PAPARKAN: Tersangka mucikari dan pria hidung belang dalam prostitusi anak di bawah umur dipaparkan Polres Pelabuhan Belawan, Selasa (3/3). dachril/sumut pos.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang wanita mucikari diringkus oleh personel Reskrim Polres Pelabuhan Belawan karena menjual seorang remaja putri anak baru gede (ABG).
PAPARKAN: Tersangka mucikari dan pria hidung belang dalam prostitusi anak di bawah umur dipaparkan Polres Pelabuhan Belawan, Selasa (3/3). dachril/sumut pos.
Polisi juga menangkap seorang pria hidung belang yang ‘menggauli’ ABG tersebut dengan bayaran Rp450 ribu dan menyita barang bukti berupa satu buah kunci mobil,uang kontan sebanyak Rp520.000 dan empat Unit ponsel dengan berbagai merek.
Kedua pelaku tindak pidana eksploitasi terhadap anak (human trafficking) tersebut masing-masing mucikari berinisial TS (18) warga Jalan Pulau Samosir Belawan, Kecamatan Medan Belawan dan FS (36) warga Jalan Purwosari Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Kecamatan Medan Timur.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP MR Dayan didampingi Kasat Reskrim AKP I Kadek Herry Cahyadi menyebutkan, terungkapnya kasus penjualan anak tersebut berawal saat Hariadi orangtua korban Melati (nama samaran) melihat dan membaca isi chattingan di messenger di ponsel milik putrinya.
Dalam percakapan via messenger tersebut, tersangka TS menawarkan dan menjual putrinya untuk melakukan hubungan seksual kepada lelaki hidung belang berinisial FS. “Setelah membaca isi chattingan tersebut, orangtua korban membuat laporan pengaduan di Polres Pelabuhan Belawan,” jelas Dayan, Rabu (3/2).
Dayan menambahkan, kasus eksploitasi terhadap anak di bawah umur (human trafficking) terjadi pada hari Selasa, (16/2),lalu sekira pukul 22.30. Setelah orangtua korban membuat laporan pengaduan sesuai LP/68/ll/2020/SU/SPKT Pe.Belawan, tanggal 20 Februari 2020, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap kedua pelaku yang berprofesi sebagai mucikari dan lelaki hidung belang.
Setelah dilakukan pemeriksaan, tambah Kapolres, terungkap bahwa pelaku TS menyewakan korbannya kepada FS dengan harga Rp450.000 sedangkan TS mengaku menerima keuntungan sebesar Rp30.000 usai menjual korban kepada pria hidung belang.
“Korban dijual oleh tersangka pada Selasa,(16/2) lalu, sekira pukul 22.30 Wib, di kawasan Bagandeli, Kecamatan Medan Belawan dan selanjutnya dibawa ke salah hotel di kawasan Padangbulan Medan,” urai Kapolres.
Kedua pelaku eksploitasi terhadap anak itu akan dijerat Pasal 76i junto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (fac/azw)
Kasubbid Penmas Bidang Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Direskrimum Polda Sumut) mengambil alih penanganan kasus sengketa tanah di Desa Durin, Pancurbatu, Deliserdang. Ada beberapa kasus yang penanganannya diambil alih oleh Ditreskrimum Polda Sumut, dengan pelapor yang sama, yakni Rembah boru Keliat.
Kasubbid Penmas Bidang Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan.
Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, melalui Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan membenarkan perihal penanganan kasus tersebut. “Iya benar, kasus diambil alih dan penanganannya oleh Ditreskrimum Polda Sumut,” ujar Nainggolan kepada sejumlah wartawan di Medan, Selasa (2/3).
Dia menambahkan, meski ditangani Ditreskrimum Poldas Sumut, namun pihaknya tetap berkoordinasi dengan Polrestabes Medan.
“Untuk penanganannya, penyidik sudah melakukan koordinasi dan gelar perkara atas kasus ini. Keduanya sudah dimintai keterangan baik dari pelapor maupun terlapor, yakni PT Limas Kirana Nusantara,” bebernya.
Selain pemeriksaan, lanjutnya, tim Inafis juga sudah memasang police line (garis polisi) di beberapa objek perkara. Mengenai adanya dugaan penculikan terhadap Andri Ste panus Ginting, tambah Nainggolan lagi, pihaknya masih melakukan pendalaman dan sudah meminta keterangan via telepon pada korban.
“Kalau ada tuduhan penculikan yang melibatkan oknum polisi, ya silahkan laporkan Ke Bid Propam Polda Sumut. Kita profesional menangani kasus ini dan dudukkan perkara ini seadil-adilnya tanpa ada keberpihakan,” tegasnya. Dijelaskannya, bahwa saat ini, personel yang menangani perkara tersebut sedang bekerja. “Silahkan dipantau, kita transparan dan berjalan sesuai aturan hukum,” pungkasnya. (mag-1/azw)
TANGKAP: Reskrim Polsek Kotapinang menangkap dan menembak dua pelaku pencurian kendaraan bermotor.
MEDAN, SUMUTPOS.CO -Tim Tekab Unit Reskrim Polsek Kotapinang menangkap dan menembak dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua di Simpang 3 Bukit Kotapinang, Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu selatan.
TANGKAP: Reskrim Polsek Kotapinang menangkap dan menembak dua pelaku pencurian kendaraan bermotor.
Masing-masing pelaku yang ditangkap adalah, Ramli (48) warga Sigambal Lingga 3, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu dan Saniman (51) warga Jalan Danau Toba, Kota Tebingtinggi. Dari mereka diamakan barang bukti, 2 unit sepeda motor, 3 buah besi, 1 buah magnet dan 1 buah kunci T serta 2 unit Hp.
Kapolsek Kotapinang, AKP Bambang Gunanti Hutabarat, Selasa (2/3), mengatakan, penangkapan kedua pelaku berdasarkan laporan korban atas Ponimin dengan nomor LP/28/II/Res.1.8/2020/SPKT/SU/LBS/Sekta Kotapinang tanggal 26 Februari 2021.
“Dari laporan korban, sepeda motornya hilang di acar pesta saat pergi undangan di Dusun Bangun. Sepeda motor itu hilang diparkiran,” sebut Kapolsek Kotapinang.
Berdasarkan laporan tersebut, ia memerintahkan personel melakukan penyelidikan. Akhirnya, pencurian sepeda motor itu dapat diungkap, di bawah pimpinan Ipda Francis Saragi mengetahui identitas kedua pelaku pencurian sepeda motor tersebut.
“Tim Tekab kita langsung melakukan penangkapan. Pada saat kedua pelaku mencoba melawan, sehingga anggota di lapangan melakukan tindakan tegas dan terukur,” kata Bambang.
Kedua pelaku, lanjut Kapolsek Kotapinang, telah mengakui perbuatannya. Atas perbuatanya, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHPIdana dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.
“Keduanya sudah kita tahan dan berkasnya akan segara kita limpahkan ke pengadian,” pungkas Bambang mengakhiri. (fac/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Muhammad Farhan Lubis (17) tewas dibantai gerombolan Geng Motor yang melakukan konvoi di Jalan Sisisngamangaraja, tepatnya di depan pabrik getah PT Asahan Kelurahan Timbangan Deli Kecamatan Medan Amplas, pada Minggu (28/2) lalu, sekira Pukul 02.00 WIB. Remaja yang tinggal di Jalan Garu 6, Gang Kakak Tua Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas ini mengalami luka robek akibat dihantam kayu balok di bagian kepala.
Ilustrasi
Rekan korban, Rian, menyebutkan bahwa Farhan sempat mendapatkan perawatan medis, namun sekira jam 15.00 WIB, Farhan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra Sejati Jalan AH Nasution Medan.
Rian menceritakan kronologis kejadian, malam dini hari itu. Ketika itu, dirinya bersama Farhan mengendarai sepeda motor bersama teman-teman mereka, yakni Reza, Dian Tama, Otoi, Bobi, Arya, dan Madan,dari Jalan Garu 7 Medan Amplas, menuju Tanjungmorawa, Deliserdang. “Kami sebanyak 7 sepeda motor, mau jalan-jalan menuju ke Jalan Tanjungmorawa, tapi sampai di Trakindo, kami balik arah menuju Simpang Amplas melintasi jalan fly over.
Ternyata, saat turun dari jalan fly over segerombolan pemuda sudah berkumpul yang diduga geng motor. Mereka sudah menunggu di sisi kiri dan kanan tepat di depan pabrik getah PT Asahan,” beber Rian, yang diamini beberapa orang teman almarhum Farhan di rumah duka, pada Senin (1/3) lalu, sekira sekira pukul 01.30 WIB dini hari, kepada wartawan di Medan.
Menurut Rian, mereka (geng motor, red) langsung mengejar dan menyerang dengan bermacam senjata, ada yang menggunakan batu dan kayu. Bahkan pelaku juga ada yang membawa sejata tajam. “Puluhan gerombolan geng motor itu melempari kita, sambil berteriak serang,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan, pada dini hari naas itu, korban Farhan berboncengan tiga bersama Dian dan Arya dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X BK 4386 warna hitam merah.
Saat itu Dian yang membawa kereta, korban Farhan di tengah dan Arya di belakang. Bahkan kata Rian pas kejadian itu seorang dari puluhan geng motor itu berdiri di tengah jalan memegang kayu dan menghantam kan kayu kepada Dian.
Namun ketika itu Dian sempat mengelak dengan cara menunduk sambil berteriak “tunduk-tunduk”. Dian memberi tahu agar korban Farhan dan Arya juga ikut merunduk.
Naas hantaman kayu itu ternyata mengenai kepala korban Farhan, Dian dan Arya pun sempat panik. Beruntung, sepeda motor yang dibawa oleh Dian tidak jatuh. Mengetahui Farham terluka dan darah segar keluar dari kepala Farhan, Dian bergegas tancap gas dan pergi meninggalkan pasukan geng motor itu.
“Dian yang mengemudi, Arya diboncengan memegang Farhan, melaju kencang membawa Farhan ke klinik agar mendapatkan perawatan medis di sekitar jalan Garu 6 Medan Amplas, tapi tak berhasil. Selanjutnya Farhan dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Sejati,” kata keluarga korban, Yunus Lubis menimpali.
Menurut warga, kejadian seperti itu tidak boleh dibiarkan. Aksi geng motor yang konvoi dengan bawa senjata tajam di kawasan Jalan Sisingamangaraja umumnya di Kota Medan bukan yang pertama terjadi. Aksi mereka terus berulang, dan biasanya dilakukan pada malam Minggu atau malam-malam hari libur.
“Karena ini terus berulang dan sudah banyak kejadian. Sudah banyak yang jadi korban keberingasan geng motor, warga berharap pihak kepolisian mengintensifkan patroli malam. Ini sebagai sebuah solusi, kita selaku warga hanya bisa menyarankan dan kalau warga bertindak takutnya disalahkan pula,” kata warga.
Keluarga almarhum Farhan, Yunus Lubis dan warga juga berharap polisi dapat menangkap anggota geng motor yang terlibat hingga membuat Farhan meninggal dunia. “Kita berharap polisi dapat menangkap anggota geng motor yang terlibat hingga membuat Farhan meninggal dunia,” kata Yunus lagi.
Di tempat terpisah Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza SH SIK MH melalui Kanit Reskrim Iptu Philip A Purba SH MH saat dikonfirmasi, Rabu (3/3) menyebutkan, hingga kini pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Patumbak masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa.
Dikatakan Philip, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mendalami kasus ini. Termasuk memeriksa saksi-saksi juga telah dilakukan. “Kita masih mendalami, mohon waktu dan doanya ya,” jelasnya. (mag-1/azw)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO– PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas PT Pertamina Persero berkomitmen mendukung penyediaan infrastruktur dan gas bumi dalam operasional pembangkitan dan penyediaan listrik bagi masyarakat. Komitmen ini diwujudkan dengan menyediakan pemanfaatan terminal LNG dan penyaluran gas hasil regasifikasi LNG di Lampung yang terkoneksi dengan pipa transmisi South Sumatera West Java (SSWJ) guna menjaga ketersediaan pasokan listrik Pembangkit Listrik Muara Tawar milik PT PLN (Persero).
“Pembangkit Listrik Muara Tawar merupakan pembangkit listrik di Jawa Bagian Barat yang menjadi _anchor buyer_ PGN. Penyerapan gasnya bisa mencapai lebih dari 200 BBTUD. Awalnya Pembangkit Muara Tawar berkontribusi sekitar 24% terhadap total penyerapan gas sektor kelistrikan. Dengan adanya kerjasama ini dapat meningkatkan penyerapan gas dan meningkatkan porsi penyerapan muara tawar menjadi sekitar 45% terhadap total kebutuhan gas sektor pembangkit,” lanjut Syahrial.
Syahrial menjelaskan bahwa layanan dari PGN kepada PLN yaitu menyediakan jasa kepada PLN meliputi penyandaran LNG Carrier, penerimaan LNG dari LNG carrier ke Titik Penerimaan LNG, penyimpanan sementara LNG milik PLN sebelum diregasifikasi, regasifikasi LNG, transportasi dan penyerahan gas di Titik Penyerahaan Gas, serta pengukuran LNG dan gas.
“Sinergi BUMN dan optimalisasi infrastruktur eksisting dimanfaatkan PLN melalui kerjasama menyediakan dan menyerahkan LNG kepada PGN yang selanjutnya PGN akan menyerahkan gas hasil regasifikasi LNG kepada PLN di titik Penyerahan Gas di Stasiun Gas Muara Bekasi,” jelas Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Syahrial Mukhtar (2/3/2021).
Pembangkit Listrik Muara Tawar memiliki karakteristik pola operasi khusus yaitu sebagai _peaker_ yang dapat menyerap kebutuhan Gas pada saat beban puncak bisa mencapai lebih dari 200 BBTUH.
Dengan memperhatikan pasokan gas eksisting dan pola penyerapan gas oleh pelanggan PGN lainnya di wilayah Jawa Barat, maka gas pipa PGN tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan _swing peaker_ Pembangkit Muara Tawar.
Maka solusi yang digunakan untuk meningkatkan kehandalan dan kemampuan PGN dalam memenuhi kebutuhan _peaker_ Pembangkit Muara Tawar adalah dengan bantuan penyaluran Gas dari hasil regasifikasi LNG dari FSRU Lampung.
“Kami berharap langkah strategis dan sinergis ini dapat meningkatkan kehandalan pasokan listrik dan penyerapan gas bumi untuk kebutuhan pembangkit listrik. Mengingat proyeksi kebutuhan gas mendatang akan lebih tinggi dari tahun lalu dan menurunkan ketergantungan PLN terhadap HSD,” papar Syahrial.
Syahrial menegaskan, PGN sebagai Subholding Gas senantiasa melakukan upaya terbaik dalam rangka mendorong kemajuan yang berarti dari pemanfaatan gas bumi. Apalagi pemanfaatan gas bumi sebagai energi dapat menciptakan _multiplier effect_ yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. (rel/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan mengapresiasi kinerja Camat Medan Perjuangan Drs Afrizal MAP yang dinilai selalu merespon keluhan masyarakat yang ada di Kecamatannya. DPRD Medan menilai, Afrizal bersikap komunikatif dalam menyahuti masalah warga dengan bersedia terjun langsung ke lapangan dalam menyelesaikan masalah yang ada.
“Kita tetap dorong kinerja Camat Afrizal agar lebih baik. Selalu turun menindaklanjuti keluhan warga terkait pelayanan publik dan perbaikan infrastruktur, itu bagus sekali,” ujar anggota DPRD Medan, Modesta Marpaung SKM. Bahkan, kata anggota Komisi II DPRD Medan ini, saat dirinya menjembatani keluhan atau masalah yang diterimanya dari warga Kecamatan Medan Perjuangan, Afrizal selalu memberikan tanggapan yang positif dan bergerak cepat dalam mencari solusi.
“Camat langsung tanggap dan komunikatif untuk mencari solusi, sehingga persoalan di masyarakat dapat terselesaikan dengan baik. Kita selalu koordinasi, bahkan berkolaborasi demi kepentingan publik,” ujar politisi asal Partai Golkar itu.
Dicontohkan Modesta, seperti kegiatan pengorekan parit di Jl Mapilindo, Lingkungan II, Kelurahan Tegal Rejo, Medan Perjuangan, Kota Medan. Afrizal bersedia turun langsung dalam membantu percepatan dan koordinasi agar perbaikan dpaat dikerjakan secara maksimal.
“Dengan turunnya Camat ke lapangan, pasti akan memotivasi Lurah dan Kepling untuk ikut turun dan peduli dalam membantu masyarakat. Kita harapkan hal seperti ini tetap berkelanjutan, memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” kata Modesta.
Bukan itu saja, kata Modesta, Kecamatan Medan Perjuangan juga memiliki berbagai kegiatan yang langsung menyentuh kepada masyarakat, misalnya baru-baru ini, Kecamatan Medan Perjuangan melakukan Karya bakti sosial bersama Lion Club di Kelurahan Pandau Hilir bersama Pangkosekhanudse Marsma Esron. “Begitu juga kegiatan gotong royong dengan masyarakat dan Koramil di Sidorame Barat 1 belakang Polrestabes Medan. Hal-hal seperti ini yang harus sering dilakukan. Turun langsung dalam menanggapi keluhan masyarakat dan menyelesaikan persoalan yang ada,” pungkasnya. (map/ila)
Teks :
Camat Medan Perjuangan Afrizal MAP rutin melakukan appel pagi dengan P3SU sebelum melakukan pengorekan parit di sejumlah tempat, dan saat turun ke lapangan meninjau pengorekan parit tumpat di Jl Mapilindo Lingk 2 Tegal Rejo baru baru ini.
REPLIKA: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat melihat replika lokasi pembangunan Deli Sport Center, baru-baru ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut mengharapkan dukungan penuh pemerintah pusat untuk pembangunan kawasan pusat olahraga atau Sport Centre yang kini bernama Deli Sport City di Desa Sena Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang.
REPLIKA: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat melihat replika lokasi pembangunan Deli Sport Center, baru-baru ini.
Pasalnya, lahan seluas sekitar 300 hektare tersebut hingga kini belum bisa dilakukan pembangunan apapun. Terlebih, Pemprov Sumut sudah melakukan pembayaran atas lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) pada kawasan itu ke Kementerian Keuangan.
“Saya langsung menghadap Pak Presiden untuk Sport Centre ini. Di situ ada Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, ada Kapolri dan TNI. Saya sampaikan bahwa ini penting bagi Sumut. Saya kepingin Sumut yang kita cintai ini maju. Tapi sekarang tak bisa dibangun apapun di situ. Apa kita mau atlet kita main di Stadion Teladan untuk PON 2024?” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menggelar silaturahim bersama insan pers di lingkup Pemprov Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Selasa (2/3).
Edy mengungkapkan, dalam rapat di Istana Negara Jakarta ihwal rencana pembangunan Deli Sport City beberapa waktu lalu tersebut, turut mempertanyakan kenapa lahan yang dikuasi negara mesti dibayarkan juga oleh negara melalui pemerintah provinsi.
“Lantas menteri keuangan bilang, ‘oh tidak bisa karena aturannya begini begitu’. Oke saya bayar lahan eks HGU itu. Tapi kenapa setelah itu pemprov dilaporkan ke pengadilan. Jadi apa yang mau kita buat untuk Sumut ini. Kenapa susah sekali kita mau buat Sumut ini maju. Lama-lama hancurlah Sumut kalau begini,” katanya.
Karenanya Gubsu meminta peran pers dan media untuk mendorong segala pembangunan di Sumut terutama kawasan Deli Sport City, supaya terjadi percepatan implementasi atas rencana program dimaksud. “Bantu saya, bantu pemprov ini kawan. Kalau pendapatan daerah ini semakin baik, akan baik juga kesejahteraan rakyat kita. Jangan yang jelek-jeleknya aja kalian tulis tentang aku. Ingatkan aku kalau salah, luruskan. Itu fungsi kalian. Aku selalu terbuka sama kalian, sejauh informasi itu memang perlu dibuka. Investor itu sudah kena pajak tiap bulan. Jika ini berlarut pada lari mereka semua besok. Hancurlah Sumut ini,” terang mantan Pangkostrad tersebut,” ujar Gubsu..
Curahan hati alias curhat Gubsu Edy soal hal serupa ini, pernah ia ungkapkan juga dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah di Sumut yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, awal Desember 2020.
Bahkan saat itu, kata dia, pihaknya diwajibkan membayar ganti rugi atas tanaman dan bangunan yang berada di atas lahan tersebut untuk kepentingan legal opinion. “Selesai legal opinion, tak serta merta selesai. Masih proses sana sini sampai Dirkrimsus (Polda Sumut) turun tangan menanganinya,” ujar Gubsu.
Permasalahan kembali muncul saat pihaknya akan memasukkan material untuk pembangunan Deli Sport City melalui ruas jalan di kawasan tersebut. Edy mendapat laporan, masih ada sekelompok masyarakat yang coba-coba melakukan pungutan liar agar truk yang membawa material bangunan bisa melintas menuju lahan proyek.
“Kalau begini, bagaimana investor yang ingin tanamkan modal di Sumut. Jadi sulit menggeliat pendapatan di Sumut di luar sektor pajak,” tegasnya.
Edy juga meminta seluruh elemen masyarakat bersatu, bergandengan tangan demi kelancaran proses pembangunan pusat olahraga di Sumut. Sehingga Sumut nantinya bisa menjadi tuan rumah yang baik bersama Provinsi Aceh dalam pagelaran PON 2024.
“Media massa tolong sampaikan kepada rakyat kita, mari kita bersatu padu mewujudkan pembangunan untuk Sumut yang kita cintai ini. Tanpa dukungan masyarakat dan media, tidak akan mungkin Sumut ini akan maju. Saya mau Sumut ini bersaing dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand. Bukan dengan Surabaya dan Jakarta. Sebab secara demografi dan geografis, Sumut ini kan dekat dengan Singapura dan Malaysia,” katanya.
Secara spesifik Edy juga berpesan, kiranya kalangan pemuda di Sumut untuk kembali ke lingkungan masjid dan gereja. “Jadilah pemuda masjid dan pemuda gereja. Karena gak akan mungkin pendeta mengajarkan pemuda itu untuk narkoba dan hal negatif. Begitupun pemuda masjid, takkan mungkin ustadz mengajarkan keburukan,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Sumut, Sakhrudin Daulay mengungkapkan meski tak terdampak pandemi Covid-19, rencana pembangunan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) berjalan stagnan di awal tahun ini.
Ia mengakui, belum ada progres signifikan atas pembangunan proyek prestisius tersebut hingga kini di lapangan. “Mudah-mudahan tak terdampak (pandemi). Namun belum ada progres,” katanya. (prn/ila)
BERKUNJUNG:Ketua DPW PKS Sumut Usman Jakfar bersama pengurus partai PKS, foto bersama saat berkunjung ke Kantor Sumut Pos.triadi/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara terus melakukan silaturahim ke berbagai institusi dan instansi. Kantor Redaksi Harian Sumut Pos di Jalan Sisingamangaraja Km 8,5 No.134, Medan, Selasa (2/3) sore, menjadi silaturahim terkini partai berlandaskan Islam tersebut.
BERKUNJUNG:Ketua DPW PKS Sumut Usman Jakfar bersama pengurus partai PKS, foto bersama saat berkunjung ke Kantor Sumut Pos.triadi/sumutpos.
Kedatangan Ketua DPW PKS Sumut, Usman Jakfar sebagai pemimpin rombongan, disambut hangat Manajer Infotorial/Advertorial Asih Astuti, Wakil Pemimpin Redaksi Laila Azizah, Redaktur Pelaksana Ade Zulfi, serta sejumlah staf redaksi.
Mengawali silaturahim, Usman Jakfar menuturkan maksud dan tujuan kunjungan pihaknya ke salah satu koran dengan jaringan terbesar se-nusantara di bawah payung Jawa Pos National Network (JPNN) tersebut. “Yang pertama kami ingin memperkenalkan pengurus baru di DPW PKS Sumut (periode 2020-2025) sekarang,” katanya.
Peran media massa, kata dia, sangat penting dalam membantu pihaknya menyosialisasikan pendidikan politik kepada masyarakat. Terkhusus kepada Sumut Pos, diakui dia, sejauh ini sangat berperan melalui pemberitaan membantu tugas dan tanggungjawab mereka sebagai partai politik berlandaskan Islam.
“Terima kasih kepada Sumut Pos atas pemberitaan tentang PKS selama ini. Baik kegiatan kami di struktur (partai) maupun wakil rakyat kami di DPRD. Semoga silaturahim kita hari ini semakin meningkatkan hubungan baik yang sudah terjalin,” katanya.
Turut hadir Sekretaris Umum DPW PKS Sumut, Misno Adi Syahputra, Ketua dan Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW), Salman Alfarisi dan Cecep Wiwaha, Ketua dan Sekretaris Dewan Syariat Wilayah (DSW), H Hariyanto dan Nur Azizah Tambunan, dan Kabid Humas Syaiful Ramadhan beserta sejumlah staf humas.
Pendidikan Politik
Pada kesempatan itu, PKS Sumut menyampaikan program unggulan yang tengah dilakukan yakni ‘Sekolah Cinta Indonesia’. Tujuannya untuk merekrut sebanyak-banyaknya kader untuk bergabung dan membesarkan PKS.
“Dengan semakin banyak masyarakat bergabung dengan PKS, Insyaallah akan membuat PKS sendiri semakin besar. Paling terpenting, dari program ini kami ingin lahir calon-calon pemimpin daerah masa depan yang Rahmatan Lil’alamin, sebagaimana tagline PKS sekarang,” kata Salman Alfarisi.
Kemudian aspek lainnya, sebut dia, dapat memberi edukasi politik kepada masyarakat. Bagaimana berpolitik secara santun, cerdas, dan sehat. “Hal ini sesuai AD/ART PKS, bahwa PKS hadir untuk mengedukasi masyarakat berpolitik dengan cerdas,” terang mantan anggota DPRD Medan dan DPRD Sumut itu.
“Selain itu ada juga namanya kaderisasi dan pembinaan yang kami lakukan dalam program itu. Terkhusus menjadi kader PKS, ada yang namanya ‘Anggota Siaga’ dan ‘Anggota Pemula’. Untuk anggota siaga, siapa saja boleh gabung. Karenanya kita butuh kerjasama dengan Sumut Pos untuk menyampaikan ini kepada masyarakat, apalagi Sumut Pos bagi PKS sudah seperti anak kandung,” sambung dia seraya tersenyum.
Sejalan dengan itu, DSW PKS Sumut juga punya program kerja membentuk pemimpin religius di mana hal ini tengah gencar dilakukan. Lalu mengadakan webinar dengan topik ketahanan keluarga atau rumah tangga yang sakinah, mawadah, warrahma.
“Sumut bermartabat takkan mungkin terwujud tanpa ketahanan keluarga yang bermartabat juga. Hal-hal semacam ini akan terus menjadi konsern PKS, terutama dalam membantu program pembangunan Pemprovsu “ kata Hariyanto.
Manajer Infotorial/Advetorial Sumut Pos, Asih Astuti sebelumnya mengucapkan terimakasih atas kunjungan segenap pengurus PKS Sumut. Pihaknya berharap kerja sama yang sudah terjalin baik selama ini, dapat lebih ditingkatkan lagi.
“Sumut Pos tentu siap menjadi media partner PKS Sumut dalam membantu seluruh kegiatan untuk disosialisasikan kepada masyarakat luas. Kami berharap kerjasama kita ke depan bisa lebih intens lagi, sebagaimana yang telah terjalin sampai sekarang,” katanya.
Silaturahmi ditutup dengan pemberian cenderamata dari pengurus PKS Sumut kepada redaksi Sumut Pos yang diwakili Asih Astuti. (prn/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peristiwa kebakaran akibat puntung rokok yang dibuang secara sembarangan, setidaknya telah terjadi sebanyak 5 kali sejak bulan Februari yang lalu.
ilustrasi-kebakaran
“Seperti pada bulan Februari lalu, ada kejadian yang terbakar lalang (rumput kering) atau tumpukan sampah, ada 5 kejadian dan bahkan dalam satu hari ada 2 kejadian. Kita berharap masyarakat jangan membuang puntung rokok ke lalang, semak atau apapun yang kering dan mudah terbakar,” ungkap Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan, Albon Sidauruk kepada Sumut Pos, Selasa (2/3).
Sebab, lanjutnya, memasuki musim kemarau saat ini, suhu udara yang kering dan hangat, meningkatkan terjadinya potensi kebakaran, khususnya kebakaran yang terjadi di luar ruangan.”Musim kemarau saat ini rentan sekali dengan kebakaran, karena cuaca panas sangat rentan terjadi kebakaran. Walaupun memang lebih kepada outdoor, bukan indoor,” ucap Albon.
Albon menyebutkan, cuaca panas saat ini sangat dirasakan oleh masyarakat Kota Medan dan sekitarnya, termasuk perbatasan Deliserdang. Sedangkan wilayah tersebut, merupakan wilayah kerja Dinas P2K Kota Medan.
Sehingga, Dinas P2K juga sedang menyosialisasikan pentingnya menjaga kedisiplinan diri dalam cuaca kemarau seperti saat ini. Misalnya saja seperti membuang puntung rokok pada tempatnya, bukan membuang secara sembarangan yang berpotensi dalam menimbulkan kebakaran.
Diterangkan Albon, kondisi itu juga telah disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam rapat bersama pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi. “Dalam arahannya, walau penanganan Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) sebenarnya bukan tanggungjawab pemerintah Kabupaten/Kota, melainkan provinsi ataupun pemerintah pusat, tapi jika ada kebakaran lalang, Pemerintah Kota juga tetap berkewajiban untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.
Albon pun berharap, agar masyarakat dapat saling menjaga lingkungannya, termasuk kondisi yang berpotensi dalam menyebabkan kebakaran di rumah masing-masing.
Sebelumnya, Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan, jika Pemko Medan akan meningkatkan fungsi pencegahan kebakaran di Dinas P2K Kota Medan. Sebab, Dinas P2K Kota Medan tidak hanya bertugas untuk melakukan pemadaman, tetapi juga memiliki fungsi pencegahan. “Tadi juga instruksi dari bapak Mendagri. Karena sekarang (Dinas) pemadam tugasnya bukan cuma memadamkan api, tapi juga mencegah (kebakaran),” katanya.
Selain itu, Dinas P2K Kota Medan juga akan menambah 3 UPT nya di tahun 2021 ini. Hal itu dilakukan, agar Dinas P2K dapat mengejar target Respon Time maksimal 15 menit untuk hadir di lokasi kebakaran sejak masuknya laporan peristiwa kebakaran. Bila penambahakan 3 UPT tersebut jadi terlaksana di tahun ini, maka Kota Medan akan memiliki 7 UPT, sebab saat ini Dinas P2K Kota Medan telah memiliki 4 UPT. (map/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Retinoblastoma atau kanker mata pada anak merupakan kanker ganas, salah satu gejalanya adalah mata kucing saat terkena sinar atau cahaya. Namun, seringkali para orangtua ataupun keluarga tidak mengenali gejalanya karena kurangnya pengetahuan.
Menurut dr Aryani A Amra SpM(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran (FK) USU, kanker ini umumnya terjadi pada anak-anak usia di bawah 3 tahun. Pada anak usia tersebut merupakan perkembangan tahap penglihatan dimulai. “Kanker tersebut menyerang bagian saraf mata dan bisa mengakibatkan kebutaan bahkan kematian,” ungkap Aryani saat ngobrol santai bersama Prof Delfitri Munir lewat video youtube baru-baru ini.
Namun demikian, sambung Aryani, kasus kanker ini memang terjadi tidak begitu sering, hanya 1 dari 23.000 kejadian. Akan tetapi, dari beberapa kasus yang pernah ditangani di Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK USU memang cukup sering dan sangat menyedihkan.
Karenanya, para orangtua perlu mengetahui apa sebenarnya gejalanya. Namun, kanker ini dengan asupan gizi yang baik, maka akan bisa regresi. Artinya, akan bisa hilang, terserap atau pulih dan anak bisa kembali sehat melewati masa balitanya hingga tumbuh dewasa. Walaupun, ada juga kanker ini bisa diangkat dan terpaksa matanya dibuang lalu diganti dengan bola mata palsu. “Kalau dilihat secara estetik layaknya mata asli, tetapi tidak bisa melihat seperti mata normal,” ungkap dia.
Aryani menyebutkan, penyebab kanker jenis ini bisa karena faktor genetik atau keturunan dan ada juga yang tidak genetik. Namun, kasus terbanyak adalah akibat genetik. “Makanya, sangat penting sekali bagi pasangan yang akan menikah diberikan konseling. Di samping itu, para ibu hamil apalagi ada riwayat dari keluarga yang terkena kanker mata maka sangat penting dilakukan pemeriksaan,” imbaunya.
Ia melanjutkan, bagi pasangan yang akan menikah apabila memiliki riwayat keluarga terkena kanker tersebut, maka disarankan untuk melakukan konseling atau pemeriksaan. Hal ini untuk mencegah sedini mungkin menghindar dari retinoblastoma. “Di sisi lain, penyebab kanker mata ini juga dapat disebabkan oleh asupan gizi yang buruk. Namun, bagi anak dengan gizi yang baik maka dapat terhindar,” ujar Aryani.
Dijelaskannya, gejala penyakit tersebut sangat banyak, tetapi gejala paling dini adalah mata kucing. Misalnya, kalau pergi keluar malam hari dengan menggunakan kendaraan dan melintas ke jalan melihat kucing. Maka, mata kucing itu akan bersinar dari pantulan cahaya lampu kendaraan. Kondisi seperti itulah yang bisa ditemui pada anak-anak dengan gejala awal retinoblastoma.
Namun, untuk mengetahui gejala mata kucing tidak harus disinari matanya dengan cahaya dan juga di tempat gelap. Melainkan, dalam kondisi sehari-sehari saat terang atau siang hari maka matanya itu kalau melihat seperti mengkilat. “Anak-anak di usia tersebut (di bawah 3 tahun) belum mengerti apabila matanya sakit. Karena itu, peran orang tua dan keluarga sangat penting untuk mencegah sejak dini kanker mata pada anak,” terang Aryani.
Dia menuturkan, setelah mengalami gejala mata kucing selanjutnya bisa timbul gejala-gejala lain yang dapat mengikuti. Misalnya, mata anak bergoyang-goyang ke kiri dan kanan, tidak terkendali dan berulang atau dikenal nistagmus.
Kemudian, bisa juga gejalanya tiba-tiba mata anak juling, infeksi, memerah, berdarah, hingga bernanah. “Penanganan yang bisa dilakukan salah satunya dengan membuang bola mata yang terkena kanker tersebut. Asalkan, kanker itu belum menyebar ke bagian lain, masih berada di bola mata,” tuturnya.
Aryani menambahkan, apabila mata sudah membesar atau menonjol seperti tumor dan bahkan berdarah maka penanganan yang dilakukan dengan mengecilkan tumor itu. Selanjutnya, dilakukan radioterapi dan kemoterapi. “Setelah tumornya mengecil dan kalau memang tidak metastase (menyebar), dilakukan enukleasi (pengangkatan),” pungkasnya.
Sementara, Prof Delfitri Munir menuturkan, gejala yang paling dini dari kanker mata pada anak sangat gampang dideteksi oleh para orang tua maupun keluarga yakni munculnya mata kucing. Penampakan ini sebenarnya adalah leukokoria, yaitu gambaran bercak putih yang muncul saat mata terpapar sinar.
Leukokoria merupakan gambaran tidak normal, karena seharusnya mata akan memancarkan warna kemerahan saat disinari cahaya. “Leukokoria pada retinoblastoma umumnya akan diikuti oleh gejala dan tanda lain, seperti mata juling, merah, bengkak, dan ukuran satu atau kedua bola mata membesar, terasa nyeri, perubahan warna iris pada mata, hingga gangguan penglihatan,” ungkapnya.
Dikatakan Delfitri, kanker mata ini bisa berbahaya dan ganas. Jika tidak dideteksi sejak dini, maka ketika ke dokter spesialis mata bisa terlambat. “Oleh sebab itu, gejala dini dari kanker mata pada anak sangat penting diketahui orang tua ataupun keluarga sebelum terlambat ditangani,” pungkasnya. (ris/ila)