Home Blog Page 3650

Jaga Kamtibmas di Sumut, Kapolda: Personel Patroli Malam

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – menyusul bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (28/3), Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sumut pasca kejadian ledakan bom di Makassar cukup kondusif.

Ilustrasi

“Situasi kamtibmas di Sumut khususnya di Medan cukup kondusif. Namun Polda Sumut tetap menurunkan personel dari Dit Samapta dan Sat Brimob melaksanakan tugas patroli di malam hari. Tujuannya, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang menjalankan aktivitas di Kota Medan,” kata Kapolda melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi kepada Sumut Pos di Medan, Senin (29/3).

Hadi menjelaskan, personel yang melaksanakan tugas pengamanan ditempatkan di sejumlah objek vital di Kota Medan. Pengamanan ini untuk mencegah aksi teror seperti terjadi di Kota Makassar.

“Kita tetap imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi peristiwa ledakan bom yang terjadi di Kota Makassar. Tetap saja menjalankan aktivitas seperti biasa. Namun harus selalu waspada,” imbuhnya.

Dia menambahkan, Polda Sumut terus memperketat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dalam mencegah penyebaran klaster baru Covid-19 di Kota Medan. “Kita akan kuatkan pengawasan dan melaksanakan Operasi Yusitisi di zona —yang berdasarkan hasil mapping Polda Sumut dan Satgas Covid-19 masih merah—, agar masyarakat patuh prokes sehingga terhindar dari bahaya Covid-19,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapoldasu, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, memerintahkan seluruh Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) memperketat pengamanan setiap markas komando (mako) untuk mengantisipasi terjadi aksi teror. “Periksa setiap orang yang tidak dikenal saat mendatangi mako. Tingkatkan kewaspadaan pengamanan mako dalam mengantisipasi terjadinya aksi teror,” katanya.

Selain memperketat pengamanan mako, seluruh jajaran juga diminta memperketat pengamanan tempat umum dan rumah ibadah yang ada di wilayahnya masing-masing.

Pihaknya juga meminta masyarakat terus waspada meningkatkan kepekaan terhadap lingkungannya, RT/RW diwajibkan meminta setiap tamu yang datang lebih dari 1×24 jam agar melaporkan diri.

Gubsu Edy Kecam Keras

Terpisah, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi turut mengecam keras aksi teror bom yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3).

Edy menilai perbuatan pelaku teror tersebut merupakan tindakan sesat. Apalagi, katanya, seluruh agama mengajarkan untuk saling mengasihi dan menyayangi satu sama lain. Bukan untuk menyakiti manusia lainnya.

“Bom, teror itu merupakan musuh kita bersama. Apapun agamanya, pastinya tidak mengizinkan untuk menyakiti orang lain,” tegasnya menjawab wartawan, Senin (29/3).

Karenanya mantan Pangkostrad itu meminta kepada seluruh masyarakat supaya tetap meningkatkan kewaspadaan. Laporkan bila disekeliling tempat tinggal masing-masing mendapati orang-orang yang mencurigakan. “Untuk itu kita tetap berhati-hati,” ucapnya.

Ia lantas mengaitkan pandemi Covid-19 yang belum berakhir di Indonesia hingga saat ini, lantaran masih banyaknya perilaku manusia yang bertentangan dengan norma agama. Termasuk melakukan bom bunuh diri demi memunculkan ketakutan di masyarakat.

“Inilah mengapa Tuhan belum mengambil Covid-19 di dunia ini. Karena di sekitar kita, masih ada orang-orang yang dengki, yang zalim dan yang tidak baik kepada orang lain,” pungkasnya.

Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto juga mengutuk keras aksi keji dan tidak berprikemanusiaan tersebut. “Tindakan tersebut sangat biadab dan mengoyak kedamaian bangsa Indonesia. Pelakunya tidak punya perikemanusiaan dan jelas tidak beragama,” katanya.

Ia menegaskan apapun motifnya dan siapapun pelakunya, aksi bom bunuh diri tersebut tidak dibenarkan oleh agama manapun dan menciderai prinsip dasar berbangsa dan bernegara. “Kita semua mengutuk dan melawan dengan keras dan tegas. Tidak dibenarkan di Indonesia yang merupakan negara pancasila dan negara hukum, ada oknum yang memberikan rasa teror dalam bentuk apapun kepada warga negara RI di seluruh penjuru Tanah Air,” katanya.

Pihaknya menyampaikan keprihatinan dan perasaan dukacita mendalam atas peristiwa tersebut serta belasungkawa kepada korban terdampak ledakan bom. Secara khusus, kepada saudara-saudara umat kristiani Gereja Katedral Makassar.

“Kita menyerahkan dan mempercayakan pengusutan kasus ini kepada aparat keamanan. Semakin cepat diungkap pelaku dan aktor intelektualnya semakin baik untuk kepentingan publik. Kita percayakan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas motif dan aktornya. Tegakkan hukum secara tegas dan adil, tanpa pandang bulu agar masyarakat tenang dan suasana kembali kondusif. Keselamatan warga adalah nomor satu. Semoga situasi kembali kondusif dan umat Kristiani dapat kembali beribadah dengan tenang,” paparnya. (mag-01/prn)

Bomber Makasar Pengantin Baru, Terafliasi JAD, Pernah Aksi di Filipina

KAPOLRI: Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, dalam konferensi pers dari Makassar, tentang pelaku bom Makassar, Senin (29/3).

SUMUTPOS.CO – Pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, ternyata pasangan suami istri. Mereka masih pengantin baru yang baru menikah enam bulan lalu. Mereka merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang pernah melakukan aksi serupa di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan.

KAPOLRI: Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, dalam konferensi pers dari Makassar, tentang pelaku bom Makassar, Senin (29/3).

PELAKU laki-laki berinisial L, sedangkan pelaku perempuan berinisial YSF, seorang pegawai swasta. “Saudara L dan YSF beberapa bulan lalu, tepatnya enam bulan dinikahkan oleh Rifaldi, yang beberapa waktu telah ditangkap pada Januari,” kata Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, dalam konferensi pers dari Makassar, Senin (29/3).

Kapolri menjelaskan, L sempat meninggalkan surat wasiat untuk orangtuanya Dalam surat itu, L berpamitan kepada orangtuanya dan mengaku siap mati syahid. “Perlu kita informasikan, Saudara L sempat meninggalkan surat wasiat kepada orangtuanya yang isinya mengatakan yang bersangkutan berpamitan dan siap mati syahid,” ujar Sigit.

Dalam aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) pagi, pasangan suami istri itu tewas.

Kapolri juga menyebut bahwa ledakan di depan Gereja Katedral Makassar, termasuk jenis bom panci. “Ledakan yang terjadi, suicide bomb dengan menggunakan jenis bom panci,” ujar Listyo.

Listyo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengecek langsung lokasi ledakan bom bunuh diri yang terjadi pada pukul 10.30 Wita. “Jadi mereka (pelaku) adalah bagian dari pengungkapan beberapa waktu lalu, kurang lebih 20 orang kelompok JAD. Mereka bagian dari itu. Inisial serta data-datanya sudah kita cocokkan,” ujar Listyo.

Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono menyatakan, penyelidikan terhadap pelaku bom bunuh diri masih terus dilakukan. Menurutnya, sejumlah tempat sudah digeledah untuk mencari bukti-bukti lain, termasuk rumah pelaku. “Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Dan kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) sekitar pukul 10.30 WITA. Korban luka dalam insiden itu mencapai 20 orang. Tak ada jemaat atau petugas gereja yang tewas dalam kejadian ini.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, kedua pelaku berupaya untuk masuk ke dalam halaman gereja, tetapi dicegah oleh petugas keamanan gereja.

Sesaat setelah dicegah, bom kemudian diledakan oleh pelaku. Berdasarkan penuturan pastor Katedral Makassar Wilhelminus Tulak, seorang petugas sekuriti yang menahan dua terduga pelaku tersebut berhasil selamat. “Memang ada beberapa orang terluka, khususnya satu petugas keamanan saya yang menahan (pelaku) bunuh diri, dia sedikit terbakar, tapi Puji Tuhan masih sadar,” kata Wilhelminus.

Presiden Joko Widodo dalam keterangan persnya menyatakan serangan teroris itu sebagai kejahatan kemanusiaan. Tidak ada agama yang membolehkan kekejian ini. Oleh sebab itu, Presiden mengajak publik untuk bersama-sama memerangi terorisme dan radikalisme.

Presiden juga memerintahkan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas jaringan pelaku serta membongkar sampai ke akar-akarnya. Dia juga meyakinkan bahwa aparat keamanan tidak akan membiarkan aksi terorisme seperti itu. “Saya minta masyarakat tetap tenang beribadah karena negara menjamin keamanan umat untuk beribadah tanpa rasa takut,” kata Jokowi.

Sementara Kapolri menjamin negara akan memberikan pelayanan terbaik pada korban. Dia memastikan seluruh biaya perawatan korban ledakan bom akan ditanggung negara. “Negara pasti memberikan pelayanan yang terbaik untuk korban,” kata dia.

Kapolri telah memerintahkan Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror untuk mengusut tuntas jaringan ini. Dia meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya, terutama saat melaksanakan ibadah. “Bagi masyarakat kita imbau untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari. Kita sedang mau memasuki, bagi Nasrani memasuki Paskah,” katanya.

Sejumlah Tempat Digerebek

Pascaledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, pihak kepolisian melakukan penggerebekan sejumlah tempat dan mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme di Tanah Air, Senin (29/3).

Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo mengatakan, tim Densus 88 melakukan penggerebekan di wilayah Condet, Jakarta Timur, dan Bekasi, Jawa Barat, terkait aksi bom bunuh diri di Gereja Katerdral, Makasar, Sulawesi Selatan. Dalam penggerebekan tersebut, tim menemukan lima bom siap pakai.

“Kita temukan barang bukti, lima bom aktif jenis bom sumbu yang siap digunakan,” kata Kapolri dalam jumpa pers secara virtual, Senin (29/3).

Tim juga menemukan sejumlah barbuk lain, yakni lima toples berisi berbagai bahan kimia untuk membyat bom. Total beratnya sekitar 4 kg.

Selain itu, bahan peledak yang sudah diracik menjadi bom seberat 1,5 kg. Namun, Kapolri tidak merinci di lokasi mana barbuk tersebut ditemukan.

Dalam penggerebekan tersebut, empat orang ditangkap. Mereka diduga terlibat dalam tindak pidana terorisme. Keempat orang itu merupakan rekan L dan YSF dalam mengikut kajian di Perumahan Villa Mutiara. Perumahan itu merupakan lokasi penangkapan anggota teroris jaringan JAD beberapa waktu lalu di Makassar. “Mereka bersama-sama dengan L dan YSF ada dalam satu kelompok kajian, Kajian Villa Mutiara namanya,” ucap Listyo.

Kapolri menjelaskan, peran mereka ada yang membeli bahan kimia, mengajarkan membuat bom, pembuat bom, hingga orang yang akan meledakkan bom. “Tim satgas terus melakukan pengembangan,” ucap Kapolri.

Selain itu, ibunda terduga teroris L, bomber Gereja Katedral Makassar berinisial WH, turut diamankan oleh aparat kepolisian. Dia diamankan usai penggeledahan yang dilakukan oleh tim gabungan di kontrakan milik L dan kediaman WH pada Senin (29/3).

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam membenarkan hal tersebut. Menurut dia WH diamankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus bom bunuh diri yang dilakukan oleh anak pertamanya itu. “Ya, semua yang terkait memang dimintai keterangan,” kata Merdisyam di Lobby Mapolda Sulsel, Senin (29/3) petang.

Selain kontrakan milik L dan YSF, tim gabungan dari Gegana Korps Brimob Mabes Polri dan Gegana Satbrimob Polda Sulsel juga menggeledah rumah milik ibunda L, yakni WH yang berada tak jauh dari kontrakan milik L.

Tim Gegana sempat meledakkan bahan peledak yang diduga merupakan sisa dari bahan baku bom panci yang digunakan L dan YSF untuk bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Dari hasil penggeledahan itu aparat kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Tanda Jaringan Terorisme Terus Beraksi

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES), Khairul Fahmi, menilai peristiwa bom bunuh diri di gerbang Katedral Makassar, Sulawesi Selatan menandakan jaringan terorisme masih terus beraksi.

“Kejadian di Makassar kemarin tak mengubah fakta bahwa jaringan kekerasan ekstrem masih terus beraksi, terus menginspirasi dengan propaganda dan hasutannya,” ujar Fahmi dalam keterangan tertulis, Senin (29/3).

Menurut Fahmi, jaringan teroris terus melancarkan aksinya meskipun aparat keamanan telah melakukan penindakan dan penegakan hukum.

Namun di sisi lain, terulangnya peristiwa teror justru membuat publik bertanya sekalipun pihak keamanan sudah melakukan berbagai langkah. “Kita masih gagal mencegah pelaku teror mengulangi perbuatannya, atau yang belum tertangkap mengendur semangatnya. Penindakan dan penegakan hukum tidak sekadar tanpa efek jera namun juga membuat publik harus terus bertanya, ada apa dengan upaya penanggulangan terorisme?” kata Fahmi.

Di samping itu, Fahmi menilai, peristiwa itu juga menandakan program bertajuk deradikalisasi dan kontraradikalisasi yang sudah dijalankan masih gagal. “Sekian banyak dialog kebangsaan juga digelar sebagai resep pencegahan, namun rentetan serangan kekerasan ekstrem dari waktu ke waktu menyodorkan bukti jika resep itu masih gagal mencegah teror terus menghantui,” kata Fahmi. (kps/lp6)

Kutuk Bom Makasar, Fraksi PDIP DPRD Sumut Minta Masyarakat Bersatu Lawan Teror

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut mengutuk keras aksi pengeboman Gereja Katedral di Makassar, Minggu (28/3/2021) kemarin. Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Sumut Ust Syahrul Efendi Siregar mengatakan, tindakan pelaku jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai agama, oleh karenanya tidak ada satu alasan pun yang bisa membenarkan tindakan keji tersebut.

“Agama manapun selalu mengajarkan pengikutnya untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, dan mustahil seseorang yang memahami nilai-nilai agama akan melakukan teror keji seperti itu,” ungkap Syahrul dalam keterangan persnya, Senin (29/3/2021).

Menurutnya, tindakan teror dengan mengatasnamakan jihad, merupakan pemikiran sesat yang irasional, baik yang melakukan maupun yang mendukung tindakan teror tersebut sudah pasti tersesat dalam aqidah, karena Allah SWT telah memerintahkan kita untuk tidak saling membunuh sesuai dengan surah Al-Isrâ`(17) ayat :33. ‘Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allâh (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar’.

“Jikalau ada yang membenarkan aksi tersebut, maka sudah jelas  mereka masuk ke dalam ajaran sesat dan menyesatkan yang harus diberi tindakan yang tegas karena kesesatannya. Bukan hanya merusak kedamaian masyarakat akan tetapi juga merusak kesucian ajaran agama itu sendiri,” terang Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut tersebut.

Untuk itu, Ketua DPD Bamusi tersebut, mengajak seluruh elemen masyarakat Sumut untuk bersatu padu melawan kelompok-kelompok intoleran dan menjadikan terorisme sebagai musuh bersama karena kalau dibiarkan akan menjadi duri dalam daging di negeri ini. “Tak ada kata lain bagi kita yang menginginkan NKRI tetap utuh untuk bersatu padu memerangi Intoleransi dan terorisme demi keutuhan negara yang kita cintai ini,” sebutnya.

Terakhir, Ustad Syahrul meminta kepada masyarakat untuk tidak panik menghadapi teror dan dia meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas para pelaku terorisme. “Polisi harus tegas dan keras terhadap pelaku tindak terorisme, dan yakinlah bahwa seluruh elemen masyarakat Indonesia senantiasa mendukung setiap langkah pihak kepolisian untuk membebaskan negeri ini dari teror,” pungkasnya. (adz)

Masyarakat Jangan Takut, Densus 88 Terus Bekerja

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Masyarakat tidak perlu merespons bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, dengan ketakutan. Polri melalui Densus 88 terus bekerja, membongkar sel-sel teroris.

“Yang jelas pihak keamanan seperti Densus 88 itu tidak pernah berhenti. Ketika kita tidur, mereka bangun. Ketika kita diam, mereka bergerak,” kata Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi kepada wartawan, Senin (29/3/2021).

Menurut Islah, sebagian masyarakat ada yang antipati menyikapi penangkapan terduga teroris. Penyebabnya antara lain karena masyarakat tidak curiga dengan keseharian orang-orang yang ditangkap. “Tapi pihak keamanan lebih tahu, intelijennya lebih bergerak,” ujarnya.

Islah mengatakan, tujuan teroris adalah menekan pemerintah dan masyarakat. Teroris ingin pemerintah bertekuk lutut, sehingga mereka bisa menguasai pemerintahan. Ketika semua menyerah, mereka berharap, akan lebih mendapat pengakuan dari masyarakat.

“Apapun tujuan teror mereka itu sebenarnya bukan hanya surga, tapi juga ingin menguasai negara ini, menguasai pemerintahan ini,” imbuhnya.

Konsep seperti itu, kata dia, sudah ada sejak awal Islam. Artinya, kata dia, teroris selalu melawan pemerintahan dan akan berhenti sampai mereka berkuasa. Islah mengatakan sudah tepat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau agar masyarakat tidak takut menyikapi teror bom.

“Ini bukan hanya soal menciptakan kepanikan dan ketakutan, tapi mereka ingin membuat semua orang bertekuk lutut terhadap mereka,” ujar Islah.

Dia membeberkan ada sekitar 400 terduga teroris ditangkap pada 2020. Tahun ini sudah hampir 100. Islah menilai teroris terpukul. Apalagi jalur pendanaan mereka dalam pengawasan PPATK dan Polri.
Cukup menyulitkan karena terorisme tidak bisa lepas dari pendanaan.

Ketika transaksi elektronik diendus PPATK, kelompok teroris menggunakan kotak amal untuk mengumpulkan dana. Islah berpendapat, teror bom di Makassar merupakan reaksi teroris terhadap penangkapan-penangkapan dan jalur pendanaan mereka yang terus terjepit.(bbs/adz)

Lewati Masa Krisis, Bukopin Lakukan Transformasi Secara Signifikan

MEDAN, SUMUT POS.CO – Kookmin Bank (KB) Bukopin kembali menggelar acara customer Gathering dalam rangka untuk mengenalkan nama dan logo baru perseroan kepada nasabah prioritas di Kota Medan dan sekitarnya, di Hotel JW Marriot Kota Medan, Senin (29/3). 

Bersama: President Director KB Bukopin Rivan A Purwantono berfoto menggunakan ulos bersama Chief Risk Officer, Jong Hwan Han selaku perwakilan direksi KB Bukopin Independent Vice President Commisioner, Sapto Amal Damandari sebagai perwakilan jajaran komisaris dan direksi asal Korea, di Hotel JW Marriot Kota Medan, Senin (29/3).Dewi/Sumut Pos.

Rangkaian acara ini telah dilakukan sejak awal Maret 2021, dan Kota Medan menjadi penutup rangkaian customer gathering, setelah sebelumnya acara serupa juga di gelar di beberapa kota, diantaranya adalah Surabaya, Jakarta, Bandung, Makasar dan juga Denpasar.

Acara dihadiri, President Director KB Bukopin Rivan A Purwantono dan Chief Risk Officer, Jong Hwan Han selaku perwakilan direksi KB Bukopin, serta Independent Vice President Commisioner, Sapto Amal Damandari sebagai perwakilan jajaran komisaris. Hadirnya direksi asal Korea juga sebagai perkenalan secara langsung kepada para nasabah di wilayah Medan sejak KB Kookmin Bank menjadi pemegang saham pengendali KB Bukopin, jajaran manajemen KB Bukopin lainnya, yaitu Iman Hurustyadi selaku EVP Sales Distribution, SVP Bisnis Regional 3 Ferdy Ardian, VP Corporate Secretary, Meliawati, Branch Manager Medan Gajahmada, David Surya, dan juga Branch Manager Medan Setiabudi, Bagus Ramadhan.

Acara dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat pada seluruh rangkaian kegiatan yang telah dan akan dilakukan, dimana setiap tamu undangan yang datang telah dinyatakan negative Covid 19 melalui swab antigen test, serta pengaturan jarak dan kapasitas ruangan yang dibatasi 50 persen, tidak mengurangi khidmat acara. Sebagian undangan juga hadir secara daring.

Customer Gathering ini digelar dengan tujuan untuk mengenalkan nama dan logo baru perseroan dan juga sebagai salah satu langkah strategis yang dilakukan perseroan dalam rangka proses transformasi yang sudah dimulai sejak September 2020 kepada para nasabah prioritas di wilayah Medan dan sekitarnya. 

President Director KB Bukopin, Rivan A Purwantono meyakinkan bahwa transformasi yang dijalankan adalah proses yang komprehensif di berbagai lini di KB Bukopin. Menurut Rivan, pergantian nama dan logo ini bukan sekadar simbol. Ini adalah bentuk keseriusan perseroan dalam melakukan transformasi untuk menjadi lebih baik lagi, dan wujud keyakinan KB Kookmin Bank dengan potensi yang kita miliki. Bank KB Bukopin sangat senang dan bangga mengumumkan brand baru ini. Brand ini menandai fase selanjutnya dalam perjalananan perusahaan 

Hadirnya Pemegang Saham Pengendali baru yaitu KB Kookmin Bank, perusahaan Korea Selatan dengan kepemilikan saham sebesar 67 persen, tentunya memberikan Bank KB Bukopin, semangat baru, untuk  memberikan pelayanan terbaik terhadap seluruh nasabah. 
 
Di balik tampilan brand baru ini, beberapa hal tidak akan berubah yaitu bahwa kami selalu berdedikasi untuk memberikan Bapak Ibu sekalian layanan dan solusi yang terbaik. KB Bukopin sangat bangga dengan pekerjaan yang telah dilakukan dan berterima kasih kepada para stakeholder, nasabah, mitra bisnis, media, karyawan yang telah senantiasa menyertai Bank KB Bukopin, ujarnya.

Disinggung Sumut Pos, dalam temu pers, uusai acara terkait profit KB Bukopin sejak 2020, Rivan menjelaskan, Bank Bukopin sangat tidak bagus dan mengalami masa krisis di Tahun 2020, tetapi beruntung satu perubahan manajemen dan komitmen pemegang saham serta dukungan Pemerintah, sehingga dapat melewati masa krisis ini. 

Dengan transformasi ini, pihaknya akan melakukan perubahan, di antaranya perubahan nama dan sudah disetujui pada Februari 2021. Kemudian, perubahan organisasi, bisnis proses dan behavior.

“Semua ini diharapkan dengan dukungan teknologi. Semua mengedapankan kebijakan-kebijakan untuk yang lebih baik lagi ke depan dengan membangun internal dan ekonomi,” ungkapnya.

Dia mengakui, secara financial Bank Bukopin juga kurang bagus di Tahun 2020, disebabkan banyak hal, salah satunya masa pandemi Covid-19 serta perekonomian Indonesia yang belum pulih, tetapi dengan kepeecayaan nasabah serta komitmen manajemen yang baru, apalagi adanya kerja sama dengan Korea, sehingga Bank Bukopin bukan lagi bank nasional tetapi menjadi bank global (dunia), dengan transaksi yang sama di seluruh cabang hampir di 24 negara. “Intinya fokus kita adalah retail dan tetap membangun perekonomian Indonesia,” tukasnya.

Sementara itu, Chief Risk Officer, Jong Hwan Han selaku perwakilan direksi KB Bukopin menyampaikan, bahwa Bank Bukopin lahir kembali menjadi KB Bukopin dengan harapan setelah kolaborasi dengan KB Kookmin Bank, KB Bukopin dapat tumbuh dan menjadi bank yang lebih kuat dari sebelumnya, dan kami akan terus berupaya untuk bisa memberikan pelayanan yang lebih baik.  

Jong Hwan Han juga merasa senang dengan potensi bisnis yang ada di Kota Medan, termasuk untuk mengembangkan digitalisasi di area kota Medan dan sekitarnya. Dia ingin kembali lagi ke Medan suatu hari nanti untuk mengunjungi Danau Toba. (Mag-1)

Kesawan City Walk Diresmikan, Tiap Hari 7 Ruas Jalan Ditutup

PERSIAPAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat melihat lokasi yang akan dijadikan the kitchen of Asia di kawasan Kesawan sebelum persiapan peresmian pada Minggu malam ini. istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan soft launching Kesawan City Walk The Kitchen Of Asia di depan Museum Tjong A Fie, Jalan Ahmad Yani/Kesawan, Minggu (28/3) sore. Peresmian itu ditandai dengan memukul alat musik tradisional Mandailing, Gordang Sembilan.

PERSIAPAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat melihat lokasi yang akan dijadikan the kitchen of Asia di kawasan Kesawan sebelum persiapan peresmian pada Minggu malam ini. istimewa/sumut pos.

Selain didampingi sang istri Kahiyang Ayu, Bobby juga turut didampingi Wakil Wali Kota Medan H.Aulia Rachman, Ketua DPRD Medan Hasyim SE, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan. Bahkan dalam kegiatan itu, Kapolda Sumatera Utara, Panca Putra Simanjuntak juga turut menghadirinya.

Dalam sambutannya, Bobby Nasution mengatakan, The Kitchen of Asia merupakan representasi Kota Medan dengan kekayaan kulinernya yang sangat beragam.

“Biasanya yang namanya dapur itu adanya di belakang. Tapi kita lihat, bagaimana jika dapur dalam hal ini tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga ada nilai sejarah di dalamnya. Dengan itu kita bisa menampilkannya di depan, menjadi daya tarik tersendiri,” ucap Bobby.

Dikatakan Bobby, nantinya setelah dilakukan soft launching Kesawan City Walk, warga Kota Medan juga bisa menikmati suasana Kesawan dengan makanan yang khas.”Saya harapkan kemeriahan ini tidak hanya hari ini saja. Tapi bisa dirasakan setiap hari oleh warga Kota Medan, justru lebih meriah lagi setiap harinya,” ujarnya.

Menurut Bobby, The Kitchen Of Asia sangat menarik, kuliner yang dibalut dengan kisah sejarah dapat menambah nilai dari masakan itu sendiri.

“Yang mau kita tonjolkan tidak hanya sekadar masakan tapi bagaimana masakan itu berasal, siapa yang dulu memakan masakan itu. Hal ini yang membuat makanan lebih bernilai,” katanya.

Usai membuka peresmian, beberapa atraksi juga disajikan sebagai hiburan di soft launching Kesawan City Walk. Mulai demonstrasi proses memasak dengan tarian, tari tradisional multi etnik, dan proses memasak pizza tradisional dengan mengundang chef dari Jakarta.

Pantauan Sumut Pos, usai melihat hiburan-hiburan tersebut, Bobby juga turut meninjau sejumlah dagangan para pelaku UMKM yang didominasi makanan dan minuman khas Kota Medan. Selain itu, Bobby beserta istri dan rombongan juga melihat galeri lukisan yang dipajang di Jalan Ahmad Yani tersebut. Bobby juga turut menyaksikan koleksi sepeda ontel yang berbaris di sana.

7 Ruas Jalan Ditutup

Kesawan City Walk sudah diresmikan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution. Dengan beroperasinya Kesawan City Walk, maka setiap harinya ada tujuh ruas jalan ditutup mulai dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

“Ada tujuh ruas jalan yang ditutup saat Kawasan Kesawan City Walk beroperasi. Sementara di luar jam tersebut, lalu lintas kembali normal Dan, beberapa badan jalan di kawasan Kesawan akan dijadikan lokasi parkir nontunai,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis S.SiT MT, Minggu (28/3).

Dikatakan Iswar, adapun jalan yang ditutup yakni Jalan utama Ahmad Yani/Kesawan, Jalan Mesjid, Jalan Ahmad Yani IV, Jalan Ahmad Yani I, Jalan Gwang Zhu, Jalan Perdagangan, dan Jalan Ahmad Yani II. Ditutupnya tujuh ruas jalan itu karena kawasan UMKM berada di sepanjang ruas jalan yang ditutup, sedangkan jalan utama Ahmad Yani atau Kesawan merupakan jalur khusus pedestrian atau pejalan kaki.”Sebagian ruas Jalan Pulau Pinang akan dijadikan lokasi parkir nontunai sampai ke Jalan Balai Kota,” jelasnya.

Sebagai kawasan percontohan parkir nontunai, kata Iswar, dimulai dari Jalan Ahmad Yani simpang Palang Merah Indonesia, hingga ke Jalan Balai Kota simpang Bukit Barisan.”Jadi nanti Merdeka Walk yang di kawasan itu juga sudah pakai parkir nontunai. Parkir nontunai di Kawasan Kesawan dengan sistem pembayaran berbasis Barcode dengan menggunakan QRIS yang berkolaborasi dengan Bank Sumut, “ papar Iswar.

Sebelumnya, Iswar melakukan persiapan dalam pelaksanaan peresmian kawasan Kesawan City Walk pada Minggu 28 Maret 2021 kemarin. Salah satu persiapan itu, melakukan vaksinasi kepada petugas E-Parkir. Semua petugas parkir nontunai dalam pelaksanaan peresmian kemarin telah divaksinasi terlebih dahulu sebelum penerapan parkir nontunai di Kesawan City Walk dimulai.”Total ada sekitar 35 petugas parkir nontunai yang bekerja dua shift dalam menjaga atau mengutip parkir nontunai dalam kegiatan nanti. Alhamdulillah semua sudah divaksinasi,” kata Iswar.

Sedangkan sebelum launching kawasan Kesawan City Walk, ia juga menggelar apel di Lapangan Merdeka Kota Medan, Sabtu (27/3) pagi. Apel yang dipimpin langsung, dilakukan untuk memberikan arahan kepada para personel Dishub Medan dalam rangka kesiapan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas dan parkir nontunai di kawasan Kesawan City Walk Kota Medan.”Alhamdulillah persiapan kita sudah matang dalam menyukseskan launching,” ucapnya.

Tak cuma menggelar apel kepada para personelnya, Iswar bersama sejumlah Staf Dishub Medan juga melakukan peninjauan langsung bersama Kasatlantas Polrestabes Kota Medan dan jajarannya ke sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan Kesawan, guna memastikan persiapan jelang kegiatan launching yang di gelar mulai Pukul 16.00 WIB kemarin. (map/ila)

Gagalkan Penyelundupan Rokok ke Thailand, TNI-AL Sergap Kapal KM Karya Sempurna

AMANKAN: Personel TNI AL saat mengamankan ribuan rokok yang diselundupkan melalui Kapal KM Karya Sempurna.fachril/sumut pos.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) menggagalkan penyelundupan ribuan kardus rokok yang akan diselundupkan ke Songkhla, Thailand. Penyelundupan rokok diperkirakan senilai Rp5 milar itu, diangkut KM Karya Sempurna, ditangkap KRI Alamang-644 di perairan Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (27/3) malam.

AMANKAN: Personel TNI AL saat mengamankan ribuan rokok yang diselundupkan melalui Kapal KM Karya Sempurna.fachril/sumut pos.

Komandan KRI Alamang-644 Letkol Laut (P) Mochamad Fuad Hasan mengatakan, penangkapan kapal tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat. Pihaknya langsung melakukan patroli di perairan Selat Singapura mengidentifikasi kontak kapal yang diduga melakukan kegiatan illegal.

“Kapal KM Karya Sampurna kita tangkap saat akan berlayar ke Thailand. Recananya kapal tersebut akan berlayar menuju Tanjung Berakit selanjutnya muatan akan dipindahkan ke kapal penampung,” jelas Fuad.

Terpisah, Komandan Guskamla Koarmada I Laksma TNI Yayan Sofiyan menambahkan, dari hasil pemeriksaan ternyata dokumen kapal diindikasikan palsu. Sebab, tidak ditemukannya dokumen keimigrasian ke Thailand serta jumlah bahan bakar yang tidak memungkinkan untuk berlayar ke Thailand.

“Setelah diambil keterangan lebih detail, nakhoda menyampaikan bahwa sebenarnya kapal akan berlayar menuju Tanjung Berakit untuk memindahkan rokok tersebut ke kapal penampung lainnya,” ungkap Komandan Guskamla Koarmada I.

Dalam kasus itu, kata Yayan Sofian, KM Karya Sampurna diduga melakukan pelanggaran terhadap kompetensi nakhoda dan KKM tidak sesuai Safe Manning, telah melanggar Undang-Undang Pelayaran pasal 135 Jo. 310. Selain itu, Kapal ini tidak memiliki dokumen Pemberitahuan Import Barang (PIB) terhadap barang muatan berupa rokok tanpa cukai telah melanggar Pasal 25 ayat (1) Jo. Pasal 52 UU No.11 Tahun 1995 tentang Cukai.

Sementara itu, Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K mengapresiasi atas kerja keras dan kesungguhan yang dilaksanakan oleh jajarannya. Penyelundupan itu kasus baru dengan modus lama. “Wilayah perairan Kepri dan Selat Malaka rentan terhadap tindakan penyelundupan. Oleh karenanya, Koarmada I menggelar unsur-unsur patroli udara dan laut dibawah kendali Guskamla Koarmada I,” kata Abdul Rasyid. (fac/ila)

Warga Kelurahan Kedai Durian Mengeluh Sampah Jarang Diangkut

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan Fraksi Demokrat Ishaq Abrar Mustafa Tarigan saat sosialisasi Perda tentang pengelolaan persampahan, Sabtu (27/3).ISTIMEWA/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah masyarakat Kota Medan di Kelurahan Kedai Durian, Medan Johor masih mengeluhkan minimnya pengelolaan persampahan yang baik di wilayahnya. Berbagai persoalan tentang sampah pun mencuat di kawasan tersebut, salah satunya tentang petugas pengangkut sampah yang jarang masuk ke gang-gang rumah warga.

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan Fraksi Demokrat Ishaq Abrar Mustafa Tarigan saat sosialisasi Perda tentang pengelolaan persampahan, Sabtu (27/3).ISTIMEWA/sumut pos.

Denny Andika, warga yang tinggal di salah satu gang kecil di Jalan Sari, Kedai Durian, Medan Johor, mengaku setiap hari sering melihat truk pengangkut sampah lewat jalan-jalan besar di Kelurahan Kedai Durian, termasuk di Jalan Sari. Namun, petugas pengangkut sampah jarang sekali masuk ke gang-gang yang dimaksud.

“Akhirnya sampah menumpuk dan tak tahu mau dibuang kemana,” ucapnya dalam kegiatan Sosialisasi Perda Kota Medan No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan yang digelar Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan, M Afri Rizki Lubis di Jalan Sari, Lingkungan V, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Minggu (28/3).

Warga lainnya, Ratnawati Simamora yang merupakan mantan kepling di lingkungan V tersebut, juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku, warga Jalan Stasiun selalu kena imbas dari banyaknya masyarakat yang sering membuang sampah secara sembarangan di kawasan tersebut.

“Sering kali warga luar Kota Medan membuang sampah di Jalan Stasiun Kota Medan, mengingat lokasi kita ini berbatasan langsung dengan Deliserdang. Kami minta supaya penegakan Perda No.6/2015 ini dapat ditegakkan,” kata Ratnawati.

Menanggapi keluhan masyarakat, Rizki Lubis meminta seluruh perangkat pemerintahan di Kota Medan, mulai dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Kecamatan, Kelurahan, hingga Lingkungan dapat berkolaborasi dalam menuntaskan masalah persampahan.

“Soal sanksi, jelas ada sanksi yang diatur dalam Perda itu, dan ke depannya memang Perda ini akan semakin kita pertegas dalam penindakannya. Mengingat, Wali Kota Medan telah mencanangkan kota bersih dan indah untuk Kota Medan,” tegas Rizki.

Ketua Komisi III ini juga meminta agar setiap petugas pengangkut sampah dapat memungut sampah-sampah rumah tangga dari rumah-rumah masyarakat sekalipun ia berada di gang-gang kecil.

“Dengan semangat kolaborasi, kita yakin Pemko Medan dapat segera berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah di sekitar Kota Medan, termasuk soal sampah ini. Begitu pun, saya meminta agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Kepada perangkat pemerintahan terkait hal ini, saya minta semakin respon terhadap keluhan warga agar masalah sampah ini bisa segara teratasi,” pungkasnya.

Kegiatan Sosper yang dilakukan dengan mematuhi protoool kesehatan itu turut dihadiri pihak Kelurahan Kedia Durian Juliana Khairina, pihak Kecamatan Rustam Harahap, pihak DKP Kota Medan Agus Ma’arif, serta sejumlah masyarakat yang turut dalam kegiatan tersebut. (map/ila)

Warga Kelurahan Kedai Durian Mengeluh Sampah Jarang Diangkut

SOSIALISASI: M Afri Rizki Lubis saat sosialisasi Perda Pengelolaan Persampahan di Kelurahan Kedai Durian, Medan Johor.markus/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah masyarakat Kota Medan di Kelurahan Kedai Durian, Medan Johor masih mengeluhkan minimnya pengelolaan persampahan yang baik di wilayahnya. Berbagai persoalan tentang sampah pun mencuat di kawasan tersebut, salah satunya tentang petugas pengangkut sampah yang jarang masuk ke gang-gang rumah warga.

SOSIALISASI: M Afri Rizki Lubis saat sosialisasi Perda Pengelolaan Persampahan di Kelurahan Kedai Durian, Medan Johor.markus/sumut pos.

Denny Andika, warga yang tinggal di salah satu gang kecil di Jalan Sari, Kedai Durian, Medan Johor, mengaku setiap hari sering melihat truk pengangkut sampah lewat jalan-jalan besar di Kelurahan Kedai Durian, termasuk di Jalan Sari. Namun, petugas pengangkut sampah jarang sekali masuk ke gang-gang yang dimaksud.

“Akhirnya sampah menumpuk dan tak tahu mau dibuang kemana,” ucapnya dalam kegiatan Sosialisasi Perda Kota Medan No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan yang digelar Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan, M Afri Rizki Lubis di Jalan Sari, Lingkungan V, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Minggu (28/3).

Warga lainnya, Ratnawati Simamora yang merupakan mantan kepling di lingkungan V tersebut, juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku, warga Jalan Stasiun selalu kena imbas dari banyaknya masyarakat yang sering membuang sampah secara sembarangan di kawasan tersebut.

“Sering kali warga luar Kota Medan membuang sampah di Jalan Stasiun Kota Medan, mengingat lokasi kita ini berbatasan langsung dengan Deliserdang. Kami minta supaya penegakan Perda No.6/2015 ini dapat ditegakkan,” kata Ratnawati.

Menanggapi keluhan masyarakat, Rizki Lubis meminta seluruh perangkat pemerintahan di Kota Medan, mulai dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Kecamatan, Kelurahan, hingga Lingkungan dapat berkolaborasi dalam menuntaskan masalah persampahan.

“Soal sanksi, jelas ada sanksi yang diatur dalam Perda itu, dan ke depannya memang Perda ini akan semakin kita pertegas dalam penindakannya. Mengingat, Wali Kota Medan telah mencanangkan kota bersih dan indah untuk Kota Medan,” tegas Rizki.

Ketua Komisi III ini juga meminta agar setiap petugas pengangkut sampah dapat memungut sampah-sampah rumah tangga dari rumah-rumah masyarakat sekalipun ia berada di gang-gang kecil.

“Dengan semangat kolaborasi, kita yakin Pemko Medan dapat segera berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah di sekitar Kota Medan, termasuk soal sampah ini. Begitu pun, saya meminta agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Kepada perangkat pemerintahan terkait hal ini, saya minta semakin respon terhadap keluhan warga agar masalah sampah ini bisa segara teratasi,” pungkasnya.

Kegiatan Sosper yang dilakukan dengan mematuhi protoool kesehatan itu turut dihadiri pihak Kelurahan Kedia Durian Juliana Khairina, pihak Kecamatan Rustam Harahap, pihak DKP Kota Medan Agus Ma’arif, serta sejumlah masyarakat yang turut dalam kegiatan tersebut. (map/ila)

Kunjungi Kawasan Kesawan Kota Medan, Menparekraf Dukung Program The Kitchen of Asia

BERKUNJUNG: Menparekaraf Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke Kesawan City Walk The Kitchen Of Asia , sehari sebelum diresmikan.markus/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung terwujudnya program The Kitchen of Asia yang merupakan program prioritas dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

BERKUNJUNG: Menparekaraf Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke Kesawan City Walk The Kitchen Of Asia , sehari sebelum diresmikan.markus/sumut pos.

Dukungan tersebut disampaikan Sandiaga Uno, saat ia berkunjung ke kawasan Kesawan yang berlokasi di Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sabtu (27/3).

Kehadiran Sandiaga Salahuddin Uno di Kota Medan disambut langsung Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, didampingi sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, Wakil Ketua DPRD Medan sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan H.Ihwan Ritonga di salah satu Masjid bersejarah di Kota Medan, yakni Masjid Lama Gg. Bengkok di Jalan Masjid, kawasan Kesawan Medan.

Setelah melaksanakan Salat Maghrib Menparekraf Sandiaga Uno bersama dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution, Wakil Ketua DPRD Ihwan Ritonga dan sejumlah pejabat Pemko Medan lainnya, kemudian berjalan kaki menuju ke gedung Werenhuis dan melihat langsung kondisi dalam gedung yang merupakan bangunan cagar budaya yang terletak di jalan Ahmad Yani VII tersebut.

Setelah itu, rombongan pun menuju ke Tjong A Fie Mansion untuk melihat langsung sejarah peninggalan dari Tjong A Fie, salah satu tokoh Tionghoa terkenal di Kota Medan pada masa lampau.

Usai berkeliling dan melihat peninggalan Tjong A Fie, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, magnet dari Kota Medan adalah pengalaman kuliner ditambah cerita sejarahnya.

Artinya, cerita sejarah tersebut lah yang nantinya dapat menambah daya tarik pariwisata berbasis kuliner di Kota Medan dan membuka peluang usaha serta lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat Kota Medan.

Karena itulah, Sandiaga Uno mengaku mendukung penuh program The Kitchen of Asia yang di gagas Pemko Medan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Medan pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Namun begitupun, Sandiaga tetap berpesan untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) selama berlangsungnya kegiatan tersebut. “Saya mendukung terwujudnya The Kitchen of Asia untuk membantu pertumbuhan ekonomi di kota Medan, namun jangan lupa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucap Sandiaga Salahuddin Uno.

Di samping itu, dirinya juga ingin agar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dapat ikut terlibat didalam program The Kitchen of Asia ini, baik dari segi adaptasi teknologi, maupun keberagaman produk- produk ekonomi kreatif.

“Sebab dengan keterlibatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, diharapkan UMKM yang terlibat didalamnya pendapatannya dapat meningkat 70 hingga 80 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, salah satu spirit The Kitchen of Asia diambil dari semangat Tjong A Fie yang telah membangun kerukunan antar etnis budaya di Kota Medan, bahkan kerukunan etnis yang telah dibangun sejak lama tersebut masih tetap dapat dirasakan hingga saat ini.

Untuk tetap mempertahankan keberagaman dan kerukunan tersebut, salah satunya dengan kuliner. Karena itulah, Wali Kota Medan ingin menjadikan kawasan Kesawan Kota Medan menjadi pusat budaya dan kuliner namun tetap menjaga keaslian dari kawasan tersebut. “The kitchen of Asia berarti dapur yang saat ini tidak lagi tertutup tetapi menjadi sebuah entertaiment, inilah yang diharapkan kedepanya masing-masing etnis dapat menceritakan kuliner kekhasannya masing-masing,” jelas Bobby.

Seperti diketahui, The Kitchen of Asia menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution menginginkan kawasan bersejarah ini menjadi pusat budaya dan sentra kreatif di Kota Medan. Nantinya, kawasan tersebut juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja yang seluas mungkin serta meningkatkan PAD bagi Kota Medan. (map/ila)