Home Blog Page 4027

Pedagang Pasar Melati Di-Rapid Test, 5 Reaktif

RAPID TEST Sekitar 120 orang pedagang Padajk Melati, Medan Tuntungan, mengikuti rapid test, Rabu (23/9) pascameninggalnya seorang pedagang di sana terpapar Covid-19. Sebanyak 6 pedagang diketahui reaktif.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pascameninggalnya seorang pedagang sayur yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pasar Melati, Medan Tuntungan, para pedagang di pasar tersebut dan masyarakat yang kontak erat dengan si pedanga, mengikuti pemeriksaan tes cepat atau rapid test, Rabu (23/9).

RAPID TEST Sekitar 120 orang pedagang Padajk Melati, Medan Tuntungan, mengikuti rapid test, Rabu (23/9) pascameninggalnya seorang pedagang di sana terpapar Covid-19. Sebanyak 6 pedagang diketahui reaktif.

Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting, mengatakan, sekitar 120 pedagang dan masyarakat yang menjalani rapid test. Hasilnya, terdapat beberapa orang yang reaktif. “Dari seratusan orang yang dilakukan rapid test, 5 orang di antaranya reaktif,” ujar Topan yang dihubungi, Rabu (23/9) malam.

Kelima orang yang reaktif tersebut rencananya akan menjalani pemeriksaan swab dan isolasi mandiri sementara waktu selama 14 hari ke depan. “Mereka juga dipantau kondisi kesehatannya selama masa isolasi mandiri tersebut. Kita doakan hasil dari pemeriksaan swab terhadap mereka negatif,” ungkap Topan.

Diutarakan dia, pelaksanaan kegiatan tes cepat Covid-19 ini dilakukan bekerjasama dengan Puskesmas Medan Tuntungan. Rapid test Covid-19 ini hanya berlangsung satu hari saja dan ditargetkan diikuti seluruh pedagang. Namun, apabila ada pedagang yang tidak hadir maka akan dijadwalkan pada hari berikutnya. “Sudah kita sampaikan sehari sebelumnya melalui pengelola pasar agar dihadirkan pedagang,” ujarnya.

Topan menuturkan, jumlah rapid test tidak dibatasi karena ketersediaan alat tidak dibatasi. Apalagi, di pasar tersebut setiap harinya selalu ramai. “Seberapa masyarakat (pedagang) yang datang, tidak kita batasi,” ucapnya.

Ia mengakui, banyak pedagang yang enggan dan takut untuk mengikuti rapid test tersebut sehingga belum datang. Karena itu, diupayakan untuk hadir dan ikut demi pencegahan penularan Covid-19. “Kita upayakan agar pedagang hadir dan melakukan rapid test, sehingga ditunggu sampai sore hari. Dengan begitu, bisa dideteksi secara dini apakah terpapar atau tidak,” sebut Topan.

Bagi pedagang atau masyarakat yang belum menjalani rapid test, disarankan datang ke Puskesmas Medan Tuntungan untuk menjalani pemeriksaan tes cepat Covid-19. Selain itu, diimbau kepada pedagang blok sayur dan daging untuk menghentikan sementara aktivitas jual beli mereka. “Kami sudah imbau agar aktivitas jual beli dihentikan sementara, khususnya yang di sekitar lapak pedagang yang meninggal. Sedangkan lapak jaraknya cukup jauh silakan berjualan,” tambahnya. (ris)

Covid-19 Sumut Didominasi Usia Produktif

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penderita aktif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) melebihi angka nasional dari sisi persentase. Namun secara jumlah masih lebih rendah. Berdasarkan jenis kelamin, kasus positif didominasi kelompok perempuan. Sedangkan untuk kelompok umur, paling banyak usia produktif.

Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut tertanggal 22 September, penderita aktif di Sumut mencapai 35,7 persen atau 3.412 orang dari total 9.566 kasus konfirmasi Covid-19. Sedangkan angka nasional 23,2 persen atau 58.788 orang dari total 252.923 kasus.

Untuk kasus sembuh, Sumut 60,1 persen (5.751 orang). Angka lebih rendah dibanding nasional yang mencapai 72,9 persen (184.298). Sementara kasus meninggal dunia, Sumut 4,2 persen (403 orang). Persentase tersebut sedikit lebih tinggi dengan nasional 3,9 persen (9.837)n

“Berdasarkan jenis kelamin kasus positif Covid-19 Sumut didominasi kelompok perempuan dengan persentase 49,98 persen. Sedangkan laki-laki 49,57 persen. Untuk kelompok umur, kasus positif Covid-19 paling banyak usia produktif dan berpotensi menjadi carrier Covid-19 bagi kelompok rentan. Antara lain, usia 31-45 tahun (31,38 persen), 46-59 tahun (24,27 persen), 19-30 tahun (22,96 persen), di atas 59 tahun (11,59 persen), 0-5 tahun (6,13 persen), dan di bawah 0 tahun (1,85 persen),” ungkap Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Rabu (23/9).

Dari keseluruhan kasus Covid-19 tersebut berdasarkan kabupaten/kota mayoritas di kawasan Medan, Binjai, dan Deliserdang (Mebidang) dengan jumlah 6.894 kasus atau sebesar 72,07 persen. Selanjutnya, Simalungun Raya berjumlah 464 kasus atau sebesar 4,85 persen, dan Kepulauan Nias 151 kasus atau sebesar 1,58 persen.

“Ada 10 wilayah dengan jumlah kasus aktif tertinggi, di antaranya Medan 1.767 orang, Deliserdang 368 orang, Binjai 75 orang, Mandailing Natal 71 orang, Gunungsitoli 69 orang, Pematangsiantar 64 orang, Karo 59 orang, Asahan 49 orang, Sibolga 47 orang, dan Serdang Bedagai 41 orang,” sebut Aris.

Rata-rata jumlah kasus positif per hari dalam 14 hari terakhir sebesar 123,86. Kasus harian tertinggi tercatat pada tanggal 15 September dengan jumlah 249 orang. “Kasus kematian Covid-19 Sumut dengan jumlah 403 orang, laki-laki paling banyak sebesar 65,51 persen. Sementara perempuan 34,49 persen. Untuk kelompok umur, didominasi usia di atas 45 tahun 79,15 persen. Sedangkan di bawah usia 45 tahun 20,85 persen,” paparnya.

Nakes Perawat Terbanyak

Terkait jumlah tenaga kesehatan (nakes) dan non nakes yang terkonfirmasi Covid-19 di Sumut, sambung Aris, data hingga 15 September terbanyak perawat dengan jumlah 416 orang. Kemudian, dokter 158 orang, bidan 55 orang, nakes lainnya 126 orang, dan non nakes 95 orang.

Dari pemetaan zonasi risiko Covid-19 berdasarkan kabupaten/kota di Sumut (kondisi 13 September), ada beberapa wilayah yang masuk kategori tinggi, sedang, dan rendah. Bahkan, ada juga yang tidak terdampak. Pemetaan ini berdasarkan perhitungan indikator kesehatan masyarakat, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

“Risiko tinggi 4 wilayah, (Medan, Deli Serdang, Mandailing Natal, dan Sibolga), risiko sedang 27 wilayah, (Pakpak Barat, Samosir, Nias Barat, Tapteng dan lainnya), risiko rendah 1 wilayah (Nias Utara), dan tidak terdampak 1 wilayah (Nias),” bebernya.

Dengan kondisi tersebut, tambah Aris, diharapkan peran serta masyarakat untuk bersatu bersama-sama melawan Covid-19. “Caranya dengan tetap patuh terhadap protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, olahraga, istirahat cukup, tidak panik, dan makan makanan bergizi,” tukasnya.

Penambahan Kasus Mulai Flat

GTPP Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) mengklaim, penambahan kasus konfirmasi Covid-19 yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mulai menunjukan tren secara flat (datar). Namun begitu, masih tetap terjadi peningkatan tetapi penambahan kasusnya tidak lagi sampai melampaui angka 100 orang per hari.

“Mulai flat, semoga segera selesai Covid-19 ini,” ungkap Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah, Rabu (23/9).

Aris menyebutkan, tercatat penambahan kasus konfirmasi hanya sebanyak 87 orang. Untuk total kasus konfirmasi Covid-19 saat ini ada sebanyak 9.653 kasus. “Lebih banyak angka kesembuhan yang kita dapatkan, yakni 115 orang. Sehingga total keseluruhan penderita yang sembuh sudah mencapai 5.866 orang,” sebutnya.

Namun, lanjut Aris, angka kematian Covid-19 tetap masih didapatkan. Sebanyak 5 pasien Covid-19 kembali menjadi korban, sehingga akumulasinya kini menjadi 408 orang. “Kasus suspek bertambah 18 kasus menjadi 942 orang. Untuk spesimen, sudah ada 77.282 sampel yang diperiksa,” pungkasnya. (ris)

Pakpak Bharat Diterpa Hujan Es

Petani Harapkan Perhatian Pemerintah

TAMBA TINENDUNG/SUMUT POS
RUSAK PARAH: Tanamam jagung petani Desa Singgabur, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bhara, rusak parah akibat terjangan angin puting beliung dan hujan es, Selasa (22/9).

PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO-Bencana hujan es dan angin puting beliung menerjang Desa Singgabar dan Desa Ulumerah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat, Selasa (22/9) sore, sekira pukul 16.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam ini. Namun dampak yang disebabkan, bukan hanya merusak puluhan atap rumah masyarakat setempat, hujan deras yang disertai butiran-butiran es tersebut, meluluhlantakkan tanaman para petani, seperti jagung, cabai, padi, dan beberapa jenis tanaman lainnya.

Masyarakat setempat terdampak bencana, yang merupakan mayoritas petani, berharap banyak kepada Pemkab Pakpak Bharat, dalam hal ini Dinas Pertanian. Mereka berharap pemerintah setempat memberikan perhatian khusus kepada puluhan warga yang terkena dampak bencana.

Seperti yang di sampaikan Agus Berutu, warga Desa Singgabur, bersama beberapa rekannya, meminta Dinas Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat agar dapat membantu ekonomi masyarakat. Sebab sumber utama pendapatan yang diharapkan dari hasil pertanian, telah hancur dan rusak parah akibat hujan es serta angin putingbeliung yang menerpa wilayah tersebut.

“Kami sangat berharap banyak kepada Dinas Pertanian. Karena bibit jagung yang dulu diberikan, belum sempat dipanen sudah habis di terjang angin. Kami bingung dari mana mendapatkan modal lagi untuk bertani,” ungkap Agus di lokasi bencana, Rabu (23/9).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat, Sunardi mengatakan, pihaknya langsung turun ke lokasi dan sedang melakukan pendataan, namun belum selesai.

“Kami sedang mendata, biar diketahui tanaman apa saja yang rusak, dan siapa-siapa saja pemiliknya, serta luasnya berapa. Setelah itu, diperkirakan berapa kerugiannya. Tapi kami belum selesai (mendata). Masih hujan,” tuturnya.

Namun dia mengaku, sudah mendapat data global tanaman petani yang rusak akibat bencana tersebut, dari Koordinator Pengamat Hama dan Penyakit Tanaman.

“Kami sudah dapat data global. Hanya saja, belum mendapat data pemilik secara akurat,” imbuh Sunardi.

Ditanya bantuan apa kira-kira yang bakal diberikan kepada petani, usai didata? Sunardi mengatakan, data tersebut akan dikirim ke Dinas Pertanian Provinsi Sumut.

“Kalau sudah selesai didata, maka akan kami kirim ke Dinas Pertanian Sumut. Mengenai bantuan apa yang bakal didistribusikan, kami belum tau. Tapi kami (Dinas Pertanian Pakpak Bharat), yang bisa dialokasikan dari anggaran hanya untuk tanaman cabe seluas 3 hektare. Hanya itu yang bisa kami usahakan sesuai anggaran yang ada,” bebernya lagi.

Pantauan wartawan di lokasi bencana, tampak bantuan terus berdatangan, baik dari Pemkab Pakpak Bharat, juga dari para pihak swasta. Berbagai bantuaan berupa sembako dan bahan kebutuhan sehari-hari, nampak dibagikan kepada masyarakat korban bencana di daerah tersebut. (tam/saz)

Teknologi Plasmacluster Lulus Uji Coba Turunkan Risiko Penularan SARS-CoV-2

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Dalam sebuah acara yang dilakukan di Jenewa beberapa waktu lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bukti yang muncul tentang penyebaran virus corona jenis SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 melalui airborne atau udara. Walaupun belum dapat dipastikan secara valid, namun kemungkinan penyebaran ini tetap dapat terjadi jika keadaan lingkungan mendukung terhadap perkembangan virus tersebut, misalnya kualitas udara yang buruk akibat sirkulasi udara yang tidak baik .

Melalui kegiatan webinar yang diselenggarakan pada Selasa (22/9),  PT Sharp Electronics Indonesia  mengumumkan temuan baru terhadap kemampuan teknologi Plasmacluster yang telah lolos uji adalam menurunkan risiko penularan Novel Coronavirus (SARS-CoV-2) melalui udara  pertama di dunia. “ Ini merupakan kontribusi yang dapat dilakukan oleh Sharp dalam membantu menjaga kesehatan konsumen setianya di seluruh dunia”, ungkap Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.

Sharp Corporation bersama dengan Profesor Jiro Yasuda dari Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Institute of Tropical Medicine, Universitas Nagasaki,Professor Asuka Nanbo (anggota Dewan Perkumpulan Virologi Jepang) Universitas Nagasaki, dan Profesor Hironori Yoshiyama dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Shimane (juga anggota Dewan institusi yang dihormati secara internasional dalam penelitian penyakit menular di Jepang   untuk pertama kalinya di dunia melakukan penelitian virus corona baru (SARS-CoV-2)melalui  perangkat uji virus yang dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster dari Sharp. Dalam penelitian ini virus corona baru (SARS-CoV-2)yang melayang di udara disinari oleh ion Plasmaclusterselama sekitar 30 detik *3, hasilnya menunjukan bahwa titer infeksi virus *4 dapat berkurang lebih dari 90%.

Pada bulan Desember 2019 lalu, wabah “penyakit Coronavirus 2019 (Covid-19)” yang disebabkan oleh virus corona baru (SARS-CoV-2) mulai tersebar, dan pada Agustus 2020, lebih dari 25 juta orang telah terinfeksi SARS-CoV- 2 dan lebih dari 840.000 orang di dunia meninggal karena penyakit menular ini *5. Wabah ini telah menjadi pandemic global dimana tindakan penanggulangan guna melakukan  pencegahan di berbagai bidang harus segera dilakukan.

Pada tahun 2004, Sharp sudah membuktikan keefektifan dari teknologi Plasmacluster terhadap virus corona yang menyebar melalui kucing, anggota keluarga Coronaviridae *6. Pada tahun berikutnya, ditahun  2005, kembali Sharp membuktikan  keefektifannya terhadap virus asli SARS coronavirus * 7 (SARS-CoV), yang menyebabkan wabah (2002-2003) dan secara genetik mirip dengan novel coronavirus (SARS-CoV-2). Dan di tahun 2020 Sharp telah memastikan bahwa Ion Plasmacluster yang dimilikinya juga efektif melawan “virus korona baru”(SARS-CoV-2) yang mengambang di udara.

Sejak tahun 2000, Sharp telah mempromosikan ‘Pemasaran Akademik’ *8 guna membuktikan  keefektifan teknologi Plasmacluster dengan bekerja sama dengan tiga puluh lembaga penelitian  independen  pihak ketiga di delapan negara dunia. Sejauh ini, banyak lembaga penelitian independen yang bekerjasama dengan Sharp telah membuktikan secara klinis kemampuan Plasmacluster  dalam menekan aktivitas zat berbahaya termasuk virus influenza pandemi baru, bakteri yang resistan terhadap obat, dan alergen tungau, serta mengurangi tingkat peradangan bronkial *9 pada anak-anak penderita asma. Pada saat yang sama, keamanan ion Plasmacluster juga telah dikonfirmasi * 10 oleh lembaga penelitian terhadap tubuh manusia. “Kedepannya, Sharp akan terus berkontribusi kepada kesehatan masyarakat dengan melakukan berbagai penelitian dengan memverifikasiberbagai aplikasi teknologi Plasmaclusterguna menunjukkan keefektifan Ion Plasmacluster bagi kesehatan masyarakat dunia”, ungkap Hiromasa Okajima – SAS Global Plasmacluster Equipment Product Planning Division General Manager”.

Dr. Jiro Yasuda, Profesor, Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Universitas Nagasaki  selaku kepala dalam penelitian ini menyatakan “Penggunaan disinfektan seperti alkohol dan deterjen (surfaktan) sangat efektif untuk penanggulangan virus yang melekat (adhesive), namun belum ada penanggulangan efektif untuk mengurangi risiko infeksi yang dimediasi oleh aerosol (mikrodroplet) selain memakai masker, namundengan penelitian ini dapat dipastikanjika teknologi Plasmaclusterterbukti dapat menonaktifkan virus corona jenis baru yang tersuspensi di udara, sehingga diharapkan dapat menurunkan resiko terinfeksi virus  tidak hanya di rumah, perkantoran, kendaraan, tetapi juga di ruang fisik seperti institusi medis. (rel/ram)

Kasus Korupsi UINSU: Pekan Ini, Poldasu Panggil Tersangka

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Penerangan Masyarakat (Penmas) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) AKBP MP Nainggolan mengatakan, pemanggilan dua tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Islam Sumatera Utara (UINSU) tahun Ajaran 2018, akan dijadwalkan ulang pada Minggu ini. Hal itu dikatakannya kepada Sumut Pos, saat ditemui di ruangannya, di Mapolda Sumut, Rabu (23/9).

“Saat ini masih satu orang yang diperiksa dari 3 tersangka. Dan untuk pemanggilan dua tersangka lagi, dijadwalkan ulang minggu ini,” ujarnya singkat. Saat disinggung satu nama tersangka yang sudah diperiksa dan dua nama lainnya yang belum diperiksa, Nainggolan enggan berkomentar lebih jauh.

Sebelumnya, dua tersangka diduga koruptor dana pembangunan Universitas Islam Negeri Sumut (UINSU) mangkir setelah dipanggil penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktoriat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, pada Rabu (16/9) lalu.

“Iya, mereka sudah dipanggil untuk diperiksa, namun tidak datang,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Rabu (16/9) malam, saat dikonfirmasi melalui tèlepon selulernya.

Mantan Kapolres Nias Selatan ini menyebutkan, kedua tersangka secara resmi sudah dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Tipikor Polda Sumut, namun keduanya tidak hadir dan bermohon untuk pengunduran waktu pemeriksaan.

“Keduanya tidak datang setelah dipanggil, dan bermohon untuk pengunduran waktu pemeriksaan,” sebut Nainggolan seraya tidak mengetahui identitas kedua tersangka yang dipanggil dan alasan keduanya mangkir. (mag-1/azw)

Tewas saat Ditangkap Polisi, Dr Hasan: Kematian Cokna karena Penyakit Paru

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Spesialis Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, Dr Hasan Petrus mengatakan, bahwa kematian Abdi Jaya Ginting alias Cokna karena mati lemas akibat penyakit paru dan hati yang dideritanya. Pernyataan ini disampaikan Dr Hasan Petrus saat melakukan paparan kasus tersebut di depan Ditreskrimum Polda Sumut, Rabu (23/9), sekira Pukul 14.30 WIB.

Abdi Jaya Ginting alias Cokna ditemukan tewas di Jalan Jamin Ginting, sebelum Pasar Pancurbatu, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, tepatnya di depan Swalayan Gundaling MM, pada Jumat, 11 September 2020 lalu.

“Dia meninggal dunia karena mati lemas akibat penyakit paru-paru dan hati yang menyebabkannya tewas karena lemas kekurangan oksigen, usai penyergapan petugas,” kata Dr Hasan didampingi Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Pol Irwan Anwar, Kapolresta Deliserdang. (mag-1/azw)

, Kombes Pol Yemmi Mandagi dan Kasat Narkoba Polresta Deliserdang, AKP Ginanjar Fitriadi SIK.

Ia menjelaskan, bahwa luka memar yang ada di tubuhnya akibat pergumulan dengan petugas saat dilakukan penangkapan terhadap Cokna.

“Tidak ada tanda kekerasan di sekujur tubuh korban. Kalaupun ada itu akibat pergumulan antara Cokna dengan polisi saat proses penangkapan,” urai Dr Hasan.

Dijelaskannya, guna memastikan penyebab kematian Cokna, pihaknya juga mengambil beberapa organ tubuh dan darah korban untuk diperiksa.

“Hasilnya, kita menemukan zat amphetamine yang terkandung dalam narkotika jenis sabu-sabu di dalam lambungnya. Sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak ada ditemukan kekerasan di tubuhnya yang disebut-sebut menyebabkan kematiannya. Namun dia tewas murni akibat lemas kekurangan oksigen,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Sidang Kasus Salah Beri Obat Apotek Istana I, 2 Terdakwa Keberatan Bertanggung Jawab

Palu Hakim-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Oktarina Sari dan Sukma Rizkiyanti Hasibuan menjalani sidang keberatan atas surat dakwaan (eksepsi) di Ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (23/9). Dalam nota eksepsinya, penasihat hukum kedua terdakwa menyebut kliennya diminta untuk bertanggungjawab atas dugaan kesalahan pemberian obat oleh pemilik apotek yang menjadi keberatan bagi kedua terdakwa.

Palu Hakim-Ilustrasi

“Tanggal 13 Desember 2018, terdakwa Oktarina Sari belum bekerja di Apotek Istana 1. Sedangkan terdakwa Sukma Rizkyanti bukanlah orang yang melayani pembelian obat tersebut melainkan atas nama E,” ungkap Maswan Tambak, dihadapan hakim ketua Safril Batubara.

Malah kata pengacara LBH Medan ini, kliennya diminta untuk bertanggunjawab dikarenakan Oktarina dan Sukma memiliki surat tanda registrasi tenaga teknis ke farmasian (STRTTK).

“Sehingga pemilik apotek meminta kedua terdakwa bersedia menjadi karyawan yang bertanggungjawab atas peristiwa hukum dalam perkara a quo,” beber Maswan. Selain itu, surat dakwaan No Reg Perkara: PDM-1281/Eoh.2/07/2020 tertanggal 6 Agustus 2020, dikatakannya dibuat tidak cermat karena penerapan hukum tidak tepat.

“Karena tidak menerapkan ketentuan Pasal 196 junto pasal 98 ayat (2) dan (3) UU RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, atau Pasal 8 ayat 1 huruf a UU RI No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen,” jelasnya. Atas dasar inilah, ia menyebut dakwaan penuntut umum tidak jelas tidak cermat dan tidak lengkap. “Memohon kepada majelis hakim, menyatakan surat dakwaan JPU batal demi hukum atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima,” pungkasnya. Usai pembacaan eksepsi, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda jawaban jaksa.

Usai persidangan, JPU Vernando mengaku belum bisa memberikan komentar atas eksepsi PH terdakwa. Namun, dalam penerapan Pasal 360 ayat (1 dan 2) menurutnya telah sesuai dengan perbuatan kedua terdakwa.

“Pasal itu kan bukan dari kami (jaksa) yang menentukan, tapi dari polisi. Silakan tanya ke polisi,” tandasnya.

Mengutip surat dakwaan, pada 6 November 2018, saksi korban Yusmaniar ditemani Freddy Harry pergi berobat ke klinik spesialis bunda. Setelah menerima resep, saksi korban ke apotik istana 1 di Jalan Iskandar Muda, Medan.

Pada 13 Desember 2018 kondisi saksi korban belum juga pulih sehingga menyuruh Freddy untuk membeli obat di Apotik Istana I dengan resep yang sama. Kemudian pada 16 Desember 2018, saksi korban mengalami sakit batuk dan pilek lalu pergi berobat ke rumah sakit umum Materna.

Di rumah sakit itu, kondisi saksi korban drop hingga harus masuk ICU. Pihak RSU Materna meminta keluarga untuk membawa obat-obatan yang di konsumsi oleh saksi korban yang didapat dari apotik istana 1.

Dari keterangan Dr Tengku Abraham, ada obat yang tidak sesuai dengan tulisannya yang diberikan pihak Apotek Istana, yaitu Amaryl M2. Sedangkan ia memberikan resep yang ditulis dengan jelas dan lengkap Methyl Prednisolon kepada saksi korban. Perbuatan kedua terdakwa diancam dengan Pasal 360 ayat (1) dan (2) KUHPidana. (man/azw)

Institut Kesehatan Helvetia Unggul

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KETUA Senat Institut Kesehatan Helvetia (IKH) dan Pembina Yayasan Helvetia Dr dr Hj Razia Begum Suroyo MSc MKes mengukuhkan Dr H Ismail Efendy MSi sebagai Rektor IKH untuk masa bakti kedua yakni Tahun 2020-2024.

Ismail Efendy adalah rektor pertama IKH pasca berubah bentuk dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) menjadi institut kesehatan pada tahun 2016.

Pengukuhan Rektor IKH oleh Dr dr Hj Razia Begum Suroyo MSc MKes dilakukan secara daring pada 18 September dan disaksikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Sumut Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD serta sivitas akademika IKH.

Ketua Senat IKH dan Pembina Yayasan Helvetia Dr dr Hj Razia Begum Suroyo MSc MKes mengatakan bahwa pada masa bakti pertamanya, Ismail Efendy, telah melaksanakan tugas dengan baik sehingga kembali terpilih menjadi rektor. Pada masa bakti kedua, tugas rektor akan semakin berat. Sebab dalam visi dan misi, IKH harus menjadi salah satu perguruan tinggi kesehatan yang unggul di Indonesia.

Untuk itu, lanjut ketua senat, sivitas akademika IKH harus meningkatkan kualitas termasuk menambah jumlah mahasiswa, manajemen pengelolaan kampus, semakin banyak alumni diserap lapangan pekerjaan dan peningkatan kualifikasi dosen bergelar S3.

Pembina Yayasan Helvetia juga meminta peningkatan reputasi IKH seperti rangking perguruan tinggi secara nasional dan internasional. ”Tantangan semakin berat. Karenanya kita harus bekerja maksimal,” tegasnya.

Kepala L2Dikti Sumut Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD menyebutkan bahwa IKH saat ini meraih rangking 4 terbaik dari seluruh institut di Sumut. Sedangkan dari 220 perguruan tinggi swasta di Sumut, IKH menempati rangking 36. ”Ini rangking yang bagus. Kedepan harus dapat menjadi nomor 1,” harapnya.

Dian Armanto menegaskan bahwa L2Dikti Sumut siap mendukung peningkatan akreditasi, reputasi dan tata kelola perguruan tinggi. IKH. Selain menjalin kerja sama dengan RSU juga dapat bekerja sama dengan produsen makanan dan minuman.

Rektor IKH Dr H Ismail Efendy MSi Gelar Datuk Mupakara Wangsa yang juga Sekretaris Dewan Pertimbangan Al-Washliyah dan Penasehat Gerakan Masyarakat Menuju Kesejahteraan Batubara (Gemkara) ini berterima kasih atas dukungan semua pihak untuk peningkatan kualitas IKH. ”IKH adalah institut kesehatan pertama di Sumut sejak tahun 2016. Saat ini memiliki 12 program studi dengan empat ribu mahasiswa/mahasiswi,” jelas rektor.

Diakui rektor, persoalan kesehatan saat ini sangat riskan dengan adanya pandemi Covid-19 dimana tenaga kesehatan harus mampu memberi pencerahan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Sejumlah tokoh memberi ucapan selamat. Diantaranya Anggota DPR RI Prof Dr Djohar Arifin Husin, Ketua PB Al-Jam’ iyatul Washliyah Dr H Yusnar Yusuf Rangkuti MS, Sultan Serdang Tuanku Achmad Tala’a Syariful Alamsyah dan Ketua Himpunan Keluarga Besar Masyarakat Kabupaten Batubara (Hikabara) Elfi Haris SH MH.

Kemudian Guru Besar Unimed Prof Khairil Ansari MPd, Guru Besar USU Prof Subhilhar, Rektor UMSU Dr Agussani MAP, Rektor Univa Medan Dr H Halfian Lubis SH MAg, Direktur Politeknik Kemenkes Medan Dra Ida Nurhayati MKes, Ketua STIKP Dr Sakhyan Asmara MSP dan Kepala Puskesmas Teluk Karang Tebingtinggi dr Vera Agustina. (dmp)

Tenaga Kesehatan di RSUD Rantauprapat, 24 Reaktif dan 9 Positif

DEPAN: Bangunan RSUD Rantauprapat tampak dari depan.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- 24 Tenaga Kesehatan (nakes) di lingkungan RSUD Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, reaktif Covid-19 hasil rapid test dan 9 lainnya positif hasil test swab PCR.

Sejak diketahui adanya dokter, perawat dan perekam medis yang dinyatakan positif, rumah sakit plat merah tersebut melakukan tes massal kepada semua karyawan dan tenaga medis tersebut.

Humas RSUD Rantauprapat, Doni Simamora kepada wartawan, Rabu (23/9) menjelaskan, klaster baru di lingkungan pelayanan kesehatan itu bermula saat Agustus lalu, seorang dokter, dua perawat dan seorang perekam medis positif.

Setelah itu, pihak rumah sakit melakukan rapid test terhadap 142 tenaga medis. Hasilnya, 24 reaktif Covid-19. Sementara, terdapat 150 orang lagi yang di rapid test yang diyakini kontak dengan 4 tenaga medis yang sebelumnya sudah positif tersebut.

“Yang telah di-swab 150 orang. Hasil pemeriksaan spesimen yang sudah keluar 49 dan 5 di antaranya positif Covid-19, yaitu 1 bidan dan 4 perawat. Tapi fisik hasil pemeriksaannya belum kita terima,” ujar Doni.

Doni menyatakan saat ini, 5 perawat dan seorang bidan yang positif Covid-19 tersebut, di karantina di ruang isolasi lantai 3 Gedung C RSUD Rantauprapat.

Sedangkan 4 yang lainnya sejak awal telah positif 1 orang sudah pulang dari Medan dan diisolasi mandiri di rumah, nutrisinya ditanggung pihak RSUD. Sementara 3 orang lagi masih isolasi mandiri di Medan.

“Sampai kini, kondisi kawan-kawan itu semua sehat-sehat saja. Semoga semua terkendali dan bisa kembali pulih seperti sediakala,” harap Doni. (fdh/ram)

Salman Mohon Doa dan Dukungan Masyarakat

Salman Alfarisi

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Pasca ditetapkan sebagai calon wakil wali Kota Medan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Salman Alfarisi memohon doa dan dukungan seluruh lapisan masyarakat Kota Medan di Pilkada serentak, 9 Desember 2020.

“Mohon doa, restu dan bantuan seluruh masyarakat Kota Medan, agar Kota Medan menghasilkan pemimpin yang terbaik demi terwujudnya Medan sebagai kota masa depan, cantik berkarakter, nyaman kotanya, bahagia warganya,” katanya melalui pernyataan tertulis kepada Sumut Pos, Rabu (23/9/2020).

Salman sangat bersyukur telah menunaikan kewajiban menjaga demokrasi di ibukota Provinsi Sumatera Utara, bahwa Pilkada Medan tidak terjadi lawan kotak kosong.

“Tentunya dalam hal ini saya bersyukur telah menunaikan kewajiban saya dan kita semua hingga Pilkada 9 Desember 2020 tidak terjadi melawan kotak kosong, dan terciptanya suasana hajatan kepemimpinan Kota Medan yang lebih berwarna dan penuh harapan,” ujar politisi senior Partai Keadilan Sejahtera tersebut. “Tepat pukul 11.20 WIB, KPU resmi menetapkan saya sebagai calon wakil wali kota mendampingi sosok yang sudah lama saya kenal, saudara Akhyar Nasution,” pungkasnya.

Wasis Wiseso selaku Sekretaris Tim Pemenangan AMAN (Akhyar Nasution-Salman Alfarisi), mengatakan pihaknya memang perlu menyajikan pilihan-pilihan kepada masyarakat Kota Medan di Pilkada serentak kali ini. “Tentu dengan ditetapkannya paslon AMAN sebagai peserta Pilkada Medan 2020 ini, masyarakat dapat membandingkan ide dan gagasan yang dibangun dari kedua paslon,” katanya.

Plt Ketua Bidang Humas DPW PKS Sumut ini menambahkan jika dalam Pilkada Medan hanya melawan kotak kosong, itu artinya terjadi degradasi demokrasi. “Sangat memprihatinkan jika yang terjadi hanya ada satu paslon yang maju, artinya terjadi kemunduran dalam sistem demokrasi kita,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Paslon Bobby Nasution-Aulia Rahman dan paslon Akhyar Nasution-Salman Alfarisi resmi ditetapkan sebagai calon wali kota dan calon wakil wali kota Pilkada Medan 2020. Penetapan ini disampaikan Ketua KPU Medan, Agussyah Damanik dan dihadiri para komisioner antara lain Rinaldi Khair, Zefrizal, Nana Miranti dan Edi Suhartono secara virtual, Rabu (23/9/2020).

Agussyah mengatakan keputusan ini tercantum pada Surat Keputusan No. 790/PL.02.3-Kpt/1271/KPU-Kot/IX/2020 yang merupakan hasil rapat pleno yang mereka lakukan berdasarkan berita acara tanda terima dokumen pendaftaran, tanda terima dokumen perbaikan dan berdasarkan hasil verifikasi yang telah mereka lakukan.

“Menetapkan calon wali kota M Afif Bobby Nasution dan calon wakil wali kota H Aulia Rachman dengan partai pengusung PDI Perjuangan, Gerindra, PAN, Golkar, Nasdem, Hanura, PSI dan PPP ditetapkan sebagai pasangan calon peserta Pilkada Medan 2020. Kemudian, calon wali kota Akhyar Nasution dan calon wakil wali kota Salman Alfarisi dengan partai pengusung Partai Demokrat dan PKS, ditetapkan sebagai pasangan calon peserta Pilkada Medan 2020,” ujarnya membacakan lembaran keputusan. (prn)