Home Blog Page 15292

Suryo Agung Mundur dari Pelatnas

Dalam dua SEA Games terakhir, 2007 dan 2009, Indonesia berjaya di nomor lari bergengsi 100 meter dan 200 meter putra. Dominasi Suryo Agung tak terbendung. Tapi, mengapa dia memilih bakal absen di SEA Games 2011 yang dilaksanakan di rumah sendiri”

INDONESIA kembali menaruh harapan tinggi di cabang olahraga (cabor) atletik pada SEA Games 20011. Dua nomor bergengsi, 100 meter dan 200 meter putra, diharapkan bisa dipertahankan dalam even dua tahunan bangsa-bangsa Asia Tenggara yang tahun ini dilaksanakan di kandang sendiri.

Tentu, Suryo Agung Wibowo masih jadi andalan. Wajar karena lelaki kelahiran 8 Oktober 1983 tersebut merupakam pelari tercepat di Asia Tenggara. Buktinya, emas di nomor 100 meter dan 200 meter putra mampu disabetnya.
Bahkan, catatan waktu di nomor 100 meter Suryo cukup bagus, yakni 10, 25 detik di SEA Games 2007 Thailand serta 10,17 detik dalam SEA Games 2009 Laos. Catatan yang diukirnya di Laos juga memecahkan rekor nasional 10,20 atas nama Mardi Lestari yang bertahan selama 20 tahun.

Tapi, tiba-tiba Suryo memberi kabar mengejutkan. Dia memutuskan mundur dari pelatnas SEA Games 2011. Atlet asal Solo, Jawa Tengah (Jateng), itu pun telah menyerahkan surat pengunduran dirinya sejak 4 Mei lalu. Namun, sampai saat ini belum ada balasan secara resmi.

“Saya sudah memutusakan untuk resign dari pelatnas. Semua prosedur untuk pengunduran diri sudah saya serahkan,” katanya saat dihubungi Jawa Pos (Grup Sumut Pos).

Suryo optimistis balasan surat pengundurannya secara resmi segera diterima. Sebab, Sekjen PB PASI Tigor Tanjung telah menyetujui secara lisan mengenai keputusan yang diambilnya saat ditemui di kantornya.
Alasan pelari berusia 28 tahun tersebut mundur membela Indonesia karena harus menunaikan ibadah haji pada tahun ini. Keputusan itu sudah bulat karena sebelumnya dia telah menundanya berkali-kali sejak 2008.
Keinginannya segera menunaikan rukun Islam yang kelima itu karena sudah menjadi nazarnya sejak 2007. Saat itu, Suryo berhasil meraih medali emas pertamanya di SEA Games Thailand.
“Waktu itu, saya nazar untuk berangkat haji. Tapi ditunda-tunda terus karena untuk mempersiapakan diri. Saya kira sudah cukup menundanya karena sekarang ada kesempatan,” terangnya.

Sebenarnya, Suryo telah menjadwalkan naik haji pada 2010. Tapi, niat itu kembali ditundannya karena harus memperkuat Indonesia pada ajang Asian Games yang juga merupakan Asian Games pertamanya.
Suryo tak mau menunda kembali karena telah mempertimbangkannya secara matang-matang. Apalagi dalam beberapa bulan terakhir ada kejadian-kejadian kurang baik yang menimpanya, dari hasil instropeksinya, Suryo yakin itu merupakan peringatan untuk segera menunaikan nazarnya.

Terkait prestasi Indonesia, Suryo tidak terlalu khawatir. Dia optimistis kemampuan para juniornya yang saat ini tergabung dipelatnas sudah cukup bagus. selain itu, persiapan Indonesia sebagai tuan rumah juga cukup matang.
“Niat saya sudah bulat, karena ini sudah menjadi janji saya yang harus ditepati. Jangan karena diundur malah menjadi bumerang bagi saya. Toh, pemain-pemain yang muda sudah disiapkan oleh PB PASI,” ujar lelaki yang pernah merasakan dicoret tim sepak bola Persis Solo itu.

Nah, walaupun PB PASI sudah menyetujui, bukan berarti tidak ada hambatan baginya untuk mengundurkan diri. Menurut Suryo, pihak yang masih berat mengizinkan dan membuat surat resmi mundurunya tak kunjung keluar adalah Satlak Prima (program Indonesia Emas) dan KONI.

“Ini Prima masih nggondeli, saya dipanggil untuk menghadap ke Pak Hamidi (Sekjen Prima) Jumat (13/5) ini,” terang Suryo.

Mundurnya pelari andalan Indonesia itu juga  dibenarkan Manajer Pelatnas Atletik SEA Games Paulus Lay. Dia menjelaskan bahwa PB PASI tidak masalah apabila ditinggal Suryo.
“Mau bagaimana lagi, itu sudah menjadi keputusannya apalgi sudah janji. Kami tidak bisa menghalanginya. Ini masalah hubungan dia dengan Tuhan yang sudah selayaknya harus diapresiasi,” terang lelaki yang juga menjabat sebagai Wakabid Binpres PB PASI.

Mengenai peluang Indonesia, Paulus tak mau ambil pusing. Menurutnya, komposisi atlet yang saat ini dimiliki oleh pelatnas sudah cukup bagus. (*)

Sial Saat Tunggu Giliran

Meski cuma iseng, lima sopir angkot digelandang ke Mapolsekta Medan Area. Berdalih menunggu giliran narik, kelimanya main judi kartu di tempat ngetem.

Mereka pun tertangkap basah dan tanpa perlawanan oleh petugas, akhir pekan kemarin.
Kelima sopir yang sial itu adalah S Sihombing (45), warga Jalan Turi, P Silalahi (50), warga Jalan Seksama, B Butarbutar (51), warga Jalan Turi, Viktor Gultom (52), warga Jalan Air Bersih dan S Tindaon (50), warga Jalan Air Bersih dibekuk petugas di pangkalan angkot trayek 16, Jalan Air Bersih Ujung.

“Kami main kartu hanya ingin melepas suntuk, menunggu giliran kami berangkat narik. Kami tidak tahu kalau polisi menyamar sebagi penumpang di pangkalan dan menangkap kami,” tukas S Sihombing. Hal senada ditambahkan B Butarbutar. “Berhubung karena giliran kami narik belum dapat, kami langsung main kartu dan itupun hanya iseng-iseng saja. Kami tidak tahu kalau ada polisi,” tambahnya.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Area, AKP Jonser Banjarnahor SH menuturkan, kelimanya diamankan saat sedang main kartu di pangkalan trayek angkot 16. Ditegaskannya, pihaknya mengamankan kartu joker dan uang Rp58 ribu dari tangan kelima tersangka. “Tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Tersangka masih diperiksa intensif saat ini,” ungkapnya.(jon)

Dari 59 Cuma Dipilih 10

Fit And Profer Test

MEDAN-Proses fit and profer test perekrutan Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Medan, yakni Perusahaan Daerah (PD) Pasar, PD Pembangunan dan PD Rumah Potong Hewan (RPH) akan dimulai Kamis mendatang (12/5). “Kamis 12 Mei ini akan dimulai fit and profer Test-nya. Dan itu akan dilakukan oleh tim seleksi yang berasal dari Universitasn Sumatera Utara (USU),” ungkap Ketua Panitia Perekrutan Direksi BUMD Pemerintah Kota Medan, Arif Tri Nugraha, Minggu (8/4).

Dijelaskannya, jumlah peserta yang akan mengikuti seleksi itu sebanyak 59 orang, yang nantinya akan dipilih sebanyak sepuluh peserta. Dari sepuluh peserta tersebut, empat di antaranya akan menduduki jabatan di Direksi PD Pasar, tiga menduduki jabatan di PD Pembangunan dan tiga lainnya di PD Rumah Potong Hewan (RPH).

Dimana dan kapan hasil fit and profer test tersebut bisa diketahui? Untuk yang ini, pria yang juga menjabat sebagai Assisten Ekonomi Pembangunan Pemko Medan ini mengaku, belum mengetahui dimana lokasi fit and profer test tersebut akan dilaksanakan. Begitu pula, kapan waktunya akan berakhir. “Saya belum mengetahui detilnya. Mungkin besok (hari ini, red), bisa kita ketahui. Nanti akan saya konfirmasi lagi dengan tim seleksi dari USU,” jawabnya.

Seberapa besar anggaran yang digunakan, untuk pelaksanaan fit and profer test tersebut? Untuk hal ini, Arif membeberkan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah menyepakati jumlah biaya untuk penjaringan calon direksi Perusahaan Daerah (PD) dengan Tim fit and profer test USU sebesar Rp230 juta. “Dari kesepakatan biaya sebesar Rp230 juta. Tapi seperti yang saya bilang tadi masih belum diketahui berapa lama fit and profer test akan dilalui oleh tim dari USU tersebut,” jelasnya.

Ditambahkannya, setelah diperoleh orang-orang yang lulus seleksi, hasilnya akan diberikan kepada Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, untuk mendapat persetujuan yang kemudian dilakukan pelantikan. “Hasilnya nanti USU yang menentukan siapa yang bisa dan layak dari 59 nama orang yang kita ajukan tersebut ke mereka. Setelah hasil nilai dari USU tersebut, wali kota yang akan menyetujui siapa saja yang akan dipilih untuk diangkat menjadi direksi PD sebanyak 10 orang,” bebernya. (ari)

Tirtanadi Harus Berikan Dispensasi

Beberapa hari terakhir pelanggan Perusahaan Daerah Air Minumm (PDAM) Tirtanadi merasa kecewa dengan buruknya pelayanan BUMD tersebut. Suplai air bersih berhenti total sehingga sangat mengganggu aktivitas. Sebagai konsumen seharusnya pelanggan mendapat servis yang baik. Seperti yang disampaikan Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), Farid Wajdi, kepada wartawan koran ini, Ari Sisworo, Minggu (8/5).

Bagaimana anda melihat persoalan ini?
Dalam aturan atau undang-undangnya, negara wajib menjamin hak warga untuk mendapatkan air bersih. Tepatnya, dalam Pasal 5 UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air. Dalam pasal itu disebutkan, menyatakan bahwa negara menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupannya yang sehat, bersih dan produktif. Ketentuan ini dimaksudkan bahwa negara wajib menyelenggarakan berbagai upaya untuk menjamin ketersediaan air bagi setiap orang yang tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jaminan tersebut menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk di dalamnya menjamin akses setiap orang ke sumber air untuk mendapatkan air. Kewajiban negara untuk menjamin hak atas air ternyata dibatasi hanya terbatas pada kebutuhan pokok minimal sehari-hari akan air. Dan itu adalah hak masyarakat.

Apakah hak masyarakat itu juga ada aturannya tersendiri?
Ada, yakni hak masyarakat sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2005 yang dalam hal ini adalah pelanggan untuk memperoleh pelayanan air minum yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas, dan kontinuitas sesuai dengan standar yang ditetapkan. Selanjutnya, mendapatkan informasi tentang struktur dan besaran tarif serta tagihan. Kemudian, mengajukan gugatan atas pelayanan yang merugikan dirinya ke pengadilan. Juga, mendapatkan ganti rugi yang layak sebagai akibat kelalaian pelayanan. Dan, memperoleh pelayanan pembuangan air limbah atau penyedotan lumpur tinja. Maka dari itu, diperlukan kecukupan air yang dikonsumsi oleh masyarakat khususnya pelanggan.

Kecukupan air itu apa?
Kecukupan air merupakan prasyarat pemenuhan hak atas air, dalam setiap keadaan apa pun harus sesuai dengan faktor-faktor yang ada.

Faktor-faktor apa itu?
Pertama adalah ketersediaan suplai air untuk setiap orang harus mencukupi dan berkelanjutan untuk kebutuhan individu dan rumah tangganya. Kedua, kualitas. Air untuk setiap orang atau rumah tangga harus aman, bebas dari micro-organisme, unsur kimia dan radiologi yang berbahaya yang mengancam kesehatan manusia. Ketiga adalah Mudah diakses. Air dan fasilitas air dan pelayanannya harus dapat diakses oleh setiap orang tanpa diskriminasi dengan syarat.

Syarat-syaratnya?
Ada empat syarat antara lain, mudah diakses secara fisik. Air dan fasilitas air dan pelayanannya harus dapat dijangkau secara fisik bagi seluruh golongan yang ada di dalam suatu populasi. Kemudian Terjangkau secara ekonomi. Air dan fasilitas air dan pelayanannya harus terjangkau untuk semuanya. Biaya yang timbul, baik secara langsung maupun tidak langsung dan biaya lain yang berhubungan dengan air harus terjangkau. Sekanjutnya, non-diskriminasi. Air dan fasilitas air dan pelayanannya harus dapat diakses oleh semua, termasuk kelompok rentan atau marjinal, dalam hukum maupun keadaan nyata lapangan tanpa diskriminasi. Terakhir, akses informasi. Akses atas air juga termasuk hak untuk mencari, menerima dan bagian dari informasi sehubungan dengan air.

Apa yang harus dilakukan PDAM Tirtanadi?

Dalam hal ada masalah pengelola air harus dapat memberikan informasi yang sesuai dengan fakta yang terjadi kepada masyarakat. Kunci terpenting adalah ada informasi yang benar, jelas dan jujur. Bahkan perlu diberikan dispensasi manakala warga dirugikan akibat gangguan distribusi air yang ada. (*)

Pengunjung Dipaksa Bubar

MEDAN-Petugas Polresta Medan melakukan razia di dua tempat hiburan malam, di Iguana Discotiq, Jalan Iskandar Muda dan Tobasa Club HDTI, Jalan Imam Bonjol, Minggu dini hari (8/5) sekira pukul 02.30 WIB. Tidak ada ditemukan narkoba, senjata tajam atau senjata api dari pengunjung. Namun pengunjung di Tobasa Club HDTI dibubarkan paksa oleh petugas karena sudah melebihi waktu yang ditentukan.

Personel Polresta Medan gabungan dari Sat Sabhara, Sat Samapta, Sat Rekrim dan Sat Intelkam itu menggelar razia pertama di Iguana Discotiq. Dari tempat ini petugas tidak menemukan adanya barang-barang terlarang. Selanjutnya petugas melanjutkan razia ke Tobasa Club HDTI di Jalan Imam Bonjol. Dari tempat hiburan Tobasa Club HDTI ini, petugas juga tidak menemukan barang-barang terlarang dari pengunjung.

Aksi petugas ini sempat membuat pengunjung dua tempat hiburan itu heboh. Namun mereka tak menghalangi saat petugas melakukan pemeriksaan. “Cari hiburan saja bang, karena Minggu kan libur. Eh, tidak tahunya ada razia. Saya hanya minum-minum saja bersama dengan tiga teman saya,” ujar seorang pengunjung yang memakai kemeja putih bermotif garis. Dia menolak menyebutkan identitasnya saat ditanya wartawan koran ini.
Kabag Ops Porlesta Medan, Kompol Yusphi N kepada wartawan di depan Tobasa Club HDTI mengatakan, operasi ini difokuskan pada tempat hiburan malam.

Diucapkannya, operasi di tempat hiburan malam dilakukan sehubungan dengan intruksi dari Kapolda Sumut dan mengantisipasi peredaran narkoba di tempat-tempat hiburan malam. “Operasi ini dilakukan di empat rayon dan operasi ini mulai dilakukan sejak 30 April 2011 dengan nama Operasi Pekat Toba I,” tukasnya. (jon)

Jaksa dan Wali Kota Harus Proaktif

Dugaan Korupsi di Disdik Medan

MEDAN-Mencuatnya sejumlah kasus dugaan korupsi di Dinas Pendidikan (Disdik) Medan mengundang perhatian sejumlah politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka meminta supremasi hukum ditegakkan, Kejari Medan dan Kejatisu diminta tegas mengusut dugaan korupsi tersebut. Tak cuma itu, untuk memudahkan pengusutannya, mereka juga meminta Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, untuk segera menonaktifkan Hasan Basri dari jabatan Kadisdik Medan.

“Pendidikan agenda utama dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Untuk itu, dalam dugaan kasus ini, Kejari dan kejatisu harus mengambil langkah yang cepat dan tepat. Jangan ada terkesan pengendapan kasus, atau intervensi pihak-pihak tertentu. Ini demi citra perbaikan hukum, serta tujuan luhur memperbaiki kualitas pendidikan,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Medan Salman Al Farisi, Minggu (8/5).

Lebih lanjut, pria yang juga anggota Komisi B DPRD Medan ini menyatakan, secara umum Fraksi PKS selama ini tidak melihat ada perubahan signifikan dari waktu ke waktu dalam dunia pendidikan di Kota Medan. Meskipun anggaran pendidikan selalu meningkat dari tahun ke tahun. “Semua pihak diharapkan untuk proaktif, guna menyikapi penyelewengan di dunia pendidikan ini. Kalau Kejatisu dan Kejari sudah menentukan terkait hal ini, sebaiknya secepatnya Wali Kota Medan menonaktifkan oknum yang bersangkutan. Hal ini dalam rangka memudahkan, untuk menyelesaikan kasus tetrsebut. Kalau tidak demikian, dikhawatirkan ada yang menganggap wali kota juga terlibat dalam penyelewengan tersebut. Dan anggapan yang itu tidak kita inginkan,” tegasnya.

Penasehat Fraksi PKS DPRD Medan, Muslim Maksum, juga memberikan dukungan yang sama. Menurutnya, Kejari Medan dan Kejatisu harus segera melakukan proses pemeriksaan. Apalagi, selama ini terkesan kasus tersebut mengendap. “Kalau itu benar adanya temuan penyimpangan, maka pihak Kejari dan Kejatisu harus memproses itu. Terkait adanya temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI menyangkut penyelewengan itu, belum sampai ke KPK. Maka dari itu, saat ini pihak Kejari dan Kejatisulah yang harus menangani masalah tersebut,” ungkapnya.

Di antara dugaan korupsi di Disdik Medan yang mencuat adalah pembangunan kelas internasional di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Medan senilai Rp1,4 miliar lebih Tahun Anggaran 2007-2008. Dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) sebesar 10 persen dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Medan senilai Rp1,5 miliar Tahun Anggaran 2007/2008. Ada juga dugaan pengutipan dana sertifikasi guru sebesar Rp500 ribu per orang, pengutipan buku Paket SMA sebesar 10 persen pada SMA Negeri se-Kota Medan. Dan ada juga dugaan pengutipan uang kartu pelajar sebesar Rp500 ribu persiswa. Padahal, dana tersebut telah dianggarkan di APBD Kota Medan setiap tahunnya senilai Rp2 miliar. Termasuk pula pengangkatan kepala sekolah yang diduga sarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan pengangkatan kepala sekolah yang tidak seusai Daftar Urutan Kepangkatan (DUK).

Belum lagi, dugaan kebocoran anggaran DAK mulai tahun 2007 hingga 2009 mencapai Rp8.761.900.000. Sejak tahun 2007 Kadisdik Medan diduga telah melakukan pemotongan anggaran DAK sebesar 30 persen yang mencapai Rp752.400.000. Sedangkan pada tahun 2008 diduga pemotongan mencapai Rp3.810.900.000, serta pada tahun 2009 diduga dilakukan pemotongan sebesar 20 persen dengan nilai Rp4.198.600.000.(ari)

15 Ribu Warga Ancam Tutup Polonia

Konflik Tanah Sari Rejo

MEDAN-Kesabaran puluhan ribu warga Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia, sudah habis. Jika upaya mereka untuk memperoleh legalitas soal tanah yang telah mereka diami selama puluhan tahun tetap dihambat oleh pihak-pihak tertentu, aksi ‘pamungkas’ pun bakal mereka lakukan. Bukan sekadar ancaman, tapi aksi itu bakal benar-benar dilakukan.

“Kami akan pertaruhkan hidup mati kami hingga tetes darah terakhir untuk mempertahankan tanah ini. Tidak ada lagi kompromi. Kami harus mendapatkan sertifikat. Karena secara de facto dan de jure kami adalah pemilik tanah ini. Kalau tidak ada jalan keluar dalam jangka waktu dekat ini, maka kami akan turunkan massa sebesar 15 ribu orang untuk menutup akses Bandara Polonia, jika perlu ke landasan pacunya. Kami akan unjuk rasa ke Polonia dan CBD (Central Bussines District),” ujar Pieter Naiborhu, Kordinator Lapangan Forum Masyarakat Sari Rejo (Korlap Formas) kepada wartawan koran ini, Minggu (8/5).

Penegasan itu disampaikan Pieter di depan Ketua Formas, Riwayat Pakpahan, dan tokoh masyarakat lainnya dalam acara peresmian Kuil Shri Sitthi Vinayagar di Jalan Mawar Gang Buntu. “Selama ini, dan dari dulu masyarakat Sari Rejo sudah rukun dan hidup harmonis dalam tatanan sosial, agama dan sejarah serta bidang lainnya. Dengan berdirinya kuil ini juga, telah menguatkan bukti bahwa ini (tanah, red) adalah aset stabilitas keamanan nasional. Dengan ini pula, menandakan Sari Rejo merupakan miniatur Kota Medan,” katanya.

Riwayat Pakpahan menambahkan, dengan berdirinya kuil tersebut seharusnya bisa membuat pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk tidak lagi berpikir terlalu jauh. Yang terpenting, masyarakat Sari Rejo bisa mendapatkan sertifikat tanah. “Ini bukti kemajemukan yang ada. Jadi, bukan hanya secara de facto dan de jure saja masyarakat Sari Rejo memiliki bukti. Tapi, dengan realita seperti ini sudah menunjukkan bahwa benar adanya masyarakat Sari Rejo adalah benar orang-orang yang berhak atas tanah ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kuil seluas lebih kurang sekitar 1.600 meter persegi tersebut diresmikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas) Kementerian Agama RI, Prof Dr IBG Yuda Triguna MS. (ari)

Horas Medan, Salam Damai untuk Indonesia

Melihat Konser GIGI di Lapangan Benteng

Penampilan grup band papan atas Indonesia, GIGI, menghanyutkan ribuan anak muda Kota Medan, Sabtu (7/5), di Lapangan Benteng. Apalagi saat Armand Maulana sang vokalis menyapa ‘Horas Medan’. Selanjutnya?

Bagus Syahputra, Medan

Hentakan dan lantunan tem bang-tembang gigi memang menghipnotis. Wajar saja, sudah lama grup band satu ini tak pernah menggeber pencintanya di Medan.

Tak heran bila akhir pekan kemarin Lapangan Benteng penuh sesak pengunjung.
Konser diawali dengan nyala kembang api di suluruh sisi stage. Di tengah keriuhan pengunjung, performance Gigi yang bertajuk Experience akhirnya dibuka dengan hits bertajuk Jomblo.

Armand selalu menyapa pengunjung dengan ‘Horas Medan’ dalam beberapa kali jedah. Salam khas Medan ini disambut fans ‘GIGI Kita’ dengan tepukkan tangan dan nyanyi bersama.

Sepanjang konser ada 12 lagu yang membuat rindu akan GIGI terobati. Dibuka dengan Jomblo, Basa-basi, Amnesia, Perdamaian, My Facebook, Setia Bersama, Janji-Nirwana, Sang Pemimpi, Nakal, 11 Januari, Ya..ya..ya..dan diakhiri Bye bye. “Senang banget, ada Armand, Dewa Budjana, Thomas, dan Hendi,” ujar seorang pengunjung sambil berjingkrak.

Dalam beberapa kali jedah, Armand menyisipkan kampanye Indonsia Damai, juga pesan damai untuk dunia. Armand menilai di Indonesia banyak teror bom dari orang tidak bertanggung jawab dengan mengataskannamakan agama. “Untuk Indonesia kita doakan selalu aman, tidak dibenarkan meneror orang dengan bom dengan mengatasnamakan agama,” teriaknya.

Armand mengatakan, saat ini usia GIGI telah 17 tahun pada 22 Maret lalu. Dia berharap GIGI bisa panjang umur dan bertahan dengan personel yang ada sekarang ini dan tetap eksis mengisi warna-warni musik Indonesia. “Tanggal 26 Mei nanti kita akan menggelar konser Akbar ulang tahun Gigi di Istora Senayan Jakarta,” katanya.

Meski berlangsung meriah, namun konser tersebut sempat tercoreng. Sejumlah pengunjung terlibat keributan karena saling dorong. Polisi pun terpaksa turun ke tengah lapangan untuk mengamankan perusuh. Pengunjung yang terlibat kekisruhan langsung diamankan dan dibawa ke back stage dan dikeluarkan dari areal konser.

Melihat itu, Armand sempat turun tangan menenangkan fansnya. “Di sini kita mau menikmati lagu GIGI, bukan mencari kerusuhan. Siapa yang membuat rusuh sama kita, kita bilang kampungan,” ujar Armand. Imbauan itu agaknya didengar, pasalnya setelah itu kerusuhan tak berulang.
Di akhir performance, GIGI menutup dengan single barunya berjudul Bye-bye diiringi nyala kembang api.(*)

1.500 Peserta Ikuti Pentas Seni

MEDAN- Sedikitnya 1.500 peserta yang terdiri dari pelajar TK hingga mahasiswa meriahkan gebyar pentas seni di MTS Al Ittihadiyah Jalan Karya Jaya Gang Karya VIII Pangkalan Mashur.

Tingginya jumlah peserta dalam memeriahkan acara tahunan yang rutin dilaksanakan Al Ittihadiyah tersebut memperlihatkan akan tingginya animo peserta yang hadir dalam mensukseskan acara.
Hal ini disampaikan Kepala Sekolah MTS Al Itihadiyah, Pamonoran Siregar saat ditemui di ruang kerjanya Minggu sore (8/5).

Adapun tujuan kegiatan itu sendiri lanjut Pamonoran tak lain sebagai bentuk motivasi terhadap siswa didik baik dari tingkat taman kanak-kanak hingga mahasiswa agar dapat berkarya secara positif.

“Setidaknya dengan acara seperti ini pengaruh lingkungan yang lebih cenderung mengarah ke tindakan negatif bisa dinetralisir dengan kegiatan-kegiatan positif yang membangun,” sebutnya.

Masih menurut Pamonoran, selain untuk memotivasi siswa didik, acara gebyar pentas seni  yang memperlombakan berbagai kegiatan seperti pembacaan ayat pendek, busana muslim dan peragaan busana daerah itu sekaligus memasyarakatkan kegiatan-kegiatan yang semakin pudar dimakan waktu.

Dalam kesempatan yang sama, ketua panitia kegiatan, Hamdan Yazid menerangkan, keseluruhan peserta yang mengikuti perlombaan dibagi ke dalam sebelas kategori perlombaan.

Yang mana dalam tiap katagorinya membedakan jenis usia dan tingkatan yang dilombakan. “Setiap katagori lomba kita bedakan dengan usia umur agar para peserta nantinya bisa bersaing secara sehat,” sebut Yazid.(uma)
Acara yang berlangsung selama empat hari, tepatnya Kamis (5/5)  tersebut berakhir Minggu (8/5) sore dengan mengumumkan para pemenang sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang.(uma)

Polisi Kesulitan Kejar Pembunuh A Hok

BELAWAN-Hingga kemarin, Minggu (8/5), pengungkapan kasus pembunuhan A Hok (30), warga Karya Dame, Kecamatan Medan Barat, terus dilakukan Polres Pelabuhan Belawan. Namun belum ada satu orang pun yang bisa dijadikan tersangka. Padahal sejak Jumat lalu sudah ada delapan orang yang menjalani pemeriksaan.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam mengaku, pihaknya masih kesulitan mengejar pelaku.
“Kami masih terus upayakan untuk mengungkap pelaku dan saksi mata akan ditambah untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi terkait kejadian tersebut. “Sampai saat ini saksi yang kami periksa sudah 8 orang. Sebelumnya tujuh orang saksi diperiksa dan satu lagi tambahan saksi, kami periksa kemarin. Kami belum bisa memastikan motifnya, apakah dendam karena sakit hati ataupun perampokan. Dari sejumlah saksi yang kami periksa, tidak ada yang mengarahkan ke dendam, karena menurut keterangan saksi, korban merupakan orang yang baik dan ramah kepada orang. Namun, apabila ada suatu masalah korban tidak pernah cerita,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Upaya pengejaran pelaku, pihaknya menelusuri tempat dimana bekerja dan teman-temannya. “Saya yakin pelakunya masih berada di Medan karena dia tahu betul daerah Medan ini,” tambahnya. Sampai kemarin Polres Pelabuhan Belawan belum bersedia menyebutkan identitas saksi yang telah diperiksa.

“Masih kami rahasiakan nama-nama saksinya, karena pelakunya belum tertangkap, kalau ada perkembangan sekecil apapun akan saya beritahukan,” tandasnya. (mag-11)