Home Blog Page 4018

Pilkada Binjai: Rahman Nilai Lisa-Sapta Lawan Terberat

BERSAMA: Paslon Lisa-Sapta foto bersama dengan simpatisan di Posko Pemenangan Binjai Barat, usai cabut nomor urut.Teddy Akbari/ SUMUT POS.
BERSAMA: Paslon Lisa-Sapta foto bersama dengan simpatisan di Posko Pemenangan Binjai Barat, usai cabut nomor urut.Teddy Akbari/ SUMUT POS.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pasangan calon Rahmat Sorialam Harahap-H Usman Jakfar (Rahman) menilai, pasangan Hj Lisa Andriani Lubis-H Sapta Bangun adalah lawan berat bagi mereka. Pasalnya, Hj Lisa yang saat ini berstatus sebagai istri petahana Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham selama dua periode dinilai lebih populer dan memiliki kelebihan serta banyak kesempatan berinteraksi dengan masyarakat Kota Binjai.

BERSAMA: Paslon Lisa-Sapta foto bersama dengan simpatisan di Posko Pemenangan Binjai Barat, usai cabut nomor urut.Teddy Akbari/ SUMUT POS.
BERSAMA: Paslon Lisa-Sapta foto bersama dengan simpatisan di Posko Pemenangan Binjai Barat, usai cabut nomor urut.Teddy Akbari/ SUMUT POS.

“Dalam politik, semua lawan punya kekuatan dan peluang kesempatan masing-masing. Dari fasilitas, pasti Lisa sebagai inkamben lebih unggul dan berpeluang, dan kesempatan momen itu (Ibu PKK) lebih cenderung masyarakat untuk kenal beliau (Lisa),” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kota Binjai, Agus Supriantono ketika dimintai tanggapannya, kemarin (28/9).

Paslon Rahman diusung Gerindra-PKS dengan jumlah 8 kursi. Meski demikian, kata dia, sejauh ini Tim Rahman solid. Gerindra-PKS memiliki basis partai pada lima kecamatan di Kota Binjai.

Dia mengaku, diutus oleh partai sebagai penanggungjawab untuk bergerak maksimal meraih simpati masyarakat. “Saya juga di tim pemenangan ada Ketua Pak Ajie Karim dan PKS. Kami dari partai terus mengenalkan sosok Rahmat Sori Alam sebagai pendiri Gerindra. Semua punya kesempatan dan peluang, rezeki pertemuan yang punya Yang Kuasa. Tinggal kita lagi berjuang dan berusaha insyaallah ada kesempatan itu,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Binjai ini.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Binjai, Anugerah Putra menambahkan, Rahmat Sorialam saat ini tengah berkegiatan di Jakarta untuk persiapan Pilkada Binjai 2020. Bagi dia, Gerindra-PKS memiliki potensi sebagai kombinasi nasionalis dan religius yang diwakili Ustad Usman Jakfar dari kalangan ulama.

“Tim Rahman berjalan terus bermain senyap. Yang bilang Tim Rahman tidak serius itu salah. Lisa istrinya Pak Wali kuat punya lumbung-lumbung yang lalu. Juliadi juga. Intinya masyarakat sudah pintar dan cerdas memilih,” ujarnya.

Sementara, Ketua Tim Pemenangan Lisa-Sapta, Syarif Sitepu selaku Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Binjai menjelaskan, potensi Lisa Sebagai incumben jadi modal khusus yang tidak dimiliki tim lain. Bagi dia, Lisa selama sembilan tahun sudah berkeliling bersentuhan langsung dengan masyarakat di lima kecamatan.

“Lisa sebagai incumben jadi modal khusus kami, beliau selama sembilan tahun sebagai Ketua PKK pasti lebih mengetahui kebutuhan masyarakat dan anak-anak dengan sentuhan keibuan, dan pemilih perempuan di Kota Binjai lebih banyak dibanding pemilih perempuan,” kata Wakil Ketua DPRD Binjai periode 2019-2024.

Syarif menilai, peran penting Srikandi (kader dan simpatisan perempuan) PDI-Perjuangan Kota Binjai yang merupakan basis loyal. Saat ini, Srikandi punya visi-misi membangun pendidikan, kreatifitas dan kegiatan religius di tengah-tengah masyarakat. (ted/han)

Kala Calon Pilkada Turut Jualan Program Kartu seperti Jokowi, Dinilai Efektif Menarik Suara Pemilih

PROGRAM KARTU: Joko Widodo (Jokowi) menawarkan program Kartu Pra-Kerja kepada masyarakat saat kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.
PROGRAM KARTU: Joko Widodo (Jokowi) menawarkan program Kartu Pra-Kerja kepada masyarakat saat kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sejumlah pasangan calon (apslon) di Pilkada serentak 2020, menjanjikan program bantuan berbasis kartu. Program seperti ini menjadi ciri khas Joko Widodo kala mengikuti kontestasi pemilu.

PROGRAM KARTU: Joko Widodo (Jokowi) menawarkan program Kartu Pra-Kerja kepada masyarakat saat kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.
PROGRAM KARTU: Joko Widodo (Jokowi) menawarkan program Kartu Pra-Kerja kepada masyarakat saat kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.

Di Kota Medan, paslon Akhyar Nasution-Salman Alfarisi menawarkan Kartu Buruh Sejahtera (KBS). Pasangan yang diusung Demokrat dan PKS itu menjamin pangan murah bagi kaum pekerja dengan kartu tersebut.

Program KBS Akhyar-Salman, juga bisa digunakan untuk memanfaatkan fasilitas Rumah Perlindungan Perempuan Pekerja Industri. Program itu memberikan perlindungan kesehatan bagi pekerja informal yang dimudahkan dalam membayar premi BPJS Kesehatan.

Program serupa juga ditawarkan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa Barat (Jabar). Mereka menitipkan Kartu Peduli Umat Melayani Rakyat (PUMR) pada tujuh paslon yang mereka usung.

Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda bilang kartu ini sebagai jaminan kesejahteraan bagi masyarakat Jabar. Masyarakat bisa menuntut janji politik para kepala daerah setelah terpilih. “Jadi melalui Kartu PUMR ini, pengangguran, pedagang kecil, nelayan, guru ngaji, dan lainnya jangan sampai terjebak politik praktis, jangan terjebak politik transaksional,” ujar Huda, Selasa (29/9).

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, tren “menjual kartu” ini tak terlepas dari keberhasilan Joko Widodo dengan sejumlah program bantuan berbasis kartu.

Saat jadi Wali Kota Solo, Jokowi mengusung program kartu pintar untuk pendidikan dan kartu sehat untuk jaminan kesehatan warga tak mampu. Program itu diubah nama jadi Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) saat ia menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Kemudian saat maju di Pilpres 2014, Jokowi mengusung Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Di periode kedua, Jokowi kembali menawarkan Kartu Pra Kerja, KIP, dan Kartu Sembako Murah. “Kemenangan Jokowi di berbagai pemilu sebenarnya banyak faktor, tapi kartu-kartu itu jadi pembeda dari calon yang lain. Nah, keunggulan itu coba diduplikasi calon pilkada untuk meniru kesuksesan,” kata Ujang, Selasa (29/9).

Secara teknis, Ujang menilai program berbasis kartu itu efektif menarik suara di masyarakat. Publik juga bisa memantau eksekusi program bantuan tersebut.

Namun ada sejumlah kekurangan yang melekat pada program bantuan berbasis kartu. Ujang mencontohkan Kartu Prakerja Jokowi yang ramai diprotes karena lambat pencairannya dan sering salah sasaran. “Kartu-kartu Pak Jokowi juga cairnya lama itu, kadang membuat orang gelisah dan jengkel. Itu yang bisa diperbaiki oleh para calon kepala daerah yang menduplikasi,” ucapnya. (cnn)

Setelah Gunakan Produk One More Internasional, Benjolan di Payudara Mulai Mengecil

TESTIMONI: Anita, penderita kanker payudara, menyampaikan testimoni setelah memakai produk One More Internasional, Minggu (27/9).
TESTIMONI: Anita, penderita kanker payudara, menyampaikan testimoni setelah memakai produk One More Internasional, Minggu (27/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anita, wanita berusia 47 tahun, tampak bersemangat ketika diminta naik ke atas panggung untuk memberikan testimoni pada Seminar Terobosan Dunia Kesehatan yang digelar One More International Indonesia di Hotel Saka, Jalan Gagak Hitam (Ringroad) Medan, Minggu (27/9). Meski dihadiri puluhan orang, namun acara ini tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

TESTIMONI: Anita, penderita kanker payudara, menyampaikan testimoni setelah memakai produk One More Internasional, Minggu (27/9).
TESTIMONI: Anita, penderita kanker payudara, menyampaikan testimoni setelah memakai produk One More Internasional, Minggu (27/9).

Anita adalah seorang penderita penyakit Fibroadenoma Mammae atau tumor jinak di payudara. Dia mengaku cukup khawatir dengan penyakitnya itu. Hingga akhirnya ia diperkenalkan dengan produk One More Internasional. “Biasanya kalau saya sudah kecapean, terasa nyeri benjolannya. Tetapi setelah memakai One More selama satu bulan, tidak terasa lagi nyerinya. Bahkan, sepertinya benjolannya juga mengecil,” ungkap Anita dalam testimoninya.

Dia juga mengatakan, adiknya yang perokok berat, juga merasakan manfaat dari produk One More ini. Menurutnya, setelah diberikan produk One More Internasional, adiknya kini berkurang nafsu merokoknya. “Hambar rasa rokoknya, begitu kata adik saya,” pungkas Anita.

Sulkarnain, seorang penderita stroke, juga mengaku sudah merasakan langsung manfaat dari produk One More ini. Sulkarnain mengaku, sudah dua bulan belakangan ini menggunakan produk tersebut. “Setelah kaki saya ditempelkan One More, agak lebih ringan dalam melangkah. Baru ini saja yang saya rasakan. Memang tidak ada yang instan, kita lihatlah dalam satu sampai tiga bulan ke depan,” ungkap Sulkarnain.

Sementara Zul Afri, ketika memaparkan produk knowledge kepada para peserta yang hadir mengatakan, One More Internasional adalah produk kesehatan dan kecantikan yang berasal dari Negara Turki. Produk kesehatan ini menggunakan teknologi transdermal nano gelombang, yaitu suatu sistem pengantaran obat melalui kulit dengan cara ditempelkan, masuk kedalam pori-pori dan akan dialirkan oleh pembuluh darah keseluh tubuh. “Eefeknya akan sangat cepat kepada pasien,” jelas Zul Afri.

Dikatakannya, bagi masyarakat yang ingin tahu lebih lanjut mengenai One More Internasional ini, dapat menghubungi nomor kontak berikut: 0822 7385 8989 dan 0822 8840 8998.(adv)

Soekirman-Ryan Jalani Tes Kesehatan Dua Hari

TES KESEHATAN: Pasangan Soekirman-Ryan foto bersama sebelum melakukan cek kesehatan di RSUP Haji Adam Malik, Selasa (29/9).
TES KESEHATAN: Pasangan Soekirman-Ryan foto bersama sebelum melakukan cek kesehatan di RSUP Haji Adam Malik, Selasa (29/9).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Soekirman dan Tengku M Ryan Novandi, akhirnya menjalani tes pemeriksaan kesehatan di RSUP Haji Adam Malik Medan yang digelar KPU Sergai. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan selama dua hari sejak Senin (28/9) hingga Selasa (29/9).

TES KESEHATAN: Pasangan Soekirman-Ryan foto bersama sebelum melakukan cek kesehatan di RSUP Haji Adam Malik, Selasa (29/9).
TES KESEHATAN: Pasangan Soekirman-Ryan foto bersama sebelum melakukan cek kesehatan di RSUP Haji Adam Malik, Selasa (29/9).

Usai pemeriksaan kesehatan, Soekirman menyampaikan rasa syukurnya. Karenanya sebelumnya, dia terkonfirmasi positif Covid-19 dan kini sudah dinyatakan sembuh pasca test PCR terakhir. “Alhamdulillah. Makanya dari dulu selalu saya anjurkan ikuti protokol kesehatan. Wajar saya sebagai kepala daerah terpapar, karena kegiatan demi pelayanan masyarakat Bukan hanya saya yang positif kan, ada menteri, bupati, gubernur juga, kita ambil hikmahnyalah,” ungkap Soekirman.

Senada disampaikan Tengku M Ryan Novandi. Balon Wabup Sergai ini menyebutkan, test kesehatan yang dilaksanakan adalah tes kesehatan yang menyeluruh mulai dari luar dan dalam. “Cek darah, mulai dari tensi, gula darah, dan macam-macam. Alhamdulillah, angkanya tadi bagus-bagus, tidak ada angka-angka yang offside,” kata Ryan sambil tertawa kecil.

Terpisah, Komisioner KPUD Sergai Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Ardiansyah Hasibuan yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, waktu pemeriksaan kesehatan Soekirman dan Ryan (Beriman-Trendy) berbeda dengan pasangan lainnya, Darma Wijaya dan Adlin Tambunan. Di mana Darma dan Adlin hanya menjalani pemeriksaan kesehatan satu hari saja. “Kalau ini memang dua hari, Senin dan Selasa. Jadwal itu dari Rumah Sakit Adam Malik. Kalau kita hanya mengikuti jadwal dari mereka saja,” terang Ardiansyah.

Ia mengaku, kalau hari pertama pemeriksaan kesehatan khusus untuk psikologi saja. Baru kemudian di hari kedua dilakukan pemeriksaan kesehatan lainnya. Setelah tahapan pemeriksan kesehatan selesai, baru kemudian disebutnya dilakukan penetapan calon. “Kalau untuk tahapan penetapan calon tanggal 5 Oktober nanti. Hal itu sesuai jadwal yang ada, karena sebelumnya kan kita tunda,” kata Ardiansyah.

Hingga saat ini baru ada pasangan Darma Wijaya dan Adlin Tambunan (Dambaan) yang sudah ditetapkan KPU Sergai sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Sergai. Soekirman dan Ryan belum bisa ditetapkan, karena sebelumnya Soekirman menjalani isolasi di rumah sakit karena terpapar virus Covid-19.

/// IDI Sumut Minta Bawaslu Tegas soal Protokol Kesehatan

Masa kampanye Pilkada Serentrak 2020 menjadi atensi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut terkait penerapan protokol kesehatan. Pasalnya, grafik kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumut terus mengalami peningkatan dari hari ke hari hingga saat ini.

Ketua IDI Sumut dr Edy Ardiansyah berharap, para paslon tetap menegaskan pelaksanaan protokol kesehatan saat kampanye berlangsung. “IDI sebenarnya mengatakan tidak, namun dengan adanya keputusan Presiden untuk tetap jalankan Pilkada dengan petunjuk menjalankan protokol kesehatan, kita berharap bahwa para peserta pemilu jalankan itu,” ujar Edy Ardiansyah, Selasa (29/9).

Perihal penerapan protokol kesehatan saat kampanye, IDI Sumut berharap kepada KPU dan Bawaslu agar tetap berkoordinasi dengan pihak pasangan calon bagaimana menjalankan protokol kesehatan tersebut. “Bagaimana nanti KPU membuat peraturan terkait hal tersebut, itulah yang kita lihat,” sambungnya.

Lebih lanjut, dia juga menyampaikan, Bawaslu harus tetap tegas untuk mengedepankan protokol kesehatan agar jangan timbul klaster baru penyebaran Covid-19. Sanksi yang diterima para pelanggar protokol kesehatan merupakan alternatif menjalankan protokol kesehatan di masa kampanye.

“Terkait Pilkada dan masa kampanye ini, seharusnya Bawaslu yang mengedepankan itu, terkait protokol kesehatan saat kampanye ya dan Pilkada nantinya. Kalau terjadi pelanggaran-pelanggaran dalam persyaratan kampanye, Bawaslu yang seharusnya membuat pernyataan,” sambungnya.

Sejumlah alasan yang membuat IDI Sumut merasa khawatir dengan berjalannya kampanye saat ini, misalnya peningkatan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 masih terus berlangsung. “Kalau IDI mengatakan, sekarang pandemi, kalau protokol kesehatan tidak dijalankan maka akan tinggi lagi. Yang dikhawatirkan kan orang yang terjangkit itu makin banyak dan kekuatan tubuh makin kurang, rumah sakit makin tidak ada, gimana lagi rakyat itu akan mendapat pelayanan,” lanjutnya.

Dan bila pandemi Covid-19 masih terus berkepanjangan, rakyat yang bakal menjadi korban di kemudian hari. “Pemerintah pun harus tetap mengedepankan hal ini, kalau meningkat lagi, ini juga kan yang menjadi bahan pemikiran bagi pemerintah di kemudian hari,” ujarnya.

“Yang kita takutkan orang semakin banyak terpapar terus, intinya kampanye bukanlah mengorbankan massa,” pungkasnya. (bbs)

Cuma 10 Orang Anggota DPRD Sumut Tes Swab

TES SWAB Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahman Sibarani (foto atas) dan anggota DPRD Sumut Benny Sihotang (foto kiri), menjalani tes swab di Gedung Dewan, Selasa (29/9). Dari 100 anggota DPRD Sumut, hanya 10 orang yang mengikuti tes swab tersebut.
TES SWAB Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahman Sibarani (foto atas) dan anggota DPRD Sumut Benny Sihotang (foto kiri), menjalani tes swab di Gedung Dewan, Selasa (29/9). Dari 100 anggota DPRD Sumut, hanya 10 orang yang mengikuti tes swab tersebut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gugus Tugas Covid-19 melakukan test swab di lingkungan DPRD Sumut, Selasa (29/9). Sayangnya, tidak banyak anggota DPRD Sumut yang hadir mengikuti tes tersebut. Justru yang antusias mengikuti tes ini staf dan pegawai yang bertugas di DPRD Sumut, Padahal tes tersebut dilakukan karena terpaparnya sejumlah anggota DPRD Sumut.

TES SWAB Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahman Sibarani (foto atas) dan anggota DPRD Sumut Benny Sihotang (foto kiri), menjalani tes swab di Gedung Dewan, Selasa (29/9). Dari 100 anggota DPRD Sumut, hanya 10 orang yang mengikuti tes swab tersebut.
TES SWAB Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahman Sibarani (foto atas) dan anggota DPRD Sumut Benny Sihotang (foto kiri), menjalani tes swab di Gedung Dewan, Selasa (29/9). Dari 100 anggota DPRD Sumut, hanya 10 orang yang mengikuti tes swab tersebut.

Kasubag Umum Sekretariat DPRD Sumut, Muda Sakti Lubis mengatakan, hanya 10 orang dari 100 anggota DPRD Sumut yang bersedia menjalani tes tersebut. “Sekitar 10 orang yang periksa swab, sisanya ada swab mandiri dan bersamaan waktu dengan kegiatan kunjungan kerja,” kata Muda Sakti Lubis kepada wartawan.

Menurutnya, pihak Sekretariat DPRD Sumut sudah memberitahu melalui saluran telepon, surat dan lisan terkait jadwal pemeriksaan swab, namun hingga siang, hanya sejumlah dari mereka yang bersedia diperiksa.

Menurut pantauan Sumut Pos, terlihat Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani, anggota DPRD Sumut seperti Ahmad Hadian, Benny Harianto Sihotang yang ikut memeriksakan bersama puluhan staf dan tenaga honorer. “Yang saya lihat, lebih banyak tenaga honor dan ASN yang tes swab dari para anggota dewan,” imbuh Muda.

Ketika diminta menyebutkan nama-nama dewan yang hadir, Muda mengaku tak melihatnya persis. Namun berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, tercatat hanya 10 orang saja anggota dewan yang ikut swab.

Seorang petugas dari tim Dinas Kesehatan Sumut menyesalkan minimnya anggota dewan yang melakukan swab itu. “Padahal tujuannya untuk kepentingan dan kenyamanan mereka sendiri,” ujarnya.

Seperti diketahui tes swab ini dilakukan berdasarkan surat GTPP Covid-19 Sumut, dengan nomor 414/GTCOVID-19/IX/2020 yang ditujukan kepada ketua DPRD Sumut pada 26 September 2020. Ini dilakukan sehubungan dengan terpaparnya tiga anggota DPRD Sumut usai mengikuti rapat kerja (raker) yang digelar di Balige 16-19 September lalu.

Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting yang dihubungi tidak mengangkat teleponnya. Namun sehari sebelumnya, Senin (28/9), politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, tes ini ditujukan bagi seluruh anggota DPRD Sumut yang belum melakukan tes.

Baskami juga mengakui, ada tiga anggota dewan yang terpapar. Ketiganya berasal dari Fraksi PDI Perjuangan, Demokrat, dan NasDem. Namun Baskami tidak berkenan menyebut nama-nama mereka, kecuali seorang diantaranya Dimas Tri Aji yang kini sudah menjalai isolasi mandiri.

Dimas Tri Aji sendiri membantah dia terpapar covid sepulang dari raker di Balige. “Saya menjalani swab mandiri di salah satu rumah sakit dan hasilnya positif, bukan dari raker Balige,” ujarnya. (prn)

Teks foto

ISTIMEWA

TES SWAB: Salah seorang Anggota DPRD Sumut, Benny Sihotang mengikuti tes swab di lingkungan DPRD Sumut pada Selasa (29/9). Kehadiran para wakil rakyat sangat minim dalam kegiatan tes swab massal tersebut. IST

Hotel Jadi Tempat Isolasi OTG Covid-19 Masih Dievaluasi, Gubsu: Jangan Sampai Mubazir

WAWANCARA: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu, Musa Rajekshah saat diwawancarai.
WAWANCARA: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu, Musa Rajekshah saat diwawancarai.

MEDAN, SUMUTPOS.Co – Pemprov Sumut masih mengevaluasi hotel mana saja yang akan diajukan ke pemerintah pusat sebagai tempat isolasi pasien orang tanpa gejala (OTG) Covid-19, Menurut Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi, jangan sampai nanti hotel-hotel baik bintang II dan III tersebut sudah disewa, justru tidak digunakan.

WAWANCARA: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu, Musa Rajekshah saat diwawancarai.
WAWANCARA: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu, Musa Rajekshah saat diwawancarai.

“Ini nanti kan menjadi mubazir. Karena hotel-hotel yang akan digunakan itu untuk isolasi orang tanpa gejala. Ini yang harus kita cocokkan,” katanya menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Selasa (29/9).

Edy mengatakan, sebelum muncul wacana tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut telah menyiapkan 1.000 ruangan isolasi atau kamar bagi pasien terpapar Covid, namun belum terpenuhi sampai sekarang. “Ya, termasuk Wisma Atlet Sumut (sudah kita siapkan). Jadi ini sedang kita cocokkan dulu,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua BPD PHRI Sumut, Denny S Wardhana mengatakan, saat ini mereka sedang melakukan pendataan dan mengajukan ketersediaan hotel-hotel di Sumatera Utara untuk dijadikan sebagai tempat isolasi bagi pasien (OTG) Covid-19. “Kebutuhan untuk ruang isolasi sekitar 1.100 kamar, direncanakan hotel bintang 2 dan 3 untuk pasien Covid, dan bintang 4 dan 5 untuk tenaga kesehatan, ini masih rencana, tapi sejauh ini masih dalam proses awal, pendataan,” katanya kepada wartawan, Selasa (29/9).

Kalau memang nanti ada yang bersedia, hotel tersebut akan dilakukan verifikasi, baik kelayakan dan fasilitasnya. “Para petugas hotel juga akan dilakukan training, dan hotel tersebut sama sekali tidak menerima tamu dari manapun,” tandasnya.

Sebelumnya, GTPP Covid-19 Kota Medan, mengaku belum mengetahui hotel-hotel berbintang dua dan tiga mana saja di Kota Medan yang bakal dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala ataupun gejala ringan. “Infonya memang sudah dibahas oleh Pemprov Sumut. Tapi kita belum tahu, apakah sudah ditentukan hotelnya atau belum. Lalu kalau sudah, hotel mana saja itu. Itu kita belum tahu,” kata Jubir GTPP Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan kepada Sumut Pos, Minggu (27/9).

Dikatakan dia, pihaknya sangat setuju denga rencana pemerintah pusat untuk menjadikan sejumlah hotel di Medan menjadi tempat isolasi pasien dengan kategori OTG atau pasien dengen gejala ringan. Pasalnya, isolasi mandiri bukanlah solusi bagi pasien yang benar-benar telah terbukti positif Covid-19 dari hasil test swab PCR yang telah dilakukan.

“Karena sebenarnya, isolasi mandiri bagi pasien covid itu tidak benar dan tidak akan sesuai dengan standar perawatan bagi pasien covid itu sendiri. Alhasil, sekarang keluarga justru menjadi klaster-klaster baru yang subur untuk menyebarkan virus ini. Selayaknya, setiap pasien covid itu harus di isolasi ditempat yang sudah disediakan,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap agar pemerintah pusat ataupun daerah dapat menyiapkan aturan yang tegas agar masyarakat dapat patuh dengan adanya ketentuan itu. “Jangan nanti hotelnya sudah disiapkan, tapi nanti pasien covid OTG tidak mau dirawat di hotel dengan berbagai alasan, mulai dari merasa sehat-sehat saja, bisa isolasi mandiri di rumah, tak mau berpisah dengan keluarga dan sebagainya. Ini demi kebaikan kita bersama, semua harus patuh,” katanya.

Wacana pemerintah pusat untuk menjadikan hotel bintang 3 sebagai tempat isolasi tambahan bagi OTG Covid-19, juga mendapat respon positif dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut. PHRI menyatakan siap membantu kebijakan tersebut.

‘Kebijakan menjadikan hotel sebagai tempat isolasi OTG Covid-19 memang masih dalam pembicaraan serius PHRI.Tetapi PHRI yakin, para manajemen hotel di Sumut siap menjalankan program itu,” ungkap Ketua BPD PHRI Sumut, Denny S Wardhana menjawab wartawan di Medan, Selasa (22/9).

Selain membantu pemerintah, Denny tidak menampik program itu dapat membantu manajemen hotel meningkatkan hunian hotel yang terpuruk di tengah pandemi Covid-19. Di mana sejak pandemi, tingkat hunian hotel berbintang di Medan hanya sekitar 20 persen. Dampaknya, perusahaan masih tetap merumahkan sebagian karyawan. (prn)

Teks foto

PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

WAWANCARA: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu, Musa Rajekshah saat diwawancarai wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jl. Sudirman Medan, Selasa (29/9).

Penyekatan Nias Bisa Diperpanjang jika Setelah 14 Hari Penyebaran Covid-19 Tak Berkurang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyatakan, penyekatan Kepulauan Nias akan diperpanjang jika setelah 14 hari nanti, justru angka orang yang terpapar korona di sana semakin bertambah.

“Kita berharap (melalui penyekatan) benar-benar teratasi. Baik orang-orang yang terkonfirmasi dan pasien bisa penyembuhan maksimal. Kita lihat dulu, jika itu tidak terselesaikan kita perpanjang,” katanya menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jl. Sudirman Medan, Selasa (29/9)n

Ia mengungkapkan, hingga kemarin tingkat penyembuhan pasien Covid-19 Sumut sudah mencapai 64 persen. Sedangkan dari skala nasional, pada kategori itu sudah mencapai 73 persen. “Ini yang kita berusaha kejar tingkat penyembuhan itu,” katanya.

Edy juga mengatakan, melalui penyekatan Kepulauan Nias yang sudah berjalan satu minggu ini, telah terjadi penurunan kasus positif Covid-19 di wilayah dimaksud. “Sangat menurun. Kemarin (Senin) hanya 83 orang yang kena dari minggu yang lalu itu 200 orang. Begitu drastisnya (di Nias) itu turun,” pungkasnya.

Komandan Satuan Tugas Khusus Penanganan Covid-19 Kepulauan Nias, Kolonel Inf Fabriel Buyung Sikumbang, sebelumnya juga menyampaikan hal senada. Kata dia, dari 106 kasus positif covid sebelum penyekatan dilakukan, terungkap 54 orang dinyatakan negatif berdasarkan hasil rapid dan swab test.

“Waktu kami memulai operasi ini, sudah pegang data pasien yang terpapar di Nias baik hasil swab ataupun hasil rapid positif. Sampai sekarang sudah dilakukan untuk 299 orang (swab dan rapid), dan hasil yang keluar sekitar 54 orang (negatif),” ujarnya menjawab wartawan, Senin (28/9).

Hingga kini penyekatan Kepulauan Nias masih berjalan baik melalui jalur udara dan laut. Setiap penumpang melalui kedua jalur itu, wajib menunjukkan surat keterangan hasil swab covid negatif. “Ya, sejauh ini saya melihat masyarakat masih mematuhi aturan itu. Baik penumpang dari laut maupun udara, mereka semua menyertakan surat bebas covid melalui swab tersebut,” ujarnya.

Begitupun dengan pengiriman logistik, kata Fabriel, sejauh ini tidak ada masalah. Contoh dari Sibolga masuk ke Nias, meski loading barang masuk ke kapal namun sopir tidak ikut masuk. “Jadi tidak ada kendala dan hambatan apapun untuk jalur pengiriman logistik yang masuk ke Nias,” katanya.

Isolasi terhadap penumpang setelah diperiksa terbukti terpapar covid pun, tetap diberlakukan pihaknya. Termasuk bagi penumpang yang coba mencuri-curi dengan tidak membawa hasil swab negatif covid. “Namun sejauh ini tidak ada. Sejauh mereka membawa surat swab, berarti tidak ada namun tetap kami karantina. Tetapi ada juga yang mencoba mencuri-curi masuk tidak membawa surat swab. Ini yang kita lakukan pemeriksaan,” katanya.

Bahkan mengenai jumlah yang terpapar Covid-19 sejak isolasi Nias diberlakukan, ia mengamini tidak terlalu banyak. Sebab sejak penyekatan juga dilakukan, mobilisasi orang ke Nias tidak terlalu banyak. Pihaknya menilai, orang juga sudah membatasi perjalanan sejak kebijakan dimaksud diterapkan di Nias. “Waktu mereka di swab, mereka kita karantina. Jika nanti hasilnya sudah keluar dan negatif, kami akan kembalikan ke rumah mereka masing-masing. Dan untuk kamar atau ruangan isolasi, tetap dipakai. Sebab tidak hanya untuk pasien positif, juga yang sudah di swab sampai menunggu hasilnya,” ujarnya.

Sedangkan mengenai bantuan alat-alat PCR di RSUD Gunung Sitoli, imbuh dia beberapa alat sudah dikirim ke RS tersebut. “Tapi saya belum cek lagi ke sana alat apa saja yang sudah sampai itu,” pungkasnya.

Nias Barat Zona Kuning, Nias Utara Masih Oranye

Pemerintah Pusat mengumumkan daerah yang berhasil menekan risiko penularan Corona (Covid-19), yakni dari zona oranye ke zona kuning. Dilaporkan, ada 29 kabupaten/kota yang berhasil turun ke zona kuning, satu diantaranya Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumut. “Ada 29 kabupaten/kota yang berhasil menurunkan risikonya dari zona oranye ke zona kuning, ,” kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, Selasa (29/9).

Wiku mengatakan pada minggu lalu, Satgas Covid-19 juga mengingatkan 10 kabupaten/kota yang hampir menekan tingkat risiko penyebaran Corona ke tingkat sedang (zona kuning). Namun hanya dua kabupaten/kota yang berhasil. “Kami apresiasi kepada Puncak Jaya Papua dan Lampung Utara yang berhasil menekan risiko penularan sehingga berpindah ke zona kuning. Mohon ini dipertahankan, dan ada delapan kabupaten/kota yang minggu lalu kami sebutkan, namun belum dapat menurunkan risiko penularannya dari zona oranye ke zona kuning,” kata Wiku.

Delapan daerah yang dimaksud adalah Nias Utara (Sumut), Mebrat (Papua Barat), Halmahera Barat (Maluku Utara), Bulukumba (Sulawesi Selatan), Minahasa Tenggara (Sulawesi Utara), Sukamara (Kalimantan Tengah), Yalimo (Papua), dan Sinjai (Sulawesi Selatan).

“Mohon agar daerah ini agar dapat meningkatkan penanganan COVID-nya, dan sekali lagi tolong berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kemenkes dan Satgas COVID-19 agar mendapat bantuan dalam rangka meningkatkan zonasinya menjadi lebih baik,” ungkapnya. (prn/dtc)

Sidang Korupsi Pembelian Surat Berharga Bank Sumut: Memo Petinggi Tidak Dikroscek

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lima saksi dari Bank Sumut dihadirkan dalam kasus korupsi pembelian surat berharga Medium Term Notes (MTN) milik PT SNP senilai Rp202 miliar. Mereka memberikan kesaksian untuk terdakwa Andri Irvandi selaku Direktur Capital Market MNC Sekuritas dan Maulana Akhyar Lubis selaku Pemimpin Divisi Treasury, di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (28/9).

Kelima saksi di antaranya, Nelson Hutapea selaku Kepala Divisi Treasury, Nurul Aulia selaku Pemimpin Bidang Global Market, Samuel Surbakti selaku Pemimpin Divisi Operasional, Handa Suryana dan Nico Syhenan.

Saksi Nelson Hutapea mengatakan, bermula dari adanya rekomendasi petinggi di Bank Sumut soal rencana pembelian MTN milik PT SNP Finance. Fakta terungkap di persidangan, memorandum (rencana pembelian MTN milik PT SNP Finance) sebelumnya diminta Divisi Treasury ke Divisi Kredit. Divisi Kredit kemudian membuat issuer limit (batas maksimal pemberian kredit). 

Data issuer limit kemudian disetujui oleh Direktur Bisnis dan Syariah PT Bank Sumut, Jefri dan akhirnya disetujui Direktur Utama (Dirut) ketika itu, Edi Ritzlianto.

“Ada dilakukan analisis korporasi atas kondisi keuangan PT SNP Finance. Waktu itu kami terima datanya lewat softcopy. Dari data itu ada disebutkan PT SNP masih memiliki aset di bank. Namun Divisi Treasury tidak memiliki kewenangan menyimpulkan apakah PT Bank Sumut layak atau tidak ditanamkan investasi,” katanya.

Kemudian, kata saksi, memorandum ke Divisi Kredit, tertanggal 30 Oktober 2017 dan tertanggal 26 Februari 2018. Divisi Kredit ketika itu memberikan data pemberian kredit maksimal dalam pembelian MTN milik PT SNP Finance di tahun 2017 sebesar Rp539 miliar. ”Di tahun 2018 sebesar Rp52,5 miliar. Data itu, selanjutnya kami diteruskan ke Divisi Bisnis dan Syariah PT Bank Sumut,” sebut saksi Nelson. 

Hal senada seputar perjalan memorandum tersebut, juga dibenarkan saksi Handa Suryana. “Data keuangan MTN milik SNP Finance hanya berupa dokumen softcopy. Tidak dilakukan kroscek data ke PT SNP Finance maupun pihak terkait lainnya,” katanya. 

Usai mendengarkan keterangan para saksi, majelis hakim diketuai Sri Wahyuni Batubara menunda persidangan. Mengutip surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Robertson Pakpahan, perkara ini bermula dari Saksi Leo Chandra mendirikan PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP). 

Pada sekitar tahun 2017, PT SNP mengalami kekurangan dalam keuangan, yang terlihat dari cash flow, atau cash out flow, terlihat pergerakan cash in flow lebih kecil dari uang yang keluar. Sehingga, PT SNP memerlukan tambahan dana operasional, maka diambil sikap untuk menjual surat berharga berupa Medium Term Notes (MTN).

Perbuatan terdakwa merugikan keuangan negara atau Perekonomian Negara, sebesar Rp202.072.450.000,00 atau setidak-tidaknya sejumlah itu dengan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut.(man/azw) 

Perbuatan terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat 1 UU No 8 Tahun 2010 atau dakwaan subsider dengan Pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang. (man)

Foto: Empat dari 5 saksi memberikan keterangan dalam kasus korupsi pembelian surat berharga Bank Sumut, Senin (28/9).

Polda Sumut Musnahkan Barang Bukti, Sabu 1,8 Kg Diblender, Dibuang ke Parit

Pemusnahan Narkoba: Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, PJU, Bid Labfor Polda Sumut serta pihak Kejati Sumut melaksanakan pemusnahan barang bukti narkoba sabu, ekstasi dan ganja, di Halaman Mako Ditresnarkoba Polda Sumut, Senin (28/9.
Pemusnahan Narkoba: Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, PJU, Bid Labfor Polda Sumut serta pihak Kejati Sumut melaksanakan pemusnahan barang bukti narkoba sabu, ekstasi dan ganja, di Halaman Mako Ditresnarkoba Polda Sumut, Senin (28/9.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditresnarkoba Polda Sumut) melakukan pemusnahan barang bukti narkoba, yakni 1,8 kilogram (kg) sabu,172 butir ekstasi dan 734 gram ganja. Pemusnahan dilakukan di Halaman Mako Ditresnarkoba Polda Sumut, Senin (28/9) sore.

Pemusnahan Narkoba: Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, PJU, Bid Labfor Polda Sumut serta pihak Kejati Sumut melaksanakan pemusnahan barang bukti narkoba sabu, ekstasi dan ganja,  di Halaman Mako Ditresnarkoba Polda Sumut, Senin  (28/9.
Pemusnahan Narkoba: Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, PJU, Bid Labfor Polda Sumut serta pihak Kejati Sumut melaksanakan pemusnahan barang bukti narkoba sabu, ekstasi dan ganja, di Halaman Mako Ditresnarkoba Polda Sumut, Senin (28/9.

Kegiatan pemusnahan dihadiri Direktur Resnarkoba Polda Sumut, Kombes Robert Da Costa SIK diwakili Wakil Direktur, Kabid Labfor Polda Sumut, Prodeo/Penasehat hukum tersangka, mewakili Kejaksaan Tinggi Sumut dan Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Donald Simanjuntak.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Robert Da Costa SIK kepada wartawan menjelaskan, pemusnahan barang bukti narkoba ini meliputi 13 kasus dan sebanyak 18 tersangka.

Ia menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan antara lain 1.819,23 gram sabu, 172 butir ekstasi, dan 734 gram ganja. Sebelum dimusnahkan barang bukti tersebut sudah dilakukan proses pengujian oleh Bid Labfor Polda Sumut.

Dikatakannya, pemusnahan narkotika sabu dan ekstasi dilakukan dengan cara diblender dan direbus dicampur air, lalu dibuang ke selokan parit, sedangkan narkotika jenis ganja dibakar.

“Masyarakat yang diselamatkan dari jumlah barang bukti yang dimusnahkan sebanyak sembilan belas ribu seratus enam orang.

Para tersangka melanggar Pasal 112 ayat (2) atau pasal 111 ayat (2) Subs Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati dan penjara seumur hidup,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Komplotan Maling Modus ‘Becak Hantu’ Ditangkap, Satu Ditembak Polrestabes Medan

Ilustrasi/Maling

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Enam orang, komplotan maling dengan modus becak hantu diringkus Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan dari tiga lokasi berbeda baru-baru ini. Dari enam orang tersebut, satu di antaranya diberikan tindakan tegas atau ditembak kakinya karena melakukan perlawanan.

Ilustrasi/Maling

Keenam komplotan maling tersebut berinsial IP (31) warga Jalan Karya Gang Kartini, Medan, ASP alias Toni (17) warga Jalan Elang Ujung II Mandala, A alias Lulu (21) warga Pasar I Tambak Rejo Tembung. Sedangkan tiga orang lagi yang merupakan wanita berinisial HP (28) dan MIP (19) warga Jalan Elang II Mandala, serta LS (40) warga Jalan Asrama Kodam, Sunggal.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing melalui Kanit Pidum Iptu Ardian Yunnan Saputra mengatakan, komplotan maling ini melancarkan aksi pencurian dengan cara menaiki becak motor (betor). Modus mereka dengan berpura-pura mencari barang atau makanan bekas untuk pakan hewan ternak. “Aksi mereka terekam CCTV dan viral di media sosial,” ungkap Yunnan kepada wartawan, Selasa (29/9).

Dijelaskan Yunnan, pengungkapan ini berawal dari penangkapan pasangan IP dan MIP seputar Jalan Sidorukun, Medan Timur, Sabtu (26/9) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Dari keduanya, petugas mengamankan barang bukti baterai genset milik kampus AMIK MBP di Jalan Jamin Ginting, Medan.

Berselang beberapa jam kemudian, petugas menangkap Lulu di seputaran Pasar I Tambak Rejo, Tembung, Deliserdang. Penangkapan tersebut terkait pencurian sepeda motor. Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terhadap Lulu dengan menembak kakinya karena melawan. “Selanjutnya, petugas kemudian melakukan pengembangan dan membekuk tiga tersangka lainnya, Toni, HP, dan LS sekitar Pasar 8 Helvetia, Labuhan Deli,” terang Yunnan.

Lebih lanjut Yunnan mengatakan, dari keenam pelaku ini, Lulu, Toni, HP dan LS merupakan residivis kasus yang sama. Padahal, keempatnya baru keluar dari penjara tapi berulah lagi.

Polisi pun melakukan pemetaan terhadap lokasi komplotan ini beraksi. Sasaran mereka sepeda motor, meteran air, baterai genset dan lainnya. Hasil curian tersebut mereka larikan atau naikkan ke atas becak motor.

Dari pengakuan para tersangka, mereka beraksi sejumlah di lokasi, yaitu di kawasan Laut Dendang, Jalan Besar Tembung, Jalan Jamin Ginting Padang Bulan, Jalan Sisingamangaraja, Fly Over Amplas, Jalan Mandala By Pass, Jalan AR Hakim, Jalan Denai dan lainnya. “Para pelaku ini sudah beraksi 18 kali,” bebernya.

Ia menambahkan, dari para tersangka diamankan barang bukti 2 kunci letter Y, 2 unit kunci letter L, 6 anak kunci T, 1 magnet kunci, 4 unit handphone. Kemudian, 1 unit gunting potong, 2 jaket, 1 rice cooker, rekaman CCTV dari media sosial (medsos). Selanjutnya, 1 unit betor, 2 baterai basah, 1 unit tabung gas, 2 obeng, dan lainnya. “Para pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (ris/azw)