Home Blog Page 3291

Sidang Korupsi Pengadaan Buku SD dan SMP Kota Tebingtinggi: Mantan Kabid PPD Menangis Bacakan Pembelaan

PEMBELAAN: Mantan Kabid PPD Disdik Tebingtinggi, Efni Efridah menangis membacakan pembelaan dalam kasus sidang korupsi, Kamis (22/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid PPD) Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi, Efni Efridah menangis di hadapan majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmarta di Ruang Cakra 4 Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (22/7).

PEMBELAAN: Mantan Kabid PPD Disdik Tebingtinggi, Efni Efridah menangis membacakan pembelaan dalam kasus sidang korupsi, Kamis (22/7).

Dalam sidang beragendakan pembelaan (pledoi), air mata terdakwa jatuh, ketika menyatakan bahwa ia memiliki dua orang anak yang masih kecil. Dimana saat kejadian dirinya tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan sang anak sejenak.

“Saya seperti dijebak disini, saat itu tiba tiba saya langsung dituduh melakukan tindakan itu dan saya langsung dibawa ke polisi tanpa diizinkan untuk bertemu dengan anak saya,” ucapnya.

Sambil menangis, Efni menyebutkan bahwa hancur hatinya saat mengingat dua buah hatinya. “Hancur hati saya pak, anak saya dua masih kecil masih butuh bimbingan saya. Saya takut pak hakim anak saya minder mempunyai ibu seperti saya,” ujarnya.

Ia menyatakan, bahwa dirinya hanyalah mengikuti perintah atasannya. Terdakwa merasa, bahwa pertimbangan penuntut umum tidak sesuai dengan perbuatan yang dirinya kerjakan.

“Saya ini hanya bawahan yang diperintahkan oleh atasan. Tapi kenapa hukuman saya berat sekali seakan saya adalah dalangnya,” ketusnya.

Ia juga menyatakan, bahwa hukuman tuntutan yang diberikan JPU cukup tidak adil kepada dirinya.

“Saya melihat JPU maupun pengacara lainnya bertemu untuk menandatangani perdamain. Seolah-olah semua di setting. Sementara saya yang tidak memakai pengacara yang disarankan saya terkena hukuman yang paling berat,” keluhnya sambil menangis.

Diakhir pledoi, terdakwa meminta maaf kepda sang anak karena tidak bisa menemuinya sementara waktu. “Maafin mama nak, mama udah jadi beban,” ucapnya dengan tangisan yang kencang.

Namun saat masih membacakan pledoi, hakim ketua langsung memotong dan mengatakan bahwa pledoi terdakwa sudah keluar dari konteks hukum.

“Jangan curhat terdakwa, nanti kalau anda kurang puas masih ada banding dan lain sebagainya. Sekarang biarkan kuasa hukummu yang melanjutkan,” kata hakim.

Mendengar hal itu, Efni langsung terdiam dan langsung mengatakan bahwa dirinya meminta hukuman yang seadil-adilnya. “Saya rasa ini tidak adil pak hakim dan saya mohon semoga pledoi ini bisa jadi bahan pertimbangan,” tukasnya.

Diketahui pada sidang minggu lalu, Efni Efrida dituntut selama 8 tahun penjara denda Rp200 subsider 6 bulan kurungan. Dia juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp600 juta subsider 4 tahun penjara.
Kemudian, dua aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pendidikan (Disdik) Tebingtinggi lainnya, yakni terdakwa mantan Kadisdik Tebingtinggi H Pardamean Siregar, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Masdalena Pohan. Dimana pada sidang tuntutan tersebut, ketiga terdakwa dituntut dengan hukuman yang berbeda.

Mengutip surat dakwaan, bermula pihak Dinas Pendidikan mendapati sejumlah kejanggalan dalam pengadaan buku panduan Pendidik senilai Rp2,4 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Pemko Tebingtinggi Tahun Anggaran (TA) 2020.Seperti di antaranya Penunjukan Langsung (PL) pekerjaan kepada 10 rekanan, Yakni CV Bina Mitra Sejagat, CV Dita Perdana Abadi, CV Makmur Bersama, CV Nandemo Aru, CV Tri Putra, CV Raja Mandiri, CV Samba, CV Sinergi, CV Tiga Putra Jaya serta CV Viktory.

Selain itu diketahui pula terdakwa H Pardamean Siregar, selain sebagai Pengguna Anggaran (PA) juga merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan buku panduan panduan di Disdik Tebingtinggi.
Dikatakan Jaksa dari hasil penghitungan tim audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumut, juga ada temuan kerugian keuangan negara mencapai Rp2,3 miliar.

Akibat perbuatannya, JPU menuntut ketiga terdakwa sesuai dengan pasal sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto (jo) UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (man/azw)

Merasa Diusir, Wartawan Laporkan Polisi ke ke Propam

BUKTI LAPORAN: Wartawan online Indra Hasibuan saat menunjukan bukti laporan. Sumut Pos/ Ist.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang wartawan online di Kota Medan Indra Hasibuan melaporkan sejumlah oknum petugas piket Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan ke Propam Polrestabes Medan, Rabu, (21/7) sore.

BUKTI LAPORAN: Wartawan online Indra Hasibuan saat menunjukan bukti laporan. Sumut Pos/ Ist.

Indra dan temannya Leo mengaku mengalami dugaan perbuatan tidak menyenangkan, yakni pengusiran oleh petugas piket di saat akan memasuki pintu gerbang Polrestabes Medan ketika melakukan tugas peliputan, beberapa waktu lalu.

Indra mengatakan, bahwa dirinya bersama rekannya sudah diperiksa oleh Aiptu Kembaren dan sudah mendapatkan bukti tanda laporan yang langsung diberikan oleh Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Zonny Aroma.

“Kami sudah selesai membuat laporan dan bukti laporan sudah diberikan langsung oleh Kasi propam. Kami masih menunggu hasil dari laporan tersebut,” ujarnya kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (22/7).

Dia berharap semua oknum petugas piket yang saat itu ikut mengusir dirinya dan rekan nya, agar diberikan sanksi tegas. “Saya bermohon agar Bapak Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko segera memberikan sanksi kepada mereka yang bersifat arogan agar kejadian tersebut ke depan nya tidak terulang kembali,” harapnya.

Sebab, pihaknya masih merasa khawatir jika nanti kembali meliput ke Polrestabes Medan, akan mendapatkan perlakuan serupa. “Saya berharap agar mereka tidak bertugas lagi di Polrestabes Medan, karena saya mangkal di sini mencari berita, kalau mereka di sinikan tiap hari kami jumpa. Saya khawatir akan terulang kembali kejadian itu,” ungkapnya.

Dia menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan menyurati Kapolri, agar dapat memberikan tindakan tegas kepada oknum yang dilaporkan.

Sementara itu, Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Zonny Aroma saat ditemui di ruangan nya menjelaskan, bahwa dirinya sudah menerima laporan tersebut.

“Akan kami lakukan gelar pekara atas laporan tersebut nanti akan diberitahukan kepada pelapor,” kata Zonny. (mag-1/azw)

Saat Belajar Online, Ponsel Pelajar SD Dirasmpok

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sungguh malang nasib yang dialami AS (9), bocah asal Jalan Pelopor, Kelurahan Teladan, Medan Kota. Pasalnya, saat sedang belajar online menggunakan ponsel android di warung dekat rumahnya, ponsel pelajar kelas 3 sekolah dasar (SD) ini dirampok pria yang berboncengan sepeda motor, Rabu (21/7) sore.

Menurut pengakuan bocah tersebut, awalnya dia datang ke warung tetangganya dan mengerjakan tugas sekolah yang diberikan gurunya secara online. Korban terpaksa datang ke sana untuk menumpang wifi karena tak memiliki kuota internet.

Namun, ketika serius mengerjakan tugas, tiba-tiba dua orang pria tak dikenal datang dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat. Selanjutnya, langsung merampas ponsel android bocah tersebut dan kabur. “Kejadiannya pas aku lagi belajar online di rumah kawanku. Mereka berdua datang naik Honda Beat dan langsung merampas handphone-ku,” ujar korban diwawancarai wartawan, Kamis (22/7).

Mengetahui barang berharga ponselnya diambil orang, bocah itu kemudian berteriak maling dan sambil berlari mengejar kedua pelaku. Akan tetapi, lantaran suasana sepi, upaya bocah tersebut sia-sia dan pelaku berhasil lolos membawa kabur ponsel android merk Oppo. “Sempat aku kejar sambil berteriak maling. Tapi, karena kondisi lagi sepi, mereka berhasil lolos,” ucap AS.

Bocah itu menyebut, dia sudah menceritakan kepada orangtuanya terkait kejadian penjambretan yang dialaminya. “Sudah aku bilang sama bapak dan mamak ku, tapi belum tahu apakah sudah membuat laporan ke polisi atau belum,” tukasnya.

Pemilik warung, Lina Sipahutar melihat perampokan ponsel korban saat sedang mengerjakan tugas. Penjambretan terjadi pada sore hari. “Sore itu aku lagi duduk di warung. Aku lihat anak itu duduk di depan warungku sambil main handphone. Terus, enggak lama datang dua orang pakai baju putih naik sepeda motor dan langsung merampas handphone dia. Kemudian, dikejar anak itu tapi pelakunya sudah kabur jauh,” ujar Lina. (ris/azw)

Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2020, DPRD Kritik Keras Bupati Dairi

SERAHKAN: Wakil Ketua DPRD, Halvensius Tondang menyerahkan pandangan umum anggota DPRD kepada Bupati Dairi, Eddy KA Berutu. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 13 orang anggota DPRD Kabupaten Dairi mengkritik keras Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu terkait pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Dairi tahun 2020.

SERAHKAN: Wakil Ketua DPRD, Halvensius Tondang menyerahkan pandangan umum anggota DPRD kepada Bupati Dairi, Eddy KA Berutu. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Kritik keras disampaikan dewan pada pemandangan umum anggota DPRD atas nota pengantar Bupati Dairi tentang rancangan peraturan daerah (Ranperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2020 dalam Sidang Paripurna dewan, Rabu (21/7).

Jembal Putra Ginting, dari Fraksi Nasdem minta Bupati menjelaskan serapan anggaran penanganan Coronavirus Disiase 2019 (Covid-19) di Posko perbatasan, mengingat anggaran sangat besar. Juga mengharapkan evaluasi kinerja Kepala Dinas Pertanian, Efendi Berutu karena tidak bisa kerja sama dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL). Jembal meminta, agar Kadis Pertanian mengoptimalkan PPL.

Radeanto Banjarnahor dari fraksi Pertaki meminta Pemkab Dairi menelaah dan mengevaluasi pembuatan masker kain, karena masker hanya didistribusikan ke Kelurahan.

“Padahal banyak masyarakat mengaku, tidak dapat masker yang dibagikan Kelurahan itu. Padahal, anggaran pembuatan masker kain sangat besar Rp1,2 miliar lebih, tampak siasia karena tidak tepat sasaran,” ujar Radeanto.

Radeanto juga mengkritisi bantuan Stimulan untuk pengadaan tanaman ubi kayu sebesar Rp1,9 miliar lebih.

“Kami melihat, terdapat kejanggalan di Dinas Pertanian, seharusnya memberikan bantuan bibit, tapi diserahkan bantuan uang tunai,” tambahnya.

Kepala Dinas Perindagkop, Oloan Hasugian dikonfirmasi mengatakan, semua bantuan masker kain sudah didistribusikan Kelurahan. Masker sebanyak 150.590 picis, sudah dibagikan melalui 8 Kantor Lurah.

Oloan mengatakan, pengadaan masker kain bersumber dari dana BTT penanganan dampak ekonomi sebesar Rp1 miliar lebih. Pengerjaan masker, dikerjakan 188 penjahit di 8 Kelurahan. Total masker sebanyak 150.590 picis dengan harga masker dibayarkan ke tukang jahit sebesar Rp8000/masker termasuk ppn/pph.

“Pembagian masker berdasarkan jumlah penduduk di kelurahan dikali 3 picis. Laporan 8 kelurahan masker sudah didistribusikan ke masyarakat,” ujar Oloan.

Cipta Karo-Karo dari fraksi Demokrat, meminta penjelasan kebijakan untuk pencegahan Covid-19 serta kelanjutam bantuan yang terdampak Covid-19.

Ia juga minta evaluasi kinerja aparatur, karena kurang harmonis antara legislatif dengan eksekutif serta menyarankan supaya memangkas kegiatan yang tidak penting.

“Temuan saya di daerah pemilihan (Dapil) 3, ada bangunan sekolah baru dibangun sudah rusak,” ungkapnya.

Selain itu, buat apa membangun perpustakaan dan laboratorium sementara sekarang sajapun belum bisa tatap muka dimasa pandemi Covid-19. Artinya, untuk saat ini silahkan merencanakan prmbangunan yang prioritas di masa pandemi Corona.

Selanjutnya, Lamhot Edward Munthe anggota fraksi PDIP dalam pandangan umumnya mengatakan, Kadis Pendidikan, Jonny Waslin Purba kurang memahami tentang yang dikerjakan. Pasalnya, pas ditanya terkait pengadaan buku, ia mengaku tidak tahu. Edward minta Kadis Pendidikan dievaluasi Bupati.

Hal sama disampaikan Hendra Tambunan anggota fraksi PDIP, meyayangkan besarnya SiLpa tahun anggaran 2020 yakni sebesar Rp114 miliar.

“Baru ini sejarah di Kabupaten Dairi siLpa sebesar itu,” ucap Hendra.

Begitu juga masalah raihan opini WTP dari BPK terkait pengelolaan keuangan Dairi tahun 2020, berbanding terbalik dengan pertumbuhan ekonomi Dairi tahun 2020 hanya minus 0,94% atau tidak sampai 1%.

“Untuk meningkatkan ekonomi warga di era pandemi, agar Pemkab Dairi pada PAPBD Dairi 2021 mendatang, menganggarkan pengadaan bibit ternak babi. Karena masyarakat sudah mapan dalam pengelolaan peternakan babi, dan ternak itu sangat menjanjikan mendongkrak perekonomian warga,” tandasnya.

Rukiatno Nainggolan, Bona Tindaon, Carles Tamba, Nasib Sihombing, Osman Sihombing, Lamasi Simamora serta Wakil Ketua DPRD, Wanseptember Situmorang juga menyampaikan pandangan umum. (rud/ram)

Kejaksaan Humbahas Sampaikan Capaian Kinerja

JAJARAN: Kajari Humbahas Martinus didampingi jajarannya saat memberikan keterangan pers, Kamis (22/7).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan menyampaikan pencapaian kinerjanya mulai Januari hingga Juni 2021, disela-sela peringatan Hari Bhakti Adhiyaksa (HBA) ke-61, Kamis (22/7).

JAJARAN: Kajari Humbahas Martinus didampingi jajarannya saat memberikan keterangan pers, Kamis (22/7).

Kepala Kejaksaan Humbahas, Martinus Hasibuhan menjelaskan pencapaian kinerja meliputi bidang pembinaan, Intelijen, Pidana Khusus, dan Pidana Umum.

Dia mengatakan, pada bidang seksi Intelijen dalam fungsi koordinasi, pengawasan, pengamatan, serta antisipasi, telah melaksanakan program Jaksa Menyapa, Jaksa Masuk Sekolah.

“Salah satunya di SMK Negeri 1 Doloksanggul serta penyuluhan hukum di empat Desa,” kata Martinus.

Dari pengawasan intelijen, sebut Martinus, berhasil melimpahkan satu kasus perkara ke bidang seksi Pidsus.

Lebih lanjut dikatakan, untuk perkara pidana umum pihaknya telah menerbitkan sebanyak 42 SPDP (surat pemberitahuan dimulai penyelidikan).

“Sejak Januari-Juni 2021 bidang Pidum telah menerbitkan sebanyak 42 SPDP. Kemudian sebanyak 24 kasus masuk tahap II serta sebanyak 25 bekas sudah P-31,” terangnya.

Sedangkan untuk bidang Pidana Kusus, sedang menangani 1 kasus tahap penyelidikan, tuntutan 4 kasus dan 1 kasus telah inkrah.

Kemudian lanjutnya, untuk bidang Perdata Tata Usaha Negara (Datun) teken nota kesepahaman Mou dengan pemkab Humbahas dan bantuan hukum litigasi dan pendampingan terhadap Dinas kesehatan Pemkab setempat terhadap 5 paket proyek dengan total pagu anggaran Rp2. 364.000.000.

Kemudian pendampingan hukum pada 4 kegiatn di RSUD Doloksanggul dengan pagu dana Rp2.328.017.467. Serta pendampingan pagu dana sebesar Rp48. 291.100.000 pada dinas PUPR setempat.

Selain itu, pihaknya juga berkontribusi pada pengembalian kerugian negara dengan nilai total sejumlah Rp333 juta rupiah. Pada kesempatan tersebut, Kajari Humbahas berharap dengan dilakukannya penampingan itu tidak ada lagi anggaran yang penyalurannya berhenti dengan alasan takut. (des/ram)

Stok Vaksin Covid-19 Kosong, Ribuan Warga Dairi Batal Divaksin Dosis ke-2

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ribuan warga Kabupaten Dairi yang sudah jatuh tempo mengikuti vaksinasi untuk suntikan dosis kedua tertunda, akibat stok vaksin kosong di Dinas Kesehatan. Kekosongan stok vaksin telah terjadi sejak, Senin (19/7).

Sekretaris Kesehatan Dairi, Frisda Turnip didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Welly Zebua, membenarkan stok vaksin kosong. Keduanya mengaku, saat ini vaksin sedang diupayakan didatangkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, supaya yang sudah jatuh tempo untuk vaksin dosis kedua bisa dilaksanakan.

Frisda menjelaskan, untuk vaksinasi suntikan kedua, vaksin yang dibutuhkan sebanyak 232 vial. Untuk dinas kesehatan sebanyak 53 vial dan TNI/Polri sebanyak 179 vial.

“Ada sekitar 2.320 orang yang tertunda menerima vaksin kedua sejak tiga hari terakhir,” katanya, Kamis (22/7). Frisda maupun Wely menyebut, sudah ada alokasi yang diberikan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, tetapi belum ada diberikan berapa jumlah yang dialokasikan untuk Dairi.

“Kita selalu mengajukan vaksin dengan jumlah yang banyak, namun realisasi dari provinsi terbatas,” kata mereka.

Frisda mengatakan, begitu vaksin tiba, akan langsung dilakukan penyuntikan kepada masyarakat yang sudah jatuh tempo, untuk mengikuti suntikan dosis kedua.

Disebutkan, toleransi waktu dosis pertama yang sudah jatuh tempo, untuk mengikuti suntikan dosis kedua tidak boleh lewat 7 hari. Artinya, kalau sudah lewat tujuh hari, imun tubuh penerima vaksin pertama akan turun. Bila hal itu terjadi, harus kembali mengulang menerima suntikan dosis pertama. Sasaran vaksinasi di Dairi sebanyak 236.046 orang yakni terdiri dari tenaga kesehatan (Nakes) sebanyak 1.134 orang, pelayan publik sebanyak 16.118 orang, lanjut usia (Lansia) sebanyak 28.029 orang, masyarakat umum dan rentan sebanyak 153.039 orang serta remaja sebanyak 37.726 orang.(rud/ram)

DPW PAN Sumut Sembelih 8 Hewan Kurban

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut melaksanakan penyembelihan delapan hewan kurban di Sekretariat DPW, Jalan Sei Lepan Nomor 2 Medan, Kamis (22/7).

SAMBUTAN: Ketua DPW PAN Sumut, Ahmad Fauzan Daulay didampingi Bendahara M Faisal saat menyampaikan sambutan.

Ketua DPW PAN Sumut, Ahmad Fauzan Daulay didampingi Bendahara M Faisal dan Ketua Panitia Mora Harahap, Sekpan Affan Alquddus mengatakan, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban sudah rutin dilaksanakan DPW setiap tahun.

“Kali ini kita menyembelih delapan hewan kurban, enam berasal dari internal pengurus DPW, sedangkan dua lagi sumbangan dari Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah,” sebut Fauzan.

Pada bagian lain, Fauzan mengemukakan, penyembelihan hewan kurban, selain untuk menghilangkan sifat kehewanan di dalam diri manusia, juga menjadi momentum berbagi terhadap sesama, apalagi di tengah pandemi saat ini, banyak umat hidupnya dalam situasi prihatin, sehingga sangat membutuhkan bantuan. “Momentum Hari Raya Idul Adha ini merupakan kesempatan bagi kita untuk memperlihatkan empati dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama umat,” kata Fauzan.

Anggota DPRD Sumut ini menyebutkan, selain di DPW, penyembelihan hewan kurban juga dilaksanakan di DPD PAN kabupaten/ kota se-Sumatera Utara, misalnya di DPD PAN Tapsel, Langkat, Binjai, Pematang Siantar, dan lainnya.

Fauzan menambahkan, sejalan dengan masih diterapkannya PPKM di Medan, maka untuk mencegah kerumunan, pihak panitia akan mendistribusikan daging-daging qurban tersebut kepada warga yang membutuhkan.

Sementara, ketua panitia Mora Harahap didampingi bendahara Erlina Koto mengatakan, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan DPW PAN Sumut tetap mengikuti ketentuan protokol kesehatan (prokes) yang digariskan pemerintah.

Hadir dalam acara ini, pengurus harian DPW M Faisal, Rudi Alfahri Rangkuti, Affan Alquddus, Amirullah Hidayat, Ade Taufiq, Ahmad Khairuddin, Adi Munasip, Dahron Hutagaol, Suartono, Agus Salim Ujung, Zainuddin, Luthfi Fauzi, Erlina Koto dan lainnya. (adz)

Orangtua Wajib Atur Konten Sesuai Usia Anak

PALUTA, SUMUTPOS.CO – Seminar web atau webinar yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Provinsi Sumatera Utara, 14 Juli 2021, mengangkat topik soal keamanan anak-anak dalam berselancar di dunia maya.

WEBINAR: Webinar yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika digelar secara virtual di Kabupaten Paluta, Rabu, 14 Juli kemarin. Adapun kegiatan itu, bertema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Sumatera II, Menjaga Keamanan Digital Anak-anak”. IST

Adi Guna Darmadi, selaku Relawan TIK Belitung Timur pada sesi Keamanan Digital, memaparkan tema “Menjaga Keamanan Digital Bagi Anak-anak di Dunia Maya”. Dijelaskannya, terdapat tiga risiko utama keamanan anak-anak di dunia digital antara lain; identitas anak rawan menerima serangan cyber; ketagihan gawai dan konten online; dan menerima perundungan cyber.

“Cara melindungi identitas anak melalui berkomunikasi dengan terbuka dan saling percaya, orangtua mengajari untuk membuat kata sandi yang kuat, menekankan pada anak memakai platform yang memiliki reputasi baik soal keamanan pengguna, berhati-hati terhadap sumber belajar daring yang manawarkan akses gratis, kelola perangkat anak, serta manfaatkan fitur safesearch,” katanya.

Adapun cara lindungi anak dari kecanduan gawai dan game online, menurut dia, imbangi waktu menggunakan gawai dan interaksi di dunia nyata, pinjami anak gawai sesuai kebutuhan, pilihkan program atau aplikasi yang positif untuk anak, mendampingi dan meningkatkan interaksi, gunakan gawai dengan bijaksana, serta telusuri konten yang sering dikunjungi anak dan atur konten sesuai dengan usia anak.

“Sementara lindungi anak dari perundungan cyber melalui ajarkan anak untuk tetap berperilaku baik di dunia maya, ketahui siapa lawan bicara anak, serta dorong anak untuk melapor jika melihat atau mengalami masalah di dunia maya,” ujarnya.

Oleg Sanchabakhtiar, selaku Creative Concept dan Direktur Expert Planet Design Indonesia, dalam sesi Kecakapan Digital menyampaikan tips dan trik cara membuat konten yang menarik bagi generasi milenial. Antara lain, membuat konten yang orisinil, membuat headline yang menarik, isi yang memberikan informasi pengetahuan yang akurat, perspektif baru, menginspirasi, dengan kemasan yang sangat menghibur, durasi yang cukup, mempunyai jadwal tayang yang teratur, serta tau konten yang paling banyak diminati generasi milenial.

“Konten yang paling banyak diminati seperti hiburan, liburan, video viral, meme, inspirasi dan motivasi, gambar indah, kutipan, kisah menyentuh, tips dan trik, serta video tutorial,” katanya yang mengangkat materi bertema “Tips dan Trik Cara Membuat Konten yang Menarik Bagi Generasi Milenial”.

Menurut dia, tips dan trik konten yang dapat disebut menarik dan punya nilai positif berupa, berkualitas isi dan marketnya sesuai pasarnya, berkualitas mudah ditemukan, berkualitas mudah dibaca, berkualitas untuk bisa dibagikan, yang berkualitas akan mudah diingat, serta mengaplikasikan berkawan, berkarya, dan berbagi di tanah Indonesia.

Di Sesi Budaya Digital, Syawaluddin Hasibuan selaku Dosen FP Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, membahas tantangan pada dunia akademik adalah bagaimana guru dan murid bersinergi dalam tranformasi digital. Penggunaan sistem digital lebih efisien bila dibandingkan dengan sistem konvensional.

“Kegiatan seminar atau konferensi dapat dilakukan secara daring tanpa terkendala jarak, lokasi atau biaya. Era industrialisasi digital perlu diwaspadai, sebab terjadi disrupsi yang mengakibatkan pekerjaan hilang. Hal inilah yang harus diperediksi oleh semua pihak, termasuk pihak sekolah,” ujarnya yang mengangkat materi bertema “Peran Komunitas Akademik Dalam Pendidikan di Era Digital”.

Kemampuan adaptif yang harus diperhitungkan itu, lanjut dia, berkaitan dengan era digital. Sekolah dan pendidik harus memberi pelatihan dan pembinaan pada peserta didik di sekolah dan di luar sekolah.

“Permasalahan pendidikan di era digital meliputi kurikulum belum berbasis IT dan global, proses belajar yang kurang mengasyikan serta pendidik yang kurang melek IT dan tidak inovatif, ketersediaan perangkat IT dan sarana belajar. Siswa harus dididik dalam hal kemampuan adaptasi, literasi digital, dan finansial, cerdas, inovatif dan kreatif, serta hard skill dan soft skill sesuai passion,” terangnya.

Narasumber pada sesi Etika Digital, M Sahor Bangun Ritonga, membahas hoax merupakan berita bohong atau tidak benar. Penyebab tersebarnya berita hoax ialah, dibuat dengan sengaja, tujuan awalnya hanya sekadar iseng atau lelucon, ingin menjadi orang pertama yang menyebarkan informasi, serta berlomba-lomba menikmati kesenangan dalam kebohongan.

“Ciri-ciri berita hoax antara lain, sumber berita yang kurang bisa dipercaya, foto dan video dalam berita tersebut direkayasa, mengandung unsur politik atau SARA, menggunakan kalimat provokatif, serta sering mendapat komentar negatif namun, di sisi lain juga ada yang percaya berita tersebut,” katanya yang mengangkat materi bertema “Sudah Tahukah Kamu Dampak Penyebaran Berita Hoax?”.

Dampak hoax secara sosial ialah, kata dia, membuat masyarakat menjadi curiga dan bahkan membenci kelompok tertentu. Dampak hoax secara ekonomi ialah mampu memengaruhi ekspetasi dan perilaku masyarakat yang pada akhirnya memengaruhi keputusan berekonomi, konsumsi, dan berinvestasi.

“Sementara dampak hoax secara politik ialah merusak persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Dampak hoax terhadap anak-anak ialah susah membedakan berita yang benar dan salah serta merusak psikologi anak,” tutur dia.

Webinar diakhiri Sri Ayu Wahyuni, influencer dengan followers 10 ribu, menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat para narasumber berupa cara melindungi identitas anak, melalui berkomunikasi dengan terbuka dan saling percaya dan orangtua mengajari untuk membuat kata sandi yang kuat. Tips dan trik cara membuat konten yang menarik bagi generasi milenial antara lain, membuat konten yang orisinil, membuat headline yang menarik, isi yang memberikan informasi pengetahuan yang akurat, perspektif baru, menginspirasi, dengan kemasan yang sangat menghibur. Sekolah dan pendidik harus memberi pelatihan dan pembinaan pada peserta didik di sekolah dan di luar sekolah. Serta, dampak hoax secara sosial ialah membuat masyarakat menjadi curiga dan bahkan membenci kelompok tertentu. Dampak hoax terhadap anak-anak ialah susah membedakan berita yang benar dan salah serta merusak psikologi anak.

Sebagai pembicara kehormatan atau keynote speaker, Bupati Paluta, Andar Amin Harahap memberikan sambutan tujuan literasi digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Joko Widodo turut memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kementerian Kominfo 2021.

Adapun kegiatan ini bertujuan, mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 kota/kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI / Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

Empat kerangka digital diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic, dan Digital Culture di mana masing-masing kerangka mempunyai beragam tema. (rel/dek)

Djarot dan Kapoldasu Satu Visi dalam Tanggulangi Pandemi Covid

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPP yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Djarot Saiful Hidayat bersama Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak satu visi dalam melihat penanganan dan penanggulangan bencana nonalam pandemi Covid-19. Hal tersebut terungkap dalam silaturrahim DPD PDI Perjuangan dengan Kapolda Sumut di Markas Poldasu, Kamis (22/7/2021).

Adapun kesamaan visi Djarot dan Panca diantaranya, Pertama; pandemi Covid-19 merupakan ancaman yang serius bagi bangsa Indonesia, karena mengandung efek domino yang begitu luas terutama di sektor ekonomi, sosial, keamanan dan politik. Maka diperlukan kesadaran kolektif bagi semua pihak dan elemen masyarakat untuk bergandengan tangan menghadapi benaca non alam ini.

Kedua; pasien Covid-19 bukan penyakit yang memalukan dan aib, oleh karena itu tidak boleh malu dan dikucilkan oleh anggota masyarakat yang lain. Kita harus membantu pasien Covid-19 yang sedang Isoman agar mereka kuat dan segera sembuh, tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan

Ketiga; masyarakat Sumut sangat antusias untuk melakukan vaksinasi, masalahnya adalah jumlah vaksin yang tersedia di Sumut sangat terbatas, karena itu kedua pimpinan di Sumut ini mendesak pemerintah pusat untuk sesegera mungkin mendistribusikan vaksi yang mencukupi di Sumut, tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Silaturrahim yang berlangsung hangat tersebut, Djarot mengajak semua pemangku kebijakan untuk merangkul semua pihak, terutama tokoh-tokoh masyarakat untuk terlibat aktif dalam penanganan covid ini. “Tokoh-Tokoh masyarakat harus berada dalam barisan terdepan untuk memberikan pelajaran dan keasadaran akan bahaya covid, apalagi muncul anggapan di masyarakat yang menjadikan pasien Covid sebagai aib masyarakat, untuk itu diperlukan usaha semua pihak, agar jangan sampai pasien Covid malah dikucilkan dan diberi stigma negatif,” papar Djarot.

Anggota DPR RI dari Dapil Sumut III ini juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polri yang ada di lapangan. “Kerjanya luar biasa, setiap hari harus berhadapan dengan Covid. Setiap hari harus mengatasi konflik yang mungkin terjadi akibat PPKM. Kita siap memback up bila diperlukan,” tegasnya. 

Djarot juga menyampaikan komitmen PDI Perjuangan untuk bersama-sama menghadapi ancaman besar untuk memutus mata rantai Covid-19. “Harus saling bahu-membahu, kami sebagai partai pemenang harus membantu pemerintah dan Polri bersama-sama menyelesaikan ancaman ini,” imbuhnya.

Selanjutnya, Djarot mengatakan, PDI Perjuangan telah menugaskan kader yang duduk di DPRD terutama Ketua DPRD dan Ketua Fraksi untuk mengawal persoalan ini. Terutama soal anggaran untuk penanganan Covid, harus betul-betul tepat sasaran, dan harus dapat mencari alternatif untuk memperoleh dana segar baik melalui dana hibah atau lainnnya yang tidak melanggar hukum.

Terakhir, Djarot menyampaikan progam PDI Perjuangan Sumut yang secara gotong-royong memberi bantuan kepada pasien Covid-19 yang isoman. “Terkait persoalan pasien Covid yang dianggap aib oleh anggota masyarakat, kita berharap kepada masyarakat untuk tidak mengucilkan, kita harus bantu mereka, kirim makanan dengan cara tetap mematahui protokol kesehataan dan masyarakat jangan menutup diri kepada pasien Covid-19,” pungkasnya.

Sementara, Kapoldasu Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak  mengatakan, semua harus bergandengan tangan menghadapi situasi ini, korban sudah bergelimpangan. “Tangung jawab pemerintah dan lintas sektoral untuk terus membantu persoalan ini,” ujar Panca.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga berharap silaturahim ini dapat terus terjalin dengan baik. “Selaku Kapolda saya menyucapkan tetimakasih atas dukungan PDI Perjuangan yang selama ini telah berjalan dan mudah-mudahan terus berjalan karena Polisi tidak bisa bekerja sendiri, bangsa ini harus dijaga bersama-sama tidak ada yang hebat dan kuat, kecuali jika kita bersatu,” ujarnya. (adz)

Samsung Electronics Raih Top Brand di Asia Selama 10 Tahun

Samsung menempati peringkat yang tinggi dalam 15 kategori produk dalam Asia’s Top 1.000 Brands tahun ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Samsung Electronics Co., Ltd, dinobatkan sebagai merek nomor satu dalam riset ‘Asia’s Top 1000 Brands 2021’ dari Campaign Asia-Pacific dan Nielsen IQ.

Selama 10 tahun berturut-turut, Samsung telah dipilih oleh konsumen di kawasan ini sebagai merek terdepan pilihan mereka dalam penelitian tahunan yang dilakukan di 14 pasar di wilayah Asia-Pasifik.

Asia’s Top 1000 Brands adalah survei opini konsumen yang mengukur preferensi merek secara kuantitatif dalam 15 kategori produk/jasa. Merek-merek yang muncul dalam daftar tersebut adalah mereka yang berhasil mendapatkan positive mind share sebagai merek yang paling dipercaya dan dicintai konsumen.

Secara khusus, Samsung menempati peringkat yang tinggi dalam 15 kategori produk dalam Asia’s Top 1.000 Brands tahun ini, bertambah dari 12 kategori di tahun lalu, dan menjadi merek teratas dalam kategori TV, perangkat kebersihan, dan teknologi rumah

Metodologi Survei Asia’s Top 1000 Brands menggabungkan data dari survei online yang dikembangkan oleh Campaign Asia-Pacific dan Nielsen IQ, penyedia informasi serta wawasan global. Survei dilakukan pada 12 hingga 30 April 2021.

Riset ini menyelidiki sikap konsumen di 14 pasar: Australia, Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Riset ini mengandalkan sejumlah 400 responden di setiap pasar. Di Jepang, India, dan Cina, masing-masing menggunakan peserta sejumlah 800, 1.200, dan 1.600 dan perbedaan pasar ini telah diterapkan pada bobot keseluruhan dari Asia’s Top 1000 Brands.

Untuk mewakili populasi pasar, survei menerapkan kuota pada sasaran usia, jenis kelamin, dan pendapatan rumah tangga bulanan.

Studi ini mencakup 15 kategori utama: alkohol; pakaian dan aksesoris; otomotif; minuman; elektronik konsumen; pengiriman; jasa keuangan; makanan; elektronik rumah tangga; perawatan rumah tangga dan pribadi; media dan telekomunikasi; restoran; retail; olahraga & hiburan; dan transportasi, travel dan rekreasi. Dalam kategori utama ini terdapat 80 subkategori. (rel)