31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 3429

Wabup Sergai Lantik 4 Kades PAW

LANTIK: Wakil Bupati Sergai, Adlin Umar Yusri Tambunan melantik 4 Kades dan 2 Pj Kades di Lingkungan Pemkab Sergai.Sopian/sopian.

SEI REMPAH, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Serdangbedagai (Serga), Adlin Umar Yusri Tambunan melantik 4 orang Kepala Desa (Kades) Pergantian Antar Waktu (PAW) dan 2 (dua) orang Penjabat (Pj) Kepala Desa Tahun 2021, di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Rabu (19/5).

LANTIK: Wakil Bupati Sergai, Adlin Umar Yusri Tambunan melantik 4 Kades dan 2 Pj Kades di Lingkungan Pemkab Sergai.Sopian/sopian.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Kepala Desa PAW dan Penjabat Kepala Desa tersebut, digelar dengan mematuhi protokol kesehatan. Turut hadir pula Asisiten Pemum dan Kesra, Hj Nina Deliana, Kadis Kominfo Drs HAkmal, Kadis PMD Ikhsan.

Wabup Adlin Umar Yusri Tambunan berharap, agar Kepala Desa yang baru dilantik untuk selalu menjaga kepercayaan masyarakat dengan sebaik baiknya dan menjalankan amanah serta bekerja sepenuh hati dan ikhlas dalam memimpin dan melayani masyarakat desa.

“Kinerja saudara juga akan senantiasa diawasi oleh pemerintah atasan dan para stakeholder yang ada di desa saudara. Kelalaian dan kesalahan yang saudara lakukan akan dikenai sanksi mulai dari teguran sampai dengan pemberhentian,” tegas Adlin Tambunan.

Diingatkan Aldin, Kepala Desa adalah ujung tombak dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, karenanya Kepala Desa dituntut untuk memiliki pengetahuan yang lebih sehingga mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat. karena itu pula, peran Kepala Desa berada pada posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan otonomi daerah,” harap Adlin.

Adlin meminta Kades untuk pelajari peraturan perundang undangan yang mengatur tentang tugas tugasnya sehingga dalam melaksanakan pekerjaan, tetap berada di dalam koridor peraturan perundang undangan. Selain itu, dengan dilantiknya Kades hari ini menjadi Kepala Desa, tanggung jawab untuk melakukan pembinaan terhadap perangkat desa berada di tangan Kades.

Empat Kepala Desa PAW yang dilantik yaitu Drs Paimin Ambarita sebagai Kepala Desa Sei Belutu Kecamatan Sei Bamban, Rudi sebagai Kepala Desa Laut Tador Kecamatan Tebing Syahbandar, Prayetno Atmojo Sebagai Kepala Desa Sei Buluh Kecamatan Perbaungan dan Hj Siti Juni Nasution sebagai Kepala Desa Lubuk Cemara Kecamatan Perbaungan, sedangkan dua orang Pj Kades yang dilantik Muhammad Dian Andika sebagai Pj Kepala Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah dan Kamarudin sebagai Pj Kepala Desa Cinta Air Kecamatan Perbaungan. (ian/han)

Terjaring di Pos Pengaman Cek Point Bandar Kajum, 6 Pemudik Dipaksa Putar Balik

PUTAR BALIK: Petugas gabungan Polri, Satpol PP, TNI , Dinas Kesehatan dan Dishub Pos Pengamanan Cek Point Eks Bandar Kajum memutar balikan kendaraan.Sopian/sopian.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Petugas gabungan Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan petugas Dinas Perhubungan Kota Tebingtinggi yang berjaga di Pos Cek Point di Eks Terminal Bandar Kajum, Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi, memaksa 6 kendaraan pemudik untuk putar balik karena tidak dapat menunjukkan surat bebas Covid atau hasil swab antigen, Rabu (19/5).

PUTAR BALIK: Petugas gabungan Polri, Satpol PP, TNI , Dinas Kesehatan dan Dishub Pos Pengamanan Cek Point Eks Bandar Kajum memutar balikan kendaraan.Sopian/sopian.

Beberapa kendaraan pemudik yang dipaksa putar balik tersebut, saat menuju Tebingtinggi-Pematang Siantar dan sebaliknya baik kendaraan pribadi dan sepeda motor ada yang diminta putar balik.

“Sebanyak 6 unit kendaraan pemudik kami putar balikkan kembali ke daerah asalnya. Karena dari mereka tidak dapat menunjukan surat bebas anti Covid-19. Tindakan ini dilakukan untuk melakukan penyekatan dan penyebaran pandemi Covid-19,” jelas Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi, AKP J Nainggolan.

Sedangkan petugas di lapangan telah melakukan pemeriksaan terhadap 75 kendaraan pribadi yang masih melakukan perjalanan mudik atau kembali, apabila penyekatan ini tidak dilakukan dengan tertib, maka tingkat penyebaran Covid-19 akan sangat mengkhawatirkan.

“Kepada masyarakat diharapkan tetap di rumah saja, dalam lebaran tahun ini bisa melakukan secara zoom, baik kepada orang orang yang disayang. Ingat, apabila kami masih pulang kampung atau mudik, maka kamu bisa membawa bahaya kepada orang orang yang kamu sayangi,” pesan AKP J Nainggolan.

AKP J Nainggolan juga meminta kepada masyarakat, agar tetap mematuhi protokol kesehatan, jika melakukan aktivitas diluar rumah, hendaklah menggunakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan menghidari mobilitas warga. (ian/han)

Kasus Rumah Warga Dimolotov Belum Terungkap

IST DIMOTOP: Rumah Yanta Bangun alias Tongat pasca dilempar bom molotop.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Rumah Yanta Bangun alias Tongat di Jalan Petani, Kelurahan Tanah Seribu, Binjai Selatan mendapat teror bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK) pada H-1 Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Rabu (12/5) dinihari. Sepekan berlalu, aksi teror tersebut belum mendapat titik terang dari polisi.

IST DIMOTOP: Rumah Yanta Bangun alias Tongat pasca dilempar bom molotop.

Tongat menjelaskan, aksi teror yang dialaminya sudah dilaporkan ke Polsek Binjai Selatan sesuai Tanda Bukti Lapor Nomor: STPL/43/V/2021/SPKT ‘C’ pada Rabu (12/5) pagi. “Laporan saya sudah diterima Polsek Binjai Selatan dengan membawa saksi Martalena br Tarigan dan Wiranta Sembiring,” kata pelapor kepada wartawan, Rabu (19/5).

Dia menduga, aksi teror bom molotov dilakukan oleh orang terdekat atau sekitar rumah. “Diduga pelakunya termasuk yang tidak jauh dari lokasi kejadian,” ujar dia.

“Kenapa saya bilang gitu? Karena kejadian yang terjadi sekitar jam 1 pagi dan situasi yang mau lebaran, masih banyak orang belum tidur dan lampu teras di hidup,” tambah dia.

Dia melanjutkan, aksi teror terjadi setelah dirinya bergerak meninggalkan rumah sekitar 30 menit. Menurut dia, bom molotov tersebut dilempar ke dalam rumah melalui sela jendela.

“Paginya saya buat laporan ke Polsek Binjai Selatan. Tim dari Polsek dan Polres juga sudah turun ke rumah setelah saya buat laporan,” kata dia.

Namun hingga kini, polisi belum mengungkap kasus tersebut. Jika berlarut, ini dapat menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat.

“Istri saya yang di rumah sampai panik dan menjerit minta tolong karena kebakaran. Kapolsek Binjai Selatan diminta segera mengungkap kasus tersebut karena masyarakat tidak nyaman,” beber dia.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Binjai Selatan, Kompol B Sitanggang mengarahkan wartawan kepada Kanit Reskrim, Iptu Joget Bangun. Bahkan, ia juga mengirimkan nomor telepon selular Kanit untuk dihubungi.

“Saya lagi vidcon bos,” katanya.

Dihubungi dari seberang telepon, Kanit malah buang badan ke Kapolsek Binjai Selatan. “Kalau mau konfirmasi langsung ke Kapolsek saja,” katanya.

“Ini saya enggak kenal, ngakunya dari Sumut Pos. Kalau betul, kalau tidak bagaimana? Coba langsung saja konfirmasi ke Kapolsek,” tukasnya. (ted/han)

Kembali Gelar Razia Mendadak, Rutan Kabanjahe Bersih dari Narkoba

PERIKSA: Petugas Rutan Kabanjahe saat memeriksa satu per satu blok yang dihuni warga binaan.

KARO, SUMUTPOS.CO – Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kabanjahe kembali menggelar razia rutin mendadak terhadap kamar hunian warga binaan. Razia dilaksanakan ke blok hunian B1, B2 dan B3, Selasa (18/5) pukul 13.00 WIB.

PERIKSA: Petugas Rutan Kabanjahe saat memeriksa satu per satu blok yang dihuni warga binaan.

Hal itu dilakukan sebagai upaya memberantas dan mencegah peredaran gelap narkoba, di dalam Lembaga Pemasyarakatan dan Rutan. Petugas Rutan Kabanjahe secara ketat menggeledah satu per satu barang bawaan warga binaan. Pola waktu operasi penggeledahan yang digunakan sangat acak, sehingga Warga Binaan tidak bisa bergerak bebas. Tak ada satu pun barang atau bagian kamar yang luput dari pemeriksaan oleh petugas.

Karutan Kelas II B Kabanjahe, Sangapta Surbakti menyampaikan, razia rutin ini digelar dalam upaya memberantas adanya dugaan peredaran narkoba yang masih dikendalikan di lingkungan Lapas maupun Rutan yang ada di Indonesia.

Sangapta Surbakti berharap zero narkoba di Rutan kelas IIB Kabanjahe terus dapat ditingkatkan kedepannya, dengan rutinnya di gelar razia secara mendadak. “Dalam pelaksanaan razia atau penggeledahan ke seluruh blok hunian ini sebagai langkah keseriusan kami untuk terus berkomitmen memberantas peredaran narkoba khususnya di Rutan Kelas IIB Kabanjahe dan daerah Tanah Karo,” terangnya.

Dia menyebutkan, sebanyak 279 orang Warga binaan didalam Rutan Kelas IIB Kabanjahe, 70 persen di antaranya adalah kasus narkoba yang mayoritas tahanan dari Tanah Karo dan luar daerah lainnya. Dalam razia siang ini, petugas tidak menemukan barang haram narkoba.

Petugas hanya mendapati handphone 1 buah, sendok stainles 3 buah,Paku 2 buah, kartu remi 1 set, cukur 1 buah, dan kartu domino 1 set.

Terpisah, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Sastra Barus menambahkan, razia yang menyasar seluruh badan maupun kamar hunian warga binaan ini merupakan upaya serius pihaknya untuk bergerak bersama memberantas peredaran narkotika di lingkungan Lapas maupun Rutan sesuai instruksi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM. “Hasil razia penggeledahan barang warga binaan Rutan Kelas II B Kabanjahe dinyatakan steril (zero) dari peredaran obat-obatan terlarang dan narkoba,” pungkasnya. (deo)

Pj Bupati Labuhanbatu Buka MTQ ke-50

PENGAMBILAN SUMPAH: Pj Bupati Labuhanbatu, Muliyadi Simatupang melakukan pengambilan sumpah Dewan Hakim dan juri Tilawatil Qur’an. fajar/sumut pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-50 dan Festival Nasyid ke-35 Tingkat Kabupaten Labuhanbatu, dilakukan sesuai protokol kesehatan Covid-19, Rabu (19/5) di lapangan SMKN 2 Rantau Prapat, Kecamatan Bilah Barat.

PENGAMBILAN SUMPAH: Pj Bupati Labuhanbatu, Muliyadi Simatupang melakukan pengambilan sumpah Dewan Hakim dan juri Tilawatil Qur’an. fajar/sumut pos.

Pelaksanaan agenda religi ini bahagian dari perhelatan dalam menegakkan nilai-nilai syiar Islam yang terkandung dalam Kalam Illahi.

Sebelum membuka pelaksanaan MTQ ke-50, Pj Bupati Labuhanbatu Muliyadi Simatupang melakukan pengambilan sumpah Dewan Hakim dan juri Tilawatil Quran.

Terlihat hadir mengikuti upacara pembukaan MTQ ke 50, Pj Bupati Labuhanbatu Muliyadi Simatupang, ketua TP.PKK Labuhanbatu Sutyar Ningsih, Ketua DPRD Labuhanbatu Meika Riyanti Siregar, Dandim 0209/lb Letkol Inf. Asrul Kurniawan Harahap, Kasat BINMAS Polres Labuhanbatu, AKP, Abdurrahman Manurung, Sekdakab Labuhanbatu Ir.Muhammad Yusuf Siagian, Kakankemenag Labuhanbatu Syafiruddin, Para Camat Se-kabupaten Labuhanbatu, Para Kades dan lurah se-kabupaten Labuhanbatu, dan para perwakilan Kafilah dari sembilan Kecamatan se-Kabupaten Labuhanbatu. (fdh)

Kajari Binjai Pernah Diteror saat Ungkap Kasus Korupsi di Gayo Lues

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Selama berkarir di Korps Adhyaksa, M. Husein Admaja banyak mendapat pengalaman dan kenangan yang tak terlupakan. Meski beberapakali mendapat aksi teror dalam penanganan korupsi, semnagat pria kelahiran Palembang, Sumatera Barat, ini tak pernah kendur untuk mengabdi kepada Negara.

M. Husein Admaja, yang saat ini menjabat Kajari Binjai, mendapat tantangan untuk mengungkap kasus-kasus korupsi. Dan Kajari Binjai bisa mendapat predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Dia menegaskan, tidak pandang bulu untuk mengungkap kasus korupsi yang terjadi. “Kalau saya bekerja dengan penuh hati dan tidak pandang bulu, selama oknum tersebut membuat kerugian besar terhadap Negara,”ujarnya saat ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya, Selasa (18/5).

Dikenangnya, saat mengungkap kasus korupsi pernah mendapat aksi teror dari orang yang tak bertanggungjawab. Saat itu, dirinya mendapat amanah sebagai Kajari Gayo Lues.

Aksi terot tersebut, pagar rumah dinas yang ditempati saat itu dicet merah tanda silang. Pun begitu, pria kelahiran tahun 1968 ini tak kendur dalam mengungkap kasus korupsi.

“Saya bukannya takut, buktinya sampai dengan sekarang masih begini saja. Kadang ada saja cobaan yang datang tidak terduga,”kata bapak 3 anak ini sembari tertawa. Setelah dari Kajari Gayo Lues, M. Husein Admaja mendapat amanah untuk bertugas di Prabumulih, Sumatera Selatan. “Lebih banyak bertugas di Pulau Sumatera,”katanya.

Husein memiliki seorang istri yang juga merupakan Jaksa, dan pangkat setingkat lebih tinggi. “Istri saya itu lebih tinggi pangkatnya dari pada saya, tapi dia bertugas di fungsional Kejagung,”ungkapnya.

“Fokus kami tetap laksanakan penanganan korupsi, tanpa pandang bulu. Juga pelayanan publik,” tukasnya. (ted/han)

Aktivitas Sinabung Meningkat Lagi, Warga Waspada Bahaya Lahar Panas

ERUPSI: Gunung Sinabung kembali erupsi dengan meluncurkan awan panas.

KARO, SUMUTPOS.CO – Sepekan belakangan ini, aktivitas Gunung Api Sinabung terus meningkat. Warga diminta lebih waspada dan tidak masuk zona merah. Rabu (19/5) sekira pukul 04.48 WIB, Sinabung kembali erupsi.

ERUPSI: Gunung Sinabung kembali erupsi dengan meluncurkan awan panas.

Tinggi kolom luncuran abu vulkanik teramati kurang lebih 3.500 m di atas puncak 5.960 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan selatan.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi ± 11 menit 18 detik.Erupsi dibarengi dengan luncuran awan panas ke arah timur-tenggara sejauh 3000 meter.

Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung Badan Geologi dan PVMBG, Armen Putra membenarkan aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat, erupsi disertai luncuran awan panas. Karena itu, ia kembali mengingatkan bahwa Gunung Sinabung berada pada Status Level III Siaga.

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah di relokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankansarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung, agar tetap waspada terhadap bahaya lahar. Apalagi saat ini, sebagian besar wilayah Kabupaten Karo tengah dilanda musim penghujan. (deo)

Pemprovsu Usulkan 12 Ribu PPPK untuk Guru

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Teka teki soal berapa banyak pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk guru di Sumatera Utara yang diusulkan ke pusat, akhirnya terjawab. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Setdaprovsu, Faisal Arif menyebut, berdasarkan permintaan Dinas Pendidikan Sumut, terdapat 12 ribu guru yang diusulkan ke Badan Kepegawaian Nasional untuk mengikuti rekrutmen PPPK 2021 ini.

“Sejauh ini baru untuk guru saja melalui Dinas Pendidikan Mereka mengajukan kurang lebih 12.000 dan itu nanti disesuaikan lagi dengan Kemenpan RB,” katanya menjawab wartawan, Rabu (19/5).

Faisal menjelaskan, setelah tahapan pengusulan ini, pemerintah pusat bakal lakukan verifikasi terhadap data tersebut sebelum akhirnya menetapkan jadwal pelaksanaan ujian. Pihaknya secara lebih detil pun, masih menunggu informasi resmi dari Kemenpan RB sekaitan tahapan dan jadwal rekrutmen PPPK ini.

“Sejauh ini kami baru menerima informasinya dari media sosial dan media massa saja. Makanya kami masih menunggu juga secara resminya dari pusat. Informasinya, khusus PPPK ini, batas usia maksimal 35 tahun (yang boleh ikut). Pun untuk teknis ujiannya itu nanti dari pusat semua,” kata mantan Kadisbudpar Deliserdang itu.

Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Prof Syaifuddin mengamini bahwa pihaknya telah mengusulkan sekitar 12 ribu tenaga pengajar untuk mengikuti rekrutmen PPPK. “Jadi untuk tingkat SMA/SMK sederajat ini, sudah kita usulkan 12 ribu guru honorer kita ke BKN melalui BKD Sumut. Pengajuan itu sudah kita lakukan dua bulan yang lalu,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, bagi semua guru yang namanya diusulkan tersebut akan lulus menjadi PPPK. Terutama dalam tahapan ujian, dapat lancar menghadapinya sebab materi yang disoalkan tentu berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab keseharian mereka.

“Kita juga harapkan nama-nama guru yang diajukan ini bisa diseleksi berdasarkan lamanya guru tersebut mengajar sehingga jangan ada diskriminasi bagi guru-guru SMA khususnya di daerah terpencil agar diprioritaskan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pendaftaran PPPK 2021 akan dibuka pada 31 Mei ini. Pemerintah sendiri, melalui Kementerian PAN-RB akan membuka kuota formasi guru sebanyak 1.002.616 di tahun ini. Peserta yang berhak mengikuti seleksi adalah guru honorer yang masuk Tenaga Honorer Kategori-II, guru honorer di sekolah negeri, guru di sekolah swasta, dan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Salah satu yang menjadi daya tarik masyarakat adalah formasi PPPK guru 2021. Dilihat dari Instagram resmi Kementerian PAN RB, tingkat provinsi PPPK guru 2021 yang dibutuhkan antara lain guru BK, TIK, matematika, panjaorkes, dan seni budaya. Sedangkan untuk tingkat kabupaten/kota, yang dibutuhkan guru kelas, panjaorkes, BK, TIK, dan Agama Islam.

Adapun seleksi PPPK guru 2021 akan dilakukan dalam tiga tahapan, yakni Agustus, Oktober, dan Desember 2021. Pendaftaran dilakukan secara online di portal SSCASN. (prn)

Covid-19 di Sumut Stabil Pascalebaran: 1 Merah, 14 Oranye, 15 Kuning, 3 Hijau

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, dr Arid Yudhariansyah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PETA zonasi risiko Covid-19 di kabupaten/kota Sumatera Utara pascalebaran masih stabil. Dari 33 kabupaten/kota, hanya terdapat satu daerah zona merah (risiko tinggi), yaitu Kabupaten Deliserdang, sedangkan zona oranye (risiko sedang) ada 14 daerah, zona kuning 15 daerah, dan zona hijau 3 daerah.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, dr Arid Yudhariansyah.

Status zonasi itu berdasarkan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko seluruh daerah di Indonesia per tanggal 16 Mei yang disampaikan pada website covid19.go.id. Kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan minggu sebelumnya.

Sedangkan zona oranye (risiko sedang) ada 14 daerah, yaitu Tebing Tinggi, Dairi, Sibolga, Labuhanbatu, Serdang Bedagai, Batubara, Gunung Sitoli, Medan, Binjai, Karo, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Utara, Langkat, dan Pematangsiantar. Sementara, zona kuning (risiko rendah) 15 daerah dan zona hijau (tidak ada kasus) 3 daerah yakni Nias Barat, Nias Utara dan Nias Selatan.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyebutkan, saat ini untuk Deliserdang terdapat sebanyak 691 kasus aktif Covid-19. Jumlah ini sedikit berkurang dari minggu lalu yang mencapai 725 kasus. “Angka terkonfirmasi positif corona di Deliserdang berjumlah 4.748 orang setelah bertambah 25 kasus baru. Angka kesembuhan 3.897 orang, bertambah 63 kasus baru. Untuk angka kematian tetap 160 orang,” ungkap Aris, Rabu (19/5).

Lebih lanjut dia mengatakan, akumulasi positif corona di Sumut saat ini berjumlah 30.910 orang dengan penambahan 92 kasus baru dari 6 kabupaten/kota. Sedangkan angka kesembuhan, akumulasinya 27.515 orang, setelah bertambah 112 kasus baru dari 4 kabupaten/kota. Untuk angka kematian akumulasinya 1.012 orang, bertambah 1 kasus baru dari Medan. Sementara suspek 1.067 orang, bertambah 32 kasus baru. “Kasus aktif Covid-19 di Sumut saat ini berjumlah 2.383 orang. Dari jumlah tersebut, 982 orang isolasi di rumah sakit dan 1.401 orang isolasi mandiri,” ungkapnya.

Aris mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan konsisten melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. “Protokol kesehatan harus melekat dalam setiap aktivitas kita. Tidak boleh lengah menjalankan 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” tukasnya.

BOR ICU Covid-19 Sudah 60%, Ruang Isolasi 59,59%

Terpisah, sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumut kini daya tampung tempat tidur ICU untuk Covid-19 sedang penuh. Tak hanya itu, bed okupansi ratr (BOR) ruang isolasi juga kini banyak yang telah terpakai.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Nelly Fitriani menyampaikan, berdasarkan laporan yang mereka terima pada Rabu (19/5) dari rumah sakit, tingkat utilisasi tempat tidur Covid-19 di Sumut untuk ICU yakni sebesar 60%. Sedangkan untuk ruang isolasi, tingkat utilisasinya sebesar 59,59%. “Artinya saat ini ICU Covid-19 masih tersedia 287 tempat tidur dari jumlah yang terpakai 174 tempat tidur. Kemudian untuk ruang isolasi tersisa 3.022 tempat tidur dari yang terpakai 1.801 tempat tidur,” ungkapnya.

Nelly menjelaskan, dari jumlah tersebut, terdapat 7 rumah sakit yang utilisasi BOR ICU Covid-19 nya 100%. Masing-masing RS Djasamen Saragih, RS Haji, RS Columbia Asia, RS Murni Teguh, RS Bunda Thamrin, RS Siloam Dirga Surya dan RS USU. “Sedangkan RSUP Haji Adam Malik ICU Covid-19 BOR nya adalah 74% atau tersisa 10 tempat tidur lagi. Kemudian RS GL Tobing 50% atau tersisa satu tempat tidur lagi dan RSUD Dr Pirngadi Medan 50% atau tersisa satu tempat tidur lagi,” jelasnya.

Dia melanjutkan, untuk utilasi BOR ruang isolasi juga terdapat tujuh rumah sakit yang 100%. Masing-masing RS Trianda, RS Pabatu, RS Kumpulan Pane, RS Methodist, RS Vina Estetica, RS Columbia Asia dan RSIA Stella Maris. “Untuk RSUP Haji Adam Malik utilasi BOR ruang isolasinya 65% atau tersisa 99 tempat tidur, RSUD Dr Pirngadi Medan 41% atau tersisa 41 tempat tidur dan RS Murni Teguh 88% atau tersisa sembilan tempat tidur,” tukasnya.

203 PMI di Sumut dan Kepri Positif Covid

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mewanti-wanti kemungkinan penambahan kasus varian baru Corona di Indonesia. Baru-baru ini, ditemukan 203 pekerja migran Indonesia (PMI) positif Covid-19 di Sumatera Utara dan Kepulauan Riau (Kepri).

“Untuk Kepri ada 170 PMI positif Covid-19. Ini perlu dilakukan tindak lanjut, karena PMI yang datang kebanyakan memang dari Malaysia dan di sana banyak ditemukan varian baru. Jadi saya minta kita harus lakukan genome sequencing supaya kita tahu apakah yang di Kepri itu varian baru atau bukan,” kata Muhadjir, Rabu (19/5).

Kasus positif Corona PMI juga ditemukan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Kapolda setempat mencatat 33 kasus PMI terdeteksi positif Corona, meski mereka sudah membawa surat bebas COVID-19 dari negeri Jiran. “Inilah pentingnya dilakukan genome sequencing. Mereka yang dari luar negeri harus kita antisipasi karena fokus kita ke pencegahan varian baru dari Afrika, Inggris, ataupun India,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan akan mencukupi kebutuhan alat rapid test antigen dan swab di Pulau Sumatera, khususnya Sumut dan Jambi. Menindaklanjuti temuan kasus PMI positif Corona, seluruhnya akan segera diambil sampel untuk kemudian dianalisis genome sequencing-nya. “Orang-orang yang masuk dari Malaysia, yang positif, langsung dilakukan genome sequencing saja. Saya sudah intruksikan itu ke Litbangkes bahwa semua yang positif itu supaya terus kita pantau,” tegasnya. (ris)

Samosir Diguncang 184 Kali Gempa Bumi

GEMPA: Peta gempa bumi yang menggoyang kawasan Pulau Samosir, Danau Toba.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aktivitas gempa bumi di kawasan Samosir, Danau Toba, hingga saat ini masih terus terjadi. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mencatat, sejak 23 Januari 2021 hingga Rabu, 19 Mei 2021, terjadi 184 kali gempa bumi di wilayah tersebut.

GEMPA: Peta gempa bumi yang menggoyang kawasan Pulau Samosir, Danau Toba.

“Berdasarkan analisa Pusat Gempa Regional (PGR) 1, sampai pukul 09.00 WIB tadi tercatat ada 184 kejadian gempa bumi di Samosir,” kata analis PGR I BBMKG Wilayah I Medan, Endah Puspita Sari kepada wartawan, Rabu (19/5).

Dia menjelaskan, untuk satu hari terakhir, terdapat 24 kejadian gempa bumi di Samosir. Variasi kejadian gempa bumi sendiri, kata dian

dikategorikan dalam gempa dangkal dan sangat lokal. “Istilah ini kita sebut dengan swarm, yaitu frekuensi gempa yang sering terjadi dalam skala kecil,” jelasnya. Untuk itu menurutnya, diperlukan kajian lebih lanjut terkait kejadian gempa yang berlangsung tersebut. “Oleh karena itu masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak perlu panik,” pungkasnya.

Sebelumnya, gempa bumi dengan magnitudo 3,5 terjadi di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pada Selasa (18/5) malam, pukul 19.14 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir menginformasikan, guncangan kuat dirasakan oleh warganya.

“Warga Samosir merasakan guncangan selama 3 hingga 4 detik. Namun demikian, warga tidak panik saat gempa terjadi,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Rabu (19/5).

Hingga kini, BPBD setempat belum menginformasikan adanya laporan dampak akibat gempa tersebut. “Berselang hampir satu jam, gempa dengan magnitudo 2,2 kembali terjadi, tepatnya pukul 20.12 WIB,” ungkap Raditya.

Gempa dengan magnitudo 3,5 berpusat 5 km timur Samosir dan berkedalaman 3 km, sedangkan magnitudo 2,2 berpusat pada 2 km timur Samosir dan berkedalaman 1 km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyampaikan, gempa di sekitar Samosir merupakan bagian rangkaian gempa swarm atau gempa kerumuman di sekitar Toba. Berdasarkan analisis kekuatan guncangan dengan skala MMI, gempa tersebut berada pada II MMI.

Penyebab gempa swarm

Gempa swarm adalah serangkaian aktivitas gempa bumi yang terjadi di kawasan sangat lokal, dengan magnitudo relatif kecil, memiliki karakteristik frekuensi kejadian sangat sering, dan berlangsung dalam periode waktu tertentu. Aktivitas gempa di Samosir saat ini layak disebut swarm, karena gempa yang terjadi sangat banyak tetapi tidak ada gempa yang magnitudonya menonjol sebagai gempa utama (mainshocks). Selain itu memang rata-rata magnitudo gempa relatif kecil, yaitu kurang dari Magnitudo 4,0.

Aktivitas gempa swarm merupakan cerminan berlangsungnya proses pelepasan tegangan pada batuan kulit Bumi yang berlangsung karena karakteristik batuan yang rapuh (brittle). Jika medan tegangan yang tersimpan di dalam sudah habis, maka aktivitas gempa swarm ini dengan sendirinya akan berakhir.

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Tiar Prasetya mengatakan, gempa-gempa dengan kedalaman dangkal bahkan sangat dangkal disebut juga gempa swarm merupakan dampak dari sesar yang aktif. “Jadi setiap pergerakan sesar itu lalu patah, terjadi gempa maka energi yang dikeluarkan kecil,” katanya.

Ia menambahkan, pergerakan sesar sering terjadi dalam waktu-waktu tertentu bisa dalam sebulan atau dua bulan. Pada beberapa kasus gempa swarm, biasa juga terjadi di zona gunung api. Swarm dapat terjadi di bagian yang mengalami akumulasi medan tegangan berkaitan dengan aktivitas pergerakan magma.

Selain berkaitan dengan aktivitas vulkanisme, beberapa laporan menunjukkan bahwa gempa swarms juga dapat terjadi di kawasan non-vulkanik. Fenomena swarms memang dapat terjadi pada kawasan dengan karakteristik batuan rapuh dan mudah mengalami retakan-retakan (fractures).

Mitigasi

Bagi kalangan ahli, gempa swarm merupakan fenomena alam biasa. Namun demikian karena fenomena semacam ini jarang terjadi dan masyarakat sebagian besar belum banyak memahaminya, maka wajar jika banyak yang merasa resah.

Wilayah Indonesia memang rawan terjadi gempa karena terletak di zona pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik.

Sudah tentu ketika lempeng bergerak maka tanah di atasnya akan bergoyang yang disebut gempa. Karena hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu menginformasikan kapan dan di mana gempa akan terjadi, maka bisa saja gempa terjadi sewaktu-waktu.

Sudah semestinya masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa lebih memahami mitigasi bencana dan cepat tanggap saat gempa terjadi. Paham apa yang harus dilakukan sebelum, saat dan sesudah gempa.

Masyarakat harus ‘melek’ terhadap kerawanan bencana di daerahnya masing-masing. Maka kesiapsiagaan bencana sangat penting. Masyarakat tidak perlu takut tinggal di daerah rawan bencana, yang terpenting informasi potensi gempa harus direspon dengan langkah nyata dengan memperkuat mitigasi. (mbc/cnni/ant)