Home Blog Page 14851

Berontak, 182 Prajurit Dipenjara

DHAKA- Sekira 182 prajurit Bangladesh yang menjaga wilayah perbatasan, dipenjara karena dianggap bersalah terlibat aksi pemberontakan 2009 lalu.

Keputusan tersebut dikeluarkan oleh pihak Pengadilan Militer Bangladesh, kemarin (12/9). Lewat keputusan tersebut jumlah total prajurit militer Bangladesh yang dipenjara akibat aksi pemberontakan itu mencapai 3.000 orang.
Pengadilan militer di Dhaka membacakan vonis tersebut terhadap 187 orang prajurit yang bertugas di perbatasan. Beberapa orang dari 182 orang prajurit tersebut, divonis penjara tujuh tahun.

“Di antara para prajurit yang dinyatakan bersalah, 20 dari mereka dijatuhi hukuman penjara maksimum tujuh tahun. Sementara lima dari 187 prajurit, dinyatakan tidak bersalah,” pernyataan pihak Pengadilan Militer Bangladesh seperti dikutip AFP, Senin (12/9).

Aksi pemberontakan yang dilakukan para prajurit ini terjadi pada Februari 2009 lalu. Pemberontakan dilakukan oleh pasukan paramiliter Bangladesh (BDR) di Dhaka selama dua hari yakni pada 25 dan 26 Februari 2009.
Prajurit yang mengamuk, mengambil alih markas BDR yang berada di Pilkhana dan melepaskan tembakan ke arah beberapa perwira dan warga sipil yang berada di markas tersebut. Mereka juga menyandera beberapa perwira lainnya dalam aksi tersebut.

Para prajurit yang memberontak ini meminta 22 tuntutan termasuk penarikan perwira menengah dari BDR, yang berasal dari luar BDR. Mereka menginginkan perwira menengah dari kalangan BDR sendiri.

Mereka juga menuntut dilakukannya penyelidikan atas dugaan korupsi yang dilakukan oleh Direktur Jenderal BDR beserta istrinya. Keduanya dianggap telah menggunakan uang bonus yang dilakukan oleh pasukan BDR.
Aksi pemberontakan yang disertai penyanderaan ini berakhir setelah para pelaku pemberontak menyerahkan diri dan melepaskan pada sandera, usai melakukan negosiasi serta diskusi panjang dengan pemerintah. (net/jpnn)

Warga Pakistan Kelaparan

ISLAMABAD-Harga bahan pangan melonjak di Pakistan hingga mencapai 74 persen dalam tiga tahun terakhir membuat warga Pakistan kelaparan. Para pejabat Pakistan menunjukkan daftar harga bahan pangan yang melonjak 74 persen sejak Juni 2008 hingga 2011.

“Mengingat dengan adanya peningkatan tajam terhadap harga kebutuhan pokok, termasuk di antaranya, gandum, sayuran, dan juga gula. Jumlah penduduk yang menderita kelaparan cenderung meningkat,” ujar salah seorang pejabat Pakistan, seperti dikutip IANS, Senin (12/9).

Komisi Perencanaan di Pakistan menyatakan, kelaparan akan menjadi masalah baru yang melanda Pakistan setelah kemiskinan, dan juga ketimpangan sosial.

Pakistan belakangan ini dilanda banyak musibah, banjir bandang juga melanda negara ini dan menewaskan banyak orang. Lembaga Pembangunan Oxfam bahkan menyatakan, Pakistan tidak siap untuk menanggulangi banjir yang ada di negaranya.

Selain itu, belum lagi masalah kekerasan di Kota Karachi yang merupakan salah satu kota besar di Pakistan. Kekerasan yang dipicu oleh konflik sektarian di wilayah tersebut tampak selalu berlangsung dan takkan pernah usai. (net/bbs/jpnn)

PBB: Rusuh Syria Telan 2.600 Jiwa

JENEWA-Komisi HAM PBB merilis hasil investigasi terkait represi pemerintah Syria atas demonstran kemarin (12/9). Menurut lembaga itu, sedikitnya 2.600 orang tewas akibat bentrok oposisi dan pemerintah selama krisis politik dan kerusuhan sejak pertengahan Maret lalu. Meski begitu, Presiden Bashar al-Assad tidak mengendurkan represi atas oposisi dan warga sipil anti pemerintah.

“Temuan kami di lapangan menyatakan bahwa krisis politik yang disertai bentrok selama enam bulan terakhir telah merenggut sedikitnya 2.600 nyawa,”kata Komisioner HAM PBB Navi Pillay kemarin. Hingga kini, rezim Assad masih tidak memberikan akses kepada tim HAM PBB untuk meninjau langsung kondisi kota-kota di Syria yang bergolak. Tapi, Pillay yakin bahwa laporan dari para sumber PBB bisa dipercaya.
Dalam pertemuan tiga mingguan yang dihelat di Jenewa, Swiss, bulan lalu, Pillay mengatakan bahwa jumlah korban tewas berkisar 2.200 jiwa. Karena itu, dia mengaku sangat terkejut saat timnya di lapangan melaporkan pertambahan jumlah korban sampai sekitar 400 orang.

“Kondisi Syria sangat memprihatinkan. Tapi, Assad tetap melanjutkan aksi militernya,” sesal diplomat perempuan asal Afrika Selatan (Afsel) itu.

Terus bertambahnya korban tewas di Syria itu menuai reaksi dari Prancis. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Prancis menganggap PBB telah gagal menyampaikan pesan secara tegas kepada Syria. Prancis menilai kegagalan PBB untuk menghentikan represi di Syria itu sebagai skandal.
“Sampai kapan dunia internasional berlagak bodoh dan menutup mata terhadap aksi kriminal seperti ini,”kata Jubir Kemenlu Prancis Bernard Valero.

Sebelumnya, Prancis bersama Inggris, AS, Jerman, dan Portugal telah menyusun draf resolusi untuk Syria. Tetapi, saat diajukan ke Dewan Keamanan (DK) PBB, draf itu justru ditentang keras Tiongkok dan Rusia.
“Saya rasa, sanksi yang diberikan AS dan Eropa belum lama ini sudah lebih dari cukup untuk menekan Syria,”kilah Presiden Tusia Dmitry Medvedev. (afp/ap/rtr/

PT Azizi dan Polisi Dituding Main Mata

MEDAN- Belasan korban penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan Direktris PT Azizi Kencana Wisata, Naslah Lubis yang mendatangi Mapolsek Medan Timur, Senin (12/9) tetap menuding pihak kepolisian dan Kantor Wilayah Departemen Agama Sumatera “main mata” dengan pelaku.

Dihadapan wartawan sesaat beraudensi bersama Kapolsek Medan Timur Kompol Patar Silalahi,  perwakilan korban Achmad Daud Nai Pos-Pos (61) warga Jalan Tombak No 12 Tembung meminta  kepolisian untuk tetap bertindak profesional dalam menangani kasus penipuan dan pengelapan yang  dialaminya dan dilakukan PT Azizi Kencana Wisata melalui Direktrisnya Naslah Lubis.

Kapolsek Medan Timur Patar Silalahi saat menerima kunjungan para korban kepada wartawan, dengan  tegas membantah adanya oknum polisi yang “bermain mata” dengan Direktris PT Azizi Kencana  Wisata Naslah Lubis.  “Sekali lagi itu tidak benar, kalo benar saya sendiri yang mencongkel mata  anggota saya hingga buta,” tegasnya.(mag-7)
Malahan lebih lanjut, dirinya telah memerintahkan anggotanya untuk membawa dan menghadapkan  Direktris PT Azizi Kencana Wisata Naslah Lubis untuk didudukkan perkaranya. Sebab, setelah  mengumpulkan keterangan saksi, pihak kepolisian telah cukup mengumpulkan bukti untuk membawa  Direktris PT Azizi Kencana Wisata Naslah Lubis dengan paksa dan mendudukannya.

Sementara itu, Kabid Hazawa Kemenangsu Drs H Abd Rahman  Harahap menyampaikan, dirinya telah dipanggil pihak kepolisian untuk melengkapi Berkas Acara  Pemeriksaan. Dan, dirinya menegaskan, bahwa Direktris PT Azizi Kencana Wisata Naslah Lubis  telah melakukan unsur penipuan dan penggelapan, dimana 120 calon jemaat haji yang tidak  diberangkatkan ke tanah suci diperlakukannya curang dengan memasukkannya semua calon jemaah  haji tanpa quota yang jelas seperti halnya Reguler ataupun khusus.(mag-7)

Tak Ada Hakim, Banding Syamsul Terhambat

JAKARTA- Hingga kemarin (12/9), majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta belum mengeluarkan putusan banding perkara korupsi APBD Langkat yang diajukan jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) dan Syamsul Arifin. Pihak PT DKI belum bisa memastikan kapan kiranya perkara Syamsul ini diputuskan. Pihak PT DKI mengeluhkan minimnya jumlah hakim yang bisa mempengaruhi lamanya pengambilan putusan.

Juru Bicara PT DKI, Ahmad Sobari, menjelaskan, saat ini jumlah hakim karir di PT DKI yang biasa menangani perkara banding perkara korupsi, tinggal dua orang hakim. “Sebenarnya ada tiga, tapi yang satu pun segera dimutasi ke Papua,” ujar Ahmad Sobari kepada koran ini di kantornya, kemarin (12/9).

Lantas, bagaimana dengan nasib perkara Syamsul? Sobari belum bisa memastikan. Yang jelas, lanjutnya, hingga kemarin belum ada putusan. Dia juga belum memastikan siapa hakim yang menangani perkara Syamsul itu. “Ya itu tadi, jumlah hakimnya minim. Hakim karirnya tinggal dua, sedang hakim ad hoc ada lima,” ungkapnya. (sam)

BNP2TKI Amankan 79 TKI

JAKARTA- Upaya bersih-bersih perusahaan pengerah TKI nakal oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) kembali berlanjut. Kemarin, anak buah Jumhur Hidayat mengamankan 79 TKI yang tidak kunjung diberangkatkan di penampungan PT Citra Putra Indarab di Duren Sawit, Jakarta.

Kasubdit Pencegahan TKI Ilegal BNP2TKI Kombes Pol Yunarlim Munir menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan para TKI itu sudah tiga bulan berada di penampungan. “Mereka tidak diberangkatkan ke Arab Saudi untuk bekerja,” tambah perwira dengan tiga melati di pundak itu.

Yunarlim menuturkan, penggerebekan ini dilakukan setelah pihak BNP2TKI menerima laporan dari keluarga salah satu calon TKI yang tidak kunjung diberangkatkan itu. Dia menerangkan, 52 TKI yang berhasil diamankan kemarin meminta untuk dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing. Mereka diantaranya berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Sebelum dipulangkan, mereka didata dulu di penampungan BNP2TKI. Sisanya sejumlah 27 TKI tetap meminta tinggal di penampungan perusahaan itu dan siap menunggu diberangkatkan.

Yunarlim menuturkan, sejak pemerintah memberlakukan moratorium atau penghentian sementara penempatan TKI di Saudi sebagai pembantu rumah tangga (PRT), pemerintah melarang pengiriman TKI oleh perusahaan pengerah TKI manapun. (wan/jpnn)

Harimau Sumatera Lahirkan 3 Bayi

MEDAN- Seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) melahirkan tiga bayi di Taman Margasatwa Medan (TMM), Sumatera Utara (Sumut). Kehadiran bayi harimau ini menambah koleksi harimau di sana menjadi tujuh ekor.
Kepala Urusan Kesehatan Hewan TMM, Sucitrawan menyatakan, ketiga bayi harimau lahir dari induk bernama Manis yang berusia 12 tahun. Sejauh ini kondisi ketiga bayi tersebut dalam keadaan baik.

“Jenis kelaminnya masih belum diketahui, karena masih berada dalam pengawasan induknya. Nanti kalau sudah agak besar baru kita periksa lanjut, sekarang ini lebih bersama induknya, jangan diganggu dulu,” ujar Sucitrawan kepada wartawan, di TMM, Simalingkar B, Medan, Senin (12/9).

Ketiga bayi itu lahir pada 24 Juli 2011 dinihari, sekitar pukul 02.00 WIB di ruang preventif TMM. Induk jantannya bernama Anhar. Anhar merupakan harimau yang lahir di TMM 13 tahun silam. Sementara si Manis merupakan hasil tangkapan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut.

“Saat dibawa kemari, si Manis sudah dalam usia dewasa,” kata Sucitrawan.
Bagi si Manis ini, ketiga bayinya ini merupakan anak ketiga, keempat dan kelima. Dua tahun lalu dia juga melahirkan dua ekor bayi, namun dari induk jantan yang lain. Sampai saat ini, kedua bayi yang tersebut masih belum diberi nama.(net/jpnn)

Uang Untuk Cak Imin Rp2 M

 Mudhari Kembali Mangkir dari KPK

JAKARTA-  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya harus bertindak tegas kepada Ali Mudhari. Sebab, pria yang disebut-sebut sebagai makelar kasus suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) bersama Acoz, Fauzi dan Sindu Malik itu mangkir dari panggilan KPK. Padahal, kemarin dijadwalkan pemeriksaan terhadap empat saksi.

Keempat orang itu adalah Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Masyarakat Transmigrasi Roosari Tyas Wardani, mantan Anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Ali Mudhori serta dua pegawai negeri sipil di lingkungan Kemenakertrans Djoko Sidik Pramono dan Harry Heryawan Saleh.
Pemeriksaan tersebut dimulai pukul 09.00. Namun, hingga sore hari Ali Mudhori belum juga menampakkan batang hidungnya. Padahal, kemarin adalah kali kedua pria yang disebut-sebut sebagai asisten pribadi Menakertrans Muhaimin Iskandar itu dipanggil KPK. “Dijadwal ada, tapi tidak tahu dia datang atau tidak,” ujar juru bicara KPK Johan Budi.

Pemanggilan pertama dilakukan Jumat (9/9). Saat itu, dia juga tidak menghadiri panggilan institusi yang beralamat di Jalan HR Rasuna Said tersebut. KPK sendiri berencana untuk melakukan pemanggilan lagi terhadap Ali Mudhori, namun instansi tersebut harus lebih tegas supaya panggilannya tidak di acuhkan.

Kuasa hukum tersangka Dadong Irbarelawan, Syafri Noer, wajar jika Ali tahu banyak masalah itu karena dia adalah orang dekat Muhaimin. Begitu juga dengan tiga nama lainnya yakni Sindu Malik, Acos dan Fauzi. Bahkan, Syafri percaya diri menyebut keempatnya berkantor di lantai dua Gedung Direktorat Jendral Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Kemenakertrans.

Fakta tersebut membuat Syafri tidak percaya begitu saja ketika disebutkan bahwa kedekatan empat sekawan dengan Menakertrans sudah berakhir. Sebab, kliennya mengaku dipanggil Sindu Malik ke ruangan di P2KT secara langsung. Meski demikian, selain informasi keempatnya adalah staf khusus Muhaimin, Syafri mengaku tidak tahu banyak tentang empat orang itu.  Itulah mengapa, lanjut Syafri, anggaran dari Kemenakertrans langsung diajukan ke Kementrian Keuangan. Itulah yang membuat Komisi IX DPR meradang karena anggaran tersebut diduga langsung disampaikan pada empat orang tersebut seperti pengajuan dan sebesar Rp 500 miliar untuk Kemenakertrans.

Dia juga kembali menjelaskan jika uang Rp1,5 miliar di kardus durian yang diamankan KPK bakal diserahkan ke Fauzi. Setelah itu, kabarnya baru diserahkan kepada Muhaimin Iskandar sebagai uang Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Menakertrans.

Nah, rencana tersebut ternyata tidak berjalan mulus. Versi Syafri, Fauzi batal datang untuk mengambil uang tersebut. Jadinya, kliennya (Dadong, red) dan I Nyoman Suisnaya bingung. Setelah itu, disepakati jika uang tersebut mereka pegang terlebih dahulu. “Bukan buat mereka, kalau seperti itu, kenapa diambil di kantor,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan jika sebenarnya yang akan diserahkan untuk THR adalah Rp 2 miliar. Uang Rp 1,5 miliar yang selama tertangkap oleh KPK dikatanya masih sebagian. Itulah kenapa KPK kembali menyita uang Rp 500 juta dari rekening Dharnawati. (dim/jpnn)

Kasus Korupsi Penyewaan Pesawat

Tersangka, Dirut Merpati Dicekal

JAKARTA- Mantan direktur utama PT Merpati Nusantara Airlines Hotasi Nababan tak lagi bisa bepergian ke luar negeri. Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya resmi mengenakan cekal (cegah dan tangkal) terhadap tersangka kasus korupsi di Merpati itu sejak kemarin (12/9).

“JAM Intel (Jaksa Agung Muda Intelejen Edwin Situmorang, Red.) sudah menandatangani surat pencekalan tertanggal hari ini, 12 September,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Noor Rachmad kemarin.
Noor mengatakan, surat pencekalan bernomor Kep/233/D/DSP.3/092011 itu telah dikirim ke Direktorat Jenderal Imigrasi untuk masa berlaku enam bulan. “Penyidik memandang tersangka perlu dicekal agar memudahkan proses penyidkan,” tegas mantan Kajati Gorontalo itu.

Hotasi ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan direktur keuangan Mepati Guntur Aradea. Mereka berdua dianggap bertanggung jawab dalam kasus penyewaan dua unit pesawat Boeing 737 dari Thirdstone Aircraft Leassing Group Inc (TALG) dari Amerika Serikat. Dalam kasus tersebut negara diduga merugi Rp9 miliar. Noor mengatakan, pencekalan tersebut masih diberlakukan untuk Hotasi. Sedangkan Guntur, belum dicekal. Alasannya, belum ada permintaan dari jajaran Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) yang menyidik kasus tersebut. “JAM Intel belum menerima permohonan cekal,” katanya.

Pihak Hotasi sendiri sebelumnya hendak mengajukan permohonan agar tidak dicekal. Alasannya, Hotasi harus bolak-balik ke luar negeri untuk urusan pekerjaan. Noor mempersilakan Hotasi mengajukan permohonan tersebut. “Upaya apapun dari tersangka kami hargai. Silakan ajukan,” katanya.

Hotasi merupakan direktur pada kurun 2002-2007. Sedangkan kasus korupsi tersebut diduga terjadi pada 2006. Saat itu Merpati menyewa dua pesawat Boeing 737 dari TALG dengan nilai sewa USD 500 ribu untuk masing-masing pesawat.  Kendati duit sewa sebesar USD 1 juta telah telah dikirim ke rekening Hume and Associates, lawyer yang ditunjuk TALG, pesawat tak kunjung diterima Merpati. (aga/iro/jpnn)

Dihantam Bus, 20 Tewas

MOJOKERTO- Pergantian nama bus Sumber Kencono (SK) menjadi Sumber Selamat ternyata belum mengubah image bus ini sebagai bus “celaka”. Kemarin misalnya, bus Sumber Kencono jurusan Surabaya-Jogjakarta terlibat kecelakaan maut dengan minibus Elf di tikungan Kenanten KM 51 by pass Surabaya-Mojokerto sekitar pukul 02.40.

Akibatnya, sebanyak 19 penumpang minibus tewas dan dua orang mengalami luka-luka. Sementara, di bus SK, hanya sopir yang tewas dalam insiden itu. Belasan penumpangnya mengalami luka-luka.

Dari informasi Radar Mojokerto (grup Sumut Pos) peristiwa dinihari itu berawal saat minibus jenis Elf yang mengangkut pekerja asal Kabupaten Nganjuk melaju dari arah Jombang. Ada 21 penumpang termasuk sopir.
Rencananya, rombongan itu akan bekerja di Kalimantan. Sebagian ada yang berasal dari Lohceret dan Ngetos, Kabupaten Nganjuk dan sebagian dari Rejoso, Kabupaten Bojonegoro. Kondisi sepi di raya by pass, membuat kendaraan yang lewat rata-rata melaju kencang. Tak terkecuali minibus nopol AG 7103 ML yang disopiri Didik Prayogo, asal Linujetis, Desa Warujayeng, Tanjung Anom, Nganjuk juga berkecepatan tinggi.

Sesampai di lokasi kejadian, sopir minibus tiba-tiba mengambil jalur kanan. Dari informasi yang digali Radar Mojokerto, minibus tersebut berusaha menyalip mobil di depannya. Namun polisi belum bisa memastikan jika saat itu minibus berusaha menyalip kendaraan di depannya.

Kapolres Mojokerto AKBP Prasetijo Utomo saat dikonfirmasi informasi itu membenarkan. Namun, untuk memastikan kebenarannya, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. “Kami juga sudah mendengar adanya informasi itu. Tapi, masih kami dalami,” tandasnya.(fen/ron/yr)