Home Blog Page 2643

Aksi Pelaku Viral di Medsos, Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Pungli di Binjai

PELAKU: Wajah pelaku dalam potongan video yang viral di medsos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Beredar video berdurasi 20 detik menampilkan seorang pria yang diduga melakukan pungutan liar di Jalan Umar Baki, Binjai Barat, Minggu (29/5). Aksi tersangka pelaku yang diduga meminta sejumlah uang kepada korban yang berdomisili di Stabat, Langkat, terjadi pada Sabtu (28/5) sore.

Dalam video yang dilihat wartawan, korban merasa resah atas tindakan terduga pelaku. “Ini ya preman mintai duit. Awak setengah mati cari kerja, dia ntah siapa,” ujar korban dalam video.

“Aku muat barang sendiri, dia minta duit. Enak kali dia minta duit,” tambah perekam video.

Informasi dirangkum, kejadian yang dialami korban saat hendak membeli ampas tahu untuk pakan ternaknya. Saat melakukan muat ampas tahu, diduga korban didatangi oleh terduga pelaku hingga dimintai sejumlah uang.

Aksi premanisme yang dialami korban bukan kali ini saja. Disebut-sebut korban telah dimintai uang oleh terduga pelaku sebanyak tiga kali.

Korban yang ogah memberikan sejumlah uang kepada pria yang belum diketahui identitasnya ini juga mendapat ancaman. Menanggapi hal ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai, AKP M Rian Permana mengaku, sudah melihat video viral tersebut.

Kasat menyebut, pihaknya sudah mengamankan pria yang di dalam video tersebut. “Nanti kami share (bagi) datanya. Saat ini kami ambil keterangannya dulu,” tandasnya. (ted/azw)

Sering Dimarahi, Anak Nyaris Bacok Ayah

TERSANGKA: Pria yang nyaris membacok bapak kandungnya karena tak terima sering dimarahi, saat diamankan polisi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Akibat sering marah-marah, Umar Sinik (73) warga Jalan Menteng VII Gang Patriot, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai, nyaris dibacok anaknya sendiri, Heri Triandi (42). Beruntung si bapak berhasil mengelak dari serangan anaknya menggunakan parang. Sang anak kemudian dilaporkan ke polisi hingga akhirnya ditangkap untuk proses hukum.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area AKP Philip Antonio Purba menjelaskan, awalnya korban (bapak, red) sedang memberi makan cucunya baru-baru ini. Saat bersamaan, pelaku yang tinggal satu rumah mendatangi ayahnya sembari menenteng parang dan mengancam akan membunuhnya.

Tanpa diduga, pelaku mengayunkan parangnya ke arah korban. “Korban berhasil menghindar dan langsung mengamankan pelaku. Selanjutnya, melepaskan parang dari tangan pelaku,” terang Philip, Minggu (29/5).

Korban lalu mengambil parang tersebut. Selanjutnya, memberitahu peristiwa yang dialaminya kepada kepala lingkungan setempat. Dari laporan korban, kepling melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Medan Area.

Setelah mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Medan Area bergerak ke rumah korban. Setelah itu, menangkap pelaku tanpa perlawanan.

Philip menyebutkan, pelaku mengaku nekat menyerang ayahnya dengan parang karena sering dimarahi. “Pelaku sudah diamankan beserta barang bukti parang. Sedangkan korban membuat laporan pengaduan,” sebutnya sembari menambahkan, atas perbuatan pelaku dijerat dengan Pasal 335 ayat (1) KUHPidana. (ris/azw)

Ngaku Oknum TNI untuk Nikahi Wanita, Polisi Tangkap Tentara Gadungan

DITANGKAP: Kriston Sinaga (tengah) saat diamankan polisi dan TNI.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tentara Nasional Indonesia (TNI) gadungan, Kriston Sinaga (21), ditangkap petugas Polrestabes Medan. Pemuda tersebut nekat mengaku sebagai prajurit TNI di Kecamatan Percut Seituan karena ingin menikahi seorang gadis bernama Mutiara (32).

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa mengatakan, Kriston dan Mutiara berkenalan sejak September 2021 melalui grup WhatsApp. Keduanya berpacaran sejak Januari 2022 hingga akhirnya terbongkar pada tanggal 26 Mei.

“Tentara gadungan ini domisili di Kalimantan. Selama ini jarak jauh mereka sering berkomunikasi, kirim foto dan lainnya. Kemudian, pelaku berkunjung ke rumah pihak wanita karena rencananya mau nikah,” ungkap Fathir, Minggu (29/5).

Namun, sandiwara pelaku terbongkar ketika kakak pacarnya curiga ketika pelaku sudah menginap selama 5 hari. Calon kakak ipar pelaku melihat ada yang janggal dari foto profil Kriston. Pasalnya, di foto profil saat mengenakan seragam berpangkat Letda. Sementara seragam yang dikenakan pelaku saat bertemu berpangkat Serka.

Kecurigaan tersebut semakin menguat, saat pelaku ditanyakan mengenai kepangkatan dan masa dinas. Pelaku memberikan jawaban yang tidak sesuai, sehingga pihak keluarga gadis tersebut mendesak agar mengaku.

Pelaku pun akhirnya membongkar sandiwaranya dan mengaku bukan prajurit TNI, melainkan pegawai swasta di Kalimantan.

“Diakui pelaku bukan anggota TNI, dia bekerja di perusahaan di Kalimantan. Selanjutnya, dibawa pihak keluarga wanita ke Polrestabes Medan untuk diproses hukum,” jelas Fathir.

Ia menyatakan, pihaknya masih mendalami lebih lanjut kasus tersebut. Sebab wanita yang kena tipu muslihat pelaku tak melapor ke polisi. Karena itu, pihaknya pun akan memfasilitasi perdamaian antara keduanya.

“Kami telah pertemukan kedua belah pihak. Kami berharap ada solusi agar keduanya berdamai, sehingga tidak berlanjut ke proses hukum,” pungkasnya. (ris/azw)

Orangtua Resah, Minat Baca Anak Turun Gara-gara Gadget

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Banyak orangtua merasa resah dengan kebiasaan anak-anaknya menggunakan gadget. Pasalnya, kebiasaan itu saat ini secara nyata telah menurunkan minat baca dan belajar anak-anak mereka. Waktu yang harusnya untuk membaca buku, sekarang tersita untuk mengikuti apa yang sedang tren di media sosial (Medsos).

Karenanya itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Burhanuddin Sitepu berharap, dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 2 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan Perpustakaan, Pemko Medan dapat menekan kecanduan gadget lewat perpustakaan. “Diharapkan perda ini dapat menumbuhkan kembangkan minat baca pada generasi muda, khususnya para pelajar di Kota Medan. Sekaligus meminimalisir pengaruh medsos terhadap anak-anak kita,” kata Burhanuddin Sitepu dalam penyelenggaraan sosialisasi produk hukum daeah Kota Medan tentang Perda Nomor 2 Tahun 2022 di Jalan Bunga Mawar, Medan Selayang, Minggu (29/5/2022) sore.

Diakui Burhanuddin, saat ini, waktu masyarakat lebih banyak tersita untuk media sosial dibandingkan membaca buku. Walaupun banyak beredar buku bagus dan berkualitas, kata Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan ini, minat masyarakat untuk membaca tetap saja rendah. “Perlu dikaji ulang, jangan sampai minat baca dikalahkan dengan Medsos atau gadget. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, Muara Dongoran mengungkapkan, banyak strategi yang mereka lakukan dalam menekan kecanduan gadget pada anak, khususnya pelajar SD dan SMP. Diantaranya dengan membuat aplikasi dan saat ini telah disosialisasikan ke sekolah-sekolah. Di aplikasi tersebut, para pelajar bisa mengirimkan karya mereka baik itu berupa pantun, puisi, cerpen dan sebagainya. “Nanti akan kami nilai dan yang terbaik akan kami apresiasi, kami beri hadiah. Cara lain, yakni dengan literasi inklusi sosial. Inilah yg kami terapkan untuk meningkatkan minat baca anak,” ungkapnya.

Dongoran juga menyebutkan, Perda No 2 Tahun 2022 ini menjadi payung hukum bagi penyelenggaraan perpustakaan di Kota Medan. “Perda ini baru disahkan dan habis-habisan kami perjuangkan sejak 2020. Mengapa ini kami dorong terus? Karena dengan dasar inilah kami bisa melaksanakan program-program berdasarkan regulasi. Alhamdulillah, akhir Januari 2022 lalu, sudah diperdakan,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, saat ini di Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan cukup banyak buku yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menambah wawasan, baik berupa buku fisik maupun buku elektronik (e-book), dan video book. “Namun berdasarkan hasil survei kami, buku fisik juga yang masih diminati masyarakat. Karena kalau e-book, anak-anak jadi bukan membaca buku tapi malah main game,” pungkasnya.

Abdul Gani Tanjung, mewakili Dinas Pendidikan Kota Medan mengakui, menurunnya minat baca dan minat belajar pada anak, karena gadget. Bahkan saat ini, kata Gani, anak-anak lebih patuh kepada gadget dari pada orangtua atau gurunya. “Kecanduan anak-anak menggunakan gadget ini menjadi persoalan besar bagi para orangtua dan guru saat ini. Ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua,” tegasnya.

Disebutkannya, saat ini semua sekolah mulai tingkat SD hingga SMP di Kota Medan sudah memiliki fasilitas perpustakaan. ”Pengelolaan perpustakaan di tingkat Disdik Medan tak perlu diragukan lagi. Karena di Disdik buku-bukunya lengkap,” ujarnya.

Gani juga mengajak masyarakat, khususnya yang tergabung dalam Pusat Kegiatan Belajar Mandiri (PKBM), yang ingin mengembangkan perpustakaan dengan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), bisa mengajukan proposal ke Disdik Medan untuk difasilitasi buku-buku dan anggarannya dari Disdik Medan. “Jika ingin membuat perpustakaan atau TBM, silakan buat proposal ke Disdik Medan, akan kami ditindaklanjuti,” pungkasnya. (adz)

Perkokoh Silaturahim Sesama Purnakarya Perkebunan Nusantara

DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS DIULOSI: Ketua Umum FKPPN Drs H Serta Ginting (5 kiri) bersama sejumlah tokoh penerima ulos pada kegiatan halal bi halal FKPPN di Medan Club, Sabtu (28/5).

FORUM Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN) menggelar kegiatan halal bi halal di Medan Club Jalan Kartini Medan, Sabtu (28/5). Halal bi halal ini dirangkai pemberian tali asih pada lima purnakarya dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, III dan IV.

Dalam acara bertema ‘Perkokoh Silaturahim, Kebersamaan dan Kepedulian Sesama Purnakarya’ juga diserahkan ulos kepada Sariadi Siregar SE (mewakili Holding PTPN), Dr H Tengku Erri Nuradi MSi dan KH Amiruddin MS. Sedangkan pencipta lagu Mars FKPPN selain menerima ulos juga mendapatkan penghargaan dari Ketua Umum FKPPN Drs H Serta Ginting.

Ketua Umum FKPPN Drs H Serta Ginting menegaskan pihaknya akan memperhatikan nasib purnakarya perkebunan nusantara dari PTPN I hingga XIV di tanah air. Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengingatkan PTPN memperhatikan hak-hak purnakarya.

Sariadi Siregar SE, mewakili Holding PTPN mengemukakan bahwa para purnakarya merupakan pejuang di PTPN. Ia pun berharap FKPPN terus berkontribusi untuk kemajuan PTPN dan purnakarya perkebunan.
JA Ferdinandus yang pernah menjadi dirut PTP mengingatkan pentingnya untuk selalu tepat waktu.

Sedangkan Dr H Tengku Erri Nuradi MSi berterima kasih karena dirinya selalu diundang menghadiri kegiatan FKPPN. Semasa menjabat Bupati Serdangbedagai, Wagubsu, Gubsu hingga kini, ia aktif bersilaturahim dengan keluarga besar perkebunan.

KH Amiruddin MS dalam tausyiah lebaran meminta agar forum ini sebagai wadah untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Ia mengatakan purnakarya perkebunan nusantara adalah pejuang yang telah berjasa dalam pengembangan PTPN sehingga jasanya tak boleh dilupakan. Karenanya Amiruddin memberikan dukungan terhadap purnakarya perkebunan yang kiprahnya masih dinanti masyarakat.

Ketua Panitia Halal bi Halal FKPPN M Jamil Sipayung mengatakan halal bi halal dihadiri pengurus FKPPN dari Aceh, Jambi, Riau dan Sumut. (dmp)

Muscab Serentak, Kader 18 DPC Demokrat Lakukan Registrasi dan Verifikasi Calon Ketua

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peserta Musyawarah Cabang (Muscab) 18 DPC yang digelar DPD Partai Demokrat Sumut secara serentak, mulai memadati arena musyawarah di Hotel Le Polonia, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Minggu (29/5/2022). Mereka tampak serius melakukan registrasi peserta Muscab di meja panitia.

Adapun Muscab IV tersebut digelar DPD Partai Demokrat Provisnsi Sumut dan berlangsung hingga Senin (30/5/2022). Panitia juga sudah membuka registrasi pencalonan dan dukungan kepada calon Ketua DPC Partai Demokrat di 18 kabupaten/kota di Sumut. Agenda itu dilakukan panitia secara ketat. Peserta juga mengantri untuk registrasi.

Agenda itu juga sebagai bukti kehadiran para pengurus DPC Partai Demokrat sekaligus bukti penyerahan dukungan kepada calon Ketua DPC dari setiap kabupaten/kota di Sumut. Tampak hadir para pengurus dari 18 DPC Partai Demokrat di Sumut.

Mereka terlihat antusias melakukan registrasi. Setelah registrasi dan verifikasi berkas dinyatakan lengkap, para kader dinyatakan dapat mengikuti Muscab. Kemudian berkas dukungan yang diserahkan oleh pengurus DPC kabupaten/kota nantinya, juga akan diverifikasi final Tim BPOKK DPP bersama DPD Partai Demokrat Sumut.

Sebagaimana diketahui, pascapelantikan DPD Partai Demokrat Sumut pada 12 Mei 2022 lalu, DPD Partai Demokrat di bawah pimpinan M Lokot Nasution bergerak cepat menggelar Muscab IV serentak untuk 18 kabupaten/kota.

Muscab serentak ini sengaja digelar DPD Partai Demokrat Sumut untuk menjalankan roda organisasi dan kerja-kerja partai dalam hal melaksanakan tahapan pemilihan legislatif (Pileg) dan verifikasi partai. Seperti disampaikan Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Sumut, HM Sajali, didampingi Kepala Badan Komunikasi Stretegis (Bakomstra), Chairil Hudha, dan Ketua Sterring Comitee Muscab IV, Kamal Pane SH MH kepada wartawan, Sabtu (28/05/2022) di Le Polonia Hotel.

Sajali mengatakan, DPD Partai Demokrat Sumut menggelar Muscab IV untuk 18 tingkat DPC kabupaten/kota di Sumut. Sajali yang juga Anggota DPRD Binjai ini menyampaikan, pelaksanaan Muscab IV ini digelar serentak sebagai bentuk percepatan kerja-kerja partai, dan menggerakkan semua kader se Sumut dalam merebut kemenangan partai pada tahun 2024.

Di tempat yang sama, Ketua Steering Commitee Muscab IV, Kamal Pane, menyebutkan ada sebanyak 18 kabupaten/kota yang melaksanakan Muscab IV, yakni Batubara, Tebing Tinggi, Binjai.

Kemudian Dairi, Gunungsitoli, Karo, Padang Lawas, Nias Barat, Nias Selatan, Labuhan Batu Selatan, Serdang Bedagai, Labuhan Batu Utara, Nias, Langkat, Nias Utara, Tapanuli Selatan, Pematangsiantar, dan Padang Lawas Utara.

Lebih lanjut, Kamal menambahkan, Muscab IV untuk mendorong kesiapan struktur organisasi Partai Demokrat dari DPC, Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) hingga ke tingkat Dewan Pimpinan Anak Ranting (DPARt) dalam memenangkan Pileg tahun 2024. (gus/adz)

Lakukan Pertemuan, Menko Airlangga dan Perdana Menteri Belanda Perkuat dan Perluas Kerja Sama Kedua Negara

DAVOS, SUMUTPOS.CO – Perdagangan bilateral Indonesia dan Belanda selalu menunjukkan surplus bagi Indonesia. Pada 2020, nilai perdagangan bilateral tercatat mencapai US$3,92 miliar, di mana ekspor Indonesia mencapai US$3,11 miliar dan impor senilai US$804,3 juta.

Di sela-sela agenda World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 di Davos-Swiss, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, Rabu (25/05). Pertemuan ini digelar untuk membahas hubungan kerja sama ekonomi kedua negara dan situasi global saat ini.

Menyoal perdagangan bilateral, Belanda merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke-11 bagi Indonesia, dengan komoditas utama antara lain minyak kelapa sawit (14%), produk kimia (12%), kopra dan produk turunannya (6%), minyak nabati atau hewani dan produk turunannya (6%), minyak bumi (5%), cokelat, mentega, lemak dan minyak (3%), timah (3%), produk alas kaki (2%), serta asam dan produk turunannya (2%).

Pada rentang 2016-2021, Belanda menjadi investor terbesar ke-5 dari total 157 negara yang berinvestasi di Indonesia, dengan nilai investasi sebesar US$9,68 miliar atau 5,43% dari total realisasi investasi asing. Investasi terbesar Belanda di Indonesia berada pada sektor listrik, gas, dan air (34%), sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi (19,2%), serta sektor pertambangan (16,7%).

Dalam kaitannya dengan investasi, Menko Airlangga juga menyampaikan reformasi regulasi terkait investasi di Indonesia. Selain itu juga disampaikan beberapa perhatian khusus terhadap dampak perekonomian akibat situasi geopolitik yang terjadi, dan juga beberapa isu penting bagi kedua negara seperti peningkatan akses pasar produk Indonesia dan kerja sama Kelapa Sawit Berkelanjutan.

Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Belanda memiliki MoU on Cooperation in Sustainable Production of Palm Oil (2019) dan Technical Arrangement (2020). Implementation Plan NI-SCOPS juga telah disepakati pada 24 April 2020. Menko Airlangga juga mendorong peluang kerja sama di bidang semikonduktor, serta pengembangan investasi perusahaan Belanda di Indonesia, seperti Unilever pada sektor oleochemical di KEK Sei Mangkei, Philips pada sektor kesehatan, dan Frisian Flag untuk pembangunan pabrik Susu di Cikarang. Di tingkat global, Menko Airlangga menyampaikan harapan untuk kehadiran PM Belanda di KTT G20 di Bali, pada 15-16 November 2022 mendatang.

Dalam diskusi, PM Rutte menyampaikan harapannya agar proses investasi untuk ekspansi usaha perusahaan-perusahaan Belanda akan semakin mudah dengan adanya reformasi struktural yang dapat meringkas waktu proses perizinan di Indonesia.

Belanda juga membuka diri apabila Indonesia memberikan kesempatan berinvestasi di dunia pendidikan, baik untuk pendidikan tinggi maupun pelatihan vokasi, termasuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa Indonesia yang ingin belajar ke Belanda melalui beasiswa Nuffic-Neso. Di samping itu, Belanda juga menyediakan sistem pembelajaran daring menggunakan teknologi terkini. (dep7/rep/fsr/*)

Pakar Politik Heri Budianto Dilantik Jadi Ketua Bidang Politik Partai Perindo

LANTIK: Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo melantik Dr. Heri Budianto, MSi sebagai Ketua Bidang Politik dan Kebijakan Publik DPP Partai Perindo serta Koordinator Juru Bicara di Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/5/2022).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) melantik Dr. Heri Budianto, MSi sebagai Ketua Bidang Politik dan Kebijakan Publik DPP Partai Perindo serta Koordinator Juru Bicara.

Pelantikan tersebut digelar di Kantor DPP Partai Perindo, Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/5/2022).

HT mengatakan Heri Budianto, yang akrab disapa Herbud tersebut, akan menambah warna positif bagi Partai Perindo.

Sebelum bergabung dengan Partai Perindo, Herbud aktif sebagai pakar politik Tanah Air.

Dengan pelantikan itu, HT berharap akan menambah warna positif bagi partai yang mengusung cita-cita perjuangan ‘Untuk Indonesia Sejahtera’ itu.

“Jadi, harapan saya tentunya Pak Herbud ini akan berperan aktif dalam memberikan komentar, memberikan pandangan, yang terkait dengan politik, terkait kebijakan publik mewakili partai politik,” kata HT.

HT memaparkan Partai Perindo juga memberi kepercayaan bagi Herbud untuk menjadi salah satu kandidat bakal calon anggota legislatif ke depan.

Terlebih, Herbud merupakan sosok ideal di kancah dunia politik Tanah Air.

“Pak Herbud nanti juga merupakan salah satu calon legislatif dan akan sangat saya harapkan untuk duduk di parlemen, terutama beliau ini doktor jadi kompetensinya ada dan mampu,” ujar HT.

Sementara itu, Herbud mengaku bersyukur menjadi bagian dari Partai Perindo.

Selain menjadi penantian panjang baginya, Partai Perindo adalah wadah untuk berjuang menegakkan kesejahteraan masyarakat.

“Partai Perindo ini adalah cinta yang tertunda yang akhirnya kesampaian,” ujarnya.

Herbud pun menuturkan Partai Perindo sebagai partai yang peduli dan berpihak kepada masyarakat, serta turut andil dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat dari semua sisi.

Dalam posisinya kali ini, dirinya akan mendukung penuh kebijakan Partai Perindo bersama pemerintah, termasuk dalam mendukung keberhasilan pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Iya sebagai partai pendukung pemerintah yang paling penting adalah bagaimana kemudian Partai Perindo bisa mengawal keberlangsungan dan keberhasilan dari pasangan Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin, itu penting,” ujarnya. (rel/ram)

Dibalut Kultur Batak Yang Kental, Bobby Nasution Ajak Masyarakat Nonton Film Ngeri Ngeri Sedap

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution menilai film “Ngeri Ngeri Sedap” sangat baik dan luar biasa. Sebab, film ini mengangkat kisah keluarga yang harmonis dan kental dengan kultur Batak. Oleh karenanya orang nomor satu di Pemko Medan ini mengajak seluruh masyarakat untuk menonton film tersebut yang akan ditayangkan di bioskop-bioskop mulai 2 Juni mendatang.

“Ini film yang luar biasa dengan mengangkat tema salah satu adat istiadat Sumut yang mengangkat kehidupan sangat intim. Belajar itu tidak ada batasnya, sebab belajar itu bukan hanya untuk anak tapi orang tua juga harus belajar,” kata Bobby Nasution usai menyaksikan film “Ngeri Ngeri Sedap” di Bioskop XXI Mall Ring Road City Walks, Minggu (29/5).

Apalagi, kata Bobby Nasution, film yang bergenre drama komedi ini merupakan karya sutradara dan penulis asal Sumut. Walaupun film ini dibalut dengan kultur Batak, imbuhnya, namun film ini tetap bisa dinikmati masyarakat luas.

Didampingi Kadis Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane, para pemain dan sutradara film “Ngeri Ngeri Sedap”, Bobby Nasution terlihat sangat menikmati film tersebut. Adegan demi adegan membuat Bobby Nasution tertawa dan terharu. Bahkan, menantu Presiden RI Joko Widodo ini juga ikut menitikkan air mata akibat alur ceritanya tersebut.

Usai menyaksikan film “Ngeri Ngeri Sedap”, Bobby selanjutnya mengajak seluruh masyarakat untuk menonton film tersebut. “Warga Medan harus nonton film ini. Saya menilai ini film yang luar biasa dan harus ditonton,” ajaknya. (rel)

Rp1,3 Miliar Dana PMT di Dinkes Medan Belum Tersalurkan

RAPAT: Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST  saat menggelar rapat antara Komisi II DPRD Medan dengan Dinas Kesehatan di gedung DPRD Medan, Jumat (27/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST mengaku kesal terhadap kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan. Pasalnya hingga Mei 2022, dana atau anggaran sebesar Rp1,3 Miliar untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita yang ada di Dinkes Kota Medan belum juga tersalurkan.

 “Apa saja kerja pejabat Dinkes ini, dana Rp1 M lebih untuk bantuan makanan tambahan bagi warga miskin belum juga disalurkan,” ucap Sudari saat menggelar rapat antara Komisi II DPRD Medan dengan Dinas Kesehatan di gedung DPRD Medan, Jumat (27/5) sore.

 Dalam rapat yang diikuti sekretaris Komisi Wong Cun Sen Tarigan dan para anggota komisi seperti Modesta Marpaung, Netty Siregar dan T Erdiansyah Rendy itu, Sudari meminta Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Taufiq Ririansyah yang hadir dengan didampingi Sekretaris Edi Subroto dan sejumlah kabid serta stafnya di Dinkes Medan itu untuk bekerja lebih serius.

 Ditegaskan Sudari, seiring dengan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keseriusan penurunan angka penderita gizi buruk kronis (stunting) di Kota Medan, Dinas Kesehatan Kota Medan seharusnya melakukan gebrakan-gebrakan.

 “Anggaran Rp1 Miliar lebih untuk tambahan makanan ibu hamil dan Balita seharusnya sudah dapat disalurkan secara bertahap sejak Pebruari lalu, tetapi nyatanya sampai hari gini belum disalurkan. Warga miskin itu berharap bantuan itu secepatnya disalurkan, bukan dipenghujung tahun. Lagian bagaimana mungkin penurunan stunting dapat berhasil kalau kinerja Dinkes dari tahun ke tahun tetap seperti ini,” tegas Sudari.

 Usai menggelar rapat, kepada wartawan, Sudari mengatakan akan meminta Wali Kota Medan Boby Afif Nasution untuk segera mengevaluasi kinerja para pejabat di Dinkes Medan yang malas bekerja dan hanya bermental proyek.

 Sebab akibat buruknya kinerja para pegawai tersebut, penanganan stunting dan masalah kesehatan lainnya menjadi tidak tertangani dengan baik. “Jangan pejabat Dinkes itu hanya mengikuti seminar dan workshop dari hotel ke hotel saja untuk menghabiskan anggaran, tetapi benar-benar lah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan mendukung program Wali Kota Medan dalam menangani masalah kesehatan, termasuk masalah 5 program skala prioritas Pemko Medan,” sindirnya.

 Dilanjutkan Ketua Fraksi PAN DPRD Medan ini, sejalan dengan program Wali Kota Medan, yakni masalah penanganan masalah kesehatan, telah menjadi salah satu program prioritas Bobby Nasution.

 Sudari mempertegas langkah apa yang sudah dilakukan Dinkes Medan. Begitu juga dengan masalah peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas yang selama ini memiliki image buruk, Sudari meminta Dinkes Medan untuk tidak melakukan pembiaran.

 Sebelumnya, dari pemaparan Kadis Kesehatan Kota Medan, dr Taufiq Ririansyah menyampaikan bahwa dari pendataan Februari 2022, penderita stunting di Medan berjumlah 550 balita. Untuk itu, pihaknya mengaku telah melakukan kolaborasi dengan OPD lain dalam hal penanganan stunting. “Terkait dana Rp1,3 Miliar lebih untuk PMT yang hingga saat ini belum disalurkan, itu masih diproses. Kami akan berupaya agar pendistribusian anggaran PMT itu bisa disegerakan,” pungkasnya. (rel)