26 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 4382

RS Sari Mutiara sebagai Pusat Screening Awal Covid-19 Diragukan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadikan eks Rumah Sakit Umum Sari Mutiara di Jalan Kapten Muslim Medan sebagai pusat screening awal pasien suspect Covid-19 dipertanyakan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut dr Poradda Nababan. Dia meragukan kelayakan eks RSU Sari Mutiara sebagai pusat screening awal pasien suspect Covid-19, sebab RSU tersebut sudah lama tidak beroperasi melayani pasien.

“Kami meragukan berbagai fasilitas dan alat kesehatan yang akan digunakan oleh rumah sakit tersebut dalam melayani calon pasien Covid-19, walau pun Gubsu akan menggunakan alat-alat kesehatan baru dan khusus untuk suspect Covid-19. Tetapi itu semua masih rencana yang belum teralisasi,” kata Poradda kepada wartawan, Sabtu (21/3/2020).

Selain itu, posisi rumah sakit yang tidak berjarak sama sekali dengan pemukiman dan aktivitas warga seharusnya menjadi pertimbangan Gubernur dalam memutuskan. “Eks Rumah Sakit Sari Mutiara itu dekat sekali bahkan tidak berjarak dengan pemukiman dan aktivitas warga. Kok bisa-bisanya diletak di situ, jangan coba-cobalah kalau urusan nyawa,” tegas Poradda.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penyebaran virus Corona telah bergerak cepat menjangkiti banyak orang. Karenanya pemerintah harus bergerak cepat melakukan berbagai tindakan, baik yang bersifat pencegahan maupun penindakan. “Tidak gampang menjadikan RSU swasta yang sudah lama tutup dijadikan tempat pemeriksaan awal Covid-19. Pasti akan menimbulkan persoalan baru. Gubernur sebaiknya bekerja sesuai fakta jangan selalu membuat wacana yang senantiasa tidak konsisten” tegasnya lagi.

“Sebaiknya Gubsu menunjuk langsung RSU yang memang telah siap menerima pasien dengan berbagai penyakitnya termasuk Covid-19, langsung saja rujuk ke RS GL Tobing Tanjung Morawa kalau memang ada yang diduga suspect Covid-19, kenapa harus singgah dulu ke RSU Sari Mutiara, ngobati orang sakitnya saja kok pakai birokrasi” imbuh Poradda.

Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa Gubsu berencanakan menjadikan eks RSU Sari Mutiara sebagai pusat screenig awal pasien suspect Covid-19, bila ternyata positif maka pasien yang bersangkutan akan dirujuk ke RS GL Tobing di Tanjung Morawa. (adz)

Equinox, Peristiwa ketika Durasi Siang dan Malam Sama

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Equinox adalah saat matahari berada di atas garis khatulistiwa, pada saat ini seluruh tempat di bumi akan memiliki jumlah siang dan jam malam sama yakni 12 jam.

Sesuai namanya, fenomena ini menandakan peralihan musim bagi kedua wilayah Bumi. Disebut sebagai Vernal Equinox (musim semi) untuk Bumi Bagian Utara (BBU) dan Autumnal Equinox (musim gugur) untuk Bumi Bagian Selatan (BBS).

Menurut mantan Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Abdul Azis, Equinox tahun ini terjadi pada 20 Maret 2020 pukul 10.50 WIB, dan akan terjadi kembali pada 22 September 2020 pukul 20.31 WIB. Ini akan menjadi awal musim semi bagi Belahan Bumi Selatan (BBS) dan musim gugur di Belahan Bumi Utara (BBU).

Lalu apa itu equinox? Menurut Abdul Azis, nama Equinox sendiri berasal dari bahasa Latin, yakni aequus (sama) dan nox (malam). Seperti disebutkan di atas, antara siang dan malam sama panjang.

“Ini peristiwa astronomi dimana saat matahari melintas garis khatulistiwa secara periodik berlangsung dua kali setahun untuk tahun ini tanggal 20 Maret dan 22 September,” kata Abdul Azis kepada wartawan, kemarin.

Dijelaskannya, saat musim panas di belahan Utara, tekanan udara daerah ini cenderung lebih rendah dibanding tekanan udara di daerah belahan Selatan. Maka dari itu, dominan akan bertiup angin tenggara dari benua Australia yang kering sehingga akan mengalami musim kemarau dari April hingga September.

“Untuk Sumatera, garis khatulistiwa terletak di Kota Bonjol, Sumatera Barat, di sana dibangun sebuah tugu Equator yang bentuknya menyerupai rumah gadang yaitu rumah Adat Minangkabau,” jelas aziz.

Menurutnya, pengukur lamanya penyinaran matahari disebut Campbell Stokes. “Alat ini berbentuk bola kaca yang fokus menyerap sinar matahari yang jatuh ke permukaan bumi, membakar kertas pias yang terpasang di alat, sehingga dapat dihitung berapa lamanya matahari bersinar dalam satu hari,” pungkas Aziz. (*)

Ditinggal Ibu dan Adik, Amri Pane Bunuh Diri

OLAH TKP: Petugas Polsek Namorambe melakukan olah TKP ditemukannya Amri Pane tewas gantung diri. Kamis (19/3).
OLAH TKP: Petugas Polsek Namorambe melakukan olah TKP ditemukannya Amri Pane tewas gantung diri. Kamis (19/3).
OLAH TKP: Petugas Polsek Namorambe melakukan  olah TKP ditemukannya Amri Pane tewas gantung diri. Kamis (19/3).
OLAH TKP: Petugas Polsek Namorambe melakukan olah TKP ditemukannya Amri Pane tewas gantung diri. Kamis (19/3).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Entah setan apa yang merasuki Amri S Pane (21). Dengan menggunakan seutas tali nilon, ia menghabisi nyawanya dengan cara gantung diri di rumahnya, Kamis (19/3) malam.

Seketika warga Perumahan Citra Namo Rambe Asri, Jalan Sukatanam, Dusun Asah, Desa Sudirejo, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang, mendadak heboh, ketika mendapat kabar Amri bunuh diri.

Petugas Polsek Namorambe yang mendapat kabar, turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. “Setelah dilakukan olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Pihak keluarga meminta agar korban tidak dilakukan otopsi. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan,”ujar Kanit Reskrim, Iptu Harles R Gultom SH, Jumat (20/3) pagi.

Korban diketahui telah bunuh diri, ketika M. Riyansyahputra (21) dan M. Nur (31) warga sekitar perumahan, menyambangi rumah korban sekira pukul 18.30 WIB.

Karena rumah terkunci, dan lampu dalam keadaan mati, Riyansyahputra dan M. Nur, memilih pulang.

Namun sekira pukul 22.30 WIB, M Riyansyahputra, M Nur dan Heber Wananta Sembiring (16), warga Dusun Asah, Desa Sudi Rejo, Kecamatan Namo Rambe, kembali mendatangi kediaman korban.

Curiga melihat rumah masih terkunci dengan kondisi lampu padam, ketiganya pun mendombrak pintu samping. Ketika pintu berhasil terbuka, ketiganya terkejut melihat korban degan posisi tergantung, leher dibelit seutas tali nilon di kusen pintuy tengah menuju dapur.

Ketiganya pun langsung melaporkan temuan itu kepada warga lainnya, hingga sampai ke telingan pihak kepolisian.

“Saat ditemukan, korban tinggal sendirian di rumah, Ibu dan adik sedang pergi ke Kabupaten Batubara selama 3 hari untuk urusan undangan pesta,”ujar Kanit Reskrim. (btr/han)

Aktivitas Galian C di Kebun Limau Mungkur, Laporan PTPN II Mandek di Polresta Deliserdang

GALIAN C: Kondisi lahan galian C diatas HGU: 95 PTPN II, Blok F, Afdeling III, Kebun Limau Mungkur, Dusun II, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang.
GALIAN C: Kondisi lahan galian C diatas HGU: 95 PTPN II, Blok F, Afdeling III, Kebun Limau Mungkur, Dusun II, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang.
GALIAN C: Kondisi lahan galian C diatas HGU: 95 PTPN II, Blok F, Afdeling III, Kebun Limau Mungkur, Dusun II, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang.
GALIAN C: Kondisi lahan galian C diatas HGU: 95 PTPN II, Blok F, Afdeling III, Kebun Limau Mungkur, Dusun II, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Setahun lebih, laporan penyerobotan lahan Hak Guna Usaha (HGU): 95 PTPN II, Blok F, Afdeling III, Kebun Limau Mungkur, Dusun II, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, di Polresta Deliserdang, mandek bak ditelan bumi.

Anehnya, meski laporan sudah dua kali dilayangkan, pihak Polresta Deliserdang tidak ada menindaklanjutinya.

Laporan pertama, dilayangkan oleh Jefri, karyawan PTPN II, pada 20 April 2018 sekira pukul 10.00 WIB. Kepada polisi, Jefri melaporkan Bajol dengan bukti STPL: No.STPL/245/IV/2018/SU/RES DS. Laporan tersebut diterima Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) “A”, Ipda Parlindungan Naibaho. Setahun lebih berjalan, laporan itu tak diproses-proses.

Pihak PTPN pun geram, dan kembali membuat laporan yang dilayangkan Marudut Ricky Pardosi, dengan STPL No: STPL/645/X/2028/SU/RES DS, tanggal 21 Oktober 2018, diterima Kepala SPKT “B” Ipda Robert Gultom.

Lagi-lagi, laporan itu seperti dimakan rayap, raib tak berbekas.

Terkait laporannya itu, Jefri didampingi tokoh pemuda Deliserdang, Liden Ginting kepada wartawan, menyatakan kekecewaan atas kinerja Polresta Deliserdang. “Kita tak habis pikir, kenapa laporan kita tidak diproses. Aktivitas galian C di lahan HGU PTPN itu jelas-jelas ilegal. Sampai sekarang penggarap atau pengelola galian C di lahan PTPN II itu masih berkeliaran. Kita minta segera ditangkap dan aktivitas galian C itu dihentikan. Ini kan lahan pemerintah, kenapa seenaknya saja diambil begitu untuk kepentingan pribadi?”ujar Jepri, Kamis (19/3).

Disebutkannya, penyerobotan dan pengerukan tanah di lahan itu sudah sejak beberapa tahun lalu. “Saya tugas di sini sudah sejak 2018, dan itu (galian C) sudah ada,” sebutnya.

Hal senada disampaikan tokoh pemuda Deliserdang, Liden Ginting. “Kita minta agar laporan pihak PTPN II ditindaklanjuti, tangkap yang menyerobot dan mengeruk tanah negara itu. Ini yang digali lahan milik pemerintah HGU PTPN II. Kalau punya dia pribadi, itu terserah dia. Tapi ini milik rakyat, jangan seenaknya saja,” cetusnya.

Dalam kasus ini, sambung dia, profesionalitas personel Polresta Deliserdang dipertanyakan. “Sudah ada laporannya, kenapa tak ada perkembangan? Artinya, profesionalitas penegak hukum bisa kita pertanyakan. Ada apa ini?” katanya.

Di sisi lain, dari informasi yang dihimpun wartawan, tak ditanggapinya dua laporan pihak PTPN II oleh penyidik Polresta Deliserdang, diduga karena adanya ‘setoran’ yang diterima dari Bajol, selaku pengelola galian C tersebut. Bahkan, ‘setoran’ tersebut sampai merembet ke Polda Sumut. “Semuanya terimalah. Dari Polda, Polresta, Polsek juga dapat itu. Makanya, bebas-bebas saja aktivitas galian C itu beroperasi. Sehari itu paling sikit 200 truk yang ngangkut tanah. Itu truknya lewat. Sudah rusak kali lahannya. Apa gak berpikir orang itu ya?” kata warga sekitar.

Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi yang dikonfirmasi wartawan ihwal kasus ini mengaku masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut. “Terima kasih, saya cek laporannya ya, sampai di mana penanganannya,” bilang dia.

Disinggung lagi soal setoran yang diduga diterima personelnya, mantan Kapolres Pelabuhan Belawan dan Asahan ini kembali mengatakan akan menanyakan masalah tersebut ke Kasat Reskrim, Kompol Muhammad Firdaus. “Saya tanya Kasat perkembangan laporannya ya,” katanya.

Kemudian terkait kasus galian C itu sudah dua kali dilaporkan ke pihaknya namun tak kunjung ada progres, dia menyatakan hal ini menjadi atensinya. “Ok, saya atensi,” tegas mantan Kasubdit Cyber Crime dan Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut itu. (prn/han)

Akibat Corona, Jumlah Penumpang Angkot Turun Drastis, Organda Minta Subsidi Pemerintah

ANGKOT: Angkutan kota (angkot) saat melintas di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Jumlah penumpang angkot mengalami penurunan sejak anak sekolah diliburkan.
ANGKOT: Angkutan kota (angkot) saat melintas di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Jumlah penumpang angkot mengalami penurunan sejak anak sekolah diliburkan.
ANGKOT:  Angkutan kota (angkot) saat melintas di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Jumlah penumpang angkot mengalami penurunan sejak anak sekolah diliburkan.
ANGKOT: Angkutan kota (angkot) saat melintas di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Jumlah penumpang angkot mengalami penurunan sejak anak sekolah diliburkan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah angkutan umum mengalami penurunan drastis akibat dampak dari virus corona. Hal ini karena sekolah diliburkan serta kekhawatiran penumpang atas penyebaran virus tersebut hingga menyebabkan sepinya penumpang.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan, Mont Gomery Munthe mengatakan, kondisi menurunnya mobilitas masyarakat di luar rumah saat ini membuat sejumlah usaha jasa angkutan di Kota Medan juga mengalami kerugian. Salah satunya para sopir angkutan kota (angkot).

“Yang paling merasakan dampaknya itu ya jelas para sopir. Kasihan sekali para sopir ini, seharian narik angkot tapi sewanya sangat sepi. Untuk biaya bensin saja tidak cukup, yang ada sopir malah rugi, sepi sekali penumpang,” aku Gomery kepada Sumut Pos, Jumat (20/3).

Hal ini, kata Gomery, akibat liburnya siswa sekolah.

Sebab, hampir 50 persen penumpang angkot adalah anak sekolah. “Tak ada anak sekolah ya jelas hampir 50 persen sewa menghilang. Belum lagi penumpang umum yang biasa di dapat dari mal atau plaza, sepi sekali. Bisa dikatakan lebih dari 70 persen merosotnya jumlah penumpang kita saat ini,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, adanya imbauan pemerintah yang mewajibkan agar setiap orang selalu menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, membuat jasa angkutan umum semakin tidak masuk ke dalam pilihan masyarakat pengguna transportasi umum.

“Kalaupun masyarakat harus keluar rumah mereka jadi memilih angkutan yang sifatnya lebih pribadi supaya tidak bersentuhan dan ada jarak 1 meter, atau mereka jadi memakai kendaraan pribadi. Semakin ke sini penumpang kita semakin sepi, sangat sepi. Padahal kita tahu, mobil angkot itu mayoritas ya kredit,” terang Gomery.

Gomery meminta agar pemerintah mau memberikan subsidi atau bantuan kepada para sopir dan pengusaha jasa angkutan di Kota Medan agar dapat tetap menafkahi keluarganya.

“Mohon lah beri kebijakan kepada kami, terkhusus sopir. Mungkin bisa berupa pemotongan pajak kendaraan dengan persentase yang besar, bisa dengan cara menggratiskan atau memotong biaya uji KIR. Atau bisa juga dengan cara menangguhkan denda kredit mobil kami yang menunggak, karena saat ini jangankan untuk bayar kredit mobil, untuk biaya makan sehari-hari saja sopir sudah kesulitan,” katanya.

Organda juga mengharapkan adanya perhatian pemerintah untuk memberikan bantuan bahan-bahan pokok kepada para sopir angkutan umum di Kota Medan agar kebutuhan makan keluarga para sopir dapat terpenuhi.

“Ada sekitar 10 ribu sopir di Kota Medan yang terdata oleh kita, kami di Organda siap menyalurkan bantuan tersebut ke mereka. Kami harapkan pemerintah juga akan punya kebijakan-kebijakan lainnya yang akan berpihak kepada kepentingan para sopir,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi IV DPRD Medan, M Rizki Nugraha turut menyatakan keprihatinannya terhadap nasib para sopir yang ada di Kota Medan.

“Kalau penumpang sepi, itu artinya mobilitas orang memang menurun dan itu bagus, karena artinya masyarakat mengikuti imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah agar meminimalisir penyebaran virus Corona. Tapi tentu berdampak pada para sopir angkutan,” kata Rizki kepada Sumut Pos, Jumat (20/3).

Namun begitu, kata Rizki, pemerintah juga harus memperhatikan nasib sebagian masyarakat lainnya yang mengalami dampak negatif dari kebijakan itu, termasuk para sopir angkutan umum.

Katanya, saat ini bukan hanya sopir angkutan umum, tetapi mereka yang memang harus bekerja setiap hari di luar rumah untuk menafkahi keluarganya pasti akan mengalami hal yang sama.

“Dalam hal ini, kebijakan pemerintah yang meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah sudah tepat. Namun pemerintah juga harus mengambil kebijakan lainnya untuk nasib masyarakat lainnya yang mengalami dampak dari imbauan tersebut,” pungkasnya. (map/ila)

Imbau Pengguna Jalan Hindari Penyebaran Covid-19, Dishub Medan Manfaatkan Sistem ATCS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Maraknya penyebaran virus Corona atau Covid-19 di dunia termasuk di Indonesia dan Kota Medan membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan merasa ikut terpanggil dalam mensosialisasikan langkah-langkah pencegahan kepada masyarakat Kota Medan, terkhusus bagi para pengguna alat transportasi di Kota Medan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar S.SiT MT mengatakan, Dishub Kota Medan memanfaatkan Sistem Kendali Lalu lintas Kendaraan atau Area Traffic Control System (ATCS) guna mensosialisasikan sejumlah hal kepada para pengguna transportasi maupun pengguna jalan.

“Dishub Kota Medan ikut berpartisipasi dalam mengoptimalkan sarana yang kita miliki, salah satunya ATCS yang tersebar di persimpangan-persimpangan di Kota Medan. Total ada 90 persimpangan yang sudah dilengkapi dengan pengeras suara, kita beri imbauan kepada masyarakat dari pengeras suara yang didapat di pantau dari perangkat ATCS kita,” ucap Iswar kepada Sumut Pos, Jumat (20/3).

Dikatakan Iswar, para petugas pemantau ATCS Dishub Kota Medan tersebut melakukan pemantauan melalui stasiun ATCS Dishub Medan yang ada di lantai 3 Kantor Kesbangpol Kota Medan.

“Ada beberapa hal yang kita umumkan kepada masyarakat Kota Medan, terkhusus bagi para pengguna transportasi umum, agar memperhatikan dan mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak terlalu penting,” ujarnya.

Selain itu, kata Iswar, demi melakukan pencegahan penyebaran, pihaknya juga mengimbau seluruh masyarakat untuk mengurangi kontak fisik dan berjabat tangan dengan orang sekitar, serta menghindari beras ditempat ramai.

“Kita juga meminta mereka untuk selalu menggunakan masker dan selalu mencuci tangan sesering mungkin, terutama ketika baru selesai menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan orang lain,” katanya.

Begitu juga bila melihat adanya anak-anak usia sekolah yang berada di jalan umum melalui perangkat ATCS, pihaknya meminta melalui pengeras suara agar segera kembali ke rumah dan tidak berada di tempat umum.

“Sebab pemerintah merumahkan mereka bukan untuk liburan atau bermain di luar rumah, melainkan untuk tetap berada di rumah dan belajar di dalam rumah dengan bimbingan orangtua,” bebernya.

Dijelaskan Iswar, hal ini akan terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Medan secara rutin setiap harinya guna memberikan informasi dan sosialisasi tentang langkah-langkah yang harus diambil dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Ini akan rutin, ini bentuk partisipasi sekaligus rasa tanggungjawab kita bersama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga diri dan keluarga,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Medan dari Fraksi Gerindra, H Ihwan Ritonga menilai, langkah yang diambil Dinas Perhubungan dalam mensosialisasikan pencegahan penyebaran virus Corona adalah hal yang penting.

“Setiap OPD pasti punya sarana untuk ikut ambil bagian dalam hal ini dan Dishub sudah mengambil bagiannya, itu bagus sekali,” katanya.

Ihwan meminta kepada OPD-OPD lainnya di jajaran Pemerintah Kota Medan untuk turut ambil bagian dalam melakukan pencegahan penyebaran virus Corona.

“Dalam situasi seperti saat ini, tolong jangan lagi bicara tupoksi. Tolong jangan ada OPD yang bilang ini bukan tupoksi saya, itu bukan tupoksi saya dan seterusnya. Siapa yang bisa berbuat maka dia harus berbuat, sebab ini demi kepentingan rakyat,” tegasnya.

Seperti diketahui, ATCS adalah sistem pengendalian lalu lintas dengan menyelaraskan waktu lampu merah pada jaringan jalan raya dari sebuah kota. Pengaturan lalu lintas melalui sistem ini memerlukan parameter jumlah kendaraan dan waktu tempuh kendaraan. (map/ila)

Mal Sepi, Event Ditunda

SEPI: Salah satu tenant di Mal di Kota Medan tampak sepi pengunjung. Sejak virus corona mewabah, sejumlah mal sepi pengunjung.
SEPI: Salah satu tenant di Mal di Kota Medan tampak sepi pengunjung. Sejak virus corona mewabah, sejumlah mal sepi pengunjung.
SEPI: Salah satu tenant di Mal di Kota Medan tampak sepi pengunjung. Sejak virus corona mewabah, sejumlah mal sepi pengunjung.
SEPI: Salah satu tenant di Mal di Kota Medan tampak sepi pengunjung. Sejak virus corona mewabah, sejumlah mal sepi pengunjung.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dampak penyebaran virus corona (Covid-19) juga dirasakan di sejumlah mal di Kota Medan. Pengunjung malah menurun drastis. Sejumlah event yang akan berlangsung akhir pekan ini, harus ditunda hingga dibatalkan.

Salah satunya Delipark Mall Medan. Mal besar yang baru dibuka secara umum beberapa bulan lalu, kini jumlah pengunjung menurun setiap harinya, 5 persen hingga 10 persen.

Meski begitu, pihak pengelola Deliprak Mall Medan tetap mencari solusi mendongkrak kunjungan masyarakat.

“Sementara strategi yang dilakukan untuk tetap bisa menarik warga, kami juga memberikan penawaran menarik pada bulan Maret ini untuk Food and Beverage di momen Weekday, sudah mendapatkan makanan dan minuman dari tenant yang berpartisipasi,” ungkap Center Director of Delipark Mall Medan, Selvyn kepada wartawan, Jumat (20/3).

Selvyn mengharapkan agar semua pihak memiliki awareness yang tinggi untuk melakukan pencegahan Virus corona dengan melakukan pencegahan dan antisipasi secara dini dimulai dari diri sendiri. “Baik dari internal manajemen Delipark, semua tenant dan pengunjung serta berharap kondisi bisa kembali pulih,” harap Selvyn.

Sedangkan Marcomm Manager Sun Plaza Medan, Yokie mengatakan, di Sun Plaza Medan juga terjadi penurunan pengunjung, namun tidak signifikan. Tapi begitu, ia memaklumkan kewaspada masyarakat untuk tidak mendatangi tempat-tempat keramaian seperti mal.

“Pengunjung jangan panik tapi tetap waspada. Untuk pencegahan virus corona, karena kami telah memberlakukan thermal scanner di pintu masuk mal,” ungkap Yokie.

Selain itu, kata Yokie, pihaknya menyediakan hand sanitizer yang tersebar di berbagai titik di dalam mal. Hal ini diberlakukan untuk memberi kenyamanan dan rasa aman kepada pengunjung. “Kami juga melakukan pembersihan seluruh titik titik yang sering disentuh tangan dengan menggunakan cairan antiseptik, seperti tombol lift, pegangan eskalator dan lainnya,” jelas Yokie.

Sementara itu, Marcomm Manager Plaza Medan Fair, Lenny Yun mengatakan, tingkat kunjungan masih terlihat seperti biasa, meski ada penurunan tetapi tidak terlalu signifikan, hanya sekitar 2 persen. “Penurunannya sekitar dua persen,” kata Lenny.

Menurut Lenny, untuk mencegah penyebaran virus corona, sejumlah acara yang mengumpulkan massa di atrium Plaza Medan Fair diberhentikan sementara. Di antaranya, seperti meet and great atau nonton bareng-bareng dengan artis dan lain sebagainya.

“Atas kebijakan penundaan acara-acara ini, pihak terkait dapat memahaminya. Dan Beberapa event yang harus di selenggarakan pihak mal juga ditunda,” pungkas Lenny.(gus/ila)

PN Medan Terima Berkas Perkara Pembunuh Hakim Jamaluddin, Zuraida Cs Segera Disidang

TERSANGKA: Para tersangka pembunuh hakim Jamaluddin saat menjalani rekonstruksi, beberapa waktu lalu. Saat ini, berkas ketiga tersangka ini sudah P21.
TERSANGKA: Para tersangka pembunuh hakim Jamaluddin saat menjalani rekonstruksi, beberapa waktu lalu. Saat ini, berkas ketiga tersangka ini sudah P21.
TERSANGKA: Para tersangka pembunuh hakim Jamaluddin saat menjalani rekonstruksi, beberapa waktu lalu. Saat ini, berkas ketiga tersangka ini sudah P21.
TERSANGKA: Para tersangka pembunuh hakim Jamaluddin saat menjalani rekonstruksi, beberapa waktu lalu. Saat ini, berkas ketiga tersangka ini sudah P21.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri (PN) Medan menerima pelimpahan berkas tiga tersangka kasus pembunuhan hakim Jamaluddin, Jumat (20/3). Ketiga berkas tersangka yang dilimpahkan yakni, Zuraida Hanum, M Jefri Pratama dan M Reza Fahlevi. “Pelimpahan berkas kasus pembunuhan hakim diterima langsung oleh Abdul Aziz selaku Wakil Ketua PN Medan dan didampingi oleh Panitera Muda (Panmud) Pidana,” ujar Humas PN Medan, T Oyong. Berkas ketiga tersangkan

lanjutnya, langsung diserahkan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Medan, Parada Situmorang. “Sudah kita terima sekitar pukul 12.00 tadi. Diserahkan oleh Kasipidum Kejari Medan,” paparnya.

Namun untuk majelis hakim yang akan menyidangkan ketiga tersangka, belum ada penetapan. “Biasanya hari ini ditunjuk majelis hakimnya. Jadi sekarang masih proses registrasi dulu,” pungkas Oyong.

PN Medan, sebelumnya juga sudah mempersiapkan ruangan untuk menyidangkan kasus pembunuhan hakim Jamaluddin. Sidang pertama kemungkinan akan digelar di Ruang Cakra Utama.

Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan Hakim PN Medan Jamaluddin pada Januari lalu.

Korban ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Prado BK 77 HD di areal kebun sawit Dusun II Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Jumat, 29 November 2019. (man/ila)

Berkat Emak-emak Mengelola Sampah, Kampung Binaan MOR I Raih IGA 2020

DAUR ULANG SAMPAH: Dua ibu dari kelompok kader Kampung Sehat Ecobrick menunjukkan hasil daur ulang sampah. bagus /sumut pos
DAUR ULANG SAMPAH: Dua ibu dari kelompok kader Kampung Sehat Ecobrick menunjukkan hasil daur ulang sampah. bagus /sumut pos
DAUR ULANG SAMPAH: Dua ibu dari kelompok kader Kampung Sehat Ecobrick menunjukkan hasil daur ulang sampah. bagus /sumut pos
DAUR ULANG SAMPAH: Dua ibu dari kelompok kader Kampung Sehat Ecobrick menunjukkan hasil daur ulang sampah. bagus /sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kampung Sehat Ecobrick binaan PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), berhasil meraih prestasi terbaik dengan memperoleh Indonesia Green Awards (IGA) 2020. Program ini berhasil menyabet kategori Penanganan Sampah Plastik.

Ini berawal saat Fuel Terminal Pertamina Integrated Medan Group (FT IMG) mengembangkan kelompok kader Kampung Sehat Ecobrick. Kampung yang terletak di Kecamatan Medan Labuhan ini menghasilkan produk-produk daur ulang botol kemasan yang diolah menjadi furnitur maupun gapura.

Kegiatan Kampung Sehat Ecobrick ini beranggotakan sembilan orang. Kelompok ini pun memiliki nama yaitu Mawar Berduri, kependekan dari emak-emak Warga Bersih Peduli Ecobrick. Begitulah kata Manager Communication, Relations, & CSR MOR I, Roby Hervindo.

“Dari sisi ekonomi, furniture barang Ecobrick yang sudah jadi dihargai seharga Rp2.000. Dari program ini, 1.000 Ecobrick yang dihasilkan dapat meminimalisir sampah sebanyak 250 kg. Ke depannya, Ecobrick juga akan dikembangkan menjadi produk kreatif lainnya,” ujar Roby, Jumat (20/3).

Kata Roby, program tanggung jawab sosial perusahaan seyogyanya mampu menciptakan kemandirian, bukan menciptakan ketergantungan. Melalui program CSR, perusahaan melihat peluang untuk menambah pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan masyarakat di suatu wilayah. “Maka itulah maka dibentuk emak-emak Warga Bersih Peduli Ecobrick. Pada ajang penghargaan yang bergengsi ini, Pertamina mengucapkan terima kasih karena upaya pengembangan wilayah yang kami kembangkan dalam bentuk CSR dihargai,” ucap Roby.

Roby menambahkan, selain sembilan anggota dewasa, program ini juga memiliki 18 orang kader cilik. Kader cilik ini diharapkan dapat mengumpulkan sampah plastik yang dihasilkan di sekolah dan rumah mereka, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai Ecobrick. Hingga saat ini pun, sudah produksi 1.752 ecobrick, melampau target sebanyak 1.000

IGA 2020 sendiri merupakan ajang penghargaan khususnya pada bidang CSR yang diselenggarakan oleh The La Tofi School of CSR. Terdapat 7 kategori yang dilombakan pada ajang ini yang ditujukan untuk perusahaan-perusahaan yang dianggap mempunyai komitmen dan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan, demi mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Selain Kampung Ecobrick, program CSR Desa Apar Menuju Desa Wisata juga mendapatkan penghargaan dalam ajang ini. Program CSR di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Minangkabau ini mendapatkan penghargaan kategori bidang pengembangan keanekaragaman hayati.

“Pertamina bangga dapat memberikan dampak positif dari program-program CSR yang kami buat. Program CSR kami bertujuan membuat masyarakat jadi dapat lebih mandiri dalam mengelola potensi yang dimiliki lingkungannya sehingga berpengaruh juga pada peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu, kami juga terbuka untuk bersinergi bersama pemerintah daerah,” pungkas Roby.(gus/ila)

Suspect Corona, Satu Anggota DPRD Sumut Diisolasi

Petugas menyemprotkan disinfektan di instana Maimun, Medan
Petugas menyemprotkan disinfektan di instana Maimun, Medan
Petugas menyemprotkan disinfektan di instana Maimun, Medan
Petugas menyemprotkan disinfektan di instana Maimun, Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Gerindra, inisial MAR, disebut-sebut menjadi suspect virus corona. Kabar tersebut beredar di lingkungan DPRD Sumut sejak Kamis (19/3) hingga Jumat (20/3) via pesan berantai WhatsApp.

Unsur Pimpinan DPRDSU dipimpin Ketua Baskami Ginting, didampingi Wakil Ketua Harun Mustafa Nasution, Rahmansyah Sibarani, dan Sekretaris Dewan Erwin Lubis, akhirnya menyampaikan klarifikasi perihal kabar dimaksud, Jumat (20/3).

“Mungkin pertama saya yang akan memberikan penjelasan, sebab saya wakil ketua dari Gerindra dan MAR anggota Gerindra. Benar, beberapa hari ini dia merasa badannya panas. Dia cek ke dokter, tapi belum tentu positif corona,” kata Harun Mustafa.

Saat dicek, panas tubuhnya lebih kurang 38. “Diminta diisolasi, dia bersedia. Kita apresiasi orang seperti dia. Begitu juga dengan kawan-kawan lain yang merasa badannya panas juga diharapkan memeriksakan dirinya,” imbuhnya.

Dia mengatakan, saat ini MAR menjalani isolasi di RSUP Adam Malik. “Sudah empat hari lalu dia di sana. Sekarang tinggal menunggu hasil tes, kalau tidak salah hari ini atau besok keluar. Tadi barusan kami bertelepon langsung, dia menyatakan sudah tidak demam lagi. Hanya menunggu hasilnya saja,” kata Harun.

Ia mengapresiasi sikap proaktif MAR yang bersedia memeriksakan dan mengisolasi dirinya ke RSUP Adam Malik. “Untuk seluruh warga Sumut, kita harapkan agar melakukan langkah seperti MAR memeriksakan diri, demi mengurangi penyebaran virus ini. Dia juga berbesar hati mengasih tahu ke kawan-kawan, tolong agar dicek juga. aapi Alhamdulillah sampai sekarang kawan-kawan tidak ada yang demam, batuk-batuk, dan bersin-bersin,” terang wakil rakyat asal pemilihan Kabupaten Tabagsel ini.

Harun mengungkapkan, kejadian dialami Aulia ini semakin membuktikan bahwa tugas dewan itu sangat beresiko dalam persoalan virus corona. “Kami terima konsekuensi tugas yang beresiko tinggi,” pungkasnya.

ODP Dairi Melonjak Jadi 27 Orang

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di seluruh Sumut terus bertambah. Selain Langkat dan Deliserdang, jumlah ODP di Dairi juga melonjak tajam.

Hingga Jumat (20/3), sebanyak 27 orang warga Kabupaten Dairi masuk daftar ODP virus corona. Sebelumnya, baru ada satu warga berjenis kelamin perempuan usia 40 tahun, yang ditetapkan sebagai ODP dan telah dirujuk ke rumah sakit Adam Malik Medan.

Dari 27 orang itu, 6 orang di antaranya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dipulangkan dari negara Malaysia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Dairi, Frisda Turnip, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (20/3) membenarkan jumlah warga Dairi menjadi ODP Covid 19 melonjak menjadi 27 orang.

“Jumlah itu berdasarkan laporan satelit masing-masing Puskesmas di 15 kecamatan. Yakni di Kecamatan Siempat Nempu 3 orang, Berampu 1 orang, Siempat Nempu Hulu, 2 orang, Lae Parira 1 orang, Silima Pungga-Pungga 3 orang, Sumbul 1 orang, Gunung Sitember 5 orang, Sitinjo 1 orang, Sidikalang 2 orang, dan Tiga Lingga 8 orang,” katanya.

Menurut Frisda, lockdown yang diberlakukan negara Malaysia diduga berdampak terhadap pemulangan TKI ilegal asal Indonesia, termasuk 6 TKI dari Dairi. “Kita memantau mereka dan keluarganya. Karena riwayat perjalanan mereka dari negara pandemi covid 19,” ungkapnya.

Tentang satu warga Dairi yang dirujuk ke RSUP HAM, hingga saat ini belum diketahui statusnya apakah positif atau negatif virus corona. “Kita berharap pasien itu negatif covid 19,” ucap Frisda.

Tebingtinggi Negative Covid 19

Terpisah, hingga kemarin Kota Tebingtinggi masih bebas dari kasus Covid 19. “Baik Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Tebingtinggi masih negatif,” papar juru bicara Pemko Tebingtinggi khusus Covid 19, dr Nanang Fitra Aulia, Jumat (20/3).

Menurut Nanang, untuk pelayanan informasi, warga Tebingtinggi dapat memanfaatkan call center 119 dan 112 yang sudah dibentuk satgas Covid 19. “Pemko Tebingtinggi juga telah menyiapkan fasilitas, yakni 9 UPTD Puskesmas, RS Kumpulan Pane dan RS Swasta yang ada di Kota Tebingtinggi, untuk pelayanan ODP dan PDP,” jelasnya.

Untuk kelengkapan ADP petugas medis, sesuai arahan Wali Kota Tebingtinggi, saat ini sedang diupayakan.

Sekdako Tebingtinggi, Muhammad Dimiyathi, mengimbau dan berharap kepada masyarakat Tebingtinggi, agar jangan termakan berita-berita hoax tentang Covid 19. “Sumber berita atau informasi resmi dari Pemko Tebingtinggi hanya disampaikan melalui Kadis Kesehatan Tebingtinggi yaitu dr Nanang,” ungkapnya.

Untuk mencegah virus corona, ia meminta warga membudayakan hidup bersih dan sehat. Jangan panik, jangan termakan hoax, dan berpikir cerdas. “Jika ada warga yang batuk-batuk, demam, flu dan sesak nafas, segeralah datangi fasilitas terdekat untuk diperiksa,” katanya.

Bagi warga atau ada keluarganya yang baru kembali dari luar negeri, agar segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan.

29 Warga Tapteng Berstatus ODP

Di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), sebanyak 29 warga yang baru pulang dari luar negeri dinyatakan berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Hal itu disampaikan langsung Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam konferensi persnya, Jumat (20/3) lalu di Pandan. “Ada 29 nama, ada warga Sarudik, Tapian Nauli, Kolang, Manduamas dan Pandan,” kata Bakhtiar.

Dijelaskan, 29 orang yang kini berstatus ODP itu, diketahui baru pulang dari sejumlah negara. Di antaranya, Malaysia, Turki, Swedia dan beberapa negara lainnya.

Untuk itu, lanjut Bakhtiar, pengawasan berkala terus dilakukan kepada 29 warga tersebut, dan hingga saat ini masih dalam keadaan sehat.

“Jika ke depan ada yang positif, langkah-langkah cepat akan dilakukan, termasuk koordinasi dengan pihak Provinsi Sumut,” tambahnya.

Upaya pencegahan yang dilakukan antara lain menerjunkan para petugas dari Puskesmas di Tapteng untuk melakukan penyemprotan desinfektan di tempat-tempat publik. Sementara warga diminta jangan dulu bepergian ke luar negeri.

“Ke luar daerah pun, kalau boleh jangan dulu. Khusus SKPD, saya sudah tegaskan agar tak melakukan perjalanan dinas tanpa seizin bupati. Dalam waktu dekat akan ada pertemuan dengan Pemko Sibolga, karena kedua daerah ini kan berdekatan. Nanti akan duduk bersama membahas ini,” tutupnya. (prn/rud/ian/dh)

JUBIR: Juru bicara Pemko Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia, bicara soal penanganan virus Covid 19 di Tebingtinggi, Jumat (20/3).Sopian/Sumut Pos