Home Blog Page 14678

Spanyol Incar Emas Olimpiade

MADRID – Usai menjuarai turnamen basket antar negara-negara Eropa, kini Spanyol mengincar target yang lebih prestisius. Tak tanggung-tanggung, medali Emas Olimpiade kini menjadi bidikan utama tim matador.
Generasi emas tim basket Spanyol yang dipimpin oleh pemain L.A Lakers, Paul Gasol sukses mengungguli Prancis 98-85 di final Euro Basket minggu lalu. Kini usai juara Eropa telah diraih, Spanyol membidik Olimpiade dimana mereka harus bersaing ketat dengan tim kuat dunia semacam Amerika Serikat. “Jelas tahun depan Olimpiade yang menjadi incaran kami. Kami sadar itu adalah turnamen yang sangat sulit untuk dimenangkan tetapi kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi,” ujar Paul Gasol seperti dilansir dari Eurosport, Selasa (20/9).

Pernyataan Paul Gasol ini diamini oleh sang adik yang juga menjadi anggota tim basket Spanyol, Marc Gasol. Menurut sang adik, tidak ada yang mustahil untuk menjadi juara di Olimpiade meskipun tantangan yang menghadang sangat berat.
“Emas adalah tujuan berikutnya di Olimpiade tahun depan, dan sangat mungkin bila kami bermain dengan cara yang sama dan menunjukkan semangat juang tim. London akan menjadi tantangan besar,” imbuh Marc Gasol. Spanyol sebenarnya nyaris menjadi juara Olimpiade Beijing. Sayangnya di babak final mereka dipaksa bertekuk lutut oleh tim Amerika Serikat dengan skor 118-107. (net/jpnn)

Rafael Nadal Kecam Jadwal ITF

CORDOBA – Komplain Rafael Nadal terhadap jadwal rangkaian turnamen yang tak bersahabat seakan tak berujung. Menjelang akhir musim 2011, petenis Spanyol itu kembali mengeluarkan kecaman keras pada ITF (Federasi Tenis Internasional). Nadal menganggap badan yang berwenang tak mampu menyusun kalender yang bersahabat untuk penampilan para petenis.

Nadal baru saja memimpin tim Piala Davis Spanyol memastikan tiket ke final. Spanyol mengungguli Prancis dengan 4-1. Sementara, juara bertahan Serbia tersingkir setelah dikalahkan Argentina 2-3 bersamaan dengan cedera yang dialami andalan Serbia Novak Djokovic.

Dalam sepekan terakhir, nadal memang terlibat adu argumen dengan ITF. Pekan lalu, dia memberi kritik untuk ITF yang terlalu dekat menyelenggarakan babak penting Piala Davis setelah grand slam. Bantahan dilayangkan Presiden ITF Francesco Ricci yang menegaskan Nadal tak berhak menyalahkan ITF jika ada hal merugikan pada petenis.
Yang paling membuat Nadal tak enak hati adalah ungkapan Ricci yang malah menyalahkan ATP (Asosiasi tenis Putra). Ricci mengatakan, seharusnya Nadal mengalamatkan keluhannya pada ATP yang mengatur 90 persen jadwal turnamen.

“ATP sudah melakukan banyak hal dalam beberapa tahun terakhir. Mereka jelas membantu petenis untuk meningkatkan keuntungan bukan hanya secara finansial. Di saat yang sama, ITF dalam posisi yang tak ingin mengubah apa pun,” ujar Nadal.

Bukti paling nyata adalah banyaknya cedera yang menimpa petenis justru saat memperkuat negaranya di ajang Piala Davis. Di satu sisi, para petenis tak mau dicap tidak nasionalis karena menolak tampil, namun di sisi lainnya, mereka butuh istirahat setelah kompetisi yang ketat.

Contoh paling nyata adalah Djokovic. Dibanding para petenis lain, Djokovic adalah yang paling banyak tampil. Kekalahannya dari Juan Martin Del Potro Minggu (18/9) waktu setempat, adalah kekalahan ketiga dari 67 laga musim ini. Dia mengundurkan diri di set kedua karena cedera punggung, kurang dari seminggu usai meraih gelar juara di grand slam  Amerika Serikat (AS) Terbuka.
“Saya berusaha (terus bermain), tapi tak bisa. Saya tidak mencapai kondisi 60 persen siap. Saya harus mengambil keputusan tetap tampil, dengan risiko  cedera saya bisa lebih buruk lagi,” kata Djokovic.  (ady/jpnn)
Tapi saya benar-benar tak bisa memaksakan diri,” terang Djokovic.
Kini, musim gemilang Djokovic berada dalam ancaman akhir yang buruk. Dia sudah meraih tiga gelar grand slam dalam sepuluh gelar juaranya musim ini. Namun, kondisinya meragukan untuk bisa berpartisipasi turnamen akhir musim ATP World Tour serta dua turnamen Masters Series di Shanghai dan Paris sebelumnya.

Hamilton Siap Tanggung Risiko

WOKING – Gaya membalap Lewis Hamilton yang agresif membuatnya sering mendapatkan kritikan. Kendati demikian, Hamilton mengaku tidak akan mengubah gaya balapnya, dan siap mengambil risiko saat balapan di Formula One (F1) Grand Prix Singapura.

Ya, manuver agresif yang dilakukan pembalap McLaren itu, memang menjadi sumber kontroversi pada musim ini. Bahkan tak jarang, Hamilton mengalami kecelakaan dan tabrakan, sehingga membuatnya harus berurusan dengan stewards.
Berbagai kalangan mengkritik gaya balapannya, termasuk mantan pembalap Hans Stuck. Bahkan, pembalap asal Jerman itu menilai, Hamilton seharusnya menjalani terapi.

“Buat saya, bagaimana hasil Stuck balapan di Formula One?. Tidak terlalu baik. Tepat sekali. Saya rasa peluang untuk mengambil risiko-lah yang membedakan antara pembalap cepat dengan pembalap tidak terlalu cepat,” kata Hamilton.
Menurut pandangan Hamilton secara umum, pembalap tua yang memiliki keluarga biasanya tidak berani melakukan hal seperti itu. Hamilton mengenang ucapan legenda F1 David Coulthard kepadanya. “ Ia (David Coulthard-Red) pernah mengatakan, Saya tidak mau ambil risiko karena saya ingin berada di samping anak saya pada hari selanjutnya,” kata Hamilton, dilansir The Independent, Selasa (20/9).

“Saya masih sangat muda dan saya tidak dalam posisi memiliki keluarga. Perjalanan untuk mengarah ke sana masih terlalu jauh,” tegas pembalap asal Inggris itu.

“Saya tidak tahu kenapa saya suka dengan gaya itu, tapi saya memang suka mengambil risiko. Bukan untuk membahayakan diri,” tandas pembalap 26 tahun ini. (net/jpnn)

Jurnalis Kota Medan Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan

MEDAN-Kekerasan terhadap insan media tidak henti-hentinya terjadi. Kejadian terbaru dialami wartawan saat melakukan peliputan di SMA Negeri 6 Jakarta. Awak media mengalami penganiyaan. Bukan itu saja, kaset video seorang wartawan televisi nasional dirampas.

Parahnya lagi, selang waktu sejumlah wartawan melakukan aksi damai di depan SMA Negeri 6 Jakarta untuk meminta pertanggungjawaban sekolah atas insiden tersebut. Bukan jawab yang didapat, malah siswa menyerang hingga terlibat bentrok dengan wartawan yang melakukan aksi di depan sekolah tersebut, Senin (19/9) kemarin.

Terkait dengan itu, puluhan jurnalis se-Kota Medan melakukan aksi solidaritas. Aksi damai ini dilakukan di Bundaran Majestik Jalan Gatot Suboroto Medan, Selasa (20/9) sekitar pukul 15.00 WIB.Irsan Mulayadi, fotograper salah satu kantor berita nasional sebagai koordinator aksi mengungkap aksi ini dilakukan sebagai solidaritas semakin banyak kekerasan yang dialami wartawan saat melakukan peliputan.

“Kita wartawan se-Kota Medan sangat mengecam segala aksi kekerasan yang terjadi selama seperti yang dialami rekan-rekan pers yang sedang melakukan peliputan di depan SMA Negeri 6 Jakarta,” ujarnya.
Aksi ini juga meminta pihak kepolisian untuk memperoses aksi kekerasan yang dilakukan anak-anak SMA Negeri 6 Jakarta, serta meminta menangkap pelaku. (mag-7)

Rektor Segera Dipanggil

Dugaan Korupsi IAIN Sumut, Sudah 9 Orang Diperiksa

MEDAN- Bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut akan terus melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terkait dugaan korupsi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut senilai Rp72 miliar. Setelah memeriksa 9 orang yang diduga mengetahui dan terlibat, rencananya rektor serta pembantu rektor 2 IAIN Sumut juga tak luput dari pemanggilan.

Penegasan itu dikemukakan, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho saat dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (20/9) sore.

“Untuk kasus-kasus lain, biasanya yang diperiksa itu sampai puluhan orang. Ada yang 30 orang, ada 20 orang dan lebih. Untuk kasus ini, sudah 9 orang dan kita akan terus melakukan pemanggilan terhadap orang-orang yang terikut-ikut dalam kasus dugaan korupsi di IAIN Sumut ini,” terangnya.

Bagaimana dengan keterlibatan Rektor IAIN Sumut Prof. Dr Nur Ahmad Fadil Lubis, MA dan Pembanu Rektor (PR) II IAIN Sumut Prof Djafar Sidik, MA?

Mengenai hal itu, Kombes Pol Sadono menegaskan, sesuai dengan hasil klarifikasi dan keterangan-keterangan yang telah dihimpun pihaknya, tidak menutup kemungkinan kedua orang tersebut juga akan dipanggil karena secara jelas kedua nama orang tersebut terbawa-bawa dalam persoalan ini.

“Berdasarkan keterangan dan klarifikasi yang kita peroleh, semua orang yang disebut-sebut akan kita panggil dan akan kita mintai keterangannya,” katanya tanpa menyebutkan hari dan tanggal pasti pemanggilan dua pejabat tinggi IAIN tersebut.

Apakah sudah ada ditemukan indikasi adanya penyelewengan atau korupsi di tubuh IAIN Sumut, khususnya pada orang-orang yang dimintai klarifikasi dan seberapa besar nominal uang yang dikorupsi?

Terkait hal itu, Kombes Pol Sadono menuturkan, untuk membuktikan apakah adanya penyelewengan atau tidak, maka pihaknya akan memintai keterangan dari pihak yang berkompeten dalam melakukan audit keuangan. Dalam hal ini, pihak Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merupakan, pihak yang yang akan menjadi saksi ahli atau auditor.

“Setelah semua orang yang diduga mengetahui dan terlibat dimintai keterangan, maka langkah selanjutnya akan dianalisis kemudian memintai keterangan pihak BPKP. Ya, kita berusaha agar kasus dugaan korupsi ini semakin jelas,” terangnya.

Sedangkan itu, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakoso menjelaskan, tiga orang yang telah diperiksa adalah Kepala Biro Rektor IAIN Sumut Salmawati Hasibuan pada Senin (19/9) lalu, dan kemarin dua orang yang diperiksa adalah Pembantu Rektor (PR) 3 IAIN Saharuddin serta Pihak Panitia Lelang Tahun 2008 Awaluddin Lubis. (ari)

Kapoldasu Ultimatum Polresta Medan

Tidak Mampu Tangani Kasus Menonjol

MEDAN- Polresta Medan mendapat peringatan keras (ultimatum) dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro. Peringatan ini dikeluarkan karena Polresta Medan dianggap tak mampu menangani kasus menonjol.

Selain Polresta Medan, sembilan Polres lainnya juga mendapat peringatan yang sama. Polres yang dimaksud adalah Belawan, Langkat, Binjai, Deliserdang, Serdang Bedagai (Sergai), Asahan, Labuhanbatu, Simalungun, dan Tapanuli Selatan (Tapsel).

“Di wilayah Polres atau Polresta tersebut banyak kasus menonjol yang terjadi, di antaranya pencurian dengan kekerasan (curas), perjudian dan sebagainya,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro melalui Kabid Humas Kombes Heru Prakoso, Selasa (20/9).

Heru menambahkan, khusus judi merupakan salah satu praktik ilegal yang mendapat prioritas untuk diberantas dan telah menjadi komitmen Polri. Jika didapati ada praktik perjudian di suatu wilayah dan berhasil diungkap tim Polda, segera akan diselidiki.  Andai didapati ada ‘main mata’ kepolisian setempat dengan mafia atau bandar judi di lokasi tersebut, maka Kapolres dan Kasat Serse akan dicopot.

“Saat ini di Polresta Medan juga sedang marak geng motor, diimbau terus melakukan penyuluhan seperti bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama pihak sekolah. Jika kelompok geng motor sudah melakukan tindak pidana, harus dikenakan tindak pidana,” kata Heru.

Kepada Polres lain, sambungnya, jika mulai terlihat gejala bakal adanya gejala geng motor harus segera ditangani dengan baik. Jangan sampai besar sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kalau berdasarkan laporan intelijen, bakal ada bibit geng motor di suatu daerah harus langsung ditangani dengan baik. Jangan sampai berkembang dan mengakibatkan banyak keresahan,” pintanya. (ari)

Bukan Seremoni Semata, Ini Soal Kemanusiaan

Jadikan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup Metropolis

Setetes darah memiliki arti yang sangat besar bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Tidak terbayangkan berapa banyak nyawa manusia yang harus melayang karena kekurangan darah untuk ditransfusikan.

INDRA JULI-MEDAN

Setidaknya hal ini menjadi perhatian main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI). Maka, kegiatan bertajuk “Donor Darah, Setetes Darah Untuk Kemanusiaan” pun digelar di Lantai IV Gedung Indako Jalan Pemuda Medan, Selasa (20/9).

Menariknya, tidak seperti kegiatan sejenis yang kerap digelar, donor darah ini justru berlangsung di tengah kesibukan beraktifitas. Demikian pula ruangan yang ditata sedemikian rupa menghadirkan suasana tersendiri bagi karyawan untuk mendonorkan darahnya. Bahkan, beberapa peserta merupakan pendonor perdana.

“Ini kali pertama saya mendonor. Selama ini saya bisa down kalau lihat darah. Tapi melihat kawan-kawan kok jadi bersemangat,” ucap Rahman, seorang staf CV Indaco Trading Co, kepada Sumut Pos usai melakukan donor darah.
Begitu juga dengan pendonor perdana lainnya mendapat aplaus dari rekan-rekan sejawat yang menunggu giliran. Beberapa dari mereka bahkan memberikan selamat dengan bersalaman maupun membantu mengabadikan momen bersejarah tersebut.

Ya, karena dilaksanakan di saat menjalankan aktivitas, kegiatan ini cukup mendapat sambutan hangat dari seluruh karyawan CV Indako. Hampir seluruh karyawan rela mendaftarkan diri sebagai pendonor. Hanya beberapa yang tidak bisa sehubungan kondisi kesehatan seperti sedang hamil ataupun memiliki tensi darah yang rendah, serta kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Selain itu, jika dilihat dari segi waktu juga sangat efisien karena sama sekali tidak mengganggu jam kerja, sehingga dapat dikatakan Honda memberi kesempatan karyawan beramal sambil bekerja.
Kegiatan pun mendapat sambutan dari Ketua PDDI Sumut Parlindungan Purba yang hadir menyapa seluruh peserta kegiatan. Selain memberi apresiasi, Parlindungan berharap kegiatan berkelanjutan dan CV Indaco Trading Co hendaknya memicu perusahaan lainnya untuk menggelar kegiatan serupa.

“Mengingat dampak positif bagi kesehatan, sudah saatnya donor darah ini menjadi gaya hidup kaum metropolis, tidak lagi sebatas seremonial belaka. Untuk itu harus ada program lanjutan ke depan. Apalagi kebutuhan darah terbesar itu pada kecelakaan lalu lintas,” ucap anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumut ini.

Arifin Posmadi, General Manager CV Indako Trading Co mengungkapkan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Honda terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dengan mengajak seluruh karyawan Honda untuk mendonorkan darahnya, maka secara tidak langsung mengajak mereka ikut berperan serta membantu mengurangi angka kematian karena setetes darah akan menjadi kehidupan bagi orang lain.

“Aksi sosial donor darah ini merupakan suatu wujud nyata kepedulian kami terhadap sesama umat manusia dan wujud terima kasih kepada konsumen atas prestasi Honda menjadi pemimpin pasar roda dua tanah air dengan menguasai pangsa pasar 53 persen dari pasar di Sumatera Utara, komulatif hingga Agustus 2011. Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas yang membutuhkan dan dapat semakin ditingkatkan untuk kedepannya,” ujar Arifin Posmadi.

Masih Arifin, kegiatan ini untuk mendukung upaya PDDI dalam menghimpun masyarakat dari semua kalangan untuk mendonorkan darahnya, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Medan yang membutuhkan.

Sementara itu, Eddy Tioe, HRD Manager CV Indako Trading Co mengungkapkan sesuai dengan tagline Honda “One HEART” Maka CV Indako bersama karyawan telah satu hati untuk melakukan kegiatan sosial donor darah ini untuk memupuk rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap orang yang membutuhkan. “Honda ingin ada satu momen, dimana kita bisa charity (berbuat amal) sama-sama, melakukan kegiatan sosial sama-sama. Intinya walau sibuk dengan segala rutinitas, tapi kami masih memiliki jiwa sosial untuk membantu sesama. “ ujar Gunarko Hartoyo. (*)

Lima Jurus Mutu Pendidikan

Adalah sebuah cerita usang ketika pendidikan di Indonesia dikatakan di bawah Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina bahkan pernah di bawah Vietnam. Sumatera Utara sebagai salah satu wilayah di Indonesia tak pelakn terkena imbas dari cerita usang tersebut. Lantas, apa yang harusnya dilakukan agar mutu pendidikan Indonesia, khususnya Sumut menjadi cemerlang? Berikut hasil wawancara wartawan koran ini Rahmat Sazaly Munthe dengan Ketua Dewan Pendidikan Sumut OK Nazaruddin Hysam, Selasa (20/9).

Apa sebenarnya masalah yang terjadi dalam pendidikan Nasional termasuk di Sumut?  Dan apa solusi yang sudah dilakukan?

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya Sumut, pemerintah Sumut dan pusat mencontoh keberhasilan pendidikan di negara-negara lain sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Di RRC komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru termasuk dari aspek jaminan kerja.
Untuk meningkatkan mutu pendidikan, ada lima yang perlu mendapat perhatian yakni, pertama, konteks pendidikan. Kedua, penjaminan input pendidikan profesi guru. Ketiga, penjaminan proses. Keempat, penjaminan output pendidikan profesi guru. Dan kelima, penjaminan outcomes pendidikan profesi guru.

Dapat Anda jelaskan dengan cara lebih umum?
Untuk meningkatkan mutu yang lebih spesifik sehingga kualitas pendidikan lebih menonjol maka kebijakan desentralisasi pemerintahan membawa harapan bagi pembangunan pendidikan khususnya penyelenggaraan sekolah.

Dengan apa peningkatan mutu itu dapat dilakukan?
Keberhasilan pendidikan di Sumut mengacu pada KBK Depdiknas 2002 mengisyaratkan, empat pilar dasar pendidikan perlu diberdayakan agar siswa mampu berbuat untuk memperkaya pengalaman belajarnya. Dengan meningkatkan interaksi dengan lingkungannya baik fisik, sosial, maupun budaya, sehingga mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya terhadap dunia sekitarnya.

Dengan demikian siswa dapat membangun pengetahuan dan kepercayaan dirinya. Kesempatan berinteraksi dengan individu atau kelompok yang bervariasi akan membentuk pemahaman akan kemajemukan dan keanekaragaman yang menumbuhkembangkan sikap positif dan toleran. Sesungguhnya inilah kompetensi dasar yang seharusnya dimiliki siswa.

Apa saja yang harus ditingkatkan secara terus menerus untuk kualitas pendidikan ini?
Perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan secara berkesinambungan, termasuk kurikulum pendidikan. Konsep kurikulum Berbasis Kompetensi dipandang sangat relevan dengan konteks saat ini, yang diyakini mampu membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan yang sesuai dengan tuntutan zaman ini yakni kompetensi multi dimensional.

Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini juga disemangati oleh visi dan misi pembangunan pendidikan nasional. (*)

Riski Barus Mulai Membaik

Anak Korban Keracunan

MEDAN-Riski Barus bocah berusia 4 tahun 9 bulan, warga Desa Ketangkuhan, yang juga korban keracunan yang dirawat di RSUP H Adam Malik, sejak Senin (19/9) semalam hingga Selasa (20/9) ini kondisinya sekarang sudah mulai membaik.
Hal itu diucapkan, Humas SRUP H Adam Malik, Sairi Saragih, Selasa (20/9). “Kondisinya sudah mulai membaik, tapi kita belum ketahui hasilnya karena muntahannya masih di Puskesmas setempat,” katanya.

Diterangkannya, pihak rumah sakit saat ini masih menunggu muntahan dari Puskesmas untuk mengetahui hasil racun yang sempat masuk ke tubuh bocah berusia 4 tahun 9 bulan tersebut. Lebih lanjut, tambahnya, segala pemeriksaan telah dilakukan terhadap Riski Barus. “Yang kita perlukan itu botol tempat minumannya agar mengetahui jenis racunnya sementara botol minumannya masih berada di Polres Karo dan muntahan Riski di Puskesmas setempat,” terangnya.
Sekedar mengingat, Riski Barus termasuk salah satu yang ikut mengkonsumsi minuman botol yang diduga beracun di Tanah Karo, Senin (19/9). Sedangkan dua orang lagi meninggal di tempat dan Riski berhasil diselamatkan di Puskesmas setempat dan ke RSUP H Adam Malik.

Sementara, Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Pancur Batu masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait minuman susu yang diduga beracun dikonsumsi hingga menewaskan dua warga dan seorang warga kritis di Desa Ketangkuhan Bandar Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, Senin (19/9).

Korban yang mengalami keracunan minuman yang dikonsumsinya, Senin (19/9) lalu yakni Sri boru Barus (25) dan Rio Agusti (6) yang meninggal dunia setelah meminum cairan yang diduga susu. “Belum ada saksi yang bisa diperiksa karena masih berduka dan hari ini (kemarin) pemakaman dua korban,” jelas Kepala Polsek Pancur Batu Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ruruh Wicaksono saat dikonfirmasi, Selasa (20/9). (jon/mag-7)

Selesaikan Masalah dengan Masalah

Jargon Pegadaian yang berbunyi ‘Menyelesaikan Masalah tanpa Masalah’ tampaknya bak sindirian bagi pasangan suami istri (pasutri) Fadli (26) dan Eka Lestari (22). Pasalnya, warga Jalan Marelan Rayan Gang Mayor Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan ini mendapat masalah setelah menggadaikan sepeda motor kepada rekannya.

Bagaimana tidak, yang digadaikan pasutri ini sepeda motor orang lain. Maka, pantas saja keduanya langsung dijebloskan ke sel tahanan Polsek Medan Labuhan, Selasa (20/9). Penahanan ini adalah buah aduan Ramadhani (23), warga Jalan Platina Kelurahan Titipapan Kecamatan Medan Deli, pemilik sepeda motor yang digadaikan pasutri tersebut.

Ceritanya, sepekan sebelum lebaran lalu, Eka meminjam sepeda motor Yamaha Mio milik Ramadhani untuk menjumpai suaminya Fadli. Setelah ketemu, Fadli malah mengajak Eka untuk menggadaikan sepeda motor tersebut, mengingat mereka belum membayar uang kontrakan. Jadilah seorang rekan mereka di Hamparan Perak menerima sepeda motor itu. Uang Rp1 juta pun diterima pasutri itu. Dan, uang kontrakan sebesar Rp350 ribu per bulan bukan masalah lagi. “Padahal aku tidak mau menggadaikan kereta (sepeda motor) itu, tapi suamiku yang memaksanya,” aku Eka.

Apa lacur, nasi telah menjadi bubur. Niat untuk menyelesaikan masalah uang kontrakan malah menjadi masalah; mendekam di sel tahanan Polsek Medan Labuhan. Ya, berniat mempertahankan kehangatan rumah kontrakan, eh, malah harus menikmati dinginnya sel. (mag-11)