Serahkan: Bupati Langkat Diwakili Sekdakab Saat Menyerahakan Naskah Pekerjaan Tmmd Ke-108 Ke Dandim 0203/Langkat.Ilyas Effendy/ Sumut Pos.
Serahkan: Bupati Langkat Diwakili Sekdakab Saat Menyerahakan Naskah Pekerjaan Tmmd Ke-108 Ke Dandim 0203/Langkat.Ilyas Effendy/ Sumut Pos.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA diwakili Sekdakab Langkat, Dr. H. Indra Salahuddin menghadiri pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 tahun 2020 Kodim 0203/Langkat, di Ruang Data Makodim 0203/Lkt, Binjai, Selasa (30/6)
Kegiatan TMMD ke-108 akan dilaksanakan selama satu bulan penuh di Desa Batu Jong Jong, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.
Sekda dalam kesempatan tersebut menyampaikan, selamat melaksanakan tugas kepada seluruh jajaran prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD. Sekda meyakini, manfaat TMMD yang dipetik selain penghemat sumber pembiayaan juga membantu percepatan pembangunan di Desa.
Untuk itu atas nama Pemkab Langkat, Sekda mengucapkan terimakasih kepada Dandim 0203/Lkt, Letkol Inf Bachtiar Susanto selaku pengendali oprasional kegiatan dan jajaran atas pelaksanaan TMMD. “TNI dan rakyat bagaikan dua sisi mata uang yang saling melengkapi dan menguatkan,” kata dr H.Indra.
Sementara itu, Letkol inf. Bachtiar Susanto selaku Dansatagas TMMD, mengucapkan terimakasih kepada Bupati Langkat dan semua pihak serta seluruh komponen masyarakat yang telah membantu kegiatan TMMD.
Dikatakannya, meski pelaksanaan TMMD berlangsung di tengah-tengah pandemi Covid 19, tetap mengacu dan mengikuti protokol kesehatan. Sasarannya, berupa kegiatan fisik yaitu pembuatan badan jalan dan jembatan.
Selain itu, juga menyelenggarakan program non fisik, berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang bela negara, wawasan kebangsaan, penyuluhan pertanian dan perkebunan dengan tujuan untuk membangun dan memperkokoh jiwa dan semangat nasionalisme masyarakat. Acara pembukaan TMMD ini ditandai dengan penyerahan dan penandatangan naskah pengerjaan TMMD ke 108 oleh Sekda dan Dandim 0203/Lkt. (yas/han)
TUNJUKKAN: Wali Kota Binjai, HM Idaham (tengah) didampingi Darmawan dari Kelompok Harapan Tani menunjukkan hasil bawang merah organik.teddy akbari/ sumut pos.
TUNJUKKAN: Wali Kota Binjai, HM Idaham (tengah) didampingi Darmawan dari Kelompok Harapan Tani menunjukkan hasil bawang merah organik.teddy akbari/ sumut pos.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kota Binjai berpotensi menjadi sentra produksi bawang merah. Ini dibuktikan dengan keberhasilan petani yang tergabung dalam Kelompok Harapan Tani yang membudidayakan tanaman bawang merah berbasis organik di kelurahan Tanah Merah, Binjai Selatan.
Tak tanggung-tanggung, panen bawang merah yang dihasilkan dalam sebulan mencapai 20 ton. Ini terungkap saat Wali Kota Binjai HM Idaham menerima audiensi Darmawan dari Kelompok Harapan Tani didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Binjai, Agustawan Karnajaya, di Balaikota, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu(1/7).
“Penanaman bawang ini menggunakan pupuk organik yang kami olah sendiri,” kata Darmawan.
Kepala Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan, Agustawan Karnajaya menjelaskan, tanaman bawang merah yang biasanya hanya tumbuh di daerah yang lembab dan berudara dingin, ternyata dapat dibudidayakan di daerah dataran rendah bersuhu panas. Seperti di lahan pertanian yang ada di Kota Binjai.
Keunggulan lainnya, bawang yang dihasilkan adalah bawang merah berbasis organik yang ukurannya lebih besar dan lebih bagus dibanding bawang merah yang dihasilkan daerah lain.
Idaham berharap, keberhasilan ini dapat ditularkan kepada kelompok tani lainnya dengan mengajak mereka ikut melakukan budidaya pertanian berbasis organik yang ramah lingkungan. Para petani juga harus berinovasi untuk dapat memberi nilai tambah bagi komoditas pertanian yang dihasilkan.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah mengolah bawang merah menjadi bawang goreng. “Pengolahan bawang merah menjadi bawang goreng ini sangat gampang dan mudah untuk dipasarkan,” pungkas Idaham. (ted/han)
Desa Dogang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat menyuguhkan wisata bahari, yang dikelilingi hamparan pemandangan laut cukup indah.
Ilustrasi
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Menjelang diberlakukan masa new normal, sebanyak empat lokasi objek wisata yang ada di Kabupaten Langkat, kembali dibuka setelah ditutup karena adanya pandemi Covid-19.
Dibukanya kembali destinasi wisata itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat, Hj. Nur Elly Heriani Rambe, mengatakan bahwa pembukaan beberapa destinasi wisata tersebut, sesuai Surat Edaran Bupati Langkat Nomor 430-1028/Disparbud-Lkt/2020.
Dikatakannya, pembukaan destinasi wisata yang ada di Langkat akan dilakukan secara bertahap pada 4 Juli 2020.
Adapun tahapannya, kata Nur Elly, tahap awal hanya empat destinasi wisata yakni Bukit Lawang, Tangkahan, Batu Katak, dan Pangkal Namu Sira-sira.
“Setelah satu bulan dibuka, akan dilakukan evaluasi untuk kemungkinan pembukaan destinasi lainnya,”kata Nur Elly, Kamis (2/7).
Pun begitu, lanjut Nur Elly, keempat objek wisata yang kembali dibuka tersebut hanya bisa dikunjungi warga yang berasal dari Kabupaten Langkat (wisatawan lokal) saja.
“Setelah berjalan, selanjutnya akan dilakukan evaluasi, untuk kemungkinan pengunjung dari luar daerah Langkat,” katanya.”tandasnya.
Nur Ely juga menegaskan, seluruh pelaku usaha dan pengelola objek wisata harus menjalankan Protokol Kesehatan New Normal, seperti pengecekan suhu tubuh di area masuk, tetap memakai masker, dan menerapkan physical distancing (jaga jarak). “Apabila tidak melaksanakan protokol kesehatan, akan diberikan sanksi berupa penutupan kembali tempat usahanya,”tegasnya.
Dijelaskan Nur Elly, kebijakan untuk membuka kembali destinasi-destinasi wisata unggulan Langkat ini, telah dikaji dan dipertimbangkan. Sebab keempat daerah wisata secara data adalah nol kasus penyebaran Covid-19. Guna pemulihan keadaan ekonomi masyarakat terutama pekerja dan pelaku usaha pariwisata yang terdampak Covid-19, yang menggantungkan hidupnya dari industri pariwisata.(yas/han)
KULIAH UMUM: Tim World USU gelar kuliah umum secara online.
KULIAH UMUM: Tim World USU gelar kuliah umum secara online.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim World Class University Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menyelenggarakan web seminar kuliah umum via zoom bertajuk ‘Digital Mastery in Industry 4.0’, baru-baru. Narasumber yang dihadirkan Mardi FN Sinaga, VP Human Capital Business Partner PT Telekomunikasi Selular. Webinar dimoderatori oleh Staf Ahli Rektor USU sekaligus dosen Fakultas Teknik USU Emerson Pascawira Sinulingga ST MSc PhD.
Webinar dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor III USU Prof Drs Mahyuddin KM Nasution MIT PhD yang menyambut baik digelarnya kuliah umum melalui zoom, sehingga dapat menghindari semakin meluasnya penyebaran Covid-19.
“Saya meminta kepada seluruh peserta webinar untuk menyimak bersama segala hal yang nantinya akan dipaparkan oleh narasumber,” ungkap Mahyuddin.
Mardi FN Sinaga dalam kuliah umumnya menyampaikan bahwa kemajuan teknologi digital tak bisa dihadapi dengan isapan jempol atau hanya dengan kecukupan materi saja. Kemajuan teknologi digital mendorong terjadinya disrupsi di berbagai aspek seperti bisnis, industri, pendidikan, kesehatan, sosial, pemerintahan dan kehidupan manusia di seluruh dunia.
“Disrupsi itu bukan sesuatu yang harus kita takuti dan membuat kita kalang kabut menghadapinya. Disrupsi mendorong terbentuknya pola dan cara-cara baru dalam menjalankan suatu bisnis ataupun organisasi. Maka yang tidak bisa menyesuaikan akan lenyap, dan yang bisa serta mampu menyesuaikan akan tetap survive,” kata Mardi.
Disrupsi, menurutnya akan memberikan banyak keuntungan, antara lain mengurangi biaya dan menyederhanakan proses. Kemampuan untuk memperbaiki suatu kesalahan juga menjadi lebih bagus dengan teknologi digital. Aksesibilitas terhadap informasi, produk dan layanan semakin mudah dan cepat. Selain itu akan membentuk mindset digital yang bagus dan meningkatkan produktivitas dengan signifikan serta mendorong pertumbuhan bisnis secara linier dan eksponensial.
“Disrupsi membuat segalanya menjadi semakin cerdas, kreatif dan akurat, juga merefresh ide-ide yang inovatif. Selain itu juga menciptakan market baru dengan opportunity yang lebih besar. Survive dan menang di era disrupsi caranya adalah dengan do something, jangan do print. Laksanakan transformasi digital dengan serius dan benar untuk membangun digital mastery,” tandas Mardi.
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa transformasi digital suatu perusahaan akan ditentukan oleh visi yang jelas dan hasil yang ingin dicapai (digital version). Tata kelola organisasi untuk merealisasikan dan mengawasi jalannya transformasi (digital governance) keterampilannya melibatkan seluruh karyawan, mulai dari top management hingga low management untuk mengadopsi teknologi digital.
Selain itu, kemampuan di tingkat kepemimpinan juga dibutuhkan untuk mencermati arah perkembangan teknologi untuk bisnis (technology leadership capabilities).
“Kapabilitas digital dan kapabilitas kepemimpinan digital adalah unsur kunci yang menentukan keberhasilan sebuah transformasi digital. Kapabilitas digital suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kualitas kapabilitas kepemimpinan digital di perusahaan tersebut,” pungkasnya.
Kuliah umum merupakan kegiatan kedua yang diadakan oleh Tim World Class University Universitas Sumatera Utara yang diikuti oleh para peserta yang berasal dari kalangan dosen, profesional dan mahasiswa, di dalam dan di luar USU.(gus/azw)
BERSAMA: Tim Pelaksana PKM Fakultas Teknik UMSU foto bersama usai membuat mesin bumbu keripik ubi untuk meningkatkan produksi pelaku insudtri rumah tangga di Desa Sidodadi Ramunia, Deliserdang, Selasa (30/6).
BERSAMA: Tim Pelaksana PKM Fakultas Teknik UMSU foto bersama usai membuat mesin bumbu keripik ubi untuk meningkatkan produksi pelaku insudtri rumah tangga di Desa Sidodadi Ramunia, Deliserdang, Selasa (30/6).
DELISSERDANG, SUMUTPOS.CO – Guna membantu para pelaku industri rumah tangga di Desa Sidodadi Ramunia, Deliserdang, Dosen Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membuat mesin pengaduk bumbu keripik ubi untuk peningkatan jumlah produksi.
Hal ini merupakan bentuk kegiatan tri dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan para dosen Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UMSU melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).
LP2M UMSU merupakan lembaga yang diberikan tugas dan wewenang untuk mengelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, baik melalui hibah Dikti, hibah internal UMSU, dan hibah lainnya yang diperuntukkan bagi perguruan tinggi.
Selasa (30/6) lalu, para dosen Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UMSU melakukan kegiatan perancangan mesin pengaduk bumbu kripik ubi di tempat industri rumah tangga Ibu Astuti, yang diikuti perwakilan industri rumah tangga lainnya.
Kegiatan yang dihadiri beberapa mahasiswa dan alumni Teknik UMSU ini disambut antusias oleh Kepala Dusun (Kadus) Kauman, Marwan. Dalam sambutannya, Marwan mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim Dosen Teknik UMSU yang telah bersedia datang serta memperhatikan kebutuhan desa mereka.
Ketua Tim Pelaksana PKM Affandi ST MT didampingi anggota, Khairul Umurani ST MT dan Chandra A Siregar ST MT mengatakan, kendala yang dialami pengelola industri rumah tangga kripik ubi di Desa Ramunia ini adalah dalam proses pengadukan bumbu kripik yang selama ini masih dilakukan secara manual. Proses pengadukan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga tidak efisien terhadap waktu.
“Apalagi, proses pengadukan bumbu kripik secara manual ini membutuhkan tenaga yang sangat besar, karena proses pengadukan bumbu dilakukan secara kontineu. Nah, melalui kegiatan program kemitraan masyarakat ini, kami rancang mesin pengaduk kripik ubi yang bertujuan untuk mengaduk bumbu kripik ubi dengan cepat, sistem produksi bumbu kripik ubi dapat ditingkatkan dan hasil yang diperoleh lebih baik lagi,” bebernya. (rel/adz/azw)
SUMPAH: Kapoldasu, Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi mengambil sumpah panitia penerimaan calon Polri di Ruang Vidcon Lantai IV Mapolda Sumut, Kamis (2/7).
SUMPAH: Kapoldasu, Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi mengambil sumpah panitia penerimaan calon Polri di Ruang Vidcon Lantai IV Mapolda Sumut, Kamis (2/7).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi memimpin penandatanganan fakta integritas dan pengambilan sumpah panitia dan peserta seleksi penerimaan taruna Akademi Polisi (Akpol) dan Tamtama Polri Tahun Ajaran 2020. Penandatanganan ini dilaksanakan melalui Sarana Video Conference (Vidcon), bertempat di Ruang Vidcon Lantai IV Mapolda Sumut, Kamis (2/7).
Kegiatan dilaksanakan pembacaan fakta integritas oleh perwakilan panitia dan perwakilan peserta seleksi dan orangtua kemudian pengambilan sumpah oleh Kapoldasu kepada seluruh panitia dan peserta seleksI serta penandatanganan naskah fakta integritas oleh para panitia, peserta, dan orangtua.
Martuani menyampaikan pesan kepada seluruh orangtua yang hadir dalam kegiatan tersebut bahwa pelaksanaan fakta integritas ini dilaksanakan dengan tatanan new normal mengikuti protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.
Jumlah peserta Taruna Akpol yang terverifikasi sebanyak 675 orang. Terdiri dari 605 pria, dan 70 wanita. Untuk Tamtama Brimob sebanyak 338 orang dan Tamtama Polair 19 orang.
Dalam pelaksanaan verifikasi ini, Polri telah merapkan progran bersih, akuntabel, dan humanis, yang diawasi oleh pengawas eksternal.
“Proses seleksi idilaksanakan dengan tujuan agar Polda Sumut mendapatkan sumber daya manusia (SDM, Red) yang terbaik untuk melaksanakan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayanan masyarakat,” paparnya.
Ia mengungkapkan, bahwa ada isu penerimaan Polri, dan panitia mampu meluluskan dengan imbalan sejumlah uang, pihaknya akan menghentikannya. Karena Polri akan menciptakan SDM yang unggul untuk mengawaki organisasi Kepolisian.
“Kita juga menekankan kepada para orangtua apabila ada anggota Polri atau panitia yang menjanjikan dapat meluluskan peserta seleksi agar dilaporkan, sehingga oknum tersebut bisa diberikan tindakan kode etik ataupun pidana,” tegasnya.
Ia berharap proses seleksi ini dapat berjalan dengan baik, dan para peserta seleksi dapat percaya terhadap kemampuan diri sendiri dan menekankan melalui seleksi ini. “Polri akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sumut,” pungkasnya. (mag-1/azw)
TUMPENG: Ketua PP Medan M Rahmadian Shah mengambil nasi tumpeng untuk diberikan kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko saat menyambut Hari Bhayangkara ke-74, Kamis (2/7).M IDRIS/sumut pos.
TUMPENG: Ketua PP Medan M Rahmadian Shah mengambil nasi tumpeng untuk diberikan kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko saat menyambut Hari Bhayangkara ke-74, Kamis (2/7).M IDRIS/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Medan memberi kejutan kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko di acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Bhayangkara. Kejutan yang dilakukan dengan membawa nasi tumpeng dipimpin langsung Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Medan, M Rahmadian Shah bersama seluruh pengurus.
Mengetahui kedatangan Pemuda Pancasila Kota Medan, sontak Kapolrestabes bersama para Kasat dan Kapolsek yang berada di lapangan usai melaksanakan upacara kenaikan pangkat tergerak menyambut hangat dan menerima nasi tumpeng yang dibawakan.
Selanjutnya, Kapolrestabes Medan mengajak seluruh pengurus Pemuda Pancasila Kota Medan menuju lobi utama Mapolrestabes Medan untuk makan nasi tumpeng bersama-sama. Sebagai bentuk penghormatan Ketua Pemuda Pancasila secara simbolis mengambilkan sekaligus menyuapi nasi tumpeng kepada Kapolrestabes Medan.
Ketua Pemuda Pancasila Kota Medan, M Rahmadian Shah mengatakan, kedatangannya bersama seluruh kader memberikan apresiasi kepada Polrestabes Medan dan jajaran di HUT ke-74 Bhayangkara.
Menurutnya, institusi Polri telah bekerja profesional dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya di Kota Medan. Hal itu dibuktikan dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. “Semoga di Hari Bhayangkara ke-74, Polrestabes Medan tetap menjadi pengayom, pelindung, dan pelayan terbaik dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” tuturnya.
Dikatakannya, dari Pemuda Pancasila siap membantu Polrestabes Medan dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Terlebih, saat ini sedang menghadapi massa pandemi Covid-19. “Kita akan lakukan rapid test kepada Pemuda Pancasila sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam pencegahan penularan Covid-19,” tukasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader Pemuda Pancasila Kota yang telah memberikan kejutan di HUT ke-74 Bhayangkara.
“Momentum ini dapat kami jadikan sebagai motivasi dalam menjalankan tugas sebagai institusi Polri memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat,” tuturnya. (ris/azw)
PROTES: Protes memprotes pengangkatan Kepling IX di Halaman Kantor Lurah Sei Mati, Kamis (2/7).fachril/sumut pos.
PROTES: Protes memprotes pengangkatan Kepling IX di Halaman Kantor Lurah Sei Mati, Kamis (2/7).fachril/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan, berunjuk rasa menolak pengangkatan kepala lingkungan (Kepling) IX yang barun
di Halaman Kantor Lurah Sei Mati, Kamis (2/7) pagi. Aksi massa yang didominasi kaum wanita itu datang membawa aneka poster. Kendati tanpa mendapat tanggapan dari pihak kelurahan, namun tetap berjalan tertib.
Perwakilan warga, Lamhot Simamora, menyatakan lurah terkesan tidak mau mendengarkan aspirasi warga di Lingkungan IX untuk menetapkan kepling baru, yang sebelumnya telah diajukan warga lingkungan setempat.
Warga menilai pengangkatan kepling yang baru kali ini tidak berdasarkan musyawarah.
“Sepertinya ada dugaan jual beli jabatan agar bisa terpilih sebagai Kepling di kelurahan ini,”katanya.
Karena untuk calon kepling yang diajukan atas nama Liston Manurung, merupakan peraih dukungan terbanyak daripada kepling yang terpilih atas nama SR Jepsen Sinambela.
Untuk itu, para pendemo menegaskan tidak akan pernah mengakui penetapan kepling yang baru itu dari pihak kelurahan.
Mereka juga meminta pembatalan SK pengangkatan Kepling IX serta mendesak Pelaksan Tugas (Plt) Wali Kota Kota Medan agar mengevaluasi kinerja Lurah Sei Mati.
Terkait aksi protes warga ini, Lurah Sei Mati, Ari Muslimin menyatakan penetapan kepling telah sesuai dengan ketentuan Pereturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 9/2017, tentang pembentukan lingkungan, pengangkatan, dan pemberhentian kepling.
Diakuinya, ada empat nama calon Kepling IX yang telah diajukan ke pihaknya.
Terhadap calon yang diusulkan pengunjuk rasa sebelumnya, menurut Ari belum memenuhi ketentuan syarat dukungan, seperti melampirkan fotokopi KTP warga. Selain itu, syarat tambahan lainnya yakni calon harus mampu bekerja sama dengan pihak kelurahan.
Lurah menyatakan sifat musyawarah penetapan kepling sudah dilaksanakan bersama Camat Medan Labuhan, dan tokoh masyarakat lingkungan IX yang diwakili oleh Effendi Simamora. (fac/azw)
TUNGGANGI GAJAH: Pengunjung menunggangi gajah saat mengunjungi Medan Zoo sebelum pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu.
TUNGGANGI GAJAH: Pengunjung menunggangi gajah saat mengunjungi Medan Zoo sebelum pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memasuki awal bulan Juli, Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan selaku pihak pengelola kebun binatang Medan atau Medan Zoo akan membuka kembali taman marga satwa atau kebun binatang milik Pemko Medan 5 Juli mendatang.
PD Pembangunan Kota Medan pun memastikan akan menerapkan protokol kesehatan di Kawasan Medan Zoo yang telah ditutup sejak 23 Maret 2020 akibat pandemi Covid-19 tersebut.
Dirut PD Pembangunan Kota Medan, Putrama Alkhairi mengatakan, dibukanya kembali Medan Zoo di tengah aturan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diterapkan Pemko Medan dipastikan akan melalui pengawasan yang baik.
“Semua wajib mengikuti protokol kesehatan. Aturan itu wajib dilaksanakan bagi pegawai maupun pengunjung Putrama,” ucap Putrama Alkhairi kepada Sumut Pos, Selasa (2/7). Dikatakan Putrama, selain penerapan protokol kesehatan di area Medan Zoo berupa wajib pakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak, pihaknya juga menerapkan sistem penyaringan pengunjung. Sebab, pada usia-usia tertentu dampak penyebaran Covid-19 dinilai lebih rentan. “Pengunjung lanjut usia 60 tahun (lansia) ke atas dan balita (bayi di bawah lima tahun, Red) tidak kita perkenakan untuk masuk,” ujarnya.
Untuk itu, kata Putrama, pihaknya juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung penerapan protokol kesehatan. Di antaranya sarana tempat mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang disediakan di beberapa titik. Selain itu, setiap pengunjung akan diukur suhu tubuhnya dengan thermo gun oleh petugas di pintu masuk.
“Kursi panjang yang disiapkan dekat pintu masuk yang telah diberi tali menyilang, itu tidak bisa diduduki untuk menjaga sosial distancing. Lalu, petugas juga akan membubarkan kerumunan pengunjung di lingkungan Medan Zoo,” katanya.
Dijelaskan Putrama, sebelum dibuka kembali secara resmi di tanggal 5 Juli, saat adaptasi kenormalan baru, PD Pembangunan melakukan uji coba selama empat hari, yaitu mulai 1 Juli hingga 4 Juli 2020. Selama masa uji coba itu, pengunjung tidak dipungut biaya atau gratis masuk Medan Zoo.
Namun selama masa uji coba, Putrama menyebutkan bahwa pihaknya telah mulai menerapkan aturan tegas terkait protokol kesehatan tersebut. Sebab, Medan Zoo memiliki area yang sangat luas, yakni sekitar 30 hektare. Sedangkan pada akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu, pengunjung bisa mencapai 2.000 hingga 2.500 pengunjung.
“Selama empat hari uji coba ini, kita akan evaluasi, apakah nanti akan ada pembatasan jumlah pengunjung atau tidak. Evaluasi secara bertahap,” terangnya.
Sedangkan untuk jam operasional, Putrama mengatakan akan mengikuti jam operasional seperti semula, yakni mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Terpisah, kepada Sumut Pos, Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, M Afri Rizki Lubis meminta agar PD Pembangunan segera memperbaiki semua sarana dan pra sarana yang ada di dalam kawasan Medan Zoo. Sebab Rizki menilai, saat ini berbagai sarana yang ada di kawasan Medan Zoo sangat tidak layak untuk diberikan kepada para pengunjung yang hadir ke Medan Zoo.
“Tanggal 17 Juni yang lalu saya kesana untuk meninjau kondisi Medan Zoo dan para satwa disana, saat iti Medan Zoo tidak beroperasi sejak Maret. Saya menilai kondisinya cukup memprihatinkan,” kata Rizki kepada Sumut Pos, Kamis (2/7).
Dijelaskan Rizki, di antaranya seperti kondisi jalan di dalam areal Medan Zoo yang becek dan relatif kotor. Rumput-rumput di kawasan itu juga terlihat panjang, kondisi kandang satwa yang jorok dan bau, serta penerangan yang dinilai kurang baik.
“Apakah kondisi itu yang mau diperlihatkan kepada masyarakat? Kami meminta agar kondisi itu bisa diperbaiki secepatnya sebelum dibuka secara resmi di tanggal 5 Juli. Kami juga meminta, agar Pemko Medan turut memperhatikan kondisi Medan Zoo saat ini, kami tidak mau Covid-19 terus dijadikan alasan oleh Pemko Medan maupun PD Pembangunan untuk tidak maksimal dalam bekerja,” jelasnya.
Tak cuma itu, Rizki juga meminta agar PD Pembangunan betul-betul menerapkan protokol kesehatan di areal Medan Zoo, Rizki meminta agar pengawasannya yang ketat tak hanya sekadar wacana.
“Masyarakat sudah lama tidak ke mal, sekali mal dibuka, masyarakat langsung berbondong-bondong ke mal. Medan Zoo juga bisa demikian, setelah lama tak dibuka, masyarakat bisa langsung menyerbu Medan Zoo di akhir pekan. Kalau pengawasan protokol kesehatannya tidak maksimal, tentu ini tidak baik. AKB harus betul-betul diterapkan, pengawasannya harus maksimal, dan yang paling penting benahi dulu sarana yang ada di dalam Medan Zoo,” pungkasnya.(map/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di tengah penyebaran virus Corona atau Covid-19, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Sumatera Utara (Sumut) pada Bulan Mei 2020 cuma 1 orang. Itu pun turis asal Amerika Serikat (AS).
“Bulan Mei 2020, wisman dari Amerika Serikat merupakan pengunjung yang terbanyak dengan 1 kunjungan atau 100,00 persen dari total wisman yang berkunjung di Sumut,” ungkap Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi dalam keterangan pers, Kamis (2/7).
Wisman berkunjung ke Sumut melalui 4 pintu masuk, yakni Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) Kabupaten Deliserdang, berjumlah 1 orang, Bandara Silangit Internasional Airport, Kabupaten Tapanuli Utara berjumlah nol. Kemudian, Pelabuhan Belawan, Kota Medan dan Pelabuhan Tanjungbalai-Asahan, sama-sama tidak ada kunjungan wisman. BPS menyebutkan, imbas pandemi Covid-19 jumlah kunjungan wisman ke Sumut mengalami penurunan drastis.
“Pada Bulan Mei 2020 mencapai 1 kunjungan, atau mengalami penurunan 94,12 persen dibanding yang datang pada April 2020 mencapai 17 kunjungan,” jelas Syech.
Dengan jumlah tersebut, Syech mengungkapkan, jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2019. Jumlah wisman pada bulan Mei 2020 mengalami penurunan 99,99 persen. Dari 16.184 kunjungan pada Bulan Mei 2019 menjadi 1 kunjungan. “Selama Januari-Mei 2020 jumlah wisman yang berkunjung ke Sumut mencapai 43.756 kunjungan, turun 56,53 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2019,” ungkap Syech.
Untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumut, BPS Sumut mencatat pada bulan Mei 2020 mencapai rata-rata 13,82 persen, atau naik 1,89 poin dibanding April 2020 sebesar 11,93 persen. “Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia di hotel berbintang bulan Mei 2020 mencapai 1,91 hari,atau naik 0,16 poin dibanding bulan April 2020,” tandas Syech.
Penumpang Pesawat Turun 87,77 Persen, Kapal Laut Nol
BPS Sumut juga mencatat, jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Bandara Internasional Kualanamu Internasional Airport (KNIA) Kabupaten Deliserdang, selama Mei 2020 mencapai 3.593 orang, atau turun 87,77 persen dibanding April 2020 yang mencapai 29.386 orang.
“Secara kumulatif jumlah penumpang yang berangkat Januari-Mei 2020 mencapai 721.748 orang, atau berkurang 30,14 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar 1.033.134 orang,” ungkap Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi dalam keterangan pers, Kamis (2/7).
Di sisi lain, Syech menjelaskan penumpang domestik yang datang ke Sumut melalui Bandara Kualanamu pada Mei 2020 mencapai 3.383 atau turun 93,17 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 49.534 orang. “Selama Januari-Mei 2020 penumpang domestik yang datang mengalami penurunan sebesar 30,14 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 1.109.058 orang menjadi 774.801 orang,” sebut Syech.
Sementara iu, penumpang angkutan udara tujuan luar negeri, baik yang menggunakan penerbangan nasional maupun asing di Kualanamu, pada bulan Mei 2020 turun sebesar 70,45 persen dibanding bulan April 2020, yaitu dari 616 orang menjadi 182 orang. “Secara kumulatif jumlah penumpang tujuan luar negeri selama Januari-Mei 2020 mencapai 186.271 orang, atau turun 58,05 persen dibanding ?periode yang sama tahun 2019 sebesar 444.005 orang,” sebut Syech.
Sedangkan, penumpang angkutan udara dari luar negeri yang datang ke Sumut melalui Bandara Kualanamu pada bulan Mei 2020 turun 54,60 persen dibanding bulan April 2020, yaitu dari 685 menjadi 311 orang. “Secara kumulatif, penumpang yang datang dari luar negeri selama Januari-Mei 2020 mencapai 202.026 orang atau turun 56,32 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 sebanyak 462.499 orang,” jelas Syech.
Syech menambahkan, untuk jumlah penumpang angkutan laut antar pulau (dalam negeri) bulan Mei 2020 tercatat 0 orang atau tidak ada penumpang, turun 100,00 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 227 orang.(gus)