PERIKSA: Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi ketika melakuan rapid test kepada pengunjung kafe.
sopian/sumut pos
PERIKSA: Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi ketika melakuan rapid test kepada pengunjung kafe.
sopian/sumut pos
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Tim Gugus Tugas Penanganan penyebaran Covid-19 Kota Tebingtinggi kembali melakukan rapid test kepada ratusan pengunjung di sejumlah kafe yang ada di Kota Tebingtinggi.
“Karena masih banyak warga yang membandel tetap nongkrong di sejumlah kafe, tim GTPP Covid-19 Tebingtinggi kembali melakukan rapid test kepada ratusan pengunjung,”ujar Jubir Percepatan Covid -19 Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia, Minggu (17/5) malam.
Menurut Nanang, ratusan pengunjung kafe yang yang menjalani pemeriksaan rapid test adalah pengunjung Kafe shop Plantinum, Kafe Batman, Kafe Optimst dan Coffe Time dan beberapa kafe lainnya di Kota Tebingtinggi.
dr Nanang Fitra Aulia bersama Kadis Kominfo Dedi P Siagian, mengimbau warga agar tidak nongkrong dan mematuhi imbauan pemerintah. “Alhamdulillah dari hasil pemeriksaan rapid test terhadap pengunjung, semuanya negatif,”kata dr Nanang.
Kepada pengusaha kafe, dr Nanang mengimbau agar melaksanakan sistem pembelian take away (beli dan bawa pulang) dan memperhatikan physical distancing dan wajib masker kepada para pengunjung.
“Kegiatan ini akan terus kita Lakukan untuk memutus mata rantai Covid-19 menjelang lebaran ini kita akan melakukan rutin setiap untuk memutus mata rantai Covid- 19,” tegasnya. (ian/han)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dinas Pendidikan Kota Binjai memberikan bantuan sosial untuk 150 guru honorer yang terdampak pandemi Covid-19. Penyerahan bantuan bahan pokok di Kantor Disdik Binjai, Jalan Gunung Merapi, Kelurahan Binjai Estate, Binjai Selatan, Minggu (17/5) pagi.
Kegiatan penyerahan bansos berjalan lancar dan tertib. Sebab, staf beserta jajaran Dinas Pendidikan tetap menerapkan Protokol kesehatan, yakni Physical Distancing dan Social Distancing.
Para guru honorer sebagai penerima bantuan sosial mendapatkan bahan pokok berupa beras 10 kg, minyak goreng 1 Liter, mie instan satu kotak, dan garam 500 gram.
Kadisdik Kota Binjai, Sri Ulina Ginting mengatakan, bantuan bahan pokok yang diberikan adalah sebagai atensi Pemko terhadap guru honorer di lingkungan Disdik Kota Binjai. “Beberapa waktu lalu kami telah mengajukan data guru honorer untuk penerima bansos.
Hasilnya, sebanyak 150 guru honorer sekolah negeri maupun swasta yang belum terima bantuan apapun berhak mendapatkan bansos ini. Tapi, untuk yang sudah menerima bantuan lain dari pemerintah tidak kita berikan lagi,” ujar Lina, Senin (18/5).
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait hasil verifikasi data penerima bantuan sosial,” sambungnya.
Kadis yang akrab disapa Lina ini menyampaikan, Pemko Binjai tetap peduli terhadap guru-guru honorer yang terdampak perekonomiannya di tengah pandemi virus Corona.
Tidak hanya bansos. Kata dia, dalam waktu dekat ini Disdik Binjai akan memberikan bantuan senilai Rp100 ribu perbulan untuk guru honorer di Kota Binjai. Mulai dari guru PAUD/TK, SD, hingga SMP akan menerima bantuan tersebut.
“Untuk tingkat PAUD, saat ini sudah berjalan penyaluran bantuan tersebut. Selain itu kepada para operator hingga jenjang SMP juga akan diberikan bantuan Rp150 ribu per bulannya. dimulai dari bulan Mei 2020 sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Wacananya hingga 3 bulan kedepan, namun kita lihat situasi. Kita semua juga berharap agar wabah ini cepat berlalu “ ungkapnya.
“Untuk para guru Honorer di kota Binjai tetap jaga kesehatan dan ikuti anjuran pemerintah terkait pencegahan Covid-19. Dinas Pendidikan bersama dengan Pemko Binjai akan tetap mencari solusi terbaik terkait dampak wabah ini,” seru dia.
Sementara, salah seorang honorer di SMP Negri 1 Binjai mengapresiasi Disdik Binjai karena telah memperhatikan keadaan mereka yang kesulitan ekonomi akibat dampak merebaknya virus corona.
“Terima kasih Pemko Binjai. Terutama untuk Kadis Pendidikan yang tetap memperhatikan nasib guru honorer, dan tetap mengupayakan bantuan kepada kami. Saya sudah 11 tahun mengabdi sebagai tenaga kebersihan. Dan di situasi pandemi ini guru-guru honorer khususnya di Binjai memang sangat membutuhkan bantuan seperti ini,” tukas dia seraya optimis perubahan dan perkembangan dunia pendidikan di Kota Rambutan dapat lebih baik lagi ke depannya. (ted/han)
TALI ASIH: Rina Eka Rahayu saat memberikan tali asih.
surya/ SUMUT POS
TALI ASIH: Rina Eka Rahayu saat memberikan tali asih.
surya/ SUMUT POS
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Keluarga besar Rina Eka Rahayu SE, dan H.M.Suprianto menggelar bhakti sosial dengan memberikan tali asih kepada 850 anak yatim piatu di Kecamatan Tanjung Morawa, Senin (18/5).
Aksi sosial ini digelar dengan cara door to door yang tersebar di 15 desa di Kecamatan Tanjung Morawa yang di gelar mulai Minggu, Senin, Selasa (17-18-19) dan menjelang Idul Fitri 1441H.
Rina Eka Rahayu mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan karena banyaknya warga yang terdampak Covid-19 khususnya untuk anak yatim piatu yang wajib diperhatikan begitu demikian para pengurus atau pengasuh anak yatim piatu. “Kita laksanakan ke desa-desa ini untuk menghindari keramaian karena Covid-19, ada 15 desa kita datangin untuk bantuan dan tali asih anak yatim piatu,” kata Rina Eka Rahayu.
Disebutkanya, bantuan kepada anak itu tersebar di 15 desa diantara Desa Dagang Kerawan, Desa Naga Timbul, Desa Lengau Seprang, DesaTanjung Morawa A, Desa Bandar Labuhan, Desa Tanjung Morawa B, Desa Punden Rejo, Desa Tanjung Mulia, Desa Lima Mungkur, Desa Buntu Bedimbar, Desa Nogo Rejo. “Begitu juga untuk pengurus atau pengasuh anak yatim ada 40 orang, mudah mudahan Covid-19 ini cepat berakhir sehingga perekonomian pulih kembali dan anak-anak bersekolah kembali, “ungkap Rina Eka Rahayu.
Sementara itu pengasuh anak yatim-piatu, Rumsah dan Yasinta berterima kasih kepada keluarga Rina Eka Rahayu dan H.M.Suprianto karena bantuan tali asih ini sangat bermanfaat bagi anak anak yatim piatu.
“ Terima kasih semoga ibu Rina dan keluarga dilimpahkan rezeki dan sehat sehat selalu” kata Rumsah dan Yasinta. (btr)
PARIPURNA: Wali Kota Binjai, HM Idaham mengikuti rapat paripurna istimewa peringatan Hari Jadi Kota Binjai yang digelar DPRD.
PARIPURNA: Wali Kota Binjai, HM Idaham mengikuti rapat paripurna istimewa peringatan Hari Jadi Kota Binjai yang digelar DPRD.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemko Binjai akan menerapkan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang kewajiban penggunaan masker selama pandemi Covid-19.
Hal itu disampaikan Wali Kota Binjai, HM Idaham usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi Kota Binjai ke-148 Tahun di Gedung DPRD Sementara, Jalan AR Hakim, Kelurahan Nangka, Binjai Utara, Senin (18/5).
“Hari ini Pemerintah Kota Binjai akan membuat peraturan tentang wajib menggunakan masker jika berada di luar rumah. Sesuai dengan protokol WHO dan anjuran pemerintah pusat, karena salah satu yang paling penting menghindari dampak dari virus Covid-19 ini adalah pemakaian masker di luar rumah,” beber Wali Kota 2 periode ini kepada wartawan.
Pemko Binjai, kata dia, juga akan membagikan 30 ribu masker secara gratis kepada masyarakat kota Binjai. Karenanya, tidak ada alasan lagi untuk warga yang keluar rumah ditemukan tidak menggunakan masker.
Jika kedapatan, kata dia, warga itu akan diganjar sanksi sosial sesuai Perwal yang tengah dirumuskan. “Ketika aturan sudah disahkan jelas ada sanksi, saat sedang kita rumuskan sanksinya kepada masyarakat, yang penting bukan sanksi pidana hanya sanksi sosial,” katanya.
Idaham berharap kepada masyarakat agar bekerjasama dengan pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebaran pandemi covid-19, “Kami Pemerintah Kota, DPRD, TNI, Polri semua berusaha membuat yang terbaik agar masyarakat terhindar dari pandemi Covid-19 dan menjaga perekonomian,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gugus Tugas Covid-19 di Kota Binjai khususnya paramedis mendapat apresiasi dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Binjai. Ini diutarakan Ketua DPRD Binjai, H Noor Sri Alam Syah Putra dalam Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi Kota Binjai ke-148 Tahun di Gedung DPRD Sementara.
Politisi Partai Golkar ini yang memimpin rapat paripurna didampingi unsur pimpinan lainnya. Sementara para kadis, Kabag, camat, lurah dan sejumlah lainnya mengikuti melalui video konfrens.
Ketua DPRD Kota Binjai yang akrab disapa Haji Kires ini menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang ikut dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19, serta mengimbau agar meningkatkan kebersihan serta solidaritas sosial. “Kami mengapresiasi semua pihak yang tergabung dalam Gugus Tugas Covid-19 terkhusus para petugas medis. Keberhasilan dalam memutus mata rantai virus ini tergantung kepatuhan kita terhadap protokol kesehatan,” ujar dia.
Sementara, Wali Kota Binjai HM Idaham mengatakan, sesuai dengan tema rapat ini diharapkan moment hari jadi kota Binjai bermakna positif untuk menggerakkan solidaritas dan kepedulian bersama dalam mempercepat penanganan Covid – 19. Sehingga Kota Binjai bebas dari pandemi Covid -19.
“Ucapan terima kasih saya sampaikan untuk rekan-rekan Forkopimda, para tenaga medis, dan para relawan atas bantuan dan pengabdian dalam penanganan Covid-19. Kiranya kerjasama, kerja keras, rasa kepedulian dan solidaritas tersebut dapat terus kita gerakkan sampai bencana Covid-19 ini selesai,” ujar Idaham.(ted/han)
SERAHKAN: Ketua PWI Langkat, Hery Putra Ginting didampingi pengurus menyerahkan paket sembako dan bingkisan kepada perwakilan anggota PWI Langkat.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
SERAHKAN: Ketua PWI Langkat, Hery Putra Ginting didampingi pengurus menyerahkan paket sembako dan bingkisan kepada perwakilan anggota PWI Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Kabupaten Langkat, menyerahkan bantuan paket sembako dan bingkisan kepada seluruh anggota.
Penyerahan sembako dan bingkisan tersebut diberikan secara simbolis oleh Ketua PWI Langkat Hery Putra Ginting, didampingi pengurus yakni H. Imam Fauzi Hasibuan, Endang Junaidi, M. Wahyudi dan Alimudin Lubis di kantor PWI Langkat, Jalan Proklamasi Kelurahan Kwala Bingai Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Senin (18/5).
Ketua PWI Langkat Hery Putra Ginting, mengatakan, diharapkan bantuan yang diberikan bermanfaat bagi seluruh anggota, khususnya bagi anggota yang beragama Islam dalam menyambut hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah di tengah tengah “perang” melawan wabah Corona.
“Saya berharap bantuan ini sedikit meringankan rekan-rekan wartawan khususnya yang masih terus bekerja di tengah pandemik ini,” kata Ketua PWI Langkat.
Paket sembako ini, sambung Hery terdiri dari beras, mie instan dan ditambah bingkisan untuk hari raya berupa satu kotak sirup. Bahkan bukan hanya anggota PWI yang menerima, saudara-ssudara kita wartawan yang bukan anggota PWI Langkat juga menerima bantuan satu kotak sirup.
“Hal ini kita lakukan tiada lain adalah merupakan ujud nyata dari bentuk kepedulian antar sesama jurnalis khususnya yang bertugas di Kabupaten Langkat,” ujarnya.
Hery juga menambahkan di saat menjelang Lebaran ini, kita semua memaklumi bahwa kebutuhan keluarga cukup meningkat, sehingga dengan adanya bantuan ini akan sangat membantu dan meringankan beban kawan-kawan kita
“Kita semua tentunya berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga kita dapat melewati masa sulit ini dengan aman dan tetap sehat selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat hari raya idul fitri 1 syawal 1441 hijriah.minal a’idin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,”imbuhnya. (yas/han)
PANEN: Sadarman Tarigan sedang panen daun selada di ladangnya Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi.
sopian/sumut pos
PANEN: Sadarman Tarigan sedang panen daun selada di ladangnya Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi.
sopian/sumut pos
KARO, SUMUTPOS.CO – Di musim hujan seperti ini harga sayur biasanya melonjak naik, karena tanaman muda seperti daun selada, Bawang Perai, peleng, Sop sangat rentan gagal panen. Jadi butuh perawatan maksimal terhadap tanaman. Hal ini dikatakan Sadarman Tarigan (43) salah seorang petani sayur daun selada, daun bawang dan daun sop saat ditemui di lahan taninya, Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo pada Minggu, (17/5).
Sadarman menuturkan, di masa pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) dan masa bulan Ramadan ini, kenaikan harga sayur tersebut sangat membantu perekonomian keluarga khususnya petani. “Sebelum kenaikan harga, kami sangat merana. Banyak hasil panen tidak laku di buang begitu saja.
Masa itu kita mengalami banyak kerugian baik dari segi waktu, tenaga dan materi. Harga belakangan hari sayuran ini hanya di kisaran Rp 2000/kg saja”. Namun sekarang saya bisa menjual per kilo di kisaran harga Rp. 10.000 ke atas, seperti daun selada, sop dan peleng. Sedangkan harga daun bawang perai mencapai kisaran harga Rp. 20.000/kg.
Sadarman yang sudah puluhan tahun bercocok tanam menceritakan suka duka dalam bertani. “Ada suka ada duka, kalau sukanya, ketika tanaman kita harga stabil didukung cuaca yang baik dan tanaman terhindar dari hama. Dukanya ya pas harga anjlok, ditambah cuaca yang gak bagus terhadap pertumbuhan tanaman dan hama menyerang, apalagi modal kita pas pasan,”ujarnya.
Sambungnya, kalau pas harga naik, wah untungnya bisa berlipat, tak perlu lahan yang luas pun kebutuhan kita bisa tercukupi untuk menanam beberapa musim ke depan lagi. Saat melakukan panen daun selada di ladangnya, Sadarman terlihat semangat. Ini sudah ada pesanan 450 kg ke langganannya di Aceh dengan harga Rp 13.000 – 15.000/kg tergantung mutu dan kwalitas sayurnya.
“Bersyukur sekali di masa pandemi seperti ini, kenaikan harga sangat membantu kebutuhan di rumah. Seperti kebutuhan sekolah anak -anak dan kebutuhan sehari hari di rumah,”tandasnya. (deo)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pemko Medan kembali melakukan razia masker sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Medan, Senin (18/5). Kali ini, razia difokuskan di wilayah perbatasan Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang. Hasilnya, sebanyak 122 KTP warga yang tak mengenakan masker disita.
Razia masker dilakukan GTPP Covid-19 Kota Medan di 4 titik perbatasan Kota Medan dengan Kabupaten Deliserdang, yakni Jalan Letda Sudjono, Titi Sewa, Jalan Sisingamangaraja Komplek Rivera Tanjungmorawa, Jalan Young Panah Hijau Ujung simpang tiga jembatan Sungai Deli, dan Jalan Gatot Subroto, sebelum jembatan Kampunglalang, Medan Sunggal. “Hari ini kita fokuskan di kawasan perbatasan. Hasilnya, ada 122 KTP yang sudah kita tahan,” kata Kasat Pol PP Kota Medan, Muhammad Sofyan kepada Sumut Pos, Senin (18/5).
Dikatakan Sofyan, seperti razia masker yang lalu, selain untuk memberikan sanksi bagi para pelanggar berupa penahanan KTP atau push-up bagi yang tidak membawa KTP, maka razia di kawasan perbatasan tersebut juga bertujuan sebagai sosialisasi penegakan Perwal No.11 tahun 2020 kepada seluruh masyarakat termasuk masyarakat yang bukan merupakan warga Kota Medan. “Sebab jelas, Perwal itu dibuat untuk setiap orang yang berada atau beraktifitas di Kota Medan, terlepas dia warga Kota Medan ataupun tidak. Sanksinya tetap sama, KTP nya kita tahan, silakan diambil tiga hari kedepan di Kantor Satpol PP Kota Medan,” katanya.
Ditanya soal efektivitas Perwal No.11/2020 tentang karantina kesehatan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 Kota Medan itu, jelas Sofyan, sudah cukup baik. Terbukti, masyarakat Kota Medan sudah cukup meningkat kesadarannya dalam menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah. “Terbukti yang pakai masker sudah jauh lebih banyak dari yang tidak.
Lalu dari 122 KTP yang kita tahan hari ini, hanya 59 lembar yang merupakan KTP warga Kota Medan, sedangkan 63 lembar KTP lainnya merupakan KTP diluar warga Kota Medan. Artinya warga luar Kota Medan justru mendominasi banyaknya pelanggar, bukan warga Kota Medan. Itu sebabnya, razia di perbatasan wilayah ini akan terus kita lakukan agar masyarakat sekitar Kota Medan juga mengetahuinya,” tandasnya.
Berdasarkan data yang diterima Sumut Pos dari Satpol PP Kota Medan, adapun rincian KTP yang ditahan dari 4 lokasi tersebut yakni; di Jalan Letda Sudjono Titi Sewa 27 KTP, di Jalan Sisingamangaraja Komplek Rivera Tanjungmorawa 26 KTP, di Jalan Young Panah Hijau Ujung simpang tiga jembatan Sungai Deli 47 KTP, dan di Jalan Gatot Subroto sebelum jembatan Kampunglalang 22 KTP. (map)
PAPARKAN: External Affairs Senior Manager Regal Springs Indonesia, Kasan Mulyono dan Dian Octavia selaku Senior Community Manager Regal Springs Indonesia menjelaskan rencana relokasi budidaya ikan tilapia dari perairan Ajibata ke Uluan-Porsea, Minggu (17/5).
PAPARKAN: External Affairs Senior Manager Regal Springs Indonesia, Kasan Mulyono dan Dian Octavia selaku Senior Community Manager Regal Springs Indonesia menjelaskan rencana relokasi budidaya ikan tilapia dari perairan Ajibata ke Uluan-Porsea, Minggu (17/5).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Regal Springs Indonesia (RSI) berencana merelokasi operasi budidaya ikan tilapia (nila) dari perairan Ajibata ke perairan Uluan-Porsea, Kabupaten Toba, Desember tahun ini. Belasan Keramba Jaring Apung (KJA) milik perusahaan akan dipindahkan ke daerah hulu Sungai Asahan tersebut, yang memang ditetapkan pemerintah sebagai zona perikanan, setelah seluruh izin diperoleh.
“Lokasi baru keramba jaring apung (KJA) milik perusahaan sebagai lokasi pembesaran ikan, direncanakan berada di kawasan Uluan, Porsea dan Balige, Kabupaten Toba, dengan luas kurang-lebih 2,1 kilometer persegi. Sedangkan lokasi peristirahatan ikan sebelum panen, di areal kurang lebih 1,5 km persegi,” kata External Affairs Senior Manager Regal Springs Indonesia, Kasan Mulyono, kepada wartawan di Medan, Minggu (17/5).
Areal lainnya yang dibutuhkan adalah pembangunan dermaga pendaratan seluas kurang lebih 0,3 persegi untuk penarikan ikan dari KJA sebelum diangkut ke pabrik. “Hasil kajian awal, lokasi baru sangat memenuhi persyaratan untuk budidaya akuakultur berkelanjutan. Baik dari kualitas air seperti kadar oksigen terlarut, PH, kedalaman air, dan sebagainya, maupun dari segi lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk,” kata Kasan.
Untuk mendapatkan izin lokasi, jajaran manajemen Regal Springs Indonesia telah berdiskusi dengan Bupati Toba, Darwin Siagian, dan jajarannya. Pada prinsipnya, rencana ini didukung pemkab dan masyarakat setempat sepanjang memenuhi perizinan dan memberi manfaat ke masyarakat.
Perpindahan lokasi operasi dari kawasan Ajibata ke Porsea dilakukan perusahaan secara sukarela, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah mengembangkan Kota Parapat/Ajibata sebagai kawasan pariwisata. Apalagi, kawasan Ajibata semakin padat dan ramai, menyusul bertambahnya pelabuhan ferry di gerbang masuk Pulau Samosir tersebut.
Di lokasi baru, produksi tilapia RSI tetap seperti semula, sesuai kapasitas dukungan air Danau Toba. “Tidak ada penambahan produksi. Jika pun nanti ada kenaikan permintaan pasar akan produk tilapia, perusahaan tidak akan menambah produksi sebelum ada izin,” ungkapnya.
Menurut Kasan, Pemkab Toba dan jajaran mendukung rencana relokasi RSI ke lokasi baru, dengan tenaga kerja lokal terekrut dan sejumlah prasarana terbangun. Saat ini, RSI sedang mengurus berbagai perizinan yang dibutuhkan, baik di tingkat kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat. “Karena itu, kami berharap dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk relokasi ini,” jelasnya.
Dian Octavia selaku Senior Community Manager Regal Springs Indonesia, mengatakan, sejalan dengan rencana relokasi tersebut, Regal Springs Indonesia juga melakukan kajian pemetaan sosio ekonomi di Kecamatan Uluan dan Porsea, Kabupaten Toba. “Kami berdiskusi dengan jajaran pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan warga setempat untuk memperoleh masukan terkait rencana relokasi ini.
Kami melakukan pemetaan tentang kebutuhan masyarakat setempat. Intinya, kami ingin kehadiran Regal Springs Indonesia di lokasi yang baru dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Termasuk untuk memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Sesuai komitmen perusahaan menerapkan Program Keberlanjutan Terpadu KAMI PEDULI, pihaknya ingin menjalankan operasional sesuai dengan prinsip-prinsip bertanggungjawab dan ramah lingkungan.
“Secara umum, masyarakat di sana hidup dari sektor informal, seperti pertanian, tenun ulos, perikanan, tambang batu, dan sebagainya. Populasi tenaga kerja produktif relatif kecil, karena kebanyakan generasi muda merantau ke kota untuk melanjutkan sekolah. Perusahaan sedang memetakan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dari masyarakat lokal, sesuai populasi warga setempat,” jelasnya. (mea)
RAPID TEST: Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar saat mengikuti rapid test di Kantor Bupati Deliserdang, Lubukpakam, Senin (18/5).
batara/sumut pos
RAPID TEST: Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar saat mengikuti rapid test di Kantor Bupati Deliserdang, Lubukpakam, Senin (18/5).
batara/sumut pos
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sebanyak tujuh Pejabat Pemkab Deliserdang dinyatakan reaktif usai mengikuti rapid test di Kantor Bupati, Lubukpakam, Senin (18/5). Lima di antaranya merupakan kepala dinas dan dua di antaranya camat.
Rapid test itu diikuti Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan, Ketua TP PKK H Yunita Ashari, Wabup HMA Yusuf Siregar, Wakil Ketua TP PKK Sri Pepeni Yusuf, Sekdakab Darwin Zein, staf ahli bupati, asisten, para pimpinan OPD, para Kabag dan camat.
Sebelum rapid test, para pejabat itu terlebih dahulu mengisi biodata. Kemudian dilakukan wawancara singkat soal keluhan kesehatan dan riwayat perjalanan. Beberapa pejabat terlihat merasa khawatir, namun ada juga pejabat yang antusias mengikuti untuk kebaikan bersama.
Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Deliserdang dr Ade Budi Krista bersama jajaran mengunakan alat pelindung diri melakukan rapid tes. Sampel darah diambil menggunakan jarum lalu diletakkan ke media lalu dicampurkan cairan rapid. Hasil reaktif atau nonreaktif baru bisa diketahui 15 menit kemudian.
Selesai melakukan rapid tes, Ade Budi mengumukan, Pemkab Deliserdang akan mulai memberlakukan karantina kesehatan. Hal itu dilakukan usai pertemuan Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama kepala daerah Mebidangro.
“Deliserdang akan diberlakukan karantina kesehatan. Semua orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP) ternyata rumahnya tidak layak dilakukan isolasi mandiri maka Taman Cadika di Komplek Pemkab Deliserdang, Lubukpakam dibuat jadi tempat isolasi mandiri,” kata Ade.
Menurut Ade, dilaksanakannya karantina kesehatan karena angka positif Covid-19 di Medan naik. Disebut, 85 persen jumlah Covid-19 di Sumut berasal dari Kota Medan, kemudian 10 persen dari Deliserdang serta sisanya berasal dari daerah lain.
Memakan waktu kurang lebih satu jam, pelaksanaan rapid selesai. Informasi diketahui ada sebanyak 7 orang pejabat yang reaktif. Selebihnya diketahui nonreaktif. Begitu reaktif 7 pejabat itu, Sekda langsung perintahkan jajaran untuk memanggil yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Darwin Zein menyebut, para pejabat yang dinyatakan reaktif usai pemeriksaan akan dilakukan pengambilan swab. Selanjutnya akan dilaksanakan isolasi mandiri. Tujuh pejabat yang reaktif itu juga dibenarkan Ade Budi. “Untuk hari ini hasil rapid test sebanyak 7 orang dinyatakan reaktif,” katanya.
Menurut Ade, reaktif artinya dalam tubuh sudah terdapat antibody yang terbentuk karena terpapar virus. Tetapi virus jenis apa belum diketahui. Sehingha harus dilakukan swab/PCR
(Polymerase Chain Reaction) untuk memastikan jenis virusnya. “Yang nonreaktif artinya juga bukan berarti aman. Sampai saat ini belum terpapar virus dan harus dijaga ke depan agar semakin disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan,” pungkas Ade.
Informasi yang dihimpun baru-baru ini juga Pemkab Deliserdang melakukan rapid test di Tanjungmorawa. Dua orang dari 10 orang yang dinyatakan reaktif merupakan pejabat Pemkab Deliserdang.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang kasir di Brastagi Supermarket dikabarkan terpapar Covid-19. Hal itu diketahui Sumut Pos berdasarkan surat dari Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) No.443.33/6258.3/Dinkes/V/2020 tertanggal 13 Mei 2020 yang ditujukan kepada Dinas Kesehatan Kota Medan tentang hasil pemeriksaan Covid-19 terhadap tiga orang, yang satu diantaranya kasir di Brastagi Supermarket.
Berdasarkan pemeriksaan sampel di Laboratorium Klinik Terpadu Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU), dari tiga orang yang diperiksa, satu diantaranya dinyatakan positif yakni berinisial YH (23), berjenis kelamin perempuan. Sedangkan dua lainnya, SK (laki-laki) berusia 52 tahun dan RS (perempuan) berusia 50 tahun dinyatakan negatif.
Dikonfirmasi mengenai hal itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan, Muslim Harahap membenarkan kabar tersebut. “Iya, seorang pekerja Brastagi Supermarket di Jalan Gatot Subroto itu positif (Covid-19),” kata Muslim kepada Sumut Pos, Senin (18/5).
Dikatakan Muslim, dalam waktu dekat GTPP Covid-19 Kota Medan akan melakukan rapid test massal kepada karyawan Brastagi Supermarket Gatot Subroto Medan. “Kalau tidak besok (hari ini), mungkin lusa, yang pasti diusahakan secepatnya,” ujar Muslim yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan.
Oleh sebab itu, lanjut Muslim, saat ini pengelola Brastagi Supermarket dan pangunjung telah diminta untuk selalu menggunakan masker serta menjaga Social Distancing antara satu dengan yang lain. “Tidak tertutup kemungkinan kita juga akan melakukan penutupan sementara Brastagi Supermarket,” tandasnya.
Sementara itu, Kasatpol PP Kota Medan, Muhammad Sofyan juga turut membenarkan kabar tersebut. Sofyan mengaku pihanya telah berkoordinasi dengan GTTP Kota Medan dalam mengambil langkah berikutnya. “Jadi langkah berikutnya kita akan melakukan rapid test massal terhadap para pekerja di Brastagi Supermarket yang di Jalan Gatot Subroto Medan,” katanya.
Hasil rapid test nanti, kata Sofyan, akan cukup menentukan langkah yang akan diambil GTPP Covid-19 Kota Medan terhadap kelanjutan Brastagi Supermarket di Jalan Gatot Subroto Medan tersebut ditengah pandemi Covid-19. “Setelah test massal nanti kita akan rapat lagi. Nanti akan diambil keputusan apakah akan tetap sibuk dengan menjaga protokol kesehatan seperti selalu menggunakan masker dan menjaga social distancing atau justru akan kita minta untuk menutup sementara supermarket tersebut karena sudah menjadi klaster penyebaran Covid-19,” katanya.
Sedangkan untuk kasir berinisial YH tersebut, saat ini sudah dirawat di rumah sakit dengan protokol kesehatan. (btr/map)