SAMPAIKAN: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan bersama tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi saat menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19.
sopian/sumut pos
SAMPAIKAN: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan bersama tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi saat menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19.
sopian/sumut pos
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan mengharapkan para pengusaha untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan sebelum Idul Fitri.
Hal itu disampaikan Umar Zunaidi di sela-sela rapat bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Apindo dan SPSI serta pengusaha yang ada di Kota Tebingtinggi.
“Meski belum perusahaan melakukan pemecatan atau PHK terhadap karyawannya, para pengusaha diharapkan untuk memberikan THR sebelum lebaran.”kata Umar Zunaidi di Gedung Posko Penangan Covid 19 Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Senin (13/4).
Disampaikan Wali Kota Umar Zunaidi, tercatat sebanyak 260 orang telah mendaftarkan diri ke Dinas Ketenagakerjaan Kota Tebingtinggi untuk mendapatkan kartu pra kerja.
Begitu juga dengan pihak PLN Cabang Kota Tebingtinggi yang terimbas Covid-19, telah memberikan gratis kepada masyarakat pelanggan PLN selama tiga bulan mulai April, Mei sampai Juni untuk voltase listrik tegangan 450 VA dan keringan tarif 900 VA dengan potongan sebesar 50 persen untuk kelas R1.
Terkait percepatan penanganan Covid-19, Wali Kota didampingi Jubir Bicara percepatan penanganan Covid 19 dr Nanang Fitra Aulia, Dandim 0204 DS Letkol Syamsul Arifin dan pihak kepolisian Polres Tebingtinggi, bahwa saat ini tercatat sebanyak 574 Orang Dalam Pemantaun (ODP), 7 orang Pasien Dalam Pengawasan (ODP) dan 1 orang positif Covid 19.
Dari 7 PDP tersebut, 3 orang masih menjalani perawatan di RS GL Tobing Tanjung Morawa dengan hasil pemeriksaan sementara negatif Covid 19, 1 orang di RS Adam Malik Medan dan hasil pemeriksaan negatif, sedangkan 2 orang di rawat di RSUD dr Kumpulan dengan hasil pemeriksaan sementara masih negatif.
“Satu orang warga Tebingtinggi dari hasil pemeriksaan dari Laboratorium Kemenkes RI dinyatakan Positif Covid 19, dan menjalani perawatan di RS GL Tobing Tanjung Morawa,” jelas Umar Zunaidi. (ian/han)
DONOR DARAH: Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat dan personel melakukan donor darah di PMI Labuhanbatu, Rantauprapat.
fAJAR dAME hARAHAP/sumut pos
DONOR DARAH: Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat dan personel melakukan donor darah di PMI Labuhanbatu, Rantauprapat. Fajardame Harahap/sumut pos
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Dampak dari mewabahnya virus Corona (Covid-19), persedian darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Labuhanbatu sering kosong.
Menurut Kabag Program PMI Labuhanbatu, Indra Gunawan, menipisnya persedian darah diakibatkan minimnya keinginan masyarakat untuk berdonor darah saat mewabahnya virus Corona.
“ Ya, memang PMI belakangan ini stok darah sering kosong, tak lain dampak dari pandemi Covid-19 ini,”ujar Indra Gunawan, di sela-sela acara donor darah personel Mapolres Labuhanbatu, Senin (13/4).
Pada kesempatan itu, Indra mengapresiasi Polres Labuhanbatu yang telah mengambil sikap untuk berupaya menanggulangi persoalan persedian darah di tengah Pandemi Covid-19. “Kami apresiasi Polres Labuhanbatu dan mengucapkan terimakasih telah melakukan kegiatan ini. Sangat menolong kami untuk menyediakan stok darah dan tentu sangat membantu masyarakat yang membutuhkan darah,” kata Indra
Dalam proses pengambilan darah, PMI Labuhanbatu menurunkan 12 personel mengingat dari besarnya jumlah kantong darah yang diambil.
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat dalam kesempatan itu turut berdonor darah bersama 200 personel Polres.
Kapolres Labuhanbatu berharap upaya yang mereka lakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
“Harapan kami, apa yang dilakukan saat ini bermanfaat bagi masyarakat, khususnya Kabupaten Labuhanbatu,” ujar Kapolres.
Pantauan di lokasi, kegiatan donor darah berjalan sesuai protap standar kesehatan, yakni personel melakukan cuci tangan, dilakukan tes suhu tubuh dan menjaga jarak. (fdh/han)
KARO, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan mengaku sudah menerima rencana detail anggaran penanganan virus corona (Covid-19) dari Pemerintah Kabupaten Karo. Anggaran penanganan Covid-19 di antaranya dari refocusing anggaran APBD 2020 dan dana tak terduga dari APBD 2020. Totalnya mencapai Rp30,5 miliar.
Sebelumnya, pada Rabu 8 April 2020, DPRD Karo menggelar rapat kerja dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, pembahasan di antaranya mengenai anggaran penanganan Covid-19. “Rabu (8 April 2020), pihak eksekutif kita undang rapat kerja dengan materi menyerahkan rincian detail rekapitulasi rasionalisasi anggaran APBD 2020 yang diperuntukkan kepentingan penanganan Covid-19. Betul, rekapitulasi dana dan rincian sudah diserahkan ke lembaga DPRD Karo oleh Bupati Karo dengan total refocusing Rp28,6 miliar, sedangkan dana tak terduga lebih kurang Rp2 miliar,” ujar Iriani, Kamis (9/4).
Ditegaskannya, demi keselamatan masyarakat Kabupaten Karo, pihaknya sepakat dilakukan refocusing anggaran. “DPRD Karo pada prinsipnya setuju refocusing digeser bagi penanganan Covid-19. Keselamatan masyarakat Karo lebih kita utamakan ketimbang pembangunan, sehingga anggaran yang ada selama ini sangat tepat di refocusing, sebab kesehatan manusia lebih berharga dari segalanya. Ke depan semua yang terlibat dalam Gugus Tugas lebih ekstra dan maksimalkan bekerja dalam antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19. Baik tenaga medis dan peralatan alkes adakan sesuai anggaran yang nantinya kita sepakat bersama,” imbuh Iriani.
Kepada masyarakat Kabupaten Karo, Iriani meminta agar mengikuti anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan, cuci tangan, jaga jarak (physical distancing), menggunakan masker.
“Iya, rekapitulasi rasionalisasi refocusing kita lakukan sesuai amanah, peraturan Mendagri. Semua sudah kita paparkan di depan Ketua DPRD dan Forkopimda,” ujar Terkelin. Dikatakannya, hasil refocusing anggaran yang sudah dihimpun dari 60 perangkat Pemerintah Kabupaten Karo sebesar Rp28,6 miliar, dan dana tak terduga (APBD) sekitar Rp1.999.999.998. (deo/han)
SERAHKAN: Manajemen PLN UIKSBU diwakili Asisten Manager Sekretariat dan Umum Azhari Abdul Wahab menyeahkan secara simbolis kepada keluarga Nenek Nur yang menerima manfaat zakat.
laila/ SUMUT POS
SERAHKAN: Manajemen PLN UIKSBU diwakili Asisten Manager Sekretariat dan Umum Azhari Abdul Wahab menyeahkan secara simbolis kepada keluarga Nenek Nur yang menerima manfaat zakat. Laila/ SUMUT POS
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Nek Nur (65), warga Dusun 8 Namocancan, Desa Ajibaho, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang, tak pernah menyangka kalau gubuk reotnya dipermak menjadi permanen. Ini berkat Yayasan Baitul Maal Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (YBM UIKSBU) yang merenovasi rumah Nek Nur melalui program Bedah Rumah.
Sebab, tidak sekadar berbuat dan bertindak untuk menerangi negeri, jajaran PT PLN (Persero) juga tak mengenyampingkan keberadaan mereka sebagai makhluk sosial yang juga memiliki tanggungjawab terhadap sesama.
YBM PLN UIKSBU menyasarkan rumah Nek Nur yang kondisinya memprihatinkan, berdinding papan yang sudah lapuk sehingga tak layak huni, berdiri di atas pertapakan 3×7 meter yang selama ini nyemper di sisi rumah warga lain.
Nek Nur selama ini hidup bersama 3 anaknya, di mana salah satu anaknya dalam kondisi berkebutuhan khusus.
Setelah melewati proses renovasi selama sepekan, rumah itu kini akhirnya layak huni. Sebagai tanda selesainya pembangunan rumah itu, pihak manajemen PLN UIKSBU yang diwakili Asisten Manager Sekretariat dan Umum Azhari Abdul Wahab bersama pengurus YBM yang diwakili Juliadi dan Amil YBM Rb Muhammad Marhot Khoirud Zaman, Kamis (9/4), secara simbolis melakukan penyerahan hunian itu kepada pemilik rumah yang sudah dibedah.
Meski berlangsung singkat, prosesi penyerahan rumah yang turut dihadiri Kades Ajibaho Masa Peranginangin, Babinsa Sertu Yudi Baktiar, Bhabinkamtibmas Ajibaho dari Polsek Sibiru-biru Bripda Joani Sembiring beserta sejumlah warga itu tetap berlangsung haru.
“Terima kasih kepada warga dan seluruh perangkat desa yang mendukung program ini. Biaya pembangunan ini semuanya ditanggung oleh YBM, yang merupakan wadah bagi seluruh pegawai PLN yang Muslim untuk menyalurkan zakat sebesar 2,5 persen dari gaji pegawai setiap bulannya,” ucap Azhari dalam pidato singkatnya, tanpa seremonial yang panjang. Kegiatan akhirnya ditutup dengan berfoto bersama.
GM PLN UIKSBU Bambang Iswanto melalui Asisten Manager Sekretariat dan Umum Azhari Abdul Wahab mengatakan, kegiatan itu memang digelar singkat, sebagai bukti bahwa PLN UIKSBU tetap patuh akan aturan pemerintah dan maklumat Kapolri untuk menghindari keramaian dan melakukan sosial atau physical distancing, guna memutus mata rantai wabah Virus Corona.
“Di tengah kegiatan sosial yang kita gelar hari ini, tentunya kita harus tetap mematuhi aturan terkait penanganan Covid-19 ini. Seperti yang kita lihat tadi, kegiatan itu hanya berlangsung sekitar 10 menit dan kita langsung membubarkan diri,” ungkap Azhari.
Azhari menjelaskan, sebelumnya tentang kondisi kediaman Nur itu mereka ketahui dari seorang Bidan Desa setempat bernama Febriani Salha.
“Informasi yang kita terima itu kemudian ditindaklanjuti oleh Tim YBM kami mengecek kondisi rumah, latar belakang dan alas hak pertapakan rumah. Setelah kami berkoordinasi dengan kepala desa dan dipastikan tidak ada masalah, proses pembangunan akhirnya dilakukan,” terangnya.
Dengan menghabiskan biaya sekitar Rp15.200.000, fokus pembangunan meliputi ruangan utama rumah, lantai, dan MCK. “Sebelumnya rumah ini semuanya menjadi satu area disitu dan berlantai tanah. Bahkan kondisi MCK nya juga sangat tidak sehat. Dengan kondisinya saat ini, diharapkan bisa menjadi berkah bagi penerima dan seluruh pegawai PLN di jajaran UIK SBU,” pungkas Azhari. (ila)
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Dua warga Serdangbedagai (Sergai) berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia.
Demikian disampaikan Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sergai, Drs H Akmal AP MSi di Posko Gabungan Terpadu Covid-19 rumah dinas Bupati Sergai Sei Rampah, Minggu (12/4).
Dalam siaran persnya, Akmal mengungkapkan bahwa kedua korban yang meninggal itu berinisial BB (78) berstatus ODP, warga Dusun II, Desa Gunung Monako, Kecamatan Sipispis, Sergai, meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RSU Sri Pamela Kota Tebingtinggi.
Sebelumnya, pada Jumat (10/4) lalu, BB mendapar perawatan di RSU Sri Pamela dengan Diagnosa Pneumonia CKD (Kidney Chronic Desease) dengan keluhan batuk dan sesak nafas.
Dari hasil diagnosa tersebut, BB telah lama menderita sakit ginjal dan asam lambung. Namun pasien tidak ada riwayat perjalanan keluar negeri maupun ke daerah zona merah Covid-19.
Berdasarkan hasil keterangan pihak RSU Sri Pamela, hasil Rapid Test BB negatif. Pasien tersebut juga sudah dimakamkan di kampung halamannya sesuai prosedur tetap (protap) Covid-19.
Kemudian, RS (67) berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), warga Dusun III, Desa Pekan Kamis, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang bedagai.
Sebelumnya, Sabtu (11/4), RS mendapat perawatan di RSU Royal Prima Medan, setelah beberapa saat mendapatkan perawatan, RS meninggal dunia sekitar pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, RS mempunyai keluhan sesak nafas dengan diagnosa Pneumonia. Telah dilakukan test Swap terhadap korban, namun masih menunggu hasil laboratorium.
Selanjutnya, pihak keluarga melakukan koordinasi bersama pihak RSU Royal Prima Medan, untuk membawa jenazah RS dan akan dilakukan pemakaman pada malam harinya oleh pihak keluarga sesuai protap Covid-19 di TPU Simalingkar B Medan.
Sementara itu, Kadis Kesehatan dr Bulan Simanungkalit didampingi Direktur RSUD Sultan Sulaiman, dr Nanda Satria Hasrimy mengatakan, bahwa kedua pasien masuk melalui IGD sehingga rujukannya dari IGD Rumah Sakit setempat. Keduanya masuk melalui IGD RSU Sri Pamela dan RSU Royal Prima Medan tanpa melalui rujukan dari RSUD Sultan Sulaiman maupun Puskesmas yang berada di Kabupaten Sergai. (sur/han)
BAGIKAN:Petugas pengamanan dan kesehatan Lapas Klas II A Binjai bagikan masker dan vitamin C kepada wargabinaan, Senin (13/4).
BAGIKAN:Petugas pengamanan dan kesehatan Lapas Klas II A Binjai bagikan masker dan vitamin C kepada wargabinaan, Senin (13/4).
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai membagikan masker dan vitamin C kepada warga binaan.
“Pembagian masker dan Vitamin C ini dilakukan setelah melakukan rapat terbatas bersama jajaran struktural dan binadik. Rapat terbatas membahas soal ini dan penerapan protokol kesehatan yang ketat sebelum masuk ke dalam Lapas,” kata Kalapas Kelas II A Binjai, Maju Siburian, Senin (13/4).
Dijelaskan Maju, masker yang dibagikan kepada warga binaan merupakan hasil karya tangan warga binaan. Artinya, ini semua dari wargabinaan dan untuk mereka juga.
Pembuatan masker juga bagian dari program pembinaan kegiatan kerja Lapas Binjai yang ditargetkan sebanyak 2.000 buah. Dan saat ini sudah mencetak 1.700 buah masker. “Masker yang dibuat melalui program pembinaan di kegiatan kerja Lapas Binjai berbahan American Drill. Pembagiannya dilakukan secara bertahap,” sambungnya.
Mantan Kepala Rumah Tahanan Tanjung Gusta ini, Program Pembinaan Bimbingan Kerja Lapas Binjai juga membuat faceshield untuk petugas pengawasan dan pemeriksaan yang berdinas.
Sejauh ini, faceshield sudah dibuat sebanyak 110 buah. Targetnya akan dibuat sebanyak 150 buah faceshield.
Terakhir, Lapas Binjai juga sudah membuat bilik disinfektan untuk petugas maupun pengunjung yang ingin masuk ke dalam. “Saya akan mengkoordinir jajaran KPLP untuk membantu Petugas Tenaga Kesehatan Lapas Binjai dalam pembagian Vitamin C,” pungkasnya. (ted/han)
SIDANG ONLINE: Samsul Fitri dan Dzulmi Eldin, mengikuti sidang lanjutan kasus perantara suap Wali Kota Medan melalui layar monitor, di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (13/4).
Agusman/Sumut pos
SIDANG ONLINE: Samsul Fitri dan Dzulmi Eldin, mengikuti sidang lanjutan kasus perantara suap Wali Kota Medan melalui layar monitor, di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (13/4).
Agusman/Sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Walikota Medan nonaktif, T Dzulmi Eldin, menjadi saksi dalam sidang lanjutan, dengan terdakwa Kasubbag Protokoler Pemko Medan, Samsul Fitri, di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (13/4). Samsul dituduh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai perantara suap dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kepada Eldin.
Dalam sidang yang digelar melalui teleconference tersebut, Eldin bersaksi lewat layar monitor dari Lapas Tanjunggusta, Medan.
Jaksa Penuntut Umum KPK, dalam dakwaannya menyebutkan, dalam kasus suap itu, Samsul Fitri berperan sebagai orang suruhan Dzulmi Eldin mengutip uang kekurangan perjalanan dinas ke Jepang, kapada OPD-OPD Pemko Medan.
Menanggapi tuduhan JPU KPK, Zulkarnain, Eldin mengaku tidak pernah menyuruh Samsul Fitri meminta uang kekurangan kepada sejumlah OPD. “Saya tidak pernah suruh Samsul Fitri,” tegas Eldin, di hadapan majelis hakim yang diketuai Abdul Aziz.
JPU KPK kemudian mempertanyakan kepada Dzulmi Eldin, berapa dana yang dibutuhkan untuk perjalanan dinas ke Jepang. “Sebelum melaksanakan kegiatan ini, tahu tidak berapa anggaran kegiatannya?” tanya JPU ke Eldin.
“Tidak tahu,” jawab Eldin singkat.
Eldin juga menegaskan, dirinya tidak pernah mendapatkan laporan terkait kekurangan dana ke Jepang. “Saya tidak pernah mendapatkan laporan dari Samsul Fitri,” katanya.
JPU Zulkarnain kemudian mempertanyakan alasan Dzulmi Eldin mengajak orang yang bukan ASN Pemko Medan, untuk mengikuti perjalanan Dinas.
Mendengar pertanyaan dari Jaksa, Eldin menerangkan, ada ASN yang boleh ikut. Namun biayanya tidak ditanggung pemerintah.
“Jadi, siapa yang menanggung biayanya?” tanya Jaksa.
“Saya sendiri,” pungkas Eldin.
Usai mendengarkan keterangan Dzulmi Eldin, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan.
Mengutip surat dakwaan penuntut umum pada KPK, Samsul Fitri menjadi perantara suap dari sejumlah Kepala OPD kepada walikota T Dzulmi Eldin, untuk kegiatan yang ditanggung APBD (budgeter) maupun tidak (nonbudgeter).
Puncaknya ketika rombongan walikota berangkat menghadiri undangan acara perayaan ulang tahun ke-30 Program Sister City ke Kota Ichikawa, Jepang. Eldin membawa rombongan di antaranya, Rita Maharani (istri Dzulmi Eldin), terdakwa Samsul Fitri, Andika Suhartono, Fitra Azmayanti Nasution, Musaddad, Iswar S, Suherman, T Edriansyah Randy (anak Dzulmi Eldin), Rania Kamila, Hafni Hanum, Tandeanus, Vincent dan Amanda Syaputra Batubara, yang akan difasilitasi oleh Erni Tour & Travel. Dana perjalanan pun membengkak menjadi Rp1,5 miliar.
Samsul Fitri terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK beberapa waktu lalu. Ia dijerat pidana Pasal 12 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. (man)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua warga Serdang Bedagai (Sergai) berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia di dua rumah sakit berbeda.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sergai, Drs H Akmal AP MSi mengatakan, adapun kedua korban yang meninggal itu adalah Bestina Br Bakara (78), berstatus ODP warga Dusun II, Desa Gunung Monako Kecamatan Sipispis, Kabupaten Sergai, meninggal dunia di RSU Sri Pamela, Kota Tebingtinggi.
Sedangkan pasien lainnya, Rusli Sirait (67), berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), warga Dusun III Desa Pekan Kamis Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), meninggal dunia di RS Royal Prima Medan, Sabtu (11/4).
Sementara itu, Kadis Kesehatan Sergai dr Bulan Simanungkalit didampingi Direktur Rsud Sultan Sulaiman dr Nanda Satria Hasrimy mengatakan, Bestina dan Rusli Sirait masuk ke rumah sakit melalui IGD sehingga rujukan RSUD Sultan Sulaiman maupun Puskesmas yang berada di Kabupaten Sergai. (adz/rud/sur)
SEMANGAT: Kadis Kesehatan Medan Edwin Effendi dan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan Burhanuddin Sitepu bersama pegawai Puskesmas PB Selayang II, Senin (13/4).
ADE ZULFI AS/Sumut pos
SEMANGAT: Kadis Kesehatan Medan Edwin Effendi dan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan Burhanuddin Sitepu bersama pegawai Puskesmas PB Selayang II, Senin (13/4). ADE ZULFI AS/Sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 57 pegawai UPT Puskesmas PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, sudah tak merasa nyaman lagi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pasalnya, saat ini sudah ada 5 orang rekan kerja mereka yang dinyatakan positif Covid-19. Namun begitu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi tetap meminta mereka tetap bertugas seperti biasa.
Kepala UPT Puskesmas PB Selayang II, dr Zainab Wahyuni kepada wartawan mengakui, kalau lima orang pegawainya positif Virus Corona. Tiga diantaranya dinyatakan positif setelah diperiksa dengan rapid test ke 2, dan dua lain ya dinyatakan positif Covid-19 setelah melewati pemeriksaan swab.
“Kami diminta tetap buka untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Namun, saat ini kami tidak berani memeriksa pasien secara kontak fisik, kecuali pasien gawat darurat,” kata dr Zainab kepada wartawan, Senin (13/4).
Diakuinya, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang datang ke Puskesmas PB Selayang II. Bahkan kemarin, sedikitnya ada 60 pasien yang datang untuk berobat. “Sebagai tanggung jawab moral, tetap kami layani pasien yang datang. Namun, bagaimana bisa kami sebagai garda terdepan bisa melayani, kalau kondisi pegawai sudah mulai resah,” ungkapnya lagi.
Karenanya, mereka berharap kebijakan dari Dinas Kesehatan Kota Medan agar mereka dapat mengisolasi diri dan bekerja dari rumah (work from home) selama 14 hari. Karenanya, mereka sudah melayangkan surat permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, namun tidak ditanggapi. “Untuk pelayanan kesehatan, kami rasa bisa dialihkan sementara ke Puskesmas terdekat, termasuk pasien rujuk balik,” timpal dr Ameria Girsang, menambahkan.
Ameria juga mengatakan, saat ini mereka bekerja sudah tak nyaman dan saling curiga. Bahkan, mereka juga khawatir menjadi pembawa (carrier) virus Corona bagi keluarga mereka maupun orang lain. Karenanya, mereka sangat berharap Kadis Kesehatan Kota Medan bisa mengakomodir keresahan mereka saat ini.
Menyahuti keresahan petugas UPT Puskesmas PB Selayang II ini, Kadis Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi Lubis langsung mengunjungi mereka, Senin (13/4) siang sekira pukul 14.00 WIB. Di saat bersamaan, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan Burhanuddin Sitepu juga mendatangi Puskesmas tersebut.
Di kesempatan itu, Edwin meminta kepada seluruh pegawai UPT Puskesmas PB Selayang II tetap semangat, bekerja dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. “Sebagai tanggung jawab profesi, kita harus tetap bertugas. Jangan pernah mengelak ataupun lari dari tangggung jawab dengan mencari-cari alasan. Ini adalah ujian buat kita. Yakinlah, kita mampu melewati ujian ini,” kata Edwin.
Dia juga mengatakan, di saat seperti ini, petugas kesehatanlah yang paling diharapkan menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat. Bahkan Edwin menduga, ada orang-orang yang menghasut agar Puskesmas PB Selayang II tutup sementara. “Jadi, jangan pernah berpikir untuk menghentikan pelayanan. Itu tindakan yang tidak benar. Jangan ada yang terpengaruh oleh orang-orang yang tidak benar. Memang di sini ada yang positif, tapi bukan menjadi alasan untuk tidak melayani masyarakat. Di kesempatan inilah saatnya kita membantu masyarakat. Ini hanya ujian. Di sinilah kelihatan, siapa-siapa yang bekerja dengan ikhlas dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Medan Burhanuddin Sitepu yang hadir dalam kesempatan itu, sependapat dengan Kadis Kesehatan Kota Medan, di mana Puskesmas PB Selayang II harus tetap beriperasi melayani masyarakat. Karenanya menurutnya, menghentikan operasional Puskesmas bukanlah solusi, tapi malah akan menimbulkan persoalan baru. Karenanya, harus dicarikan solusi agar seluruh pegawai Puskesmas dapat bekerja dengan nyaman melayani masyarakat.
“Ada benarnya yang disampaikan Kadis Kesehatan tadi. Yang terpenting, bagaimana kita menjaga diri kita agar tidak terjangkit virus Corona. Saya dapat merasakan, bagaimana kepanikan Pak Kadis Kesehatan saat ini. Karena ini bagian dari tanggung jawabnya dalam menangani Covid-19 di Kota Medan,” kata Burhanuddin yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Medan.
Dia juga menyebutkan, jika dilakukan isolasi 14 hari kepada seluruh pegawai Puskesmas PB Selayang II, maka pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan terganggu. Bahkan jika itu dilakukan, bukan tidak mungkin Puskesmas yang lain di Kota Medan juga akan melakukan hal yang demikian pula. “Jadi menurut saya, solusinya adalah pola kerja diperbaiki. Jika selama ini pegawai yang bertugas dibagi dalam dua sift, maka bisa dibagi menjadi tiga sift. Sehingga waktu pegawai untuk bersitirahat bisa lebih lama,” sarannya.
Selain itu, dia juga meminta kepada Pemko Medan untuk memperhatikan pegawai Puskesmas terutama dalam hal pemenuhan gizi mereka agar tidak rentan terserang penyakit, seperti tambahan vitamin atau pudding. “Ini juga harus menjadi perhatian Pemko Medan. Apalagi, anggaran untuk penanganan Covid-19 ini juga cukup besar dialokasikan dari APBD,” sebutnya.
Dia juga meminta kepada seluruh pegawai Puskesmas di Kota Medan untuk ikut mendukung penanganan Covid-19 dengan tidak bosan-bosan mengingatkan masyarakat tentang protokol pencegahan virus Corona, seperti penggunaan masker, hand sanitizer, penyemprotan disinfektan, dan menganjurkan masyarakat untuk menerapkan social distancing atau pembatasan sosial. “Jika ini dilaksanakan secara disiplin oleh masyarakat, saya sangat optimis wabah ini dapat segera berakhir,” ungkapnya.
Dia juga mengaku sangat mendukung segala program pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19. Termasuk dalam hal pemberian bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak wabah ini. Apalagi saat ini sudah menjelang Bulan Suci Ramadan, di mana Pemko Medan selalu menggelar Pasar Murah di 151 titik di Kota Medan. Menurut Burhanuddin, dia sangat mendukung jika anggaran Pasar Murah itu dialihkan untuk bantuan bagi masyarakat Kota Medan yang kurang mampu.
Sementara, satu orang warga Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, meninggal dunia di Rumah Sakit Marta Friska Medan, Minggu (12/4). Sesuai hasil rapid test, pasien perempuan berinisila Rp berusia 63 tahun itu positif terjangkit corona virus diase (Covid-19).
“Nyawa pasien tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada Minggu (12/4) pagi pukul 06. 00 WIB dan telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Simalingkar Medan,” kata Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan corona virus diase (Covid-19) Kabupaten Dairi, dr Edison Damanik melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Rahmatsyah Munthe dalam siaran pers, Senin (13/4).
Menurut Rahmatsyah, rapid test Covid-19 hanya bisa digunakan sebagai skrining atau penyaringan awal. Sedangkan untuk mendiagnosis seseorang positif terinfeksi Covid-19, tidak cukup hanya berdasarkan rapid test. Tetapi harus pemeriksaan swab dengan pengambilan sampel lendir tenggorokan dan hidung. “Pasien diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Sehingga hasil pemeriksaan swab-lah yang bisa memastikan pasien benar positif terpapar covid-19,” ucapnya.
Rahmatsyah mengimbau, warga Dairi tetap tenang. Jika mengalami gejala Covid-19 seperti sakit tenggorokan, meriang atau demam serta panas tinggi dan gejalan lainnya, supaya segera melapor dan memeriksakan diri ke tempat layanan kesehatan milik pemerintah. Sehingga, jika ada indikasi terpapar Covid-19 dapat langsung dikoordinasikan ke tim medis yang berada di Tim Gugus covid-19 dan bisa secepatnya dikirim ke rumah sakit rujukan covid-19.