Home Blog Page 3273

Tingkat Kesembuhan Pasien Menurun Drastis, BOR di Medan Capai 70%

TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Nasution didampingi Sekda Wiriya Alrahman meninjau eks Hotel Soechi, beberapa hari lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Medan mengalami penurunan drastis. Kondisi ini mengakibatkan, persentase keterisian tempat tidur rawat inap atau Bed Occupancy Rate (BOR) meningkatkan tajam. Bahkan saat ini, sudah menyentuh angka 70 persen dari kapasitas yang ada.

TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Nasution didampingi Sekda Wiriya Alrahman meninjau eks Hotel Soechi, beberapa hari lalu.

HAL ini diakui Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution kepada wartawan usai menghadiri rapat paripurna DPRD Medan, Selasa (27/7). “BOR di Kota Medan betul ada peningkatan. Sebenarnya, peningkatannya sudah dari kemarin-kemarin. Saya katakan, stag kita dari satu bulan yang lalu. Itu saya katakan (BOR) hanya di 36 sampai 38 persen. Per hari ini, BOR kita untuk isolasi itu 69 persen, dan ICU 68 persen ini angka yang sangat tinggi, sudah mendekati 70 persen,” kata Bobby.

Dikatakannya, angka tersebut memang terbilang krusial. Namun, Bobby juga menyinggung positivity rate di Kota Medan, menurutnya hal itu juga penting untuk diperhatikan. Sebab bila masyarakat telah positif Covid-19, namun dengan gejala sedang sampai berat, maka orang tersebut akan menempatin

tempat tidur pasien Covid di rumah sakit. Sedangkan saat ini, positivity rate di Kota Medan dapat dikatakan menurun dan stabil. “Dari kemarin itu 28 persen, naik ke 30, turun lagi ke 28, naik lagi 30 dan hari ini 31 (persen). Itu untuk positivity rate,” ujar Bobby.

Sementara, berdasarkan data harian milik Kemenkes RI yang disampaikan BNPB, Selasa (27/7), adapun BOR Covid-19 di Kota Medan saat ini mencapai 73 persen. Lantas, mengapa angka BOR di Kota Medan bisa meningkat cukup tinggi, padahal posotivity rate-nya terbilang stabil? Bobby menjelaskan, jika saat ini tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Medan yang menurun sangat drastis. “Ini karena tingkat kesembuhan kita yang sangat-sangat turun drastis. Dari 90,01 persen, sekarang hanya tinggal 78 persen tingkat kesembuhan. Ini membuktikan bahwasanya semakin banyak yang mengisi (tempat tidur RS), namun yang sembuh semakin sedikit. Makanya BOR kita terus meningkat, yang sudah di dalam tidak keluar, yang masuk makin banyak,” jawabnya.

Namun memang, kata Bobby, saat ini angka penularan Covid-19 di Kota Medan mulai menunjukkan penurunan. Bila sebelumnya rata-rata di angka 500-an, saat ini berada di angka 300-an bahkan 200-an kasus per harinya. Untuk itu, Bobby kembali mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk kembali menerapkan protokol kesehatan secara ketat, meskipun saat ini pemerintah mulai memberikan beberapa kelonggaran kegiatan, khususnya kegiatan ekonomi. “Tapi yang dilonggarkan itu adalah kegiatannya, bukan prokesnya. Jadi mohon prokesnya harus tetap ketat. Namun kalau kedepannya prokesnya tidak diketatkan, kemungkinan pengetatan kedepannya ini harus kita lakukan lagi. Jadi kita tak mau mengorbankan ekonomi demi memutus mata rantai Covid, atau Covid dikorbankan untuk menyelamatkan perekonomian. Ini gak boleh, harus ada titik pertemuannya agar ekonominya berjalan, Covidnya menurun,” katanya.

Eks Hotel Soechi Difungsikan

Menyikapi tingginya tingkat keterpakaian tempat tidur atau ruang rawat inap dan ICU pasien Covid-19 di Kota Medan, saat ini Pemko Medan sedang mempersiapkan lokasi alternatif isolasi pasien Covid-19. Bahkan dalam waktu dekat, gedung eks Hotel Soechi akan segera difungsikan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. “Ini (lokasi alternatif isolasi) sudah bisa kita fungsikan, isolasi terpusat kita secara fisik, sarana dan prasarananya sudah bisa,” jawab Bobby.

Namun yang harus diperhatikan saat ini, terang Bobby, adalah terkait pelayanan. Bobby tidak mau, sarana dan prasarana yang sudah disiapkan tersebut belum dibarengi dengan sumber daya manusia (SDM) yang layak. “Ini personel nya harus betul-betul kita pastikan, yang terlatih, jangan karena itu bekas hotel Soechi, maka standar hotel saja tapi harus standar pelayanan kesehatan. Ini sedang benar-benar kita pastikan,” terangnya.

Bobby kembali menegaskan, secara fisik, gedung eks Hotel Soechi telah siap untuk beroperasi. Untuk itu, Pemko Medan tengah berusaha agar Eks Hotel Soechi bisa beroperasi dalam waktu dekat, bahkan ditargetkan bisa digunakan dalam minggu ini juga. “Mudah-mudahan dalam minggu ini, hanya tinggal melihat beberapa poin lagi, (gedung Eks Hotel Soechi) ini akan kita aktifkan,” tegasnya.

Berdasarkan amatan langsung di eks Hotel Soechi, renovasi masih dilakukan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan. Menurut Plt Kadis Kesehatan Kota Medan Syamsul Arifin Nasution, renovasi tengah berjalan dan kemungkinan akan dilakukan uji coba, Senin (2/8). “Sebenarnya kemarin sudah kita uji coba, namun masih belum siap dan harus dilakukan sejumlah prbaikan lagi, terutama masalah mesin pendingin ruangan (AC),” kata Syamsul.

Akibat satu tahun lebih tidak beroperasi, jelas Syamsul, menyebabkan harus dilakukan sejumlah perbaikan, terutama AC. Meski demikian, Syamsul optimis dalam empat hari ke depan, renovasi yang dilakukan rampung sehingga ex Hotl Soechi dapat dioperasikan menjadi lokasi isoman bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejalan ringan.

“Insya Alah, Senin depan akan kita uji coba lagi. Mudah-mudahn tidak ada masalah lagi dan eks Hotel Soechi dapat kita opertasikan untuk isoman. Kita gunakan kamar di lantai 6, 7 dan 8 untuk isoman. Di tiga lantai itu terdapat 120 bed, pertama-tama kita pakai lantai 6 yang sudah siap dengan jumlah 30 bed. Kemudian menyusul lantai 7 dan 8,”ungkapnya.

Di RSUD Pirngadi Medan, renovasi juga tengah dilakukan. Pengerjaan dilakukan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan serta dibantu Kementrian Kesehatan RI. Dikatakan Syamsul, RSUD Dr Pirngadi akan menjadi teman isoman bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala berat. “Kemenkes RI membantu 130 bed, 25 bed untuk ICU. Direncanakan, renovasi akan brlangsung selama dua Minggu,” jelasnya. (map)

Dairi PPKM Level 3, Masyarakat Masih Banyak Tidak Disiplin

DIABADIKAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (tiga kanan) diabadikan usai menerima kunjungan masyarakat di Pendopo Bupati, Selasa (27/7). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kabupaten Dairi saat ini melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Mengingat, Dairi masuk kategori risiko tinggi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

DIABADIKAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (tiga kanan) diabadikan usai menerima kunjungan masyarakat di Pendopo Bupati, Selasa (27/7). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Kendati melaksanakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3, aktivitas berkerumun baik di kalangan masyarakat, aktivitas perkantoran seperti rapat-rapat masih terus jalan. Begitu juga sejumlah sekolah di Dairi, masih mendatangkan siswa/siswi kesekolah memakai seragam.

Aktivitas masyarakat seperti di kolam pancing dan lainya masih berjalan terus. Ini menunjukkan, Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Dairi, lemah dalam penegakan disiplin terhadap para pelanggar protokol kesehatan (prokes).

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu usai menerima masyarakat di Pendopo Bupati, Selasa (27/7) dikonfirmasi mengatakan, beberapa kabupaten di kawasan Danau Toba berisiko tinggi penularan Covid-19.

Mari sama-sama bergerak mengurangi kerumunan. Penurunan risiko tinggi penularan hanya melalui mengurangi kerumunan, jaga jarak dan tetap memakai masker, kata Eddy.

Bupati mengaku, Menteri Dalam Negeri mengintruksikan melaksanakan PPKM level 3 bagi daerah berisiko tinggi penularan Covid-19. Namun, intruksi itu baru keluar beberapa hari yang lalu.

Saat ini, katanya, Satgas Covid-19 Dairi sedang menyusun sosialisasi mengacu Instruksi Mendagri, gubernur dan bupati. Untuk sosialisasi akan memanggil kepala desa, camat secara daring, agar dapat mensosialisasikan kepada masyarakat.

Selama ini, kita tetap memantau lonjakan terkonfirmasi positif dan mengintruksikan PPKM berbasis skala mikro. Dengan harapan lonjakan itu mereda, katanya.

Pihaknya sudah melakukan identifikasi, di mana pelaksanaan pesta sebagai pusat kerumunan di Dairi. Dan pelaksanaan pesta adat pernikahan, hajatan dan lainnya ditiadakan sementara.

Peniadaan pesta diharapkan bisa ditaati masyarakat. Eddy KA Berutu mengatakan, sesuai Intruksi Mendagri pelaksanaan PPKM level 3, masih diperbolehkan kegiatan masyarakat, namun kapasitas dikurangi. Sama halnya dengan toko, warung, rumah makan dan lainnya diizinkan beroperasi, tetapi dilakukan pembatasan jam operasional. Karena Dairi tidak berstatus lockdown, kata Eddy.

Sementara itu, diperoleh informasi, sebanyak 3 orang tenaga harian lepas (THL) yang bertugas di pendopo terkonfirmasi positif Covid-19.

Ditanya soal itu, Bupati Eddy membenarkan. Ia mengatakan, interaksi sangat tinggi di Dairi, sehingga siapa saja bisa terpapar. Ketiga THL yang terkonfirmasi sudah isolasi di RSUD Sidikalang.

Ia mengaku tidak kontak erat dengan THL, sehingga ia tidak melakukan isolasi mandiri. Ia juga membenarkan salah satu dari THL merupakan ajudan dari Ketua TP PKK Dairi. Ibu sudah 3 minggu di Jakarta, dan tidak ada kontak erat dengan yang bersangkutan,” pungkasnya. (rud/azw)

Obat Antivirus dan Vitamin Langka di Apotek Humbahas

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kelangkaan sejumlah obat antivirus dan vitamin ternyata tidak hanya di daerah-daerah lain saja. Di Kota Dolok Sanggul Kecamatan Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Provinsi Sumatera Utara juga mengalami yang sama.

Seperti disampaikan petugas penjualan di Apotek Damai Jalan Siliwangi. Dia mengaku, bahwa obat semisal oseltamivir, gentromicyn, favipiravir lagi tidak ada. “Lagi kosong oseltamivir, gentromicyn, favipiravir,” kata penjual di apotek itu, Senin (26/7).

Begitu pula, vitamin D3 5000, multivitamin yang mengandung zinc, multivitamin yang Becom-zet. “Ini juga tidak ada, lagi kosong,” ujarnya.

Hal serupa juga terjadi di Apotek Serasi Farma Jalan Pasaribu, Apotek Martabe Jalan Sisingamangaraja, toko obat Debora Jalan Siliwangi.

Para petugas penjualan apotek itu mengaku, bahwa stok obat antivirus dan vitamin tersebut kosong. “Enggak ada,” kata petugas yang enggan menyebut namanya

Sementara itu, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor dikonfirmasi sekaitan itu melalui WhatsApp, hingga berita ini diturunkan tidak mau menjawab.

Senada juga, Sekretaris Daerah Tonny Sihombing. Belum menjawab pertanyaan wartawan terkait tersebut.

Berbeda, Kepala Dinas Kominfo Hotman Hutasoi. Dia malah mengaku tidak dapat memberikan penjelasan dikarenakan belum ada jawaban dari Kepala Dinas Kesehatan drg Hasudungan Silalaban, dan Direktur RSUD Dolok Sanggul dr Netty Simanjuntak.

“ Ini belum bisa kujawab, karena belum ada penjelasan dari Kadis Kesehatan , dan Direktur Rumah Sakit,” ucap Hotman saat dihubungi.

Sebelumnya, Bupati Dosmar Banjarnahor melakukan pengecekkan ketersediaan oksigen, dan obat-obatan semisal, vitamin, remdesivir, ivermectin, favipiravir, dan oseltamivir di RSUD Dolok Sanggul.

Dikutip dari unggahaan akun Facebook Dosmar Banjarnahor II mengunggah, bahwa ia memastikan kebutuhan oksigen di RSUD Dolok Sanggul dan persediaannya lebih dari cukup.

Kemudian, Dosmar menyebut RSUD juga sudah bisa memproduksi oksigen sendiri dan bisa membantu kabupaten tetangga dalam mensuplai kebutuhan oksigen.(rud/azw)

Pasien Covid 19 Meninggal di Humbahas Bertambah

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO -Kasus kematian Covid 19 di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kembali bertambah. Kini, total pasien yang terkonfirmasi positif Covid 19 yang meninggal berjumlah 15 orang, yang sebelumnya, 14 orang.

“ Hari ini, Selasa (27/7) bertambah satu lagi sesuai hasil PCR pasien dengan inisial RM (54) alamat Jalan Pemuda Kelurahaan/Desa Pasar Dolok Sanggul yang meninggal dunia pada 25 Juli 2021 di RSUD Dolok Sanggul, positif Covid 19,” beber Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Humbang Hasundutan Hotman Hutasoit yang juga Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (27/7) melalui sambungan telepon.

Dijelaskan Hotman, terkait kronologi pasien yang berjenis perempuan ini, pada tanggal 25 Juli 2021, RM masuk ke RSUD Dolok Sanggul dengan mengalami gejala demam, batuk, sesak napas, pilek, dan pneumonia.

Namun, tidak sempat mendapatkan perawatan dalam beberapa hari. Di hari yang sama, sekitar pukul 14.10 WIB, RM meninggal dunia. “Berdasarkan hasil pemeriksaan swab, RM terkonfirmasi positif Covid-19, Selasa 27 Juli 2021,” ungkap Hotman.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan bertambahnya satu pasien lagi yang meninggal dunia tersebut, maka jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Humbang Hasundutan hingga saat ini menjadi 15 orang.

Untuk itu, Hotman kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan, agar tetap menaati dan disiplin menjalankan protokoler kesehatan. “Jaga orang-orang yang kita cintai mulai dari diri kita dengan disiplin jalankan protokol kesehatan 5M,” imbaunya.

Perlu diketahui, tercatat per tanggal 27 Juli 2021, sudah sebanyak 15 orang meninggal dunia. Dengan rincian, warga Dolok Sanggul 7 orang, warga Lintong Nihuta 5 orang, Pakkat 1 orang, Onanganjang 1 orang, Parlilitan 1 orang. (des/azw)

Eddy Keleng Minta RSU Sidikalang Diaudit

RSUD SIDIKALANG: Gerbang pintu masuk menuju RSU Sidikalang Jalan Rumah Sakit No 19, Sidikalang. 

DAIRI, SUMUTPOS.CO – BUPATI Dairi, Eddy Keleng Ate Betutu mengaku, sudah menginstruksikan Inspektorat untuk mengaudit keuangan rumah sakit umum (RSU) Sidikalang.

RSUD SIDIKALANG: Gerbang pintu masuk menuju RSU Sidikalang Jalan Rumah Sakit No 19, Sidikalang. 

Selain menyuruh Inspektorat untuk audit, Bupati Dairi itu juga memerintahkan manajemen RSU untuk segera membagikan jasa pelayanan para tenaga kesehatan (Nakes) di RSU Sidikalang.

Hal itu disampaikan Bupati Eddy KA Berutu menjawab wartawan terkait desakan anggota DPRD dari fraksi Demokrat, Bona Tindaon terkait puluhan miliar jasa layanan para tenga kesehatan (nakes) yang hingga kini tertahan direkening badan layanan umum (BLU) RSU Sidikalang di depan Pendopo Bupati, Selasa (27/7).

Bupati Eddy mengaku, sudah memerintahkan inspektorat, asisten serta kepala dinas untuk menyelesaikan permasalahan itu. Termasuk menyegerakan membayar jasa pelayanan nakes. “Saya juga sudah minta manajemen untuk bekerja efektif,” imbuhnya.

Eddy juga menyebut sudah menginstruksikan, agar insiden-insiden yang kekurangan cakapan managemen harus segera diperbaiki.

Menurutnya, keterlambatan pembagian jasa nakes ini terjadi karena kekurang cakapan managemen.

Terkait isu kekurang harmonisan antara fungsional dan manajemen, Eddy memgatakan, agar segera diakhiri. Bupati mengaku sudah pernah memanggil para kepala bidang dan direktur untuk mencarikan solusi supaya permasalahan di rumah sakit bisa terselesaikan sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal.

Ditanya tentang buruknya pelayanan dan kekurang harmonisan para pekerja di RSU Sidikalang, Eddy KA Berutu mengatakan, evaluasi aka dilakukan terhadap semua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Jika ada yang agak lambat akan kita geser dulu supaya bisa lebih cepat kerja,” ucap Eddy.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Dairi dari fraksi Demokrat, Bona Tindaon, mengungkap puluhan miliar jasa layanan nakes RSU Sidikalang belum dibagikan. Bona menyebut, jasa nakes itu yakni untuk jasa pelayanan umum, jasa jampersal serta jasa klaim BPJS untuk tahun 2020-2021. (rud/azw)

Bahas Isu Pelanggaran HAM, KontraS Sumut Gelar Diskusi Bersama Jurnalis Dairi

PAPARKAN: Koordinator KontraS Sumut, Amin Multazam (tengah) memaparkan terkait isu HAM saat mengelar diskusi dengan jurnalis Dairi di Sidikalang, Selasa (27/7).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Komisi Untuk Orang Hilang Dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara menggelar diskusi dengan jurnalis terkait isu pelanggaran hak azasi manusia (HAM) di Kabupaten Dairi di Sidikalang, Selasa (27/7).

PAPARKAN: Koordinator KontraS Sumut, Amin Multazam (tengah) memaparkan terkait isu HAM saat mengelar diskusi dengan jurnalis Dairi di Sidikalang, Selasa (27/7).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Koordinator KontraS Sumut, Amin Multazam menyampaikan, forum diskusi terbatas ini dimaksudkan mendorong jurnalis mengangkat isu HAM didaerahnya. Amin menyebut, jurnalis memiliki dua peran dalam konteks HAM.

Pertama, peran pendidikan melalui tulisan dan berbagai informasi yang disajikan kepada masyarakat. Kedua, peran monitoring melalui pemantauan kinerja negara dalam melaksanakan kewajibannya.

Menurut Amin, kedua peran penting tersebut menjadikan jurnalis tidak ubahnya sebagai pembela HAM, atau dalam istilah nya disebut Human Rights Defenders (HRDs).

Sebagai pembela HAM, maka sudah semestinya para jurnalis memiliki pemahaman yang baik soal isu HAM.

Seorang pembela HAM setidaknya harus memahami beberapa konsep dasar dari HAM itu sendiri. Salah satunya seperti nilai, instrumen (nasional maupun internasional), mekanisme pengawasan serta penyelesaian kasus-kasus HAM. Sehingga kegiatan/diskusi ini sangat berharga supaya saling memahami.

Amin menjelaskan, pelanggaran HAM berbeda dari pelanggaran pidana biasa. Dalam konteks pelanggaran HAM, selalu ada kaitan dengan peran Negara yang gagal dalam menjalankan tugasnya untuk melindungi, menghormati dan memenuhi HAM.

Dalam Negara, melekat wewang dan kekuasaan. Sehingga dalam konteks HAM, Negara merupakan pemangku kewajiban. Adapun individu/masyarakat merupakan pemangku hak. Itulah mengapa pelanggaran HAM hanya dapat dilekatkan pada Negara, ucapnya.

Terkait pelanggaran HAM terhadap jurnalis, lanjut Amin, catatan KontraS, dalam tiga bulan terakhir setidaknya mencatat 6 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Bahkan, belum lama ini seorang jurnalis / wartawan online di Siantar, meninggal karena ditembak.

Menurutnya, angka kekerasan terhadap jurnalis di Sumatera Utara tergolong tinggi, itu menunjukan ada yang salah dalam pers kita, sebut Amin. Sementara itu, dalam diskusi itu, KontraS banyak menggali informasi dari rekan jurnalis.

Dalam kesempatan itu, jurnalis mengajak KontraS Sumut untuk bersama-sama mengadvokasi kasus HAM di Dairi, komitmen itu yang kami perlu, ucap salah seorang jurnalis. Selain itu, jurnalis di daerah juga memberikan masukan pada KontraS dalam berbagai aspek yang perlu dikuatkan.

Mulai dari pelatihan teknis peliputan kasus HAM hingga menguatkan perlindungan keamanan digital yang saat ini penting dikuatkan. Ketua DPC GMNI Dairi, Firman Lingga mengapresiasi Kontras Sumut, telah mengadakan diskusi untuk memperkuat peran jurnalis dalam isu HAM. Diskusi dengan jurnalis, kerjasama KontraS Sumut dengan DPC GMNI Dairi. (rud/azw)

Dugaan Surat Kunker Palsu, Polda Sumut Panggil Ketua DPRD Deliserdang

POLDA: Kantor Polda Sumut beberapa waktu lalu.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) memanggil Ketua DPRD Deliserdang Zakky Shahri. Zakky dimintai klarifikasi soal dugaan surat kunjungan kerja (kunker) palsu yang diduga dilakukan salah satu pimpinan DPRD.

POLDA: Kantor Polda Sumut beberapa waktu lalu.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, mengatakan Zakky dimintai klarifikasi soal administrasi di DPRD Deliserdang.

“Klarifikasi tentang administrasi surat menyurat di lembaga itu, jadi belum ada sidik menyidik,” kata Nainggolan, Selasa (27/7).

Nainggolan mengatakan pihaknya akan mempelajari dulu kasus ini. Dia mengatakan kasus ini berawal dari laporan masyarakat.

“Dipelajari dulu. Adanya laporan orang tentang administrasi di lembaga itu yang tidak beres,” ucapnya.

Ketua DPRD Deliserdang, Zakky Shahri, mengatakan dirinya memang diminta datang ke Polda Sumut. Zakky mengatakan dia datang terkait surat yang ditandatangani Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Nusantara Tarigan.

“Bukan surat kunker yang saya buat. Ternyata laporan terhadap Bapak Nusantara Tarigan,” kata Zakky.

Dia menyebut ada yang melaporkan Nusantara terkait surat itu. Selain surat kunker, kata Zakky, dia juga ditanya soal surat rapat dengar pendapat (RDP).

“Yang dilaporkan beliau, awak (saya) yang dipanggil klarifikasi. Terkait surat RDP, kunker dugaannya di luar kewenangan,” jelasnya. (ddc/azw)

Korupsi Pembangunan Jembatan Salabulan, Kades dan Bendahara Divonis 4 Tahun Penjara

VONIS: Sidang korupsi pembangunan jembatan Salabulan digelar virtual di PN Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Kepala Desa (Kades) Salabulan, Lebih Tarigan dan Bendahara Desa, Fransiskus Valentinus dihukum masing-masing selama 4 tahun penjara. Keduanya terbukti bersalah korupsi pembangunan jembatan, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (27/7).

VONIS: Sidang korupsi pembangunan jembatan Salabulan digelar virtual di PN Medan.

Majelis hakim diketuai Mohammad Yusafrihadi Girsang dalam amar putusannya, kedua terdakwa memenuhi unsur bersalah sebagaimana Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf a, b Undang Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

“Menjatuhkan kedua terdakwa masing-masing oleh karena itu dengan pidana penjara selama selama 4 tahun denda Rp200 juta subsidar 3 bulan kurungan,” ujarnya.

Selain itu, terdakwa Lebih Tarigan diharuskan membayar uang pengganti Rp187 juta. Dengan ketentuan apabila tidak sanggup mengembalikan maka harta bendanya disita dan dilelang.

“Jika tidak punya harta yang cukup untuk mengganti kerugian tersebut, maka diganti pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan penjara,” kata Hakim.

Sementara itu, terdakwa Fransiskus Valentino kata hakim, juga dihukum membayar uang engganti kerugian negara sebesar Rp55 juta lebih subsider penjara 1 tahun 6 bulan.

Vonis tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Resky Pradhana Romli yang meminta supaya kedua terdakwa dihukum 4 tahun 10 bulan penjara.

Sementara itu, dalam sidang sebelumnya JPU Resky Pradhana Romli menghadirkan Rukiyati, selaku pendamping warga Dusun II dan III. Dalam kesaksiannya, Rukiyati mengatakan warga mengusulkan agar dibangun jembatan untuk menghubungkan antar dusun dengan panjang 12 meter dan lebar 3 meter.

Jaksa menyebutkan bahwa perbuatan para terdakwa diperkirakan telah merugikan keuangan negara sebesar Rp258.604.923. (man/azw)

Wartawan Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Peradangan

Persada Bhayangkara Sembiring.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persada Bhayangkara Sembiring (25), wartawan sekaligus pimpinan media online di Medan yang disiram air keras hingga mengenai wajahnya. Hingga kini korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM). Akibat siraman air kimia tersebut, indra penglihatan korban mengalami masalah.

Persada Bhayangkara Sembiring.

Kasubbag Humas RSUP HAM, Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) mengatakan, mata pasien yang terkena siraman air keras mengalami peradangan. Akan tetapi, ketajaman mata korban masih dalam batas normal. “Saat ini matanya ada peradangan, tapi tajam penglihatan masih dalam batas normal. Namun, pasien tetap dalam pemantauan dokter spesialis mata,” kata Rosa, Selasa (27/7).

Rosa menyebutkan, korban telah selesai menjalani operasi debridemen atau membersihkan luka bakar yang dideritanya. Kondisi pasien saat ini sudah stabil. “Setelah dioperasi kemarin, kondisinya sudah stabil dan sadarkan diri. Kemudian, hemodinamik saat ini bagus,” sebutnya.

Baca juga: Diduga Beritakan Perjudian, Wajah Disiram Air Keras, Wartawan yang Dirawat Sudah Mulai Sadar

Meski kondisinya stabil, lanjut Rosa, pasien masih sulit berbicara lantaran wajahnya dipenuhi perban. “Pasien sekarang dirawat di ruang rawat intensif unit luka bakar,” tandas dia.

Terpisah, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Rafles Langgak Putra mengatakan, pihaknya terus menyelidiki pelaku di balik penyiraman yang diduga air keras terhadap korban. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mendalami CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian. “Masih kami lidik (selidiki) pelakunya. Saksi-saksi sudah diperiksa, CCTV sedang dianalisis,” ujarnya.

Diketahui, Persada disiram air keras oleh dua pria berboncengan mengendarai sepeda motor Vixion di Jalan Jamin Ginting, Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Minggu (25/7) malam. Beredar kabar, motif penyiraman air keras terhadap Persada diduga ada kaitan dengan pemberitaan kasus judi di media onlinenya. (ris/azw)

Aksi Viral di Medsos, Pelaku Pungli Pengangkut Bawang Ditangkap

DITANGKAP: Pelaku pemalakan sopir pengangkut bawang saat diboyong oleh petugas ke Mapolsek Medan Timur, Selasa (27/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaku pungutan liar (pungli) sopir pengangkut bawang ditangkap di Jalan Bulan/Pasar Sambu Medan oleh Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Reskrim Polsek) Medan Timur, Selasa (27/7). Aksi tersangka Gardan Sianturi (33) itu sempat viral di media sosial (medsos).

DITANGKAP: Pelaku pemalakan sopir pengangkut bawang saat diboyong oleh petugas ke Mapolsek Medan Timur, Selasa (27/7).

Di hadapan penyidik, pelaku tersebut mengakui perbuatannya melakukan pemalakan. “Iya pak, perbuatan saya salah,” sesal Gardan.

Ia mengakui, dengan sengaja meminta uang kepada sopir yang sedang memuat bawang di Jalan Vetaran/Pasar Sambu Medan. “Saya minta uang Rp5 ribu untuk administrasi ormas (organisasi masyarakat),” ujarnya.

Aksi pengutipan uang terhadap para sopir di sepanjang Jalan Veteran itu sudah dilakukannya selama dua hari sebelum video pemalakan itu viral. “Baru dua hari pak. Itu uangnya saya setor untuk ormas,” akunya.

Saat melakukan pemalakan terhadap sopir pengangkut bawang yang identiasnya tak mau disebutkan, dirinya tidak sadar kalau direkam melalaui ponsel. “Saya tidak tahu direkam oleh toke bawang,” ujarnya.

Setelah video pemalakan itu viral di medsos pada Selasa (20/7), personel Unit Reskrim Polsek Medan Timur langsung melakukan pengejaran. Setelah beberapa hari, akhirnya petugas menangkap pelaku di Jalan Bulan/Pasar Sambu Medan.

Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin melalui Kanit Reskrim Iptu Jefri Simamora mengatakan, kalau pelaku saat ini sedang dimintai keterangan. “Sudah kita amankan. Saat ini pelaku sedang diperiksa,” kata Arifin.

Berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan, pria bernama Gardan ini diduga sudah sering memintai uang para sopir di sepanjang Jalan Veteran Medan. “Kita duga bukan hanya sekali saja, tapi sudah sering,” ujarnya.

Rencananya, pihak Polsek Medan Timur akan melakukan pemanggilan terhadap korban. “Sudah kita panggil, nanti akan dibuat surat pernyataan tidak berbuat lagi,” tegasnya.

Diketahui, video seorang pria yang sengaja direkam sedang melakukan pungli terhadap mobil pengangkut bawang viral di medsos Instagram, pada Selasa (20/7) lalu.

Dalam video yang beredar, aksi pungli itu disebut terjadi di Jalan Veteran Medan. Tiba-tiba pelaku yang mengaku dari salah satu ormas meminta uang.

Pelaku yang mengenakan topi itu tiba-tiba mendatangi orang yang sedang melakukan bongkar muat. Salah seorang pria yang ada di sekitar kemudian merekam aksi itu dan sempat menginterogasi pelaku. (mag-1/azw)