Home Blog Page 3679

Vaksin Nusantara Sasar Seluruh Golongan, Diklaim Tanpa Efek Samping

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Perusahaan farmasi yang bekerja sama dalam pengembangan Vaksin Nusantara, PT Rama Emerald Multi Sukses (Rama Pharma), mengklaim Vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, tanpa efek samping. Vaksin Covid-19 ini juga didesain mampu menyasar seluruh golongan baik dari segi usia hingga warga yang memiliki penyakit penyerta alias komorbid.

“VAKSIN sel dendritik ini telah teruji efektif dalam keamanannya sekaligus mengeliminir efek sampingnya, serta dijamin kehalalannya. Vaksin ini menurut uji klinis memiliki kelebihan dan keunggulan dibanding vaksin impor yang saat ini masuk ke Indonesia,” kata Humas PT Rama Emerald Multi Sukses (Rama Pharma), Raditya Mohammer Khadaffi, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (19/2).

Raditya menjelaskan, pengembangan vaksin ini dimulai dengan transfer teknologi mutakhir sel dendritik dari AIVITA Biomedical Inc yang bermarkas di Amerika Serikat kepada Rama Pharma. Dalam pelaksanannya, vaksin nusantara juga digarap bersama para peneliti Universitas Diponegoro (Undip), dan RSUP dr. Kariadi Semarang.

Raditya membeberkan cara kerja vaksin itu akan mencari sel dendritik autolog atau komponen dari sel darah putih, yang kemudian dipaparkan dengan antigen dari Sars-Cov-2.

Nantinya, setiap orang akan diambil sampel darahnya untuk kemudian dipaparkan dengan kit vaksin yang dibentuk dari sel dendritik. Kemudian sel yang telah mengenal antigen akan diinkubasi selama 3-7 hari. Hasilnya akan diinjeksikan ke dalam tubuh kembali.

Di dalam tubuh, sel dendritik tersebut akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap Sars Cov-2. “Maka dengan teknologi sel dendritik akan mampu melawan berbagai strain virus Sars Cov-2, meskipun saat ini virus tersebut telah berevolusi menjadi lebih dari 15 strain di seluruh dunia,” jelasnya.

Untuk saat ini, Radia mengatakan pihaknya telah rampung melakukan uji klinis fase I terhadap 30 relawan dan bersiap menuju uji klinis fase II bila mendapat lampu hijau dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menurutnya, Komisi IX DPR RI juga antusias dan mendukung pengembangan vaksin nusantara.

Raditya menargetkan dalam uji klinis tahap II akan dibutuhkan 180 relawan. Kemudian uji klinis tahap III dibutuhkan 1.600 relawan. Apabila vaksin buatan anak bangsa ini dapat diekspor, maka membutuhkan relawan hingga 30 ribu orang.

Selain itu, ia juga mengklaim bahwa pengembangan vaksin ini sepenuhnya memanfaatkan komponen bahan dari dalam negeri. Sehingga ia meminta dukungan agar pengembangan vaksin dapat berjalan lancar, sehingga mampu membantu salah satu upaya pengentasan pandemi dari Indonesia.

“Proses pengembangan vaksin ini sepenuhnya memanfaatkan sumber daya asli Indonesia. Dari sel darah Indonesia, dengan ahli peneliti dari Indonesia, dan dikomando oleh Bapak dr Terawan Agus Putranto,” ujarnya.

Kemenkes Bantu Dana Uji Klinis

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan ikut membiayai uji klinis fase I vaksin nusantara. Vaksin tersebut diinisiasi oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sejak akhir tahun lalu.

“Jawabannya iya, kita membiayai fase I,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes Slamet dalam acara daring, Jumat (19/2).

Namun, Slamet tak merinci berapa besaran dana yang dikucurkan Kemenkes untuk penelitian vaksin nusantara. Slamet hanya menegaskan suntikan dana itu diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menekan penyebaran virus corona. “Seluruh penelitian ini tentu tujuannya sama, adalah kesembuhan pasien,” kata dia.

Dalam acara yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mengevaluasi data-data dari hasil uji klinis fase I yang diberikan oleh tim uji klinis vaksin nusantara beberapa hari lalu.

“Masih dievaluasi oleh Tim Direktur Registrasi untuk kelayakannya apakah segera bisa kita keluarkan protokol uji klinis fase keduanya. Karena fase pertama baru kami terima,” kata Penny.

Kemenkes juga mengevaluasi dan ikut memantau hasil uji klinis vaksin nusantara. Kemenkes masih belum bisa memastikan apakah vaksin nusantara bakal digunakan di Indonesia. Dibutuhkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI)

Sejauh ini, pemerintah telah menetapkan tujuh merek vaksin yang digunakan di Indonesia, yakni vaksin produksi Bio Farma, Astra Zeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax Inc, Pfizer Inc and BioNtech, dan Sinovac Biotech.

Anggota Tim Uji Klinis Vaksin Nusantara, Jajang Edi Prayitno, menargetkan vaksin nusantara dapat diproduksi secara massal mulai Juni 2021. Namun, kondisi itu hanya dapat tercapai bila BPOM memberikan lampu hijau untuk Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) uji klinis fase II dan III dalam sebulan hingga dua bulan ke depan.

Jajang Edi Prayitno sebelumnya mengatakan, Vaksin Nusantara memiliki antibodi atau daya kekebalan tubuh yang mampu bertahan hingga seumur hidup. Nantinya vaksin akan bekerja dalam membentuk kekebalan seluler pada sel limfosit T.

“Vaksin punya dokter Terawan ini dendritik bersifat T-cells, berarti sekali suntik berlaku seumur hidup. Sehingga secara pembiayaan pun lebih menguntungkan dan tidak menguras devisa negara, karena ini diproduksi dalam negeri,” kata Jajang Edi Prayitno, Rabu (17/2).

Jajang pun menyebut pihaknya telah rampung melakukan uji klinis fase I untuk menguji keamanan vaksin dengan sasaran 30 relawan. Hasilnya menurut Jajang tidak ada efek samping berarti yang dirasakan para relawan.

IDI Ragu Antibodi Seumur Hidup

Terpisah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta Tim Uji Klinis Vaksin Nusantara mempublikasikan hasil uji fase pertama vaksin tersebut secara transparan. Permintaan itu menyusul klaim antibodi vaksin yang digagas mantan Menteri Kesehatan Indonesia Terawan Agus Putranto mampu bertahan seumur hidup.

“Sebetulnya mampu bertahan seumur hidup itu yang mana buktinya? Karena sekarang kita ada di zaman evidence based medicine. Jangan membuat publik bingung,” kata Ketua Satgas Covid-19 IDI, Zubairi Djoerban, Jumat (19/2).

Zubairi meminta tim uji klinis Vaksin Nusantara tak mengeluarkan klaim sepihak sebelum keseluruhan uji klinis selesai. Menurutnya, semua pihak harus bersabar menunggu hasil dari uji klinis I,II, hingga III.

Hasil itu mengacu pada hasil uji keamanan dalam objek penelitian hewan dan manusia. Kemudian berlanjut pada hasil pengujian imunogenitas, khasiat atau efikasi vaksin itu sendiri untuk kemudian dievaluasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Zubairi menyebut, sejauh ini belum ada satupun pengembang vaksin virus corona di dunia yang secara gamblang sudah berani membuktikan daya jangkauan dan ketahanan antibodi vaksin usai disuntikkan ke tubuh manusia.

“Sekarang para ahli belum bisa menjawab apakah vaksin Moderna, ataupun Sinovac, Pfzier, mampu bertahan berapa lama. Apakah dua, tiga bulan, enam bulan, atau setahun belum ada yang tahu,” ujarnya.

Zubairi mengatakan klaim vaksin nusantara yang tak ada pengaruh mutasi baru virus corona juga masih belum dapat dibuktikan. Sejauh ini pihaknya belum berhasil menemukan hasil kajian data uji klinis I dalam publikasi data uji klinis global.

Zubairi mengaku tetap mengapresiasi upaya tim uji klinis vaksin nusantara dalam langkahnya memproduksi vaksin anak bangsa. Hanya saja, ia tetap meminta klaim sepihak harus berlandaskan data sehingga tidak menciptakan kegaduhan publik.

“Saya mendukung upaya eradikasi, seperti vaksin. Tapi perlihatkan kepada publik datanya, biar tak gaduh,” kata Zubairi.

Tidak Cocok Vaksinasi Massal

Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo, memiliki penilaian terhadap Vaksin Nusantara.

Menurut Windhu, model Vaksin Nusantara tidak cocok untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal. Metode sel dendritik yang bersifat individual itu bakal memperlambat proses vaksinasi.

Windhu menyebut pemodelan itu lantas berpotensi membuat molornya target capaian herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona, bila vaksin itu digunakan nantinya.

“Kalau Vaksin Nusantara menggunakan sel dendritik lebih rumit dan tidak bisa dilakukan secara massal dan lebih kepada perlindungan individu, sehingga dampaknya ya lebih lama menuju herd immunity,” kata Windhu, Jumat (19/2/2021).

Berdasarkan cara kerjanya, setiap orang akan diambil sampel darahnya untuk kemudian dipaparkan dengan kit vaksin yang dibentuk dari sel dendritik. Kemudian sel yang telah mengenal antigen akan diinkubasi selama 3-7 hari. Hasilnya akan diinjeksikan ke dalam tubuh kembali.

Dengan cara kerja itu, Windhu pun menilai vaksinasi massal sulit dilakukan. Selain proses vaksinasi yang memakan waktu cukup lama, sifatnya yang individual dikhawatirkan membuat sampel dendritik setiap orang rawan tertukar.

“Sulit untuk dilakukan secara massal. Karena kalau sel dendritik milik individu A lalu ada kelalaian kemudian dimasukkan ke tubuh individu yang lain, maka bisa terjadi masalah,” kata Windhu.

Tak hanya menyoroti sisi kelemahan Vaksin Nusantara, Windhu pun menilai proses ilmiah vaksin ini kurang publikasi.

Meski Windhu mengaku telah mengetahui gagasan vaksin metode sel dendritik sedari Oktober 2020 lalu, namun ia meminta seharusnya tim uji klinis secara gamblang melaporkan dan mempublikasikan sedari pra klinik hingga perampungan uji klinis fase I.

Apalagi setelah tim vaksin nusantara mengklaim daya tahan antibodi mampu bertahan seumur hidup. Maka dengan transparansi, Windhu menilai upaya itu akan mengurangi pertanyaan dan keraguan publik terhadap hasil keamanan vaksin karya anak bangsa tersebut.

“Dan yang penting kita jangan sampai melakukan over claim, dan semua harus transparan. Tidak harus secara publik kalau mau, tetapi tetap ke kalangan ilmuwan publikasinya dijalankan,” kata Windhu.

Kendati demikian, Windhu tetap mengapresiasi upaya tim vaksin nusantara yang telah berupaya menciptakan sebuah vaksin karya anak bangsa sebagai salah satu upaya menekan laju penyebaran virus corona.

Ia pun mengingatkan publik untuk tidak perlu khawatir perihal nasib vaksin nusantara ke depannya. Karena negara memiliki Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang bakal melakukan inspeksi dan evaluasi untuk kemudian menentukan vaksin tersebut layak digunakan atau tidak.

“Kalau memang BPOM kemudian meloloskan sampai uji klinis fase III, ya bagus kita harus apresiasi, hitung-hitung tambah stok persediaan vaksin,” pungkas Windhu.

Vaksinasi Sumut 76,1 Persen

Untuk Sumatera Utara, vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan (nakes) masih terus berjalan. Saat ini, capaiannya sudah 54.042 nakes atau 76,1 persen dari 71.058 sasaran vaksinasi dosis 1.

“Jumlah nakes yang terdata pada vaksinasi dosis 1 sebetulnya 68.605 orang. Namun, dari jumlah itu sebanyak 14.563 nakes tunda divaksin. Artinya, 54.042 nakes yang divaksin,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Jumat (19/2).

Dikatakan Aris, nakes yang tunda divaksin bukan karena tidak mau tetapi tidak lolos screening. Misalnya, ketika dicek tekanan darahnya ternyata tidak memenuhi syarat. Selain itu, mungkin saja ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dari 33 kabupaten/kota yang telah melaksanakan vaksinasi dosis 1, paling banyak nakes di Medan 17.524 orang, Deliserdang 4.551 orang, Langkat 2.396 orang, Pematangsiantar 2.392 orang, dan Simalungun 2.246 orang,” ungkapnya.

Aris menuturkan, untuk jumlah nakes yang sudah disuntik vaksin dosis 2 kini jumlahnya 15.303 orang. Jumlah ini meliputi 12 daerah, yakni Medan 8.455 nakes, Deliserdang 2.141 nakes, Simalungun 1.310 nakes, Pematangsiantar 893 nakes, Binjai 785 nakes, Karo 458 nakes, Dairi 356 nakes, Tapanuli Tengah 335 nakes, Batu Bara 326 nakes, Serdang Bedagai 55 nakes, Tanjungbalai 12 nakes, dan Tapanuli Selatan 9 nakes.

Lebih lanjut Aris menuturkan, terkait kasus baru Covid-19 di Sumut masih terus bertambah. Kasus baru terkonfirmasi positif bertambah 127 orang dengan akumulasi 23.462 orang. “Kasus baru positif didapatkan dari 5 kabupaten/kota. Jumlah terbanyak dari Medan 99 orang, Gunungsitoli 13 orang, dan Deliserdang 11 orang,” bebernya.

Terkait kasus baru sembuh, sambung Aris, bertambah 115 orang dari 13 daerah dengan akumulasi 20.239 orang. Pasien Covid-19 sembuh paling banyak berasal dari Medan 56 orang, Toba 13 orang, dan Tapanuli Utara 12 orang.

Sedangkan angka kematian Covid-19, kembali bertambah 5 kasus baru di antaranya Medan 2 orang, Deliserdang 1 orang, Samosir 1 orang, dan Padang Lawas 1 orang. Dengan penambahan tersebut, akumulasinya menjadi 803 orang meninggal. “Untuk angka suspek bertambah 3 kasus baru, dan kini akumulasinya menjadi 649 orang,” paparnya Aris.

Dia menambahkan, angka penderita aktif Covid-19 Sumut saat ini berjumlah 2.420 orang. Jumlah tersebut meningkat dibanding sehari sebelumnya 2.314 orang. “Dari 2.420 penderita aktif tersebut, 549 orang isolasi di rumah sakit dan 1.833 orang isolasi mandiri,” pungkasnya. (cnn/ris)

Penarik Becak Cabuli 5 Putri Kandung

DIPERIKSA: Unit PPA Polrestabes Medan memeriksa tersangka S, penarik becak yang mencabuli kelima putri kandungnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang penarik becak motor (betor) berinisial S (38) warga Kecamatan Medan Perjuangan, ditahan petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan. Pasalnya, S mencabuli kelima putri kandungnya sendiri yang masih di bawah umur. Alasanya, karena ditinggal kabur istri, A (38).

DIPERIKSA: Unit PPA Polrestabes Medan memeriksa tersangka S, penarik becak yang mencabuli kelima putri kandungnya.

Kelima korbannya itu di antaranya, N (14), VL (13), DN (10), GZ (7) dan NA (4). Mereka dicabuli sang ayah sejak Oktober 2020 saat sedang tidur.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing melalui Kanit PPA AKP M Ginting menjelaskan, ulah bejat S terungkap setelah korban N dan VL menceritakan kejadian yang menimpanya kepada ibu kandungnya. Setelah mengetahui, sang ibu membuat laporan ke Polrestabes Medan belum lama ini.

“Anaknya berinisial N dan VL mengadu sama mamaknya dan cerita kalau mereka kerap dicabuli ayahnya. Si ibu kemudian membuat laporan ke Polrestabes Medan. Setelah kami lakukan pemeriksaan terhadap korban serta hasil visum mendukung, akhirnya pada Kamis (18/2) tersangka kami tangkap di rumahnya,” ujar M Ginting kepada wartawan, Jumat (19/2).

Kata dia, berdasarkan penyelidikan sementara ini, aksi pencabulan yang dilakukan tersangka terakhir kali di ruang tamu rumah pada 8 Januari lalu.

“Rumah tangga tersangka S dan istrinya A kurang harmonis. Keduanya kerap bertengkar hingga istrinya memilih meninggalkan rumah dan tinggal di kawasan Marelan,” terangnya.

Ia menyebutkan, dari hasil interogasi, tersangka mengaku hanya mencabuli satu putrinya saja. Namun, sementara dari hasil visum kelima anak kandungnya menguatkan dugaan pencabulan.

“Tersangka sudah kita tahan dan terus didalami kasusnya. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 82 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. Namun, karena dilakukan oleh ayah kandungnya maka hukuman ditambah 1/3 lagi. Selain itu, kami juga akan memasukan Perpres Nomor 70/2020 tentang kebiri,” pungkasnya. (ris/azw)

Warga Kuala Tewas Tertimbun Longsor

tkp: Unit Reskrim Polsek Seibingai memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Telaga, Langkat.tedi/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Edi Suparlan Bangun (36) warga Dusun Buluhduri Desa Bekiung Kuala Langkat tewas setelah tertimbun material longsor di lokasi galian liar di Dusun Pamah Desa Telagah Seibingai Langkat, Rabu (17/2).

tkp: Unit Reskrim Polsek Seibingai memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Telaga, Langkat.tedi/sumut pos.

Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Kamis (18/2) mengatakan, korban meninggal dunia karena tertimbun longsoran tanah dan batu akibat galian yang diduga ilegal. Sewaktu di lokasi, kata dia, jasad korban sudah dilarikan ke rumah duka.

“Atas informasi ini, Unit Reskrim Polsek Seibingai mendatangi rumah duka. Tiba di rumah duka, polisi menjelaskan akan melakukan penyelidikan untuk kepentingan proses hukum,” sambung dia.

Siswanto menambahkan, bahwa polisi perlu melakukan visum, baik luar dan dalam. Namun, keluarga korban menolak.

“Keluarga korban menolak (visum luar dan dalam) dengan alasan penyebab kematian sudah diketahui,” beber mantan Kanit Intelkam Polres Binjai ini.

Dia menambahkan, keluarga mengetahui penyebab korban tutup usia berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi yakni Riski Malem (21), Aldi Ginting, (17) dan Yosi Pratama Ginting (15).

“Saksi-saksi tersebut bersama korban mengumpulkan material batu di TKP secara manual, sebelum peristiwa longsor yang menimpa korban,” pungkasnya.

Unit Reskrim Polsek Seibingai sudah memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP). Juga sudah mengantongi surat pernyataan dari keluarga yang menyatakan menolak untuk dilakukan visum. (ted/azw)

Kasus Perdagangan Bayi di Medan, Dua Bidan Jadi Tersangka

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Unit Opsnal Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menetapkan dua dua bidang menjadi tersangka. Adapun kedua tersangkanya berinisial RS dan SP.

“Hasil pengembangan penyidik Renakta, Poldasu sudah menetapkan dua orang tersangka, berinisial RS dan SP, keduanya berprofesi sebagai bidan yang membuka praktik kebidanan tersendiri,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada sejumlah wartawan saat ditemui di ruangannya di Mapolda Sumut Jalan Sisingamangaraja, KM 10,5, Medan Amplas, Jumat (19/2).

Hasil pengembangan sementara dari tersangka RS, lanjut Hadi, yakni di tempat kejadian perkara (TKP) pertama dari pelaku A Sia, disitu ketemu bayi yang kedua, laki-laki berumur 3 minggu.

Kemudian, tambahnya dari tersangka RS ini, penyidik kembali mengembangkan dan ditemukan satu lagi yang juga ditetapkan tersangka, yaitu SP yang juga berprofesi sebagai bidan. Kedua tersangka ini mendapatkan bayi dari seseorang.

“Nah, seseorang ini masih terus kita dalami. Karena diduga orang tua si bayi yang memberikannya kepada tersangka SP, yang kemudian dijual ke rumah sakit dengan harga Rp13 juta,” ungkapnya.

Saat ini, terangnya, pihaknya terus mendalami ketiga tersangka, RS, SP, dan A Sia. Karena diduga mereka ini terlibat dalam sindikat penjualan bayi.

Tersangka RS ini, papar Hadi, pertama kali menjual bayi kepada A Sia di Oktober 2020, dan yang terungkap kemarin di Asia Mega Mas Medan, merupakan yang kedua kalinya. “Kita belum tahu itu mau dijual kemana, namun pengakuan awalnya dari tersangka akan diasuh. Pembeli bayi belum diketahui,” katanya.

Dijelaskannya, orang tua bayi hingga sekarang masih dicari keberadaannya. Tetapi penyidik telah menemukan titik terang. “Insya Allah dalam waktu dekat bisa kita sampaikan,” pungkasnya. Sebelumnya, Polda Sumut menangkap seorang pria bernama A Sia (42), warga Jalan Pukat VII, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, pada Senin (15/2) sore. A Sia ditangkap, karena diduga akan menjual bayi laki-laki yang masih berumur 14 hari. Rencananya bayi tersebut akan dijual dengan harga Rp28 juta. (mag-1/azw)

Gerebek Lokasi Narkoba, TNI Gadungan Ditangkap

GIRING: TNI gadungan diamankan polisi saat melakukan penggerebekan di pemukiman warga Jalan Medan-Binjai Km 12, Desa Pujimulio Kecamatan Sunggal, Selasa (16/2) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Personel Polsek Medan Sunggal melakukan penggerebekan lokasi rawan narkoba di pemukiman warga Jalan Medan-Binjai Km 12, Desa Pujimulio Kecamatan Sunggal, Selasa (16/2) malam. Dari penggerebekan tersebut, seorang pria TNI gadungan diamankan beserta pistol mainan dan dua pria pelaku narkoba dengan barang bukti paket sabu.

GIRING: TNI gadungan diamankan polisi saat melakukan penggerebekan di pemukiman warga Jalan Medan-Binjai Km 12, Desa Pujimulio Kecamatan Sunggal, Selasa (16/2) malam.

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, penggerebekan yang dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah. Selanjutnya, diturunkan tim ke lokasi hingga membuat sejumlah warga panik lalu kabur karena sedang bermain judi.

“Petugas berhasil mengamankan dua pria yang berusaha melarikan diri ke semak-semak saat digerebek. Dari keduanya, disita barang bukti satu paket sabu yang sempat dibuang,” ujar Yasir kepada wartawan, Rabu (17/2).

Setelah mengamankan kedua pria, petugas kemudian melakukan penyisiran. Hasilnya, diamankan seorang laki-laki yang mengaku sebagai anggota TNI. Namun, pria tersebut tidak bisa menunjukkan identitasnya saat diminta personel. “Selain pistol mainan, kami juga menyita dua amunisi asli dan baju loreng TNI lengkap dengan atributnya,” sambung Yasir. (ris/azw)

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga menyita satu unit mesin judi jackpot dari lokasi. Kemudian, seluruh barang bukti, anggota TNI gadungan dan dua pelaku narkoba diboyong personel ke Mapolsek Medan Sunggal. “Petugas sedang mendalami keterangan para pelaku untuk proses hukum dan pengembangan kasus,” pungkasnya. (ris/azw)

Dugaan Korupsi Rp2,7 Miliar Dana JKN, Bendahara Puskesmas Glugur Darat Tersangka

PAPARKAN: Kajari Medan Rahmatsyah (kanan) bersama Kasi intel dalam pemaparan kasus, Jumat (19/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menetapkan EW sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan dana kapitasi jaminan kesehatan nasional (JKN) Tahun Anggaran (TA) 2019 pada Puskesmas Glugur Darat, Medan. Penetapan itu, setelah Kejari Medan meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan.

PAPARKAN: Kajari Medan Rahmatsyah (kanan) bersama Kasi intel dalam pemaparan kasus, Jumat (19/2).

“Total kerugian diperkirakan Rp2.789.533.186, dan telah menetapkan tersangka EW berdasarkan Surat Penetapan Tersangka No 02/L.2.10/Fd.2/01/2021 tanggal 04 Februari 2021,” ungkap Kajari melalui Kasi Intel Kejari Medan, Bondan Subrata kepada wartawan, Jumat (19/2).

Bondan menjelaskan, pascapenetapan tersangka, penyidik akan segera melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan.

“Tersangka EW merupakan bendahara dan belum dilakukan penahanan lantaran baru kecelakaan,” sebutnya.

Selain itu, lanjutnya, Kejari Medan juga telah menetapkan tersangka korupsi revitalisasi peralatan praktik dan perlengkapan pendukung teknik permesinan pada SMK Negeri Binaan Provinsi Sumatera Utara TA 2014 dengan kerugian negara sebesar Rp4.838.270.535.

“Dan telah ditetapkan tersangka IB selaku Penyedia Jasa/Barang (pelaksana kegiatan) berdasarkan Surat Penetapan Tersangka No B-01/N.2.10/Fd.1/03/2016 tanggal 07 Maret 2016 dan sebelumnya sempat ditetapkan sebagai DPO/Buron Kejaksaan Negeri Medan,” bebernya.

Kemudian, kasus korupsi pengadaan papan visual videotron pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan yang bersumber dari APBD Kota Medan TA 2013, dengan nilai perhitungan negara sebesar Rp1.059.676.483, dengan tersangka J dan E yang telah ditetapkan tersangka pada tanggal 20 Maret 2017.

“Di mana tersangka an J sempat ditetapkan sebagai DPO dan telah berhasil ditangkap oleh Tim/Jaksa Penyidik pada tanggal 15 Januari 2021,” pungkasnya. (man/azw)

Peran Tokoh Komunitas Penting dalam Mencegah Penyebaran Covid

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Peran tokoh komunitas sangat penting dalam mengubah perilaku individu agar semakin taat menerapkan protokol kesehatan. Jika setiap individu disiplin, pencegahan penularan pandemi Covid-19 semakin mudah.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan individu yang disiplin menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, akan mencegah infeksi baik pada diri sendiri maupun dalam komunitasnya.

“Dari disiplin individu akan membuat pertahanan selanjutnya dalam populasi yang besar. Tentu saja gerakan itu harus banyak dilakukan,” kata Siti Nadia Tarmizi dalam Alinea Forum bertajuk Mempertangguh Komunitas Saat PPKM Mikro, Jumat (19/2).

Siti Nadia berpendapat, dalam menangani pandemi, pemerintah harus melakukan berbagai macam intervensi, salah satunya perubahan perilaku masyarakat. Dia menegaskan, pola hidup merupakan hal sentral dalam menanggulangi pandemi.

“Apalagi saat ini kita belum temukan cara, misalnya obat untuk mengobati Covid-19. Jadi kita baru tahap pencegahan. Pencegahan pun risiko penularannya masih sangat tinggi, karena memang penularannya sangat cepat. Secara cepat banyak orang terjangkit, kemudian menjadi sakit,” kata dia.

Untuk mempercepat perubahan perilaku di tingkat komunitas, menurut dia, kontribusi para tokoh sangat signifikan. “Kalau kita bicara perubahan prilaku, memang membutuhkan keteladanan dari tokoh-tokoh atau publik figur untuk melakukan peran ini,” terang dia.

Sedangkan sosiolog dari Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo menganggap, upaya pendisiplinan dan penertiban masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan semestinya berbasis mikro di level kerumunan.

“Yang harus difokuskan untuk mendorong ketangguhan adalah wilayah-wilayah mikro, tetapi bukan RT/RW. Yang benar adalah komunitas, di mana tempat berinteraksi terjadi, dan di situ ada kerumunan yang cukup padat,” ucap Imam.

Mengubah perilaku masyarakat tidak dapat sekadar imbauan. Untuk memengaruhi perilaku masyarakat perlu melibatkan orang berpengaruh dalam komunitas kerumunan tertentu yang dapat menegakkan protokol kesehatan. Dalam komunitas pengajian misalnya, masyarakat akan mematuhi ustaz. Sehingga ustaz bisa berperan mengajak jamaah lebih taat protokol kesehatan.

Imam menyarankan agar sistem zonasi lebih menitikberatkan pada komunitas kerumunan, dibandingkan di tingkat RT/RW. Di sisi lain, kekayaan modal sosial, seperti gotong royong perlu terus didorong. Sehingga masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah. (adz)

PGN Gelar Promo Spesial Jargas COCO 50.000 SR di Jabotabeka dan Cilegon

KUNJUNGI: Karyawan PGN sedang mengunjungi pelanggan rumah tangga di wilayah Jabotabeka.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai komitmen mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) siap merealisasikan pengembangan 50.000 SR jaringan gas untuk rumah tangga dan pelanggan kecil (GasKita) di wilayah Jabotabeka dan Cilegon pada tahun 2021. Program jargas ini merupakan proyek investasi mandiri PGN menggunakan skema COCO (Company Owned, Company Operate) dengan segmentasi perumahan. Khusus untuk bulan Februari – Maret ini, PGN menghadirkan promo spesial untuk menarik minat calon pelanggan energi baik gas bumi.

Direktur Komersial PGN, Faris Aziz menjelaskan bahwa pada pengembangan jargas untuk 50.000 SR ini, PGN memberikan berbagai bonus promo yang menarik seperti bebas biaya instalasi gas dan sudah termasuk gas alarm system untuk memberi peringatan bila terjadi kebocoran gas. Tak hanya itu ada layanan tambahan yang akan diberikan untuk memaksimalkan pengalaman mengkonsumsi energi dengan layanan jaminan keamanan di era pandemi untuk jaminan keselamatan yang lebih terjaga dan fitur penunjang lainnya. 

Berbeda dengan pengembangan jaringan gas untuk rumah tangga tahun – tahun sebelumnya, dalam program jargas umumnya, di mana pipa gas dari meter gas hingga ke dapur atau peralatan gas (disebut sebagai pipa instalasi) sepenuhnya wajib dibangun dan dibiayai oleh Pelanggan. Namun kali ini PGN dalam program jargas COCO memberikan bonus pipa instalasi hingga sepanjang 20 meter. Adanya bonus pembangunan pipa instalasi ini dapat menghemat biaya lebih dari Rp. 3 juta. 

Dalam penawaran promo kali ini, biaya berlangganan bulanan yang ditawarkan bervariasi mulai dari paket GasBrow, pelanggan bisa menikmati aliran gas tanpa putus hingga 50 m3 per bulan, paket berlangganan GaZki untuk pemakaian gas sampai dengan 150 m3 per bulan; dan paket GaZki Xtra untuk pemakaian gas sampai dengan 250 m3 per bulan. 

Adapun rencana persebaran pengembangan GasKita 50.000 SR COCO diantaranya sebagai berikut : 

1. Kabupaten/Kota Karawang, Kelurahan Sukalayu dan Purwadana

2. Kota Tangerang, Kelurahan Paku Jaya

3. Kab/Kota Bekasi, Kelurahan Jakasetia

4. Kab/Kota Cilegon, Kelurahan Cibeber dan Kedaleman Cibeber

5. Kab Bogor, Kelurahan Ciangsana

6. Kota Jakarta Barat, Kelurahan Kembangan Utara

Promo lengkap dari layanan GasKita ini hanya berlaku terbatas sampai dengan 31 Maret 2021. Bagi masyarakat yang tertarik ingin berlangganan dan mendapatkan promo layanan lengkap GasKita, dapat mengunjungi link https://bit.ly/RegistrasiGasKita untuk dilakukan pendataan.

Selain program promo COCO, PGN juga tetap berkomitmen menjalankan penugasan Kementerian ESDM dalam program Jargas dengan dana APBN sebanyak 120.776 SR di berbagai kota/kabupaten. 

“Potensi pemanfaatan gas bumi masih luas di berbagai wilayah melalui jargas rumah tangga. Hal ini mendorong PGN sebagai Subholding Gas dalam upaya peningkatan pemanfaatan gas bumi secara terus-menerus di skala nasional. Pelanggan rumah tangga akan lebih terjamin dalam kebutuhan energi untuk sehari-hari karena gas mengalir 24 jam, lebih efisien, dan tagihan gasnya mudah yang dapat dibayarkan melalui berbagai e-wallet maupun channel payment di sekitar lokasi tempat tinggal,” ujar Faris.

Pemakaian gas bumi untuk rumah tangga juga lebih aman karena gas yang dialirkan memiliki kandungan metana yang mudah terurai di udara. Gas bumi pada rumah tangga memiliki tekanan di bawah 100 milibar, secara teknis masuk ke dalam kategori tekanan rendah. 

Selain itu, gas bumi juga diberi aroma agar gas yang aslinya tidak berwarna dan tidak berbau ini bisa mudah terdeteksi seandainya ada kebocoran. Kalaupun terjadi kebocoran pada pipa gas tidak akan menimbulkan ledakan, tetapi hanya akan memunculkan nyala api yang dapat segera ditangani dengan mudah.

“Terdapat fitur keamanan berupa valve (keran gas) dan gas alarm system, serta dapat meminimalkan penularan Covid-19 karena pencatatan penggunaan gas menggunakan smart meter sehingga tidak ada kontak fisik dalam penyaluran gas,” imbuh Faris.

Apabila ada kekhawatiran terkait penggunaan gas bumi atau insiden pada infrastruktur gas bumi, masyarakat dapat menghubungi Contact Center PGN di nomor 1500645. (rel/ram)

Setelah Penetapan KPU, Bobby Silaturahim ke PDIP Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasca ditetapkan sebagai Wali Kota Medan terpilih, Bobby Nasution bersilaturahim ke Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut di Jalan Jamin Ginting Medan, Kamis (18/2/2021) sore. Saat itu, Bobby diterima langsung oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Dr Sutarto MSi, Wakil Ketua Bidang Komunitas Seni Budaya Syarifah Khairiah Alatas, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Yamitema Tirta Jaya Laoly, Wakil Sekretaris Internal Bima Nusa dan Wakil Sekretaris Eksternal Meryl Rouli Saragih.

Dalam kesempatan tersebut Bobby menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPD PDI Perjuangan Sumut beserta jajarannya termasuk DPC, PAC, Ranting, Anak Ranting kader dan simpatisan yang telah bergotong royong dan bekerja keras bersama dengan elemen masyarakat lain termasuk relawan dalam memenangkan Pilkada Kota Medan pada Desember 2020 lalu,

“Setelah Pilkada maka tugas ke depan akan jauh lebih berat yaitu melakukan perubahan di Kota Medan, untuk itu kita membutuhkan sumbangsih pemikiran dan ide semua elemen masyrakat termasuk keluarga besar PDI Perjuangan agar misi dan visi Kolaborasi Medan Berkah dapat terlaksana dengan baik nantinya,” ujar Bobby.

Sementara Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Sutarto menyambut baik kujungan Bobby Nasution tersebut dan mengawali dengan ucapan syukur. “Allhamdulillah hari ini kita bisa tersenyum lega dengan ditetapkan Bobby-Aulia sebagai pemenang Pilkada 2020 oleh KPU dan dengan penetapan tersebut maka Bobby Sudah resmi menjadi Wali Kota Medan ke depan dan tinggal menunggu tanggal pelantikannya saja,” ujar Sutarto yang merupakan Pengajar S-2 USU tersebut dengan wajah sumringah.

Selanjutnya, Sutarto mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Bobby tersebut dan berharap semoga dia bisa menjalankan roda pemerintahan Kota Medan dengan baik dan membawa Medan lebih maju dan lebih berkah. “Dalam memajukan Kota Medan kita berharap Bobby mampu berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, agar Medan ke depannya bisa lebih baik terutama dalam hal kesejahteraan masyarakat,”  ungkap Alumni Progam Doktoral UINSU tersebut.

Ketika ditanya soal pembicaraan khusus, Sutarto yang merupakan Ketua Prodi S-2, Ilmu Pemerintahan Pasca Sarjana Universitas Darma Agung ini menyatakan, kunjungan Boby bukanlah kunjungan spesial melainkan kunjungan biasa mengingat Bobby juga Merupakan Kader PDI Perjuangan. “Sebenarnya kedatangan Mas Bobby ke Kantor DPD, tidak ada hal khusus, karena Mas Bobby kan Kader PDI Perjuangan, ya sudah tentu kantor ini juga rumah beliau,” pungkas Sutarto sambil tersenyum. (adz)

Srikandi BRI: Perempuan Tangguh Dukung Kewirausahaan Sosial Ekonomi Berkelanjutan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sejatinya, perempuan memiliki peran penting dalam instrumen pembangunan bangsa, mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mengaktualisasikan diri layaknya kaum pria.

Demikian halnya di lingkungan karir maupun dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Indonesia telah banyak melahirkan perempuan-perempuan tangguh yang berprestasi dalam bidangnya, bahkan juga mendapat pengakuan internasional. Namun di sisi lain, tak sedikit perempuan yang masih berjuang meraih kesetaraannya.

Oleh sebab itu, pemberdayaan kaum perempuan menjadi agenda yang penting dalam pembangunan nasional untuk mendukung kemajuan bangsa.

Srikandi BRI, komunitas di bawah naungan Bank Rakyat Indonesia (BRI), mengambil peran memberdayakan perempuan dalam bidang kewirausahaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan untuk menciptakan embrio baru bagi bisnis UMKM dan meningkatkan bisnis secara berkelanjutan.

Komunitas ini menjadi wadah untuk pekerja perempuan BRI Group baik yang masih aktif maupun purna tugas dalam menyalurkan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kapabilitas dan menunjang ekonomi secara berkelanjutan.

“Dari 121 ribu pekerja BRI, sebanyak 47 ribu atau 35,20 persen merupakan perempuan dan 80 persennya adalah generasi milenial. Oleh karena itu, kami mendorong kaum perempuan khususnya pekerja perempuan BRI Group sebagai supporting system dalam mendukung program-program pemberdayaan,” ungkap Catur Budi Harto, Wakil Direktur Utama sekaligus Pembina Srikandi BRI dalam acara deklarasi Srikandi BRI bertajuk Membangun Kapabilitas Srikandi BRI untuk Meningkatkan Ketangguhan pada Kamis (18/02/2021).

“Saya mendukung penuh dan mendorong Srikandi BRI untuk berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Srikandi BRI nantinya menjadi organisasi mandiri dan bersinergi dengan organisasi-organisasi lain dalam menyalurkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tegas Catur.

Retno Wahyuni Wijayanti, Senior Executive Vice President BRI dipercaya sebagai Ketua Umum Srikandi BRI. Dalam kesempatan ini, Retno turut menyampaikan visi dan misi komunitas untuk membangun dan mengembangkan peran serta pekerja perempuan BRI Group dalam kegiatan kewirausahaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan serta melaksanakan kegiatan sesuai minat pekerja perempuan BRI Group yang berfokus pada bidang 3P (pro planet, pro people, dan pro profit) dalam rangka mendukung keberlanjutan perusahaan.

Sejak dibentuk pada 23 April 2020, Srikandi BRI telah melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti, bakti sosial & air bersih di Pasar Bendungan Hilir, pembuatan 400 lubang biopori, pemberdayaan agen BRILink bekerjasama dengan Yayasan Pulo Kambing-Jakarta Timur, penanaman 1000 pohon di Bojonegoro, dan penyaluran bantuan kegiatan layanan terpadu di RW 4 Bendungan Hilir-Jakarta Pusat.

Handayani, Direktur Konsumer BRI yang juga didapuk sebagai Pembina Srikandi BRI turut mendukung komunitas ini untuk terus bergerak maju memberdayakan kaum perempuan dengan mengusung #Perempuanbisa.(*)