DIABADIKAN: Pengurus Yayasan Harapan Generasi Madani diabadikan bersama, usai rapat kerja tahunan di kantor yayasan, Kamis (9/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seluruh pengurus Yayasan Harapan Generasi Madani diharapkan untuk bisa bekerja dengan cerdas dan ikhlas, dalam menjalankan program kerja yang telah disusun untuk setahun ke depan. Hal ini disampaikan Ketua sekaligus Pendiri Yayasan Harapan Generasi Madani, Subanto, saat membuka Rapat Kerja (Raker) Tahunan di kantor yayasan Jalan Bilal Ujung Medan, Kamis (9/12) lalu.
DIABADIKAN: Pengurus Yayasan Harapan Generasi Madani diabadikan bersama, usai rapat kerja tahunan di kantor yayasan, Kamis (9/12).
Menurut Subanto, dengan didasari kerja cerdas dan ikhlas, program kerja yang dihasilkan dalam raker tahunan tersebut akan dapat terlaksana dengan baik, sesuai keinginan.
“Kekompakan dan kerja sama antar pengurus yayasan juga harus dijaga. Saya bukan siapa-siapa tanpa panjenengan (anda) semua. Pada kesempatan ini, saya mengajak seluruh pengurus untuk dapat bekerja ikhlas dan mampu bekerja dengan cerdas. Jadikan yayasan ini menjadi yayasan yang maju, profesional, dan berkualitas,” ungkap Subanto.
Subanto juga mengatakan, semua pengurus adalah ‘corong’ atau perpanjangan tangan yayasan di tengah-tengah masyarakat. Tanpa adanya dukungan dari semua pengurus, lanjutnya, semua program kerja yang telah dirumuskan tidak akan ada artinya.
“Harapan saya, keberadaan yayasan ini bisa dirasakan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat Medan,” katanya.
Raker yang diikuti puluhan pengurus ini, merumuskan arah kebijakan dan program kerja yayasan selama satu tahun mendatang. Raker yang digelar sehari penuh itu, menghasilkan beberapa program kerja, di antaranya program sosial, program dakwah, dan program pendidikan. (adz/saz)
SELEBRASI: Pemain Timnas Indonesia Ramai Melvin Rumakiek selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kamboja.
SUMUTPOS.CO – TIMNAS Indonesia akan melanjutkan perjuangannya di laga Grup B Piala AFF 2020 melawan Laos pada Minggu (12/12) sore pukul 16.30 WIB. Berdasarkan jadwal Piala AFF, pertandingan antara Laos vs Indonesia akan diselenggarakan di Stadion Bishan, Singapura.
SELEBRASI: Pemain Timnas Indonesia Ramai Melvin Rumakiek selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kamboja.
Duel Indonesia vs Laos di Piala AFF 2020 akan menjadi kali kesepuluh kedua kesebelasan bertanding di kompetisi resmi sepak bola. Bagi Laos, melawan Indonesia adalah sebuah mimpi buruk. Sebab, Laos belum pernah mengukir kemenangan kala berjumpa Indonesia.
Meski tidak disampaikan secara vulgar, Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong bisa memperkirakan Evan Dimas dkk bakal menang mudah menghadapi Laos.
Meski begitu, Pelatih asal Korea Selatan ini akan mempertebal lini belakang, lantaran ini sangat berpengaruh terhadap tim mana yang akan lolos di babak penyisihan Grup B. Shin besar kemungkinan akan memasang Elkan Baggott, termasuk tiga pemain belakang sekaligus yakni Victor Igbonefo, Fachrudin Aryanto dan Ryuji Utomo. Keempat pemain dapat mengisi lini pertahanan terakhir Indonesia, di bantu dengan salah satu bek sayap yang sejauh ini tampil apik yakni Asnawi Mangkualam.
Kebobolan dua gol saat menghadapi Kamboja, benar-benar menjadi pelajaran bagi Timnas Indonesia. Shin Tae yong tentu tak ingin lubang menganga di lini belakang yang berpengaruh terhadap poin Indonesia di lini belakang.
Tak kalah pentingnya adalah penguasaan bola. Indonesia terlalu cepat menggulirkan bola ke jantung pertahanan lawan, yang sebenarnya sudah siap menahan gempuran dan pergerakan cepat. Ini terlihat dari statistik yang ditunjukan PSSI.
Sementara di lini tengah, Indonesia tak akan kehabisan stok pemain. Evan Dimas, Rachmat Irianto dan Ramai Rumakiek kemungkinan akan tampil sejak peluit babak pertama dibunyikan. Lini tengah, sejauh ini memberikan andil besar terhadap terciptannya gol saat Timnas Indonesia mengahdapi Kamboja.
Evaluasi harus pula dilakukan di lini depan yang sejauh ini belum dapat memberikan kontribusi gol. Ezra Walian yang dipasang sejak menit awal, sejauh ini tampil bagus, dia mampu membuka pergerakan lawan hingga rekan-rekannya masuk lebih leluasa.
Tapi dari beberap catatan yang ada, peluang gol dari tendangan ke arah gawang yang dilesakan Ezra Walian kerap jauh dari titk sasaran tembak. Terkesan Ezra Walian terburu-buru tanpa memperhitungkan kemana arah bola yang akan dituju. Ini dapat dipahami lantaran, pergerakan di kotak penalti harus cepat.
Pecinta bola di Tanah Air, tentu sudah menunggu kontribusi Ezra Walian di AFF Suzuki Cup 2020. Gol adalah bukti otentik dari kemampuan seorang pemain khususnya mereka yang dipercaya sebagai starter pernyerang Timnas Indonesia.
Usai laga versus Kamboja, Shin Tae-yong mengakui, pertandingan pertama sangat sulit bagi pemain. Tetapi gol cepat anak asuhnya membuat hasil yang baik untuk Indonesia. Shin Tae-yong juga menyoroti fisik para pemainnya yang dinilai belum prima di laga kontra Kamboja ini.
“Kami melakukan pemusatan latihan di tempat sejuk (Turki), tetapi ke Singapura jadi panas. Itu membuat kondisi pemain menjadi turun, jadi ada bagian yang harus saya perbaiki ke depannya,” tuturnya.
Semoga saja, prediksi susunan Timas Indonesia hadapi Laos benar-benar matang, dan dapat mempertebal kekuatan pertahanan sejalan dengan kepiawaian pemain depan dalam memproduksi gol ke Tim Laos di ajang Piala AFF 2020 di Singapura.(bbs)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara masih menunggu arahan dari pemerintah pusat sekaitan pelaksanaan vaksin ketiga atau booster. Sejauh ini, Pemprov Sumut masih berupaya mengejar target vaksinasi 70 persen yang bertujuan menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok.
Ilustrasi: Vaksin Covid-19.
“Menunggu petunjuk Kementerian Kesehatan, perkiraan kita di Januari (2022),” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Ismail Lubis menjawab Sumut Pos, Jumat (10/12).
Diketahui, ada beberapa jenis vaksin yang tersedia untuk diberikan sebagai dosis ketiga vaksin Covid-19, yaitu vaksin Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Sinopharm. Mengenai hal ini, Ismail kembali menyebut, pihaknya tetap menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan. “Ya, belum ada petunjuk,” katanya.
Begitupun, pihaknya saat ini masih berupaya mengejar target herd immunity. Yakni hingga 21 November lalu, penyuntikan vaksin Covid-19 dosis pertama masyarakat Sumut, mencapai 58,45 persen atau sudah sebanyak 6.675.016 orang.
Adapun sasaran vaksinasi bagi masyarakat Sumut, sebut dia, sebanyak 11.419.559 orang, meliputi tenaga kesehatan (nakes), lansia, petugas publik, masyarakat rentan dan masyarakat umum, serta anak atau remaja usia 12-17 tahun. Sementara itu, untuk masyarakat yang sudah menerima dosis kedua Vaksin Covid-19 di Sumut mencapai 40,74 persen atau sebanyak 4.652.440 orang.
Selain itu, Dinkes Sumut juga menargetkan capaian vaksinasi Covid-19 terhadap pelajar tingkat SMA/SMK di Sumut bisa 100 persen sebelum tahun 2022. Sejauh ini, vaksinasi pelajar di Sumut sudah mencapai 70 persen lebih.
“Berdasarkan data dari Satgas Sumut, vaksinasi pelajar di Sumut sudah 70 persen lebih hingga awal Bulan Desember ini. Kita berharap sebelum awal tahun baru 2022 capaiannya sudah 100 persen,” kata Ismail.
Capaian vaksinasi pelajar tertinggi ada di tiga kabupaten, yaitu Batubara, Langkat dan Asahan. Tiga kabupaten ini, kata Ismail, sudah lewat dari 60 persen pelajar dilakukan vaksinasi.
Menurut Ismail, kendala dalam memberikan vaksinasi kepada pelajar hanya stok vaksin yang kurang. Saat ini, katanya, mungkin hanya 1 persen pelajar yang tidak diizinkan untuk vaksin atau pelajar itu sendiri yang tidak mau. “Artinya, semua sudah pada mau vaksin hanya saja keterbatasan stok vaksin membuat mereka harus menunggu,” katanya.
Ismail mengatakan, pihaknya akan terus menggenjot vaksinasi baik kepada masyarakat, pelajar ataupun lansia. Pihaknya juga terus memberi imbauan tentang pentingnya vaksinasi dalam menjaga kekebalan tubuh di masa pandemi Covid-19.
Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beberapa waktu lalu menyebutkan, bahwa hingga akhir 2021, jumlah masyarakat yang mendapatkan vaksin harus mencapai 70 persen.
Ia mengaku, hal tersebut bisa terwujud bila mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat Sumut. “Di akhir Desember (2021) dia harus sudah 70 persen. Maka kita bersama-sama, tolong menolong melakukan vaksinasi rakyat kita yang jauh-jauh itu, tidak segampang seperti apa yang kita ucapkan,” ujarnya.
Diakuinya kendala di lapangan yang kerap terjadi yaitu, kebutuhan dosis vaksin yang sangat terbatas dari pemerintah pusat. Sebab gunanya vaksin untuk membuat imun manusia meninggal sehingga mencegah terpapar Covid. “Vaksinnya ada, vaksinator ada, tapi rakyatnya tak mau divaksin. Untuk itu bantu support,” pungkasnya. (prn)
SUMUTPOS.CO – Kejayaan kembali rempah-rempah Indonesia di pasar global, akan dimulai dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Hal itu tentu bukan sekadar mimpi, mengingat Sumut sejak dulu sudah dikenal sebagai wilayah penghasil rempah di bumi ibu pertiwi.
DISKOMINFO SUMUT FOR SUMUT POS PERINGATAN HRN: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mendampingi Wapres RI, Ma’ruf Amin saat membuka acara peringatan Hari Rempah Nasional dan Pembukaan Expo Indonesia Spices Business Forum and Expo (ISBFE) 2021 di Hotel Niagara Parapat, Simalungun, Jumat (10/12).
Optimisme tersebut disampaikan Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin saat memberi sambutan pada acara Peringatan Hari Rempah Nasional (HRN) I/2021 di Niagara Hotel Lake Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun, Jumat (10/12). Menurutnya, bukan tanpa alasan Sumut dipilih sebagai tuan rumah pertama HRN. “Selain di sini Danau Toba sebagai salah satu dari lima kawasan super prioritas, kawasan ini juga pusat tanaman rempah,” kata Ma’ruf.
Melalui acara berskala dunia itu pula, dia yakin akan membuka jalan lebih luas mendorong kejayaan rempah Indonesia di pasar dunia. Ia pun berharap, Indonesia secepatnya tidak lagi sebagai negara pengekspor bahan mentah rempah. Karena itu, hilirisasi produk rempah perlu diperkuat untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani.
“Kita kebanyakan mengekspor bahan mentah yang membuka peluang negara lain mengolahnya dan hasilnya diimpor ke Indonesia. Kita harus keluar secepatnya dari (kondisi) ini, dengan mempercepat revitalisasi industri olahan rempah,” kata Wapres.
Ma’ruf Amin juga mengajak semua pihak agar aware dan kalau bisa ikut terlibat dalam kampanye komoditas rempah yang potensinya luar biasa di Indonesia. Yakni lewat kampanye Spice Up The World.
Menurut Wapres, Indonesia memiliki anugerah kekayaan alam yang sangat besar berupa rempah-rempah yang kualitasnya sudah diakui di dunia internasional. Ekspor rempah pun telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara utama tujuan pembeli.
Oleh karena itu, potensi besar ini harus dapat dimanfaatkan oleh seluruh pihak, salah satunya melalui kampanye Spice Up The World agar rempah dan kuliner Indonesia dapat semakin mendunia.
“Pemanfaatan komoditas rempah erat kaitannya dengan perkembangan kuliner. Dalam kesempatan ini, saya ingin kita semakin gencar mempromosikan Indonesia dalam kampanye Spice Up The World,” tutur Wapres.
Lebih lanjut Wapres menyampaikan, kampanye ini menjadi penting agar citra kuliner Indonesia berbasis rempah dapat lebih dikenal lagi di manca negara. Sebab, tidak dipungkiri saat ini banyak sekali warga asing yang menyukai makanan dan minuman khas Indonesia.
Namun Wapres juga mengingatkan, peningkatan citra ini perlu diiringi dengan konsistensi dalam kualitas produk yang ditawarkan. Sebab, kualitas tersebut akan menjadi ciri khas yang diingat dan diminati oleh masyarakat luas.
“Kekuatan branding kuliner ini perlu dibangun dengan tetap menonjolkan kualitas produk yang mencerminkan kualitas pikir, kualitas karya, kualitas kinerja, serta kualitas hidup bangsa Indonesia,” urainya.
Wapres mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan jajaran otoritas untuk bahu-membahu mengelola kekayaan bumi nonmigas ini agar dapat terus dilestarikan dan dikembangkan. Sehingga semakin membawa manfaat bagi rakyat, bangsa, dan negara.
“Sekali lagi saya ingin mengajak kita semua bangkit untuk mengelola kekayaan bumi kita Indonesia secara bijak, karena itulah keunggulan komparatif kita yang diakui dunia,” pungkasnya.
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang turut hadir juga berharap, melalui kegiatan ini mampu mendongkrak industri rempah Sumut. Ia menyebut, ada beberapa rempah berkualitas ekspor dari Sumut seperti kemiri, lada, andaliman, kapulaga, cengkeh, jahe dan kunyit. Sebagian besar produk ini berasal dari Tapanuli, Simalungun, Dairi, Tanah Karo, dan Humbang Hasundutan. Pemprov Sumut akan memperkuat pemberdayaan petani dan UKM.
“Kita terus latih petani dan UKM untuk memperluas pasar rempah. Kita harap rempah dan hasil perkebunan menjadi andalan Sumut sebagai salah satu penggerak ekonomi,” ujarnya yang hadir bersama Ketua TP PKK Sumut sekaligus Ketua Dewan Rempah Indonesia (DRI) Sumut, Nawal Lubis.
Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, saat ini Indonesia masuk 10 besar negara penghasil rempah dunia setelah Etiopia, Turki dan beberapa negara lain. Limpo berjanji Indonesia masuk tiga besar dalam beberapa tahun ke depan.
“Dengan bantuan seluruh stakeholders saya janji kita akan berada di tiga atau dua besar. Kurang apa perkebunan kita, kurang apa pertanian kita? Saya kira bila pertanian kita diakselerasi secara baik maka akan memberikan hasil yang luar biasa,” katanya.
Pada hari bersejarah peringatan pertama HRN ini, Sumut menandainya dengan ekspor kayu manis dan kopi senilai Rp2,66 miliar. Selain itu juga dilakukan penanaman serentak rempah secara nasional melalui video konferens.
Turut hadir Ketua Umum DRI, Gamal Nasir, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, dan Sekda Provinsi Lampung, Sutono. (prn)
RALLY: Peserta Danau Toba Rally 2021 yang membawa nama Toba Pulp Lestari saat menuju garis start.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Toba Pulp Lestari Tbk mendukung penuh perhelatan Danau Toba Rally 2021 guna mendukung kebangkitan pariwisata di kawasan Danau Toba.
Dalam hal ini, PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) menyediakan lintasan rally sepanjang 132 kilometer di kawasan konsesi perseroan, yang berlokasi Aek Nauli, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Lintasan rally di kawasan ini sebelumnya pernah menjadi lokasi untuk event internasional, yakni menjadi bagian lintasan SS pada World Rally Championship 1996 dan 1997, dan juga dipergunakan sebagai lintasan pada Kejurnas Rally tahun 2007, serta terakhir pada Kejurnas Rally 2019.
Direktur TPL Anwar Lawden menuturkan, perseroan bersyukur dan bangga dapat menjadi bagian dari event untuk memajukan pariwisata di Sumatera Utara, khususnya di kawasan Danau Toba.
“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan rally di kawasan konsesi perusahaan. Selama ini PT TPL mengelola kawasan konsesi secara berkelanjutan dan hal itu mendorong potensi unggul lain dari konsesi untuk sport tourism,” kata Anwar, Jumat (10/12/2021).
Sementara itu Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menjelaskan event Danau Toba Rally 2021 bisa menjadi sarana promosi untuk pariwisata di Sumatera Utara.
Selama penyelenggaraan, seluruh kamar hotel di Parapat telah penuh dipesan oleh tim peserta rally maupun para tamu yang hadir.
“Jika di Mandalika ada sirkuit untuk Superbike, di Aek Nauly Sumatera Utara ada lintasan untuk rally internasional. Ini potensial untuk mendorong pariwisata,” kata Wagub.
Event rally kali ini diikuti oleh 56 peserta, dan di antara peserta yang hadir terdapat pereli papan atas nasional, seperti Richardo Gelael, Sean Gelael, serta Subhan Aksa.
Wagub Sumut pun juga ambil bagian sebagai peserta dalam event Danau Toba Rally 2021.
Protokol kesehatan diterapkan secara penuh dalam event ini, sehingga tidak ada penonton yang hadir.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan ajang rally ini bisa mengakses melalui Facebook dengan akun Toba Pulp Lestari
Pemberdayaan UMKM
Dalam event Danau Toba Rally 2021, PT TPL turut menghadirkan produk UMKM binaan perseroan.
Saat ini TPL membina banyak pelaku UMKM di sekitar kawasan konsesi.
Sejumlah produk unggulan dampingan perusahaan yang dihadirkan di event ini di antaranya kopi, madu, hingga keripik. Dari Simalungun, hadir kopi dari Sihaporas dan Nagori Sibaganding. Selain madu Takoma dari Sait Buttu.
Di lokasi rally, booth CSR TPL menyediakan kopi Sihaporas gratis untuk seluruh peserta dan panitia. Produk – produk CSR diatas juga dibagikan kepada seluruh perally sebagai promosi produk lokal berkualitas.
Selain itu, hadir pula produk-produk UMKM yang berada di bawah binaan Pemprov Sumut. (rel/ram)
Kadis Perkebunan Sumut Lies Handayani mewakili Pemprov Sumut pada peringatan Hari Perkebunan ke-64 dan Hari Rempah Nasional I di Hotel Niagara, Parapat, Simalungun, Jumat .DISKOMINFO SUMUT FOR SUMUT POS.
SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Peringatan Hari Perkebunan ke-64 menjadi momen bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) untuk kembali meminta Dana Bagi Hasil (DBH) hasil perkebunan yang sampai saat ini belum nyata. Dengan lahan perkebunan sawit yang luas, Pemprov Sumut meminta kepada Pemerintah Pusat setidaknya hingga 60 persen dari hasil perkebunan.
Kadis Perkebunan Sumut Lies Handayani mewakili Pemprov Sumut pada peringatan Hari Perkebunan ke-64 dan Hari Rempah Nasional I di Hotel Niagara, Parapat, Simalungun, Jumat .DISKOMINFO SUMUT FOR SUMUT POS.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Sumut Lies Handayani Siregar, usai Peringatan Hari Perkebunan ke-64 dan Hari Rempah Nasional di Hotel Niagara, Parapat, Kabupaten Simalungun, Jumat (10/12). “Sumut memiliki lahan sawit yang sangat luas sekitar 2 juta hektare. Dengan luas begitu, tentunya menghasilkan CPO yang memiliki nilai ekonomi yang besar,” ujarnya.
Dengan begitu, kata Lies, diharapkan penghasilan dari perkebunann
tersebut bisa digunakan untuk kemaslahatan masyarakat. Terutama pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan dan berbagai fasilitas umum lainnya. “Selama ini kita sudah perjuangkan, dan terus kita perjuangkan, namun hingga saat ini kita belum mendapatkan bagi hasil yang nyata,” ungkap Lies.
Disampaikan juga, Pemprov Sumut sudah memperjuangkan DBH sawit sejak lama. Sumut juga menerima dampak yang besar mulai dari lingkungan, kerusakan infrastuktur dan lainnya. “DBH sudah begitu lama kita perjuangkan, supaya pendapatan daerah kita besar dan bisa kita gunakan sesuai keperluan kita, khususnya memperbaiki jalan dan infrastruktur lainnya, “ kata Lies.
Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan, dalam momentum hari perkebunan yang jatuh pada 10 Desember merupakan tonggak agar perjuangan perkebunan bangkit. Serta dapat memberikan sumbangsih perekonomian.
Sejak dulu, bahkan hasil perkebunan Indonesia memberikan sumbangan 15 persen PDB Belanda. Karena itu, Wapres meminta agar perkebunan bangkit lagi. Terutama dengan cara tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, melainkan dengan memproduksi produk jadi.
Diketahui, Hari Perkebunan diperingati untuk mengingat nasionalisasi 500 perusahaan perkebunan Belanda pada tahun 1957. Tahun ini, Peringatan Hari Perkebunan ke-64 dirangkai dengan Hari Rempah Nasional yang dilaksanakan di Hotel Niagara, Parapat, Kabupaten Simalungun.
Lagi, Gubsu Terima Penghargaan
Bertepatan dengan Peringatan Hari Perkebunan ke-64 dan Hari Rempah Nasional ke-1 kemarin, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menerima penghargaan Anugerah Pratama Perkebunan Indonesia (APPI) Kementerian Pertanian dari Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo. Penghargaan APPI kategori birokrasi itu diberikan kepada mantan Pangkostrad itu, karena dinilai berkontribusi dalam pengembangan perkebunan Sumut, terutama sawit dan hilirisasi perkebunan.
Gubernur Edy Rahmayadi berterima kasih diberi kepercayaan menerima penghargaan itu. “Ini semakin memacu kami, Sumut bekerja lebih keras,” kata Edy Rahmayadi didampingi Ketua TP PKK yang juga Ketua Dewan Rempah Indonesia (DRI) Sumut, Nawal Lubis.
Ini kedua kalinya Edy Rahmayadi mendapat penghargaan APPI dari Kementan RI. Sebelumnya tahun 2020 dia juga meraih penghargaan serupa berkat upayanya mendukung hilirisasi produk perkebunan dan ekspor sawit. Ke depan, Edy berharap, produk perkebunan lain terutama rempah bisa lebih berkembang lagi. “Bertepatan hari ini peringatan Hari Rempah Nasional, saya harap komoditi ini semakin berkembang sehingga petani rempah bisa lebih sejahtera,” terang Edy.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Sumut memiliki potensi luar biasa di bidang perkebunan, hanya saja perlu akselerasi yang tepat. Di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi, dia optimis perkebunan Sumut akan lebih maju.
“Sumut punya potensi luar biasa di bidang perkebunan dan pertanian, hanya saja butuh sedikit dorongan agar memberikan hasil yang luar biasa. Saya yakin di bawah Pak Edy ini akan berjalan dengan baik,” kata Limpo.
Hadir pada peringatan Hari Perkebunan dan Hari Rempah Nasional yang dibuka oleh Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin tersebut, di antaranya Ketua Umum DRI Gamal Nasir, Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hassanudin, dan Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak. (prn)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk memastikan kesiapan petugas dan peralatan dalam menjaga keandalan kelistrikan selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), PLN UIW Sumatera Utara melaksanakan apel siaga.
Pelaksanaan apel siaga dan gelar peralatan dilakukan di halaman parkir kantor PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara di ikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) di pimpin langsung oleh General Manager PLN UIW Sumut Pandapotan Manurung.
“Hari ini kita lakukan apel siaga menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, kegiatan ini dilakukan secara serentak di PLN Regional Sumatera dan Kalimantan. Apel siaga ini untuk memastikan seluruh peralatan dan petugas kita siap dalam menghadapi perayaan tersebut. Kegiatan ini diikuti sebanyak 10 UP3, 1 UP2D dan 67 Unit Layanan Pelanggan yang berada di wilayah kerja PLN UIW Sumatera Utara,” ujar Pandapotan Manurung.
Dalam menyambut Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, PLN UIW Sumatera Utara menyiagakan sebanyak 2.922 personel pelayanan teknik , 288 posko dan 4 petugas PDKB yang tersebar di 67 Unit Layanan Pelanggan yang ada di Sumatera Utara. Dengan jumlah personel dan posko yang sudah cukup banyak ini mudah-mudah dapat dengan cepat dan tanggap dalam menyelesaikan setiap gangguan dan keluhan dari para pelanggan kita sehingga perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 akan berjalan dengan hikmat dan nyaman.
PLN UIW Sumatera Utara sendiri sudah mengimplementasikan Core Value AKHLAK dan diselaraskan pada Budaya Perusahaan dalam melaksanakan seluruh proses bisnis. Untuk itu diminta kepada seluruh pegawai dan petugas pelayanan teknik untuk ikut mengimplementasikan Core Value AKHLAK dalam melayani pelanggan dan sebagai garda terdepan dalam menjawab dan menyelesaikan setiap gangguan dan keluhan dari stakeholder.
“PLN UIW Sumatera Utara telah siapkan 388 buah Unit Gardu Bergerak (UGB) 55 genset berbagai ukuran yang tersebar di beberapa ULP, agar pelanggan yang melaksanakan perayaan natal dan tahun baru dapat menjalankan ibadahnya dengan nyaman dan hikmat,” tambahnya.
Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, General Manager menghimbau agar seluruh petugas untuk tetap mematuhi SOP dalam bekerja, menggunakan Alat Pelindung Diri saat bekerja di lapangan dan senantiasa mengimplementasikan PS4 dalam menghadapi yaitu Penampilan, Senyum, Salam, Sapa dan Santun.
PLN UIW Sumatera Utara terus berkomitmen untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik, khususnya pada perayaan hari – hari besar keagamaan, seperti perayaan Natal dan Tahun Baru. (ila)
MACET: Kemacetan terjadi di jalan Medan Berastagi. Jelang Nataru operasional kendaraan bertonase tinggi pada ruas Medan-Berastagi, akan dibatasi pada Sabtu, Minggu dan hari libur nasional lainnya.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 berlangsung sekitar dua pekan lagi. Dinas Perhubungan (Dushub) Sumatera Utara tetap menggunakan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 Tahun 2021, sebagai pedoman pencegahan dan penanggulangan Covid-19 selama Nataru.
MACET: Kemacetan terjadi di jalan Medan Berastagi. Jelang Nataru operasional kendaraan bertonase tinggi pada ruas Medan-Berastagi, akan dibatasi pada Sabtu, Minggu dan hari libur nasional lainnya.
“Dalam Inmendagri terbaru itu, sudah diatur kapasitas penumpang untuk semua moda baik darat, laut, dan udara yakni 75 persen dari total kapasitas transportasi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Lalulintas Darat, Agustinus Panjaitan menjawab Sumut Pos, Jumat (10/12).
Seiring pembatalan penyeragaman PPKM Level 3 di masa Nataru, kata dia, Inmendagri itu sudah cukup menjadi rujukan Pemprov Sumut maupun Pemda di Sumut untuk menjalankan operasional di lapangan. Ditambah lagi surat edaran dari Kemenhub, sebagai petunjuk teknis bagi seluruh satuan perhubungan.
“Antara lain diatur wajib minimal telah vaksin dosis pertama, yang diperlihatkan melalui aplikasi pedulilindungi. Begitupun untuk angkutan pribadi, sudah tertera panduan aturannya sebagaimana angkutan umum,” katanya.
Diakui Agustinus, adapun yang mendapat atensi khusus selama masa Nataru ini yakni, pada ruas Medan-Berastagi. Bahwa untuk jenis angkutan delapan ton ke atas, akan dibatasi jam operasionalnya. Itu pun dikecualikan pada kendaraan pengangkut logistik, bahan bakar minyak dan sejenisnya.
Dalam hal ini, sebut dia, mengikuti Permenhub Nomor PM 75/2021 tentang Pengaturan Lalulintas Mobil Barang di Ruas Jalan Batas Kota Medan-Batas Kabupaten Karo No.052 (Medan-Berastagi) dan Ruas Jalan Batas Kota Pematangsiantar-Parapat Nomor 065; Normalisasi Kendaraan Angkutan Barang. “Dulu sebelum ada PM 75, setiap masa Nataru dan Lebaran selalu kami atur petunjuk teknisnya, tapi sekarang tinggal menerapkan saja,” katanya.
Sesuai PM 75 itu, operasional kendaraan bertonase tinggi pada ruas Medan-Berastagi, akan dibatasi pada Sabtu, Minggu dan hari libur nasional lainnya mulai pukul 06.00 sampai 22.00 waktu setempat. “Berkaca pada Inmendagri untuk Nataru, tentu sejak 24 Desember hingga 2 Januari 2022 berlaku diterapkan. Saat ini pemda sedang mengerjakan pemasangan rambu-rambu untuk mendukung aturan tersebut di lapangan,” katanya.
Sementara untuk operasional mobil barang di ruas jalan nasional Parapat, akan dialihkan ke jalur alternatif ruas jalan lingkar luar Parapat. Objek pengecualian mobil barang dari dan menuju ke pelabuhan penyeberangan Ajibata serta memiliki surat muatan. “Harapan kita, hindari bepergian di masa Nataru jika tidak begitu penting agar sama-sama kita mampu mengendalikan pandemi Covid-19,” pungkasnya. (prn)
SAMBUT: Wabup Langkat H. Syah Afandin sambut kedatangan Kasdam I/BB.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Pemkab Langkat memperingati hari jadi (HUT) ke 138 pertambangan minyak di Pangkalan Berandan, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Kamis (9/12).
SAMBUT: Wabup Langkat H. Syah Afandin sambut kedatangan Kasdam I/BB.
Bupati Langkat Terbit Rencana PA diwakili Wakil Bupati H. Syah Afandin menyampaikan kegiatan eksplorasi minyak di Indonesia, dimulai dari Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, sebagai sumur produksi pertama yang di bor pada tahun 1883.
Lalu disusul Royal Dutch Company di Pangkalan Berandan pada 1885, dan kini menjadi monumen Berandan Bumi Hangus.
“Dari wilayah yang sederhana, mampu membiayai 70 persen APBN. Sehingga bisa memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan Indonesia waktu itu”,ungkap Syah Afandin.
Pemerintah Kabupaten Langkat berharap Pertamina di wilayah Pangkalan Berandan maupun Pangkalan Susu dapat terus menggiatkan usahanya.
Wakil Bupati Syah Afandin juga mengapresi pentingnya menghargai arti sebuah sejarah untuk menguatkan eksistensi Pertamina Pangkalan Berandan dan Pertamina Pangkalan Susu, agar terus melakukan meningkatkan usaha untuk kebaikan masyarakat dan bangsa.
Sementara itu, tokoh masyarakat Sumut Samsul Arifin, mengatakan banyak tokoh sejarah dari Pangkalan Berandan yang mendedikasikan dirinya waktu itu untuk Pertamina, di antaranya adalah Ibnu Sutowo. “Acara ini sebagai bentuk penghargaan bagi pengorbanan dan dedikasi mereka, hingga tambang minyak bisa terus berproduksi hingga saat ini,” kata Syamsul Arifin.
Disebutkannya, tambang minyak Pangkalan Brandan di Desa Telaga Said, merupakan salah satu bukti sejarah ditemukannya minyak bumi pertama kali di Indonesia. Sedangkan Punco Sutowo menyampaikan, saat ini minyak sudah kering di Pangkalan Berandan.
“Butuh kejelian agar pertambangan minyak bisa bangkit kembali”, ucap punco.
Untuk diketahui, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Ibnu Sutowo, D.Sc salah satu tokoh yang mengembangkan PN Permina, perusahaan minyak negara yang kemudian berubah menjadi PT Pertamina.
Peringatan HUT ke-138 Pertambangan Minyak ini juga dihadiri Kasdam I/BB Brigjen TNI Purwito Hadi Wardoyo, perwakilan Polda Sumut, Keluarga Almarhum Prof. Dr. H. Ibnu Sutowo.
Kemudian, Ketua DHD-45 Provsu Mayjen Purn Hasyim, Generalisasi Supervisor pertamina Pangkalan Berandan M Natsir, Ketua PWI Sumut H Farianda Putra Sinik, Ketua PWI Langkat M. Darwis Sinulingga, para Kepala Perangkat Daerah, Forkopimda dan tokoh masyarakat Sumut dan Kabupaten Langkat, serta para undangan lainnya. (mag-6/han)
Berbagi Kasih Natal WOM Finance, Bagikan Ratusan Kado Ke Anak Disabilitas.(ist).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berbagi kasih Natal, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) Kantor Cabang Medan I menyalurkan bantuan atau kado natal bagi anak-anak penyandang disabilitas di Pendidikan SLB B (Tuna Rungu) Karya Murni yang terletak di Jalan HM. Joni, Kota Medan, Sabtu (11/12).
Berbagi Kasih Natal WOM Finance, Bagikan Ratusan Kado Ke Anak Disabilitas.(ist).
Berbagi kebahagiaan bersama anak-anak disabilitas dengan tema Corporate Social Responlibility (CSR) Natal tahun 2021 “Berbagi Kasih Bersama Anak Disabilitas”. Dimana, WOM Finance ingin tetap menjaga konsistensi dalam upaya WOM Finance mewujudkan cita-cita anak bangsa dan perbaikan kualitas taraf hidup mereka, terlebih di Hari Raya Natal.
WOM Finance Kantor Cabang Medan 1 membagikan 300 paket Kado Kasih Natal ke Pendidikan SLB B (Tuna Rungu) Karya Murni dan 6 (enam) Panti Disabilitas lainnya di Medan, yaitu Yayasan Pembinaan Anak Cacat, Panti Asuhan Bakti Luhur, Yayasan Cahaya Natanael, Panti Asuhan Grace Bethesda Abadi Helvetia, Panti Asuhan Lima Bintang dan Panti Asuhan Seindah Mentari.
Penyerahan Kasih Natal ini diberikan langsung oleh Business Unit Head WOM Finance Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Effendi Simatupang dan diterima oleh perwakilan Panti-Panti Disabilitas tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat karena masih dalam masa pandemi Covid-19.
Effendi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur WOM Finance atas berbagai hal yang dilalui WOM Finance di tahun 2021. Meski tahun 2021 ini masih dilanda pandemi, tetapi WOM Finance Kantor Cabang Medan 1 masih tetap beraktifitas untuk melayani konsumen setia WOM Finance.
“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi semangat dan sukacita Natal kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami ingin berbagi berkat yang telah kami terima kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucap Effendi.
Dalam kegiatan ini, WOM Finance menyerahkan Kado Kasih Natal berupa handuk, beragam snack dan donasi dana untuk panti kepada masing-masing Panti Disabilitas. Pemberian Kado Kasih Natal serupa juga dilaksanakan di 10 (sepuluh) kota secara serentak, yaitu Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Mojokerto, Medan, Palembang, Balikpapan, Palopo, Gowa dan Ciputat.
“WOM Finance secara berkelanjutan ingin terus berperan aktif dalam usaha-usaha peningkatan kualitas hidup komunitas serta inisiatif-inisiatif sosial lainnya. Melalui program ini, Perusahaan berharap dapat berbagi kebahagiaan kepada masyarakat di sekitar area kerja perusahaan yang telah ikut menyokong pertumbuhan perusahaan,” tandas Effendi.(gus)