Home Blog Page 2848

Kecelakaan Maut, 6 Sekeluarga Tewas

OLAH TKP: Petugas Satlantas Polres Humbahas melakukan olah TKP terhadap mobil Honda Civic yang mengalami kecelakaan hingga 6 orang tewas.dermawan/sumut pos.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kecelakaan maut yang dialami satu keluarga terjadi di Jalan lintas Dolok Sanggul – Pakkat Km 02-03, Desa Hutabagasan, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas, , Kamis (3/2) dini hari.

Informasi yang dihimpun, bermula saat mobil Honda Civic plat BM 1649 AI yang bermuatan enam orang melajukencang. Mobil yang disopiri oleh Obet Simamora melaju dari arah Pakkat menuju arah Dolok Sanggul mendadak menabrak tumpukan batu di pinggir jalan sebelah kiri.

Akibatnya, mobil kehilangan kendali dan menabrak bagian belakang mobil Mitsubishi Colt Diesel BK 9437 IA bermuatan gas LPG yang sedang parkir.

Benturan keras inipun mengakibatkan mobil terbalik dan terhempas ke badan jalan. Semua orang yang ada di dalam mobil tewas. Para korban luka luka yang cukup serius. Dan dilarikan ke RSU Dolok Sanggul untuk divisum.

Sementara itu, petugas Sat Lantas Polres Humbahas yang mendapat kabar mendatangi TKP dan menggelar olah TKP. Para korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan maut itu telah dievakuasi dari TKP.

Polres Humbahas menyampaikan, Obet Simamora mengalami pendarahan di hidung, benturan di bagian kepala, pendarahan di telinga kanan, pendarahan sebelah kiri, dan meninggal dunia. Selain Obet, lima penumpangnya pun luka serius dan meninggal dunia.

Paur Humas Polres Humbang Hasudutan, Bripka Syawal Lolo Bako membenarkan peristiwa kecelakaan yang menewaskan enam orang tersebut. “Benar,” ujarnya.

Menurut Bripka Syawal, saat ini polisi masih mengumpulkan data dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. (bbs/han)

Pemkab Deliserdang Jalin Kerja Sama Politeknik Pariwisata Medan

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pemkab Deliserdang, melalui Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, menjalin kerja sama dengan Politenik Pariwisata Medan. Kerja sama tentang Pengembangan dan Pengkajian Potensi Pariwisata di Kabupaten Deliserdang ini, dibuktikan dengan penandatanganan MoU yang bertempat di Aula Cendana Lantai 2 Kantor Bupati Deliserdang, Rabu (2/2) lalu.

Hadir pada acara tersebut, Direktur Politeknik Pariwisata Medan Anwari Masatip, Kepala Dinas Budporapar H Khairum Rizal, Kepala Dinas Pendidikan Yudi Hilmawan, Kepala Diskominfo Miska Gewa Sari, serta Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Janso Sipahutar.

“Semoga penandatanganan kesepakatan bersama Politeknik Pariwisata Medan ini, dapat meningkatkan kepariwisataan Deliserdang. Serta tujuan positif kerja sama antara Pemkab Deliserdang dengan Politeknik Pariwisata Medan dapat tercapai,” ungkap Ashari.

Dalam sambutannya, Ashari pun mengatakan, pengembangan sektor kepariwisataan merupakan bidang yang mendapatkan perhatian secara khusus. Menurutnya, ada beberapa alasan bidang pariwisata mendapat perhatian khusus. Yakni, pertama, Kabupaten Deliserdang memiliki potensi di bidang pariwisata, kemudian pariwisata juga mempunyai potensi bagi kesejahteraan masyarakat.

“Melalui pariwisata banyak tradisi, seni budaya yang merupakan warisan orang tua kita dulu, yang harus dilestarikan. Karena ada nilai adat pada peninggalan orang tua kita yang harus dijaga. Untuk itu, melalui penampilannya, pariwisata juga bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat di Deliserdang,” tutur Ashari.

Ashari juga berharap, dari potensi pariwisata Kabupaten Deliserdang, masyarakat mendapatkan kesejahteraan dan ekonomi yang baik, serta dapat meningkatkan destinasi wisata yang ada.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Deliserdang, Khairum Rizal menjelaskan, potensi geografis di Kabupaten Deliserdang sangat luar biasa dan strategis.

“Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan destinasi wisata di Deliserdang,” pungkasnya. (btr/saz)

Petani Tembakau Karo Kecipratan DBH

Solideo/Sumut Pos TERIMA: Bupati Karo Cory S Sebayang saat menerima DPC APTI Karo di ruang kerjanya, Rabu (2/2).

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Corry S Sebayang mengundang Pengurus Cabang Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Karo ke kantornya, Rabu (2/2), sekira pukul 11.00 WIB.

Pertemuan tersebut untuk mensinergiskan program-program APTI Kabupaten Karo dengan Pemda Karo, demi menunjang kesejahteraan petani tembakau di Bumi Turang.

Cory pun mengharapkan, ada gebrakan pemberdayaan bagi petani tembakau Kabupaten Karo yang selama ini berjuang sendiri menjaga eksistensi produk pertanian tembakau yang mereka usahakan.

Dia juga menjelaskan, berdasarkan Peraturan Kementerian Keuangan No 230/PMK.07/2020, tentang Dana Bagi Hasil (DBH), cukai hasil tembakau Tahun Anggaran 2021 Kabupaten Karo, mendapatkan DBH cukai tembakau sebesar Rp662.233.000. Menurut Cory, dari DBH cukai tembakau yang diterima Pemda, sebesar 50 persen dialokasikan ke dinas terkait, kemudian dialokasikan ke petani tembakau sebesar 15 persen.

“Maka kita harapkan hal tersebut bisa tepat sasaran melalui APTI Karo, dalam bentuk program pendampingan dan pemberdayaan. Saya melihat tembakau sebagai satu komoditas yang layak jadi perhatian utama pemerintah. Sebab menurut saya, tembakau punya potensi ekonomi dan bisnis yang sangat besar,” ungkap Cory.

Dulu, lanjut Cory, Tanah Kato dikenal karena jeruk manis, bahkan baru-baru ini jeruk manis Liang Melas berhasil menggugah Presiden Jokowi membantu masalah jalan di Liang Melas.

“Kenapa tidak ke depannya Karo punya branding tembakau dan Kopi terbaik se Indonesia? Kan kita punya alam yang luar biasa mendukung untuk membudayakan duduk ngopi sambil menggulung rokok dari tembakau lokal,” katanya lagi.

Senada dengan Bupati Karo, Ketua DPC APTI Kabupaten Karo, Roin Andreas Bangun menyatakan, dukungan baik moril, apalagi materil dari Pemkab Karo, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produk pertanian tembakau Kabupaten Karo.

Menurutnya, APTI dan pemerintah adalah satu kesatuan yang bila bersinergi dalam pengelolaan komoditas tembakau asal Kabupaten Karo, akan memberi dampak luar biasa bagi pembangunan dan pemasukan daerah.

“Tembakau adalah satu komoditas non tambang dan sektor non pajak, yang membantu negara tetap bernafas lempang sampai saat ini. Bukan tidak mungkin, tembakau juga jadi sumber energi utama pembangunan fisik, psikis, dan enkonomi di Karo ke depannya” pungkasnya. (deo/saz)

Masyarakat Desak Pemko Lakukan Perbaikan, Jalan Umar Baki Bakal Dibeton Rigid

TUTUP: Massa menutup Jalan Umar Baki, Kelurahan Payaroba, Binjai Barat, Rabu (2/2).Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kelurahan Payaroba, Binjai Barat, kembali turun ke jalan, Rabu (2/2) siang. Mereka mendesak agar Pemko Binjai memperbaiki Jalan Letnan Umar Baki, yang mengalami kerusakan pada sejumlah titik.

Seratusan massa kembali turun menggelar aksi protes lantaran janji Pemko Binjai untuk memperbaiki Jalan Umar Baki, tak juga terealisasi. Soalnya, masyarakat gerah karena jalan rusak yang diduga akibat truk bertonase lebih ini, berdampak kepada abu yang berterbangan.

Massa bertahan menutup jalan di pertigaan Jalan Labu, Kelurahan Payaroba, hingga malam hari, agar Pemko Binjai memperbaiki jalan yang rusak tersebut.

Meski sudah turun ke lokasi aksi, massa mendesak agar Asisten 3 Admitrasi Umum, Meidi Yusri, untuk balik kanan. Mereka mendesak agar Wali Kota Binjai H Amir Hamzah, yang turun langsung menemui massa.

“Kami tidak akan bubar sebelum Pak Wali Kota menemui kami,” ungkap warga pendemo yang menolak kehadiran Asisten 3, Rabu (2/2) malam.

Namun, Meidi tetap berusaha membujuk massa agar membubarkan diri, walau ditolak kedatangannya. Pun begitu, usaha yang dilakukan Meidy tak membuahkan hasil. “Pokoknya, kami minta Bapak Wali Kota menemui kami, biar semua jelas. Dan kami baru membubarkan diri,” teriak warga di tengah keramaian.

Sekira pukul 23.30 WIB, Wali Kota Binjai H Amir Hamzah, pun tiba di lokasi. Kedatangannya disambut riuh massa. Pada kesempatan itu, Amir berjanji untuk melakukan perbaikan dalam waktu dekat. Namun, massa tidak percaya begitu saja. Alhasil, pertemuan tersebut berlangsung alot. Begitupun, massa akhirnya membubarkan diri dan kembali membuka akses Jalan Umar Baki.

Pantauan wartawan, Kamis (3/2), massa tidak lagi memblokir jalan tersebut. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Binjai, Ridho Indah Purnama mengakui, Wali Kota Binjai hadir ke lokasi jalan yang ditutup oleh masyarakat, lantaran mendesak perbaikan jalan yang babak belur tersebut. Kepada massa, lanjutnya, Amir menjanjikan perbaikan ruas jalan akan dikerjakan pada awal April 2022.

“Februari ini mulai proses tender, dan prosesnya (tender) panjang. Pengerjaan perbaikan jalan ini dilakukan tender,” tutur Ridho.

Ridho juga menjelaskan, Pemko Binjai mengucurkan anggaran senilai Rp20 miliar untuk penanganan jalan tersebut.

“Jalan nantinya akan dibeton rigid. Dan menunggu perbaikan, Pak Wali menyatakan kepada masyarakat, akan dilakukan penyiraman pada ruas jalan tersebut. Penyiraman air agar tidak berdebu, dilakukan 3 sampai 4 kali sehari,” ujarnya.

Dia pun mengakui, kerusakan jalan tersebut cukup parah. Bahkan, Ridho merasa khawatir akan terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan yang dikepung lubang tersebut.

Anggaran perbaikan Rp20 miliar ini, untuk ruas jalan sepanjang 4 kilometer. Itupun pengerjaan dilakukan tidak dapat sekaligus, melainkan lompat-lompat. Artinya, mana titik-titik kerusakan yang parah, di situlah diperbaiki.

“Anak saya sekolah di Al Fityah, Jalan Umar Baki itu juga. Takut juga naik becak (anak sekolah) terbalik. Semua mau bagus, seperti Jalan Perintis ini. Tapi uang tak banyak, terbatas,” pungkasnya. (ted/saz)

Pelantikan Korda Fokal IMM, Wagub Sumut Ajak Pemuda Sadar Politik

ISTIMEWA BERFOTO: Wagub Sumut, Musa Rajekshah menghadiri Pelantikan dan Diskusi Publik Korda Fokal IMM Tapsel - Padangsidimpuan.

PADANGSIDIMPUAN, SUMUTPOS.CO – Meski bukan organisasi politik, para pemuda yang tergabung di Koordinator Daerah (Korda) Forum Keluarga Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tapanuli Selatan (Tapsel) – Padangsidimpuan diharapkan bisa sadar politik.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah saat menghadiri Pelantikan dan Diskusi Publik Korda Fokal IMM Tapsel – Padangsidimpuan di Gedung Adam Malik, Jalan Serma Lian Kosong, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Selasa (1/2) kemarin.

Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah menilai sadar politik penting bagi para anak muda karena berkaitan dengan wawasan, ketajaman analisa, berpikir kritis dan kontrol sosial.

“Saya dahulunya tidak pernah terpikir masuk dalam dunia pemerintahan karena yang dahulu saya tahu birokrasinya cukup panjang, apalagi ikut partai politik. Tapi takdir mengantarkan saya menjadi Wagub sekaligus Ketua Partai. Setelah saya masuk, saya sadar ternyata penting bisa kita berpolitik karena seluruh kebijakan, baik itu aturan penganggaran semuanya diputuskan di parlemen bahkan Kepala Daerah dalam menjalankan program harus persetujuan DPR. Kalau pemuda ingin perubahan lebih baik untuk bangsa ini, maka solusinya harus sadar politik,” ujar Ijeck.

Hal terpenting, lanjut Ijeck, pengurus Korda Fokal IMM Tapsel – Padangsidimpuan yang baru saja dilantik diharap dapat memberi sumbangsih kepada kemajuan daerahnya. “Saya berharap di bawah kepemimpinan ketua terpilih Ismail Fahmi Siregar didampingi Sekretarisnya Irfan Adi Saputra dan Bendahara Asrizal Sikumbang beserta seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik membawa perubahan untuk daerah ini lebih baik lagi,” ujarnya.

Ketua Korda Fokal IMM Tapsel – Padangsidimpuan Ismail Fahmi Siregar mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wagub Musa Rajekshah ke acara pelantikan. Ia pun berjanji Korda Fokal IMM Tapsel – Padangsidimpuan akan siap memberikan kontribusi kepada kemajuan Tapsel dan Padangsidimpuan.

“Terima kasih kepada Pak Wagub di tengah kesibukan masih mau hadir dalam acara ini, semoga ke depan kami bisa bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumut. Kami juga siap ikut memajukan Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan,” ujarnya.

Lanjutnya, Fokal IMM juga hadir untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa yang tergabung di IMM, setelah menyelesaikan kuliahnya.

“Nantinya kita memberi jalan kepada adik-adik semua atas permasalahannya karena alumni kita banyak juga sudah sukses di berbagai tempat,” ujarnya.

Pelantikan juga dihadiri Bupati Tapanuli Selatan Dolly Putra Parlindungan Pasaribu dan Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, Tokoh Masyarakat Syahrul Pasaribu, Ketua Fokal IMM Sumut Sahlan Marpaung dan Kordinator Nasional Armyn Gultom. (gus)

Korban Kesetrum Listrik Meninggal Dunia

MENINGGAL: Potret Ruslan Bonang terbujur kaku usai kesetrum arus listrik di Bank Sumut Lima Puluh. Menjelang sehari kemudian, pada Rabu (2/2) pukul 15.00 sore, ia telah meninggal dunia di RS Mitra Sejati Medan.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Pekerja cat bangunan yang tersetrum listrik di Kantor Cabang Bank Sumut Limapuluh, Ruslan Bonang (40) meninggal dunia pada Rabu (2/2) di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Medan.

Paman korban, Abdul Malik (60) mengatakan kondisi Bonang tak dapat terselamatkan lagi, akibat peristiwa tersebut. Meskipun usaha sudah maksimal mendapatkan perawatan secara medis, namun Tuhan berkehendak lain.

“Karena, ini merupakan takdir yang sudah ditetapkan sang Khaliq, tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kini Ruslan Bonang telah tiada dan meninggalkan kami untuk selama-lamanya,” ujarnya melalui seluluer pada Kamis (3/2).

Dijelaskannya, jenazah Ruslan Bonang diberangkat ke TPM Simpang Dolok, yang tak jauh dari tempat kediamannya, yaitu dari Desa Empat Negeri ke Desa Simpang Dolok.

Diberitakan sebelumnya, pada Rabu (2/2) pukul 10.58, pihak keluarga korban, Jimmy menjelaskan, bahwa Ruslan masih berada di ruang Icu RS Mitra Sejati Medan.

Diketahuinya, korban saat ini masih terbujur kaku dan belum bisa banyak bergerak. Dari hasil keterangan pihak dokter RS tersebut, jantungnya dalam kondisi normal.

“Hanya saja tampak di bagian lengan tangan, wajah dan tubuhnya mengelupas seperti luka bakar, katanya kala itu,” ungkapnya. (aci/ram)

Pansus Penggunaan Dana Covid-19 DPRD Humbahas Dinilai Berlebihan

ISTIMEWA Dina Situmeang (posisi berdiri).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Sekaitan terbentuknya Panitia Khusus (Pansus) oleh DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Provinsi Sumatera Utara pada 26 Oktober 2021 lalu, diantaranya Pansus Penggunaan Dana Covid-19, mendapat reaksi beragam dikalangan masyarakat.

Kali ini, dari akademisi Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (Unita), Dina Situmeang. Dia berpendapat, terbentuknya Pansus tersebut terlalu berlebihan.

Pasalnya, mendasari Pansus tersebut tidak terlalu krusial karena tidak berdampak luas kepada masyarakat.

Apalagi, menurut dia, 25 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Humbahas bisa menggunakan hak dan fungsinya melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran penanganan Covid 19 tanpa harus melalui Pansus.

“Saya kira DPRD Humbahas terlalu berlebihan melakukan Pansus soal anggaran Covid-19. Padahal, merekn bisa menggunakan fungsi pengawasan,” katanya kepada sejumlah wartawan, Kamis (4/2) di Dolok Sanggul.

Selain pengawasan, lanjut dosen hukum ini, DPRD Humbahas juga punya peluang dan merupakan kewenangannya pada saat pembahasan anggaran perubahaan yang diatur oleh Undang-Undang.

Namun, justru DPRD Humbahas sudah ketiga kalinya menolak pembahasan anggaran perubahaan. Dan, ketika mereka menolak pembahasan anggaran perubahan, mereka memotong kewenangan mereka sendiri untuk dapat memeriksa eksekutif atau TAPD terkait refokusing anggaran penanganan Covid-19.

Padahal, punya ruang mempertanyakan segala sesuatu tentang anggaran refocusing. ” Ya, semisal apa-apa saja yang direcofusing, kemana dibelanjakan. Nah, dari pembahasan itu kan bisa disetujui atau tidak, dan bisa dihapus. Sementara, kalau Pansus, apa bisa anggaran itu dibatalkan, padahal sudah jalan,” kata Dina.

Kemudian, lanjutnya, pembentukan Pansus yang telah dilaksanakan, apakah melibatkan akademisi atau narasumber yang berkompeten.

Untuk itu, menurut dia, kalau tidak jelas arah pembentukan Pansus cenderung agar popularitas anggota DPRD Humbahas meningkat. Dan ini, hanya membuang waktu tanpa menemukan solusi bagi masyarakat.

” Jadi, ini yang sangat kita herankan, DPRD menolak pembahasan anggaran, tetapi disatu sisi malah mempansuskan. Itulah makanya kita menilai terlalu berlebihan Pansus Covid 19 ini,” katanya.

Perlu diketahui, ada tiga komposisi personalia Panitia Khusus di DPRD. Pertama, Pansus Penggunaan Dana Covid 19 diketuai Guntur Simamora, Wakil Ketua Marolop Situmorang, anggota Marsono Simamora, Sanggul Rosdiana Manalu, Masria Sinaga, Kepler Torang Sianturi, dan Jimmy Togu.

Kedua, Pansus Penyempurnaan Tatib DPRD. Diketuai Manaek Hutasoit, Wakil Mutiha Hasugian, anggota Martini Purba, Minter Hulman Tumanggor, Tingkos Martua Silaban, Moratua Gajah, Laston Sinaga, Poltak Purba.

Ketiga, Pansus Penertiban Aset Daerah. Dengan komposisi personalia diketuai Bresman Sianturi, Wakil Ketua Charles Ary Herianto Purba, anggota Normauli Simarmata, Muslim Simamora, Jamanat Sihite, Daniel Banjarnahor, Bantu Tambunan. (des/ram)