NAIK PANGKAT: Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira (kanan) memberi salam kepada anggota naik pangkat di Halaman Mapolres Asahan, Sabtu (1/1),
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH pimpin pelaksanaan upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Personel Polres Asahan di Halaman Mapolres Asahan, Sabtu (1/1). Personel yang naik pangkat itu terdiri dari pangkat ajun komisaris polisi (AKP) ke komisaris polisi (Kompol) sebanya dua orang, inspektur satu (Iptu) ke AKP 4 orang, inspektur dua (Ipda) ke ke Iptu 11 orang, asisten inspektur dua (Aipda) ke asisten inspektur satu (Aiptu) 12 orang, Brigadir kepala (Bripka) ke Aipda 11 orang, Brigadir ke Bripka 8 orang, Brigadir satu (Briptu) ke Brigadir 5 orang, dan brigadier dua (Bripda) ke Briptu 1 orang.
NAIK PANGKAT: Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira (kanan) memberi salam kepada anggota naik pangkat di Halaman Mapolres Asahan, Sabtu (1/1),
Dalam amanatnya Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH selaku Inspekstur upacara, menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ini merupakan satu kesejahteraan setiap personel. “Namun untuk mendapatkan kenaikan pangkat harus diperjuangkan dengan memenuhi tuntutan tugas sesuai persyaratan yang ada, antara lain harus memenuhi persyaratan secara administrasi maupun kesamaptaan yang telah ditetapkan kemudian penilaian atasan terhadap sikap dan prilaku sehari hari serta prestasi kerja yang ditunjukkan juga menjadi pertimbangan, sehingga kenaikan pangkat ini benar benar merupakan hasil kerja keras dan dedikasi tinggi, serta prestasi kerja yang telah ditunjukkan oleh personil,”kata Kapolres.
Di akhir amanatnya, menyampaikan atas nama ribadi Kapolres Asahan mengucapkan selamat kepada personel atas kenaikan pangkatnya,
“Selamat kepada rekan rekan yang naik pangkat dan pendamping bhayangkari saya ucapkan selamat, serta terus dampingi suaminya untuk berkarya dengan baik,” tandas Kapolres.(dat/azw)
RAZIA: Kapolres Tebingtinggi AKBP M Kunto Wibisono saat memimpin razia Aplikasi PeduliLindungi kepada masyarakat pengendara motor di Tebingtinggi, Minggu (2/1).
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochammad Kunto Wibisono memimpin pelaksanaan kegiatan pengecekan Aplikasi PeduliLindungi dan kartu vaksin bagi pengendara bermotor yang melintas di depan Mako Polres Tebingtinggi Jalan Pahlawan, Minggu (2/1).
RAZIA: Kapolres Tebingtinggi AKBP M Kunto Wibisono saat memimpin razia Aplikasi PeduliLindungi kepada masyarakat pengendara motor di Tebingtinggi, Minggu (2/1).
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat yang melintas sudah melaksanakan vaksin. Bagi pengendara yang belum melaksanakan vaksin maka diarahkan untuk melaksanakan vaksinasi di Aula Kamtibms Polres Tebingtinggi.
Di sela sela kegiatan Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochammad Kunto Wibisono mengatakan bahwa dalam libur tahun baru ini personel kepolisian tetap melakukan pengamanan sekaligus terus melaksanakan program vaksinasi agar warga Kota Tebingtinggi seluruhnya telah divaksinasi.
“Dengan adanya terus vaksinasi, kita berharap tidak ada lagi warga Kota Tebingtinggi yang terpapar Covid-19. Tetapi walaupun sudah divaksinasi, masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan yang ada terutama memakai masker, menghindari kerumunan, menjauhi mobilitas warga serta menjaga jarak,” bilangnya.
Kapolres juga mengimbau kepada seluruh Masyarakat Kota Tebingtinggi untuk tidak melakukan mudik atau perjalanan liburan ke luar kota apalagi ke luar negeri, karena saat ini ada varian jenis Omicron yang mengancam kita dan penularannya sangat lebih cepat dari varian delta.
“Bagi masayarakat yang tidak ada berkepentingan mendadak untuk melakukan perjalanan ke luar kota agar tetap di rumah saja, karena bila ada kepentingan yang tidak harus jumpa bisa melakukan video call atau yang lainnya. Mari kita jaga kesehatan kita dalam menghindari Varian omicron ,” pungkas AKBP M Kunto. (ian/azw)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Panel Survei Indonesia (PSI) merilis hasil survei terhadap kriteria kepemimpinan nasional 2024-2029 yang dinginkan oleh masyarakat. Dari hasil survei yang dilakukan pada 14-29 Desember 2021 dengan total sampel 1.820 responden tersebar di 34 provinsi itu terungkap, keinginan masyarakat dalam kepemimpinan 2024 adalah kepemimpinan yang kuat di tiga aspek, antara lain aspek ekonomi, pemerintahan yang bersih dan pemerintah yang mengutamakan stabilitas politik, keamanan nasional.
“Survei menunjukkan 89,9 persen masyarakat menginginkan kemajuan ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi, 84,2 persen menginginkan pemerintahan yang bersih dan 70,3 persen masyarakat menginginkan pemerintah yang mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional,” ungkap Direktur Eksekutif PSI, Andri Gunawan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, kemarin (2/1).
Sedangkan pemerintah yang kuat menurut masyarakat yang jika Presiden didukung oleh mayoritas DPR,, sebanyak 82,9 persen, didukung pelaku bisnis/dunia usaha baik dalam dan luar negeri 88,6 persen, serta yang menyatakan mampu mengendalikan aparat hukum dan keamanan sebanyak 90,7 persen.
Dari hasil survei ini, lanjut Andre, jika pemilihan presiden digelar hari ini dan mengacu kepada tiga aspek kepemimpinan yakni ekonomi, pemerintahan yang bersih dan pemerintahan yang mengutamakan stabilitas politik, keamanan nasional, maka Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto paling banyak dipilih responden dengan mengungguli Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. “Airlangga Hartarto sebagai tokoh yang diinginkan dan dipilih dengan tingkat elektabilitas 18,3 persen, di posisi kedua Prabowo Subianto 16,2 persen, Ganjar Pranowo 14,4 persen, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) 5,9 persen,” beber Andre.
Kemudian disusul Sri Mulyani dengan raihan 5,4 persen, Anies Baswedan 3,3 persen, Muhaimin Iskandar 3,2 persen, Puan Maharani 3,2 persen, Moeldoko 3,1 persen, Sandiaga Uno 3,1 persen, Harry Tanoe 2,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,3 persen, Ridwan Kamil 1,9 persen, Khofifah Indar Parawansa 1,9 persen, Erick Thohir 1,7 persen dan yang belum memilih 13,7 persen.
Temuan survei juga menunjukkan preferensi masyarakat pada partai politik dengan elektabilitas PDIP mencapai 12,7 persen. Sedangkan posisi kedua, dengan ditempati Golkar dengan elektabilitas 12,4 persen, posisi ketiga Gerindra 11,9 persen.
Posisi berikutnya ditempati Demokrat , dengan elektabilitas 8,9 persen dimana Demokrat menjadi parpol di luar pemerintahan yang memiliki peningkatan elektabilitas yang sangat signifikan dibandingkan hasil pemilu 2019. Lalu ada partai PKB yang memimpin elektabilitas papan tengah sebesar 7,1 persen, disusul Nasdem yang meraih elektabilitas 6,8 persen, kemudian partai-partai Islam lainya, yaitu PKS 6,1 persen, PAN 3,3 persen, dan PPP 2,6 persen
Sisanya adalah partai-partai baru yang diprediksi tidak bakal lolos ke Senayan, yaitu PSI meraih elektabilitas 1,3 persen, sedangkan Perindo dengan elektabilitas 1,3 persen. Hanura (1,1 persen), PBB (0,9 persen), PKPI (0,8 persen), Berkarya (0,8 persen), dan Garuda (0,8 persen). Kemudian partai partai politik yang baru terbentuk yang sedang membentuk kepengurusan untuk ikut serta dalam Pemilu 2024 hanya Partai Prima menjadi preferensi publik dengan tingkat elektabilitas 1,4 persen, disusul Partai Gelora 0,7 persen, Partai UMAT 0,2 persen dan sisa yang belum memilih sebanyak 18,9 persen. (rel/adz)
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Macet total terjadi di Tebingtinggi, kemacetan terjadi sepanjang 5 kilometer mulai Jalan Sudirman hingga Jalan KL Yos Sudarso menuju pintu tol Tebingtinggi Medan,.Minggu malam (2/1) sekira pukul 21.00 WIB.
Kemacetan yang terjadi dari Tebingtinggi menuju Kota Medan, bahkan kemacetan juga terjadi di jalan menuju Kota Kisaran dan Pematang Siantar, kemacetan ini terjadi karena kenderaan khususnya mobil pribadi menuju Kisaran atau Siantar berjalan berlahan melewati pintu perlintasan kereta api.
Diperkirakan kemacetan akan berakhir din ihari, banyak kenderaan pribadi harus berhenti di SPBU KL Yos Sudarso karena beristirahat menunggu kemacetan berakhir.
Tampak petugas Polantas Polres Tebingtinggi mengatur arus lalulintas disetiap persimpangan yang ada. Tidak Ada jalur alternatif yang dilalui para pemudik, mereka semuanya menuju jalan tol Tebingtinggi Medan.
Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Doraria Simanjuntak mengatakan kemacetan ini terjadi karena arus balik libur natal dan tahun baru khususnya mobil pribadi menumpuk di Kota Tebingtinggi menuju pintu tol, kepulangan para pengemudi ini secara serentak sehingga jumlah kenderaan melebihi kapasitas.
“Kita sudah menurunkan petugas disetiap persimpangan menuju pintu tol untuk mengatur arus lalulintas dari dua arah. Pengemudi diharapkan tertib laluluntas sehingga kemacetan dapat terurai,” jelasnya.
Salah seorang pengemudi yang hendak pulang ke Medan, Fahmi menuturkan dirinya sudah terjebak macet hampir satu jam semenjak memasuki Kota Tebingtinggi, karena kondisi capek, dirinya istirahat untuk mengendorkan urat urat agar perjalanan selanjutnya bisa dilanjutkan. (ian)
Ketetangan Foto: PADAT : Arus balik kenderaan menuju pintu Tol Kota Medan tepatnya di Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi macet total.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Koordinator Wilayah (Korwil) Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Provinsi Sumatera Utara, menggelar malam silaturrahmi tahun baru 2022 di kediaman rumah Anggota DPRD Kota Medan, Edi Saputra, Jalan Rawa Cangkuk Tiga (RCTI) Medan, kemarin malam. Dalam sambutannya, Edi Saputra mengajak para alumni dan kader senantiasa saling bersinergi dan berkolaborasi membesarkan ikatan dan persyarikatan Muhammadiyah.
SILATURAHMI: Sejumlah alumni IMM saat menjadi pemateri diskusi di kegiatan Silaturahmi Fokal IMM Sumut di Jalan Rawa Cangkuk Tiga Medan, kemarin malam.
Silaturrahmi di rumah Edi Saputra yang juga Ketua Fokal IMM Kota Medan tersebut, berlangsung secara kekeluargaan, diisi berbagai materi dan pembagian lucky draw bagi keluarga besar IMM dan alumni. Kegiatan dihadiri Ketua Fokal IMM Sumut, Sahlan Marpaung, mantan Ketua Fokal IMM Sumut, Achlaq Shiddiq Abidin Tanjung, mantan Ketua IMM Sumut dan Kota Medan, diantaranya Putrama Alkhairi, Mora Harahap, Shohibul Anshor Siregar, Ridwan Hasan Basri, dan Marah Doly Nasution. Silaturahmi tersebut juga menghadirkan alumni sebagai pembicara utama melalui zoom yakni, Saleh Partaonan Daulay, yang juga menjabat Ketua Fraksi PAN DPR RI.
Edi Saputra mengaku, IMM dan Fokal IMM akan menjadi organisasi besar jika para alumni dan kadernya senantiasa saling berkolaborasi untuk saling membesarkan jati diri dan ikatan organisasi. “Kita harapkan kader dan alumni jangan saling sikut dan menjatuhkan, justru harus saling membantu untuk membesarkan cita-cita yang ingin diraih,” katanya.
Edi Saputra yang juga mantan Ketua Umum PC IMM Kota Medan ini, menekankan perlunya para alumni memiliki modal sosial, dalam mengembangkan ikatan. “Tidak selamanya modal materi atau finansial itu bisa untuk membesarkan ikatan dan tujuan yang ingin diraih. Sebab modal sosial juga merupakan yang terpenting untuk dimiliki, dalam membesarkan ikatan dan potensi kader dan alumni,” sebut Edi yang juga Sekretaris Fraksi PAN DPRD Kota Medan.
Sedangkan Ketua Fokal IMM Sumut, Sahlan Marpaung mengajak melalui wadah Fokal IMM ini hubungan sesama alumni IMM akan bisa dibangun untuk bisa menjalin tali silaturrahim. Ke depan, jelas dia, melalui wadah Fokal ni, bisa dilakukan upaya-upaya untuk saling mendukung dan menguatkan antara yang satu dengan yang lain.
“Mendukung pengembangan potensi masing-masing kader/alumni untuk bisa dimunculkan sesuai potensi dan profesi yang digeluti. Hubungan yang terjalin kiranya tidak lagi sebatas hubungan formal organisasi, tapi tumbuh dan terjalin dalam bentuk hubungan batin yang erat memiliki ikatan emosional yang kuat, sehingga sesama alumni akan siap saling mendukung dan membantu,” paparnya.
Hal senada disampaikan seorang pengurus Fokal IMM Sumut, dr Ade Taufiq yang hadir di pertemuan itu. Saat dimintai komentarnya oleh wartawan, ia juga mengajak para alumni dan kader IMM senantiasa menjalin komunikasi dan silaturahmi yang baik, khususnya dalam memperjuangkan cita-cita yang ingin dicapai.
“Kita harapkan para kader dan alumni senantiasa kompak, saling membantu dan membesarkan, dalam menggapai tujuan yang diinginkan,” kata Ade Taufiq yang juga mantan Ketua IMM Kota Medan ini.
Ade Taufiq yang juga mantan Dirut Rumah Sakit Muhammadiyah Medan ini juga menyatakan, membangun Fokal IMM diperlukan konsolidasi dan kolaborasi sesama kader Ikatan. “Mari kita membangun korps Fokal IMM ke depan dengan konsolidasi serta kolaborasi sesama kader, saling membesarkan dan bersinergis bersama dalam meraih dan menggali segala potensi yang ingin dicapai dan dibesarkan,” ujar mantan Dekan Fakultas Kedokteran UMSU ini.
Sebelumnya para alumni dan pembicara dalam pertemuan itu juga menyampaikan usulan perlunya dibangunnya Gedung IMM Center. Di mana Gedung IMM tersebut bisa menjadi tempat pertemuan para kader maupun alumni IMM., sekaligus simbol IMM di Sumut sebagai salah satu organisasi yang patut diperhitungkan.
Sebagaimana disampaikan Saleh Partaonan Daulay, para kader dan alumni harus bergerak bersama membesarkan ikatan dan persyarikatan Muhammadiyah. Saleh Daulay juga mengajak kader dan alumni jangan merasa besar di dalam ikatan dan persyarikatan semata, namun harus mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
Sedangkan Achlaq Abidin Tanjung menegaskan bagi para alumni khususnya kader IMM, untuk memiliki keberanian dalam mengembangkan potensi diri dan tujuan yang ingin diraih. Selain itu, dia juga meminta perlunya dilakukan bank data atau pendataan yang baik bagi para alumni IMM. “Sehingga diketahui potensi apa saja yang dimiliki para alumni, agar bisa dikembangkan dan saling membantu dengan yang lainnya,”ucapnya.(adz) Kader dan Alumni Fokal IMM Harus Berkolaborasi untuk Saling Membesarkan
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Koordinator Wilayah (Korwil) Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Provinsi Sumatera Utara, menggelar malam silaturrahmi tahun baru 2022 di kediaman rumah Anggota DPRD Kota Medan, Edi Saputra, Jalan Rawa Cangkuk Tiga (RCTI) Medan, kemarin malam. Dalam sambutannya, Edi Saputra mengajak para alumni dan kader senantiasa saling bersinergi dan berkolaborasi membesarkan ikatan dan persyarikatan Muhammadiyah.
Silaturrahmi di rumah Edi Saputra yang juga Ketua Fokal IMM Kota Medan tersebut, berlangsung secara kekeluargaan, diisi berbagai materi dan pembagian lucky draw bagi keluarga besar IMM dan alumni. Kegiatan dihadiri Ketua Fokal IMM Sumut, Sahlan Marpaung, mantan Ketua Fokal IMM Sumut, Achlaq Shiddiq Abidin Tanjung, mantan Ketua IMM Sumut dan Kota Medan, diantaranya Putrama Alkhairi, Mora Harahap, Shohibul Anshor Siregar, Ridwan Hasan Basri, dan Marah Doly Nasution. Silaturahmi tersebut juga menghadirkan alumni sebagai pembicara utama melalui zoom yakni, Saleh Partaonan Daulay, yang juga menjabat Ketua Fraksi PAN DPR RI.
Edi Saputra mengaku, IMM dan Fokal IMM akan menjadi organisasi besar jika para alumni dan kadernya senantiasa saling berkolaborasi untuk saling membesarkan jati diri dan ikatan organisasi. “Kita harapkan kader dan alumni jangan saling sikut dan menjatuhkan, justru harus saling membantu untuk membesarkan cita-cita yang ingin diraih,” katanya.
Edi Saputra yang juga mantan Ketua Umum PC IMM Kota Medan ini, menekankan perlunya para alumni memiliki modal sosial, dalam mengembangkan ikatan. “Tidak selamanya modal materi atau finansial itu bisa untuk membesarkan ikatan dan tujuan yang ingin diraih. Sebab modal sosial juga merupakan yang terpenting untuk dimiliki, dalam membesarkan ikatan dan potensi kader dan alumni,” sebut Edi yang juga Sekretaris Fraksi PAN DPRD Kota Medan.
Sedangkan Ketua Fokal IMM Sumut, Sahlan Marpaung mengajak melalui wadah Fokal IMM ini hubungan sesama alumni IMM akan bisa dibangun untuk bisa menjalin tali silaturrahim. Ke depan, jelas dia, melalui wadah Fokal ni, bisa dilakukan upaya-upaya untuk saling mendukung dan menguatkan antara yang satu dengan yang lain.
“Mendukung pengembangan potensi masing-masing kader/alumni untuk bisa dimunculkan sesuai potensi dan profesi yang digeluti. Hubungan yang terjalin kiranya tidak lagi sebatas hubungan formal organisasi, tapi tumbuh dan terjalin dalam bentuk hubungan batin yang erat memiliki ikatan emosional yang kuat, sehingga sesama alumni akan siap saling mendukung dan membantu,” paparnya.
Hal senada disampaikan seorang pengurus Fokal IMM Sumut, dr Ade Taufiq yang hadir di pertemuan itu. Saat dimintai komentarnya oleh wartawan, ia juga mengajak para alumni dan kader IMM senantiasa menjalin komunikasi dan silaturahmi yang baik, khususnya dalam memperjuangkan cita-cita yang ingin dicapai.
“Kita harapkan para kader dan alumni senantiasa kompak, saling membantu dan membesarkan, dalam menggapai tujuan yang diinginkan,” kata Ade Taufiq yang juga mantan Ketua IMM Kota Medan ini.
Ade Taufiq yang juga mantan Dirut Rumah Sakit Muhammadiyah Medan ini juga menyatakan, membangun Fokal IMM diperlukan konsolidasi dan kolaborasi sesama kader Ikatan. “Mari kita membangun korps Fokal IMM ke depan dengan konsolidasi serta kolaborasi sesama kader, saling membesarkan dan bersinergis bersama dalam meraih dan menggali segala potensi yang ingin dicapai dan dibesarkan,” ujar mantan Dekan Fakultas Kedokteran UMSU ini.
Sebelumnya para alumni dan pembicara dalam pertemuan itu juga menyampaikan usulan perlunya dibangunnya Gedung IMM Center. Di mana Gedung IMM tersebut bisa menjadi tempat pertemuan para kader maupun alumni IMM., sekaligus simbol IMM di Sumut sebagai salah satu organisasi yang patut diperhitungkan.
Sebagaimana disampaikan Saleh Partaonan Daulay, para kader dan alumni harus bergerak bersama membesarkan ikatan dan persyarikatan Muhammadiyah. Saleh Daulay juga mengajak kader dan alumni jangan merasa besar di dalam ikatan dan persyarikatan semata, namun harus mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
Sedangkan Achlaq Abidin Tanjung menegaskan bagi para alumni khususnya kader IMM, untuk memiliki keberanian dalam mengembangkan potensi diri dan tujuan yang ingin diraih. Selain itu, dia juga meminta perlunya dilakukan bank data atau pendataan yang baik bagi para alumni IMM. “Sehingga diketahui potensi apa saja yang dimiliki para alumni, agar bisa dikembangkan dan saling membantu dengan yang lainnya,” ucapnya.(adz)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Untuk merespon berbagai dinamika perubahan perekonomian dunia serta dalam rangka menjadikan penguatan pasar dunia yang tetap terbuka sebagai bagian esensial dalam pemulihan dan penguatan perekonomian global, Pemerintah Indonesia telah menandatangani Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada 15 November 2020.
Perjanjian RCEP merupakan inisiatif Indonesia pada saat menjadi Ketua ASEAN di 2011, di mana Indonesia kemudian dipercaya menjadi koordinator yang memimpin jalannya perundingan Perjanjian RCEP.
Implementasi Perjanjian RCEP yang ditargetkan selesai diratifikasi pada kuartal I tahun 2022 menjadi semakin penting di tengah guncangan ekonomi global yang diakibatkan perang dagang dan pandemi Covid-19. Untuk menghadapi implementasi tersebut, perlu dipersiapkan langkah strategis sebagai upaya mitigasi dan pemanfaatan perjanjian RCEP bagi Indonesia.
“RCEP merupakan kesepakatan regional trading block terbesar di dunia, yang meliputi 30% dari PDB dunia, 27% dari perdagangan dunia, 29% dari investasi asing langsung dunia dan 29% dari populasi dunia,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Media Briefing RCEP, secara virtual di Jakarta (31/12).
Saat ini, sudah ada 7 Negara ASEAN (Brunei, Kamboja, Laos, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Myanmar) dan 5 Negara Mitra ASEAN (RRT, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan) yang telah merampungkan ratifikasi. Ratifikasi oleh Pemerintah Indonesia menjadi syarat utama pemanfaatan Perjanjian RCEP di Indonesia.
Implementasi Perjanjian RCEP tidak dilakukan secara langsung melainkan secara bertahap yaitu eliminasi tarif sebesar 65% pada saat mulai berlaku (Entry into Force/EIF) di 2022, 80% pada EIF+10 tahun, dan 92% pada EIF+15-20 tahun.
Menko Airlangga menjelaskan, implementasi Perjanjian RCEP akan mendatangkan berbagai manfaat bagi Indonesia, di antaranya adalah kepastian dan keseragaman aturan perdagangan, iklim investasi yang lebih kondusif, peningkatan peluang usaha barang, jasa dan investasi, serta penguatan integrasi ke dalam Regional Value Chain (RVC).
Negara anggota RCEP memiliki arti yang signifikan bagi perekonomian Indonesia sebagai tujuan ekspor (56%) dan sumber impor utama (65%) Indonesia di 2020. Negara anggota RCEP juga merupakan sumber utama aliran investasi asing (PMA) ke Indonesia. Pada 2020, sebesar 72% PMA yang masuk ke Indonesia berasal dari negara anggota RCEP dengan Singapura, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan dan Malaysia menjadi investor utama.
Perjanjian RCEP memiliki keunggulan utama yaitu menyederhanakan aturan FTA. Melalui mekanisme RCEP akan digunakan satu jenis Surat Keterangan Asal (SKA) di seluruh kawasan RCEP sehingga menghemat biaya perdagangan.
Perjanjian RCEP juga mendukung terciptanya RVC melalui pengakuan bahan baku/bahan intermediate yang berasal dari negara anggota RCEP, sehingga terbentuk Regional Production Hub. Hal ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan industri yang menghasilkan produk akhir, bukan hanya produk setengah jadi. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi di RVC memberikan nilai tambah besar.
Selain mendorong ekspor ke negara anggota RCEP, Indonesia dapat menarik lebih banyak Foreign Direct Investment dengan dukungan fasilitasi kemudahan investasi, alih teknologi, dan kepastian hukum investasi yang diatur di dalam RCEP.
Sebagai perjanjian yang komprehensif dan modern, RCEP tidak hanya mengatur akses pasar, tapi juga memuat beberapa fitur penting seperti penciptaan ekosistem perdagangan sistem elektronik (e-commerce) yang kondusif dan meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM, khususnya dalam hal promosi dan akses digital untuk masuk dalam rantai pasok regional.
“Kata kunci pemanfaatan RCEP adalah peningkatan daya saing. Kemudahan berusaha melalui UU Cipta Kerja menjadi salah satu senjata utama kita untuk menarik investasi dari negara anggota RCEP yang berorientasi ekspor. Kita juga harus bisa memanfaatkan Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 untuk mendorong pemanfaatan RCEP dan memperkuat kepemimpinan Indonesia,” tutup Menko Airlangga. (dep7/rep/fsr)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pergantian tahun momentum bagi Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS) dalam hal peningkatan kinerja di tahun 2022.
Apalagi, momentum tahun baru selalu menjadi momen bagi setiap orang mengharapkan keinginan baru yang belum sempat dicapai pada tahun sebelumnya.
“Membuat resolusi tahun baru menjadi penting agar selama satu tahun ke depan kita tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus menjadi fokus utama. Dengan begitu kita akan merasa memiliki tujuan untuk satu tahun ke depan,” ujar Ketua P3KS, Aminurasid menjawab sejumlah wartawan di Medan, Sabtu, (1/1).
Pada 2021, lanjut dijelaskannya, ada banyak masalah dan berbagai rintangan yang dihadapi. Bahkan, sama seperti sebelumnya, bisa dikatakan tahun 2021 merupakan yang terburuk bagi kebanyakan orang di dunia.
“Hal itu dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Jadi, setiap orang tentu berharap pada 2022, virus corona segera hilang dari muka bumi dan kembali mendapatkan hal-hal baru yang menyenangkan,” jelasnya.
Namun demikian, disebutkan Rasid, selama tahun 2021 banyak program P3KS yang sudah terlaksana, meski tidak maksimal.
“Selama tahun 2021, P3KS telah melakukan berbagai kegiatan positif dalam mendukung program pemerintah, yakni Vaksinasi Massal, dosis 1 dan 2, Donor Darah untuk anak pejuang kanker, pemberdayaan masyarakat dengan meningkatkan prekonomian warga lewat kuliner khas Kampung Sejahtera yang diperkenalkan melalui event bazar,” sebutnya.
Selain itu, ungkap Rasid, P3KS juga menjalankan program prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Medan di bawah kepemimpinan Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, yakni menyosialisasikan kepada warga untuk menjaga dan melestarikan sungai Babura dengan dibentuknya Tim Patroli Sungai (TPS) Babura.
“Tim ini rutin menjalankan tugasnya untuk terjun ke sungai membersihkan sampah-sampah yang ada di bantaran sungai Babura dengan perahu sampah yang dimodifikasi,” ungkapnya.
Namun, Rasid menerangkan, yang tak kalah pentingnya adalah perubahan stigma negatif yang sebelumnya disematkan kepada Kampung Sejahtera.
“Karena itu, kita berharap, semoga saja, apa yang sudah dilakukan di Tahun 2021 lalu bisa terus berjalan dengan konsisten dan semangat perubahan dari hati yang tulus warga Kampung Sejahtera, agar hal yang telah dilakukan dapat berdampak dan memberikan manfaat serta keberkahan bagi banyak orang, terkhusus warga Kota Medan yang hidup di bantaran sungai,” terangnya.
Kendati demikian, kata Rasid, kita tidak berpuas diri dan akan terus meningkatkan kinerja dan capaian yang muaranya untuk kepentingan masyarakat banyak, terlebih warga Kampung Sejahtera.
“Maka dari itu, pergantian tahun baru ini menjadi momen yang spesial untuk merenung dan merefleksikan diri. Harapan baik dan doa pasti banyak dipanjatkan agar satu tahun ke depan kehidupan lebih mudah dijalani serta berbagai kebaikan berpihak kepada kita,” kata Rasid.
Walau banyak kesulitan yang terjadi pada satu tahun ke belakang, katanya, tetaplah bersyukur karena kita bisa melewatinya.
“Untuk itu, jadikan berbagai kesulitan tersebut sebagai pelajaran bagi kehidupan selanjutnya. Sehingga, hidup kita terus bisa berarti dan bermanfaat bagi banyak orang. Sebab, kehidupan itu indah, Tapi ada jalannya masing-masing. Carilah jalan terindah untukmu dengan selalu mensyukuri apa yang dijalani setiap hari, tanpa ada rasa penyesalan di dalam hati. Jadikanlah diri kita ini berarti buat banyak orang, karena itulah jalan kehidupan terindah,” pungkasnya. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah baru-baru ini menyalurkan tujuh unit ambulans, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, H Hidayatullah SE kembali menyalurkan paket bantuan. Kali ini, Hidayatullah menyalurkan sarana usaha laundry kepada tujuh UMKM yang ada di Kota Medan pada Rabu (5/12) lalu.
Program yang diadvokasi Hidayatullah ini merupakan CSR (Corporate Social Responsibility) dari Bank Indonesia yang merupakan mitra kerjanya di Komisi XI DPR RI. “Pandemi ini menyebabkan banyak UMKM gulung tikar karena masyarakat kehilangan daya belinya. Untuk itu, kami akan terus berusaha mengadvokasi akses permodalan maupun sarana prasarana usaha bagi UMKM, baik dari pemerintah maupun BUMN,” kata Hidayatullah dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos.co, Sabtu (1/1/2022).
Menurut Hidayatullah, bantuan ini sebagai stimulus UMKM di penghujung 2021, “Paket sarana usaha laundry ini merupakan penyemangat bagi dunia UMKM untuk terus berkreativitas di dunia usaha khususnya laundry. Saya berharap dengan adanya bantuan paket laundry ini, kawan-kawan UMKM lebih berani dan lebih bersemangat menatap tahun 2022,” ujar politisi senior PKS ini sembari berharap, pada tahun 2022 program yang baik ini dapat terus ditingkatkan, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.
Irwansyah dari Toray Laundry, seorang penerima manfaat, mengaku sangat berterima kasih kepada Hidayatullah dan Bank Indonesia. “Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia dan Bapak Hidayatullah, semoga dengan adanya bantuan ini, usaha laundry kami dapat berkembang dan lebih maju ke depannya,” katanya.
Adapun tujuh UMKM penerima paket sarana usaha laundry yakni, MM Laundry di Jalan Antariksa, Sahabat Sukses Card Laundry di Jalan Purwo, Toray Laundry di Jalan Multatuli, Amanah Laundry di Jalan Makmur, Mahabbah Laundry di Jalan Sutan Sinomba, Sahabat Laundry di Jalan Pimpinan dan Orange Laundry di Jalan Selebes, Belawan. (adz)
BATUBARA, SUMUT POS.CO – Disdik Batubara melakukan uji kompetensi tenaga non pegawai negeri sipil (PNS) TA 2022 yang bekerja di jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara. Hal ini sebagai tindak lanjut arahan Bupati Batubara Ir. H. Zahir, M. AP kepada semua OPD agar memastikan keberadaan TPD (Tenaga Pendukung Dinas).
Terkait hal tersebut, sebagai bentuk dukungan dan kontribusi untuk secara bersama ASN untuk mewujudkan Visi Misinya yaitu, Menjadikan Masyarakat Kabupaten Batubara, masyarakat Industri yang sejahtera, mandiri dan berbudaya.
Dalam uji kompetensi, Dinas Pendidikan melakukan penilaian melalui asesmen yang hasilnya diharapkan mampu memberikan suatu harapan atau paling tidak dapat mempertunjukkan hasil yang berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan dalam kinerja TPD yang berkaitan dengan tupoksinya dalam mendukung terwujudnya Visi Misi Bupati.
Demikian disampaikan Kadisdik Ilyas Saat meninjau langsung pelaksanaan assesmen terhadap TPD Disdik di Aula Kantor Bupati Batubara, Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Jum’at (31/12/21).
Kepala Dinas Pendidikan Batubara, Ilyas mengatakan, asesmen ini selain merefleksi tupoksinya selama tahun 2021 juga sebagai bahan evaluasi yang selanjutnya sebagai dasar dalam memberikan motivasi dan dukungan serta peningkatan kompetensi bagi para TPD kedepannya.
Ia berharap, hasil uji kompetensi yang diikuti 75 peserta ini mendapat hasil yang menggembirakan. ” Bila hasilnya baik kita bisa tetap bersama dilingkungan Dinas Pendidikan. Namun jika hasilnya nanti kurang menggembirakan apa boleh buat dengan berat hati kita tidak lanjutkan untuk tahun 2022, ” tegas Ilyas.
Menurutnya Ilyas, ia juga berharap kepada TPD agar mengerjakan ujiannya dengan baik.” Beri keyakinan nanti kepada tim yang melakukan wawancara bahwa anda mampu dan akan terus memperbaiki kinerja dan kekurangan selama ini. Hal Itu lebih baik ketimbang melakukan hal-hal lain, ” sebutnya.
Uji Kompetensi dilaksanakan dalam beberapa tahapan, dimulai dengan ujian Essay yang dilaksnakan secara manual tentang komitmen dan loyalitas peserta dalam menunjang kinerja pada Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara pada Tahun 2022 nantinya.
Selanjutnya, dilakukan dengan ujian secara Online Multiple Choice (OMC) yang berkaitan dengan pengetahuan teknis, sosial dan kearifan lokal serta wawancara oleh tim yang di bentuk Disdik selaku penerima manfaat termasuk loyalitas TPD selama tahun 2021. Berikutnya dapat dilihat dari kehadiran serta kemampuan dalam berkolaborasi.
Dalam pantauan Media, peserta yang mengikuti uji kompetensi di dalam ruangan aula Bupati, aman, tertib dan kondusif, serta tetap mengikuti Prokes.
Turut hadir di dalam ruangan aula Bupati, Kadisdik Ilyas Sitorus, Sekdis Darwinson Tumanggor, Kabid Dikdas Basrah, Kabid PNFI serta pejabat Disdik lainnya. (Aci)
ADENDUM: Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh (kedua dari kiri) bersama Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah (kedua dari kanan) usai penandatanganan Adendum Perjanjian Kerjasama antara keduanya, yang turut disaksikan Direktur Consumer Service Telkom Venusiana (paling kiri) dan Direktur Digital Business Telkom, M Fajrin Rasyid di Jakarta, Kamis (30/12/2021).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO—Dalam menggunakan layanan telekomunikasi, diperlukan registrasi data oleh calon pelanggan demi memastikan validitas dan keamanan data tersebut.
Hal ini mengacu kepada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2021, di mana harus menerapkan prinsip Know Your Customer (KYC) yang mewajibkan registrasi data calon pelanggan jasa telekomunikasi dengan memanfaatkan hak akses data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).
Sejalan pula dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, untuk mengetahui validitas data pelanggan yang disampaikan.
Atas dasar ini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sebagai perusahaan penyelenggara jasa telekomunikasi menjalin kerjasama dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri yang memegang peranan penting dalam validasi data dengan pemanfaatan data kependudukan.
Yakni direalisasikan melalui penandatanganan Adendum Perjanjian Kerjasama tentang Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik dalam Lingkup Layanan Transaksi Pembayaran dan Pengiriman Uang Secara Elektronik Telkom; dan Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik dalam lingkup Layanan Telkom.
Hadir Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, Direktur Consumer Service Telkom, Venusiana, dan Direktur Digital Business Telkom, M Fajrin Rasyid.
Ririek Adriansyah dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas dukungan Ditjen Dukcapil Kemendagri kepada pihaknya hingga saat ini.
“Ke depan kami harapkan kerjasamanya mungkin diperluas, tidak hanya dengan KTP tapi juga menggunakan face recognition dan biometric. Semoga kerjasama ini akan menjadi lebih baik dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Ririek.
Adapun Zudan Arif mengaku, kerjasama ini akan menguatkan tentang bagaimana Indonesia membangun single identity number. Satu penduduk, satu NIK, satu identitas dan satu alamat.
“Selanjutnya mendukung penuh proses transformasi menuju digital, menuju e-KYC dengan face recognition atau dengan biometric sehingga ke depan bisa mencegah fraud, pemalsuan dokumen, maupun berbagai penipuan lain yang berbasis data kependudukan,” terangnya.
Pemanfaatan hak akses data kependudukan Dukcapil oleh Telkom adalah untuk proses layanan IndiHome dalam melakukan verifikasi Kartu Tanda Penduduk (KTP) calon pelanggan saat proses registrasi IndiHome serta pemanfaatan data Kartu Keluarga dari untuk proses filtering pelanggan baru IndiHome.
Selaku pemegang hak akses data kependudukan, Telkom telah menyampaikan laporan mengenai pemanfaatan data kependudukan untuk pelayanan verifikasi & validasi atas calon pelanggan jasa telekomunikasi atau pelanggan jasa telekomunikasi pada 16 Juli 2021 untuk laporan semester I 2021. Laporan dimaksud mencakup kualitas dan jenis layanan data, umpan balik, dan tingkat kepuasan atas pemanfaatan data tersebut.
“Semoga langkah digitalisasi ke depan bersama Ditjen Dukcapil semakin memberikan kemudahan dan perlindungan bagi masyarakat sebagai pengguna layanan telekomunikasi. Ini menjadi wujud komitmen Telkom untuk mengoptimalkan digitalisasi demi Indonesia yang lebih baik,” tutup Ririek. (rel/prn)