Home Blog Page 2484

Kapten Infantri Budiono Minta Kepada Pelajar Jauhi Narkoba dan Aksi Balap Liar

IRUP: Komandan Koramil 13 Tebingtinggi Kapten Infantri Budiono ketika menjadi Irup di MAN Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Komandan Koramil 13 Tebingtinggi 0204 Deli Serdang, Kapten Infantri Budiono meminta kepada pelajar untuk menjauhi narkoba, aksi balap liar dan mematuhi protokol kesehatan serta meningkatkan kedisiplinan diri.

“Pelajar adalah generasi bangsa Indonesia, maka bangunanlah kepribadian yang baik dengan meningkatkan kedisiplinan diri dalam menghindari berbagai bentuk tindakan kejahatan,” ujar Kapten Budiono ketika menjadi Irup di Sekolah MAN Jalan Baja Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, Senin (25/7).

Dijelaskan, bahwa upacara bendera menjadi salah satu kegiatan yang melatih kedisiplinan tinggi, bukan hanya bagi guru dan pelajar saja. Selalu membiasakan sikap disiplin sejak dini baik dilingkungan sekolah dan keluarga.

Ditambahkan Budiono, narkoba telah menjadi ancaman yang sangat mengerikan bagi generasi muda yang berarti menjadi ancaman bagi keberlangsungan ancaman bagi keberlangsungan bangsa Indonesia.

“Efek kerusakan narkoba ini tidak hanya mengenai diri sendiri, tetapi juga orang orang di sekitarnya, tidak hanya sekala kecil seperti keluarga, tetapi dampaknya skala nasional dan bisa menghancurkan sendi sendi pembangunan dan perekonomian bangsa,” papar Budiono.

Kata Kapten Infantri Budiono, semua pihak harus mampu membentengi diri, terutama diri sendiri. “Artinya masing masing kita menangkal dari kemungkinan menjadi pengkomsumsi narkoba dan dari hal itu. Kita harus mampu memilih teman dalam bergaul,” ujarnya lagi.

Menurutnya, masa remaja adalah masa pertumbuhan tetapi pada masa remaja ini masih labil dan ingin dikenal orang. Biasanya cara yang digunakan adalah membentuk kelompok tertentu. Salah satunya adalah geng motor dan geng geng motor merupakan kelompok yang sering membuat onar, contohnya balapan liar, pencurian, perampokan hingga penganiayaan.

“Oleh karena itu sebagai pelajar tidak usah ikut ikutan dalam kelompok geng motor tersebut karena geng motor itu merugikan diri sendiri, keluarga dan merusak nama baik sekolah,” jelasnya.

Dalam menghadapi warna Covid-19 yang tidak tahu kapan akan berakhir, pihaknya mengajak semua mendukung pemerintah indonesia dalam mengurangj penyebaran dan dampak Covid-29 di Indonesia dan khususnya Kota Tebingtinggi. (ian/ila)

Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) menggelar FGD Sekolah Lapang Iklim Kopi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) yang beralamat di Jalan Wiliem Iskandar- Medan, tepatnya di Komplek LPP Agro Nusantara, kemarin (20/07/22) melakukan Focus Group Discution (FGD) Sekolah Lapang Iklim Kopi. “Kita melihat karena kopi merupakan komoditi yang cukup menarik dari dahulu hingga saat ini.

Untuk itu kita melakukan diskusi hari ini dengan akademisi, dinas-dinas terkait, dan pelaku bisnis yang berada di kopi dan minuman ” ucap , Aris Sukariawan, S.P.,M.P. Rektor ITSI di damping Guntoro, S. P.,M. P, selaku Wakil Rektor II Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI).

Aris menjelaskan kalau Sekolah Lapang Iklim Kopi ini akan dilakukan pada tanggal 18 hingga 22 Agustus 2022 mendatang. “Diskusi ini dilakukan guna menemukan cara bagaimana para petani nantinya mampu mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan iklim, sehingga kegembiraan mereka dalam masa panen” tambah Aris.

Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang fokus pada penyiapan tenaga ahli di bidang perkebunan kelapa sawit yang menjadi primadona agribisni di Indonesia. ITSI memiliki kultur yang kuat, mendapat dukungan yang kuat dari perusahaan -perusahaan perkebunan baik perkebunan BUMN maupun perusahaan sawit swasta.

ITSI tidak hanya mengutamakan pada kompetensi teknis perkebunan tetapi juga pada kompetensi manajerial, kepemimpinan (leadership), hubungan antar manusia (human relation), dan pengembangan karakter (charakter development). Proses pendidikan dibimbing oleh pengajar yang profesional baik dari akademisi maupun praktisi yang berpengalaman di industri perkebunan. ITSI berlokasi di Medan, Sumatera Utara yang merupakan sentra industri kelapa sawit, sehingga sangat mendukung dalam proses pendidikan tinggi yang berkualitas.

ITSI memiliki 6 (enam) program studi, yaitu: Budidaya Perkebunan, Teknologi Pengelolaan Hasil Perkebunan, Agribisnis, Proteksi Tanaman, Teknik Kimia, Sistem dan Teknologi Informasi. ” Visi kita adalah menjadikan islnstitut perkebunan pertama di Indonesian yang unggul dan berkarakter pada tahun 2024″ tambah Aris.

Pada acara tersebut turut hadir, Kepala BMKG Sumatera Utara, Kepapa Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, yang mewakili Kepala Dinas, dan dari perwakilan beberapa Universitas yang ada di Medan, antara lain USU, Unimed, Amir Hamzah, Pertanian UISU, Pertanian UNPAB. Dimana semua memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap program yang akan dilaksanakan oleh ITSI berhubungan dengan pertanian.

“Kami merasa sangat bangga sekali dengan diikutsrtakannya dalam program kegiatan Sekolah Lapang Iklim Kopi ini, kami akan melihat celah mana yang pas dari Fakultas Pertanian USU yang bisa diikutkan dalam program, sehingga dapat berpartisipasi dalam Sekolah Lapang Iklim Kopi, yang nantinya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat petani nantinya” kata Khairani Hanum dari Fakultas Pertanian USU mewakili Dekan Fakultas Pertanian USU.(mag-1)

Ketua PAC Partai Bulan Bintang se-Kota Medan Terima SK Pengangkatan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Bulan Bintang se-Kota Medan menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, Sabtu (23/7/2022), di Aula Markas DPW Partai Bulan Bintang Sumatera Utara, Jalan Denai, Kota Medan. Penyerahan SK itu dilaksanakan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang Kota Medan, Drs H Dahman Sitorus didampaingi Sekretaris, H Sobirin Harahap SE.

” Hari ini kita menyerahkan sebanyak 18 SK pengangkatan ketua PAC Partai Bulan Bintang di Kota Medan. Meski capaian ini sudah memenuhi syarat untuk verifikasi, kita masih akan terus bergerak membentuk 3 PAC lagi agar infrastruktur Partai Bulan Bintang Kota Medan benar-benar lengkap, ” ungkap Ketua DPC PBB Kota Medan, Drs H Dahman Sitorus.

Bahkan, dikatakan Dahman setelah seluruh PAC terbentuk, pihaknya berencana untuk membentuk pengurus Partai Bulan Bintang di tingkat Kelurahan. Disebutnya, program itu akan dimaksimalkan dengan kerjasama DPC dan PAC melalui program kaderisasi yang terus dilakukan DPC Partai Bulan Bintang Kota Medan. Begitu juga dengan program penjaringan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg), dikatakan Dahman juga sudah dilakukan bersama Badan Pemenangan Pemilu Partai Bulan Bintang Kota Medan, guna meningkatkan partisipasi kaderisasi.

” Sejauh ini, kader Partai Bulan Bintang Kota Medan yang sudah terdaftar dan juga memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) sudah sebanyak 1.406. Upaya ini akan terus kita lakukan mencapai target kemenangan pada Pemilu 2024, ” tambah Dahman.

Sebelum mengakhiri, Dahman mengucap terimakasih kepada seluruh pengurus DPC dan PAC Partai Bulan Bintang se-Kota Medan yang telah berjuang. Begitu juga kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang Sumatera Utara, diakui Dahman cukup banyak membantu dan mendukung DPC Partai Bulan Bintang Kota Medan, sehingga telah mampu memenuhi target.

” Terimakasih kepada Ketua DPW Partai Bulan Bintang Sumatera Utara, Bapak Drs H Awaluddin Sibarani SH M Si yang tidak pernah bosan memberi masukan dan juga dukungan pada kami. Semoga perjuangan Partai Bulan Bintang, terjawab dengan kemenangan di Pemilu 2024 mendatang, ” tandas Dahman.

Ketua PAC Partai Bulan Bintang Medan Johor, Sandi Ardiansyah mengaku telah siap menerima amanah memimpin Partai Bulan Bintang di Kecamatan Medan Johor. Disebutnya, dirinya bersama pengurus dan Kader Partai Bulan Bintang Medan Johor akan berjuang memenangkan suara rakyat di Kecamatan Medan Johor khususnya. Begitu juga dengan arahan satu komando menuju kemenangan, dikatakannya dirinya siap melaksanakan.

Diketahui, adapun Ketua PAC Partai Bulan Bintang yang menerima SK pengangkatan adalah yakni Sandi Ardiansyah Medan Johor, Muhammad Danu Syahputra Medan Amplas, Bona Riski Nasution Medan Barat, Wahyudi Batubara Medan Belawan, Reza Wibowo Medan Kota, Mora Halam Harahap Medan Helvetia, Muhammad Febrian Rahmat Hidayat Medan Perjuangan, Irwansyah Siregar Medan Polonia, Ardiansyah Siregar Medan Deli, Ayu Wulandari Medan Denai, Sudarmawansyah Medan Labuhan, Alfi Syahrin Lubis Medan Area, Bahcan Pohan Medan Sunggal, Sri Adi Supraja Medan Marelan, Suparnoto Medan Petisah, Mirawati Medan Timur, Muhammad Muchlis Medan Tembung dan Ramadhani Irwansyah Medan Selayang. (Rel/Tri)

Danau Martubung Dibangun untuk Atasi Banjir dan Jadi Lokasi Wisata

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekali dayung, 2, 3 pulau terlampaui. Hal itu yang ingin dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution, dalam rencana pembangunan Danau Martubung di Perumahan Griya Martubung, Jalan Tanggul Raya, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan.

Sebab, selain ingin menjadikan Danau Martubung sebagai kolam resapan untuk mengatasi banjir yang selama ini terjadi di Kecamatan Medan Labuhan, Bobby juga ingin menjadikan danau buatan yang memiliki luas sekitar 10 hektare tersebut, sebagai lokasi wisata air yang diharapkan dapat menunjang ekonomi warga sekitar.

Untuk itu, Bobby pun menargetkan pembangunan Danau Martubung dapat rampung paling lambat pada akhir 2023. Hal ini diungkapkannya saat meninjau Danau Martubung, Jumat (22/7) sore.

Bobby menjelaskan, pada awal pembangunan tahap pertama, pihaknya akan memfungsikan Danau Martubung untuk penanggulangan banjir di kawasan tersebut. Pasalnya, kawasan itu memang sangat dikenal sebagai kawasan rawan banjir. Setiap hujan deras, sedikitnya ada ratusan rumah warga tergenang.

“Kami akan jadikan Danau Martubung sebagai kolam resapan, fungsi utamanya untuk penanganan banjir. Ada sekitar satu hektare di area kolam yang akan dijadikan kolam penampungan, dan airnya nanti dikembalikan lagi ke Danau Martubung. Kami akan minta tambahan lagi dari Dinas Lingkungan Hidup,” ungkap Bobby.

Lebih lanjut Bobby menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan akan menambah lagi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga air yang masuk ke dalam Danau Martubung benar-benar dapat dijadikan treatment untuk air. Setelah itu selesai, Pemko Medan juga akan melihat fungsi kolam resapan Danau Martubung dari sisi ekonominya.

“Setelah kolam penampungan dibangun dan dibuat bagus, serta fungsi utamanya sebagai penanganan banjir telah berfungsi, barulah fungsi berikutnya dibuat untuk penunjang ekonomi di sekitar kawasan tersebut. Itu nanti melalui pariwisatanya. Mudah-mudahan nanti (masyarakat) bisa menikmati wisata air di Danau Martubung ini,” ututurnya.

Didampingi Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Faisal Rahmat HS, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Topan OP Ginting, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Zulfansyah Ali Syahputra, dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) SI Dongoran, Bobby menargetkan pembangunan kolam resapan akan selesai pada akhir 2023.

“Tahap awal dilakukan pemasangan pancang dulu, barulah tahun depan pembangunan kolam resapan, sekalian untuk retensi dan treatment airnya,” bebernya.

Berdasarkan pantauan, setibanya di lokasi, Bobby langsung berjalan menuju Danau Martubung, yang saat itu tengah dilakukan pemasangan pancang. Pada kesempatan itu, dia juga meminta agar pengerjaan yang dilakukan sesuai dengan perencanaan. Sehingga nantinya Danau Martubung mampu mengatasi banjir yang selama ini dikeluhkan warga. (map/saz)

Camat, Lurah, dan DKP Abaikan Sosialisasi Perda

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kecamatan Medan Amplas termasuk Kelurahan Harjosari 2, dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan, tidak menghadiri Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Peraturan Daerah (Perda) No 6 Tahun 2015. Padahal, sosialisasi tentang pengelolaan persampahan tersebut, bertujuan membantu Pemko Medan dalam menyelesaikan masalah sampah di Kota Medan.

Hal ini diketahui saat Anggota Komisi 3 DPRD Medan M Rizki Nugraha, menggelar kegiatan itu di Jalan Bajak 1, Gang Lambau Ujung, Lingkungan 1, Kelurahan Harjosari 2, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (24/7). Karena itu, dia pun mengaku sangat kecewa atas ketidakhadiran pemerintah kecamatan dan dinas terkait tersebut. Mengingat, masalah persampahan merupakan satu dari 5 program prioritas Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

“Alasan-alasan klise memang sudah banyak disampaikan. Saya hari ini (kemarin, red) sangat kecewa, karena kami mengundang pejabat Pemko Medan ini secara resmi, bukan hanya melalui lisan,” ungkap Rizki.

Politisi Partai Golkar ini, juga berharap, agar Bobby dapat mengetahui perihal sikap dan kinerja Kepala DKP Kota Medan SI Dongoran, serta pihak Kecamatan Medan Amplas dan Kelurahan Harjosari 2, yang tak mau berkolaborasi dengan DPRD Medan, guna mempercepat program-program priositas Wali Kota Medan.

Rizki menegaskan, walaupun saat kegiatan itu berlangsung kondisi sedang hujan, namun dia dan masyarakat tetap bisa hadir untuk mewujudkan program Wali Kota Medan terkait masalah persampahan. Namun sayang, tidak ada satupun anak buah Bobby yang hadir dalam kegiatan itu.

“Ini mulai dari Kadis (DKP Kota Medan) tidak datang, perwakilannya pun tidak ada. Bapak camat yang terhormat tidak datang, perwakilannya pun tidak ada. Bapak Lurah juga tidak datang, perwakilannya pun tidak ada. Berarti mereka tidak menganggap saya ini ada. Tidak apa-apa, ini akan saya ‘mainkan’ melalui jalur saya nantinya,” tuturnya berang, yang disambut meriah tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Dia pun menjelaskan, sesungguhnya pihak yang paling paham dalam menyampaikan Sosialisasi Perda No 6 Tahun 2015, adalah DKP Kota Medan, serta pihak kecamatan. Namun begitu, Rizki mengaku siap, dalam menyosialisikan Perda tersebut, tanpa kehadiran pejabat dari Pemko Medan.

Dalam kesempatan itu, dia pun mengajak masyarakat agar mendukung program Wali Kota Medan, dalam menyelesaikan masalah persampahan. Pasalnya, program Bobby tersebut dinilai sangat baik oleh DPRD Medan dan masyarakat Kota Medan.

“Program Wali Kota ini sangat baik, harus didukung. Yang terpenting adalah kesadaran kita, masyarakat, agar tidak membuang sampah sembarangan. Saya juga akan mendorong agar Pemko Medan terus memperbanyak armada pengangkutan sampah, khususnya armada-armada kecil, agar bisa menjangkau sampah ke lingkungan masyarakat yang terkecil,” katanya.

Seorang warga, Anto mengaku, sangat menyayangkan sikap DKP Kota Medan yang tidak hadir dalam kegiatan itu, dan bahkan tidak mengirimkan seorang pun perwakilannya, begitu juga dengan sikap Camat Medan Amplas dan Lurah Harjosari 2. “Kami saja warga rata-rata tak punya mobil, tapi tetap datang walau hujan, namanya untuk kepentingan bersama. Tapi pejabatnya yang malah enggak datang. Ini kan bentuk ketidakpedulian kepada masyarakat. Pak Wali Kota harus tahu ini, anak buahnya tak mau turun untuk temui masyarakat,” ujarnya. (map/saz)