27 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 15073

Petani Jual Sabu

Umumnya, petani menjual padi. Tapi, Ibnu Hajar (35), warga Dusun IV, Desa Lama, Kecamatan Hamparn Perak, yang sehari-hari bekerja sebagai petani, malah menjual sabu-sabu. Akibatnya, dia ditangkap polisi saat menunggu calon pembeli di rumahnya, Jumat (15/7).

Tertangkapnya Ibnu berdasarkan informasi dari masyarakatn kepada polisi yang merasa curiga dengan gerak-gerik Ibnu selama ini. Lantas, informasi tersebut ditindaklanjuti polisi dengan melakukan penyelidikan. Polisi pun menyaru sebagai pembeli.

Setelah saling kontak dan berjanji melakukan transaksi, polisi yang menyaru sebagai pembeli tadi langsung mendatangi rumah Ibnu. Tanpa curiga, Ibnu pun menyerahkan sabu-sabu yang dipesan polisi tadi. Melihat barang bukti tersebut, polisi yang menyaru tersebut langsung meringkus Ibnu.
Dari rumah Ibnu, polisi berhasil mengamankan satu paket sabu-sabu, dua blok plastic kecil dan satu botol bertutup hitam tempat menyimpan sabu-sabu.

“Tersangka memang sudah menjadi target kita. Saat ini tersangka mendekam di sel Polsek Hamparan Perak,” ujar Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, AKP Irsol.(mag-11)

Sumut Pos Masuk 3 Nominasi Rida Award 2011

MEDAN-Sumut Pos masuk tiga nominasi Rida Award 2011 dan berpeluang meraih penghargaan tertinggi karya jurnalistik Riau Pos Group yang digelar setiap tahun itu Ketiga nominasi masing-masing kategori karya tulis jurnalistik dengan judul ‘Jelang Ajal, Ibu Renta Rindukan Anak Kembarnya karya Handani dan kawan-kawan, karya foto dengan judul ‘Pengungsi Letusan Sinabung’ karya fotografer Andri Ginting, serta perwajahan koran umum edisi 7 Januari 2011.

Dewan juri Rida Award 2011 terdiri dari Rida K Liamsi, ketua merangkap anggota, Darmawi Kahar, anggota serta Amzar, anggota terlebih dahulu menyeleksi semua karya yang masuk, dan kemudian memilihnya untuk menempatkan karya-karya tersebut dalam kelompok karya-karya pilihan Rida Award 2011.

Untuk kelompok karya tulis jurnalistik dipilih 21 karya tulis, 10 karya foto jurnalistik, 9 perwajahan koran umum dan 8 perwajahan koran metro. Dari karya-karya pilihan tersebut kemudian ditetapkan karya-karya nominator yang terdiri dari 10 nominator karya tulis jurnalistik, 6 karya foto jurnalistik, 5 perwajahan koran umum, dan 4 perwajahan koran metro.

Sementara karya terbaik penerima Rida Award 2011 akan diumumkan pada malam acara Anugerah Rida Award 2011, Minggu (17/7) malam di Batam. Rida Award 2011 dibagi dalam 4 katagori yakni karya tulis jurnalistik, karya foto jurnalistik, perwajahan koran umum dan perwajahan koran metro. (fal/jpnn)

30 Ormas Minta Masjid Al-Ikhlas Dibangun Lagi

MEDAN- Ratusan umat Muslim yang tergabung dalam 30 ormas menggelar aksi di halaman Balai Kota Medan, Jumat (15/7) siang. Mereka meminta Wali Kota Medan Rahudman Harahap untuk membangun kembali masjid Al Ikhlas di lahan semula.

“Kami katakan tidak untuk relokasi. Hanya satu solusi, bangun kembali masjid di lahan semula. Wali kota sudah tidak peduli kepada kami, siapa lagi yang peduli kepada kami?” kata koordinator aksi Hery Adlin di.

Dalam orasi tersebut, Hery mengatakan, Wali Kota Medan Rahudman Harahap terkesan tidak peduli terhadap umat Muslim di Kota Medan karena tidak berani menyelesaikan masalah penghancuran rumah ibadah di Kota Medan untuk pembangunan perumahan, termasuk perubuhan Masjid Al-Ikhlas di Jalan Timor, Kecamatan Medan Timur.

“Di mana kepedulian Bapak Wali Kota Medan terhadap umat Muslim di Kota Medan? Seperti apa yang dijanjikan pada saat kampanye Pilkada Kota Medan lalu, kemenangan Rahudman menjadi wali kota tidak terlepas dari suara umat Muslim. Tapi apa, saat Masjid Al-ikhlas dirubukan, wali kota terkesan hanya berdiam diri,” ucapnya.

Dijelaskan Hery, perubuhan Masjid Al-Ikhlas telah melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 dan UU Wakaf tahun 2004, dimana disebutkan, tanah wakaf tidak dapat dipindahkan atau diperjualbelikan untuk kepentingan apapun.

“Untuk itu, kita mendesak Wali Kota Medan untuk membangun kembali Masjid Al-Ikhlas serta tidak mengeluarkan IMB untuk pembangunan fisik yang dilakukan pengembang di area lahan masjid,” kata Hery yang juga pengurus MUI Sumut.(adl)

Pembunuhan Pratu Surya Darma Direkonstruksi

MEDAN- Polsek Medan Sunggal menggelar rekonstruksi tewasnya Pratu Surya Darma Nasution (35), anggota TNI AD yang berdinas di Kesdam Kodam I/BB, karena kedapatan mencuri di kamar kos mahasiswa USU pada 10 April 2011 lalu. Rekosntruksi yang digelar di halaman Mapolsek Medan Sunggal, Jumat (15/7) sore ini terdiri dari 21 adegan.

Azizah Boru Marpaung (29), istri Pratu Surya Darma, yang menyaksikan rekontruksi tersebut tak sanggup menahan air matanya. Tak tahan melihat adegan suaminya yang diperankan petugas kepolisian dimassa, Azizah pun terduduk di depan ruangan juper yang berjarak kurang lebih 15 meter dari lokasi rekonstruksi.

Begitu rekonstruksi selesai, polisi langsung membawa kelima tersangka pembunuhan Pratu Surya Darma ini ke ruang juper langsung diikuti Azizah dari belakang.
Di ruangan juru periksa itu, Azizah langsung histeris dan berusaha memukuli Abdul Yakub Harahap yang dipegang Polisi.

“Kau bunuh suamiku. Biar tahu kau, harta warisan kami banyak. Sawit kami luas di kampung sana. Jangan kau bilang suamiku pencuri,” teriak Azizah.  (mag-7)

Jalimsu Dukung Gatot Mutasi Pejabat

MEDAN- DPRD Sumut harus serius membela kepentingan rakyat, bukan justru merugikan rakyat. Jangan melulu meributkan pergantian pejabat, karena masih banyak persoalan lainnya yang lebih menyentuh masyarakat.

Itulah desakan yang disampaikan puluhan massa yang tergabung dalam Jaringan Lintas Mahasiswa Sumatera Utara (Jalimsu), ketika menyampaikan aspirasi di gedung DPRD Sumut dan Kantor Gubernur Sumut, Jumat (15/7).

Fajar, koordinator dalam aksi tersebut dalam orasinya mengatakan, selama tiga tahun kepemimpinan Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho (Syampurno), belum menunjukkan perkembangan dan kemajuan yang signifikan. Terutama dalam mewujudkan visi misi, rakyat tidak bodoh, rakyat tidak sakit, rakyat tidak lapar serta memiliki masa depan.

Menurutnya, upaya mewujudkan visi misi ini terkendala dengan carut-marutnya birokrasi, kemudian banyaknya pejabat-pejabat bermental korup di Sumut. Bukan hanya itu, hal ini juga dikarenakan berbelit-belitnya serta lambannya sistem birokrasi yang ada. “Hal ini bisa dilihat dari evaluasi kinerja SKPD setiap tahunnya dan daya serap APBD yang sangat rendah,” katanya.(ari)

AKP Oktavianus akan Diperiksa

Terkait Pemukulan Wartawan Sumut Pos

MEDAN- Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut, segera memanggil Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan, AKP Oktavianus. Pemanggilan ini untuk menindaklanjuti laporan wartawan Sumut Pos Nopan Hidayat terkait perbuatan yang tidak menyenangkan yang dialaminya saat meliput penangkapan pelaku penggelapan kosmetik oleh Polsek Medan Labuhan, Rabu (13/7) lalu.

“Laporannya telah kita berikan, berbentuk kliping koran. Kita tunggu instruksi pimpinan. Secepatnya nanti akan kita panggil,” ungkap seorang penyidik Bid Propam Polda Sumut kepada wartawan Sumut Pos, Jumat (15/7).
Saat ditanya kapan waktu tepatnya, dia belum bisa memastikan. “Belum bisa dipastikan kapan, terpenting kita usahakan secepatnya,” tuturnya.

Namun diketahui, Kabid Propam Polda Sumut Kombes Pol Edy Napitupulu tengah mengikuti Sekolah Staf Administrasi Tingkat Tinggi Kepolisian Republik Indonesia (Sespati Polri). Mengenai hal itu, penyidik tersebut menuturkan, meskipun Kabid Propam tengah mengikuti pendidikan, bukan berarti laporan tersebut tidak dilanjutkan. “Yang mewakili kabid kan ada, dan sudah ditunjuk sesuai surat perintahnya (Sprint),” jawabnya.

Sementara itu, Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumen (PID) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan juga mengatakan hal senada. “Itu tetap akan diproses. Kalau soal waktunya kapan, Bidang Propam lah yang bisa menjawabnya,” ungkapnya.

Diketahui, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan AKP Oktavianus dilaporkan wartawan Sumut Pos Nopan Hodayat terkait perbuatan yang tidak menyenangkan yang dialaminya.

Dimana Nopan mengaku, dirinya sempat dihalang-halangi untuk memberitakan adanya penangkapan terhadap pelaku penggelapan kosmetik oleh pihak Polsek Medan Labuhan beberapa waktu lalu.

Namun, karena hal itu merupakan sebuah berita, maka secara jurnalistik Nopan mengaku, harus memberitakannya. Sayangnya, AKP Oktavianus tetap bersikukuh agar penangkapan pelaku penggelapan kosmetik itu jangan diberitakan.(ari)

Tewas Ditabrak Angkutan Kota

MEDAN- Mula Silaban (83), pria tua warga Jalan Tanggukbongkar III, Medan Denai tewas dalam perjalanan menuju RSU Pirngadi Medan setelah mengalami kecelakaan di Jalan Garuda, tak jauh dari rumahnya, Jumat (15/7).

Adiniama Lauli, seorang keluarga korban saat di RS Pirngadi Medan mengatakan, kejadian berawal saat Mula Silaban berjalan kaki dan menyeberangi jalan. Tiba-tiba sebuah angkot KPUM Lin 63 dengan kecepatan tinggi menabrak korban yang saat itu menyeberang. Mula Silaban yang sudah uzur ini pun terlempar ke badan jalan dan mengalami kepala pecah.

Karena takut dimassa, supir angkot berusaha kabur dengan membelokkan angkotnya. Namun, angkot menabrak tiang listrik dan hampir masuk ke dalam parit. Seketika itu juga penumpang didalam angkot berhamburan keluar dan supirnya melarikan diri.(jon)

Polisi Gadungan Diamankan

MEDAN- Seorang mahasiswa mengaku-ngaku anggota polisi Roy Zanat Tarigan (26), warga Jalan M Syuhada Medan diamankan anggota Bankom Trisula Paskhas, di Jalan AH Nasution, tepatnya di depan Sekolah Tinggi Budi Dharma Medan, Jumat (15/7). Roy selanjutnya diserahkan ke Mapolresta Medan.

Informasi yang dihimpun, Roy ditangkap ketika Saul Parulian Harianja  (32) yang mengendarai mobil tangki berisi air melintas di Jalan AH Nasution. Tiba-tiba mobil tangki yang dikemudikan Saul disalip Roy yang mengendarai  Mio BK 4286 CF. Saul dengan sigap menginjak rem mendadak dan membunyikan klakson.

Roy tak terima, kembali menyalib mobil tangki yang dikemudian korban, sehingga menghalangi perjalanan. Dia kemudian menyebutkan dirinya anggota polisi, yang bertugas di simpang pos.

Menduga RTZ adalah oknum polisi, maka Harianja meminta maaf, kalau dirinya salah. Namun RTZ dengan arogannya tidak mau. Karena Harianja anggota Bankom Trisula, kemudian menghubungi teman-temannya. Tidak berapa lama datang teman-teman korban ke lokasi kejadian. Setelah itu mereka minta kartu tanda anggota (KTA) dari RTZ, namun ia tidak bisa menunjukkan KTA nya. (mag-7)

Gaji Outsourcing 4 Bulan tak Dibayar

082168880xxx
Kepada Plt Gubernur Sumut, Sekda Pemprovsu dan Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) Sumut, kami pegawai outsourcing di Dinas Pendapatan Sumut. Kami sampaikan bahwa kami pegawai outsourcing belum menerima gaji selama empat bulan. Kami memohon kiranya bapak segera menuntaskan pembayaran honor kami, karena kami bekerja di kantor bapak bukan sebagai robot yang harus bekerja ontime, tapi kami manusia yang memerlukan imbalan atas hasil kerja kami.

Kami sudah merasa jenuh bila tidak ada keseriusan dalam menangani masalah keterlambatan honor tenaga kerja outsourcing selama 4 bulan yang belum kami terima saat ini, sehingga kami semua terpaksa berhutang kesana-kemari agar menutupi kebutuhan kami sehari-hari. Saya memohon agar kiranya Bapak Kadispenda dapat membantu masalah  kami ini dan buat Sumut Pos semoga tambah jaya selalu.

Dibayar Dua Bulan Dahulu
Terima kasih pertanyannya, memang benar pegawai outsoucing kami tak gajian selama empat bulan. Kemarin memang ada kendala, namun hingga siang kemarin sudah ada pembicaraan antara pihak perusahan dengan kepala dinas.
Dalam pembicaraan itu, ada kemungkinan akan dibayarkan terlebih dahulu selama dua bulan pada Juli 2011 ini. Selanjutnya akan diupayakan pembayarannya pada pada bulan depannya.
Ahmad Hutajulu
Sekretaris Dispenda Sumut

——–

Segera Bayarkan
Pembayaran gaji tak boleh terlambat, apalagi sampai menunda-nunda pembayaran dengan sistem cicil. Sebab, para pegawai outsourcing ini dipekerjakan atas permintaan Dinas Pendapatan sendiri. Sehingga ada kewajiban dibayarkan segera upahnya. Apabila ditemukan kesalahan dalam kontrak, atau pihak ketiga yang melakukan penundaannya. Sebaiknya Kepala Dinas Pendapatan Sumut segera bertindak dengan cara mengambil keputusan. Kami hanya meminta jangan sampai ada penundaan gaji pegawai.

Lebih lanjut, kami mintakan kepada para pegawai outsourcing untuk segera membuat laporan tertulis kepada DPRD Sumut agar bisa segera mungkin ditindak lanjuti. Karena dengan adanya bukti laporan, kami bisa mendatangkan sejumlah pihak yang terkait untuk penyelesaian persoalan keterlambatan pembayaran gaji tersebut.

Hidayatullah
Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut

Tambah Tong Sampah

082163233xxx
Pak Wali Kota tolong kirim tong sampah di tiap lingkungan yang ada di Medan Johor,  terutama di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor agar warga tidak membuang sampah ke sungai, dari muda/i Maju Bersama sukses terus buat Sumut Pos.

Buat Surat Permohonan
Terima kasih informasinya, kami sampaikan kepada warga untuk bersama-sama dengan lurah membuat surat permohonan kepada Dinas Kebersihan Kota Medan. Dengan adanya surat permohonan tersebut, kami akan memenuhi tong sampah di wilayah yang dimaksudkan.
Hal lainnya, sekarang ini masih banyak tersedia tong sampah di Dinas Kebersihan yang belum disalurkan. Untuk itu, kami sangat berharap kepada kelurahan lainnya untuk juga mengajukannya kepada Dinas Kebersihan Kota Medan. Tanpa ada surat permohonan, kami tak bisa menyalurkannya.

Pardamean Siregar
Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan