Home Blog Page 3336

Konferda PWI Sumut Digelar 29-31 Juli 2021, Pendaftaran Calon Ketua PWI Sumut Dibuka 9-16 Juli

AUDIENSI: Ketua PWI Sumut saat audiensi dengan Gubsu terkait pelaksanaan Konferda PWI Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Konferensi Daerah (Konferda) Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sumatera Utara (PWI Sumut) 2021 akan dilaksanakan pada 29-31 Juli 2021. Sesuai tahapan pelaksanaan Konferensi PWI Sumut Tahun 2021, panitia telah mengirimkan Daftar Peserta Sementara Anggota Biasa (DPS-AB) kepada pimpinan media dan ketua PWI Kabupaten/Kota, Kamis (1/7).

AUDIENSI: Ketua PWI Sumut saat audiensi dengan Gubsu terkait pelaksanaan Konferda PWI Sumut.

“Kami mengirimkan DPS-AB agar pimpinan media maupun ketua PWI perwakilan bisa melihat apakah ada wartawannya yang belum tercantum dalam daftar tersebut,” ujar Ketua Panitia Pelaksana (OC) Khairul Muslim, didampingi Sekretaris OC Rizal R Surya dan Ketua SC Nurhalim Tanjung dalam keterangan Pers nya, di Gedung PWI Sumut Jalan Adinegoro, Jumat (2/7).

Menurut Khairul, mana tahu panitia luput memasukkan nama wartawan Anggota Biasa PWI dari media bersangkutan di DPS-AB, maka pihak media bisa menginformasikan kepada panitia. Demikian pula dengan ketua-ketua PWI perwakilan.

Selain itu, lanjut Khairul, DPS-AB ini juga memberi kesempatan kepada pemilik Kartu Anggota Biasa yang mati saat pelaksanaan pada 29 Juli 2021 untuk segera memproses perpanjangan kartunya. “Segeralah proses perpanjangan kartu, sebab jika kartu mati pada pelaksanaan konferensi tidak akan memiliki hak suara pada saat konferensi,” imbaunya.

Dia menambahkan, pada 7 Juli mendatang, panitia akan mengirimkan DPS-AB tersebut kepada PWI Pusat. PWI Pusat kemudian yang akan menetapkan DPS-AB menjadi Daftar Peserta Tetap Anggota Biasa (DPT-AB). “Yang masuk dalam DPT-AB yang akan memiliki hak suara,” imbuhnya.

Sementara itu, Rizal R Surya menambahkan, pendaftaran Bakal Calon (Balon) Ketua PWI Sumut masa bakti 2020-2025 dan Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Sumut masa bakti 2020-2025 akan dibuka pada 9 Juli hingga 16 Juli 2021 di Gedung PWI Sumut.

Untuk menjadi Calon Ketua PWI Sumut harus memenuhi syarat, yakni menjadi Anggota Biasa PWI Sumut sekurang-kurangnya tiga tahun. Pernah menjadi Pengurus PWI Pusat, atau Pengurus PWI Provinsi atau PWI Kabupaten/ Kota.

Kemudian, memiliki sertifikat dan Kartu Utama dari Dewan Pers. Surat Keterangan tidak sedang menjadi pengurus partai politik. Surat Keterangan tidak sedang menjadi anggota organisasi wartawan lainnya yang berbadan hukum pers baik di tingkat nasional dan daerah. Serta Surat Keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit. Surat Keterangan Bebas Narkoba dan SKCK.

Sedangkan, persyaratan menjadi Ketua DK PWI yakni, menjadi Anggota Biasa PWI Sumut sekurang-kurangnya tiga tahun. Pernah menjadi pengurus PWI Pusat atau PWI Provinsi atau PWI Kabupaten/ Kota. Berusia minimal 40 tahun. Memiliki sertifikat, Kartu Utama dari Dewan Pers dan Surat Keterangan tidak sedang menjadi pengurus partai politik.

Selanjutnya, Surat Keterangan tidak sedang menjadi anggota organisasi wartawan lainnya yang berbadan hukum pers di tingkat nasional dan daerah. Surat Keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit. Surat Keterangan Bebas Narkoba dan SKCK.

Seperti diketahui, Konferensi PWI Sumut 2021 akan dilaksanakan pada 29 dan 31 Juli 2021. Sesuai dengan ketentuan pelaksanaan konferensi di masa pandemi Covid-19, maka konferensi akan dilakukan secara daring (online) melalui Zoom Meeting dan tatap muka langsung.

Pada Kamis (29/7) pembukaan konferensi, dilanjutkan konferensi Tahap I pengesahan jadwal dan tata tertib. Lalu, Tahap II laporan pertanggung jawaban pengurus PWI Sumut masa bakti 2015-2020, konferensi dilakukan secara daring (online) melalui Zoom Meeting).

Sedangkan Tahap III Pemilihan langsung Ketua PWI Sumut masa bakti 2020-2025 dan Ketua DK PWI Sumut masa bakti 2020-2025 dilakukan secara langsung (tatap muka). (mag-1/ila)

Cafe-cafe di Jalan HM Joni Medan Langgar PPKM Mikro, Satgas Covid-19 Bubarkan Pengunjung

BUBARKAN: Tim Satgas Kota Medan saat membubarkan pengunjung di salah satu kafe di Jalan HM Joni Medan, Kamis (1/7) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan kembali menertibkan sejumlah cafe maupun restoran yang kedapatan melanggar protokol kesehatan (prokes) dan jam operasional yang tertuang dalam SE Wali Kota tentang perpanjangan sekaligus pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro di Kota Medan. Kamis (1/7) malam, giliran sejumlah cafe di kawasan Jalan HM Joni Kota Medan yang menjadi lokasi penertiban Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Medan yang bergabung dengan tim dari Kepolisian maupun TNI.

BUBARKAN: Tim Satgas Kota Medan saat membubarkan pengunjung di salah satu kafe di Jalan HM Joni Medan, Kamis (1/7) malam.

“Saat kita ke kawasan Jalan HM Joni, cukup banyak yang melanggar, mulai dari jam opersional yang masih beroperasi di atas jam 8 malam sampai kepada penerapan prokesnya,” ucap Sekretaris SatPol PP Kota Medan, Rakhmat Adi Syahputra Harahap kepada Sumut Pos, Jumat (2/7).

Dikatakan Rakhmat, sejumlah pegunjung cafe tampak masih melakukan makan dan minum ditempat saat tim datang. “Terpaksa kita bubarkan, mereka jelas sudah melanggar Surat Edaran Wali Kota Medan no 440/5352,” ujarnya.

Adapun salah satu cafe yang pengunjungnya dibubarkan, lanjut Rakhmat, di antaranya cafe Vidha Coffee House. Sebab ketika petugas mendatangi cafe tersebut, ternyata di dalam cafe masih terdapat banyak pengunjung yang masih makan dan minum di tempat. “Saat itu kita langsung meminta para pengunjung untuk membubarkan diri. Tidak hanya itu saja, kita juga menegur pengunjung yang kedapatan tidak menggunakan masker,” katanya.

Sedangkan kepada pemiliki cafe, petugas memberikan teguran keras agar tidak lagi memberlakukan layanan makan dan minum di tempat diatas pukul 20.00 WIB. “Pemilik cafe juga kita minta untuk menandatangani BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Itu sebagai bukti, ke depannya apabila masih tetap melanggar, maka petugas akan melakukan penyegelan,” jelasnya.

Tidak hanya di Jalan HM Joni saja, petugas juga mendapati cafe yang masih ramai pengunjung, tepatnya di Cafe Mangat Kupi, Jalan Air Bersih.

“Padahal saat itu sudah hampir jam 11 malam, sangat jauh dari jam yang ditetapkan. Di tempat ini petugas juga memberlakukan hal yang sama, kita minta para pengunjung yang masih makan dan minum ditempat untuk membubarkan diri serta menegur pengelola cafe,” terangnya.

Rakhmat juga menuturkan, pelanggaran ini sebenarnya terjadi secara merata di seluruh Kecamatan di Kota Medan. Artinya, pelanggaran yang terjadi tidak hanya di sejumlah kecamatan, melainkan terjadi di 21 Kecamatan yang ada di Kota Medan. (map/ila)

2023, Sungai Ditata Jadi Wisata Heritage,

ARUNGI SUNGAI: Wali Kota Medan, Bobby Nasution bersama lainnya, mengarungi Sungai Deli dengan perahu karet untuk melihat langsung kondisi sungai, baru-baru ini.

Pemko Medan Kolaborasi dengan Kementerian PUPR RI

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan berkeinginan menjadikan sungai sebagai wisata heritage di Kota Medan. Rencananya, tahun 2023 mendatang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI berkolaborasi bersama Pemko Medan akan menata sungai di Medan untuk dijadikan wisata heritage.

ARUNGI SUNGAI: Wali Kota Medan, Bobby Nasution bersama lainnya, mengarungi Sungai Deli dengan perahu karet untuk melihat langsung kondisi sungai, baru-baru ini.

Hal itu dilakukan sejalan dengan upaya merevitalisasi kawasan Kota Lama Kesawan Medan menjadi wisata kuliner dan heritage. Sebab, hal ini tidak terlepas dari sejarah berdirinya Kota Medan yang berawal dari pertemuan Sungai Deli dan Babura. Ini diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Medan, Benny Iskandar, ST, MT kepada Sumut Pos, Jumat (2/7).

Dikatakan Benny, keinginan itu muncul setelah Kementerian PUPR RI melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II telah menyetujui normalisasi tiga sungai di Kota Medan, yakni Sungai Deli, Babura dan Bedera sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya banjir di Kota Medan.

“Setelah normalisasi ketiga sungai dilakukan, Pak Wali melihat peluang yang cukup besar untuk menjadikan sungai sebagai objek wisata yang memiliki nilai heritage. Ditambah lagi, Kota Medan terbentuk karena pertemuan antara Sungai Deli dan Babura,” ucap Benny.

Dikatakan Benny, sejarah sungainya di mulai dari kampung kecil yang dulunya bernama Medan Putri, hasil pertemuan Sungai Deli dan Babura, persisnya di samping Wisma Benteng. Di lokasi pertemuan kedua sungai itu, nantinya akan dibuat taman bernuansa heritage dan kekinian. Setelah itu, akan bergerak ke wilayah Sungai Deli di kawasan Kesawan. “Gambaran kita yang sudah ada itu, akan jadi jalur pedestrian di pinggir dan di atas sungai. Di samping itu juga, nanti ada tempat jogging dan berkumpulnya anak muda. Jalur inilah yang nanti akan menyatukan Medan dengan Kesawan,” jelas Benny.

Selain itu, kata Benny, titk-titik lain sesuai dengan desain yang dibuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan. Pada kawasan itu juga, akan dibuat taman-taman di sempadan sungai yang dapat digunakan menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda yang dilengkapi dengan wifi dan media komunikatif lainnya.

“Penekanan heritage nya, bahwasanya sungai merupakan bagian depan Kota Medan, sesuai dengan sejarah lahirnya Kota Medan dari pertemuan dua sungai. Artinya, bangunan yang ada tidak lagi membelakangi sungai tetapi menghadap sungai dengan Jalan speksi di dalamnya. Kemudian, titik-titik heritage seperti Kampung Medan Putri dan Kesawan harus dihubungkan jalur pedestrian, sehingga orang nantinya menghargai sejarah Kota Medan,” terangnya.

Lantas, kapan penataan sungai menjadikan wisata heritage dilakukan? Benny mengatakan bahwa berdasarkan skema dari Kementrian PUPR RI, penataan sungai dan bangunan Warenhuis tidak masuk dalam bantuan yang diberikan dalam dua tahun ini. “Kalau sungai, penataanya kemungkinan dilakukan Kementerian PUPR RI tahun 2023. Pak Wali kemungkinan mencari dana dari sumber-sumber pembiayaan lain, misalkan melalui CSR,” jawabnya.

Namun Benny menegaskan, bahwa permasalahan yang ada sebenarnya bukan lah soal dana, tetapi pihaknya sedang menunggu desain normalisasi sungai atau penampakan sungai dari BWSS II.

“Desain sungai belum final, karena belum selesai dikerjakan oleh konsultan ESP yang datang ke Pemko Medan beberapa waktu lalu. Padahal Pak Menteri minta gambarnya selesai bulan Agustus, tapi hingga kini belum ada progress. Dengan tidak adanya gambar, tentunya kita tidak bisa menjalankan hal-hal lain seperti anggaran yang akan ditawarkan untuk CSR,” pungkasnya. (map/ila)

Dedy Aksyari Pasang Spanduk Tolak Pembangunan SPBU Shell Jalan Wahidin

SPANDUK: Dedy Aksyari Nasution ST memasang spanduk penolakan terhadap rencana pembangunan SPBU Shell di Jalan Wahidin, Kecamatan Medan Area.markus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution ST memasang spanduk penolakan terhadap rencana pembangunan SPBU Shell di Jalan Wahidin, Kecamatan Medan Area.

SPANDUK: Dedy Aksyari Nasution ST memasang spanduk penolakan terhadap rencana pembangunan SPBU Shell di Jalan Wahidin, Kecamatan Medan Area.markus/sumutpos.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (2/7), spanduk penolakan berukuran 1×3 meter itu dipasang persis di depan lokasi yang rencananya akan dibangun SPBU Shell. “Saya DEDY AKSYARI NASUTION, ST Anggota DPRD Kota Medan Komisi IV Fraksi GERINDRA MENOLAK pembangunan SPBU SHELL di lokasi ini,” tertulis dalam spanduk itu.

Ditanya mengenai keberadaan spanduk tersebut, Dedy Aksyari membenarkan jika spanduk tersebut memang berasal darinya. Ia bahkan mengaku sengaja mengirimkan spanduk tersebut.

Menurut Dedy, ada keanehan dalam penerbitan IMB (Izin Mendirikan bangunan Bangunan) untuk pembangunan SPBU Shell. Sebab, tetangga yang bersebelahan langsung dengan lokasi pembangunan tidak mengetahui pembangunan SPBU sebelumnya. “Mereka tidak dimintai izin. Padahal itu merupakan syarat dalam mengajukan permohonan IMB,” ucap Dedy, Jumat (2/7).

Untuk itu, Ketua Pansus RTRW DPRD Medan meminta untuk meninjau ulang pengeluaran izin yang ada. “Makanya ini harus ditinjau ulang sebenarnya, harus jelas titik terangnya. Apa alasan Dinas Perizinan untuk mengeluarkan izin pembangunannya,” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra ini juga membantah jika Komisi IV DPRD Medan pernah mengeluarkan rekomendasi untuk dikeluarkannya IMB atas bangunan tersebut. “Kalau gak salah yang saya tahu hanya surat persetujuan saja, itupun saat itu kami anggota Komisi IV banyak yang gak hadir, termasuk saya. Kalau saya pribadi, saya sepakat dengan Ketua DPRD (Hasyim), itu gak boleh dikeluarkan izinnya,” tegasnya.

Dedy juga mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui apakah lokasi tersebut merupakan lokasi usaha atau tidak, berdasarkan rencana detail tata ruang (RDTR). “Kita harus cek dulu Jalan Wahidin itu zona apa, apakah zona pemukiman atau bukan. Makanya harus dicek lagi,” tutupnya.

Seperti diketahui, rencana pembangunan SPBU Shell di Jalan Wahidin mendapatkan penolakan dari warga yang ada disekitarnya.

Pemko Medan bahkan sudah melakukan mediasi antara warga yang menolak dengan pihak managemen Shell. (map/ila)

107 Personel Polres Labuhanbatu Naik Pangkat dan Terima Penghargaan

NAIK PANGKAT: Personel di jajaran Mapolres Labuhanbatu menjalani proses kenaikan pangkat dan terima penghargaan. fajar/sumut pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 83 personel di jajaran Mapolres Labuhanbatu menjalani proses kenaikan pangkat. Dan, sebanyak 24 personel menerima reward triwulan.

NAIK PANGKAT: Personel di jajaran Mapolres Labuhanbatu menjalani proses kenaikan pangkat dan terima penghargaan. fajar/sumut pos.

“Selamat buat personel yang naik pangkat dan juga kepada personel yang mendapatkan reward triwulan ke II,” ucap Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, saat memimpin upacara kenaikan pangkat perwira dan bintara TMT 1 Juli 2021, Jumat (2/7).

“Kenaikan pangkat tidak datang dengan sendirinya. Namun semua itu tidak terlepas dari prestasi kerja yang didasari niat tekat dan kemampuan,” ujarnya. Kapolres Deni berpesan kepada personel yang telah mendapatkan reward untuk terus meningkatkan prestasi kedepan.

“Kepada 24 personel yang telah mendapat reward untuk triwulan ke 2 tahun 2021, saya berharap hal ini dapat memotivasi diri saudara untuk terus berprestasi dan meningkatkan kinerjanya,” pesannya.

Sebagai garda terdepan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, Ia juga terus mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh personel untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

“Polri sebagi garda terdepan dalam memutus penyebaran Covid-19, saya harap kita tetap memperketat protokol kesehatan Covid 19. Kepada semuanya untuk disiplin dan hindari pelanggaran sekecil apapun,” tegas Kapolres Labuhanbatu.

Lanjutnya, Polres Labuhanbatu juga siap membantu pengobatan dan atau isolasi mandiri bagi personil yang sakit.

“Polres Labuhabatu siap membantu pengobatan atau isolasi mandiri bagi Personil Labuhanbatu yang sakit,” pungkasnya.

Pada acara tersebut, Aipda Indra Dani yang merupakan salah satu personel yang naik pangkat, mengucap syukur dan berterimakasih atas pencapaian yang diterima seluruh personil dalam acara tersebut. “Yang pasti bersyukur kepada Allah SWT dan terimakasih kepada bapak Kapolres Labuhanbatu beserta jajarannya, semoga dengan naik pangkat setingkat lebih tinggi dapat keberkahan dan tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ucap Indra. (fdh)

Gerakkan Roda Perekonomian di Masa Pandemi Covid-19, Ratusan ASN Sergai Belanja di Pasar Rakyat

BELANJA : Bupati Sergai, Darma Wijaya bersama Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Sergai ketika berbelanja ke Pasar Rakyat di Perbaungan.SOPIAN/SUMUT POS.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menggerakkan perekonomian masyarakat terutama di bidang perdagangan, Bupati Serdangbedagai (Sergai) Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan, kembali menggalakkan program gerakan belanja bersama kebutuhan bahan pokok di pasar rakyat.

BELANJA : Bupati Sergai, Darma Wijaya bersama Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Sergai ketika berbelanja ke Pasar Rakyat di Perbaungan.SOPIAN/SUMUT POS.

Kegiatan yang digelar Jumat(2/7) dipusatkan di 3 titik pasar yaitu Pasar Rakyat Perbaungan, Pasar Rakyat Bengkel dan Pasar Rakyat Tanjung Beringin.

Bupati dan Wakil Bupati Sergai tampak hadir serta meninjau langsung kegiatan belanja bersama di pasar rakyat Perbaungan, sembari membeli beberapa barang kebutuhan pokok dan bercengkrama dengan para pedagang dan pembeli.

Darma menyebut untuk mendukung gerakan ini, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh OPD agar mengerahkan ASN untuk turun ke 3 lokasi pasar tradisional yang sudah ditentukan untuk berbelanja kebutuhan pokok walaupun saat ini masa pandemi Covid-19.

“Harus kita akui, ASN merupakan salah satu kelompok profesi yang cenderung stabil secara ekonomi di tengah pandemi Covid-19 sehingga kemampuan atau daya beli ASN bisa dimanfaatkan untuk membantu menggerakkan ekonomi masyarakat, utamanya para pedagang pasar,” ucap Darma.

Darma kemudian menginformasikan jika ada ratusan ASN dari seluruh OPD yang turun berbelanja dengan rincian 315 orang di Pasar Perbaungan, 208 orang di Pasar Bengkel dan 258 orang di Pasar Tanjung Beringin sehingga total ASN yang ikut mendukung program ini mencapai sekitar 781 orang.

“Saya minta supaya kegiatan kita pada hari ini bukan sekadar belanja ecek-ecek saja, tapi para ASN memang benar-benar membeli kebutuhan pokok harian di pasar ini. Di sini banyak tersedia ikan, daging, sayur-mayur, beras dan lain sebagainya. Lengkap. Semuanya masih segar, harganya juga wajar. Mari kita bantu hidupkan perekonomian lokal dengan berbelanja di pasar tradisional dalam membangkitkan geliat ekonomi,” ajak Darma.

Darma mengatakan, lewat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berencana melakukan pembenahan pada beberapa aspek pasar seperti perbaikan drainase, pemasang paving block dan pemugaran beberapa bangunan yang ada di pasar. (ian/han)

Perjuangkan Kepentingan Umat, DPW PAN Sumut Siap Bersinergi dengan PW Al-Washliyah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jajaran pengurus DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut dipimpin Ketua Ahmad Fauzan Daulay menyambangi Kantor PW Alwashliyah Sumatera Utara di Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (2/7/2021). Menurut Ahmad Fauzan, DPW PAN Sumatera Utara yang baru sekitar tiga bulan dipimpinnya, telah mengagendakan kegiatan menjalin silaturahmi dengan seluruh ormas Islam di Sumatera Utara, termasuk Alwashliyah.

Ketua DPW PAN Sumut Ahmad Fauzan Daulay saat menyampaikan sambutan saat bersilaturahim ke Kantor PW Al-Washliyah Sumut.

“Silaturahmi dengan Al-Washliyah kami anggap sangat penting, dalam upaya meminta saran dan masukan, sehingga DPW PAN Sumut ke depan bisa menjalankan program-program yang sejalan dengan ekspektasi umat,” kata Fauzan.

Pada kesempatan itu Fauzan menjelaskan, PAN merupakan partai nasionalis-religius dan di dalam jajaran kepengurusan terdapat representasi dari berbagai latar belakang ormas dan bukan hanya berasal dari Muhammadiyah seperti dipersepsikan selama ini. “Buktinya, di struktur kepengurusan DPW PAN Sumatera Utara dan daerah terdapat sekitar 30 hingga 40 persen yang berasal dari kader dan simpatisan Al-Washliyah,” ungkap Fauzan yang juga anggota DPRD Sumut dapil Tapsel, Sidimpuan, Madina, Paluta dan Palas ini.

Fauzan menambahkan, keberadaan Al-Washliyah sebagai ormas Islam yang lahir dan besar dari Sumatera Utara, sangat penting dan strategis. “Makanya, kunjungan silaturahim kami pun diawali di Al-Washliyah. Ini audiensi pertama kami,” ungkapnya.

Sebelumnya Fauzan menyatakan sangat gembira dan berterimakasih dengan sambutan hangat jajaran pengurus PW Al-Washliyah Sumut. “Kami melalui Fraksi PAN di DPRD Sumut siap bersinergi dengan PW Al-Washliyah dalam memperjuangkan kepentingan umat,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua PW Alwashliyah Sumut Dr Dedi Iskandar Batubara menyampaikan terima kasih atas kunjungan silaturahmi DPW PAN Sumut. “Saya ucapkan selamat kepada Ahmad Fauzan dan jajaran pengurus DPW PAN Sumut, semoga sukses dalam mengemban amanah,” harapnya.

Dedi juga mengharapkan kiranya di bawah kepemimpinan Ahmad Fauzan, PAN Sumut bisa semakin maju sesuai harapan umat dan mampu meningkat raihan kursi di DPRD Sumatera Utara. Dedi menyatakan sependapat dengan Fauzan, sangat penting dan dibutuhkan kerja sama antara partai dengan ormas-ormas Islam dan juga dengan kelompok-kelompok yang ada di tengah masyarakat.

“Dalam hal ini, PW Alwashliyah juga mengucapkan terima kasih atas dukungan diberikan DPW PAN terhadap usulan penganugerahan pahlawan nasional kepada pendiri Al-Washliyah Tuan Syekh HM Arsyad Thalib Lubis,” ujarnya. 

Pada bahagian lain Dedi juga mengapresiasi kinerja legislator PAN di DPRD Sumut, termasuk di Senayan, yang selama ini cukup mampu dalam mengemban dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Dalam kunjungan audiensi tersebut, Ahmad Fauzan didampingi Sekretaris Hendra Cipta, dan pengurus lainnya M Gandhi Faisal Siregar, Rudi Alfahri Rangkuti, Agus Salim Ujung, Suartono Wea, Zuraida Ghina, Anggie Namora Nasution, Dini Hikmayani, M Sabil Tamba, dan Welly Susanto.

Sementara pengurus PW Al-Washliyah hadir sekretaris Alim Nur Nasution, Bendahara Aldul Hafiz Harahap, serta pengurus lainnya Darwin Marpaung, Dedi Iskandar SE, Akmal Samosir, Anshoruddin, Rusli Damanik dan pengurus Muslimat Alwashliyah. (adz)

JNE Dorong UKM Medan Bangkit di Era Pandemi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kemajuan UKM memiliki dampak yang signifikan untuk menstabilkan perekonomian negara, terutama di masa pandemi ketika sektor perekonomian terdampak secara signifikan. Sumbangsihnya terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang mencapai ribuan triliun, tentunya didorong oleh peningkatan transformasi digital UKM di seluruh Indonesia.

Mendukung sektor UKM untuk bersaing di dunia digital, JNE mengadakan gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Medan. Melalui webinar online ini diharapkan UKM di Indonesia, khususnya di Medan dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional dan global.

Webinar kali ini dibuka oleh Edwina Yudianti, North Sumatera Regional Head JNE. Bagi Edwina webinar ini dapat menjadi wadah bagi para UKM untuk berbagi insight mengenai strategi apa yang harus ditempuh UKM di era digital. Hal ini sejalan dengan pernyataan dari Fikri Alhaq Fachryana selaku Branch Manager JNE Medan.

“Tahun ini kita masuk ke dalam suatu tema besar yaitu menjadi Global Company. Kita memulai dengan beberapa prinsip untuk memulai pelayanan terbaik. Salah satunya adalah melaksanakan prinsip digitalisasi. Sekarang dari sisi pick-up sudah digital, kemudian kami juga me-launching sistem tracing yang lebih detail, untuk global kami juga ingin meningkatkan kompetensi.

Bagi bisnis kurir, yang paling penting adalah people, kurir kami yang sangat luar biasa. JNE sangat concern dengan sisi spiritual, emosional, dan intelektual kurir yang terus kami tingkatkan, ujar Fikri dalam acara Gollaborasi Bisnis Online yang digelar secara virtual via Zoom, Jumat (2/7).

JNE Medan, tambah Fikri, siap berkolaborasi dengan para pelaku usaha untuk memberikan solusi jasa pengiriman bagi para UKM melalui berbagai program, salah satunya adalah dengan dihadirkannya JNE Digital Marketing Consulting yang menyediakan berbagai layanan bagi para UKM seperti pelatihan fotografi, pembuatan katalog dan konten yang menarik, serta membangun traffic yang tinggi di sosial media. Untuk mendorong pasar regional, JNE juga melakukan inovasi pada segi pricing, yaitu menurunkan tarif di berbagai kecamatan di Pulau Sumatera. Tak hanya itu, JNE bersama dengan komunitas UKM sedang menggagas marketplace yang menjual produk lokal, langkah ini diharapkan dapat melebarkan sayap pelaku UKM.

Gelaran webinar ini turut dihadiri oleh Tri Handayani S,Pd., selaku Komisaris CV Raja Patin Indonesia.
Tri menyampaikan pandemi COVID-19 berdampak signifikan bagi usahanya, pihaknya mengalami penurunan omset hingga 45% pada awal pandemi. Menghadapi hal ini, Tri menyampaikan pentingnya memanfaatkan penjualan online untuk mempertahankan pasar, didukung oleh kurir jasa logistik sebagai garda terdepan pengiriman.

“Kalau strategi kita ada di team marketing dan reseller, mitra kita banyak terpapar COVID, namun karena adanya penjualan online dan kurir yang terpercaya, kita tidak perlu kontak fisik dengan pelanggan. Offline kita tumbang, tapi pengiriman masih jalan. Bagi kami kurir ini ada di baris terdepan. Kita melakukan pengiriman mitra dan dropshipper, mitra pun mengirimkan produk kami melalui JNE. Kolaborasi logistik dengan pihak UKM memang tidak bisa dipisahkan”, tutur Tri.

Sementara itu, owner Galery Ulos Sianipar Medan, Robert Maruli Tua Sianipar, S.E. menyampaikan pentingnya inovasi bagi para pelaku usaha dalam menghadapi serangan pandemi COVID-19.
“Kita harus menyikapinya dengan tenang, jangan terlalu grusa grusu yang nantinya tidak tentu arah. Untuk pandemi ini kita berfikir bagaimana cara kita membuat inovasi baru. Kita tahu pengusaha ulos ini tidak satu dua, beribu kalau di seluruh Indonesia.

Nah kita malakukan pendekatan dengan membentuk desain yang baru, memberikan harga semurah mungkin tapi tidak menjatuhkan harga orang lain. Kita juga join dengan usaha-usaha lain yang sejenis dengan kita. Itu langkah yang kita tempuh di waktu pandemi COVID ini. Kita pernah mengalami penurunan omset 90%, bahkan sampai membayar karyawan dengan uang sendiri. Tapi kita sebagai pengusaha kecil juga harus berusaha agar tidak memulangkan karyawan, ” sebutnya.

Robert menambahkan “Yang terpenting adalah bagaimana ulos itu bisa dinikmati oleh semua orang, kita harus membentuk inovasi baru agar ulos tidak hanya dipakai saat acara adat, maka kita membuat dompet, tas, pernak pernik lain, agar kaum millenial pun tertarik. Inovasi lain adalah dari segi kombinasi warna. Kami membuat produk ulos dengan warna yang soft ataupun terang menyesuaikan keinginan seluruh segmen masyarakat.”

Dalam kegiatan ini, Medan merupakan kota ke-32 dari gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 yang sebelumnya telah dilakukan di Mojokerto. Gelaran webinar ini turut hadir dalam rangka memperingati hari jadi kota Medan yang ke-431 pada 1 Juli 2021. Setelah Kota Medan, gelaran roadshow ini akan kembali hadir di Kota Tanjung Pandan pada 6 Juli 2021. Roadshow di 60 kota di seluruh Indonesia, JNE Ngajak Online 2021 dimulai pada 26 Januari 2021 di Samarinda dan akan berakhir pada 29 Desember 2021 di Ternate. (rel/sih)

Hindari Penyebaran Covid-19 di Labuhanbatu, AL-UOIS Minta Hiburan Malam Ditutup

UNJUKRASA: Aliansi Umat dan Organisasi Masyarakat Islam (AL-UOIS) Labuhanbatu saat berunjukrasa untuk meminta penutupan tempat hiburan malam yang beroperasi ilegal.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Untuk menekan angka penyebaran Covid-19, Aliansi Umat dan Organisasi Masyarakat Islam (AL-UOIS) Labuhanbatu meminta seluruh tempat hiburan malam yang beroperasi ilegal ditutup.

UNJUKRASA: Aliansi Umat dan Organisasi Masyarakat Islam (AL-UOIS) Labuhanbatu saat berunjukrasa untuk meminta penutupan tempat hiburan malam yang beroperasi ilegal.

Aspirasi itu mereka sampaikan dengan berunjukrasa dan menyurati Pemkab Labubanbatu, Jumat(2/7). “Atas dasar desakkan masyarakat dan umat Islam Labuhanbatu. Merespon keberadaan tempat hiburan malam, seperti diskotik dan karaoke malam yang sangat meresahkan,” kata Kordinator lapangan AL UOIS Labuhanbatu, Teguh.

Kata dia, Pemkab dan Kepolisian harus menutup lokasi-lokasi hiburan malam. Alasannya, ketika pemerintah menekankan penerapan protokol kesehatan (Prokes) penanganan Covid-19, disaat bersamaan lokasi hiburan malam beroperasi tanpa Prokes.

“Pemerintah mendesak masyarakat luas mematuhi Prokes. Tapi hiburan malam dibiarkan beroperasi yang potensial menjadi tempat klaster penyebaran Covid-19,” ujarnya. Selain itu, kata dia, lokasi-lokasi hiburan malam melanggar nilai-nilai agama, nilai-nilai kearifan lokal, serta undang-undang yang berlaku yang ada di Kabupaten Labuhanbatu.

“Izin dan penutupan tempat hiburan malam yang sangat meresahkan tersebut adalah tanggung jawab Pemkab Labuhanbatu,” tegasnya.

Mendengar aspirasi masyarakat itu, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu merespon dengan menyurati Kapolres Labuhanbatu. Berdasarkan surat bermomor : 005/2453/Pem/2021, Sekretariat Daerah bakal menggelar rapat. “Menindaklanjuti surat AL-UOIS Labuhanbatu Nomor :01/SP/IV/AU/2021, tanggal 30 Juni 2021, akan diadakan rapat Senin, 5 Juli 2021 untuk pembahasan tindaklanjut penutupan hiburan malam,” tulis Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Labuhanbatu, Sarimpunan Ritonga. (fdh)

Dua Pejabat Pemko Tebingtinggi Dilantik Malam Hari

LANTIK: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan melantik dua pejabat di lingkungan Pemko Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengambil sumpah janji saat melantik 2 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tebingtinggi, Rabu (30/6) malam di ruang kerja Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.

LANTIK: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan melantik dua pejabat di lingkungan Pemko Tebingtinggi.

Kedua pejabat yang dilantik pada malam hari itu, adalah Manahan Guntur Harahap selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Tebingtinggi menggantikan Syaprin Efendi Harahap yang telah memasuki masa purna bakti, dan Herry Barus sebagai Kabid Pendapatan BPKPD Kota (Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah) yang sebelumnya masih kosong.

Pengambilan sumpah janji pada pelantikan Jabatan Tinggi Pratama dan Jabatan Administrator di lingkungan Pemerintah Kota Tebingtinggi sesuai Surat Keputusan Wali Kota Tebingtinggi No. 821.22/897 Tahun 2021 tanggal 29 Juni 2021.

Umar Zunaidi mengatakan, pelantikan pada malam hari memang tidak lazim. Tapi hal tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan yang mana pejabat lama telah memasuki masa purna tugas, dan pelantikan telah mendapat persetujuan dari Komite Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Kami ingin nyatakan tidak lazim diadakan pelantikan pada malam hari, tapi hal ini karena ada kekosongan jabatan, masuk Purna Bakti. SK (Surat Keputusan) penempatan Pejabat baru telah mendapat persetujuan dan rekomendasi dari Komite Aparatur Sipil Negara (KASN),” jelas Umar.

Umar berpesan, agar kedua pejabat yang dilantik dapat menata dan meningkatkan kinerja dengan penataan dan menggali potensi yang ada sehingga pendapatan daerah semakin meningkat.

“Kepada Kadis Perhubungan yang baru, perlunya penaatan di Dinas Perhubungan, antara lain meningkatkan tarif retribusi parkir sehingga bisa mencapai target, penanganan dan penataan lalu lintas menjadi prioritas dan harus kita lakukan sebaik-baiknya,” pesan Umar.

Umar juga menyatakan kepada Kabid Pendapatan, agar menggali semua potensi yang ada dan secara cermat adanya perubahan peningkatan, agar berkoordinasi kepada Kepala BPKPD, hal meningkatkan pendapatan bagi Pemko Tebingtinggi.

Wali Kota Umar Zunaidi juga mengimbau agar kedua pejabat yang dilantik mengimplementasikan dalam tugas pekerjaan sesuai dengan Fakta Integritas. (ian/han)