TANGKAP: Polda Sumut dan Polres Labuhanbatu saat menangkap pelaku pengedar narkoba. Istimewa/Sumut Pos
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Tim gabungan Dir ektorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditresnarkoba Polda Sumut) dan Polres Labuhanbatu berhasil mengungkap peredaran sabu-sabu seberat 25Kg dari Perairan Selat Malaka.
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Anhar Arlia Rangkuti mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya tas berisi Narkotika ditemukan nelayan, di Perairan Sungai Barumun Tanjung Lumba-Lumba Pantai Timur Pulau Sumatera, 22 Juli 2022 lalu.
Kemudian, personel Polsek Panai Tengah melakukan penyelidikan dan menyita 20 bungkus sabu yang disimpan nelayan tersebut.
Setelah itu, lanjutnya, tim gabungan Ditresnarkoba Polda Sumut yang dipimpin Kanit II Subdit II AKP Abdi Harahap bersama Polres Labuhanbatu dipimpin Kasat Resnarkoba AKP Martualesi Sitepu melakukan penyelidikan secara intensif sejak 23-31 Juli 2022.
“Dari penyelidikan itu, berhasil diamankan dua tersangka berinisial AS (37) warga Dusun IV Desa Sei Merdeka, Kecamatan Panai Tengah Labuhanbatu dan JI (46) warga Dusun IV Desa Sei Merdeka, Kecamatan Panai Tengah,” ujar AKBP Anhar dalam siaran persnya, Senin (1/8).
Dari pengembangan ke dua tersangka ini, petugas menyita satu tas besar warna biru, berisi 20 bungkus sabu-sabu seberat 19.255,4 Netto dan satu plastik bewarna hitam berisi 4 bungkus Narkotika sabu-sabu seberat 3.603,34 Gram Netto.
“Selain itu juga turut disita satu plastik klip berisi sabu-sabu seberat 2,5 gram Netto dan satu unit sampan kayu bermesin dompeng 6 PK serta satu gulung jaring ikan yang dipergunakan kedua tersangka,” paparnya.
Dijelaskannya, kedua tersangka mengaku sengaja mencari tas berisi sabu setelah mendapat informasi dari kawan-kawannya yang berprofesi sebagi nelayan lalu setelah berhasil menjaring, menyimpan dan menyisihkan dan dengan tujuan untuk dijual nantinya sebagai modal buat usaha.
“Terhadap kedua tersangka dipersangkakan melanggar pasal 112 Ayat 2 UU RI NO 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (dwi/ila)
Bersama: Ketua Umum KIPAN Sumut, Muhammad Andi Saputra Nasution bersama Narasumber Alwi Dahlan Ritonga dan lainnya, dalam Pelatihan Pembuatan Policy Brief, di Genk Coffee Jalan Medan Area Selatan, Medan, Minggu (31/7/2022). Istimewa/Sumut Pos
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kader Inti Pemuda Anti Narkoba Sumatera Utara (KIPAN Sumut) bekerja sama dengan LPPM Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) menggelar Pelatihan Pembuatan Policy Brief Kepada Organisasi KIPAN Sumut sebagai upaya peningkatan kapasitas organisasi dan pencegahan narkoba yang efektif di Sumut.
Kegiatan ini dilaksanakan, di Genk Coffee Jalan Medan Area Selatan, Medan, Minggu (31/7/2022).
Dalam kegiatan ini dihadiri oleh narasumber dari LPPM Universitas Sumatera Utara, Alwi Dahlan Ritonga dan Ketua Umum KIPAN Sumut, Muhammad Andi Saputra Nasution.
Ketua Umum KIPAN Sumut, Muhammad Andi Saputra Nasution mengatakan, narkoba menjadi isu internasional dengan intensitas extra ordinary crime. Saat ini negara Indonesia berada dalam kondisi darurat narkotika, yaitu negara dengan tingkat kerawanan tinggi terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
“Hal ini harus segera ditangani secara intensif dan serius. Berbagai upaya penangan permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dilakukan melalui pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pemberantasan,” ujarnya.
Adapun, lanjutnya, KIPAN Sumut sebagai organisasi di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang bergerak dalam konteks pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya pada sektor pemuda.
Karena itu, dia menyambut positif kegiatan tersebut dan berpesan bahwa pentingnya peran pemuda untuk mengatasi permasalahan peredaran narkotika di Indonesia terkhusus di wilayah Sumut.
Andi juga berharap, dengan adanya kegiatan ini KIPAN Sumut bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan kontribusi dalam bentuk gagasan atau ide.
“Saya berharap agar kegiatan ini ditindaklanjuti dengan melaksanakan goal program yang dihasilkan,” tandasnya.
Sementara itu, Narasumber Alwi Dahlan Ritonga memaparkan materi terkait penyusunan policy brief bagi organisasi KIPAN Sumut. Dia juga menyampaikan bahwa KIPAN memiliki peran strategis dalam penyusunan policy brief yang nantinya diusulkan kepada stakeholder (Pemerintah).
Dalam kegiatan pemaparan materi, terdapat usulan berupa ide-ide yang brilian, di antaranya berupa pengusulan agar perluasan struktur kelembagaan Badan Narkotika Nasional (BNN) hingga tingkat paling bawah lapisan masyarakat (Desa atau Kelurahan). Tidak hanya itu, perlu penerapan Kurikulum Anti Narkoba di dalam Pendidikan Nasional.
Alwi berharap, dengan pelatihan ini organisasi KIPAN Sumut bisa memberikan sumbangan pemikiran kepada Pemerintah dalam mengatasi permasalahan narkoba di Sumut. (dwi/ila)
Harita Nickel, memberikan edukasi tentang nikel kepada ratusan siswa Sekolah Dasar di sekitar Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (29/7/2022).
HALMAHERA, SUMUTPOS – Menyemarakkan Hari Anak Nasional 2022, perusahaan pertambangan dan hilirisasi, Harita Nickel, memberikan edukasi tentang nikel kepada ratusan siswa Sekolah Dasar di sekitar Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (29/7/2022). Kegiatan edukasi tentang nikel tersebut dibalut melalui program “Harita Mendongeng” bertema “Torang Anak Pintar, Masa Depan Bersinar“ dengan membagikan komik berjudul “Dari Obi untuk Indonesia”.
Komik ini disusun sebagai materi komunikasi Harita Nickel kepada publik, khususnya kepada anak-anak. Komik ini menjelaskan secara sederhana tentang operasional Harita Nickel sebagai salah satu pelaku industri tambang dan hilirisasi nikel di mana Harita Nickel memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan juga pabrik peleburan (smelter) serta pemurnian (refinery) nikel yang terintegrasi di Pulau Obi.
Dalam kegiatan tersebut Harita Nickelmenghadirkan Mochammad Awam Prakoso yang lebih dikenal sebagai Kak Awam atau Awam Prakoso seorang pendongeng dan pemerhati anak.Awam Prakoso merupakan pendiri Kampung Dongeng yang kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan padatahun 2013 dia memecahkan Rekor mendongeng terlama (8 jam) nonstop dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).
Kegiatan Harita Mendongeng ini cukup menghibur ratusan siswa yang hadirmelalui pembacaan dongeng mengenai pengenalan dan penggunaan nikel dalam keseharian. Awam Prakoso menceritakan dongeng yang berkaitan dengan nikel dari sudut pandang yang lebih mudah dimengerti oleh anak-anak. Setelah mendongeng Awam juga memberikan penyuluhan pada guru terkait cara pendekatan yang berbeda melalui mendongeng dan bisa diimplementasikan saat mengajar. “Mendongeng bisa dijadikan salah satu opsi yang asyik untuk mendidik siswa,” ujar Awam Prakoso di salah satu sesi sharing-nya dengan para guru SD tersebut.
Sementara itu Awam mengakui perjalanan yang cukup jauh dari Jakarta ke Pulau Obi tidak terasa melelahkan setelah bertemu para siswa yang begitu antusias menyambut kedatangannya untuk mendongeng. “Anak-anak tidak hanya gembira, tapi juga memetik hikmah dan edukasi tentang nikel yang dihasilkan dari Pulau Obi. Ini terbukti saat setelah mendongeng saya berikan banyak pertanyaan, mereka menjawab secara berebutan,” kata Awam. “Terimakasih Harita Nickel yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga kita bisa terus hebatkan anak-anak melalui cerita dongeng,” tandasnya.
Sementara itu Head of External Relations Harita Nickel, Stevi Thomas menyatakan kegiatan ‘Harita Mendongeng’ ini digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Anak Nasional Tahun 2022 dengan memberikan hiburan kepada siswa siswi Sekolah Dasar di sekitar Pulau Obi, Halmahera Selatan.
“Selain menghibur dengan mendatangkan pendongeng dari Jakarta, kegiatan ini sekaligus untuk mengedukasi para siswa siswi Sekolah Dasar di sekitar Pulau Obi terkait industri pertambangan nikel dan hilirisasi nikel yang ada di sekitar tempat tinggal mereka,” kata Stevi. Menurutnya kegiatan ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial perusahaan bidang pendidikan sebagai bagian dari program pengembangan masyarakat melalui peningkatan kapasitas generasi mendatang bagi pembangunan berkelanjutan. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) kembali terjadi di perbukitan kawasan Danau Toba. Dengan luas lahan terbakar mencapai 10 hektare.
Karhutlah terjadi, tepatnya di sekitar Desa Partungko Naginjang perbatasan di Desa Hariarapintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumut.
“Iya 10 hektare saya sudah juga menerima laporan,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sumatera Utara, Herianto sat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (1/8) siang.
Karhutlah ini, terjadi pada Minggu siang, 31 Juli 2022, sekitar pukul 14.00 WIB. Dimana berdasarkan informasi diperoleh api masih berkobar dan proses pemadaman masih berlangsung sampai saat ini.
“Anggota kita sudah di situ, masih saja aduh (kebakaran). Saya menugaskan unit KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) terdekat menurunkan anggota untuk membantu pemadam api,” kata Herianto.
Untuk proses pemadaman api tersebut, Herianto menerjunkan personel dari KPH 12 dan KPH 14. Karena, lokasi kebakaran berada di Unit KPH 13.
“Kita menurunkan anggota KPH 14 dan KPH 12 untuk membantu KPH 13,” kata Herianto.(gus/ila)
Pho Sie Dong menjalani sidang dakwaan di Ruang Cakra PN Binjai.Teddy Akbari/Sumut Pos.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Binjai menggelar sidang dengan terdakwa Pho Sie Dong dan Abdul Gunawan, Kamis (28/7/2022). Dalam dakwaan jaksa, Pho Sie Dong didakwa sebagai pemilik narkotika jenis yang dijualkan oleh Abdul Gunawan.
Dalam dakwaan jaksa, Abdul Gunawan mengakui sabu sebanyak 4 paket dengan berat 0,34 gram adalah milik Pho Sie Dong. Bahkan terdakwa Abdul juga mengakui, memperoleh sabu dari Pho Sie Dong sebanyak 7 kali.
Cara kerja terdakwa Abdul dengan Sie Dong adalah, habis dulu menjual sabu yang diambil lalu disetorkan. Artinya, terdakwa Abdul ambil sabu tanpa modal, kemudian dijualkannya.
Setelah kristal putih ini terjual, lalu terdakwa Abdul menyetor hasil penjualan kepada Sie Dong. Karenanya, Sie Dong diamanakan polisi berdasarkan hasil pengembangan.
Artinya, polisi lebih dulu mengamankan Abdul lalu dipancing dengan cara ingin menyetorkan uang hasil penjualan kepada Sie Dong. “Ya, terdakwa Pho Sie Dong dan Abdul Gunawan sudah sidang dakwaan,” kata Jaksa Penuntut Umum, Benny Surbakti ketika dikonfirmasi, Senin (1/8/2022).
Benny enggan menjelaskan lebih detil mengenai permainan bisnis haram yang dilakukan oleh terdakwa Pho Sie Dong. Namun demikian, dia membenarkan, ada bukti kuat yang menyatakan bahwa pemilik sabu tersebut adalah Pho Sie Dong.
“Untuk lebih lengkap, nanti kita beberkan dalam sidang. Teman-teman wartawan silahkan datang pada sidang lanjutannya,” kata Benny.
Sementara, Humas PN Binjai, Wira Indra Bangsa membenarkan Pho Sie Dong sudah menjalani sidang dengan agenda dakwaan. Pekan depan (4/8/2022), sidang kembali dilanjutkan dengan agenda mendengarkan saksi-saksi.
“Ya sudah sidang, minggu depan sidangnya lagi dibuka dengan agenda mendengar keterangan saksi,” pungkasnya.
Dalam dakwaan JPU, terdakwa Pho Sie Dong dan Abdul Gunawan didakwa primair pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dan subsidair pasal 112 ayat (1) jo pasal 133 (1). Sebelumnya, Pho Sie Dong diamankan Unit 2 Satresnarkoba Polres Binjai di kediamannya, berdasarkan hasil pengembangan, Senin (9/5/2022).
Mulanya polisi mengamankan Abdul Gunawan dan Riki Hamdani di Dusun III Sukaramai, Desa Tandam Hulu II, Hamparan Perak. Pengungkapan ini dilakukan karena di daerah tersebut, sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu.
Atas informasi keresahan dari masyarakat ini, polisi melakukan penyelidikan sekaligus penyamaran. Saat polisi menyamar sebagai pembeli, bertemu dengan Abdul dan memesan sabu seharga Rp100 ribu.
Oleh Abdul kemudian menyerahkan satu paket diduga sabu. Saat bersamaan, datang Riki Hamdani yang menawarkan ganja kepada polisi.
Bahkan, Riki juga langsung menunjukan 1 paket diduga ganja seberat 1,77 gram. Singkat cerita, keduanya pun diciduk oleh petugas yang menyamar jadi pembeli.
Terdakwa Riki dilakukan penuntutan dengan berkas terpisah. Riki akan diadili oleh JPU Linda Sembiring.
Dalam catatan wartawan, Pho Sie Dong cukup banyak dikenal masyarakat Kota Binjai. Apalagi dia merupakan etnis keturunan.
Pria yang akrab disapa Sie Dong diduga juga pernah beraktivitas di dunia ilegal. Seperti main CPO, pupuk bersubsidi hingga buka usaha judi mesin tembak ikan. (ted/ila)
Kepolisian Resor Labuhanbatu menyita narkotika jenis sabu berat bruto 25 Kg. Dan, mengamankan dua orang nelayan warga kecamatan Panai Tengah Labuhanbatu. (fajar)
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resor Labuhanbatu menyita narkotika jenis sabu berat bruto 25 Kg. Polisi juga mengamankan dua orang nelayan warga kecamatan Panai Tengah Labuhanbatu.
Kepala Polres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti melalui PA Kasi Humas Iptu Agus E menyampaikan keberhasilan itu sebagai tindak lanjut penemuan tas berisi narkotika di atas boat di Perairan Sungai Barumun Tanjung Lumba Lumba Pantai Timur Pulau Sumatera, Jumat (22/7/2022) lalu. Dari tas temuan nelayan itu disita 20 bungkus narkotika jenis sabu.
Pihak Polsek Panai Tengah selanjutnya melakukan penyelidikan dengan cara mewawancarai nelayan penemukan sabu dan penyewa dua unit boat tersebut.
“Sejak, du pekan Sabtu – Minggu (23 – 31/7/2022) tim Gabungan Polres Labuhanbatu melakukan penyelidikan secara intensif,” beber Agus, Senin (1/8/2022) di Mapolres Labuhanbatu.
Tim yang dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu, lanjutnya berhasil mengamankan dua tersangka Agus Salim, warga Dusun IV Desa Sei Merdeka Kecamatan Panai Tengah Labuhanbatu dan Jainal Arifin, warga Dusun IV Desa Sei Merdeka Kecamatan Panai Tengah.
Dari pengembangan ke dua tersangka ini, katanya akhirnya dapat disita lagi 4 bungkus narkotika sabu yang telah disimpan di plastik asali hitam berat 3.603,34 gram.
“Kedua tersangka mengakui perbuatannya. Sengaja mencari tas berisi sabu, setelah mendapat informasi dari kawannya seprofesi nelayan. Lalu setelah berhasil menjaring, menyimpan dan menyisihkan dan dengan tujuan untuk dijual nantinya sebagai modal buat usaha,” kata Agus.
Terhadap kedua tersangka dipersangkakan melanggar pasal 112 Ayat 2 UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara
Sedangkan kedua tersangka masih dilakukan terus pengembangan Tim Gabungan Ditres Narkoba dengan Polres Labuhanbatu.
Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu mengakui penemuan sabu seberat 25 Kg itu telah menyelamatkan anak bangsa 2,5 juta jiwa dari kecanduan narkotika.
“Jika diasumsikan 1 gram dipergunakan oleh 10 orang, Adapun barang bukti 25 kg dapat menyelamatkan 2,5 juta jiwa,” pungkasnya. (fdh/ila)
Foto: Dame Ambarita
Papan petunjuk tentang jenis-jenis botol plastik kategori PET dan non PET di Bangoan Collection Center, Tulungagung, Jawa Timur. Dengan mempelajari papan petunjuk ini, penyortir mampu memilah sampah botol plastik sesuai kategorinya.
Saat ini, botol plastik merek Aqua yang bahannya 100 persen hasil daur ulang botol plastik, sudah beredar di pasaran. Kemasannya 1,1 liter. Namun harganya lebih mahal dibanding harga botol yang bukan daur ulang. Kok gitu? Trus… air minum di kemasan daur ulang itu aman tidak bagi konsumen?
————————————
Dame Ambarita, Pandaan
————————————
“Ini minuman Aqua dalam botol plastik ukuran 1,1 liter, yang bahannya 100 persen hasil daur ulang. Kemasan ini awalnya hanya diedarkan di Bali akhir tahun 2018 lalu. Tapi kini sudah mulai diedarkan di Jakarta sejak pertengahan tahun 2019,” kata Jeffri Ricardo, Packaging Circularity Senior Manager Danone Indonesia, sambil memamerkan botol Aqua Life kepada awak media, di Surabaya, pekan lalu.
Di sisi lain, Aqua juga memanfaatkan plastik daur ulang pada seluruh botol AMDK-nya, dalam berbagai ukuran. Namun kandungannya saat ini hanya 25 persen. “Tahun 2025, Danone-AQUA menargetkan bahan daur ulang botol hingga 75 persen,” katanya.
Bagaimana harga jual air minum dalam kemasan plastik hasil daur ulang, dibanding dengan harga air minum dalam kemasan plastik virgin?
Jefri mengakui, harga jual plastik daur ulang saat ini relatif lebih mahal. Loh, kok bisa?
Kata Jefri, di luar negeri harga botol plastik dari bahan daur ulang memang lebih murah. Alasannya, plastik yang didaur ulang di luar negeri relatif bersih dan bebas dari kontaminasi. Itu karena pembuangannya sudah dipilah sejak awal oleh konsumen.
Selain itu, seluruh pihak ikut terlibat dalam sistem daur ulang sampah. Mulai dari pemerintah yang menyediakan sarana pembuangan sampah sesuai kategori, jumlah perusahaan yang terlibat, dan juga masyarakat. Keterlibatan ini membuat proses ekonomi sirkular lebih efisien.
Sedangkan proses ekonomi sirkular di Indonesia masih berat di ongkos. “Di Indonesia, biaya proses daur ulangnya belum mencapai economies of scale. Mulai dari pengumpulan, pemilahan, pembersihan yang prosesnya lebih lama karena banyak botol yang terkontaminasi dengan residu, dan pengolahan, semua membutuhkan biaya yang belum mencapai skala ekonomis,” jelasnya.
Selain itu, saat ini belum banyak pabrik pengolahan sampah plastik, yang mampu menghasilkan kualitas food grade. Kualitas food grade maksudnya kemasan atau wadah yang aman digunakan untuk makanan maupun minuman.
“Pabrik yang mampu mendaur ulang plastik dengan kualitas food grade masih sedikit. Saat ini, Aqua masih mengandalkan bahan baku kemasan air minum daur ulang dari PT. Veolia,” katanya.
Namun jika nanti semakin banyak perusahaan peduli lingkungan yang masuk dalam ekonomi sirkular, kemudian pabrik plastik daur ulang juga tersebar merata, menurutnya harga plastik daur ulang bisa lebih murah. Apalagi jika cukai plastik daur ulang dikenakan lebih rendah lagi oleh pemerintah.
“Ke depannya (semoga) harga plastik daur ulang lebih murah daripada plastik virgin,” harapnya.
Saat ini, Danone-Aqua masih satu-satunya produsen air minum kemasan yang mampu menghadirkan kemasan botol plastik 100 persen dari bahan daur ulang. Air minum Aqua Life kemasan 1,1 liter yang 100 persen hasil daur ulang, saat ini dipatok seharga Rp 7 ribu. Lebih mahal 20-25 persen dibanding produk air minum Aqua lainnya, yang botolnya belum 100 persen dibuat dari bahan daur ulang.
Hingga saat ini, berapa persen botol plastik yang diproduksi Danone-AQUA, yang bisa kembali ke pabrik untuk didaur-ulang?
“Ambisi kami adalah mengumpulkan sampah botol plastik lebih banyak dari yang kami produksi. Artinya, sampah botol plastik dari perusahaan lain pun ikut kami kumpukan dan daur ulang. Dengan cara ini, limbah plastik bisa dikurangi dan kelestarian alam lebih terjaga,” tegas Jefri.
Lantas, apakah minuman dalam kemasan plastik hasil daur ulang aman bagi kesehatan konsumen?
“Sangat aman untuk dikonsumsi. Kemasannya telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh BPOM, halal, SNI dan FSSC 22000. Kualitas AQUA LIFE sama seperti botol dengan menggunakan virgin PET atau PET baru,” kata Jefri.
Botol Aqua Life yang bahannya 100 persen plastik daur ulang.
PET dipilih oleh AQUA karena keamanan dan kualitas produk dijamin aman hingga ke tangan konsumen. Selain itu, PET meminimalkan dampak terhadap lingkungan. PET diketahui mampu menghemat emisi karbon hingga 75%, dibandingkan menggunakan PET baru. Selain itu, daur ulang PET bisa memangkas ketergantungan pada bahan baku fosil .
“PET juga mampu membantu mendorong ekonomi sirkular. Bahan plastik akan berada pada lingkup industri dan tidak mencemari lingkungan. Nanti itu bisa diolah sembari memberikan penghasilan kepada pelaku industri daur ulang,” katanya.
Aqua, kata Jeffri, menjadi pelopor kehadiran botol plastik minuman kemasan 100 persen hasil daur ulang yang aman di Indonesia.
Ia menjelaskan, ada tujuh jenis plastik dalam kehidupan sehari-hari, tetapi tidak semua jenis plastik dapat dengan mudah didaur ulang. Untuk membedakan, plastik memiliki kode-kode resin sendiri yang dapat ditemukan di kemasan.
“PET atau PETE (Polyethylene terephthalate) adalah plastic yang bisa didaur ulang. Ini adalah tipe plastik yang umum ditemukan. Biasanya digunakan untuk botol air mineral, soda, minyak, toples selai kacang, dan produk-produk makanan lainnya,” katanya.
Tipe HDPE (High density polyethylene) juga bisa didaur ulang. Biasanya untuk botol susu, shampo, dan produk pembersih atau deterjen.
Tipe PVC (Polyvinyl chloride), sulit didaur ulang. PVC adalah jenis plastik yang lunak dan fleksibel. Biasanya digunakan untuk membuat pipa, peralatan rumah tangga, hingga mainan anak-anak.
Tipe LDPE (Low density polyethylene) juga sulit didaur ulang. LDPE biasanya digunakan untuk kemasan plastik yang digunakan untuk membungkus koran, roti, sayuran segar. LDPE juga digunakan sebagai kantong belanja.
Tipe PP (Polypropylene), juga sulit didaur ulang. PP digunakan untuk kemasan makanan seperti yogurt, krim, dan margarin. Bisa juga digunakan sebagai sedotan, karet, karpet, dan tutup botol.
Kemudian tipe PS (Polystyrene), biasa digunakan dalam kemasan Styrofoam untuk makanan antar atau kopi. Ini juga sulit diudaur ulang. Dan tipe lain-lain, yakni semua produk yang tidak termasuk kategori 1-6 atau campuran dari 1-6 masuk ke kategori lain-lain. Jenisnya antara lain adalah polycarbonate yang sulit didaur ulang.
Sebagai produsen dan pengguna kemasan botol plastik di Indonesia, kata Jefri, Danone-AQUA komit mengurangi sampah plastik, dengan focus pada pengumpulan kembali sampah kemasan plastik pasca konsumsi, dan mendaur ulangnya untuk kembali digunakan.
“Program IRI juga mendukung visi #BijakBerplastik, yaitu mengumpulkan plastik lebih banyak dari yang digunakan pada tahun 2025,” pungkasnya. (mea/Habis)
Foto: Istimewa
Pekerja menyortir sampah botol plastik tipe PET, di pabrik PT. Veolia Services Indonesia
Jl. Rembang Industri Raya Kec. Rembang, Pasuruan, Jawa Timur. Di pabrik ini, sampah botol plastik diolah menjadi bijih plastik standar food grade.
Plastik sebaiknya diperangi? Oh no… jangan. Pemanfaatan bahan baku plastik sebagai kemasan bebragai produk begitu besar, dan saat ini belum tergantikan oleh bahan baku lain. “Yang benar adalah mengelolanya sedemikian rupa, agar sampah plastik bisa didaur ulang,” kata Jefri Ricardo. Dan masyarakat juga semakin terdidik untuk sadar memilah sampah sejak dari rumah.
————————————
Dame Ambarita, Purwosari
————————————
Pernah terbayang cara mendaur ulang botol plastik bekas jadi botol baru? Yap betul, pastinya sampah botol plastinya dikumpul dulu. Kemudian dicuci, dicacah, dicuci lagi, dicacah lagi makin kecil, diproses jadi palet plastik. Selanjutnya, terserah klien mau dijadikan bentuk apa.
Nah, khusus Danone-AQUA, mereka hanya mau plastik standar food grade. Untuk itu, Danone-AQUA menggandeng PT Veolia Services Indonesia untuk memprosesnya. Belum pernah dengar namanya?
Pabrik daur ulang plastik untuk standar food grade, barangkali masih sedikit di Indonesia. Salahsatunya adalah PT Veolia Services Indonesia, mitra Danone Aqua. Pabrik ini terletak di Rembang, Pasuruan.
Dalam kunjungan ke pabrik tersebut pekan lalu, media ditunjukkan proses pengolahan botol-botol plastik bekas kategori PET, yang dikirim dari berbagai Collection Center, TPS3R, serta TPST seluruh Indonesia.
Proses daur ulang botol plastik PETdi pabrik ini dilakukan bertahap. Ada mesin-mesin yang beroperasi dengan pengawasan quality control yang ketat. Awalnya, botol-botol plastik yang sudah di-balepress, dimasukkan ke mesin conveyor untuk disortir dari kemungkinan kontaminan.
Kemudian botol plastik masuk mesin pencacahan menjadi bentuk potongan kasar. Potongan kasar ini dikirim ke mesin cuci dengan air panas 80 derajat Celsius. Masuk mesin pengering, kemudian dikirim ke mesin pencacahan kedua untuk mendapatkan ukuran yang lebih kecil.
Cacahan kecil ini dicuci kembali dengan air panas 90 derajat Celsius, untuk menghilangkan residu-residu tersisa.
Selanjutnya, cacahan plastik itu dikeringkan dan diolah memakai teknologi tinggi, menjadi material palet atau daur ulang Polyethylene Terephthalate (PET). Palet ini kemudian akan didistribusikan ke pabrik Aqua di Pandaan Pasuruan, Jawa Timur.
Pabrik PT Aqua yang menerima botol prefoam dari PT Veolia, nantinya akan meniup botol kecil (prefoam) tadi menjadi bentuk yang diinginkan. Baik botol dengan nama AQUA 100% Recycled, maupun botol yang hanya 25 persen hasil daur ulang, yang saat ini beredar di pasaran.
Manajer pabrik PT Veolia, saat kunjungan ke pabrik menjelaskan, pihaknya menentukan produk bijih plastik dengan grade kualitas A, grade B, grade C, dan seterusnya. Biji plastik grade A dibentuk menjadi suatu botol kecil (disebut prefoam). Kemudian dijual kepada Danone-Aqua. Biji plastik grade B dan grade C dijual ke pihak lain, yang sama-sama memproduksi kemasan plastik.
Foto: Istimewa Tampilan alat-alat penyortir dan pencacah sampah botol plastik tipe PET, di pabrik PT. Veolia Services Indonesia Jl. Rembang Industri Raya Kec. Rembang, Pasuruan, Jawa Timur. Di pabrik ini, sampah botol plastik diolah menjadi bijih plastik standar food grade.
Erwin Awan, Procurement Manager PT Veolia Services Indonesia, mengatakan kemitraan PT Veolia dengan Danone-AQUA tidak hanya membantu meningkatkan upaya pengumpulan dan daur ulang sampah plastik di Indonesia. Tetapi juga memastikan penggunaan botol plastik yang lebih ramah lingkungan, dengan tersedianya pasokan bahan baku yang memadai.
“Danone-AQUA mendukung operasional pabrik Veolia Indonesia dengan menjadi konsumen utama. Sekaligus memastikan terbangunnya rantai pasok botol plastik PET bekas yang inklusif, melalui upaya peningkatan kesejahteraan pemulung dan pekerja TPS3R dalam naungan program IRI,” jelasnya.
Saat ini, Veolia mengklaim diri sebagai global leader bisnis daur ulang plastik dengan partner lokal di sejumlah Negara, salahsatunya di Indonesia. “Saat ini, berbagai negara sudah mengurangi perggunaan produk plastik sekali pakai. Tahun 2023, seluruh produk kemasan plastik ditarget sudah mengandung 25 persen bahan daur ulang. Dan tahun 2030, kemasan plastik sekali pakai samasekali akan dilarang. Dan tahun 2040, sebanyak 70 persen produk plastik mesti mudah didaur ulang,” ungkapnya.
Bijih plastik hasil daur-ulang-di pabrik Veolia.
Di Indonesia, PT Veolia fokus pada bisnis daur ulang plastik. Targetnya, menguasai semua supply chain sampah plastik. “Pengalaman bisnis PT Veolia di bisnis daur ulang sangat mumpuni, yakni sejak tahun 1853 lalu di Prancis,” katanya.
Hingga saat ini, plastik daur ulang yang diproduksi PT Veolia ada 100 grade, diproduksi sesuai kebutuhan klien. Plastik itu diolah dalam 20 warna, mulai dari transparan, abu-abu, dst. “Kami selalu konsisten menghasilkan plastik food grade dan halal,” katanya.
Rencana target kapasitas produksi PT Veolia adalah 160 ribu ton per tahun. Saat ini, kapasitas produksi masih 25 ribu ton per tahun Recycled PET Plastik (RPET) yang telah memenuhi standar keamanan pangan.
Adapun nilai tambah kerjasama Veolia dan Danone-AQUA adalah penyediaan plastik PET food grade, sertifikat halal, dan kontiniutas program daur ulang. Seluruh kerjasama ini merupakan bagian dari program IRI yang diinisiasi oleh Danone Ecosystem, Danone-AQUA, Veolia Services Indonesia, dan YPCII, sebagai bagian dari gerakan #BijakBerplastik yang diusung oleh Danone-AQUA. (mea/bersambung)
bongkar:
Petugas Satpol PP Kota Medan saat membongkar papan reklame bermasalah, belum lama ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selama 2 bulan terakhir, tepatnya sejak 23 Mei hingga 28 Juli 2022 lalu, Pemko Medan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, gencar menertibkan reklame-reklame bermasalah di Kota Medan. Selama kurun waktu itu, sebanyak 463 reklame telah ditertibkan.
Hal ini terungkap dalam Rapat Evaluasi Penertiban Reklame di Kantor Satpol PP Kota Medan, Jumat (29/7) lalu. Rapat tersebut dipimpin langsung Kepala Satpol PP Kota Medan Rakhmat Adi Syahputra Harahap, diikuti beberapa perwakilan dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataaan Ruang (PKPPR), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan.
Dalam kesempatan itu, Rakhmat menjelaskan, pada penertiban itu, petugas memberikan sanksi berupa pembongkaran paksa, perintah bongkar sendiri, penyobekan materi, hingga pemasanganan stiker.
“Jumlah reklame yang dibongkar paksa sebanyak 259 unit, dibongkar pemilik sendiri 123 unit, penyobekan materi 42 unit, dan pemasangan stiker 39 unit. Jadi total yang ditindak berjumlah 463 unit,” ungkap Rakhmat.
Menurut Rakhmat, selain menegakkan peraturan, penertiban itu juga dilakukan untuk mencegah kebocoran sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kolaborasi ini dilakukan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, termasuk yang membidangi pengelolaan pajak, retribusi, serta perizinan.
“Karena itu, dalam penertiban ini kami berkolaborasi dengan OPD yang mengelola pajak dan retribusi maupun perizinan,” tuturnya.
Dia berharap, kolaborasi yang telah terjalin ini bisa lebih ditingkatkan lagi, sehingga upaya penegakan peraturan sekaligus peningkatan PAD dapat berjalan dengan optimal.
Dalam rapat itu, Kabid 2 Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah, Sutan Partahi mengatakan, penertiban yang dilakukan cukup menambahkan penerimaan PAD.
“Terima kasih kepada Satpol PP, penertiban yang dilakukan ternyata mendorong pemilik reklame untuk membayar kewajibannya,” sebutnya.
Rapat evaluasi itu juga melahirkan sebuah perencanaan untuk memperluas kolaborasi antar OPD agar penegakan peraturan, kedisiplinan pegawai, sekaligus upaya meningkatkan PAD dari berbagai bidang, dapat terwujud. Ke depannya penertiban reklame, parkir, dan IMB, juga akan dilakukan dengan berfokus ke kecamatan-kecamatan.
“Untuk mematangkan rencana ini, minggu depan kami akan kembali menggelar rapat koordinasi,” pungkas Rakhmat. (map/saz)
istimewa
POTONG PITA: Wali Kota Medan Bobby Nasution didampingi Kahiyang Ayu, saat memotong pita pada event Raker Komwil 1 Apeksi yang digelar di Kota Medan, baru-baru ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ajang Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Kota Medan beberapa waktu lalu, terbukti meningkatkan kualitas dan penghasilan sejumlah pelaku UMKM yang dibina Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan. Para pelaku UMKM pun senang, terlebih mereka bisa mengenalkan produk mereka dan tentu saja meningkatkan omzet.
Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan tampak sangat fokus dan bekerja keras untuk turut mensukseskan acara Raker Apeksi Wilayah 1 yang diketuai Wali Kota Medan Bobby Nasution, beberapa waktu lalu. Selama 2 pekan, para pelaku UMKM terpilih diberikan kesempatan ikut pameran di Lapangan Benteng Medan. Puluhan Wali Kota anggota Apeksi Wilayah 1 dan OPD masing-masing, pun datang melihat beragam produk UMKM Kota Medan. Kota-kota lain juga tampak ikut pada pemeran tersebut.
Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan yang saat ini dipimpin Benny Iskandar Nasution, mengikutsertakan 15 pelaku UMKM yang dibagi 2 jenis. Pertama sebanyak 6 UMKM di bidang handycraft atau kerajinan tangan. Itu diikuti D’saka (lukisan dari sabuk kelapa), Seken Art (lukisan dari bubuk teh), Songket Tenun Medan (tenun songket dan ulos), Shan’s Craft (fashion eco print), Sabina Colection (craft), dan One’s Seven Craft (aksesoris).
UMKM yang fokus kepada makanan dan minuman juga diberi wadah. Yakni Koperasi Merelan Berkah (sirup dan selai manggove dan keripik debok pisang), Koperasi MTT (aneka keripik), Kriken (keripik kentang), Nom Nom (kue bawang), Puri Food & Healthy (gula aren), Sambal Bakulan Joeveni (sambal serai, andaliman, dan kincung), Minuman Al Jannah (bunga telang), Sambal Teri Bajak, dan Sambal Bunda Vina.
Omzet pelaku UMKM khusus kerajinan, juga lumayan dalam 2 hari pameran tersebut, karena bisa terkumpul transaksi lebih dari Rp16 juta. Agustina Evayanti br Sinaga, pengusaha Songket Tenun Medan, meraup omzet nyaris Rp10 juta.
“Saya senang bisa dilibatkan dan ikut serta pada pemeran di acara sekelas Apeksi. Itu kan memang seluruh wali kota hadir, jadi bangga produk kita dikenal,” ungkap Agustina, baru-baru ini.
Hal senada disampaikan Shanti Permata Sari, pemilik Shans Craft.
“Kesempatan dan pengalaman yang cukup luar biasa. Selain produk kita dikenal, bisa juga menambah kreativitas ke depan, dalam hal desain dan cara marketing,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medna, Benny Iskandar Nasution menjelaskan, pihaknya saat ini memang fokus untuk meningkatkan jumlah pelaku UMKM, juga meningkatkan pembinaan kepada mereka. Karena itu, sepanjang tahun ini sejumlah program pun dicanangkan. Menurutnya, satu tonggak kebangkitan ekonomi adalah dengan bangkitnya para pelaku UMKM.
“Kalau UMKM di satu daerah itu maju, maka geliat dan perputaran ekonomi akan turut meningkat. Karena itu, sesuai dengan arahan Pak Wali Kota, kami harus fokus membina UMKM, dan membuat mereka naik kelas. Itulah target utama kami,” tuturnya.
Dia juga mengatakan, di antara upaya mengenalkan produk itu di kelas yang meningkat, yakni selama sebulan penuh pihaknya menggelar pameran di 3 hotel berbintang di Kota Medan.
“Hal itu juga sesuai dengan arahan dan petunjuk Ketua Dekranasda Medan Ibu Kahiyang Ayu,” ujar Benny.
“Jadi pada ajang Apeksi, atau ajang apapun itu, kami akan usahakan menghadirkan para pelaku UMKM. Tak hanya di Medan, mungkin juga ke daerah lain, kami pasti kenalkan produk terbaik dan unggulan. Maka itu, para pelaku UMKM di bidang apa saja, saya harapkan untuk terus belajar dan berkreasi menciptakan produk terbaik,” harapnya. (rel/saz)