Home Blog Page 3669

Honorer Damkar Langkat Tenggelam di Waduk, Bupati Langkat Semangati Keluarga Korban

KUNJUNGI: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA dan rombongan mengunjungi keluarga korban hanyut.Ilyas effendy/ sumut pos.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA meninjau Waduk Irigasi Sei Wampu, pasca tenggelamnya seorang honorer Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Minggu (21/2) siang.

KUNJUNGI: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA dan rombongan mengunjungi keluarga korban hanyut.Ilyas effendy/ sumut pos.

Usai melakukan peninjauan, Bupati Langkat dan rombongan mengunjungi rumah duka Ari Firdaus (32), warga Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Selasa (23/2). Di rumah duka, Bupati dan rombongan disambut sontak Istri korban, Sri Wahyuni (27). Sambil memangku putrinya, Nasha Zaheera berusia 11 bulan, dan ditemani putranya Nouval Ruswan usia 3 tahun.

Ibu dari dua anak itu pun, tak kuasa menahan linangan air mata. Sambil terisak, menahan tangis, Sri Wahyuni mengucapkan terimakasih kepada Bupati. “Terima kasih Pak Bupati, meski kami orang kecil, bapak bersedia datang kemari. Terimakasih ya Pak,” ucapnya dengan lara, membuat suasana kian menghening.

Sementara Bupati Langkat juga terlihat tidak kuasa menyembunyikan kesedihannya. Tampak, kedua bola mata dari orang nomor satu di Langkat itu, berbinar dan berkaca–kaca.

Di kesempatan itu, Terbit Rencana PA menyampaikan rasa empati, serta memberikan semangat dan motivasi, dan meminta agar keluarga korban, terus berdoa memohon kemudahan, pada proses pencarian.

“Teruslah berdoa kepada Allah ya, agar segera ditemukan suaminya. Kami dari Pemkab Langkat dan instasi terkait lainya, akan terus berusaha mencari, semaksimal mungkin,” sampainya.

Bupati juga meminta doa dari seluruh masyarakat Langkat, agar korban cepat ditemukan dan kepada keluarga diberikan ketabahan. Sembari memberikan bantuan yang disampaikan melalui Camat Stabat Nuriadi kepada istri korban di rumah duka.

Selanjutnya bersama rombongan, Bupati bergerak menuju Waduk Sei Wampu, untuk melihat langsung suasana di sana. Serta memberikan semangat kepada personel BPBD Langkat dan pihak lainya, untuk mencari korban tenggelam di Waduk.

“Saya sangat mengapresiasi perjuangan personil BPBD Langkat, dalam mencari korban tenggelam. Mereka dapat merespon cepat dan menjalankan tugas dengan sangat maksimal, tanpa rasa takut,” ungkapnya.

Sementara, Kalakhar BPBD Langkat, Iwan Syahri, menjelaskan, saat ini korban belum juga ditemukan, meski pencairan telah dilakukan hingga hari ini. Dalam pencarian, pihaknya menggunakan perahu karet, dibantu Marinir 8 Tangkahan Lagan, Tim SAR Pemprovsu, Polres Langkat dan pihak lainnya.

“Korban belum ditemukan, hingga kini kami masih terus melakukan pencarian, sesuai intruksi dari Bapak Bupati Langkat,” sebutnya.

Ia juga menjelaskan, korban tenggelam, diduga kuat terpeleset /tergelincir saat mencari ikan bersama masyarakat lainnya, dilokasi Waduk.

Turut mendampingi Kunjungan Bupati Sekdakab Langkat dr.H.Indra Salahudin, para Asisten dan Staf Ahli Bupati dan pimpinan Perangkat Daerah Pemkab Langkat, Serta Camat Stabat bersama unsur Forkopimca Stabat. (yas)

831 Gram Sabu Gagal Dikirim ke Pasuruan, Dikemas Dalam Paket Pisang Sale

PAPARKAN: Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial memaparkan 831 gram sabu yang gagal diselundupkan ke Pasuruan, Jatim.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sabu-sabu seberat 831 gram yang hendak diselundupkan ke Kota Pasuruan, Jawa Timur, berhasil digagalkan petugas regulated agent PT Apolo Bandara Kualanamu (kargo). Sabu yang dikemas dalam paket makanan pisang sale itupun langsung dikoordinasikan kepada BNNP Sumut.

PAPARKAN: Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial memaparkan 831 gram sabu yang gagal diselundupkan ke Pasuruan, Jatim.

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial mengatakan, petugas kargo bandara mencurigai paket makanan tersebut yang diduga berisi narkoba. Setelah dibuka, ternyata paket berisikan pisang sale yang diselipkan sabu seberat 831 gram.

“Paket ini akan dikirim ke Pasuruan pada tanggal 5 Februari melalui Tiki. Setelah berkoordinasi dengan pihak Tiki, diketahui pengirim barang tersebut sudah melakukannya bukan baru kali ini. Oleh karena itu, dikirim tim untuk membawa paket tersebut ke Pasuruan,” kata Atrial dalam siaran pers di kantornya, Selasa (23/2).

Sesampainya di sana, lanjut Atrial, tim berkoordinasi dengan BNNP Jawa Timur. Kemudian, menunggu paket tersebut diambil. “Paket itu akhirnya diambil oleh seorang kakek bernama Khairul alias Mbah (53) dan berhasil diamankan tim. Selanjutnya, dilakukan pengembangan kasus,” sambung dia.

Atrial menyebutkan, berdasarkan hasil penyelidikan, pengiriman paket narkoba ini sudah 3 kali dilakukan oleh Khairul alias Mbah. Sindikat narkoba ini bisa dibilang antar provinsi karena dikirim ke provinsi lain. “Tujuan pengiriman narkoba itu sebenarnya bukan ke Pasuruan, Jawa Timur. Melainkan, ke Bali dan Nusa Tenggara Barat tetapi melalui jalur darat. Jadi, pengirim dan penerimanya juga atas nama yang sama, tersangka Khairul alias Mbah,” sebutnya.

Ia mengaku, pihaknya masih mendalami kasus ini untuk mengungkap sindikatnya. Selain itu, juga terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU). “Kasus tersebut terus didalami, termasuk TPPU-nya,” ucap dia.

Lebih lanjut Atrial mengatakan, pihaknya juga mengungkap peredaran penyalahgunaan sabu dengan barang bukti 5,5 kg. Dalam kasus tersebut, ditangkap dua tersangka berinisial IRD dan A di di Jalan Medan-Tanjung Pura, Desa Paya Kerupuk, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat pada 17 Februari lalu. “Tersangka ditangkap setelah ditabrak sepeda motornya oleh petugas karena berusaha kabur. Saat digeledah tas ransel yang dibawanya, ditemukan 5,5 kg sabu yang dibungkus teh China,” terangnya.

Dari interogasi petugas, tersangka mengaku barang haram tersebut diambil atas perintah seseorang berinisial MB dari seorang yang tidak dikenal di Desa Panton Labu, Kecamatan Jambu Aye, Aceh Utara. “MB diketahui seorang residivis kasus narkoba yang masih menjalani proses hukum di Polsek Patumbak dan mendekam di Rutan Labuhan Deli,” tandas Atrial. (ris/han)

Atalanta vs Real Madrid, La Dea Lagi Pede

PEDE: Striker Atalanta, Luis Muriel sedang pede saat menjamu Mariano Diaz dkk di babak 16 Besar Liga Champions, Kamis (25/2) dini hari WIB.

ATALANTA dalam kepercayaan diri yang tinggi. Jelang Liga Champions menghadapi Real Madrid, Atalanta menegaskan tidak gentar, apalagi takut!

PEDE: Striker Atalanta, Luis Muriel sedang pede saat menjamu Mariano Diaz dkk di babak 16 Besar Liga Champions, Kamis (25/2) dini hari WIB.

Terbaru, Atalanta mampu menumbangkan Napoli dalam lanjutan Liga Italia pada Senin (22/2) dini hari WIB. La Dea menang 4-2 dalam perlawanan sengit.

Atalanta pun dalam tren positif di Liga Italia. Mereka meraih hasil tiga kali menang, sekali seri, dan sekali kalah dalam lima pertandingan terakhir.

Penyerang Atalanta, Luis Muriel menyebut, timnya sedang dalam kepercayaan diri tinggi. Sebuah modal penting, untuk berlaga di leg pertama babak 16 besar Liga Champions kontra Real Madrid, Kamis (25/2) dini hari WIB.

“Kemenangan atas Napoli ini jadi motivasi besar untuk menghadapi Real Madrid,” kata Muriel seperti dilansir dari Football Italia.

Atalanta dalam kondisi prima, sebaliknya Real Madrid lagi pincang karena dihantam badai cedera. Beberapa pemainnya seperti Sergio Ramos dan Eden Hazard bakal absen karena masih dalam perawaatan, pun Karim Benzema kondisinya masih dipertanyakan karena juga mengalami cedera di pergelangan kaki.

“Jika kami bisa bermain dengan keseimbangan, menyerang penuh, dan menciptakan banyak peluang, maka kami bisa membuat Real Madrid menjadi kesulitan,” tegas Luis Muriel.

Luis Muriel juga mengaku, semangat Atalanta begitu tinggi. Mereka masih mau berbicara banyak di Liga Champions, setelah musim lalu gugur pada perempatfinal dikalahkan Paris Saint-Germain (PSG).

“Kami ingin membuktikan bahwa kami siap menghadapi siapapun dan akan memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya,” tutup pemain asal Kolombia tersebut.

Di sisi lain, – Real Madrid telah merilis daftar pemain yang akan dibawa bertandang ke Stadion Gewiss, Bergamo, Kamis (25/2) dini hari WIB. Zinedine Zidane telah memanggil 19 pemain. Empat personel tim utama yaitu sang kapten Sergio Ramos, Karim Benzema, Dani Carvajal, serta Marcelo tidak masuk skuad yang dibawa Zidane. Keempat pemain tersebut harus melewatkan laga tandang kontra Atalanta karena dihantam cedera.

Sergio Ramos dkk menyusul pemain-pemain Los Blancos lain yang juga mengalami cedera dan belum bisa bermain yakni Eden Hazard, Eder Militao, Alvaro Odriozola, Rodrygo Goes, dan Federico Valverde.

Tanpa empat pemain kunci dan juga beberapa anggota tim utama lainnya, Zidane kembali memanggil sejumlah pemain muda dari tim reserve. Tercatat ada lima pemain muda yang dibawa juru taktik asal Perancis tersebut. Kelima pemain itu adalah penyerang Hugo Daro, gelandang Sergio Arribas dan Antonio Blanco, serta dua pemain belakang Victor Chust dan juga Miguel Gutierrez.

Selain nama-nama tersebut, Zidane juga memanggil kiper berusia 20 tahun, Diego Altube. Penjaga gawang dari tim Real Madrid Castilla itu akan menjadi deputi Thibaut Courtois dan Andriy Lunin. Situasi paling tidak ideal dari skuad Real Madrid untuk pertandingan melawan Real Madrid adalah di lini depan.

Sebab, Zinedine Zidane harus kehilangan Karim Benzema yang sudah empat gol di Liga Champions musim ini. Tanpa Benzema, Zidane akan banyak berharap pada Marco Asensio, Lucas Vazquez, Vinicius Junior, serta Mariano Diaz. Nama terakhir menjadi pilihan utama Zidane ketika Real Madrid menang 1-0 atas Real Valladolid, akhir pekan kemarin. Adapun, Mariano Diaz sudah pernah dua kali tampil pada ajang Liga Champions musim ini.(bbs/adz)

7,5 Juta Dosis Vaksin Siap Didistribusikan ke 34 Provinsi, Sebelum Divaksin, Lansia Wajib Kontrol ke Dokter

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah memasuki tahap II yang menyasar warga lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun dan pekerja publik. Vaksinasi tahap II ini ditargetkan menyasar 38.513.446 orang yang diharapkan rampung divaksinasi pada Mei 2021. Namun sebelum divaksin, lansia wajib memeriksakan diri ke dokter guna memastikan layak atau tidak menjalani vaksinasi.

Saat ini, sekitar 7,5 juta dosis vaksin siap didistribusikan ke 34 provinsi pada bulan ini. Vaksinasi tahap II ini masih difokus untuk wilayah provinsi Jawa-Bali. Dengan begitu, vaksin yang akan didistribusikan sesuai proporsi, Jawa-Bali mendapatkan kurang lebih 70 persen dari proporsi yang ada saat ini.

Dalam keterangan tertulis melalui Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi M Epid mengatakan, golongan masyarakat lanjut usia atau lansia 60 tahun ke atas menjadi salah satu kelompok prioritas pada program vaksinasi tahap kedua ini.

Menurut Siti Nadia, lansia didahulukan karena risiko kematian dan kesakitan akibat terinfeksi Covid-19 pada golongan umur tersebut meningkat 20 hingga 30 persen. “Sehingga kelompok lansia, jadi salah satu prioritas bersama dengan petugas pelayanan publik di tahap ini,” terangnya, Selasa (23/2).

Adapun untuk pendaftaran lansia, ada dua mekanisme. Pertama melalui website www.kemenkes.go.id, di bagian pengumuman bisa langsung melakukan pendaftaran. Untuk sasaran lansia akan ada informasi lebih lanjut dari Dinas Kesehatan maupun Puskesmas setempat mengenai jadwal vaksinasi.

Mekanisme kedua adalah, Kemenkes bekerja sama dengan instansi, organisasi keagamaan, dan organisasi masyarakat. “Pekan depan, sebagian wilayah sudah bisa mulai vaksinasi ini,” terangnya.

Meski demikian, terdapat prasyarat bagi lansia untuk bisa divaksinasi, terutama bagi lansia yang selama ini memiliki penyakit kronis. Lansia penderita sakit jantung, kelainan darah, dan penyakit ginjal, diharapkan kontrol dulu ke dokternya. “Pastikan dokter memberikan keterangan layak vaksinasi,” ujar Nadia.

Prasyarat kedua, lansia yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti asma, hipertensi, gula darah, sebaiknya diobati terlebih dulu. “Ketika sudah terkontrol dengan baik, baru bisa divaksinasi,” kata Nadia.

Bambang Heriyanto, Juru Bicara Vaksinasi PT Bio Farma menilai, program vaksinasi yang sudah masuk tahap kedua tersebut merupakan perkembangan yang cukup baik dari pemerintah. Bio Farma akan terus mendukung program pemerintah dengan mendatangkan 25 juta dosis vaksin yang telah diproses. “Februari ini kita siap 7,5 juta dosis dan Bulan Maret kita persiapkan sekitar 11,4 juta, sehingga tidak ada kendala dari ketersediaan produk,” terangnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) telah menerbitkan surat izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) vaksin Sinovac bagi golongan lansia, yang sudah melewati kajian ilmiah. “Hasilnya terbukti baik sehingga Badan POM memberikan izin penggunaan darurat, termasuk kepada lansia. Jadi masyarakat jangan khawatir, ini aman digunakan untuk lansia,” tegas Bambang.

Makky Zamzami, Ketua Satgas NU Peduli Covid menyatakan, Nahdlatul Ulama (NU) juga sangat mendukung langkah vaksinasi lansia tersebut. Berdasarkan hasil survei dengan LSI pada 2017 diketahui ada sekitar 9 jutaan anggota NU yang lansia. “Kiai dengan usia di atas 60 tahun juga jumlahnya banyak dan sampai saat ini sudah terdata lebih dari 320 Kiai dan Ibu Nyai yang meninggal karena Covid-19. Dengan adanya vaksinasi lansia, maka strategi ini harus segera dilaksanakan, karena ini akan sangat membantu,” terangnya.

Menurutnya, NU sudah siap membantu sosialisasi vaksin, termasuk juga bisa mendampingi. “Usulan kami bisa saja ada one day care service. Dengan tujuan agar lansia yang divaksinasi bisa selesai dalam satu hari,” pungkas Makky.

83,1 Persen Nakes Sumut Sudah Divaksin

Hingga kini, tenaga kesehatan (Nakes) di Sumatera Utara (Sumut) terus menjalani vaksinasi Covid-19. Saat ini, capaiannya sudah 59.072 nakes atau 83,1 persen dari 71.058 sasaran vaksinasi dosis 1.

“Jumlah nakes yang terdata pada vaksinasi dosis 1 hingga saat ini, sudah 83,1 persen dari 71.058 nakes. Sedangkan 14.092 nakes tunda vaksin,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Selasa (23/2) sore.

Disebutkan Aris, dari 33 kabupaten/kota yang telah melaksanakan vaksinasi dosis 1, paling banyak adalah nakes di Medan 18.292 orang, Deliserdang 4.711 orang, Langkat 2.672 orang, Pematangsiantar 2.427 orang, dan Simalungun 2.263 orang. Sedangkan paling sedikit ialah Pakpak Bharat 374 orang dan Nias Barat 472 orang.

“Untuk jumlah nakes yang sudah disuntik vaksin dosis 2, jumlahnya terus bertambah dan kini 24.429 orang. Jumlah ini meliputi 23 kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak Medan 9.550 nakes, Deli Serdang 2.692 nakes, Pematangsiantar 1.492 nakes, Simalungun 1.463 nakes, dan Karo 1.232 nakes,” bebernya.

Lebih lanjut Aris menuturkan, terkait kasus baru positif Covid-19 di Sumut kembali melonjak. Kali ini, bertambah 139 orang dengan akumulasi 23.894 orang. “Kasus baru positif didapatkan dari 10 kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak Medan 79 orang, dan Deli Serdang 14 orang, dan Labuhanbatu Selatan 13 orang,” tuturnya.

Sementara kasus baru sembuh, sambung Aris, bertambah 107 orang yang juga dari 10 daerah dengan akumulasi 20.667 orang. Pasien Covid-19 sembuh paling banyak berasal dari Medan 46 orang dan Asahan 41 orang. Sedangkan pasien yang meninggal akibat Covid-19 bertambah 6 kasus baru, yang berasal dari Medan 3 orang, Karo 2 orang, dan Asahan 1 orang sehingga akumulasinya menjadi 819 orang.

“Dengan data penambahan kasus baru harian tersebut, penderita aktif Covid-19 Sumut saat ini berjumlah 2.408 orang. Dari jumlah tersebut, 615 orang isolasi di rumah sakit dan 1.793 orang isolasi mandiri,” pungkasnya. (bbs/ris)

Bobby-Aulia & 10 Kada Dilantik secara Virtual

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Teka-teki jadwal pelantikan kepala daerah terpilih pada Pilkada serentak 2020 di Sumatera Utara, akhirnya terjawab. Rencananya, Bobby Nasution dan pasangannya Aulia Rachman bersama 10 kepala daerah terpilih lainnya akan dilantik secara virtual pada Hari Jumat, 26 Februari 2021.

Menurut Sekdaprovsu, R Sabrina, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang akan melantik langsung para kepala daerah terpilih tersebut. “Tanggal 26 Februari jadwalnya. Mudah-mudahan tak berubah. Dilakukan secara virtual,” kata Sabrina kepada wartawan, Selasa (23/2).

Sabrina menyebutkan, kepala daerah yang dilantik itu sesuai akhir masa jabatan (AMJ) bupati/wali kota berakhir 17 Februari kemarin, atau periodenisasi 2016-2021. Kemudian mereka yang akan dilantik nanti, juga tidak sedang berproses dalam sidang sengketa hasil Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK). “Yang sudah selesai, yang menurut surat Mendagri. Pertama, yang tidak ada masalah. Kedua, yang masalahnya sudah selesai,” jelasnya.

Adapun daerah dengan AMJ bupati/wali kota telah selesai dan hasil pilkadanya tidak berakhir di MK yakni Kota Binjai, Serdangbedagai, Labuhanbatu Utara, Sibolga, Humbang Hasundutan, Toba, dan Pakpak Bharat. Sedangkan daerah yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020 dan sidang sengketanya telah ditolak MK, bagi jabatan bupati/wali kota yang telah selesai akhir masa jabatannya yakni Kota Medan, Asahan, Tanjungbalai dan Tapanuli Selatan.

Total diperkirakan ada 11 kepala daerah terpilih yang akan dilantik Gubsu menjadi bupati/wali kota pada 26 Februari nanti, termasuk pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Bobby Nasution-Aulia Rachman. “Maksimal itu 14 (daerah), tapi kayaknya nggak sampai karena dari yang tujuh itu tak semua selesai (sidang di MK). Tapi kita tunggulah sampai detik-detik terakhir. Kita tunggu surat dari MK itu kan. Nanti kita bilang sudah, ternyata nanti belum,” katanya.

Sementara itu, daerah yang akhir masa jabatannya bupati/wali kota telah selesai pada 17 Februari 2021, namun kini masih berlanjut sidang sengketanya di MK yakni Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan dan Samosir. Maka bagi tiga daerah itu, pelantikan kepala daerah terpilihnya baru bisa dilaksanakan apabila masalahnya sudah selesai dan berkekuatan hukum tetap.

DPRD Medan Usulkan Pelantikan Wali Kota ke Gubsu

Terkait rencana pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan terpilih, DPRD Medan telah menggelar paripurna pengusulan pelantikan, Selasa (23/2). Sidang paripurna ini dipimpin langsung Ketua DPRD Medan, Hasyim SE bersama para Wakil Ketua DPRD Medan yakni Ihwan Ritonga, Rajuddin Sagala, dan Bahrumsyah.

Sejumlah anggota dewan juga turut mengikuti paripurna tersebut, baik hadir secara langsung maupun mengikutinya secara daring. Sedangkan dari Pemko Medan, turut dihadiri Plh Wali Kota sekaligus Sekda Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman dan jajarannya serta unsur forum pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Medan.

Dalam Paripurna tersebut, Plt Sekretaris DPRD Kota Medan, Hj Alida membacakan konsep keputusan DPRD Medan mengenai pengusulan pengangkatan Bobby Afif Nasution sebagai Wali Kota Medan dan Aulia Rachman sebagai Wakil Wali Kota Medan. “DPRD Medan telah melakukan paripurna dengan agenda usulan pengesahan pengangkatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Aulia Rachman,” ucap Alida.

Dikatakannya, pengusulan pengesahan pengangkatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan tersebut, berdasarkan hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan pada rapat pleno, Kamis (18/2) yang lalu. “Pengusulan ini berdasarkan Surat Keputusan KPU kota Medan nomor 175/TL.02.7-KPT/1271/KPU-Kot/II/2021 Tentang Penetapan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih berdasarkan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kita Medan 2020,” ujarnya.

Sementara itu, Plh Wali Kota Medan, Wiriya Alrahman mengatakan, pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2021-2024 akan menghadapi banyak tantangan di masa pandemi Covid-19. “Pelantikan adalah langkah awal untuk periode 2021-2024. Tantangan kita di masa pandemi Covid-19 ini semakin besar, tapi saya yakin kita dapat sama-sama menyelesaikan permasalahan yang ada” ujarnya.

Wiriya pun berharap agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nantinya dapat merealisasikan visi dan misinya selama menjabat. Sebab, semua pihak memberikan harapan yang sangat tinggi kepada pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan terpilih untuk merealisasikan visi dan misinya. “Harapan masyarakat sangat besar untuk menjadikan Kota Medan menjadi lebih baik. Kota Medan yang berkah, maju, dan kondusif,” katanya.

Dalam sambutannya, Wiriya juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada DPRD Medan karena telah mengagendakan paripurna. Ia menyampaikan harapannya, agar kerjasama komunikasi dan kemitraan antara lembaga eksekutif dan legislatif dapat lebih mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Medan.

Pantauan Sumut Pos, Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan terpilih, Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman tidak hadir dalam rapat paripurna tersebut. Padahal satu hari sebelumnya, Bobby-Aulia dikabarkan akan hadir dalam paripurna tersebut. Terakhir diketahui, Bobby Nasution dan Aulia Rachman sedang berada di luar kota. “Mereka sedang ada tugas di luar kota jadi tidak bisa hadir,” kata Juru Bicara Tim pemenangan Bobby-Aulia, Ikrimah Hamidi kepada wartawan.

Usai paripurna, Ketua DPRD Medan Hasyim SE menyebutkan, dasar paripurna kemarin berpedoman pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah Pasal 154, bahwa DPRD mempunyai tugas dan wewenang dalam mengusulkan dan memberhentikan Kepala Daerah kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui Gubernur Sumatera Utara untuk mendapatkan pengesahan dan pemberhentian.

Selanjutnya, Hasyim menyampaikan, pengusulan itu dilakukan setelah pihaknya menerima SK penetapan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih pada Pilkada Medan 2020 dari KPU Kota Medan. Hasyim juga menyampaikan, bahwa usulan yang telah disepakati dalam paripurna akan segera dikirimkan ke Gubernur untuk diteruskan ke Mendagri. “Usulan tersebut akan segera kami proses hari ini dan dikirim ke Mendagri melalui Gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat,” kata Hasyim.

Tak hanya itu, DPRD Medan juga berharap agar proses di Kemendagri dapat selesai secepat mungkin agar proses pelantikan di tanggal 26 Februari dapat bisa dilaksanakan. “Karena rencananya pelantikan akan dilakukan di tanggal 26 Februari ini, kita harapkan dapat berjalan dengan cepat,” harapnya.

Seperti diketahui, berdasarkan rekapitulasi yang dilakukan KPU Medan, Akhyar Nasution – Salman Alfarisi memperoleh 342.580 suara. Sementara, pasangan nomor urut 02 Bobby Nasution – Aulia Rachman unggul dengan perolehan 393.327 suara. (prn/map)

Jalur Alternatif Medan-Berastagi Terkendala Hutan Lindung, Gubsu Janji Upayakan Izin ke KLHK

RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi memimpin rapat bersama Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan Bupati Karo Terkelin Brahmana terkait pembukaan jalan alternatif Medan-Berastagi di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Selasa (23/2). Dinas Kominfo Provinsi Sumut FOR SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembukaan jalur alternatif Medan-Berastagi kembali mendapat dorongan dari Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi. Saat ini, pembukaan jalurn Medan-Tuntungan-Kutalimbaru-Tandukbenua-Sembaikan-Berastagi, tinggal masalah perizinan penggunaan kawasan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sepanjang 5 Km.

RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi memimpin rapat bersama Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan Bupati Karo Terkelin Brahmana terkait pembukaan jalan alternatif Medan-Berastagi di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Selasa (23/2). Dinas Kominfo Provinsi Sumut FOR SUMUT POS.

Hal ini disampaikan Edy Rahmayadi usai rapat bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, terkait pembukaan jalan alternatif Medan-Berastagi di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Selasa (23/2).

“Progresnya itu sudah berjalan, pengerjaan fisiknya sudah, jalannya sudah dibuka tinggal sekitar 5 Km lagi di kawasan hutan lindung, jadi kita perlu meminta izin KLHK untuk alih status, sehingga jalur ini semua terhubung. Saya akan menghadap Menteri Siti Nurbaya,” kata Edy Rahmayadi.

Menurutnya, hal ini menjadi prioritas karena Karo merupakan daerah penghasil bahan pangan dan sayur-sayuran. Karena itu, infrastruktur akses untuk daerah ini perlu mendapat perhatian lebih. “Karo itu tempat logistiknya Sumut bersama Humbahas, itu yang membuat dia prioritas. Karo juga merupakan objek wisata favorit untuk Medan sekitarnya, ini merupakan proyek strategis,” tambah Edy.

Rute jalur alternatif ini lebih pendek dari jalur utama Medan-Berastagi (76Km), yakni hanya 55,87 Km. Selain itu, menurut keterangan Bupati Karo Terkelin Brahmana, jalur ini juga lebih landai dibandingkan dengan jalur utama Medan-Berastagi. “Kalau jalur Kutalimbaru itu lebih landai dan sudah jalur eksisting sekitar 43 Km, sisanya kita masih harus membuka jalur hutan, karena itu kita meminta bantuan gubernur untuk mendapatkan izin membuka jalur di kawasan hutan sepanjang kurang lebih 5 Km,” kata Terkelin Brahmana.

Selain membahas jalur alternatif via Kutalimbaru, pada kesempatan ini juga dibahas jalur alternatif Medan-Berastagi via Rumahliang (Delitua-Rumahliang-Serdang-Barusjahe-Berastagi). Untuk jalur alternatif ini juga terkendala pada pembukaan jalan di kawasan hutan lindung dan hutan konservasi. “Kalau jalannya sudah ada jalan setapak, tetapi tentu kita butuh memperlebarnya dan itu perlu izin dari KLHK. Di Karo itu ada sekitar 4 Km dan di Deliserdang sekitar 18 Km,” kata Terkelin.

Bupati Deliserdang Ashari Tambunan mengatakan, jalur utama Medan-Berastagi saat ini sangat rawan kemacetan karena harus melalui permukiman, pasar dan struktur jalan yang mendaki serta berkelok. Dengan adanya jalur alternatif ini, masalah tersebut menurutnya bisa teratasi.

“Jarak tempuh yang harusnya 2,5 jam dari Medan bisa menjadi 6-7 jam ke Berastagi, entah karena kecelakaan, truk atau bus yang mogok, longsor dan hambatan lainnya. Bila akses jalannya baik maka lama waktu tinggal wisatawan juga akan bertambah. Karena itu kita perlu jalur alternatif selain untuk memperlancar juga akan mengembangkan daerah-daerah lainnya di Deliserdang dan Karo,” kata Ashari.

Karena pembukaan jalur ini melewati kawasan hutan, hal pertama yang harus dilakukan menurut Ashari adalah izin dari KLHK RI. “Yang pertama kita harus dapat izin dari KLHK karena jalur ini semua melewati jalur hutan, baik hutan produksi, konservasi dan juga lindung. Kami mohon doanya agar rencana ini lancar sehingga pembangunan di Sumut bisa lebih cepat,” katanya.

Usul Penanganan Jalan Rusak Berat ke Bappenas

Di sisi lain, saat ini Pemprov Sumut kesulitan dalam menangani perbaikan jalan rusak berat sepanjang 447 Km dari 3.000 km panjang jalan berstatus milik Provinsi Sumut. Padahal, 447 Km jalan rusak berat tersebut sangat mendesak penanganannya agar memperlancar konektivitas atau arus mobilitas manusia maupun transportasi logistik. Semuanya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sumut.

Untuk itu, Pemprov Sumut mengusulkan penanganan 447 Km jalan rusak tersebut ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). “Saya minta tambah sama Bappenas (dimasukkan dalam Proyek Strategis Nasional/PSN). Soal tanah infrastruktur,” kata Gubsu Edy Rahmayadi menjawab wartawan usai rapat koordinasi para gubernur terkait penajaman proyek prioritas strategis nasional bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, secara virtual di Rumah Dinas Gubsu, Selasa (23/2) sore.

Adapun jalan milik provinsi sepanjang ekitar 3.000 km itu, menurut Edy adalah yang terpanjang di Indonesia. Dengan dana terbatas, Pemprov Sumut kesulitan menangani 447 km rusak berat dari total panjang jalan itu. “Nah ini segera dimasukkan dalam pembangunan nasional. Darimana dananya? Nanti saya akan cari, apakah bersifat pinjaman merupakan APBN atau bagaimana. Ini yang sedang, yang penting masuk dulu di dalam program Bappenas,” sebut Edy.

Namun begitu pun, menurut Edy jalan rusak berat 447 km jalan provinsi itu tetap menjadi tanggung jawab Pemprov Sumut. “Tapi kita butuh dana. Harusnya 3.000 km, tapi rusak ringan, oke kita abaikan dulu. Kita bicara rusak berat dulu, sekian puluh tahun jalan ini kan diabaikan ini. Rusak jalan ini. Belum lagi bicara yang rusak ringan. Yang berat-berat ini dulu,” sebut Edy.

Kembali soal minimnya anggaran, menurut Edy, Pemprov Sumut hanya mampu mengalokasikan sekitar Rp600 miliar per tahun untuk menangani jalan rusak. Sehingga tidak banyak titik jalan rusak yang tertangani. “Kalau 600 miliar setiap tahun, 4 miliar dia 1 kilometer gitu. Berapa kilolah dia mampu. Ini jadi, tahun depan udah rusak lagi. Untuk itu saya mau pinjam uang, sehingga perekonomian bisa jalan, rakyat bisa tenang bawa kendaraan, ban tidak (cepat) rusak, menghindari kemacetan dan segala macam. Ini yang harus kita lakukan,” ucap Edy. (prn)

Sopir Intra Jalani Pemeriksaan di Polres Tebingtinggi, Titik Tabrakan Maut di Lajur Bus Intra

KETERANGAN: Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso bersama Kasi Sidik Laka Korlantas Mabes Polri AKBP Tri Yulianto memberikan keterangan. sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Supir bus Intra BK 7091 TL yang sempat dikabarkan melarikan diri usai kecelakaan maut yang menewaskan 9 orang penumpang Toyota Avanza BK 1697 QV, ternyata mengamankan diri ke Polsek Dolok Pangaribuan, Polres Simalungun. Kemarin (23/2), sopir berinisial AJS (47) sudah diserahkan ke penyidik Laka Res Tebingtinggi untuk menjalani pemeriksaan.

KETERANGAN: Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso bersama Kasi Sidik Laka Korlantas Mabes Polri AKBP Tri Yulianto memberikan keterangan. sopian/sumut pos.

“Bukan menyerahkan diri, supir mengamankan diri ke Polres Simalungun karena takut dan khawatir dihakimi massa, jadi dia mengamankan diri di sana. Setelah kita mendapat informasi tentang keberadaan supir, semalam kita jemput dan saat ini berada di Satlantas menjalani pemeriksaan,” kata Kapolres Tebingtinggi, AKBP Agus Sugiyarso di Mapolres Tebingtinggi, Selasa (23/2).

Kasus kecelakaan maut ini masih dalam penyelidikan Satuan Lalulintas Polres Tebingtinggi berkordinasi dengan Tim Korlantas Mabes Polri. Hingga kini belum ada penetapan tersangka terkait kasus kecelakaan yang menewaskan 9 penumpang mobil Avanza, Minggu malam (21/2) lalu di Desa Gunung Hataran, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Sergai tersebut.

Baca juga : 9 Anggota Remaja Masjid Tewas Kecelakaan di Tebingtinggi, Polisi Buru Supir Bus Intra

Tim Korlantas Mabes Polri melalui Kasi Sidik Laka, Subditlaka Ditgakkum AKBP Tri Yulianto bersama Unit Laka Lantas Polres Tebingtinggi telah melakukan penyelidikan terkait kasus kecelakaan ini. “Kasus kecelakaan ini masih dalam penyelidikan,” kata Kasi Sidik Laka Korlantas Mabes Polri AKBP Tri Yulianto.

Sehari sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara melalui Kasi Laka Lantas Kompol Robihatun bersama personel juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan lalulintas yang menewaskan 9 mahasiswa dan pelajar penumpang Toyota Avanza usai tabrakan dengan Bus Intra.

Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sumut, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda mengatakan, pihaknya bersama tim Korlantas Polri masih mendalami kronologis kecelakaan maut tersebut. “Bersama tim Korlantas Polri kita masih mendalami kronologisnya. Dugaan sementara sesuai fakta di tempat kejadian perkara (TKP), titik tabrakan ada di lajur ke arah Pematangsiantar atau lajurnya bus Intra,” ujar Valentino, Selasa (23/2).

Velentino mengatakan, pengemudi bus Intra sudah menyerahkan diri kemarin sore ke Polsek Dolok Pangaribuan, Polres Simalungun dan sudah diserahkan ke penyidik Laka Res Tebingtinggi. “Inisial AJS pengemudinya ya. Warga Dolok Pangaribuan,” sebut Valentino.

Diketahui, kecelakaan maut terjadi di Jalan Umum Tebingtinggi-Pematangsiantar Kecamatan Tinggi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), antara Bus Intra BK 7091 TL kontra Mobil Avanza BK 1697 QV.

Di mana Mobil Avanza BK 1697 QV merupakan rombongan Remaja Masjid Al Iman yang berada di Dusun IX Desa Lautdendang, Kecamatan Percutseituan Kabupaten Deliserdang. Sembilan orang yang ada di dalamnya meninggal dunia.

Sembilan jenazah korban tewas kecelakaan maut antara Mobil Avanza dan Bus Intra dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kamboja di Jalan Jatian, Dusun I Kamboja, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Senin (22/2) sore menjelang malam.

Proses pemakaman sendiri dilakukan dua tahap. Usai melaksanakan salat fardhu kifayah, jenazah Nadila Anggreyani Nasution (17), Fiqih Anugrah (18), Rafika Anggreyani Nasution (17) dan Ahmad Ridho Zaki Nasution (16) dibawa ke TPU Kamboja.

Selepas solat Ashar, lima jenazah lainnya Fahrul Hanafi (22), Nur Anissa (22), Isma Al Jannah (24), Arzita (19), (18) dan Juwita Asri Sormin (18), menyusul rekan-rekannya untuk dimakamkan di lokasi yang sama. (ian/mag-1)

Terdapat Luka pada Pergelangan Tangan, Wanita Muda Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Budi Kemasyarakatan Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat mendadak geger Senin (22/2) pagi. Sebabnya, sesosok mayat perempuan yang diperkirakan berusia di atas 20 tahun ditemukan tewas dengan kondisi terdapat luka pada pergelangan tangan.

Mayat perempuan muda tersebut, pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan yang bekerja membersihkan ruas Jalan Budi Kemasyarakatan. Saat ditemukan, perempuan itu mengenakan baju macan tutul.

“Mayat korban yang menemukan petugas P3SU Kecamatan Medan Barat dekat Gereja GIKI Brayan Kota sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, petugas kebersihan bernama Rohmad Efendi sedang mengutip sampah dan kemudian melintas di Jalan Budi Kemasyarakatan lalu melihat seperti ada sesosok perempuan yang tergeletak di pinggir jalan,” ujar Kapolsek Medan Barat Kompol Afdhal Junaidi.

Setelah itu, Rohmad memberitahukan kepada rekan kerjanya dan mendekati mayat korban. Selanjutnya, berusaha membangunkannya dengan cara membunyikan suara klakson mobil namun tak juga bangun atau bergerak.

“Mereka kemudian melaporkan kepada personel Polsek Medan Barat. Kemudian, mendatangi ke lokasi dan melakukan pengecekan. Saat dicek, perempuan tersebut ternyata sudah meninggal dunia dan diperiksa tidak ditemukan identitasnya,” ungkap Afdhal.

Ia menyebutkan, personel Polsek Medan Barat berkoordinasi dengan tim Inafis Polrestabes Medan. Sekira pukul 07.00 WIB, tim tiba lalu melakukan pemeriksaan dan ditemukan ada seperti luka lebam di kedua pergelangan tangan korban. Usai diperiksa, mayat korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan Jalan Wahid Hasyim. “Masih didalami lebih lanjut terkait penemuan mayat perempuan tersebut, penyebab kematiannya sedang diselidiki,” pungkas. (ris/azw)

Polsek Medan Area Tangkap Dua Maling di Bromo

TERSANGKA: Dua tersangka maling di rumah warga Jalan Bromo dipaparkan Polsek Medan Area, Senin (22/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua maling yang mencuri di rumah warga bernama Jasman (50), Jalan Bromo Gang Minang Sakato, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, diringkus Polsek Medan Area. Kedua pelaku pencurian itu ditangkap dari tempat dan waktu terpisah.

TERSANGKA: Dua tersangka maling di rumah warga Jalan Bromo dipaparkan Polsek Medan Area, Senin (22/2).

Adapun kedua maling yang diringkus, Marwan alias Kojek (41) warga Jalan Bromo Gang Trimo, yang ditangkap dari Jalan Menteng II Gang Jermal 2, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai pada Jumat (19/2). Sedangkan seorang lagi bernama Ferdi Hutabarat (37) warga Jalan Menteng II, Gang Jermal 2 Bakaran Batu, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, ditangkap sehari setelah penangkapan Marwan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu Rianto mengatakan, diringkusnya dua maling tersebut bermula dari laporan pengaduan korban. Dalam laporannya, korban menyatakan telah dibobol dan barang berharganya raib seperti 1 unit laptop, 2 handphone, 2 cincin emas dan uang kontan sebesar Rp3.000.000, dengan total kerugian mencapai Rp30.000.000.

“Setelah mendapat laporan dari korban, kami lakukan penyelidikan dan mencari keterangan saksi-saksi. Dari penyelidikan tersebut, diketahui kedua pelaku tersebut hingga akhirnya berhasil diringkus tersangka Marwan,” ujar Rianto, Senin (22/2).

Kepada petugas, kata Rianto, tersangka Marwan mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian di rumah korban bersama Ferdi Hutabarat. Selanjutnya, esok hari meringkus Ferdi Hutabarat. “Barang bukti yang disita dari kedua tersangka, berupa 1 parang , 1 obeng, 1 kunci inggris dan uang sisa penjualan barang curian sebesar Rp500.000,” jelas dia.

Rianto menyebutkan, kedua tersangka saat ini sudah ditahan untuk proses hukum. “Kasusnya sedang dikembangkan lebih lanjut. Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (ris/azw)

Tipu Anggota DPR RI Rp6 Miliar, Dituntut 44 Bulan Penjara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina menuntut terdakwa Halim Wijaya selama 3 tahun 8 bulan (44 bulan) penjara. Dia dinilai terbukti melakukan penipuan sebesar Rp6 miliar terhadap anggota DPR RI Rudi Hartono Bangun, dengan kedok tangkal OTT KPK, di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (23/2).

TUNTUTAN: Halim Wijaya, terdakwa kasus penipuan menjalani sidang tuntutan di PN Medan, Selasa (23/2).agusman/sumut pos.

Dalam nota tuntutannya, perbuatan terdakwa dinyatakan telah memenuhi unsur sebagaimana Pasal 378 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut terdakwa Halim Wijaya dengan pidana penjara selama 3 tahun 8 bulan dengan perintah untuk ditahan,” ujarnya di hadapan Hakim Ketua, Mery Donna.

Hal yang memberatkan terdakwa, menurut JPU, bahwa perbuatan terdakwa telah merugikan saksi korban. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dihukum.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim memberikan terdakwa melalui penasihat hukumnya untuk mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Mengutip surat dakwaan, perkara keduanya bermula pada tahun 2015 saat Siska Sari (dilakukan penuntutan secara terpisah) mengenal saksi korban Rudi Hartono Bangun, melalui temannya yang bernama Liza.

Selanjutnya pada tahun 2016, Siska sering bercerita pada Rudi tentang hal gaib yakni menurut Siska, bahwa kakek buyutnya menikah dengan Ratu Pantai Selatan. Kemudian karena masih ada keturunan Ratu Pantai Selatan yang sering disebutnya Uti, Siska mengaku memiliki indera keenam (indigo) yang dapat melihat hal-hal gaib kepada Rudi.

Pada Februari 2017, Siska mengirimi saksi korban pesan dan menyampaikan bahwa saksi korban sedang diincar oleh KPK untuk menjadi target operaso tangkap tangan. Lantas saksi korban heran, lantaran dia bukan kepala daerah yang banyak nerima upeti.

Siska mengatakan kepada saksi korban, tim KPK punya flashdisk yang isinya 6 item kesalahan korban, tapi bisa Siska mengaku bisa menangkal dengan jin ini, supaya dibuang flashdisknya. (man/azw)