamsostek Persero, Kepala Cabang se-Sumut dan pegawai.

Kepala Biro Diklat, Kus Antarto dalam pembukaan acara itu mengatakan, acara ini dilakukan dalam hal tentang PT Jamsostek Persero. “Pelaksanaan kegiatan Perss Gathering untuk meningkatkan tali silahturahmi dengan insan pers media cetak, elektronik dan online dalam hal mendukung program-program Jamsostek berkenaan perluasan kepada masyarakat,” katanya.

Sedangkan Djoko Songkono mengatakan, PT Jamsostek Persero Kantor Wilayah I sendiri telah memilik 14 kantor cabang di 3 provinsi. “PT Jamsostek Persero memilik kantor cabang di Banda Aceh, Sumut dan Sumbar. Hingga September 2011, PT Jamsostek berhasil menambah 1931 peserta perusahaan dan 105.702 tenaga kerja dibandingkan dengan periode sebelumnya,” ujarnya.

Mari kita saling sosialisasi dan satu pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ini terutama dalam bekerja dan terutama kepada insan pers yang berada di lapangan,” ungkapnya.(jon)

Menantang Jago Kandang

Catania v Inter Milan

CATANIA- Ekspektasi pendukung Inter Milan terhadap Claudio Ranieri sangat tinggi. Ranieri yang menggantikan posisi Gian Piero Gasperini pun sempat menebar harapan.  Di dua laga awal bersama Ranieri, Inter berhasil meraih kemenangan.  Tapi, memasuki laga ketiga, Inter kembali terpuruk.  Tidak tanggung-tanggung.  Mereka dihajar Napoli 0-3 di Giuseppe Meazza (1/10).

Akibat kekalahan tersebut, tim yang sempat mendominasi Serie A sejak 2006 hingga 2010 itu harus kembali terbenam di papan bawah. Mereka hanya berada satu setrip di atas zona degradasi dengan empat poin dari lima laga.

Tentu, itu bukan posisi ideal buat Nerazzurri-julukan Inter.  Karena itu, tiga poin merupakan target yang harus dikejar Inter ketima melawat ke Angelo Massimino menghadapi Catania petang nanti (siaran langsung Indosiar pukul 23.00 WIB). Di tangan Vincenzo Montella, Catania pada awal musim ini tampil cukup baik. Mereka berada di papan tengah dan baru sekali menelan kekalahan dalam lima laga.  Catania juga punya catatan laga kandang yang menawan.  Di mana, mereka belum pernah kalah di Angelo Massimino. Bahkan, selama laga kandang Catania yang dikawal Mariano belum bobol.(ham/bas/jpnn)

Habiskan Rp10 M Uang Rakyat

Lagi, Anggota DPRD Sumut Melancong ke Luar Negeri

MEDAN- Senin (17/10) pekan depan, rencananya tiga komisi di DPRD Sumut berangkat ke luar negeri. Konon kabarnya, lawatan ke luar negeri tersebut dalam rangka kunjungan kerja (kunker).
Ketiga komisi DPRD Sumut yang akan terbang ke luar negeri itu yakni Komisi E ke Belanda dan Turki, Komisi D melancong ke Jepang, Korea Selatan dan Australia. Sementara Komisi C akan melawat ke Belanda.

Sebelumnya, tepatnya Selasa (20/9) lalu, Kunker ke luar negeri telah diprakarsai Komisi B DPRD Sumut yang tour ke Guangjou, Cina. Entah kebetulan atau atas dasar apa, rencana lawatan ke luar negeri tersebut, ternyata tidak kunjung mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ditambah lagi, visa kunjungan juga menjadi kendala.

Terkait hal itu, Sekretaris DPRD Sumut Randiman Tarigan kepada wartawan, usai Salat Jumat mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima surat izin yang dimohonkan ke Kemendagri. Surat permohonan izin itu yang membuat dan menyampaikan ke Kemendagri adalah Biro Otonomi Daerah (Otda) Pemprovsu.

“Sampai tadi, izin kunker sejumlah komisi itu belum kita terima. Kapan izinnya turun belum tahu, karena bukan kami yang menangani,” katanya.

Mengenai penggunaan anggaran, Randiman menuturkan, pengelolaan keuangan disesuaikan dengan aturan dan kebutuhan kunker tersebut.
“Jumlah disesuaikan kebutuhan. Kalau di daerah tujuan kawasan Asia, bisa berbeda jumlah anggarannya dengan yang kunjungan ke Eropa,” katanya.

Sambungnya, untuk anggaran setiap anggota dewan, jumlah anggarannya berbeda-beda. Namun dalam APBD 2011, anggaran untuk kunker ke luar negeri ini jumlah keseluruhannya mencapai Rp10 miliar lebih.

Ketua Komisi E DPRD Sumut, Aduhot Simamora yang ditanya wartawan mengenai hal tersebut, enggan berkomentar. Namun, Aduhot mengakui, anggota Komisi E akan pergi ke dua negara yang berbeda.

“Yang perempuan ke Turki. Lainnya ke Belanda,” jelasnya.
Berbeda dengan keterangan Sekretaris DPRD Sumut Randiman Tarigan, Aduhot menyatakan, pihaknya sudah mendapatkan izin dari Kemendagri. Yang tinggal untuk diselesaikan adalah masalah visa karena visa diurus oleh masing-masing anggota dewan.

“Kalau kunjungan ke Turki, dewan didamping Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut. Di sana maksudnya untuk menambah wawasan tentang kebudayaan,” bebernya.

Berbedanya tujuan antar anggota Komisi E dalam rangka kunker tersebut, dikatakannya, bukan dikarenakan terjadi perpecahan. Namun, karena bertujuan untuk menggali informasi yang didapatkan, supaya bisa lebih berguna bagi ke Sumut.

Sementara untuk Komisi D dan Komisi C, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah staf di masing-masing komisi itu, keberangkatan anggota Dewan belum bisa dipastikan. “Belum tahu kapan berangkat. Masih dibahas lagi,” kata seorang staf di Komisi C.

Anggota Komisi D DPRD Sumut, Muhammad Nasir kepada wartawan membenarkan, Komisi D akan melawat ke Jepang dan Australia. Ke Jepang untuk mempelajari persoalan lingkungan bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH). Sementara ke Australia melihat pembangunan dan ekonomi khususnya bidang fisik bersama Dinas Bina Marga Sumut.
“Saya tidak tahu jadwalnya. Karena saya sendiri tidak akan berangkat kunker,” katanya.(ari)

Tim Lakukan Persiapan Perataan Lahan

Pembangunan Fly Over Simpang Pos

MEDAN- Rencananya Pemko Medan akan melakukan perataan lahan Fly Over Simpang Pos, hari ini (15/10). Karenanya, Jumat (14/10) siang, tim perataan lahan melakukan pemantauan di lokasi sebagai persiapan.

“Hari ini, tim melakukan pemantauan ke lapangan untuk melihat lahan milik warga yang sudah diganti rugi dan apa saja yang akan dikerjakan besok (hari ini, Red),” kata Mulatua Sinaga, Kepala Satker Metropolitan Balai Jalan dan Jembatan Wilayah Sumut Kementerian PU Pusat, Jumat (14/10).

Mengenai apa saja persiapan yang sudah dilakukan tim, Mulatua belum menerima laporan dari tim yang turun ke lapangan. “Tim masih di lapangan, jadi kita belum tahu persiapannya. Nanti saya kabari lagi ya,” ucapnya.

Sementara, Kadis Bina Marga Kota Medan Gunawan Surya Lubis menambahkan, untuk melakukan pembongkaran rumah warga yang telah diganti rugi, pihaknya akan menurunkan sejumlah alat-alat berat milik Dinas Bina Marga. “Sedangkan untuk sisa persil yang belum mau menerima ganti rugi akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” bebernya.

Sementara, Tim Pembebasan Lahan Fly Over Simpang Pos menargetkan akan segera menuntaskan pembayaran ganti rugi pada warga di Jalan Ngumbang Surbakti, Jalan Jamin Ginting dan Jalan Abdul Haris Nasution dalam bulan ini juga. Langkah itu diambil agar Wali Kota Medan dapat segera menyurati Kementrian Pekerjaan Umum (PU) Pusat untuk segera melakukan pembangunan fisik fly over tersebut. (adl)

Terancam Pohon Lapuk

085830258xxx
Yth Bapak Kadis Pertamanan Kota Medan, tolong pohon di Jalan Kapten Muslim depan Jalan Jawa sudah mau tumbang karena lapuk. Jangan sampai makan korban. Tapi ketika anggota Bapak datang minta Rp2.000.000 karena kami warga tidak punya uang segitu terakhir pohon ditinggal tak jadi ditebang. Mohon perhatian Bapak, dari warga yang merasa nyawanya terancam pohon tersebut. Terima kasih.

Kami Cek
Terima kasih informasinya, kami akan segera tindak lanjuti dengan mengirim tim untuk memastikan keadaannya. Kepada warga kami minta untuk melaporkan petugas yang meminta uang lengkap dengan datanya untuk ditindak sesuai dengan peraturan yang ada.

Erwin Lubis SH M Hum
Kadis Pertamanan Kota Medan

——-

Konfirmasi ke Kadis Pertamanan
Untuk pohon yang sudah lapuk sebaiknya memang harus ditebang mengingat dapat mencelakai warga yang sedang melintas. Biaya operasional sendiri sudah tertampung di anggaran pertamanan. Jadi tidak ada kutipan-kutipan untuk penebangan.
Kalau ada kutipan agar warga segera mengkomfirmasi ke Kadisnya karena kemungkinan ada petugas gelap. Disamping itu Dinas Pertamanan Kota Medan juga harus lebih sering mesosialisasikan tidak ada kutipan dari warga. Terimakasih

Budiman Panjaitan
Anggota Komisi D DPRD Medan