26 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 4383

500 Unit APD Sudah Tiba di Sumut

TINJAU: Wagubsu Musa Rajekshah meninjau persiapan di RS GL Tobing, Tanjungmorawa, Jumat (20/3). Rumah sakit ini akan digunakan untuk isolasi pasien terpapar virus corona.
TINJAU: Wagubsu Musa Rajekshah meninjau persiapan di RS GL Tobing, Tanjungmorawa, Jumat (20/3). Rumah sakit ini akan digunakan untuk isolasi pasien terpapar virus corona.
TINJAU: Wagubsu Musa Rajekshah meninjau persiapan di RS GL Tobing, Tanjungmorawa, Jumat (20/3). Rumah sakit ini akan digunakan untuk isolasi pasien terpapar virus corona.
TINJAU: Wagubsu Musa Rajekshah meninjau persiapan di RS GL Tobing, Tanjungmorawa, Jumat (20/3). Rumah sakit ini akan digunakan untuk isolasi pasien terpapar virus corona.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SEKITAR 500 unit alat pelindung diri (APD) diklaim sudah sampai di Sumatera Utara, Jumat (20/3) sore, sebagai upaya kesiapsiagaan dan penanganan terhadap pasien suspek pandemi korona atau Covid-19. “Ya, sore ini akan sampai 500, kita ada pesan 10.000 (APD) insya Allah Minggu sudah sampai semua.

Jadi dikirim bertahap, karena seluruh Indonesia memesan,” kata Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan dan Koordinator Lapangan untuk Fasilitas Penanganan Covid-19 Sumut, Mayor Handoyo di Kantor Gubernur Sumut, kemarin.

APD paling prioritas akan didistribusikan ke sejumlah rumah sakit yang merawat ODP dan PDP Sembari itu Dinkes Sumut juga tengah persiapkan sarana, prasarana sekaligus tenaga medis pada RS-RS rujukan. “Tapi itu dalam waktu dekat, sekarang belum berfungsi. Mudah-mudahan jika itu berfungsi, semua pasien dapat terlayani. Sekarang ini kami sedang persiapkan,” kata Alwi.

Menurut Alwi, APD tersebut bagian dari memutus mata rantai Covid-19. Salah satunya, dimulai oleh para tenaga medis terhadap Orang Dalam Pengawasan (ODP). “Sekarang ini kita sudah positif dua. Itu karena beberapa ODP kita tidak patuh terhadap protokoler yang harus mereka kerjakan. Harusnya ODP ini melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing, tapi malah berkeliaran,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, diamini Alwi, ke depan jumlah ODP maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Sumut akan bertambah. Namun jika dalam waktu dekat ini semua stakeholder mampu memutus mata rantai tersebut, diyakininya baik ODP maupun PDP jumlahnya akan turun. “Makanya kita juga butuh rapid test untuk seluruh ODP ini,” katanya seraya menyebut ada kenaikan signifikan jumlah PDP dari 17 (Kamis) sekarang menjadi 36, dan ODP dari 28 menjadi 205.

Mengenai anjuran pemerintah pusat terhadap tes massal kesehatan masyarakat atas Covid-19, pihaknya menekankan stakeholder terkait yang akan melakukan sembari menunggu kesiapan seluruh perangkat seperti APD, rapid test, cairan disinfektan dan lainnya. Mengenai pemeriksaan Covid-19 bagi masyarakat, diakui Alwi memang berbayar di seluruh sarana kesehatan yang ada. Namun setelah masuk kategori PDP, seluruh biaya akan ditanggung pemerintah. Pada kesempatan itu, Alwi juga menegaskan bahwa hasil pemeriksaan terhadap Gubsu Edy Rahmayadi dan istri, dinyatakan negatif Covid-19.

Kemudian terhadap kesiapan menampung ODP maupun PDP di Sumut, Riadil menyebut pihaknya telah menyiapkan rencana cadangan. Misal di RS GL Tobing PTPN II Tanjungmorawa, RSU Sari Mutiara dan RS lain di Sumut. “Kita juga sudah siapkan dokter dan tenaga medis. Kita siap untuk itu. Kemudian Bapak Mendagri juga telah menegaskan melalui surat edaran, bahwa terhadap anggaran seluruh pemprov dan pemda di Indonesia siap mengalokasikan untuk kondisi ini. Dana sudah tersedia,” katanya.

Bilamana dana tersebut masih kurang, sambung dia, Mendagri disebut Riadil sudah beri pedoman bahwa anggaran bisa digeser dari kegiatan yang kurang efisien guna penanganan Covid-19. “Untuk itu kami imbau bupati dan wali kota coba dicek anggaran pengadaan untuk ini. Disamping itu, bagi kabupaten dan kota yang sudah menetapkan status siaga darurat dan Gugus Tugas, kami minta segera susun protokoler dan rencana aksi. Sehingga ke depan lebih siap dalam mengakomodir berbagai keluhan masyarakat,” katanya.

Kembali, Alwi mengimbau agar masyarakat tetap lakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PBHS) serta social distancing. Menjaga jarak itu perlu guna untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Di samping itu juga masyarakat diminta mengurangi aktivitas keluar rumah, terutama pada titik-titik keramaian.

Wagubsu Tinjau RS dr GL Tobing

Terpisah, Wagubsu Musa Rajekshah meninjau persiapan RS dr GL Tobing PTPN II Tanjungmorawa, sebagai sarana utama penanganan PDP Covid-19 yang akan dirawat. Ini dilakukan untuk memastikan penanganan pasien Covid-19 berjalan dengan baik dan sesuai prosedur yang ditetapkan.

Sebelum meninjau sejumlah lokasi yang akan disiapkan untuk proses evakuasi dan isolasi, Wagubsu menggelar diskusi terkait perkembangan terkini serta langkah terbaru mengantisipasi penyebaran Covid-19 di ruang kepala RS GL Tobing, setelah ada dua orang PDP yang kemudian dinyatakan positif Covid-19, satu diantaranya meninggal dunia.

Dalam diskusi itu, pria yang akrab disapa Ijeck, meminta agar seluruh upaya penanganan masalah Covid-19 ini benar-benar melibatkan seluruh pihak terkait sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, sehingga tidak ada waktu lagi untuk terlalu banyak pertimbangan yang tidak substansial seperti komunikasi serta kerjasama antara instansi yang tergabung dalam tim Pelaksana Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumut.

“Dalam tim inikan ada juga TNI/Polri. Untuk masyarakat yang dimaksud (ODP), silakan libatkan (polisi) untuk bisa menjemput mereka. Tidak bisa kita berpikir mau diusahakan dulu, kalau tidak mampu baru minta tolong. Kita ini bicara waktu, ini kerja tim,” ujarnya terkait upaya penjemputan sejumlah masyarakat yang diidentifikasi memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

Dengan pendataan yang baik, lanjutnya, ketua tim Pelaksana Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumut diminta untuk berkoordinasi secepatnya kepada kepolisian guna mengambil langkah penjemputan untuk membawa sejumlah ODP dan diberikan pemeriksaan segera di RS Sari Mutiara Medan sebagai rujukannya. “Tetap laporan harian ke Pak Gubernur. Mudah-mudahan persiapan ini seperti apa yang kita harapkan, (Covid-19) tidak menyebar dan mengorbankan masyarakat. Jadi petugas harus tegas dalam penjemputan,” katanya.

Terungkap, saat ini RS GL Tobing memiliki fasilitas pelayanan kesehatan sebanyak 19 kamar yang akan dijadikan ruang isolasi. Ditambah lagi ada sejumlah ruang bangsal yang dibangun sekat untuk menambah kapasitas penanganan pasien nantinya. “Untuk tim medis menambah kekuatan SDM dan perlengkapan kebutuhan medisnya. Kita juga dibantu TNI/Polri untuk menyiapkan fasilitas ini,” kata Riadil yang hadir mendampingi Wagubsu Ijeck.

Sedangkan Mayor Handoyo pada kesempatan itu menegaskan, dirinya bersama tim medis dr Restuti Saragih akan memastikan seluruh standarisasi fasilitas dan penanganan PDP di RS rujukan utama berjalan sesuai prosedur. “Kita bahu membahu, termasuk mengoordinir piket jaga. Alur masuk juga sudah dibuat dan disiapkan kartu nama. Jadi siapapun nanti tidak diperkenankan masuk (tanpa tanda pengenal),” tegas dia meyakinkan bahwa wabah ini juga harus dilawan dengan sistem isolasi yang ketat dan terukur.

Bahkan sebelum kedatangan Wagubsu di lokasi, dirinya sempat mengingatkan agar seluruh standar kesehatan, kebersihan dan segala yang diperlukan harus benar-benar dipastikan. Sehingga RS GL Tobing yang akan menjadi posko evakuasi utama setelah RSUP H Adam Malik.

Eks RSUSM Bukan Tempat Isolasi

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution kembali meninjau kesiapan eks RSU Sari Mutiara (RSUSM) sebagai pusat screening awal pasien suspect Covid-19, Jumat (20/3). Dalam kesempatan itu, Akhyar mengimbau masyarakat agar tidak khawatir, karena eks RSUSM hanya tempat pendataan awal, bukan tempat isolasi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, sebab eks RSU Sari Mutiara merupakan tempat screening awal, bukan tempat isolasi pasien yang suspect Covid-19. Jika pasien yang telah diperiksa di sini dan ternyata berada pada status pasien dalam pengawasan (PDP) atau dinyatakan positif, pasien tersebut akan dirujuk ke RS GL Tobing di Tanjungmorawa, Deliserdang yang merupakan tempat isolasi,” jelas Akhyar.

Lebih lanjut, Akhyar menjelaskan, penyebaran virus corona ini melalui droplets atau tetesan cairan yang berasal dari batuk dan bersin, kontak pribadi seperti menyentuh dan berjabat tangan, menyentuh benda atau permukaan dengan virus di atasnya, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan, kontaminasi tinja (jarang terjadi). Maka dari itu, alangkah lebih bagusnya jika pasien yang mengalami gejala virus corona dalam pengawasan medis dari pada mereka berkeliaran tanpa adanya pengawasan.

“Saya minta kepada seluruh rumah sakit yang ada di Kota Medan untuk tidak menolak jika ada pasien yang ingin memeriksakan dirinya. Saya minta kerjasamanya. Lebih bagus mereka berada dalam pemantauan pihak kesehatan dari pada mereka berkeliaran kemana-mana yang dapat menularkan ke lebih banyak orang,” ungkap Akhyar.

Akhyar juga meminta kepada pihak yang terlibat untuk selalu menjaga kesehatan dan menghindari kontak fisik dengan orang-orang. Mari bersama jaga pengamanan diri masing-masing-masing dan orang sekitar. Kepada camat, lurah ataupun kepling agar selalu memantau masyarakat di daerah masing-masing setiap harinya. “Mari bersama kita lakukan yang terbaik untuk masyarakat, serta berdoa agar kondisi ini dapat segera pulih kembali. Kepada pihak-pihak yang terlibat juga harus selalu menajga kesehatannya masing-masing, kita lakukan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat,” tegas Akhyar. (prn/map)

Hasil SKD Diumumkan 22-23 Maret, Jadwal Ujian SKB CPNS Ditunda

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hasil ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 tetap diumumkan pemerintah daerah masing-masing sesuai jadwal, yakni tanggal 22 dan 23 Maret 2020. Namun pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dipastikan diundurn

dari jadwal yang sebelumnya ditetapkan, yakni antara 25 Maret sampai 10 April 2020. Pengunduran terkait pandemi COVID-19.

“Hasil SKD seluruh wilayah sudah ditandatangani Pak Kepala (BKN Pusat). Namun masih dicek ulang sebelum diumumkan serentak tanggal 22 dan 23 Maret nanti. Sedangkan ujian SKB ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan, karena wabah corona,” kata Kepala BKN Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan, English Nainggolan menjawab Sumut Pos, Jumat (20/3).

Mengenai hasil SKD ini, ungkap English, tidak ada kendala apapun mesti aktivitas pemerintahan sedikit terganggu akibat dampak pandemi virus Covid-19 di Indonesia. Pihaknya mengimbau agar seluruh pemda tetap menjalani mekanisme pengumuman hasil SKD ini, sehingga peserta seleksi CPNS mengetahui hasilnya.

Sebelumnya, 26 kabupaten dan kota di Sumut membuka rekrutmen CPNS 2019. Seluruh tahapan SKD selesai Februari 2020 lalu.

Sekretaris BKD Setdaprovsu, Syafruddin Lubis sebelumnya mengatakan, pengumuman dipublikasi melalui website resmi Pemprovsu; www.sumutprov.go.id. Peserta diminta mengecek informasi di situs tersebut.

Tentang penundaan jadwal SKD, ia mengatakan belum ada petunjuk teknis lanjutan. “Kita tunggu informasi dan perkembangannya,” pungkasnya.

Senada dengan English, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap, membenarkan bahwa jadwal pengumuman hasil ujian SKD di jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan, dipastikan tetap tanggal 22-23 Maret.

“Jadwal pengumuman hasil SKD tidak ada perubahan. Pengumuman melalui portal resmi penerimaan CPNS 2019 di masing-masing instansi pada tanggal 22-23 Maret 2020,” ucap Muslim, Jumat (20/3).

Pengumuman mencakup nama peserta ujian SKD, nilai, peringkat, serta nama-nama yang berhak mengikuti tahapan selanjutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Peserta yang berada di peringkat tiga teratas di masing-masing formasi akan mengikuti SKB. Nanti akan kelihatan berapa jumlah peserta yang akan mengikuti SKB,” katanya.

Namun, jelas Muslim, jadwal pelaksanaan ujian SKB dipastikan diundur. “Penundaan belum ditentukan sampai kapan,” jelasnya.

Begitu juga dengan lokasi ujian SKB, Muslim mengatakan pihaknya belum mengetahui dan menentukan lokasi yang akan digunakan. “Sama dengan jadwal pelaksanaan, lokasi pelaksanaan SKB juga belum ditentukan,” tutupnya.

Proses pelaksanaan penerimaan CPNS 2019 di Pemko Medan berlangsung sejak akhir tahun 2019 lalu. Terakhir, Pemko Medan melaksanakan SKD di SMP Negeri 1 Medan di Jalan Bunga Asoka, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.

Saat ini, BKN masih melakukan perankingan para peserta ujian SKD yang lolos untuk mengikuti tahapan SKB, guna memperebutkan 193 format yang telah dibuka Pemko Medan sebelumnya. (prn/map)

Salat Jumat di Sumut Berjalan Normal

DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).
DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).
DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).
DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).

PELAKSANAAN Salat Jumat di Sumatera Utara masih berjalan normal. Namun dalam pelaksanaannya, durasi khatib menyampaikan tausiah lebih singkat dari biasanya. Bahkan, ada juga beberapa masjid yang tidak menyediakan ambal atau sajadah untuk para jamaah guna menekan penyebaran pandemi Covid-19n

Masjid Al Amanah di Gedung Keuangan Negara Provinsi Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro misalnya, tidak lagi memakai ambal dan sajadah dalam pelaksanaan salat. Sedangkan Masjid Agung Medan, tetap memakai ambal dan sajadah seperti lazimnya. Namun sesuai anjuran Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, jamaah diminta membawa sajadah sendiri saat melaksanakan Salat Jumat. Bahkan, Gubsu baru-baru ini menginfakkan sajadah kecil untuk para jamaah di Masjid Agung Medan.

Namun secara umum, pelaksanaan Salat Jumat di kedua masjid di inti kota tersebut tetap berlangsung normal. Bahkan tidak berlaku social distancing, tidak ada pembatasan jarak antarjemaah dalam satu shaf. “Masih tetap dilaksanakan, karena dari MUI Sumut juga belum mengeluarkan kebijakan untuk salat di rumah,” kata staf BKM Masjid Agung, Abdullah.

Sajadah pun masih dibentangkan di sepanjang ruangan masjid. Namun setiap jamaah yang datang, sebelumnya sudah dibagikan sajadah kecil sebagai pelapis kepala yang merupakan donasi dari Pemprov Sumut. “Bagi yang tidak kebagian sajadah kecil, kami sarankan untuk membawa sendiri dari rumah untuk jaga-jaga,” imbaunya.

Salat Jumat di Masjid Raya Al- Mashun Medan juga masih tetap berjalan seperti biasa. Dari amatan Sumut Pos, para jamaah yang masuk ke area mesjid disodorkan hand sinitizer. Tak hanya itu, jamaah yang datang juga diberikan sajadah kecil sebagai pelapis kepala saat salat berlangsung. Meskipun pihak BKM masih membentangkan sajadah di dalam masjid.

Begitu juga dengan pelaksanaan salat Jumat di Masjid Al Musaabiqin yang terletak di komplek Balai Kota Medan. Jamaah yang mayoritas ASN Pemko Medan tetap memenuhi masjid. “Tidak ada masalah, semua tetap berjalan normal. Para ASN yang beragama Islam tetap melaksanakan Salat Jumat berjamaah di Masjid Balai Kota ini,” kata Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane kepada Sumut Pos, Jumat (20/3).

Demikian juga di Kabupaten Langkat. Seluruh masjid tetap melaksanakan salat Jumat berjamaah seperti biasa. Bahkan Wakil Bupati Langkat Syah Affandin (Ondim), terlihat ikut dalam Salat Jumat di Masjid Ubudiyah Pangkalan Brandan. “Bagi kami warga Pangkalan Berandan, sepertinya biasa-biasa saja. Semua masjid tetap beraktivitas seperti biasa, melakukan pengajian, sholat lima waktu berjamaah dan Salat Jumat berjamaah juga dilaksanakan,” kata Ketua BKM Ubudiyah H Syahrum Hakim dan sejumlah pengurus lainnya seperti H Sigit, H Irianto, dan lainnya kepada Sumut Pos usai Salat Jumat.

Bahkan setiap salat lima waktu, jamaah masih terlihat ramai. “Ini artinya, masyarakat muslim di Pangkalan Berandan tidak begitu berpengaruh dengan merebaknya virus corona yang kini ramai dibicarakan,” sebut Hakim.

Sementara Ustad Ismed Solihin dalam khutbah Jumat yang disampaikannya mengatakan, salah satu cara untuk menangkal virus corona adalah dengan cara bertawaqal kepada Allah. Banyak-banyak berzikir di masjid-masjid dan bersadaqah, kemudian mengikuti aturan pemerintah dalam cara pencegahannya secara medis termasuk menjaga kebersihan. “Hanya dengan menjaga kebersihanlah kita akan terhindar dari berbagai kuman penyakit termasuk virus corona. Itulah konsep Islam tentang menghadapi virus corona,” kata Ustad Ismed.

Kembali Disemprot

Sementara, sebelum pelaksanaan Salat Jumat berlangsung, Masjid Agung Medan kembali disemprot disinfektan. Kali ini, petugas atau relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut yang melakukan penyemprotan.

Pantauan di lokasi, sejumlah petugas mengenakan alat pelindung diri (ADP) membawa tabung semprot berlogo PMI melakukan penyemprotan mulai mihrab imam dilanjutkan ke setiap sudut ruangan. Diantaranya rak Alquran dan hijab pembatas wanita di masjid. Selanjutnya penyemprotan dilakukan di area proyek pembangunan Masjid Agung yang baru.

Ketua PMI Sumut, Rahmat Shah mengatakan, kegiatan penyemprotan ini sesuai arahan Ketua Umum PMI, Yusuf Kala terkait penyebaran Covid-19. “Ketua PMI Pusat menginstruksikan agar PMI turut berkontribusi membantu pemerintah untuk mengatasi penyebaran virus Covid-19. Dalam hal ini dengan penyemprotan fasilitas umum yang rentan terhadap penyebaran virus. Kegiatan ini juga bagian dari tanggungjawab PMI sebagai organisasi kemanusiaan khususnya di bidang penanggulangan bencana,” ucapnya.

Kata dia, PMI Sumut juga telah melakukan penyemprotan di sejumlah kantor dan instansi pemerintahan. Seperti rumah dinas, rumah sekda, kantor Gubernur Sumut, gedung DPRD, Dinas Perhubungan, kantor Konjen Turki. Permintaan untuk penyemprotan ini pun terus berdatangan. Diantaranya Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) yang berlokasi di depan Kantor Gubsu, Medan Club, dan Rahmat International Wildlife dan Gallery. Juga dari sejumlah pusat perbelanjaan modern.

Untuk itu, PMI Sumut melakukan edukasi melalui relawan PMR bagaimana mencegah penyebaran virus korona melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Para relawan ini juga akan dilatih meramu disinfektan dengan bahan-bahan yang direkomendasikan BPOM melalui PMI Pusat.

Sementara itu pada hari yang sama, PMI Sumut juga membagi-bagikan masker di tiga titik. Yaitu simpang Sutomo/Kampus Nommensen, tugu Jalan H Adam Malik dan simpang lampu merah Glugur, Kota Medan.

Sementara, PMI Cabang Kota Medan juga melakukan penyemprotan disinfektan di areal Istana Maimoon, Jumat (20/3). Di mana saat ini, istana peninggalan Kerajaan Deli ini ditutup sementara bagi pengunjung hingga 1 April mendatang.

Dalam penyemprotan disinfektan tersebut, petugas melakukan penyemprotan di ruang utama Istana Maimoon yang sering dikunjungi wisatawan serta ruangan-ruangan lainnya. “Kita kerahkan 4 tim dimana masing-masing tim terdiri dari 2 orang. Jadi total keseluruhan petugas ada 8 orang. Empat tim inilah yang bertugas melakukan penyemprotan disinfektan diseluruh area Istana Maimoon termasuk juga di kawasan pemukiman keluarga, pos satpam, dan kios pedagang,” kata Ketua PMI Kota Medan, Maulana Yokaika kepada wartawan di Istana Maimun.

Sementara, Ketua Umum Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid, Tengku Reizan Ivansyah menyambut positif tindakan pencegahan yang dilakukan PMI Kota Medan ini. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PMI Medan Kota,” tutur Reizan.

Pada waktu bersamaan, Kantor Gubsu di Jalan Pangeran Diponegoro kembali disemprot disinfektan oleh Tim Brimob Polda Sumut. Selain gedung dan kantor pemerintah, rumah ibadah seperti masjid, gereja dan fasilitas umum lainnya turut disemprot untuk antisipasi virus korona. “Sesuai instruksi Bapak Kapolri melalui Kapolda Sumut dan dilanjutkan Bapak Dansat Brimob Polda Sumut, saya dengan tim lainnya melakukan penyemprotan cairan disinfektan sesuai standar WHO ke sejumlah gedung pemerintahan dan rumah-rumah ibadah yang ada di Sumut. Kalau ada permintaan kita juga siap turun. Sebab Brimob bekerja untuk rakyat dan kita berharap dengan penyemprotan ini virus korona dapat teratasi sehingga roda pemerintahan dapat kembali normal,” tutur Iptu Syafril Sinaga, Waka Subden KBR Gegana Sat Brimob Polda Sumut kepada wartawan di lokasi.

KNIA Terapkan Social Distancing

Manajemen Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) menerapkan konsep pembatasan sosial (social distancing)di bandara-bandara yang dikelola perseroan guna mencegah penularan COVID-19 termasuk di Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang, Jumat (20/3). Implementasi social distancing dilakukan dengan mengoptimalkan ruang yang ada di terminal untuk menciptakan jarak yang dianjurkan bagi penumpang pesawat. Khususnya di area-area tempat berkumpulnya penumpang atau pengunjung.

Penerapan social distancing itu antara lain melalui penempelan sejumlah garis kuning di lantai yang masing-masing berjarak 1 meter sebagai penanda batas antrian bagi penumpang pesawat. “Adanya garis kuning itu membuat setiap penumpang berdiri dengan jarak yang aman di setiap titik-titik antrean agar meminimalir risiko penyebaran COVID-19,” ujar Executive General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara Kualanamu Djodi Prasetyo .

Adapun garis kuning tersebut misalnya ditempel di lantai menuju pos pemeriksaan keamanan (security check point/SCP), serta di lantai fixed bridge dan garbarata guna memisahkan jarak penumpang saat antrian ketika proses naik pesawat (boarding). Selain itu, di setiap lift di terminal penumpang juga telah diberi batas berdiri bagi masing-masing individu. Ketika berada di dalam lift, setiap individu dilarang bertatap muka langsung atau wajib menghadap ke dinding dan pintu lift.

Tidak lupa, melakukan penataan kembali kursi di ruang tunggu (boarding lounge) dengan mengutamakan jarak yang cukup di antara penumpang. “Kami melakukan berbagai upaya yang memungkinkan untuk diterapkan di bandara-bandara sehingga penyebaran COVID-19 ini dapat dicegah,” jelas Djodi Prasetyo.

Penerapan social distancing di terminal ini merupakan upaya terbaru PT Angkasa Pura II dalam mencegah penyebaran COVID-19, selain yang sudah dilakukan seperti penyemprotan cairan disinfektan, penyediaan banyak hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh penumpang pesawat, dan lain sebagainya. (prn/map/mag-1/yes/gus/btr)

2 Positif Corona dari Grup Berbeda, Peserta Tur Yerussalem Diminta Karantina Diri

DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).
DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).
DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).
DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).

SUMUTPOS.CO – Dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang didiagnosa positif Corona Virusdisease 2019 (Covid-19) di Sumatera Utara, sama-sama memiliki riwayat perjalanan ke Yerusalem, Israel. Dalam tur wisata religi tersebut, keduanya memiliki kelompok berlainan. Artinya, ada dua grup yang baru pulang dari Yerusalem.

“DUA PDP berlainan rombongan, tapi tujuannya ke Yerusalem. Satu rombongan jumlahnya sekitar 40 orang. Jadi kalau dua kelompok, totalnya berkisar 80 orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan, melalui Sekretaris Dinas, dr Aris Yudhariansyah, saat ditemui di kantornya, Jumat (20/3).

Penelusuran (tracing) sudah dilakukan terhadap kedua rombongan dimaksud. Dan para peserta tur sudah teridentifikasi. “Kita sudah bentuk tim Relawan Kontak Tracing. Ada 7 kelompok yang terdiri dari Dinkes Sumut, Pramuka, Merc, dan mahasiswa. Tim ini tugasnya mencari dan melacak kontak erat. Selain itu, mengedukasi untuk karantina rumah,” jelasnya.

Sebelum terjun ke lapangan, anggota tim dibekali pelatihan untuk proteksi diri. Misalnya, ketika berkomunikasi agar mengatur jarak, memakai masker, sering mencuci tangan menggunakan hand sanitizer, dan lain sebagainya.

Dia mengimbau kepada peserta tur yang sadar melaporkan dirinya, untuk melakukan karantina rumah selama 14 hari, terhitung saat pertama kali tiba di Sumut. “Kita harus secepatnya memutus mata rantai penyebaran. Jika membandel, akan disanksi tegas. Sebab jika ini berjalan dengan baik, maka tidak sampai 3 bulan akan mereda,” terangnya, tanpa menjelaskan sanksi tegas dimaksud.

Berdasarkan data milik Dinas Kesehatan Sumut, jumlah Rumah Sakit (RS) sebagai rujukan screening dan isolasi kasus Covid-19 sudah ditetapkan sebanyak 65 RS. Rumah sakit tersebut masing-masing tersebar di Medan 33, Deli Serdang 7, Karo 2, Binjai 5, Langkat 4, Sergai 2, Tebing Tinggi 2, Batubara 1, Asahan 1, Simalungun 3, Balige 1, Labusel 2, Padang Lawas 1, Dairi 1, dan Padangsidimpuan 1.

“Totalnya ada 65 rumah sakit rujukan (screening dan isolasi),” pungkasnya.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Riadil Akhir Lubis, ketika dihubungi via telepon, mengatakan hal senada. Kata Riadil, Dinkes Sumut terus melakukan penelusuran terhadap rekan-rekan kedua pasien positif Covid 19. “Dinas Kesehatan sedang melakukan penyelidikan epidemiologi. Saat ini masih dalam penelusuran,” ujarnya, Jumat pagi.

Namun, Riadil mengaku belum mendapatkan jumlah pasti berapa banyak rekan 2 positif Covid-19 yang sempat ikut ke Yerusalem. “Untuk menelusurinya kita juga melibatkan kepolisian. Penelusuran ini dilakukan supaya bisa ditangani dengan baik dan paling tidak memperkecil penyebaran,” ucapnya.

Sembari menunggu hasil penelusuran atau penyelidikan epidemiologi, rekan-rekan kedua psien diimbau untuk melaporkan kondisi kesehatannya ke rumah sakit rujukan kasus Covid-19 di Sumut, seperti RSUP Haji Adam Malik, RS USU atau ke RSU Haji Medan.

“Tidak perlu ragu, karena identitasnya tidak akan dipublikasikan. Kita juga imbau teman-temannya atau keluarga terdekat supaya melaporkan kondisi kesehatan ke rumah sakit yang sudah ditunjuk. Hal itu biar bisa diketahui bagaimana sebarannya, sehingga bisa ditangani dengan baik dan rantai penularannya bisa diputus,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, dr Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, PDP 01 yang sempat dirawat dan diisolasi sebelum meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM), memiliki riwayat perjalanan ke Yerusalem, dan singgah ke Italia.

Total 36 PDP se-Sumut

Jumlah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) kasus Covid-19 di Sumatera Utara, kembali bertambah. Per 20 Maret, jumlah PDP menjadi 36 orang, dari hari sebelumnya sebanyak 19 orang. Data itu berdasarkan data terakhir dari media center posko utama terkait Covid-19.

“Jumlah PDP ada 36 orang yang dirawat di 12 rumah sakit dari 62 rumah sakit yang ditunjuk,” ujar Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis dalam konferensi pers secara live streaming di YouTube milik Humas Sumut, Jumat (20/3) sore.

Selain jumlah PDP yang melonjak, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga meningkat signifikan. Dari sebelumnya 53 orang, kini menjadi 205 ODP. Artinya melonjak hampir 3 kali lipat.

“Untuk ODP berjumlah 205, yang isolasi secara mandiri di rumah. Kami meminta isolasi ini dilakukan secara serius untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” sebutnya.

Dikatakannya, meskipun terjadi penambahan jumlah PDP corona, namun pihaknya tetap berharap kepada masyarakat untuk tidak panik dan tenang dalam menghadapinya. “Jangan percaya dengan berita hoaks. Kita Sumut 1 sumber,” katanya.

Dalam konferensi pers yang sama, anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Mayor Laut dr Handoyo mengatakan, saat ini sudah dilakukan persiapan rumah sakit isolasi pasien corona. Yakni rumah sakit di PTPN II, yakni Rumah Sakit GL Tobing yang bisa menampung 60 pasien. “Sumut tak perlu takut dan khawatir. Tanah PTPN II ini sudah terisolasi dari penduduk sekitarnya, dan diyakinkan aman,” katanya.

Dia juga mengingatkan warga di di sekitar PTPN II atau RS GL Tobing untuk mematuhi imbauan untuk tidak mendekati daerah isolasi. Diam dan berkegiatan di rumah, dan tidak berkumpul di sembarang tempat lebih dari 100 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, ODP dan masyarakat lainnya bisa melakukan social distancing (jaga jarak) secara maksimal, untuk menekan laju penyebaran corona. Jika tidak, maka akan terjadi lonjakan yang lebih serius lagi dan memperpanjang masa darurat di Sumut.

“Bagi masyarakat yang berkunjung ke daerah terjangkit, silakan melapor. Kalau tidak, kita tidak akan memutus rantai. Kita akan mendapat PDP yang lebih banyak lagi. Kami berharap bapak ibu menggunakan call centre untuk mendapat penjelasan terbaik,” tukasnya.

Pasien 02 Masih Berat

Mengenai pasien 02 positif Covid-19 yang dirawat di RSUP HAM Medan, hingga kemarin kondisinya masih berat. Perkembangan kondisi kesehatannya belum ada kemajuan.

“(Kondisi) pasien positif Covid-19 masih sama. Masih berat,” ujar Koordinator Penanganan Covid-19 RSUP HAM, dr Ade Rahmaini SpP, Jumat (20/3). Namun Ade tidak menjelaskan kondisi ‘masih berat’ yang dimaksudkannya.

Diutarakan dia, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Adam Malik bertambah menjadi 15 orang. Sebelumnya, masih 11 orang. Dengan bertambahnya jumlah PDP, otomatis jumlah ruangan isolasi ditambah menjadi 14 ruangan, dari sebelumnya hanya 11 ruangan. “Ruang isolasi sudah kita tambah, tapi sekarang sudah full,” tuturnya.

Karena ruangan sudah penuh, dua PDP baru masih dirawat sementara di IGD. “Masih nunggu di IGD karena ruang isolasi penuh,” ucapnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) segera membuka rumah sakit rujukan lagi untuk tempat isolasi dan perawatan PDP Covid-19.

“Saat ini tenaga medis di ruang isolasi sangat membutuhkan dukungan dan semangat dari masyarakat Sumut. Sebab, dengan banyaknya jumlah PDP yang masuk, tim medis mulai terasa kelelahan. Kerja di ruang isolasi stresnya tinggi. Tim kami juga saat ini sudah mulai terasa lelah. Jadi memang mesti diberikan semangat terus,” tandasnya.

Berdomisili di Binjai Barat

Satu dari dua PDP positif Corona yang dirawat di RSUP HAM Medan (satu sudah meninggal), memiliki KTP di Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Warga itu diketahui berusia 51 tahun, dan saat ini berdomisili di Binjai Barat, Kota Binjai.

Wakil Bupati Langkat, Syah Affandin, membenarkan status warganya yang positif corona, ketika dikonfirmasi. “Ada satu warga kita, tapi saya enggak bisa komen. Yang jelas penanganan orang itu diambilalih pihak provinsi. Kami sudah terima edaran nggak bisa kasih komen,” kata dia, Jumat (20/3).

Informasi diperoleh, korban telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Kota Medan sejak 15 Maret 2020 sampai dengan saat ini. Korban ditempatkan di ruang solasi RS Adam Malik dalam pengawasan khusus.

Pasien yang terpapar Covid-19 pascamengikuti wisata rohani ke Yerusalem itu bersama suami dan anaknya.

Sedikitnya, ada 3 warga Selesai Kabupaten Langkat dan satu orang warga Bandar Serapit yang mengikuti wisata rohani dalam rombongan yang sama. Mereka tiba di Indonesia pada 1 Maret 2020 bersama rombongan keluarga.

Sekretaris Dinas Kesehatan Langkat, Ansyari, mengatakan saat ini Dinkes Langkat memantau pihak keluarga si pasien berjumlah enam orang. “Dipantau kesehatannya setiap hari. Yang terkait ke Adam Malik, nama korban pasien tolong mohon dijaga bersama. Setahu saya masih isolasi,” tukasnya. (ris/ted)

Amri Didakwa Kurir 1 Kg Sabu, Tergiur Upah Rp1 Juta

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Amri Panjaitan mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hakim. Dia di dakwa JPU, menjadi kurir 1 kg sabu lantaran tergiur dengan upah Rp1 juta, di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (20/3).

Dakwaan JPU M Rizqi Darmawan disebutkan, kasus ini bermula, 20 Oktober 2019, terdakwa Amri Panjaitan bertemu dengan Munir Saparuddin (DPO) di kedai kopi di Kota Tanjungbalai. Munir mengundang terdakwa ke Kota Medan.

“Lalu esoknya terdakwa bersama Munir Saparuddin berangkat dari Tanjungbalai menuju Kota Medan dengan mengendarai mobil Avanza warna perak. Munir menjanjikan akan memberikan uang kepada terdakwa Rp1 juta,” ucapnya.

Kemudian, sekira pukul 21.30 WIB, Panjaitan dan Munir sampai di Kota Medan. Lalu Terdakwa diturunkan di bawah Flyover Amplas di Jalan Sisingamangaraja, Medan, dengan membawa plastik asoy berisi sebungkus plastik teh cina berisi narkotika jenis sabu seberat 1 kg yang akan diantar ke teman Munir.

Kemudian, Munir memberikan uang Rp200 ribu kepada terdakwa untuk membeli makan dan rokok. Munir pergi meninggalkan terdakwa dengan alasan pergi mengambil mobil. Kemudian terdakwa menunggu di bawah flyover tersebut.

Lebih lanjut, sekira pukul 22.00 WIB, petugas kepolisian mendapatkan informasi bahwa terdakwa memiliki narkotika jenis sabu, langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa. Dari tangan terdakwa petugas mengamankan 1 kg sabu.

“Perbuatan itu terdakwa diancam dengan Pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkasnya. (man/btr)

Bayi Seberat 2,7 Kg Ditemukan di Trotoar Jalan Masjid Ubbudiyah PTPN 2 Tanjung Morawa

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Seorang bayi perempuan seberat 2,7 kg dengan kondisi tali pusar dan uri-uri masih lengket ditubuhnya ditemukan di trotoar Jalan Masjid Ubbudiyah PTPN 2 Tanjung Morawa, Komp Perum Stall Dusun III – B Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, Jumat (20/3) sekira pukul 07.20 WIB.

Informasi dihimpun, bayi itu pertama kali ditemukan Syafruddin (51) Satpam Kantor Direksi PTPN 2 Tanjung Morawa, warga Dusun XVIII Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Delserdang, sedang melakukan kegiatan patroli rutin areal Komp Perum Stall PTPN 2 Tanjung Morawa dengan mengendari sepeda motor miliknya.

Saat bersamaan Sayfruddin bersamaan dengan penarik betor melihat adanya bungkusan plastik warna hitam yang bergerak-gerak. Ketika akan diperiksa, tiba-tiba kaki bayi keluar dari dalam plastik dan atas kejadian tersebut Syafruddin melaporkannya kepada Danru Satpam Kandir PTPN 2 Tanjung Morawa.

Atas inisiatif sendiri, pihak Satpam Kandir PTPN 2 Tanjung Morawa mengantar bayi tersebut ke Klinik Tutun Sehati, Jalan Medan – Lubuk Pakam Dusun I Tanjung Morawa A Kecamatan Tanjung Morawa.

Hasil koordinasi terhadap Bidan Tutun Sehati, menerangkan kondisi bayi ketika bayi diterima oleh Klinik Tutun Sehati, kondisi bayi dalam keadaan tali pusar dan uri-uri masih melekat dan secara medis bahwa lahirnya bayi atas tindakan sepihak dari ibu kandungnya.

Kondisi bayi dalam keadaan sehat dan telah mendapatkan perawatan secara medis oleh Bidan Klinik Tutun Sehati dan diobservasi di Ruang Bayi. (btr)

Buron 3 Bulan, Penabrak Personel Sat Lantas Polresta Deliserdang Ditangkap di Riau

DITANGKAP:Kasat Lantas Polresta Deliserdang Kompol Rina Tarigan SIk didampingi Wakasat Lantas AKP MP Pardede, Kaur Bin Ops Iptu Kuat Tarigan, Kanit Laka Iptu Romi paparkaan penangkapan buronan pelaku penabrak anggota pesonel Lantas Polresta Deliserdang .
DITANGKAP:Kasat Lantas Polresta Deliserdang Kompol Rina Tarigan SIk didampingi Wakasat Lantas AKP MP Pardede, Kaur Bin Ops Iptu Kuat Tarigan, Kanit Laka Iptu Romi paparkaan penangkapan buronan pelaku penabrak anggota pesonel Lantas Polresta Deliserdang .
DITANGKAP:Kasat Lantas Polresta Deliserdang Kompol Rina Tarigan SIk didampingi Wakasat Lantas AKP MP Pardede, Kaur Bin Ops Iptu Kuat Tarigan, Kanit Laka Iptu Romi paparkaan penangkapan buronan pelaku penabrak anggota pesonel Lantas Polresta Deliserdang .
DITANGKAP:Kasat Lantas Polresta Deliserdang Kompol Rina Tarigan SIk didampingi Wakasat Lantas AKP MP Pardede, Kaur Bin Ops Iptu Kuat Tarigan, Kanit Laka Iptu Romi paparkaan penangkapan buronan pelaku penabrak anggota pesonel Lantas Polresta Deliserdang .

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Tiga bulan lamannya pelarian, Sunaryo (29) berakhir setelah diringkus personel Sat Lantas Polresta Deliserdang dari kediamaan Pak Leknya di Desa Jati Baru Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Propinsi Riau, Rabu (18/3). Sunaryo warga Dusun II Desa Sukamulia Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deliserdang.

Sunaryo adalah sopir pengangkut batubata yang menabrak personel Sat Lantas Polresta Delis Serdang Bripka Suryanto di Jalinsum Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, Rabu (25/12/2019) sekira pukul 13.15 WIB. Polisi berpangkat bintara itupun tewas di lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polresta Deliserdang Kompol Rina Tarigan SIk didampingi Wakasat Lantas AKP MP Pardede, Kaur Bin Ops Iptu Kuat Tarigan, Kanit Laka Iptu Romi dalam paparannya, Jumat (20/3) sore menyebutkan, untuk mengetahui keberadaan Sunaryo, pihaknya bekerjasama dengan IT Mabes Polri untuk melacak posisi nomor HP milik Sunaryo.

Awalnya pengejaran dilakukan ke daerah Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai lalu ke daerah Tebing Tinggi. Namun Sunaryo tidak ditemukan. Selanjutnya dilakukan lagi pelacakan posisi nomor HP nya dan sempat terdeteksi di kawasan Belawan. Namun Sunaryo tidak ada tapi HP miliknya digunakan oleh pacarnya.

Akhirnya pada Rabu (18/3), posisi Sunaryo dipastikan di Desa Jati Baru Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak. Kerjasama dengan personel Bhabinkamtibmas dan Reskrim disana, Sunaryo berhasil diamankan dari rumah Pak Lek nya bernama Suarmin. Guna pemeriksaan, Sunaryo diamankan ke Komando.

“Tersangka Sunaryo dijerat Pasal 310 ayat (2), (3) ,(4) subs pasal 312 UU RI Nomor 22 tentang lalu lintas dengan ancaman hukuman 6 tahun,” pungkasnya. Sementara itu Sunaryo kepada sejumlah awak media menyebutkan, saat kejadian ia dari Medan mau ke Pagar Merbau.

Tiba dilokasi kejadian, stir truk Colt Diesel tetap mengarah ke kanan dan tak bisa dikendalikan. Duda dua anak inipun tidak tahu jika yang tewas ditabraknya itu adalah seorang personel Polri. Namun usai kejadian, Sunaryo pulang naik ke rumah lalu naik angkot dari rumah menuju Perbaungan. Kemudian ke Tebing Tinggi dan dari Tebing Tinggi naik bus menuju Pekanbaru.

Selama kabur, lanjut Sunaryo, ia tidak menceritakan kepada pak leknya bila dia menabrak orang hingga tewas.”Aku kerja bungkus tempe selama di Riau. Isteri ku dilarikan orang. Tahun 2014 lalu, aku menabrak orang yang menyeberang di depan PT Indofood Tanjung Morawa,” ujarnya. (btr)

Safari Jumat, Akhyar Ingatkan Warga Sering-sering Cuci Tangan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan mengimbau kepada masyarakat Kota Medan untuk tetap menjaga kesehatan, mengurangi sentuhan dengan orang banyak dan tetap berdoa serta beribadah. Dengan cara itu semoga Kota Medan terbebas dari penyebaran virus Covid 19/Corona.

Demikian disampaikan Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi saat melaksanakan Safari Jumat di Masjid Nur Chadijah di Komplek Wartawan, Medan Timur, Jumat (20/3/2020).

Menurut Akhyar, sesuai aturan hukum yang berlaku, Kota Medan dan Sumatera Utara saat ini diberlakukan Siaga Darurat. Yang dimaksudkan siaga darurat ini non bencana, sehingga yang menjadi komandan siaga darurat yakni kepala daerah.

Dia menyebutkan, hingga saat ini rumah sakit dan Puskemas yang ada di Kota Medan masih kooperatif. Bagi masyarakat yang ingin memeriksakan diri terhadap virus Covid 19 dibolehkan di mana saja, silahkan pilih rumah sakit atau Puskemas, dan pemeriksaannya gratis.

Akhyar menyampaikan, di Kota Medan saat ini sudah ada dua orang positif Virus Covid 19, satu diantaranya meninggal dan satu lagi sedang menjalani perawatan. Sedangkan orang dengan pendampingan (ODP) jumlahnya hanya tidak sampai 100 orang, sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya hanya belasan.

“Saya mengaja kepada bapak/ibu untuk tidak panik, tingkatkan terus kesehatan dengan cara hidup disiplin, seperti olahraga, makan-makanan yang sehat serta istirahat yang cukup, selanjutnya kurangi aktivitas di luar rumah, serta perbanyak ibadah dan berdoa agar kota kita dijauhkan dari penyebaran virus Covid 19,” ucapnya saat didaulat menyampaikan kata sambutan pada Safari Jumat.

Dia menambahkan, dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 14/2020, menjelaskan, bagi daerah yang sudah terpapar boleh ditiadakan salat Jumat, dan bagi yang positif Covid 19 atau orang yang diisolasi/statusnya PDP, tidak diwajibkan salat di masjid. Bagi yang saat ini sehat, silahkan perbanyak ibadah dengan ketentuan tetap menjadi kebersihan diri dengan sering-sering mencuci tangan memakai hand sanitizer, atau pakai sabun dan memakai air mengalir.

“Saya disini di masjid ini hadir untuk menyerahkan diri kepada Allah SWT dan mengajak bapak/ibu untuk berdoa agar dijauhkan dari Virus Covid 19. Yok kita terus laksanakan salat Jumat dan salat wajib di masjid, karena sesungguhnya kehidupan itu milik Allah SWT, jangan kita terlalu pintar secara medis, tapi kita meninggalkan Allah SWT,” ucapnya.

Adapun yang dilakukan Pemerintah Kota Medan saat ini, sebut Akhyar, karena kondisi barang-barang hand sanitizer sulit didapatkan di pasar, melalui Dinas Ketahanan Pangan sedang memproduksi hand sanitizer yang nantinya dibagikan ke rumah-rumah ibadah, di kantor pelayanan publik serta tempat-tempat keramaian lainnya seperti pasar-pasar tradisional. Selanjutnya, di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKP2PR) Kota Medan sedang menyiapkan westafel-westafel yang nantinya di pasang di tempat sarana publik. Kemudian, Dinas Kesehatan menyiagakan petugas medis di Puskesmas dan stand by ambulance, sedangkan terkait di stopnya belajar mengajar tatap muka di sekolah bukan berarti menjadi hari libur bagi siswa, melainkan tetap belajar di rumah. Untuk mengawasinya, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) akan memantau pusat-pusat keramaian yang nantinya akan mengecek pengunjung, bagi orangtua yang kedapatan membawa anak-anaknya di luar rumah akan dipulangkan ke rumah masing-masing.

Sementara itu, Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Nur Chadijah, Indra Sakti Hutasuhut menyampaikan, bahwa pembangunan masjid Nur Chadijah sudah berjalan 95 persen, tapi masih ada yang belum selesai, mighrab dan sound system’. Semoga masih ada donatur yang berinfaq lagi untuk penyelesaian masjid ini.

“Alhamdulillah Pemko Medan mengalokasikan bantuan untuk masjid, Pak PLT Walikota Medan mengantarkannya kepada masjid kita ini. Bantuan pembangunan masjid senilai Rp50 juta,” katanya.

Terkait dengan virus Covid 19, sebutnya, tidak usah takut dengan virus ini, karena virus ini juga datangnya dari Allah SWT, sebagai umat-NYA kita harus tetap melaksanakan salat wajib lima waktu, kemudian ditambah shalat tahajud dan dzikir serta salat sunah lainnya untuk dijauhkan dari virus Covid 19.

Untuk diketahui, saat ini pusat penanganan virus Covid 19 ini ada di RSUP Haji Adam Malik Medan, dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sudah menyiapkan rumah sakit evakuasi di RSU GL Tobing/RSU PTPN2 di Tanjung Morawa. (adz)

10 Hektare Areal Perbukitan Hangus Terbakar di Kawasan Danau Toba Silalahi

KARHUTLA: Sejumlah warga sedang melihat Kawasan hutan semak belukar di perbukitan Danau Toba di Silalahi Dairi yang terbakar. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KARHUTLA: Sejumlah warga sedang melihat Kawasan hutan semak belukar di perbukitan Danau Toba di Silalahi Dairi yang terbakar. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KARHUTLA: Sejumlah warga sedang melihat Kawasan hutan semak belukar di perbukitan Danau Toba di Silalahi Dairi yang terbakar. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KARHUTLA: Sejumlah warga sedang melihat Kawasan hutan semak belukar di perbukitan Danau Toba di Silalahi Dairi yang terbakar. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dikawasan Danau Toba tepatnya di Perbukitan Sitihus Desa Paropo Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi kembali terjadi. Sekitar 10 hektare areal perbukitan semak belukar hangus terbakar pada Rabu (18/3) sekira pukul 20.00 Wib.

Hal tersebut diinformasikan Babinsa Polsek Sumbul Kepoliisian Resor Dairi, Aiptu M Munthe bersama anggota Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi di Silalahi, Janwar Silalahi kepada wartawan lewat pesan elekronik, Kamis (19/3).

Diterangkan Munthe, malam itu ia mendapat telepon dari Kepala Desa Paropo, dimana telah terjadi kebakaran semak belukar di perbukitan Sitihus kawasan Danau Toba Desa Paropo. Begitu mendapat telepon, selanjutnya Babinsa, Kades, anggota Satgas BPBD serta staf Kantor Camat dan masyarakat menuju lokasi kebakaran dan melakukan pemadaman secara manual.

Areal terbakar semakin luas karena kondisi lokasi kebakaran bukit terjal sehingga sulit dijangkau. Lahan terbakar rumput kering. Dan, kondisi angin kencang sehingga kobaran api sulit dikendalikan dan areal terbakar semakin meluas.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi, diduga ada oknum tidak bertanggungjawab sengaja membakar areal dimaksud.

“Sumber api berasal dari tepi jalan raya Desa Paropo. Kasus Karhutla itu sedang dalam penyelidikan Polisi,” ucap Munthe.

Usai Karhutla, api juga melahap satu unit rumah di Dusun Siarung-Arung Desa Lae Hole Kecamatan Parbuluan hangus terbakar. Kebakaran rumah itu, Rabu (18/3) sekira pukul 23.40 Wib. Pemilik rumah Tomy Manulang dikabarkan mengalami luka bakar.

Kepala UPT Damkar Dairi, Amudi Situmeang dikonfirmasi wartawan, Kamis (19/3) membenarkan kejadian itu. Amudi menerangkan, asal api bersumber dari kios yang berada di depan rumah. Rumah terbakar dimaksud dihuni keluarga Tomy Manulang istri boru Sianturi. (rud/ram)

Bank Muamalat Tidak Cairkan Deposito Nasabah, Nirwan: Kerugian Bank Bukan Beban Nasabah

Nasabah Bank Muamalat KCP Panyabungan, Nirwan Parlaungan.
Nasabah Bank Muamalat KCP Panyabungan, Nirwan Parlaungan.
Nasabah Bank Muamalat KCP Panyabungan, Nirwan Parlaungan.
Nasabah Bank Muamalat KCP Panyabungan, Nirwan Parlaungan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nasabah Bank Muamalat KCP Panyabungan, Nirwan Parlaungan mengatakan, kerugian yang di derita Bank Muamalat akibat tindak pidana penggelapan yang dilakukan oknum karyawannya , bukanlah tanggungan nasabahnya atau dibebankan kepada nasabahnya. “Perbuatan bank yang seperti itu sangat tidak baik dan tidak fair,” kata Nirwan kepada Sumut Pos, Kamis (19/3).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi pernyataan Direktur Kepatuhan Bank Muamalat Indonesia, Donny Andri, yang menyebutkan bahwa Bank Muamalat tidak melakukan penggelapan dana nasabah Bank Mualamalat KCP Penyabungan atas nama Nirwan Parlaungan dan isterinya, Erna Sari. Melainkan pidana murni mantan karyawannya.

“Benar yang disampaikan Andri Donny, bahwa saya dan istri saya Erna Sari sudah menjadi nasabah Bank Muamalat sejak tahun 2014. Dan kami menyetorkan dana sebesar Rp1,75 miliar untuk didepositokan di bank itu, melalui Henri Saputra Harahap sebagai karyawan Bank Muamalat jabatan sebagai branch collection,” kata Nirwan.

Nirwan mengaku tidak terima pernyataan pihak bank, yang menyebutkan kasus tersebut adalah pidana murni (penggelapan), yang dilakukan oleh Henri Saputra Harahap, mantan karyawan Bank Muamalat. Menurut pihak bank, modus pelaku membuat advis deposito palsu atas uang yang dititipkan kepada pelaku, oleh paman dan tantenya (Nirwan Parlaungan dan Erna Sari) tanpa sepengetahuan pihak bank.

“Bukti hukum kami sebagai nasabah Bank Muamalat dan mendepositokan duit kami Rp 1,75 miliar, ada buku depositonya atas nama saya dan istri. Ada buku rekening atas nama saya dan istri. Semua hubungan hukum kami dengan Bank Muamalat secara aturan perbankan lengkap,” cetusnya.

Karena itu, kata Nirwan, pernyataan Donny yang menyebut itu perkara Hendri Saputra Harahap adalah pidana murni, cenderung mengada-ada.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Madina, Hendri divonis bersalah melanggar tindak pidana perbankan, yaitu melakukan tindak pidana Penggelapan Dalam Jabatan Yang Dilakukan Berlanjut. PN Madina memvonis Hendri Saputra Harahap 2 tahun penjara.

“Perlu dicatat, perbuatan yang dilakukan Hendri sebagaimana bunyi di amar putusan PN Madina, adalah dirinya sebagai karyawan Bank Muamalat dengan jabatan branch colletion di Bank Muamalat KCP Panyabungan, Madina. Bukan sebagai keponakan keluarga Nirwan dan Erna Sari,” tegasnya.

Dalam persidangan terungkap, perbuatan pengelapan yang dilakukan Hendri menyebabkan Bank Muamalat menderita kerugian sebesar Rp2,64 miliar. “Sekali lagi saya tegaskan, janganlah kerugian Bank Muamalat atas perbuatan karyawannya, dibebankan kepada nasabahnya. Ini sangat tidak baik,” pungkasnya. (rel)