24 C
Medan
Friday, January 9, 2026
Home Blog Page 3078

FPDIP: APBD Tak Berbasis Data, Pantas Gubsu Belum Bisa Berikan yang Terbaik

MEDAN, SUMUTPOS.CO– Tiga tahun Pemrov Sumut di bawah Pimpinan Edy Rahmayadi belum bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Hal ini dinilai, disebabkan alokasi anggaran pembangunan selama periode 2018–2021 tidak berdasarkan pemetaan persoalan dan kebutuhan masyarakat yang berangkat dari hamparan data yang valid.

Hal tersebut disampaikan juru bicara F-PDI Perjuangan Penyabar Nakhe pada Sidang Paripurna DPRD Sumut dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap Nota Keuangan dan Rancangan P-APBD TA 2021 di Ruang Sidang DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (22/9/2021).

“Fakta-fakta rusaknya hamparan data tersebut menggiring kami untuk berpendapat bahwa alokasi anggaran dari tahun ke tahun di Sumatera Utara selama periode pemerintahan tahun 2018–2021 tidak berdasarkan pada pemetaan persolan dan kebutuhan masyarakat yang berangkat dari hamparan data yang valid. Pendapat ini menjadi benar adanya sering dengan permintaan maaf saudara gubernur yang belum memberikan yang terbaik,” kata Penyabar Nakhe.

F-PDI Perjuangan menyampaikan, evaluasi anggaran dari tahun ke tahun sesungguhnya telah memberikan hamparan data yang cukup banyak, ditambah data-data yang berikan oleh Anggota DPRD Sumut hasil dari kunjungan kerja dapil, reses dan kegiatan-kegiatan lain yang telah disampaikan pada berbagai kesempatan di rapat-rapat DPRD bersama Gubsu maupun perangkat Pemprovsu. Hamparan data dapat menjadi jalan untuk Pemrovsu melakukan pemetaan terhadap persoalan dan kebutuhan masyarakat.

Berangkat dari pemetaan itu maka alokasi anggaran pembangunan disesuaikan dengan persoalan dan kebutuhan masyarakat, seperti pertanian, pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum. Dengan demikian alokasi anggaran pembangunan benar-benar bisa menjawab berbagai persoalan dan bisa menyentuh kebutuhan masyarakat real masyarakat Sumut.

Lebih lanjut, F-PDI Perjuangan menuding bahwa Gubsu sering merusak hamparan data saat memberikan jawaban-jawaban normatif dan apologatif dari pertanyaan, pernyataan, persoalan-persoalan dan kebutuhan masyarakat yang disampaikan Anggota DPRD Sumut. “Jawaban-jawaban normatif dan sangat apologatif tersebut berakibat pada rusaknya hamparan data yang seharusnya bisa kita dapati secara paripurna dari bandingan data yang diberikan oleh saudara gubernur. Banyak contoh rusaknya hamparan data yang diakibatkan dari hal itu, seperti data potensi learning loss dalam dunia pendidikan, jumlah pasien covid-19, data kemiskinan, data pengangguran, ruas dan panjang jalan yang rusak, dan lain sebagainya,” tegas Penyabar.

Dukung Edy Dua Periode
F-PDI Perjuangan berharap Gubsu dan seluruh perangkatnya tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk dua tahun sisa jabatannya dan mengajak Gubsu duduk bersama melakukan pemetaan persoalan dan kebutuhan masyarakat untuk menyusun alokasi anggaran pembangunan ke depan agar di dua tahun terakhir masa jabatan periode pertama Gubsu benar-benar tepat sasaran. Menurut F-PDI Perjuangan keberhasilan pembangunan di dua tahun terakhir akan membuka peluang kepada Edy Rahmayadi untuk mendapatkan dukungan maju kembali sebagai calon Gubsu untuk periode kedua

“Kami meyakini, ada keinginan dari saudara gubernur untuk melanjutkan masa kerjanya pada periode kedua yaitu periode tahun 2024 – 2029, mohon maaf kami bila hal itu salah dan kami berharap itu tidak salah. Tentunya kami akan memberikan apresiasi dan mungkin saja dukungan atas keinginan untuk melanjutkan pada periode kedua, dengan syarat bahwa di dua tahun anggaran tersisa masa kerja periode pertama saudara gubernur benar-benar berangkat dari data dan pemetaan yang sesuai dengan persolan dan kebutuhan masyarakat Sumut” pungkas Penyabar Nakhe. (adz)

Putusan Oknum PNS yang Terlibat Penipuan dan Penggelapan, Dinkes Binjai Belum Tahu

Palu Hakim-Ilustrasi

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Binjai seakan tak ambil pusing, mengenai putusan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dr Ratna Milda Nasution, yang dinyatakan terbukti secara sah dan bersalah dalam perkara tindak pidana penipuan dan penggelapan, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Binjai. Pasalnya, Dinkes Kota Binjai selaku instansi yang mengurusi oknum PNS tersebut, belum mengetahui putusan dari PN Kota Binjai.

Palu Hakim-Ilustrasi

“Itu kan belum ada laporan ke kami. Kalau ada tembusan, baru ada dasar kami terkait adanya putusan,” ungkap Kepala Dinkes Kota Binjai, dr Sugianto, Selasa (21/9).

Menurut Sugianto, PN Kota Binjai biasanya menyurati ke Pemko Binjai, dalam hal ini Wali Kota Binjai, mengenai putusan Ratna. Kemudian Dinkes Kota Binjai menerima putusannya, setelah dari Wali Kota Binjai.

“Dan kemudian kami usulkan ke Inspektorat, mau diapakan nanti. Kalau sudah ketuk, pengadilan harus melaporkan hal ini ke Pemko Binjai. Dasar surat dari bagian hukum akan meminta untuk ditinjau ulang,” jelasnya lagi.

Singkat cerita, menurutnya, Inspektorat Kota Binjai yang menjatuhi sanksi kepada Ratna. Apakah wanita berusia 55 tahun tersebut dicopot dari status kepegawaiannya, atau hanya diganjar sanksi ringan.

Sementara itu, Humas PN Kota Binjai David Simare-mare, memberikan keterangan bertolak belakang dengan Kepala Dinkes Kota Binjai. Menurut David, pihaknya tidak pernah memberitahukan putusan pengadilan kepada Pemko Binjai. “Biasanya itu, pemberitahuan putusan kepada terdakwa diberikan kepada jaksa dan keluarga terdakwa. Jika terdakwa pakai pengacara, melalui pengacaranya lah,” jelasnya.

Namun demikian, PN Kota Binjai akan memberitahukan kepada Pemko Binjai, ketika ada surat datang.

“Artinya, Pemko Binjai yang bersurat kepada kami, kalau tahu ada oknum dari mereka yang sudah bersalah. Kami tidak pernah memberitahukan pengumuman kepada Pemko Binjai, meski terdakwa adalah oknum pegawai,” tegas David.

Sebelumnya, JPU Benny Surbakti, menuntut 3 tahun kurungan penjara. Terdakwa didakwa JPU dengan Pasal 378 Subsider 372, dan akhirnya divonis 2 tahun oleh majelis hakim. Oknum Kepala Puskesmas Pembantu di Kota Binjai itu, menjadi calo mengajak honorer di lingkungan Pemko Binjai untuk berubah status menjadi PNS dengan membayar sejumlah uang tunai, yang berbuntut penipuan hingga penggelapan.

Siska merupakan seorang korban yang merupakan guru honorer. Kenal dengan terdakwa di RSUD Djoelham Kota Binjai, dan ditawarkan masuk PNS dari jalur khusus. Bahkan, korban mendapat keyakinan, lantaran melakukan sambungan telepon video dengan mantan Wali Kota Binjai berinisial HMI selama 15 detik.

Singkat cerita, Siska akhirnya merugi Rp124 juta, karena melakukan pengiriman 5 hingga 6 kali, dan mayoritas tujuan rekening atas nama terdakwa. Korban lain, Ikhsan Nurdiawan yang juga guru honorer, terlibat kerugian Rp105 juta, yang melakukan kepengurusan PNS jalur khusus tersebut. Begitu juga Sindy Amelia, yang dilibatkan terdakwa berangkat ke Jakarta, dengan dalih mengambil SK PNS untuk ayahnya, yang dijanjikan menempati di lingkungan RSUD Djoelham. (ted/saz)

Ketua DPRD Langkat Gelar Reses, Bedah Rumah Harus Diusulkan per Kelompok

RESES: Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-angin saat menggelar reses.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Waktu pelaksanaan reses masa sidang 3 tahun kedua untuk Tahun Anggaran 2021, yang telah dijadwalkan Badan Musyawarah DPRD Langkat selama 5 hari, dimanfaatkan dengan baik oleh Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-angin, untuk menampung aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, yakni Dapil 3 (Kecamatan Sei Bingai, Bahorok, Salapian, Kuala, dan Kutambaru).

RESES: Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-angin saat menggelar reses.

Di hari keempat, Senin (20/9) lalu, Sribana reses ke Kecamatan Sei Bingai, tepatnya di Dusun 8, Desa Pekan Sawah, didampingi Kepala Bapenda, perwakilan Dinas PU, Dinas Pertanian, Dinas Perkim, dan Dinas Kesehatan.

“Mejuah-juah man banta kerina,” ungkap Sribana, saat menyapa dan membuka reses yang dihadiri Kepala Desa Pekan Sawah, Mister Tarigan, Kepala Dusun Rela Surbakti, dan warga dusun yang mayoritas bersuku Karo.

“Sengaja saya bawa orang-orang dinas Pemkab Langkat, agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, seperti di bidang pembangunan, sosial, ekonomi, dan budaya. Sehingga dinas-dinas dapat mendengar langsung, dan bisa menjelaskan secara rinci apa yang diinginkan masyarakat,” jelasnya.

“Sampaikan saja usulan bapak dan ibu. Mudah-mudahan pada anggaran R-APBD 2022, dapat terealisasi,” kata Sribana lagi.

Selanjutnya, masing-masing dinas yang hadir menjelaskan program dan kegiatannya. Usai paparan dari dinas-dinas, masyarakat berkesempatan menyampaikan aspirasi, seperti permintaan bedah rumah, karena masih banyak di sana rumah tidak layak huni. Permohonan perbaikan drainase karena sering banjir, permohonan lanjutan pengaspalan dusun, pertanyaan cara memperoleh BPJS Kesehatan gratis, dan Kartu Program Indonesia Pintar (PIP), yang masing-masing disampaikan warga, yakni Sinar Ginting, Rela Surbakti, Kasim Sembiring, dan beberapa ibu-ibu warga dusun.

Semua pertanyaaan dan usulan masyarakat dijawab oleh Sribana dan dinas-dinas. Di antaranya oleh Dinas Perkim, yang menjelaskan, untuk mendapatkan bantuan bedah rumah, harus mengusulkan per kelompok, minimal 10 rumah. Selanjutnya Aleksander Sembiring dari Dinas Pendidikan, menjelaskan, untuk mendapatkan Kartu PIP, diusulkan dari pihak sekolah dengan melampirkan Kartu PKH, atau surat keterangan miskin, raport siswa, KTP, dan KK.

Usai menampung semua aspirasi, Sribana menyatakan, usulan masyarakat yang bersifat prioritas akan diutamakan, dan usulan-usulan itu akan jadi PR bagi dia selama duduk di DPRD Langkat.

Pada kesempatan resesnya itu, Sribana memberikan bantuan beras dan uang kepada beberapa lansia dan anak yatim sebagai bentuk tali asih. (mag-6/saz)

Pembangunan Gedung Baru DPRD Binjai Masih Terkendala

TINGGI: Gedung DPRD Binjai yang baru terlihat megah dan lebih tinggi dari kubah masjid yang bertepatan bersebelahan.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pembangunan atau rehabilitasi total Gedung DPRD Binjai terus menemui kendala. Setelah molor waktu rampung karena anggaran dipangkas untuk penanganan pandemi, kali ini masalahnya sedikit berbeda.

TINGGI: Gedung DPRD Binjai yang baru terlihat megah dan lebih tinggi dari kubah masjid yang bertepatan bersebelahan.

Gedung tersebut terlihat megah dan besar saat dalam pengerjaannya. Sayangnya, keberadaannya malah lebih tinggi daripada rumah ibadah, masjid yang ketepatan bersebelahan dengan kantor kalangan legislatif itu.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Binjai, Ridho Indah Purnama menjelaskan, saat ini pembangunan gedung itu masih terus berlanjut. Dia memperkirakan, Gedung DPRD Binjai yang megah ini rampung pada November 2021. “November ini sepertinya. Kan belum habis kontraknya,” ungkap Ridho, Selasa (21/9).

Menurut Ridho, pembangunan gedung ini sudah sesuai perencanaan. Namun, saat disinggung keberadaan Gedung DPRD Binjai yang ketepatan berdampingan dengan masjid, dia enggan berkomentar panjang. “Makanya ditinggikan orang itu (pengurus masjid) menaranya saya rasa,” tutur Ridho, yang juga menjabat Plt Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Binjai ini.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Binjai, Majid Ginting, juga sudah banyak menerima pertanyaan dari masyarakat, terkait keberadaan Gedung DPRD Binjai yang lebih tinggi kedudukannya daripada rumah ibadah untuk umat Islam tersebut. “Banyak juga yang bertanya kepada saya mengenai itu,” jelasnya.

Namun demikian, dia mengatakan, bukan Bappeda Kota Binjai yang melakukan perencanaanya, tapi Dinas PUPR Kota Binjai. “Kami enggak tahu, tapi usulannya di kami, makanya ditampung APBD anggaran pembangunannya,” jelas Majid lagi.

Pembangunan Gedung DPRD Binjai itu, menelan anggaran senilai Rp45 miliar, dan dikerjakan dalam 2 tahap. Pembangunannya juga sempat mangkrak, dan disebut-sebut hal itu terjadi karena rekanan proyek sebelumnya. Proyek dengan 2 kali anggaran atau multiyears itu, tahap keduanya dikerjakan PT Manel Star.

Untuk sementara ini, seluruh aktivitas kalangan legislatif masih memakai gedung bernama Ovany, yang berstatus sewa di Jalan T Amir Hamzah, Binjai Utara. Terhitung sudah hampir 5 tahun seluruh anggota dewan berkantor di gedung tersebut, menunggu selesainya proses pembangunan Gedung DPRD Binjai yang baru.

Gedung baru untuk legislator itu dibangun berlantai 4. Fasilitas yang ada pada gedung baru itu, yakni satu ruang rapat paripurna, 3 ruang rapat komisi, 10 ruang fraksi, satu ruang rapat Badan Anggaran (Banggar), satu ruang rapat pleno, satu ruang wartawan, ruang kerja Setwan, hingga 3 ruang untuk unsur pimpinan DPRD Binjai.

Pembangunan gedung ini, awalnya dikerjakan oleh PT Cahaya Artha Indonesia, sebagai kontraktor. Namun, dalam pekerjaan perusahaan ini, terbilang lambat penyelesaiannya, berdasar batas waktu yang ditentukan oleh Pemko Binjai. Karena itu, perusahaan tersebut dikenakan penalti. Belum diketahui persis, besaran penalti karena melakukan sejumlah pelanggaran terhadap pembangunannya itu.

Karena tidak juga selesai dikerjakan, Dinas PUPR Kota Binjai kembali menganggarkan anggaran untuk pembangunan. (ted/saz)

Ashari Tambunan Turut Hadiri Rapat Rencana Pembangunan Infrastruktur Medan-Delisedang, Sinkronisasi Data Diharapkan Dapat Tercapai

BINCANG: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan saat berbincang dengan Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, menghadiri rapat rencana pembangunan infrastruktur Kota Medan-Kabupaten Deliserdang di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jend Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (20/9) lalu.

BINCANG: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan saat berbincang dengan Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, langsung memimpin rapat dalam rangka persiapan perencanaan pembangunan sejumlah proyek strategis di Kota Medan, sebagai Ibukota Provinsi, serta yang terintegrasi di dalamnya.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut rencana sebelumnya, sebagai proses sinkronisasi antarkepala daerah.

“Kita gelar rapat ini, melanjutkan perencanaan pembangunan Ibukota, yang titik nolnya adalah Lapangan Merdeka Medan. Sempat terputus waktu direncanakan di akhir 2018. Tidak bisa dilaksanakan karena belum sinkronnya diskusi penyelesaianya, apa mau dijadikan apa,” ungkap Edy, usai rapat.

Dengan pertemuan tersebut, lanjut Edy, sinkronisasi antara Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deliserdang, dapat tercapai guna menindaklanjuti rencana pembangunan yang terintegrasi. Sehingga untuk peleksanaannya diharapkan dapat dimulai awal 2022 mendatang. Karena itu persiapannya dilakukan secepat mungkin. Mengingat rencana strategis ini sudah disampaikan sejak awal kepemimpinan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di 2018 lalu.

“Pertama, diharapkan Lapangan Merdeka Medan itu kosong, khusus untuk tujuan kegiatan masyarakat. Direncanakan lagi oleh Wali Kota Medan untuk ada tempat parkir bawah tanah, ada 2 tingkat. Itu didukung. Kedua, menjadikan kawasan Kesawan sebagai tempat wisata heritage, rumah-rumah peninggalan lama,” jelasnya.

Selanjutnya, menurut Edy, tindak lanjut soal keberadaan sungai yang terhubung dari Deliserdang ke Medan. Sehingga pembahasannya harus mengikutsertakan daerah yang dilewati aliran sungai. Bagaimana agar kawasan sungai dapat direvitalisasi, berikut daerah aliran sungai (DAS), yang ada pembagian tugas antara pemerintah kabupaten/kota, provisi, dan pusat.

“Ketiga, adalah soal pengelolaan sampah (tempat pembuangan akhir/TPA), untuk dipelajari secara teknis. Dan juga Sport Centre, rumah sakit, yang akan dimulai di 2022. Khusus Sport Centre, pada 1 Oktober 2021 sudah harus dikerjakan. Ada areal olahraga, areal bisnis, pariwisata, hotel, taman terbuka, dan lainnya,” bebernya lagi.

Adapun untuk anggaranya, lanjut Edy, dari Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), yakni APBD, APBN, dan investor. Apalagi khusus Sport Centre, ditargetkan dapat digunakan saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024, yang Sumut menjadi tuang rumah bersama Provinsi Aceh.

Turut hadir di antaranya, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, Wali Kota Binjai diwakili Sekda Irwansyah Nasution, serta para pejabat terkait dari masing-masing daerah. (rel/saz)

Spezia vs Juventus: Ayo Bangkit Nyonya Tua!

BANGKIT: Striker Juventus Paulo Dybala diharapkan mampu bangkit saat bertandang ke markas Spezia dalam lanjutan Serie A, Rabu (22/9) malam pukul 23.30 WIB.

HINGGA pekan keempat Serie A musim ini, Juventus masih tanpa kemenangan. Setelah ditahan imbang 2-2 oleh Udinese, kemudian berturut-turut dipecundangi Empoli 0-1 dan Napoli 1-2, Juventus kembali ditahan seri 1-1 oleh AC Milan di Turin, akhir pekan kemarin. Mereka pun untuk sementara terdampar di zona degradasi.

BANGKIT: Striker Juventus Paulo Dybala diharapkan mampu bangkit saat bertandang ke markas Spezia dalam lanjutan Serie A, Rabu (22/9) malam pukul 23.30 WIB.

Melawat ke Stadio Alberto Picco, markas Spezia pada Rabu (22/9) malam pukul 23.30 WIB, menjadi momentum kebangkitan bagi La Vechia Signora. Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, yakin skuadnya akan segera meraih kemenangan di Serie A.

Allegri menyebut, timnya bermain lebih baik dalam beberapa laga terakhir, salah satunya saat menahan imbang AC Milan. Namun, tidak konsistennya permainan Juventus sepanjang 90 menit menjadi salah satu sebab mereka gagal meraih kemenangan.

Oleh karena itu, di laga selanjutnya menghadapi Spezia, Allegri berharap timnya bisa lebih stabil. “Kami kurang memiliki sedikit determinasi, tetapi kami sudah mempelajarinya. Kami harus lebih agresif sepanjang pertandingan dan harus memastikan dapat memenangkan setiap pertandingan,” ujar Allegri, dikutip dari situs web resmi klub.

Dengan permainan yang mulai membaik, Juventus diprediksi bakal meraih kemenangan pertamanya di Serie A saat menghadapi Spezia. Pasalnya, Spezia tampil tidak terlalu bagus meskipun sudah meraih kemenangan pertama saat menghadapi Venezia akhir pekan lalu.

Dikutip dari situs web resmi klub, para pemain Spezia langsung melakukan persiapan menghadapi Juventus setelah menang 1-2 melawan Venezia. Tim besutan Thiago Motta kemungkinan tidak diperkuat oleh Kevin Agudelo dan Ebrima Colley yang mengalami cedera.

Arkadiusz Reca juga mengalami cedera hingga akhir pekan. Sementara, Martin Erlic cedera pada menit ke-23 saat melawan Venezia juga mengalami cedera dan diperkirakan harus absen selama beberapa pekan ke depan.

Kendati demikian, hal tersebut tidak mempengaruhi persiapan tim. Spezia saat ini menempati posisi 13 di klasemen Liga Italia dengan mengumpulkan 4 poin. Menghadapi Juventus, Spezia harus memperbaiki lini pertahanan mereka yang rentan kebobolan.

Dari 4 pertandingan, gawang Jeroen Zoet sudah kebobolan 10 gol. Sementara dari catatan Whoscored, lini pertahanan Spezia kerap kalah dalam duel 1 lawan 1. Hal ini bakal menjadi masalah karena Juventus memiliki pemain-pemain berkualitas seperti Federico Chiesa, Paulo Dybala, hingga Juan Cuadrado.

Dari catatan empat pertemuan kedua tim, Juventus masih mendominasi dengan dua kemenangan, sekali seri dan sekali kalah. Teranyar, pertemuan pada November lalu, Juventus berhasil menekuk tuan rumah dengan skor kemenangan 4-1. (bbs)

1 Oktober, Sport Centre Sumut Mulai Dibangun

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembangunan kawasan Sport Centre Sumut akan mulai dikerjakan 1 Oktober mendatang. Antara lain fasilitas yang akan dikerjakan yakni, sejumlah venue olahraga di antaranya stadion utama, pusat perbelanjaan, rumah sakit dan fasilitas pendukung lainnya.

“Kalau sport centre tanggal 1 Oktober ini sudah harus dikerjakan. Yang dikerjakan venue PON, area olahraga, areal bisnis, areal pariwisata, ada hotel, tempat mainan anak-anak,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menjawab wartawan, Selasa (21/9).

Ia pun memastikan, persoalan lahan Sport Centre Sumut yang beberapa waktu lalu sempat bermasalah, kini tak lagi memiliki kendala berarti. “Lahan sudah selesai. Yang nggak selesai kita tinggalkan saja,” tegas Edy.

Pembangunan venue olahraga di kawasan tersebut menggunakan dana APBN dan APBD. Pembangunan itu dilakukan untuk mendukung gelaran PON 2024 mendatang, di mana Sumut telah ditunjuk menjadi salah satu tuan rumahn

Sementara pengerjaan proyek fasilitas pendukung berupa hotel, wisma atlet dan sarana lainnya, memakai skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan kawasan Sport Centre Sumut di lahan seluas 300 hektare tersebut ditaksir menelan biaya Rp8,6 triliun.

“Ada APBD, ada APBN untuk infrastruktur. Ada KPBU untuk pembangunan rumah sakit, hotel, wisma atlet. Itu 2024 harus sudah bisa dipakai untuk PON,” imbuh mantan ketua umum PSSI itu.

Adapun kawasan Sport Centre Sumut yang berada di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang mulai dikenal pertama kali, ketika Gubernur Edy melakukan groundbreaking pada 14 Agustus 2020. Kawasan yang kini telah berganti nama menjadi Deli Sport City tersebut, akan digunakan untuk galeran PON 2024, menyusul penunjukan Sumut dan Provinsi Aceh sebagai tuan rumah bersama. (prn)

Jamaah Umrah akan Divaksin Dosis III, Kemenag akan Terbang ke Saudi Lakukan Diplomasi

UMRAH: Para jamaah saat melaksanakan umrah, baru-baru ini. Arab Saudi telah membuka penyelenggaraan ibadah umrah untuk jamaah dari luar negeri. Namun sayangnya Indonesia masih masih terkena suspend sehingga belum diizinkan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Abdul Kadir, memastikan jamaah umrah akan mendapatkan dosis ketiga vaksin Covid-19 atau booster.

UMRAH: Para jamaah saat melaksanakan umrah, baru-baru ini. Arab Saudi telah membuka penyelenggaraan ibadah umrah untuk jamaah dari luar negeri. Namun sayangnya Indonesia masih masih terkena suspend sehingga belum diizinkan.

“Jadi tentunya mereka dapat program khusus, karena persyaratan yang disyaratkan oleh Saudi Arabia bahwa harus tiga kali suntikan dengan satu kali booster. Maka itu tentunya akan kita penuhi sebelum pemberangkatan,” kata Kadir, dalam diskusi daring, Selasa (21/9).

Kadir mengatakan, pihaknya akan menyiapkan program untuk para jamaah umrah dalam mendapatkan booster vaksin Covid-19. Ia menuturkan, jamaah yang tidak memiliki sertifikat vaksin tidak boleh berangkat umrah.

“Tentunya ini kita tidak akan mengizinkan mereka untuk bisa melakukan ibadah umrah tidak mempunyai sertifikat vaksinasi dan tentunya vaksin yang akan digunakan vaksin yang direkomendasi oleh Saudi Arabia,” ujarnya.

Sementara, Kadir menjelaskan, aplikasi PeduliLindungi hanya digunakan dalam proses keberangkatan umrah dari Indonesia. Ia mencontohkan ketika masuk Asrama Haji, aplikasi tersebut baru digunakan sebagai screening awal. “Bilamana terdeteksi PCR-nya positif itu akan keluar informasinya berwarna hitam dan mereka pasti tentunya langsung dilakukan karantina,” ucap dia. Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) dalam waktu dekat akan berkunjung ke Arab Saudi untuk membahas soal kesiapan penyelenggaraan umrah. “Mudah-mudah dalam waktu dekat Kemenag akan berkunjung ke Arab Saudi untuk melakukan diplomasi tingkat tinggi,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kemenag, Khoirizi.

Menurut dia, Kemenag akan menemui jajaran Pemerintah Arab Saudi untuk meyakinkan mereka bahwa Indonesia siap melaksanakan umrah. Oleh karena itu, ia meminta para jamaah untuk melakukan vaksinasi Covid-19 sambil menunggu keputusan Arab Saudi soal umrah.

Menurut dia, vaksin adalah syarat awal agar jamaah bisa segera berangkat umrah sebagaimana permintaan pemerintah Arab Saudi. “Ketika vaksin kita lakukan protokol kita taati, istithaah kita penuhi, insya Allah pada saatnya umrah kita bisa lakukan,” ujar dia.

Khoirizi pun optimistis Indonesia segera diperbolehkan mengirim jamaah umrah ke Arab Saudi. Apalagi, kata dia, Pemerintah Arab Saudi sudah mencabut suspend Indonesia dan memperbolehkan vaksin Sinovac sebagai syarat masuk negara tersebut. “Kiranya dalam waktu dekat dengan menggunakan dua amunisi tadi segera membuka kesempatan umat Muslim Indonesia untuk laksanakan umrah,” ucap dia.

Oleh karena itu, Khoirizi meminta masyarakat khususnya jamaah umrah segera melakukan vaksinasi Covid-19 untuk memenuhi persyaratan dari Arab Saudi. Setelah para jamaah melakukan vaksinasi pemerintah terus berusaha melakukan lobi agar Indonesia bisa memberangkatkan jamaah umrah. “Jangkan kita ke Saudi, mau melaksanakan umrah, mau ke mal saja ditanya sudah vaksin belum,” ujarnya.

“Maka kami mengajak kita semua, bagaimana mendorong jamaah kita masyarakat kita untuk segera melakukan vaksin,” lanjut dia.

Khoirizi menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan berkunjung ke Arab Saudi untuk melakukan diplomasi tingkat tinggi. Pertemuan itu untuk menemui seluruh jajaran di pemeritahan Arab Saudi untuk meyakinkan bahwa Indonesia siap melaksanakan umrah. “Mari, kita semua, dalam hal ini penyelenggraa umrah kita segera menyiapkan jamaah,” ucap dia. (kps)

Kasus Aktif Tinggal 3.193 Orang di Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah kasus aktif Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hingga kini terus berada dalam tren menurun. Tercatat pada Selasa (21/9), sesuai data milik Kemenkes, total kasus aktif atau orang yang dirawat karena terpapar Covid-19 di Sumut, saat ini tinggal 3.193 orang lagi.

Jumlah tersebut diketahui, dari update data kasus konfirmasi positif berjumlah 103.719 setelah bertambah 315 kasus baru. Kemudian total kasus kesembuhan sebanyak 97.747 orang usai bertambah 577 kasus, dan kasus kematian berjumlah 2.779 usai bertambah tujuh orang.

Dari data tersebut, diketahui saat ini jumlah orang yang sedang terinfeksi Covid-19 di Provinsi Sumut ada sebanyak 3.193 orang. Jumlah ini mengalami penurunan 269 poin dari hari sebelumnya, sebesar 3.462 orang.

Sementara secara nasional, kasus terkonfirmasi positif Covid bertambah 3.263 orang. Pertambahan itu lebih besar dibandingkan sehari sebelumnya, yang hanya sebanyak 1.932 orang. Totalnya kini menjadi 4.195.958 orang. Sedangkan pasien sembuh pada hari Selasa kemarin, bertambah 6.581 orang dan totalnya kini menjadi 4.002.076 orang. Sementara kasus kematian pasien covid bertambah171 orang dan totalnya kini menjadi 140.805 orang.

Perkembangan penanganan Covid-19 di Provinsi Sumut yang terus membaik, membuat Kemenkes RI memasukkan Provinsi Sumut dalam level II terkait situasi Covid-19 di Tanah Air. Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, penetapan itu sesuai asesmen perkembangan situasi Covid-19 pertanggal 15 September 2021. “Secara umum Sumut sekarang sudah turun ke Level II. Sumut sendiri berada di level ini bersama 22 Provinsi lainnya,” ungkapnya.

Untuk daerah yang menjadi level I, Aris menyebutkan, berdasarkan asesmen tersebut hanya di isi oleh Provinsi Jawa Timur. Lalu untuk level III terdapat 10 Provinsi dan Level IV nihil atau kosong.

Sedangkan untuk Kabupaten/Kota di Sumut secara khusus, Aris menjelaskan, saat ini sudah tidak ada lagi wilayah yang statusnya berada pada Level IV. Namun untuk level I, kata dia, sejauh ini masih hanya terdapat satu Kabupaten saja yakni, Deliserdang.

Kemudian, sambung Aris, untuk level II terdapat 21 Kabupaten/Kota yakni, Toba, Taput, Tapsel, Tapteng, Simalungun, Samosir, Pakpak Bharat, Nias, Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat, Madina, Labusel, Labuhanbatu, Sibolga, Padangsidimpuan, Gunung Sitoli, Karo, Humbahas, Dairi dan Asahan.

Selanjutnya untuk level III terdapat 11 wilayah, masing-masing adalah Sergai, Paluta, Padang Lawas, Langkat, Labura, Tebingtinggi, Tanjungbalai, Pematangsiantar, Medan, Binjai dan Batubara.

“Namun begitu kepada masyarakat tetap kita imbau agar terus disiplin menjalankan protokol kesehatan, agar Sumut benar-benar menang melawan Covid-19,” pungkasnya.

Gubsu Kawal Vaksinasi Menuju PTM 

Untuk mengawal pelaksanaan program vaksinasi nasional di Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi bersama rombongan TP PKK Sumut, meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar dan masyarakat di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, Selasa (21/9). Edy meminta agar para siswa bersemangat untuk belajar di sekolah, namun tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, dengan mengenakan masker dan menjaga jarak interaksi.

“Ya, yang semangat belajarnya. Tetap jaga protokol kesehatan. Nanti pemerintah akan siapkan vaksin untuk kalian, supaya kita semua sehat dan dapat menjalankan belajar tatap muka,” ucapnya saat berkunjung di Sekolah Taman Siswa Pematangsiantar. 

Ia juga meminta para tenaga pengajar untuk tetap mengingatkan serta memberikan contoh agar murid bisa menjaga kedisiplinannya dalam prokes. Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Gubsu sekaligus melihat aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) yang diberlakukan di sekolah. Selain di Sekolah Taman Siswa Siantar, Edy dan rombongan melakukan tinjauan serupa di salah satu sekolah di Pematang Raya, Simalungun. Di sana, dirinya turut mengunjungi pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat. (ris/prn)

PPKM di Sumut Mulai Dilonggarkan, Bioskop Sudah Boleh Buka

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah mulai melonggarkan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 44/2021, pemerintah sudah mulai mengizinkan beroperasinya bioskop di wilayah-wilayah dengan status PPKM level 3, 2 dan 1. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi, yakni pengunjung sudah vaksin dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi serta kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

INMENDAGRI tertanggal 20 September 2021, salah satunya ditujukan kepada Gubernur Sumatra Utara dan bupati/wali kota di 33 kabupaten/kota di Sumut yang menerapkan PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1. Pada Diktum Keempat terkait penerapan PPKM Level 3, pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) sesuai Keputusan Bersama 4 (Empat) Menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Mendagri.

Kegiatan di pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan, diizinkan beroperasi mulai pukul 10.00 hingga pukul 21.00 waktu setempat dengan kehadiran pengunjung 50 persen dari kapasitas, serta mengoptimalkan aplikasi Peduli Lindungi.

Bioskop yang berada di lokasi sendiri maupun yang berada di pusat perbelanjaan/mal, sudah dapat beroperasi dengan memperhatikan kunjungan 50 persen dari kapasitas serta mengoptimalkan aplikasi Peduli Lindungi. Restoran/rumah makan dan kafe dengan skala kecil, sedang atau besar, baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal dapat melayani makan ditempat/dine in dengan kapasitas pengunjung 25 persen dan dapat beroperasi hingga pukul 21.00 waktu setempat. Kegiatan resepsi pernikahan atau hajatan dapat dihadiri maksimal 50 orang dan tidak diperbolehkan ada hidangan makanan ditempat dengan protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah daerah.

Plt Asisten Pemerintahan dan Sosial (Aspemsos) Setdako Medan, Muhammad Sofyan ketika dikonfirmasi Sumut Pos, mengaku sudah menerima Inmendagri Nomor 44/2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, Level 2, dan Level 1 serta mengoptimalkan Posko Pengamanan di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. “Kita sudah terima Inmendagri nya, (PPKM) Kota Medan memang sudah turun ke Level 3,” kata Muhammad Sofyan kepada Sumut Pos, Selasa (21/9).

Bukan Cuma Inmendagri, kata Sofyan, Pemko Medan juga telah menerima Instruksi Gubernur Sumut (Ingubsu) soal status PPKM pada 33 Kabupaten/Kota di Sumut. Namun ketika ditanya soal bioskop di Medan sudah diperbolehkannya buka, Sofyan enggan menjelaskan lebih rinci. “Yang jelas, Ingubsunya sudah kita terima barusan, sore ini. Ini SE (surat edaran) Wali Kota Medan sedang dipersiapkan. Jadi sebelum SE Wali Kota keluar, secara teknis kita belum bisa bicara banyak dulu. Yang jelas berdasarkan Inmendagri dan Ingubsu, Medan sudah PPKM Level 3,” ujarnya.

Begitu juga dengan Sekretaris Satpol PP Kota Medan, Rakhmat Harahap, enggan menjelaskan lebih rinci. Rakhmat menegaskan, pihaknya masih menunggu keluarnya SE Wali Kota Medan. Dengan begitu, Satpol PP dapat mengetahui juknis penertiban yang akan dilakukan ke depannya. “Misalnya teknis operasional restoran dan cafe, itu bagaimana kan kita tunggu SE dari Pak Wali dulu. Jadi dengan begitu, kita tahu teknis penertibannya,” ungkapnya.

Tunggu Surat Edaran Wali Kota

Inmendagri Nomor 44/2021 yang membolehkan bioskop buka kembali, disambut gembira oleh pengelola bioskop di Medan. Meski begitu, mereka masih menunggu peraturan berupa instruksi Gubernur Sumut atau Surat Edaran Wali Kota Medan.

Seperti diketahui, bioskop di Medan ditutup sejak awal pandemi tahun 2020 dan tidak pernah mengantongi izin untuk beroperasi kembali. Bioskop yang berada di ruang tertutup dikhawatirkan menjadi klaster penyebaran Covid-19 hingga izin pembukaannya cukup lama.

Marketing Communication Manager Sun Plaza, Yokie, mengatakan, sampai hari ini memang belum ada info ke pihaknya soal pembukaan bioskop kembali. “Mendagri memang sudah izinkan. Tapi tetap keputusan akhir ada di Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan. Jadi kami masih menunggu aturannya,” katanya, Selasa (21/9).

Ditanya, apakah bioskop sudah siap buka kembali jika peraturan kepala daerah sudah keluar, Yokie, mengatakan, belum bisa memastikan. Karena keputusan buka kembali akan tetap merujuk pada aturan terbaru nanti. “Dan kalaupun buka, sepertinya tidak langsung. Melihat apa aturan mainnya dulu. Karena membuka bioskop tidak sama dengan tenant-tenant yang ada di mal,” kata Yokie.

Marcomm Manager Plaza Medan Fair, Lenny Yun, mengatakan hal senada. Pihaknya juga masih menunggu peraturan kepala daerah. Dan menyoal kesiapan bioskop, kata Lenny, pasti siap jika diizinkan buka kembali. “Tapi sekarang aturannya dulu. Jika sudah ada izin, maka akan disesuaikan dengan aturan tersebut. Bioskop tentu perlu waktu mempersiapkan operasional sesuai aturan itu. Tapi pasti siaplah,” katanya.

Brand Marketing Cinepolis Indonesia, Indriana mengungkap, saat ini pihaknya sedang bersiap membuka kembali bioskop sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Persiapan yang dilakukan yaitu mengurus berkas administrasi dan dokumen pendukung kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mulai beroperasi kembali.

Ia juga menyampaikan, Cinepolis Indonesia sudah siap untuk membuka seluruh bioskop, apabila nantinya Pemda sudah memberikan izin dibukanya kembali bioskop. Persiapan-persiapan yang dilakukan mulai dari persiapan QR PeduliLindungi seperti yang diinstruksikan oleh pemerintah dan mewajibkan seluruh karyawan Cinepolis untuk melaksanakan vaksinasi demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Dalam Inmendagri sendiri, ketentuannya wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining atau penerapan protokol kesehatan (prokes) yang diatur oleh Pemda terhadap semua pengunjung dan pegawai. Dan kapasitasnya maksimal 50%. Hanya pengunjung dengan kategori hijau dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk.

Untuk kategori usia, pengunjung di bawah 12 tahun dilarang masuk. Selain itu, dilarang makan dan minum atau menjual makanan dan minuman dalam area bioskop. Kemudian mengikuti prokes yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan daftar perusahaan yang akan mengikuti uji coba operasional, ditentukan Kemenparekraf.(mbc/trb/map/bbs)