Home Blog Page 14709

Dua Hotel Bintang 5 tak Nyaman

Lift Aston Anjlok, Spa JW Marriott Rawan Pencurian

MEDAN-Dua hotel berbintang lima yang terletak di jantung Kota Medan, Grnad Aston City Hall dan JW Marriot, ternyata menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjungnya. Di Hotel Grand Aston yang berada di Jalan Putri Hijau, lift-nya jatuh dari lantai 2 ke lantai 1, Minggu (12/9). Sementara di Quan Spa sebagai fasilitas Hotel JW Marriot, pengunjungnya mengaku kehilangan uang mencapai Rp50 juta, senin (15/8) lalu.

Wali Kota Medan Rahudman Harahap sangat terkejut mendengar lift di Hotel Grand Aston City anjlok dari lantai dua ke lantai satu. “Ah.. kapan?” kata Rahudman ketika berada didalam mobil dinasnya, Selasa (13/9).

Rahudman berjanji akan menginstruksikan bawahannya di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan melakukan evaluasi terhadap lift di Hotel Grand Aston City Hall. “Kalau begitu akan dilakukan pengecekan standar operasional di Hotel tersebut. Kita (Pemko) akan memerintahkan Disbudpar untuk memeriksa standar operasional di hotel itu,” ucapnya lagi.

Pernyataan yang sama diutarakannya menanggapi kehilangan uang di Quan Spa Hotel JW Marriot. Standarisasi perlu dilakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan orang banyak yang berkunjung di hotel itu. “Itu sudah menyangkut orang banyak, jadi perlu dilakukan evaluasi yang menyeluruh di Hotel tersebut,” janjinya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Medan, Hasyim mengatakan kalau pihak pemberi izin dari meteorologi untuk mencari tahu apa penyebab lift di Hotel Grand Aston bisa jatuh.

Menurutnya, lift yang digunakan di setiap hotel biasanya mempunyai izin dan harus dilakukan kiur ulang untuk mengetahui kualitas lift tersebut. “Apakah pernah dilakukan izin pemeriksaan terhadap lift tersebut, itu kan seperti kiur ulang yang dilakukan pemeriksaan quality controlnya,” bebernya seraya menambahkan kedepannya berharap agar dilakukan pengawasan agara tidak menimbulkan korban jiwa.

Quan Spa Rawan Maling

Sementara itu, pasangan suami istri Milka Kusnardy (45) dan Jawaris Asiah (47) kehilangan uang dan barang senilai Rp50 juta. Kepada wartawan, Senin (12/9), keduanya mengaku kehilangan saat memanjakan tubuh di Quan Spa Hotel JW Marriot.

Menurut keduanya, saat menjalani pemeriksaan ulang di Polresta Medan, kemarin pagi, saat akan berganti pakaian, Milka berjalan menuju locker Quan Spa yang ada di lantai 17 hotel itu. Ketika ingin sedang berjalan, Milka berpapasan dengan Zulaika (karyawati Quan Spa) dan seorang wanita yang ia  tidak  dikenal. Wanita pengusaha bahan-bahan kimia itu menganggap wanita tersebut karyawan spa. Milka tak menaruh curiga dan langsung meletakkan tasnya berisi uang Rp5,2 juta, 3 ribu dolar AS, 425 dolar Singapura, sepasang anting berlian, HP Nokia N91, HP Black Berry Bold dan surat berharga lainnya di loker no 6.

Saat Milka melepas anting dan memasukkan ke tas, wanita tak dikenal itu memperhatikan Milka dan mengutarakan maksudnya untuk bergabung menjadi member Quan Spa. Milka mengaku tak pernah mengenal wanita itu sebelumnya. “Kata dia (wanita tak dikenal, Red) datang dari Pekanbaru dan mau bergabung menjadi member Quan Spa, dia ngobrol sama saya seolah-olah sudah kenal sama saya. Padahal sebelumnya dia nggak pernah saya lihat disitu, tapi dia jalan waktu itu sama Zulaika,” beber Milka.

Sedikit curiga, Milka mengunci locker berisi barang-barangnya. Wanita berbodi langsing dan berparas cantik ini pun kemudian masuk keruangan spa.

Usai spa sekitar 45 menit, Milka kembali ke loker no 6 dan menemukan tempat penyimpangan barang itu sudah rusak.
Wanita berambut lurus itu melihat tas dan barang berharga miliknya raib dari locker. Dengan panik, Milka menemui suaminya dan menceritakan peristiwa yang baru saja menimpanya.

Tak terima, atas kejadian tersebut, keduanya langsung menemui manager hotel JW Marriot bernama Assraf. Ketiganya sempat berdebat karena pihak hotel tak mau bertanggung jawab. Merasa dirugikan, keduanya mendatangi Polresta Medan dan membuat pengaduan. Milka mengaku kecewa dengan sistem keamanan yang ada di hotel JW Marriot. “Saya ada member tiga bulan lagi baru habis, udah nggak mau lagi saya pakai. Takut saya kemalingan lagi,” tegasnya.
Sementara, Assraf enggan berkomentar. “Nanti saja ya saya hubungi, saya sedang sibuk,” ujarnya sembari menutup ponsel saat dihubungi Sumut Pos, Senin (12/9) siang.

Kasat Reskrim Polresta Medan, AKP M Yoris Marzuki SIK mengaku masih menyelidiki kasus ini. “Masih kita lidik,” ujarnya dengan singkatnya.(adl/mag-7)

BPK: Penyimpangan di Pirngadi Rp19 M

Dirut Rumah Sakit Membantah

MEDAN-Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sumut menemukan banyak penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan daerah di RSUD Dr Pirngadi Medan. Temuan itu terungkap dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI tahun 2011 No 19/S/XVIII.MDN/01/2011 yang diteken Kepala BPK RI Perwakilan Sumut, Drs Oodj Huziat. Jumlah temuan dugaan penyimpangan tersebut sangat besar, melampaui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemko Medan lainnya. Tercatat dugaan kerugian daerah mencapai Rp19,142 miliar. Jumlah total dugaan penyimpangan itu terjadi selama operasional RSUD Pirngadi 2009 hingga 2010.

Berdasarkan data LHP BPK tersebut, jumlah dugaan penyimpangan tersebut merupakan akumulasin
dari enam poin temuan. Yakni, klaim PT Askes pelayanan atas pelayanan tindakan cuci darah pasien Askes pada Instalasi Hemodialisa tidak dicatat sebesar Rp2.285.924.900. Penerimaan pada Instalasi Farmasi sebesar Rp11.625.046.868 tidak dicatat dan tidak dilaporkan sebagai penerimaan RSUD Pirngadi dan pembagian hasul swakelola pada instalasi ini tidak sesuai ketentuan. Selanjutnya, BPK RI juga menemukan pembayaran ganda pengunaan jasa pelayanan sebesar Rp557.018.253.

Kemudian ditemukan indikasi kuat pengaturan dalam penetapan lelang Ikatan Kerjasama Sistem Informasi Rumah Sakit RSUD Dr Pirngadi Medan yang membebani anggaran rumah sakit dan berpotensi merugikan keuangan daerah sebesar Rp3.231.599.070 per tahunnya. Sementara dari keterlambatan pelaksanaan proyek yang tidak dikenakan denda atau sanksi, RSUD Pirngadi dirugikan sebesar Rp563.317.190. Terakhir, BPK RI juga menemukan dugaan penyimpangan atas penetapan PT Alpha Rho Delta sebagai pemenang lelang pekerjaan lanjutan gedung rawat inap Kelas III dengan potensi kerugian daerah sebesar Rp869.850.700.

Atas sejumlah temuan tersebut, BPK RI memberikan beberapa catatan dan rekomendasi kepada Wali Kota Medan. Di antaranya, memberikan teguran tertulis kepada Direktur RSUD Pirngadi Medan, menertibkan pencatatan, mematuhi ketentuan yang berlaku serta merevisi kembali surat Keputusan Direktur terkait bagi hasil pada Instalasi farmasi. Wali Kota Medan juga diminta memerintahkan Direktur RSUD Pirngadi untuk meninjau ulang kerjasama dengan PT Buana Varia Komputama atau melakukan negosiasi ulang persentase bagi hasil. Sementara untuk keterlambatan proyek, Wali Kota agar memerintahkan Direktur RSUD Pirngadi memproses denda sesuai kontrak, minimal sebesar Rp563.317.190.
Terkait dugaan pengaturan pemenang lelang proyek, Wali Kota agar memerintahkan Direktur RSUD Pirngadi memberikan sanksi kepada Panitia Pelelangan/Pemilihan dan Penunjukan Langsung Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2010 yang tidak melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta memproses kesalahan penetapan pemenang lelang dan memproses perbedaan harga kontrak sebesar Rp869.850.700. Pasalnya, panitia pengadaan barang dan jasa terindikan melakukan upaya-upaya melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan persekongkolan untuk memenangkan PT Alpha Rho Delta sebagai pemenang proyek.

Sementara itu, terkait adanya temuan BPK RI tersebut Dirut RSUD dr Pirngadi Medan, Dewi F Syahnan, tidak ingin berkomentar lebih jauh mengenai hal tersebut. Menurutnya mengenai permasalahan keuangan yang melibatkan rumah sakit milik pemko tersebut,lebih berkompeten dijawab oleh wadir keuangan RSUD dr Pirngadi. “Kalau menganai keuangan, yang lebih memahami pak Yasin selaku wadir keuangan rumah sakit pirngadi, jadi langsung aja tanya sama dia,” ujar Dewi .

Namun saat ditanyakan mengenai rekomendasi BPK kepada Walikota Medan untuk membenahi laporan keuangan, Dewi mengaku laporan tersebut telah disiapkan oleh bidang pengelolaan keuangan rumah sakit Pirngadi .
Namun saat disinggung mengenai lemahnya direktur terkait pengawasan terhadap bidang keuangan sehingga terindikasi adanya penyimpangan, Dewi membantah hal tersebut.

Dirinya mengatakan jika semuanya sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. “Semua dilakukan sesuai tupoksi yang ada dan setiap pengeluaran semua ada laporannya, jadi saya rasa semuanya sudah berjalan sesuai standarnya,” sebut Dewi.

Sementara itu Wadir Keuangan RSUD dr Pirngadi, Yasin, saat dikonfirmasi juga  enggan berkomentar lebih banyak dan terkesan lempar bola.
Dirinya hanya mengatakan sudah menindak lanjuti mengenai revisi laporan keuangan yang diminta BPK.
“Laporan keuangan sudah kita buat dan kita kirimkan ke inspektorat, namun untuk laporan jelasnya semua ada sama Pak Rustam sebagai Kabag Keuangan. Kalau mau laporan yang lebih lengkap, besok saja (Rabu,14/9) minta sama pak Rustam, semuanya sudah dibukukan dan telah disampaikan ke inspektorat,” ujarnya.
Sedangkan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, saat dikonfirmasi wartawan koran ini di Balai Kota, Selasa sore, mengenai persoalan tersebut mengatakan, tidak ada penyimpangan. Sebelumnya saat siang ditemui di acara halal bi halal PNS RSUD Pirngadi, dia tak bersedia diwawancarai. “Gak ada, gak ada. Karena temuan BPK itu ada sama saya, tidak seperti (jumlah dugaan kerugian daerah),” katanya.
Rahudman malah mengomentari temuan dalam LHP BKP tersebut. Menurutnya, hasil audit itu ada yang harus dipertegas, karena memang ada temuan dikarena adanya administrasi yang kurang baik. “Tidak ada seperti itu, tapi kalau ada dibilang seperti itu, pasti korupsi itu bos,” katanya. (uma/adl)

//BPK RI Temukan Dugaan Penyimpangan di RSUD Pirngadi Rp19,142 M//
BPK Temukan Penyimpangan Rp19 M di RSUD Pirngadi

Komnas HAM Usut Kematian Jeffry

MEDAN-Jeffry E Siahaan (32) korban tewas dalam bentrokkan warga di Ambon, Minggu (10/9) lalu, diduga terkena peluru nyasar polisi.

Terkait kematiannya, akan mengupayakan agar Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) dan Polri untuk segera melakukan mengusutkan atas kematian anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Paninta Br Tambunan (56) dan Maganar Siahaan (63) itu. Selanjutnya keluarga Jeffry dibantu keluarga besar Siahaan akan membentuk tim untuk melakukan investigasi peristiwa yang dialami almarhum.

Hal ini diungkapkan Hendri Siahaan, Sekertaris Umum Persadaan Pomparan Somba Debata (PPSD) Kotamadya Medan, kepada Sumut Pos, Selasa (13/9). “Kita ita ingin tahu dari mana asal peluru yang menyarang di perut Jeffry yang menyebabkan ia tewas,” ujar Hendri Siahaan.

Keluarga juga menyatakan kekecewaannya terhadap pemerintah Indonesia dan Polri yang sampai ini tidak memberikan konfirmasi atas kejadian yang dialami Jeffy. Informasi yang didapatkan keluarga korban hanya melalui yayasan Lentera Harapan dan media massa yang menyiarkan bentrokkan tersebut. “Untuk pemulangan jenazah saja pemerintah Indonesia tidak ikut membantu, semuanya dibiayai Yayasan Lentera Harapan,” ungkap Hendri.
Hendri juga meminta keluarga inti untuk selalu bersabar dan ikhlas atas perisitiwa yang dialami. “Kita harus bersabar dan menerima dengan ikhlas untuk keluarga yang ditinggali dan selalu bersikap tentang untuk mengahadapi ini semuanya,” ajak Hendri

Selamatkan Rekan

Saat ditanyai kronologis kejadian yang menimpah abangnya, bungsu empat bersaudara itu menuturkan, waktu bentrok di Ambon, Jeffry sedang menyelamatkan rekan-rekan kerjanya dari rumah kontrakan ke tempat yang lebih aman dari sasaran para warga yang bentrok. Hal itu dilakukan sesuai intruksi kepala sekolah Yayasan Lentera Harapan. “Melihat kepala sekolah masih di rumah kontrakkan, Abang kembali ke rumah tersebut untuk menemani kepala sekolah. Saat rumah disebelah rumah kontrakkan mereka terbakar, Jeffry keluar untuk melihat. Namun naas, timah panas bersarang di perut kanan hingga ia kekurangan darah dan tewas dilokasi kejadian,” ujarnya.

Dari Pantauan Sumut Pos di Rumah duka isak tangis tidak terbendung saat sanak Family dan kerabat dekat saat melayat di rumah dukua, terlihat pujaan hati Jeffry Sari hadir di rumah duka untuk melihat lelaki kesayangan untuk terakhir kalinya, Sari didamping orang tuanya hadir ke Medan dari lampung.Sari terus mengeluarkan air mata dihadapan kekasihnya yang selama ini ia cintai.namun sari enggan berbicara saat ditanyai sejumlah wartawan dan hanya berdiam diri saja sambil menghapus air mata dipipinya.

Korban dikenal suka menghibur adik-adiknya dengan candaan sehingga keluarga mengangap Jeffry seorang penghibur dalam keluarga. Jeffry juga pekerja keras. Ia pernah menjadi supir angkot Medan Bus Trayek 21 jurusan Helvetia-Sambu untuk membantu biaya kuliahnya di Universitas HKBP Nommensen.

Menurut Fernando, Jeffry sangat berbakti kepada orangtua dan sangat menyangi keluarga. “Abang itu orangnya sangata menyangi orangtua. Dimanapun Abang berada, ia akan selalu menghubungi ibu sekadar menanyakan kondisi ibu,” ungkapnya.

Hal yang tidak dilupakan Frenando bersama Jeffry, saat berkumpul bersama keluarga di malam tahun baru 2011. “Kami berkumpul, saling canda. Ia tidak habis membanyol untuk sekadar membuat kami sekeluarga ketawa,” beber Fernando.

Almarhum akan dikebumikan di Desa Juhar Monang Kecamatan Kuta Pisang, Balige, Kamis (15/9) sekitar Pukul 05.00 WIB, sebelumnya pihak keluarga berencana, Rabu (14/9), namun dikarenakan Jenazah tiba dirumah duka, Selasa (13/9) dini hari sekitar Pukul 00.30 WIB dirumah duka menggunakan Maspakai penerbangan Lion Air.
“Bang Jeffry akan dimakam Kamis (15/9) subuh, dimundurkan satu hari dari rencana awal, mengingat waktu terlalu memepet. Besok (hari ini) akan dilakukan prosesi adat dan penghormatan terakhir,” ujar Fernando Tulus Siahaan (27), adik Jeffry saat dikonfirmasi Sumut Pos di Rumah duka, kemarin.(mag-7)

Sempat Pamit Anak, Bilang Sayang Keluarga

Utha Likumahua, Meninggal setelah 76 Hari Berjuang Melawan Stroke

Setelah 76 hari berjuang melawan penyakit stroke yang dideritanya, penyanyi senior Utha Likumahua kemarin (13/9) tutup usia. Seminggu sebelumnya, keluarga mendapat firasat ketika Utha minta diikhlaskan.

DHIMAS GINANJAR, Jakarta

Ahad (26/6) menjelang tengah malam, Utha Likumahua dan keluarga bersendau gurau di kediaman salah seorang anggota keluarga di Pekanbaru. Secara mendadak Utha terdiam, lantas limbung dan kehilangan kesadaran. Pembuluh darah di kepala kiri solois bersuara tenor ini rupanya tersumbat. Utha terserang stroke.

Setelah dirawat beberapa hari di RS Santa Maria  Pekanbaru, kondisi penyanyi jazz senior ini membaik. Namun, ketika keluarga hendak menyiapkan kepulangannya ke Jakarta, stroke kedua menyerang. Otak kirinya membengkak dan bagian tubuh kanan lumpuh.

Dokter akhirnya memutuskan membuka sebagian tempurung kepala kirinya agar otak yang terus membengkak itu tidak memecahkan pembuluh darah otak. Tanpa tempurung, kulit kepala Utha hanya dilekatkan begitu saja, sehingga harus ekstrahati-hati menjaganya, karena sangat rawan infeksi.

Operasi pengangkatan tempurung kepala berhasil. Pelantun lagu Puncak Asmara itu akhirnya dipindahkan ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Di sini kondisinya terus membaik. Bahkan, dia sempat menyanyikan tiga lagu ketika dijenguk Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pada 25 Agustus lalu.

Beberapa hari setelah itu Utha bahkan diperbolehkan pulang. “Waktu di rumah kondisinya membaik. Makan nasi mau, buah masih suka. Keluhannya hanya badan pegal-pegal karena kurang bergerak. Sebelum sakit kan beliau sering olahraga, terutama naik sepeda,” papar Iyem, pembantu rumah tangga Utha, di kediaman Utha kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, kemarin (14/9).

Dukungan untuk kesembuhan Utha datang dari berbagai kalangan. Sejumlah musikus menggalang dana untuk pengobatan melalui pentas Charity Melody for Utha. Hampir setiap hari, musisi, wartawan, pengusaha, hingga pejabat mengunjungi dan mencoba memberinya semangat. “Kalau ada yang datang menjenguk, siapa saja yang datang, dia pasti menangis,” kata istri Utha, Debbie.

Di rumah, kondisi Utha semakin membaik. Karena itu, pada 5 September 2011 lalu, dia kembali masuk rumah sakit untuk persiapan operasi cranioplasty atau penggantian kulit sintetis yang menutup tempurung kepalanya dengan titanium. Operasi pun berhasil dilakukan pada 8 September, sebelum akhirnya kondisinya menurun pada Senin (12/9), dan koma hingga mengembuskan napas terakhir pada Selasa kemarin (13/9) pukul 13.11. “Bang Utha sudah pergi,” tutur Debbie sambil terisak, ketika mengabarkan kepergian suaminya kepada sejumlah wartawan yang menghubunginya.

Meski operasinya berhasil, kakek empat cucu itu rupanya sadar bahwa ajalnya sudah dekat. Senin (12/9) lalu pria kelahiran 1 Agustus 1955 itu memanggil kedua anaknya, Inne Likumahua dan Abraham Likumahua, ke kamar perawatan dan minta keduanya menemani seharian. “Ketika anaknya pamit pulang, dia nangis kayak bocah,” tutur Iyem.

Inne Likumahuwa, putrinya, mengaku ayahnya memang ingin bermanja-manja dengan keluarga sesaat sebelum dan sesudah operasi pada 8 September lalu. “Beliau memegang pipi saya, senyum, dan mengatakan semua akan baik-baik saja. Beliau bilang kalau sembuh akan menghabiskan waktu bersama keluarga di Bogor,” tutur Inne sambil berlinang air mata.

“Beliau juga bilang sayang keluarga dan ingin keluarga ikhlas menerima takdir Tuhan, apa pun bentuknya. Setelah mendengar kalimat itu, saya langsung punya firasat buruk,” terang Inne terisak.

Sebenarnya, Senin (12/9) lalu pria yang dikenal santun ini sempat menunjukkan semangat hidup ketika dijenguk sejumlah artis senior, seperti Titiek Puspa, Camelia Malik, dan Vonny Sumlang. Titiek yang survivor kanker rahim ini malah sempat mengajari Utha menulis dengan tangan kiri yang masih bisa digunakannya. “Luar biasa semangat hidupnya,” tutur Vonny tadi malam.

Siang ini jenazah Utha dikebumikan di TPU Cipaku, Bogor, Jawa Barat. Doa pelepasan akan dilakukan di kediaman sekitar pukul 10.00 dan jenazah dikebumikan pukul 14.00. Bogor dipilih, selain melaksanakan wasiat almarhum, juga untuk memudahkan sang istri yang kini tinggal di kota itu, untuk merawat makamnya. (c2/nw/jpnn)

Warga Aceh Simpan Sabu dalam Anus

Dari Malaysia, Ditangkap di Polonia

MEDAN-Modus penyelundupan narkoba ke Sumatera Utara kian canggih. Bila sebelum-sebelumnya sabu disimpan dalam koper, celana dalam atau di tempat rahasia lain, Musril Mahfud (24) melakukan hal berbeda. Warga Tgk Musa, Lohksumawe, Aceh Utara ini menyimpan 3 kapsul seberat 158 gram berisi sabu di anus. Petugas petugas Bea & Cukai Bandara Udara Polonia Medan yang mengamankannya dari Terminal Kedatangan International, Selasa (13/9) pagi, ‘memaksa’ Musril mengeluarkan sabu tersebut dari anusnya.

Musril Mahfud dengan Nomor Pasport XD 369538, tiba dari Kuala Lumpur menggunakan pesawat AirAsia QZ 8051 pukul 08.30 WIB. Pria itu diamankan petugas karena memperlihatkan gelagat mencurigakan. “Petugas di terminal kedatangan curiga dan melakukan pemeriksaan,” kata petugas yang minta namanya tak disebut.

Selanjutnya Musril dibawa ke salah satu rumah sakit di Medan dan ditemukan tiga bungkusan kecil warna hitam berbentuk kapsul di anus bagian dalam. Petugas pun memaksa korban minum dan makan sehingga kapsul itu keluar pukul 11.00 WIB. Kapsul dan selanjutnya di periksa di Lab Bea & Cukai Belawan.

“Bungkusan itu belum kami ketahui pasti jenis narkobanya, karena masih menunggu hasil pemeriksaan Lab,” katanya sambil mengetik data-data Musril.

Kepada petugas, Musril mengaku barang mencurigakan itu sabu temannya di Malasyia yang dititipkan kepadanya. “Saya disuruh membawa dari Kuala Lumpur ke Medan, di sini sudah ada yang menerimanya nanti,” katanya.
Kepala Seksi Penyidikan dan Penyelidikan Bea & Cukai Bandara Udara Polonia Medan, Bobby Patigor Tampubolon, meminta wartawan menanyakan seputar penangkapan itu kepada stafnya. “Saya sedang tidak di Medan. Saya sekarang sedang di Bali karena ada seminar selama seminggu dari kantor. Untuk lebih lanjutnya, tanyakan kepada Pak Gunawan atau Pak Rudi saja,” ucapnya melalui heandpone.
Menurut seorang petugas, Musril selanjutnya akan dibawa ke Polda Sumut untuk melanjutkan pemeriksaan. “Musril akan dibawa ke Polda untuk pemeriksaan lanjutan,” ucap seorang petugas.

Di Jakarta, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sebuah rumah mewah berlantai dua yang dijadikan pabrik sabu-sabu dan ekstasi, di Perumahan Sentul City Cluster Mediterania di Jalan Pajajaran No 55 RT 01/08, Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu petang (11/9) lalu. Polisi berhasil mengamankan dua warga negara Taiwan dari dalam rumah itu dan seorang lagi dari lokasi pabrik lain. Ketiga tersangka, A, H dan AM bertugas sebagai peracik berbagai bahan pembuat sabu lalu memproduksinya. Tidak tanggung-tanggung, ketiganya mampu memproduksi tiga kilogram sabu kualitas sempurna setiap harinya dan dijual seharga Rp2 miliar per kilonya. Dua tersangka lain selaku penyandang dana pabrik tersebut yang juga warga negara Taiwan kini masih dikejar petugas bekerja sama dengan jajaran Interpol.

Direktur penindakan BNN Benny Mamoto mengatakan dua tersangka ditangkap di dalam rumah di Sentul itu saat berusaha bersembunyi di dalam lemari, sedang seorang lagi ditangkap di apartemen Riverside Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara. “Lokasi lain yang juga digerebek di perumahan Cluster Venesia Jalan Gunung Pangrango Sentul,” ujarnya.
Menurutnya, dalam pengerebekan itu, pihaknya menyita 20 liter sabu cair yang tersimpan dalam tiga jerigen, 450 gram kristal sabu yang dikeringkan, 10 drum etanol dan 8 botol bekas fosfor.
Saat diperiksa, ketiga tersangka mengaku kalau ketiganya menerima berbagai bahan pembuatan sabu dari luar negeri yang dikirim lewat jalur laut, sedangkan hasil produksi mereka juga dikirim ke luar negeri lewat jalur laut untuk dipasarkan. Kepada petugas ketiga tersangka juga mengaku sudah tinggal di Indonesia dalam waktu yang bervariasi mulai satu bulan hingga delapan bulan.
“Semuanya masih dalam pengembangan penyidikan dan penyelidikan,” pungkasnya. (jon/ind/jpnn)

Miss Universe 2011, Ogah Operasi Plastik

Kejutan mewarnai malam final Miss Universe 2011 di Credicard Hall, Sao Paulo, kemarin (13/9). Betapa tidak, di luar dugaan, mahkota ratu sejagat jatuh ke tangan wakil Angola Leila Lopes yang sama sekali tidak diunggulkan. Demikian pula Miss Ukraina Olesya Stefanko yang menduduki posisi first runner-up.

Kejutan lain, wakil tuan rumah, Priscila Machado yang tidak didukung publik sendiri, malah melejit hingga merebut posisi runner-up kedua. Adapun runner-up ketiga dan keempat direbut wakil Asia, masing-masing Miss Filipina Shamchey Supsup dan Miss Tiongkok Luo Zilin.

Satu hal lagi yang perlu dicermati, wakil Amerika Latin yang dalam satu dekade terakhir mendominasi pemenang nyaris harus gigit jari. Di luar Machado, hanya satu delegasi Amerika Tengah dan Selatan yang masuk sepuluh besar. Yakni, Miss Puerto Rico Viviana Ortiz.

Lopes pun tak kuasa menahan haru kala announcer menyebut negerinya sebagai pemenang mahkota. Perempuan 25 tahun itu menjadi perempuan keempat dari Afrika yang memenangi gelar perempuan tercantik sejagat setelah Margaret Gardiner (Afrika Selatan/1978), Michelle McLean (Namibia/1992), dan Mpule Kwelagobe, perempuan Botswana yang merebut mahkota terakhir pada 2000.

“Sebagai Miss Angola, saya sudah banyak membantu warga negeri saya,” ungkap Lopes seperti dikutip Associated Press. “Saya menangani berbagai problem sosial. Saya bekerja untuk anak-anak miskin dan membantu perang melawan HIV. Saya membantu warga senior dan berusaha memenuhi kebutuhan mereka. Nah, sebagai Miss Universe, saya akan bisa melakukan yang lebih besar,” tegasnya.

Meski nyaris luput dari sorotan media, Lopes sejatinya menawan juri sejak masuk 15 besar. Jawaban-jawaban mahasiswi manajemen bisnis sebuah universitas di Inggris itu sangat cerdas dan selalu menekankan kualitas sebagai perempuan. Salah satu yang cukup mengesankan adalah jawaban dia atas pertanyaan di tahap terakhir, yakni tiga besar.

Pertanyaan tersebut sama untuk seluruh kontestan. Yakni, apa yang ingin diubah andai dia bisa mengubah bagian tubuhnya dengan operasi plastik. “Puji Tuhan, saya puas dengan tubuh yang Tuhan ciptakan untuk saya. Saya tak akan mengubah apa pun. Saya menganggap diri saya sebagai perempuan yang dilengkapi dengan inner beauty,” jawab Lopes.

Jauh sebelum final, Lopes juga sudah menunjukkan kecerdasan dan cara taktis menjawab pertanyaan. Misalnya, kala diberi pertanyaan seragam, apa kelebihan perempuan daripada laki-laki. Dia menjawab, “Perempuan lebih kuat daripada laki-laki. Dia bisa melakukan segala hal yang bisa dilakukan oleh laki-laki dan tidak sebaliknya.”
Lopes juga menarik hati warga lokal dengan lebih sering berbicara dengan bahasa Portugis, bahasa yang digunakan di Brazil. Meskipun bermukim di London, dia sangat lancar berbahasa Inggris. Maklum, seperti Brazil, Angola juga bekas negeri jajahan Portugal.

“Dia menawan hati penonton. Kami semua mendukung dia,” jelas Natalie Bursztyn, warga Brazil. “Senang sekali juri bisa melihat apa yang kami lihat dan memberikan mahkota kepada dia. Gaunnya cantik dan dia tahu benar apa yang harus dikatakan ketika mendapat pertanyaan tentang penampilannya,” imbuh gadis 20 tahun yang nonton langsung di Credicard Hall tersebut.

Presiden Miss Universe Organization (MUO) Paula Shugart tak kalah gembira. Menurut dia, pilihan juri sangat tepat. Penyebabnya bukan hanya partai puncak cukup diwarnai kejutan, tetapi juga siaran yang ditayangkan langsung ke ratusan negara mendapat sambutan positif.

“Ini ulang tahun kami ke-60. Kami sudah mengantisipasi jutaan penonton dari seluruh dunia,? ungkap Shugart. ?Pemilihan Brazil sebagai host tidak salah. Mereka akan menghelat Olimpiade (2016) dan Piala Dunia (2014) sekaligus. Saya selalu bilang bahwa ini adalah Piala Dunia-nya dunia kecantikan,” seru dia dengan senang.
Berikut lima hal tentang dara 25 tahun itu:

1. Ia berlatar belakang model dan sering ikut kontes kecantikan sejak masih anak-anak.
2. Meski lahir di Angola, dia berdomisili di London, Inggris, untuk menempuh studi di bidang manajemen bisnis.
3. Dia adalah wakil keempat Afrika yang memenangi titel Miss Universe dan wakil Angola pertama.
4. Hobinya adalah membaca dan bereksperimen dengan kosmetik.
5. Resep cantik darinya adalah tidur cukup, menggunakan sunblock meski tidak panas, dan minum banyak air. (na/c11/ayi/ttg/jpnn)

Relationship Manager BNI Jadi Tersangka

Salah Prosedur Pencairan Pinjaman Rp129 M

MEDAN-Kasus pencairan pinjaman Rp129 miliar dari bank BNI 46 Cabang Jalan Pemuda kepada PT Bahari Dwi yang diduga melanggar standar operasi prosedural, kembalimakan ‘korban’. Setelah penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menetapkan Rusdianto, kepala wilayah BNI Pemuda sebagai tersangka, kini giliran Titin Indriyani, satu dari delapan relationship managernya yang berstatus tersangka.

Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan Kejatisu Jufri Nasution SH MH, menegaskan kalau penetapan status tersangka Titin masih secara informal menunggu pengesahan setelah dilaporkan ke Kejaksaan Agung RI dan pelaksanaan gelar kasusn
“Memang benar relationchip manager BNI (cabang Jalan Pemuda) dijadikan tersangka. Namun surat penetapan Titin Indriyani belum kita keluarkan, kita akan melaporkan atau menggelar perkara dulu di Kejagung RI,” tegas kordinator penyidikan ini.

Jufri mengungkapkan, Titin Indriyani dianggap ikut bertanggung jawab mencairkan pinjaman salah prosedur kepada pada PT Bahari Dwi Kencana Lestari ini, karena kewenangannya melakukan peninjauan pangajuan kredit.
“Relationchip Manager ada 8, mereka inilah ujung tombak BNI untuk mencari nasabah yang ingin mendapatkan kredit. Jadi Titin Indriyani orang yang menagani pengajuan kredit PT Bahari Dwi Kencana Lestari, untuk memperoleh kredit,” ujar Jufri Nasution.

Dari hasil paparan yang dilakukan RM BNI, mereka diharuskan pihak BNI 46 untuk mencapai terget dalam penyaluran kredit pada masyarakat sebesar Rp200 miliar per tahunnya.

Disinggung apakah Titin Indriyani bersama pejabat BNI lainnya mendapatkan fee dari PT Bahari Dwi Kencana Lestari, Jufri tidak menampik. “Bisa saja mereka mendapatkan fee dari penerima kredit BNI, tapi saya tidak tahu jumlah pastinya,” tegas Jufri.

Ketika disinggung kapan para tersangka pejabat BNI yang dijadikan tersangka, untuk segera ditahan Jufri Nasution hanya tersenyum, belum mau berkomentar.(rud)

Thailand Dihantam Banjir

BANGKOK- Hujan yang terus menerus menerpa Thailand membuat warga di empat provinsi waspada. Mereka khawatir akan bencana banjir.

Empat provinsi yang dilalui oleh Sungai Chao Phya terus memonitor banjir yang terjadi. Sementara warga yang berdomisili di dekat Sungai Yom River, terus bertahan akibat banjir yang membawa mereka dalam keadaan kritis. Seperti dilansir The Nation, Selasa (13/9), warga di dekat sungai Yom River mewaspadai curah hujan yang masih tinggi, dapat meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor.

Sementara empat Provinsi seperti Satun, Trang, Songkhla dan Phattalung diberikan peringatan akan adanya bahaya banjir dan tanah longsor dalam beberapa hari ke depan. Pihak Kementerian Sumber Daya Mineral memperpanjang status bahaya di 12 provinsi, yang dikhawatirkan dilanda banjir bandang dan longsor. Juru bicara kantor Perdana Menteri Thailand, Kritsana Srihalak mengatakan, Perdan Menteri Yingluck Shinawatra sudah memerintahkan distribusi bantuan kepada korban longsor yang terjadi di Nam Pad. Bantuan ini akan diintegrasikan dengan program santunan bagi korban banjir.(net/bbs/jpnn)

Janjikan Era Berbeda

Suka Cita Sambut Penguasa Baru Libya

TRIPOLI-Pemerintahan baru Libya berjanji akan menciptakan sebuah negara demokrasi modern berdasarkan hukum Islam yang moderat. Pernyataan itu diungkapkan pemimpin Dewan Transisi Nasional (NTC) Mustafa Abdul Jalil saat menyampaikan pidato pertamanya pasca jatuhnya rezim Muammar Kadhafi di Lapangan Martir, pusat Kota Tripoli, Senin malam (12/9) waktu setempat.

Ribuan warga hadir dan menyambut suka cita pidato yang disampaikan selang dua hari setelah Jalil tiba di ibu kota dari Benghazi tersebut.

“Kita tak akan menerima ideologi ekstrem dalam bentuk apapun, kanan atau kiri. Kita adalah orang-orang muslim. Untuk Islam moderat, dan kita akan bertahan di jalur ini,” seru Jalil. “Kalian semua (rakyat) telah bersama kami dan terus mendukung kami. Kalian adalah senjata kami dalam melawan siapapun yang ingin membajak revolusi ini,” lanjut mantan menteri kehakiman di era Kadhafi sebelum bergabung dengan oposisi dan membentuk NTC itu.

Jalil juga menjanjikan hal yang berbeda di era Libya baru. Misalnya, dia menyebut bahwa kaum perempuan akan punya peran aktif di era baru. Dalam kesempatan itu, dia juga berterima kasih kepada seluruh negara yang telah mendukung NTC, termasuk Prancis dan Inggris.

Namun, dalam pidatonya itu, Jalil juga mengingatkan tentang bahaya sekularisme. Dia pun menegaskan bahwa Libya akan menjadi negara dengan menjadikan syariah Islam sebagai sumber hukum.

Pidato yang disiarkan langsung oleh televisi tersebut mendapatkan sambutan meriah dari warga. Pesta kembang api juga terlihat di sejumlah titik di Kota Tripoli. Langit ibu kota pun terlihat terang benderang malam tersebut.
Meski rezim baru Libya telah memindahkan markasnya dari Benghazi ke Tripoli, NTC belum sepenuhnya lepas dari bahaya perang. Sebab, perlawanan loyalis Kadhafi masih terjadi.

Sejumlah orang dekat Kadhafi dilaporkan bersembunyi di sejumlah negara tetangga Libya, seperti Aljazair dan Niger. Perdana Menteri (PM) Niger Brigi Rafini, Senin (12/9) menyatakan bahwa anak ketiga Kadhafi, Al-Saadi Kadhafi, dan tiga jenderal Libya berada di antara 32 orang yang menyeberangi perbatasan negara Afrika Tengah tersebut sejak 2 September.

Saat ini Saadi berada di negeri tetangga selatan Libya tersebut. Ibunya, Safia Farkas, beserta adik perempuannya, Aisha Kadhafi, dan sejumlah cucu Kadhafi mendapat perlindungan di Aljazair, tetangga barat Libya. (afp/ap/bbc/cak/dwi/jpnn)

Iran Gantung 2 Pembunuh

Teheran- Otoritas Iran kem bali menghukum gantung dua terpidana mati di depan publik. Kedua terdakwa pembunuh itu digantung mati di dua kota terpisah hari ini.

Salah seorang pria yang dihukum mati tersebut telah mengaku menikam seorang rekan mahasiswanya di waktu siang hari pada awal Juli lalu. Pria berumur 25 tahun itu dibawa ke tiang gantungan dekat lokasi kejadian, sebuah jembatan di sebelah barat laut Teheran, ibukota Iran.

Seorang pria lainnya yang didakwa membunuh empat orang satu keluarga setahun lalu, digantung mati di depan orang banyak di Kota Dashtestan, Iran selatan. Demikian diberitakan kantor berita Iran, Fars dan dilansir AFP, Selasa (13/9).
Ini berarti, menurut penghitungan AFP yang didasarkan pada laporan resmi dan media, sejauh ini sudah 194 orang yang dihukum gantung di Iran tahun ini.

Media Iran melaporkan 179 orang dihukum gantung tahun 2010 lalu. Namun menurut kelompok-kelompok HAM internasional, angka sebenarnya jauh lebih dari itu. Ini menjadikan Iran berada di peringkat kedua setelah Cina dalam jumlah orang yang dihukum gantung pada tahun 2010.(net/jpnn)